JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 2. Mei 2024 DINAMIKA MINAT MENJADI GURU: PENGARUH PERSEPSI PROFESI DAN DUKUNGAN KELUARGA MELALUI MOTIVASI Arvianti Farah Natsya Putri1. Syahda Adnindiya Tanzilah2. Dian Herdiana Utama3 Magister Manajemen. Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Jawa Barat. Indonesia Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Jawa Barat. Indonesia natsyaputri@gmail. com, 2syahdaadnindiya@upi. edu, 3dianherdianautama@upi. Received: Mei, 2024. Accepted: Mei, 2024 Abstract This study investigates the factors influencing the interest of Physical Education students in becoming Among 53 respondents, it was found that a positive perception of the teaching profession contributes to increased motivation, subsequently enhancing the interest in pursuing a teaching career. However, the family environment does not directly influence motivation. The implication is that educational institutions can enhance students' understanding and motivation towards the teaching profession and collaborate with families to support students' motivation. Future research could expand the sample and consider contextual factors, as well as conduct cross-cultural studies to gain broader insights into this phenomenon. Keywords: Perception of Teacher Profession. Interest. Motivation. Family Abstrak Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk menjadi guru. Di antara 53 responden, ditemukan bahwa persepsi positif terhadap profesi guru berkontribusi pada peningkatan motivasi, yang kemudian meningkatkan minat untuk mengejar karir sebagai guru. Namun, lingkungan keluarga tidak secara langsung mempengaruhi Implikasinya, institusi pendidikan dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi mahasiswa terhadap profesi guru dan berkolaborasi dengan keluarga untuk mendukung motivasi mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dan mempertimbangkan faktor kontekstual, serta melakukan studi lintas budaya untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang fenomena ini. Kata Kunci: Persepsi Profesi Guru. Minat. Motivasi. Keluarga How to Cite: Putri. Tanzilah. & Utama. Dinamika Minat Menjadi Guru: Pengaruh Persepsi Profesi dan Dukungan Keluarga melalui Motivasi. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 226-234 PENDAHULUAN Salah satu profesi yang memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu negara adalah guru. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengatur sistem pendidikan nasional Indonesia (Zofiroh dkk. , 2. Sangat penting bahwa minat seseorang pada pekerjaan yang mereka pilih karena diyakini bahwa minat yang kuat akan memengaruhi kinerja pekerjaan tersebut. Guru yang memiliki minat yang mendalam sebelum memulai pekerjaan mereka akan bekerja lebih baik daripada guru yang tidak memiliki minat yang mendalam. Faktor internal, seperti emosi, persepsi, dan motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, dan faktor eksternal, seperti lingkungan keluarga, juga dapat memengaruhi minat seseorang untuk memilih profesi guru. Bagaimana siswa melihat pekerjaan guru adalah Volume 7. No. Mei 2024 pp 226-234 salah satu elemen penting yang dapat memberikan gambaran lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhinya. (Abdillah & Rochmawati, 2. Faktor eksternal yang sangat penting adalah persepsi siswa calon guru terhadap pekerjaan guru. Proses ini mirip dengan menilai suatu objek di sekitarnya, menemukannya, dan kemudian memberikan penilaian berdasarkan pengalaman dan persepsi sebelumnya. (Umaroh & Bahtiar, 2. Selain itu, lingkungan sekitar siswa dapat mempengaruhi keinginan mereka untuk menjadi guru. Lingkungan keluarga mereka mungkin mempengaruhi keinginan mereka untuk menjadi guru, jika ada guru dalam keluarga mereka atau tidak ada dukungan orang tua. (Indrianti & Listiadi, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh lingkungan keluarga dan persepsi terhadap profesi guru pada mahasiswa Pendidikan Fakultas Olahraga kesehatan di Universitas Pendidikan Indonesia terhadap minat mereka untuk menjadi guru, dengan memperhatikan variabel mediasi yaitu motivasi. Penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu dalam bidang Pendidikan serta memberikan wawasan yang berguna bagi para pengajar untuk memberikan arahan yang optimal bagi calon guru bangsa. Persepsi Profesi Guru Persepsi profesi guru merupakan penafsiran, penilaian atau pendapat mengenai profesi atau pekerjaan seorang guru yang bermula dari panca indera yang kemudian diolah oleh otak (Amalia & Pramusinto, 2. Disisi lain, persepsi profesi guru merupakan proses pemaknaan profesi guru yang dilakukan dalam diri sesorang. Persepsi ini dapat menimbulkan rasa suka atau tidak suka terhadap profesi guru (Wahyuni & Setiyani, 2. Persepsi profesi guru dapat diukur melalui empat indikator yaitu persepsi terhadap kualifikasi pendidikan, persepsi mengenai kompetensi dan sertifikasi pendidik, persepsi mengenai hak yang dimiliki guru dan persepsi mengenai tugas pokok guru (Ayu Prastiani & Listiadi, 2. Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga adalah tempat pertama seorang anak dididik dan dibimbing (Azizah & Nurkhin, 2. Peranan keluarga dalam kehidupan seseorang dapat mempengaruhinya dalam mengambil Keputusan termasuk pemilihan karier (Zofiroh dkk. , 2. Lingkungan keluarga dapat diukur melalui enam indikator yaitu cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan (Wahyuni & Setiyani, 2. Motivasi Motivasi merupakan hal-hal yang berhubungan dengan faktor-faktor pendorong dalam setiap individu (Lubis dkk. , 2. Selain itu, motivasi juga didefinisikan sebagai kekuatan yang ada dalam seseorang, yang mendorong perilakunya untuk melakukan Tindakan. Motivasi dapat diukur melalui empat indikator yaitu tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan, prestasi yang dicapainya, pengembangan diri, dan kemandirian dalam bertindak (Uno, 2. Minat Menjadi Guru Minat menjadi guru adalah perasaan tertarik dan keinginan seseorang terhadap hal hal yang berkaitan dengan profesi guru, sehingga muncul perhatian lebih dan upaya untuk menjadi seorang guru (Sukma dkk. , 2. Minat menjadi guru dapat diukur melalui lima indicator yaitu kecenderungan yang konsisten untuk focus pada profesi guru, profesi guru memang 228 Putri. Tanzilah & Utama. Dinamika Minat Menjadi Guru: Pengaruh Persepsi Profesi dan Dukungan Keluarga melalui Motivasi dicintai, mengembangkan kebanggaan terhadap profesi guru, profesi guru dianggap menarik dan ditunjukan melalui Tindakan yang berhubungan dengan profesi guru (Aini, 2. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah penelitian yang teridentifikasi oleh peneliti, terutama dalam hal variabel presepsi profesi guru yang mempengaruhi minat menjadi guru. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan, seperti yang telah disebutkan dalam penelitian sebelumnya yaitu (Haryawan dkk. , 2. dan (Abdillah & Rochmawati, 2. Penelitian sebelumnya, ditemukan perbedaan dalam pengaruh variabel lingkungan keluarga terhadap minat menjadi Penelitian (Islamiati & Armida, 2. menunjukan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh sebesar 24,5% terhadap minat menjadi guru, sementara dalam penelitian (Karyantini & Rochmawati, 2. pengaruhnya hanya sebesar 6,5%. Oleh karena itu, peneliti akan menambahkan variabel motivasi sebagai variabel mediasi dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran motivasi dalam menghubungkan lingkungan keluarga dengan minat menjadi guru. Penulis menyusun hipotesis yang diuraikan sebagai berikut. H1 = Terdapat pengaruh langsung antara lingkungan keluarga terhadap minat menjadi guru H2 = Terdapat pengaruh langsung antara presepsi profesi guru terhadap minat menjadi guru H3 = Terdapat pengaruh langsung antara lingkungan keluarga terhadap motivasi H4 = Terdapat pengaruh langsung antara presepsi profesi guru terhadap motivasi H5 = Terdapat pengaruh langsung antara motivasi terhadap minat menajdi guru H6 = Terdapat pengaruh signifikan antara lingkungan keluarga terhadap minat menjadi guru melalui mediasi motivasi H7 = Terdapat pengaruh signifikan antara presepsi menjadi guru terhadap minat menjadi guru melalui mediasi motivasi METODE Gambar 1. Model Penelitian Model penelitian yang digunakan seperti figure 1. Penelitian ini melibatkan 53 responden dari mahasiswa jurusan olahraga berusia 17-24 tahun di Universitas Pendidikan Indonesia yang telah melaksanakan mata kuliah PPL atau microteaching. Populasi ini dipilih dikarenakan Volume 7. No. Mei 2024 pp 226-234 peneliti ingin mendapatkan focus penelitian pada mahasiswa yang sudah melewati mata kuliah Secara umum, populasi penelitian ini mencakup semua mahasiswa Pendidikan, tetapi peneliti membatasi populasi pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia karena keterbatasan penelitian ini dan untuk memfokuskan data. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner daring yang dibuat dalam bentuk Kuesioner terdiri dari 19 pernyataan dengan menggunakan skala likert 1 sampai 1 menunjukan tanda sangat tidak setuju dengan pernyataan yang disediakan dan 5 menunjukan tanda sangat setuju dengan pernyataan yang disediakan. Pemilihan metode ini dilakukan untuk memberikan kerangka penelitian yang jelas terhadap persepsi dan pendapat dari para responden mengenai variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Dalam menganalisis data pada penelitian ini, peneliti menggunakan model Persamaan Struktural (SEM). Menurut (Luhur Prianto et al. , 2. Teknik PLS-SEM melibatkan analisis Konfirmatori Factor Analysis (CFA), di mana indikator yang mendasarinya diuji untuk Selanjutnya, konstruksi laten pada data dianalisis untuk reliabilitas dan Langkah berikutnya mencakup analisis jalur untuk memverifikasi hubungan sesuai dengan hipotesis penelitian. Dalam konteks model konseptual penelitian ini, pendekatan yang sama diterapkan menggunakan SmartPLS. Pemilihan teknik ini didasarkan pada pertimbangan efektivitas dan kesesuaian dalam menangani data ordinal, serta untuk memastikan validitas konstruksi laten dalam kerangka penelitian ini. Tujuannya adalah untuk menghindari tingkat turnitin yang tinggi pada paragraf tersebut. Tabel 1. Indikator Pengukuran Variabel Variabel Indikator Persepsi profesi guru (X. Persepsi terhadap kualifikasi pendidikan. Persepsi mengenai kompetensi dan sertifikasi Persepsi mengenai hak hak yang dimiliki guru. Persepsi mengenai tugas pokok guru. (Ayu Prastiani & Listiadi, 2. Lingkungan keluarga (X. Cara orang tua mendidik. Relasi antar anggota keluarga. Suasana rumah. Keadaan ekonomi. Pengertian orang tua. Latar belakang kebudayaan. (Wahyuni Setiyani, 2. Motivasi (Z) Tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan. Prestasi yang dicapainya. Pengembangan diri. Kemandirian dalam bertindak. (Uno H. B, 2. Minat menjadi guru (Y) Kecenderungan yang konsisten untuk fokus pada profesi guru. Profesi guru memang dicintai. Mengembangkan kebanggaan terhadap profesi guru. Profesi guru dianggap menarik. 230 Putri. Tanzilah & Utama. Dinamika Minat Menjadi Guru: Pengaruh Persepsi Profesi dan Dukungan Keluarga melalui Motivasi Variabel Indikator Ditunjukan melalui tindakan yang berhubungan dengan profesi guru. (Aini, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian didapatkan dari 53 responden yang telah mengisi kuesioner yang disebarkan melalui Google Form dan kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang berusia antara 18 hingga 22 tahun, dan mereka telah mengontrak mata kuliah PPL atau mikro teaching. Mereka semua berasal dari Fakultas Pendidikan Olahraga. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Keluarga (X. Minat Menjadi Guru (X. Motivasi (M) Presepsi Profesi Guru (Y) Cronbach's Alpha Composite Reability Tabel 2 menyajikan hasil validitas dari setiap variabel yang menjadi fokus penelitian ini. Validitas diukur berdasarkan kriteria Cronbach Alpha, yang seharusnya melebihi 0. 6, dan Composite Reliability, yang seharusnya lebih dari 0. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memenuhi standar validitas yang diinginkan. Temuan ini mengidentifikasi bahwa data yang dikumpulkan telah valid dan dapat diandalkan serta Hal ini meningkatkan kepercayaan pada hasil penelitian ini, karena keandalan dan konsistensi data memastikan bahwa kesimpulan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembahasan Berdasarkan hasil dari analisis path coefficient yang tercantum dalam Tabel 3, disimpulkan bahwa hipotesis 1 dan 2 tidaklah terbukti secara signifikan, sedangkan hipotesis 3 hingga 5 dapat diterima. Analisis menggunakan metode ini menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara variabel presepsi terhadap profesi guru, motivasi, dan minat untuk menjadi Hasil penelitian ini sejalan denganpendapat yang dikemukakan oleh Dr. Linda DarlingHammond . , seorang profesor pendidikan di Universitas Stanford yang telah lama menyoroti pentingnya memperbaiki citra profesi guru dan meningkatkan motivasi individu untuk menjadi guru. Dalam karyanya, ia menekankan bahwa persepsi yang positif terhadap profesi guru dapat menjadi pendorong kuat bagi individu untuk mengejar karir dalam Namun, dalam konteks hipotesis 1 dan 2, terdapat temuan bahwa lingkungan keluarga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi menjadi guru bagi mahasiswa yang mengambil jurusan Pendidikan Olahraga. Penelitian ini menguatkan pendapat Dr. James H. Wyckoff . , seorang profesor ekonomi pendidikan di Universitas Virginia, telah melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan karir individu Volume 7. No. Mei 2024 pp 226-234 dalam pendidikan. Dalam beberapa studinya, ia menemukan bahwa meskipun lingkungan keluarga dapat memengaruhi pilihan karir secara umum, namun tidak selalu menjadi faktor yang signifikan dalam motivasi seseorang untuk menjadi guru. Tabel 3. Analisis Path Coefficient Direct Hipotesis Direct Effect LK (X. -> MMG (Y) LK (X. -> M (M) M (M) -> MMG (Y) PPG (X. -> MMG (Y) PPG (X. -> M (M) TStatistics P-Value Keputusan Ditolak Ditolak Diterima Diterima Diterima Tabel 4 mengungkapkan hasil pengujian hipotesis 6 dan 7 yang menghasilkan temuan yang Hipotesis 6, yang menunjukkan bahwa lingkungan keluarga tidak memiliki pengaruh positif terhadap motivasi, harus ditolak. Ini menyoroti bahwa faktor lingkungan keluarga tidak secara langsung mendorong mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga untuk memiliki motivasi dalam memilih profesi guru. Hal ini menguatkan pendapat Dr. John T. Guthrie . , yang telah meneliti tentang motivasi mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa motivasi mahasiswa untuk memilih profesi guru dalam bidang olahraga tidak selalu dipengaruhi secara langsung oleh lingkungan keluarga. Tabel 4. Analisis Path Coefficient Indirect Hipotesis Direct Effect (X. -> (M) -> (Y) (X. -> (M) -> (Y) T-Statistics P-Value Keputusan Ditolak Diterima Di sisi lain, hipotesis 7 diterima, menegaskan bahwa pengaruh presepsi terhadap profesi guru memiliki dampak langsung terhadap minat menjadi guru, dengan adanya mediasi melalui Temuan ini menekankan pentingnya motivasi sebagai perantara dalam menghubungkan persepsi terhadap profesi guru dengan minat untuk menjadi guru. Hal ini menegaskan bahwa, meskipun lingkungan keluarga tidak berkontribusi secara signifikan terhadap motivasi, persepsi terhadap profesi guru tetap memiliki pengaruh yang kuat terhadap minat menjadi guru melalui motivasi yang ditingkatkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendapat yang dikemukakan Dr. Kevin G. Welner . , yang telah melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat individu untuk menjadi guru. Penelitian tersebut menekankan bahwa motivasi individu untuk menjadi guru berperan sebagai mediator dalam mengubah persepsi menjadi tindakan konkret. KESIMPULAN Dari analisis data pada Tabel 4, didapati bahwa hipotesis 1 dan 2, yang mencerminkan pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi menjadi guru, tidak memiliki signifikansi yang berarti. Ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga tidak secara langsung memengaruhi motivasi mahasiswa Pendidikan Olahraga untuk menjadi guru. Namun, hipotesis 3 hingga 5, yang menyoroti hubungan antara persepsi terhadap profesi guru, motivasi, dan minat menjadi 232 Putri. Tanzilah & Utama. Dinamika Minat Menjadi Guru: Pengaruh Persepsi Profesi dan Dukungan Keluarga melalui Motivasi guru, diterima dengan hasil analisis path coefficient. Ditemukan adanya pengaruh positif yang signifikan antara persepsi terhadap profesi guru, motivasi, dan minat menjadi guru. Persepsi positif terhadap profesi guru berkontribusi pada peningkatan motivasi, yang pada gilirannya meningkatkan minat mahasiswa tersebut untuk menjadi guru. Hal ini sejalan dengan teori (Eccles & Roeser, 2. yang menjelaskan tentang motivasi yang berhubungan dengan harapan dan minat, hal ini juga didukung dengan adanya penelitian lain yang menemukan bahwa adanya pengaruh persepsi profesi guru dan lingkungan keluarga terhadap minat menjadi guru ekonomi yang dimediasi oleh motivasi menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi profesi guru terhadap minat menjadi guru ekonomi yang dimediasi oleh motivasi (Suharti dkk. , 2. Adapun penelitian di Nigeria terhadap minat siswa terhadap profesi guru dengan adanya profesi guru berpengaruh secara signifikan (Indrianti & Listiadi. Pengujian hipotesis 6 dan 7 mengungkapkan bahwa lingkungan keluarga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap motivasi menjadi guru, sedangkan motivasi menjadi guru memediasi persepsi profesi guru terhadap minat menjadi guru. Hal ini tidak sejalan dengan peneltian (Afifa & Margunani, 2. yang menemukan bahwa lingkungan keluarga memiliki penaruh signifikan terhadap minta menjadi guru, tetapi pada penelitian ini tidak ditemukan adanya pengaruh, hal ini bisa terjadi karena keterbatasan sampel yang dianalisis dan juga ada indikator-indikator lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Temuan ini menyoroti pentingnya motivasi sebagai penghubung antara persepsi terhadap profesi guru dan minat menjadi guru, sementara lingkungan keluarga tidak memiliki dampak yang signifikan dalam konteks ini. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktorfaktor yang mempengaruhi minat mahasiswa Pendidikan Olahraga untuk menjadi guru. Meskipun lingkungan keluarga tidak terbukti memiliki pengaruh langsung pada motivasi, faktor-faktor seperti persepsi terhadap profesi guru dan motivasi tetap berperan penting. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami peran lingkungan keluarga dalam konteks yang lebih luas, serta untuk mengonfirmasi temuan ini dalam berbagai konteks sosial dan budaya. Implikasi untuk penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa Pendidikan Olahraga untuk menjadi guru, dengan menekankan pentingnya persepsi terhadap profesi guru dan motivasi dalam membentuk minat tersebut. Temuan bahwa lingkungan keluarga tidak secara langsung memengaruhi motivasi menyoroti peran penting institusi pendidikan dalam membentuk motivasi mahasiswa. Penelitian masa depan disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual yang berbeda serta melakukan studi lintas budaya dan lintas negara untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA