AJER Advanced Journal of Education and Religion Vol. 2 No. 3 September 2025 Analisis Preferensi Anak Usia Dini terhadap Tabungan Pintar dalam Mengembangkan Literasi Keuangan di TK-IT Wildani 6 Desa Menongo Kec. Sukodadi Kab. Lamongan Fivin Aulia Arlika* Fakultas Agama Islam. Universitas Islam Darul Ulum Lamongan *Corresponding author: fivin. 2021@mhs. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history Received 05-09-25 Revised 15-09-25 Accepted 25-09-25 The low interest and engagement of early childhood children in saving activities impact their limited understanding of financial literacy concepts. Therefore, an educational medium that is appropriate for the children's developmental stage is needed. This research aims to analyze the use of a smart savings tool . abungan pinta. in developing the financial literacy of early childhood children at TK-IT Wildani 6 Menongo. Sukodadi District. Lamongan Regency. The study employed a descriptive qualitative approach with a total of 27 children from Group B serving as the subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the smart savings tool holds significant meaning for the children as it facilitates their understanding of the concept of money and the practice of saving in a straightforward This medium also made a tangible contribution to the development of financial literacy, evidenced by an increase in the children's understanding of monetary value, motivation, and discipline. Furthermore, the children demonstrated a positive preference for using the smart savings tool through active engagement with its simple digital features. Thus, the smart savings tool is proven to be effective as an educational medium for strengthening early childhood financial literacy while simultaneously fostering an interest in saving from an early age. Kata Kunci Early Childhood. Smart Savings Tool. Financial Literacy Pendahuluan Literasi keuangan adalah keterampilan hidup esensial yang harus diperkenalkan sejak usia dini untuk membentuk fondasi keuangan yang kuat (Sabila et al. , 2. Pembelajaran ini memungkinkan anak untuk memahami secara Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 mendasar nilai uang dan bagaimana cara kerjanya dalam kehidupan sehari-hari (Ariningsih, n. Selain itu, literasi keuangan mengajarkan anak untuk mengelola keinginan dan menunda kepuasan, sebuah disiplin kunci dalam pengambilan keputusan finansial. Dengan demikian, pengenalan dini ini secara konsisten membiasakan perilaku menabung sebagai langkah proaktif menuju kemandirian dan stabilitas finansial di masa depan. Namun, pada kenyataannya, minat dan keterlibatan anak usia dini dalam kegiatan menabung masih tergolong rendah. Fenomena ini disebabkan oleh kecenderungan anak-anak untuk lebih tertarik pada kegiatan konsumtif yang memberikan kepuasan instan dibandingkan dengan menyimpan uang untuk jangka waktu tertentu. Akibatnya, pemahaman konseptual mereka tentang fungsi, nilai, dan manfaat uang pun masih terbatas, yang merupakan hambatan signifikan dalam pengembangan literasi keuangan. Oleh karena itu, kondisi ini menuntut perancangan intervensi dan strategi edukatif yang inovatif serta harus disesuaikan secara cermat dengan tahap perkembangan kognitif anak usia dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui penggunaan media edukatif yang sederhana namun bermakna, yakni tabungan pintar. Tabungan pintar hadir sebagai inovasi yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah menabung, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menumbuhkan motivasi, kedisiplinan, serta kebiasaan finansial positif sejak dini. Dengan pendekatan yang praktis dan mudah dipahami, media ini mampu membantu anak mengenal konsep uang dan pentingnya menabung melalui pengalaman nyata yang menyenangkan. TK-IT Wildani 6 Menongo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang menerapkan tabungan pintar. Kehadiran media ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat literasi keuangan anak. Penting untuk diketahui bagaimana makna tabungan pintar bagi anak, sejauh mana kontribusinya dalam meningkatkan pemahaman tentang uang, serta bagaimana preferensi anak terhadap Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis preferensi anak usia dini terhadap tabungan pintar dalam mengembagkan literasi keuangan di TK-IT Wildani 6 Menongo. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan secara mendalam makna, kontribusi, dan preferensi anak usia dini terhadap penggunaan tabungan pintar dalam mengembangkan literasi Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menggali fenomena nyata di lapangan berdasarkan pengalaman langsung para pihak yang terlibat. Subjek penelitian adalah 27 anak kelompok B TK-IT Wildani 6 Menongo. Kecamatan Sukodadi. Kabupaten Lamongan. Kelompok B dipilih karena anak-anak pada usia ini dinilai telah memiliki kemampuan dasar kognitif, sosial, dan emosional untuk diperkenalkan pada konsep literasi keuangan melalui media tabungan pintar. Data penelitian diperoleh melalui tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku anak saat mengikuti kegiatan menabung dengan tabungan pintar. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas, wali murid, dan anak untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai makna tabungan pintar, kontribusinya dalam literasi keuangan, serta preferensi anak dalam menggunakannya. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data pendukung berupa foto kegiatan dan catatan administrasi tabungan pintar. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilah informasi yang relevan sesuai fokus penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian deskriptif sehingga mudah dipahami. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dilakukan untuk menjawab fokus penelitian terkait makna, kontribusi, dan preferensi anak usia dini terhadap penggunaan tabungan pintar. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Tabungan Pintar di TK-IT Wildani 6 memberikan dampak signifikan terhadap pengenalan konsep literasi keuangan pada anak usia dini. Dari 27 anak kelompok B yang menjadi subjek penelitian, sebagian besar menunjukkan preferensi positif terhadap kegiatan Hal ini tampak dari kebiasaan anak yang dengan antusias membawa uang ke sekolah, menunggu giliran untuk menyetorkan uangnya pada Tabungan Pintar berbentuk ATM, hingga rasa senang ketika bintang mereka penuh sebagai tanda jumlah tabungan yang bertambah. Antusiasme ini mengindikasikan bahwa menabung bukan hanya sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Hasil observasi menunjukkan bahwa tabungan pintar memberikan makna penting bagi anak karena mereka mulai memahami bahwa uang tidak hanya digunakan untuk membeli sesuatu, tetapi juga dapat disimpan untuk kebutuhan di masa depan. Pemahaman ini sesuai dengan teori Piaget yang menyatakan bahwa anak usia 5Ae6 tahun berada pada tahap praoperasional, di mana mereka mulai belajar melalui simbol konkret dan pengalaman nyata. Kegiatan menabung menjadi media konkret yang dapat dipahami anak dalam mengenal konsep uang. Wawancara dengan guru menunjukkan bahwa program tabungan pintar mendorong anak untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Guru menilai adanya perubahan perilaku, misalnya anak yang sebelumnya sering lupa membawa uang saku menjadi lebih ingat karena termotivasi oleh kegiatan Disiplin yang terbangun dari kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter anak. Hal ini sejalan dengan pendapat Musthafa . bahwa literasi keuangan anak dapat ditanamkan melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dan menyenangkan. Sementara itu, wawancara dengan orang tua memperlihatkan bahwa kegiatan tabungan pintar memberikan efek positif di rumah. Anak-anak mulai bertanya tentang uang, meminta tambahan untuk ditabung, bahkan ada yang menceritakan kebahagiaannya ketika tabungannya bertambah. Orang tua merasa terbantu karena Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 program ini menanamkan kebiasaan hemat sejak dini. Hal ini sesuai dengan teori ekologi Bronfenbrenner, di mana interaksi antara sekolah dan keluarga berkontribusi langsung terhadap perkembangan anak. Selain aspek kognitif, preferensi anak terhadap tabungan pintar juga muncul dari aspek afektif. Anak merasakan kebanggaan, kesenangan, dan motivasi ketika Ada anak yang secara aktif mendorong temannya untuk ikut menabung, bahkan ada yang membandingkan jumlah tabungan mereka dengan penuh semangat. Interaksi sosial ini menunjukkan adanya pembelajaran kolektif sebagaimana ditegaskan Vygotsky, bahwa perkembangan kognitif anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial tempat mereka berinteraksi. Lebih lanjut, temuan penelitian ini memperkuat pandangan Lusardi & Mitchell . yang menyatakan bahwa literasi keuangan bukan hanya keterampilan kognitif, tetapi juga mencakup sikap, kebiasaan, dan perilaku. Anak-anak yang terlibat aktif dalam kegiatan menabung sedang membangun dasar sikap keuangan yang bertanggung jawab, yang kelak akan memengaruhi perilaku finansial mereka di masa depan. Jika dibandingkan dengan penelitian Rahmawati . yang menekankan pentingnya kegiatan menabung di sekolah sebagai sarana pembelajaran keuangan, penelitian ini lebih menyoroti aspek preferensi anak. Anak bukan hanya peserta pasif, melainkan aktor yang memiliki minat, rasa senang, dan keterlibatan emosional dalam kegiatan tabungan pintar. Preferensi inilah yang menjadi kunci, sebab semakin besar minat dan kesenangan anak, semakin kuat pula pembiasaan literasi keuangan dapat ditanamkan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan tabungan pintar di TK-IT Wildani 6 Menongo berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Guru dan kepala sekolah memfasilitasi kegiatan dengan memberikan arahan, sedangkan orang tua turut serta mendukung melalui pembiasaan di rumah. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menabung, sehingga kegiatan ini bukan hanya melatih kebiasaan menyisihkan uang, tetapi juga menumbuhkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian. Dengan demikian, tabungan pintar terbukti menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai karakter dan literasi keuangan sejak dini. Referensi