Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH KOMPETENSI SOFTSKILL DAN HARDSKILL TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK KONSENTRASI KEAHLIAN MANAJEMEN PERKANTORAN DI SMKN 1 SURABAYA Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 Universitas Negeri Surabaya1. Universitas Negeri Surabaya2 email: rifda. 22119@mhs. id1, triesnindapahlevi@unesa. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Soft skill dan Hard skill terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui google form. Pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini menyatakan bahwa soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya baik secara parsial maupun simultan. Kompetensi soft skill dan hard skill yang dimiliki siswa mampu membuka peluang yang luas untuk mendapatkan pekerjaan karena siswa dengan kompetensi yang baik akan membentuk kesiapan kerja yang baik pula. Penelitian ini mampu memperluas pandangan dan menjadi tolak ukur untuk meningkatkan kualitas lulusan yang unggul dan siap kerja sehingga tidak terjadi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini terbatas hanya di SMKN 1 Surabaya dan hanya melibatkan tiga variabel X1 . oft skil. X2 . ard skil. , dan Y . esiapan kerj. Kata kunci : Softskill. Hardskill. Kesiapan Kerja ABSTRACT This study aims to determine the effect of soft skill and hard skill on the work readiness of vocational high school students majoring in office management at SMKN 1 Surabaya. The sampling technique used simple random sampling. Data collection was carried out by distributing questionnaires via Google Form. This study used multiple linear regression analysis to analyse the data. Based on the findings of this study, it was found that soft skill and hard skill have a significant effect on the work readiness of vocational school students majoring in office management at SMKN 1 Surabaya, both partially and simultaneously. The soft skill and hard skill possessed by students can open up wide opportunities for employment because students with good skills will also be well prepared for work. This study broadens perspectives and serves as a benchmark for improving the quality of graduates who are excellent and ready to work, thereby preventing a gap between the world of education and the world of work. This study is limited to SMKN 1 Surabaya and only involves three variables: X1 . oft skil. X2 . ard skil. , and Y . ork Keywords: Soft skill. Hard skill. Work Readiness PENDAHULUAN Revolusi industri 4. 0 telah mengubah dinamika pekerjaan global sehingga banyak pekerjaan tradisional yang tergantikan dan membuka ruang yang luas untuk lapangan pekerjaan baru berbasis Hal tersebut membuat banyak Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 industri yang beralih pada pemanfaatan digitalisasi dan automatisasi. Berdasarkan data dari World Economic Forum (WEF) diprediksi terjadi peningkatan 7% atau 78 juta pekerjaan baru di seluruh dunia (Talentics, 2. Transformasi ini memberikan dampak positif sekaligus Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 tantangan baru yang menuntut industri dan tenaga kerja untuk lebih adaptif. Dalam situasi seperti ini, kesiapan kerja menjadi persoalan yang patut untuk dikaji lebih dalam oleh institusi pendidikan (Salsa , 2. Menurut teori human capital, pada dasarnya pendidikan dan pelatihan menjadi investasi yang penting terutama pada pendidikan vokasi untuk mendukung peningkatan kompetensi lulusan berupa soft skill maupun hard skill sehingga mampu meningkatkan kesempatan kerja yang dimiliki. Namun banyak terjadi kesenjangan antara pelatihan yang diberikan dengan kompetensi yang menyebabkan terjadinya pengangguran di permasalahan global (Teng dkk. , 2. Masalah global tersebut turut menjadi tantangan di Indonesia. Pemuda dengan rentang usia . menyumbang tingkat pengangguran terbuka tertinggi dengan persentase 16,16 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 (BPS, 2. Angka lulusan yang belum terserap di dunia kerja tergolong cukup tinggi yakni mencapai 7,28 juta Data empiris menunjukkan bahwa didominasi oleh lulusan SLTA Kejuruan (SMK), yakni terdapat 8% per Februari 2025 dari jumlah lulusan yang ada. Menurut Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Setjen DPR RI menyatakan bahwa tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya . keterampilan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri, . program magang secara terstruktur yang sangat minim, serta . soft skill dan kesiapan kerja yang dimiliki masih kurang (Arifa. Kesiapan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dipengaruhi oleh hard skill namun juga soft skill atau keterampilan non teknis (Siregar , 2. Kesiapan kerja diperlukan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan memenuhi pasar kerja dengan adanya kesiapan yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang dilakukan oleh tenaga kerja (Sari & Manunggal, 2. Kesiapan kerja bergantung pada keadaan pasar tenaga kerja dan profil tenaga kerja pada kurun waktu tertentu mengikuti fluktuasi ekonomi dan juga teknologi (Prikshat dkk. , 2. Tingginya tingkat kesiapan kerja yang dimiliki akan memudahkan transisi dan meyakinkan individu untuk menavigasi ketidakpastian yang terjadi mengenai peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja (Wong dkk. Sulitnya mencapai kesiapan kerja karena terjadi perbedaan persepsi antara lembaga pendidikan dan dunia kerja mengenai konsep kompetensi lulusan saat memasuki dunia kerja (Winterton & Turner. Tingginya angka pengangguran yang didominasi tingkat SMK, memunculkan pertanyaan terhadap kesesuaian kurikulum pembelajaran yang berjalan di SMK dengan kebutuhan pasar kerja. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2024 mencanangkan program revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) meningkatkan keterampilan, daya saing, dan kualitas tenaga kerja. Tantangan utama yang dihadapi yaitu terjadinya kesenjangan antara keahlian lulusan SMK dan kebutuhan dunia industri. Hal tersebut di latar belakangi oleh berbagai faktor yaitu fasilitas pendidikan yang kurang memadai, akses teknologi yang terbatas, sedikitnya kemitraan antara sekolah dengan dunia Upaya untuk memperbaiki kualitas lulusan, diperlukan kolaborasi antara Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 pendidik dan juga dunia industri. Usaha yang dapat dilakukan menurut Rahmi dkk. , . untuk mencapai tujuan kerja sama antara dunia industri dan SMK dalam upaya peningkatan kualitas lulusan dengan membentuk model kerja sama yang saling mendukung. Hal tersebut dapat dilakukan dengan . pengembangan SDM melalui guru tamu dari industri, sertifikasi kompetensi, magang guru di industri, . pembelajaran berbasis industri seperti TEFA, prakerin, kunjungan industri, . adanya evaluasi program dan kurikulum, . memfasilitasi peralihan ke dunia kerja dengan program BKK maupun tracer study, . melakukan pengembangan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan program (Rahmi dkk. , 2. Kerja sama antara dunia industri dan SMK dibutuhkan untuk menyesuaikan kompetensi dalam pembelajaran di SMK dengan kebutuhan di dunia kerja (Lutfia & Zakiah, 2. Dinamika perubahan dunia kerja yang membutuhkan calon tenaga kerja yang kompeten dengan memiliki skill dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri (Ayaturrahman & Rahayu, 2. Kompetensi merupakan karakteristik dasar individu yang berkaitan dengan efektivitas kinerja berdasarkan kriteria di tempat kerja (Spencer & Spencer, 1. Kompetensi tersebut meliputi soft skill dan hard skill yang sangat diperlukan untuk mendukung karir seseorang di dunia kerja. Soft skill termasuk dalam kategori keterampilan non teknis dan tidak bergantung pada penalaran abstrak serta berhubungan dengan interpersonal dan intrapersonal masing-masing individu (Marin-Zapata dkk. , 2. Peningkatan kompetensi soft skill sejalan dengan kedewasaan dan pengalaman hidup seseorang (Ayaturrahman & Rahayu. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Meskipun soft skill tidak mengacu ke arah keterampilan di bidang khusus, namun soft skill membantu memudahkan seseorang untuk mendukung pengembangan potensi yang dimiliki (Nurbaiti & Putri, 2. Sedangkan hard skill berkaitan dengan keterampilan teknis khusus terkait disiplin ilmu dan kognitif seseorang (Ayaturrahman & Rahayu, 2. Sehingga keterampilan teknis ini berguna untuk menentukan, menelaah, dan berfikir untuk menemukan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi dalam bidang pekerjaan yang digeluti (Nurbaiti & Putri, 2. Pasar tenaga kerja yang selalu berubah, menurut beberapa penelitian membutuhkan lulusan yang telah dibekali dengan hard skill (Riyanto dkk. Hard skill sangat mendukung pekerjaan yang linier dengan bidang keahlian yang dipelajari. Kompetensi ini dapat diperoleh dan ditingkatkan melalui pendidikan formal, pelatihan, maupun dari media online sejalan dengan perkembangan zaman di era digital ini (Maulidiyah & Ubaidillah, 2. Hard skill dan soft skill memiliki keterkaitan yang erat, dapat dikatakan hard skill membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan, sedangkan soft skill membuat seseorang tetap bertahan pada pekerjaan yang dimiliki (Ibrahim dkk. Untuk itu kompetensi hard skill dan soft skill harus seimbang sehingga dapat berkarir di dunia kerja dengan baik dan memiliki peluang kerja yang luas. Berdasarkan data hasil wawancara dengan BKK SMKN 1 Surabaya, pihak sekolah menargetkan 90% lulusan dapat terserap ke dunia kerja. Dari hasil tracer study 2024, persentase lulusan yang bekerja sebanyak 56,5%, melanjutkan studi 32,2%, wirausaha 9,7%, dan lain-lain 1,5%. Lulusan diharapkan memiliki kompetensi hard skill meliputi pengoperasian microsoft word dan excel, serta soft skill yang meliputi Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 berpenampilan, dan bersikap profesional. Hambatan utama siswa pada saat praktik memasuki dunia kerja terjadi karena adanya penguasaan materi pembelajaran yang belum optimal sehingga belum bisa memaksimalkan potensi saat mengikuti praktik kerja industri. Sekolah bermitra dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan industri demi mencapai tujuan pendidikan vokasi Upaya peningkatan kompetensi ini dilakukan dengan pemberian pelatihan bimbingan karir dan job fair. Sekolah juga mengimplementasikan program unggulan berupa Teaching Factory (TEFA), khusus perkantoran yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia sejak 2021. Program ini pelayanan langsung berbasis teknologi melalui aplikasi pospay, sehingga siswa berlatih untuk melakukan transaksi keuangan dan juga pelayanan pelanggan. Selain itu, terdapat pembelajaran praktis resepsionis sekolah dan praktik wirausaha. Program sekolah tersebut mendukung peningkatan kompetensi siswa manajemen perkantoran khususnya pada pelayanan komunikasi, dan kedisiplinan yang dapat menjadi modal penting untuk menghadapi dunia kerja. Terdapat beberapa studi yang membahas tentang pengaruh soft skill dan hard skill terhadap kesiapan kerja dengan temuan hasil yang beragam. Pada penelitian mengenai soft skill menurut Ratuela dkk. , . menyatakan bahwa soft skill berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa jurusan manajemen FEB Unsrat Manado. Menurut penelitian Siregar dkk. , . menyatakan bahwa Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan tidak ada hubungan yang signifikan antara soft skill dan hard skill terhadap kesiapan Sedangkan penelitian Salsa dkk. menyatakan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan Pada penelitian mengenai hard skill terdapat penelitian yang menyatakan bahwa hard skill tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (Ananda dkk. Temuan lainnya menunjukkan bahwa hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (Maulidiyah & Ubaidillah, 2. Perbedaan hasil tersebut menandakan bahwa terdapat gap research yang perlu dikaji lebih lanjut. Sejauh ini belum ada penelitian khusus mengenai studi ini pada siswa SMK manajemen perkantoran di Surabaya. Urgensi penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan seperti TEFA dan prakerin dalam meningkatkan kompetensi lulusan, sehingga mengurangi angka pengangguran lulusan dengan mencetak lulusan yang siap Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana kompetensi soft skill dan hard skill berpengaruh terhadap kesiapan kerja pada jenjang pendidikan SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran. LANDASAN TEORI Penelitian ini menggunakan human capital theory yang dicetuskan oleh Gary S. Becker sebagai grand teori yang mendasari penelitian bahwa manusia merupakan modal yang dapat diinvestasikan melalui pendidikan dan pelatihan sehingga mampu menghasilkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, maupun kesehatan individu yang menunjang peningkatan produktivitas dan pendapatan (Becker, 1. Teori ini pendapatan dan produktivitas dapat dipengaruhi oleh hasil pendidikan dan pelatihan seseorang terutama pengetahuan. Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 keterampilan, dan kemampuan analisis Dimana konteks investasi human capital melalui pendidikan dan pelatihan sangat relevan dengan sekolah vokasi terutama SMK. SOFTSKILL Soft skill merupakan keterampilan lunak dan kemampuan yang berasal dari dalam diri seseorang dan dapat diterapkan pada lingkungan sekitar serta kehidupan sehari-hari (Maulidiyah & Ubaidillah. Soft skill termasuk dalam kategori keterampilan non teknis dan tidak bergantung pada penalaran abstrak serta berhubungan dengan interpersonal dan intrapersonal masing-masing individu (Marin-Zapata dkk. , 2. Soft skill meliputi keahlian seseorang dalam komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial dalam dirinya, dan juga kecakapan seseorang untuk beradaptasi dengan baik dalam kesehariannya maupun di lingkungan kerja (Sari & Manunggal. Soft skill memiliki peran penting untuk menunjang keberhasilan organisasi, demi mendukung hal tersebut maka diperlukan program pelatihan dan pengembangan yang sesuai untuk mengubah budaya baik sikap maupun perilaku agar dapat mencapai kinerja yang tinggi (Ibrahim dkk. , 2. Kompetensi soft skill seringkali dikaitkan dengan keterampilan non-teknis yang berasal dari dalam diri seseorang. Keterampilan adaptasi, kemampuan komunikasi, dan kemampuan lainnya yang sulit untuk diamati secara kasat mata. Mengacu pada berbagai sumber yang ada, maka indikator yang akan digunakan untuk mengukur variabel soft skill antara lain . Komunikasi Kepemimpinan, . Kerjasama tim, . Kemampuan menyelesaikan konflik, dan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan . Manajemen waktu (Rosi, 2. HARDSKILL Kompetensi hard skill dapat diartikan sebagai kompetensi yang dimiliki seseorang terkait keterampilan teknis sesuai dengan bidang pekerjaan yang digeluti (Riyanti , 2. Hard skill dapat didapatkan dengan adanya pelatihan, pendidikan, serta menjadi syarat untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus (Lamri & Lubart, 2. Kompetensi hard skill ini lebih mudah untuk diukur, diamati, dan dikuantifikasi sehingga lebih mudah untuk dilatih, didapat, ditangani, maupun dikembangkan karena meliputi sesuatu yang dapat dengan mudah dipelajari (Ibrahim dkk. , 2. Hard skill atau biasa disebut dengan keterampilan teknis merupakan keterampilan khusus yang dimiliki seseorang sesuai dengan bidang pekerjaan yang diperoleh dari proses keterampilan ini dapat dipelajari dan Hard keterampilan yang tampak sehingga dapat dilatih, diamati, diukur, dan dikembangkan. Selain itu keterampilan ini juga mudah untuk dipelajari dan mendukung pekerjaan dalam bidang tertentu. Karena setiap pekerjaan pasti membutuhkan keterampilan khusus yang perlu dikuasai sehingga variabel hard skill ini berguna dalam bidang pekerjaan yang dijalani. Maka dari itu, untuk mengukur variabel hard skill menggunakan tiga indikator yaitu . Keterampilan teknis, . Ilmu pengetahuan, (Ratuela dkk. , 2. Keterampilan teknologi (Maulidiyah & Ubaidillah, 2. KESIAPAN KERJA Kesiapan kerja merupakan suatu konsep yang digunakan sebagai acuan dasar penilaian seleksi untuk memprediksi potensi yang dimiliki lulusan (Caballero , 2. Kesiapan kerja adalah keahlian Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat masuk ke dunia kerja secara langsung setelah lulus tanpa perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja, kesiapan fisik dan mental, serta pengalaman belajar yang berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja (Siburian dkk. Kesiapan kerja menjadi tolak ukur sejauh mana seorang individu mampu untuk menghadapi dunia kerja dengan bekal kompetensi yang diperoleh dari proses pendidikan dan pelatihan yang sebelumnya telah dilalui. Kesiapan kerja merupakan suatu kondisi dimana seorang individu mampu dan siap dalam menghadapi dunia kerja sehingga dapat memprediksi kompetensi yang dimiliki. Dalam hal ini kesiapan kerja terdiri dari beberapa unsur yang Dengan indikator yang digunakan untuk mengukur variabel kesiapan kerja antara lain . Karakteristik pribadi, . Ketajaman organisasi, . Kompetensi kerja, dan . Kecerdasan sosial (Caballero dkk. , 2. HIPOTESIS Berdasarkan penelitian terdahulu mengenai soft skill menurut Salsa dkk. menyatakan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan Pada penelitian lain diperoleh hasil bahwa soft skill memberikan pengaruh yang tidak nampak terhadap kesiapan kerja, sehingga hanya menjadi penunjang untuk dapat survive di dunia kerja (Podungge Menurut Siregar menyatakan hasil yang berbeda bahwa tidak ada hubungan yang signifikan dan memiliki hubungan yang negatif antara soft skill terhadap kesiapan kerja. Berdasarkan banyaknya temuan penelitian yang menyatakan bahwa variabel Soft skill berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapan kerja, membuktikan bahwa hasil Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan penelitian terdahulu tersebut mendukung hipotesis penelitian sehingga dirumuskan hipotesis 1 yaitu Soft skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. Mengacu pada penelitian terdahulu yang telah dikaji sebelumnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (Maulidiyah & Ubaidillah, 2. Penelitian serupa juga menunjukkan hasil yang sama yaitu hard skill mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja di era Revolusi Industri 4. (Telaumbanua & Telaumbanua, 2. Terdapat penelitian dengan hasil yang berbeda menyatakan bahwa hard skill tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (Ananda et al. , 2. Banyaknya temuan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja, maka mendukung dan menguatkan rumusan Hipotesis 2 penelitian yaitu Hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. Berdasarkan penelitian terdahulu mengenai soft skill dan hard skill oleh Maulidiyah Ubaidillah, . menyatakan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa sebagai generasi Z dalam menghadapi era digital. Sedangkan penelitian menurut Ratuela dkk. , . menyatakan soft skill dan hard skill berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa akhir Jurusan Manajemen. Temuan hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sebagian besar hasil menyatakan secara simultan variabel soft skill dan hard skill tersebut berpengaruh terhadap kesiapan kerja. Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Sehingga memperkuat rumusan Hipotesis 3 penelitian yaitu soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. H1: Soft skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK perkantoran di SMKN 1 Surabaya. H2: Hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK perkantoran di SMKN 1 Surabaya. semakin kompetitif, maka penting bagi lulusan untuk memiliki kesiapan kerja dan kompetensi yang cukup. Saat ini masih terdapat perbedaan persepsi antara pendidikan yang lebih mengutamakan hard skill (Wahyudi dkk. , 2. Lembaga pendidikan harus mampu mendukung peningkatan soft skill dan hard skill siswa. Karena lembaga pendidikan memegang kendali untuk mengembangkan lulusan yang siap kerja (Orr dkk. , 2. Responden pada penelitian ini merupakan siswa SMK Manajemen Perkantoran sejumlah 102 siswa yang terdiri dari 96 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki dengan persentase 94,1% dan 5,9%. Penentuan sampel per kelas dilakukan dengan menggunakan distribusi Hal tersebut dilakukan agar jumlah responden per kelasnya merata sehingga data menjadi akurat dan dapat merepresentasikan jumlah keseluruhan dari populasi yang ada. Data karakteristik responden secara lebih spesifik pada tabel H3: Soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif asosiatif dengan proses pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa XII manajemen perkantoran SMKN 1 Surabaya sejumlah 138 siswa. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling dengan rumus slovin diperoleh sejumlah 102 siswa. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel yang terdiri dari dua variabel independen X1 . dan X2 . serta satu variabel dependen atau Y . esiapan Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Likert 15, dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear Tabel 1. Data Karakteristik Responden Keterangan Jumlah Responden Usia Jumlah 17 tahun 18 tahun Perempuan Laki-laki XII MP 1 XII MP 2 XII MP 3 XII MP 4 Jenis Kelamin Kelas HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Seiring adanya persaingan kerja yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Sebelum dilakukan analisis mendalam mengenai data, langkah yang harus dilakukan dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu untuk menguji kualitas data dan kelayakan data untuk proses uji selanjutnya. Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan UJI ASUMSI KLASIK Uji Normalitas Tabel 2. One-Sample KolmogorovSmirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Gambar 2. Scatterplot Pada hasil uji heteroskedastisitas dengan scatterplot tersebut, menunjukkan bahwa titik-titik tersebar secara merata di atas dan di bawah 0 pada garis x dan tersebar merata di kanan dan di kiri 0 pada garis y. Sehingga data tersebut dapat dikatakan baik dan tidak terjadi Uji Multikolinearitas Tujuan dari uji multikolinearitas untuk menguji model regresi agar dapat diketahui ada tidaknya korelasi yang tinggi ataupun sempurna dalam variabel independen . ariabel beba. , gejala multikolinear terjadi apabila terdapat hubungan korelasi dengan tingkat yang tinggi antar variabel independen (Yusri. Test distribution is Normal. Calculated from data. Teknik bertujuan untuk melihat suatu kelompok data dapat berdistribusi secara normal atau tidak. Berdasarkan tabel hasil uji normalitas yang dilakukan dengan non parametric test one sample Kolmogorov Smirnov diperoleh nilai Asymp. Sig. Syarat data dikatakan normal apabila nilai signifikan > 0. Maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal karena nilai sig. 240 > 0. Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan varian suatu model regresi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Suatu model regresi dikatakan baik apabila tidak terjadi heteroskedastisitas. Tabel 3. Colinearity Statistics Model Collinearity Statistics Tolera VIF (Consta Dependent Variable: Y Data multikolinearitas jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0. Dari hasil uji pada tabel menunjukkan bahwa nilai tolerance 273 > 0. 10 dan nilai VIF 3. 668 < 10. Artinya dari hasil tersebut dapat multikolinearitas pada data. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Uji Autokorelasi Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingginya tingkat korelasi antar residual (Yusri, 2. Dalam analisis regresi tidak boleh ada korelasi antara data observasi dengan data observasi yang ada Tabel 4. Model Summary DurbinWatson Mod Squ Adjust Squar Std. Error of the Estimate Durbi nWatso Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Syarat suatu data dikatakan tidak terjadi autokorelasi apabila nilai dU < DW < 4 Ae dU. Berdasarkan tabel diketahui nilai dU yakni 1. 7175, nilai DW 2. 155, nilai dL 1. 6376, dan nilai 4dU adalah 2. Jika disimpulkan dU < DW < 4AedU yaitu 1. 7175< 2. 2825 artinya tidak terjadi autokorelasi dalam data tersebut. Analisis Regresi Linear Berganda Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda untuk menguji data. Penggunaan analisis regresi linier berganda berfungsi untuk menganalisis dan mengetahui besar pengaruh parsial maupun simultan variabel soft skill dan hard skill terhadap variabel kesiapan kerja (Telaumbanua & Telaumbanua, 2. Dengan rumus persamaan regresi sebagai berikut. yeA = yeC yeEya ycya yeEya ycya yeA = ye. yayiyi ya. ynyiyiycya ya, yeynyeycya Mengacu pada hasil persamaan regresi tersebut diperoleh nilai konstanta 166 artinya apabila tidak ada variabel X1 dan X2 maka tingkat kesiapan kerja (Y) sebesar 4. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Kemudian nilai koefisien regresi X1 876 dapat diartikan bahwa setiap penambahan 1 tingkat softskill (X. maka tingkat kesiapan kerja (Y) akan meningkat Nilai koefisien regresi X2 pada persamaan tersebut sebesar 0. dapat diartikan bahwa setiap penambahan 1 tingkat hardskill (X. maka tingkat kesiapan kerja (Y) akan meningkat sebesar UJI HIPOTESIS Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar proporsi variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen (Yusri, 2. Besaran nilai dari koefisien determinasi antara 0 dan 1. Apabila nilai RA kecil maka kemampuan variabel independen . sangat terbatas dalam menjelaskan variasi variabel dependen . (Syafina, 2. Tabel 5. Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0. 801, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 berpengaruh terhadap variabel Y sebesar 80. 1% sementara sisanya 19. dipengaruhi variabel lain di luar Uji T (Parsia. Pengujian ini berguna untuk menguji pengaruh setiap variabel independen . secara individual terhadap variabel dependen . , sehingga dapat diketahui kesamaan nilai rata-rata dari kedua kelompok populasi (Yusri, 2. Apabila nilai t hitung > t tabel dan nilai Sig. t < EE = 0. 05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel independen Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Tabel 6. Coefficientsa Model Unstandardized Standardized t Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 1 X1 Dependent Variable: Y Menurut hasil analisis regresi linear berganda pada tabel Coefficients tersebut, nilai Sig. t pada X1 adalah 0. < 0. 05 artinya X1 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y. Selanjutnya nilai Sig. t pada X2 adalah 0. 000 < 0. dapat diartikan bahwa variabel X2 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Y. UJI F (SIMULTAN) Uji F merupakan teknik pengujian yang berguna untuk melihat bagaimana pengaruh seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Yusri, 2. Jika nilai F hitung > F tabel dan nilai Sig. F < EE = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Tabel 7. ANOVAa Model Sum of Mean Sig. Squares Square Regression 5531. 1 Residual 1375. 507 99 13. Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Dari hasil analisis pada tabel tersebut, diperoleh nilai sig. 000 < 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel PEMBAHASAN Softskill terhadap kesiapan kerja siswa Berdasarkan hasil analisis regresi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan linear berganda dan uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 1 Softskill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa, sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis 1 dapat diterima. Variabel Softskill memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kesiapan kerja Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang telah dikaji sebelumnya yang menyatakan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (Salsa dkk. , 2. Penelitian serupa juga menyatakan demikian bahwa soft skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (Maulidiyah & Ubaidillah. Hasil penelitian lain juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja di era Revolusi Industri (Telaumbanua Telaumbanua, 2. Soft skill sangat memberikan manfaat yang jelas bagi individu karena berkaitan dengan pengembangan pribadi (Boere , 2. Dengan kata lain soft skill merupakan keterampilan non-teknis yang interpersonal seseorang sehingga lebih sulit untuk dikembangkan dan diamati namun keterampilan tersebut sangat berguna bagi seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Soft skill mampu pengembangan diri di dunia kerja. Maka dari itu peningkatan softskill di sekolah kejuruan penting untuk dipertimbangkan. Lembaga pendidikan kejuruan harus mewadahi pengembangan softskill siswa melalui berbagai kegiatan baik dalam ranah akademik maupun non-akademik. Karena peningkatan softskill mendukung peningkatan kesiapan kerja yang cukup besar bagi siswa. Sehingga akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan. Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 Hardskill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 2 Hardskill terhadap kesiapan kerja siswa, sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis 2 dapat Selain itu, pengaruh yang diberikan variabel hardskill terhadap variabel kesiapan kerja merupakan pengaruh yang positif. Pernyataan penelitian menunjukkan bahwa hard skill (Maulidiyah Ubaidillah, 2. Penelitian serupa juga menunjukkan hasil yang sama yaitu hard skill mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja di era Revolusi Industri 4. 0 (Telaumbanua & Telaumbanua, 2. Hasil penelitian selanjutnya juga menunjukkan hubungan yang signifikan positif antara hard skill terhadap kesiapan kerja (Siregar dkk. Hard skill memberikan gambaran mengenai sikap dan keterampilan yang dapat dilihat mata sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bersifat immediate dan visible, kemampuan ini berkaitan dengan pengayaan teori yang mendasari suatu keputusan dan dapat dinilai dari technical test dan practical test (Ratuela dkk. , 2. Maka diperlukan adanya penguatan hardskill yang sesuai dengan bidang keahlian untuk mendukung kemampuan kerja yang dimiliki, sehingga memudahkan adaptasi dengan dunia kerja. Seperti dengan adanya kegiatan teaching factory (TEFA) dan juga praktik kerja industri seperti yang telah diterapkan di SMKN 1 Surabaya. Kegiatan tersebut memupuk pengalaman tambahan bagi siswa Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mengenai dunia kerja terutama dalam hal teknis sehingga mempengaruhi kesiapan kerja yang dimiliki oleh siswa. Softskill dan hardskill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis 3 Softskill dan hardskill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa, sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis 3 dapat Pernyataan hasil tersebut sejalan dengan penelitian menurut Setiawati & Mayasari, . terdapat pengaruh soft skill dan hard skill secara simultan terhadap kesiapan kerja. Pada penelitian Sari & Manunggal, . menyatakan bahwa soft skill dan hard skill secara simultan mempunyai pengaruh terhadap kesiapan kerja mahasiswa di bank syariah. Sedangkan penelitian menurut Ratuela , . menyatakan soft skill dan hard skill berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa akhir Jurusan Manajemen. Seseorang harus memiliki soft skill dan hard skill untuk dapat bersaing di dunia kerja saat ini (Ibrahim dkk. , 2. Lembaga pendidikan harus memastikan kesiapan kerja yang dimiliki lulusan dan lulusan dalam pembelajaran maupun pengembangan diri (Winterton & Turner. Selain itu, lembaga pendidikan harus mampu melihat kebutuhan pasar kerja sehingga dapat menjembatani adanya kesenjangan antara pendidikan dengan dunia kerja (Orr dkk. , 2. Kapasitas kompetensi soft skill dan hard skill yang dimiliki oleh siswa menjadi tolak ukur tingkat kesiapan kerja yang Soft skill dan hard skill saling berkaitan dan sangat dibutuhkan di dunia Rifda Kamila1. Triesninda Pahlevi2 Oleh karena itu peningkatan kompetensi tersebut harus selaras, hard skill yang baik menciptakan hasil kerja yang berkualitas dan harus diiringi dengan soft skill, karena soft skill membentuk cara kerja seseorang meliputi proses adaptasi, komunikasi, kerjasama, dan sebagainya. Sehingga lembaga pendidikan khususnya kejuruan perlu memikirkan cara agar mampu mencetak lulusan unggul yang siap kerja dengan berbekal kompetensi soft skill dan hard skill melalui pembelajaran di KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan kesimpulan Soft skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. Hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. Soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi keahlian manajemen perkantoran di SMKN 1 Surabaya. Penelitian ini memiliki keterbatasan terutama pada subjek penelitian dimana hanya mencakup siswa SMK Negeri 1 Surabaya kelas XII konsentrasi keahlian manajemen perkantoran dan hanya terdapat dua variabel independen penelitian yaitu soft skill dan hard skill yang mempengaruhi kesiapan kerja. Untuk itu diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat memperluas subjek penelitian sehingga penelitian dapat lebih representatif dan akurat. Selain itu penambahan variabel lain yang dapat menjadi faktor pengaruh kesiapan kerja juga perlu dipertimbangkan untuk JURNAL Edueco Universitas Balikpapan digunakan dalam penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA