vailable at http://ejournal. id/index. php/sastra P-ISSN 2337-7712 E-ISSN 2598-8271 Volume 8 No. 1, 2020 page 56-65 Article History: Submitted: 20-03-2020 Accepted: 28-03-2020 Published: 31-03-2020 POWTOON: LEARNING MEDIA TO TEACH DIFABLE LEARNER POWTOON: MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENGAJAR MAHASISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Lailatus SaAoadah & Mindaudah STKIP PGRI Jombang stkipjb@gmail. mindaudahstkipjb@gmail. URL: https://ejournal. id/index. php/sastra/article/view/1426 DOI: https://doi. org/10. 32682/sastranesia. Abstract The rapid development of technology encourages teachers to get the benefit of technology using electronic media as learning media that supports learning process. Technology cannot only be used in helping the learning process for students in general, but also very useful for special needs students. One of learning media that utilizes technology is Powtoon as a presentation media that can be played repeatedly for special needs students . low learner. Powtoon is Web-based animation software that allows anyone to create animated presentations by manipulating pre-created objects, imported images, provide music and user created voice-overs. Powtoon is able to present material well through visual, text, graphic, image, photo, sound and animation capabilities. This study is a case study of learning analysis and the perception of special needs students for the use of Powtoon in Research Method Course. This qualitative research method used data collection techniques through observation and interviews. The findings show that Powtoon can help the student to understand the material and the student also gives positive response to the use of Powtoon media in helping slow learner students understand the material. Keyword: Powtoon, learning media, difable learner. Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi mendorong pengajar untuk memanfaatkan teknologi menggunakan media elektronik sebagai media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. Teknologi tidak hanya dapat dimanfaatkan dalam membantu proses This is an open access article distributed under the Creative Commons 4. 0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. A2018 by author and STKIP PGRI Jombang Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Volume 8 No. 1, 2020 pembelajaran bagi mahasiswa pada umumnya, namun juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Salah satu media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi adalah Powtoon sebagai media presentasi yang dapat diputar berulang-ulang bagi mahasiswa berkebutuhan khusus . low learner. Powtoon adalah perangkat lunak animasi berbasis web yang memungkinkan siapa saja membuat presentasi animasi dengan memanipulasi objek yang dibuat sebelumnya, gambar yang diimpor, menyediakan musik dan membuat suara yang dibuat pengguna. Powtoon mampu menyajikan materi dengan baik melalui kemampuan visual, teks, grafis, gambar, foto, sound dan animasi. Penelitian ini adalah studi kasus analisa pembelajaran dan persepsi mahasiswa berkebutuhan khusus terhadap penggunaan Powtoon dalam Mata Kuliah Metode Penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Powtoon dapat membantu mahasiswa memahami materi dan mahasiswa juga memberi respon positif terhadap pemanfaatan media Powtoon dalam membantu memahami materi perkuliahan. Kata kunci: Powtoon, media pembelajaran, mahasiswa berkebutuhan khusus Pendahuluan Pemanfaatan media elektronik sebagai bahan maupun media untuk mengajar sudah sedemikian pesat hingga e-learning sudah bukan lagi hanya wacana namun kenyataan yang harus dihadapi baik oleh guru ataupun dosen, peserta didik maupun mahasiswa dan semua kalangan yang terlibat dalam dunia Meskipun masih ditemukan beberapa kendala, namun E-learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu belajar mahasiswa (Suharyanto dan Mailangkay: 2. Kendala yang lebih sering muncul umumnya terkait dengan pengadaan sarana dan prasarana. Keterlibatan lembaga sebagai penyedia sarana dan prasarana sangat penting mengingat salah satu kendala utama e-learning pada hampir semua lembaga adalah penyediaan sarana Peran lembaga dalam penyediaan fasilitas yang menunjang pembelajaran harus menyeluruh menyentuh semua civitas akedemika termasuk mahasiswa berkebutuhan khusus. Salah satu fasilitas penting yang harus diperhatikan adalah fasilitas khusus berupa media pembelajaran yang secara khusus pula membantu meningkatkan prestasi mahasiswa berkebutuhan khusus. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pebelajar sehingga ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Laila dan Mindaudah Ae Powtoon : Media Pembelaran dapat mendorong terjadinya proses belajar. Media pembelajaran diperlukan oleh mahasiswa berkebutuhan khusus sebagaimana mahasiswa lainnya meskipun berbeda sesuai dengan kebutuhan mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut (Sadiman, dkk, 2010:. Keberadaan mahasiswa berkebutuhan khusus merupakan suatu tantangan tersendiri bagi lingkungan pendidikan tinggi karena tidak semua perguruan tinggi siap dengan segala konsekuensi adanya mahasiswa berkebutuhan khusus. STKIP PGRI Jombang sudah memiliki beberapa mahasiswa berkebutuhan khusus, diantaranya adalah mahasiswa tuna daksa, tuna netra, dan slow learner. Sebagai konsekuensi adanya mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut, beberapa hal terkait sarana dan prasarana telah disiapkan agar lingkungan kampus dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa berkebutuhan Kebijakan ini diambil dalam rangka menuju kampus yang ramah bagi penyandang difabel. Di antara mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut, slow learner adalah mahasiswa berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian lebih pada proses pembelajaran. Mamia dan Arayesh . Kirk dkk. mengkategorikan orang yang belajarnya lamban . low learne. ke dalam kelompok orang dengan Intelektual Development Disabilities (IDD). Gargiulo . memaparkan lebih lengkap perkembangan definisi orang dengan IDD berdasarkan rumusan yang dibuat oleh American Association on Intelectual and Development Disabilities (AAIDD) tahun 2010 adalah penggunaan fungsi intelektual sebagai dasar untuk mengklasifikasikan orang dengan keterbatasan kognitif, sehingga membutuhkan bantuan para professional dan penyedia layanan untuk mengklasifikasikan berdasarkan berbagai hal dimensi fungsi manusia Ae kemampuan intelektual, perilaku adaptif, kesehatan, partisipasi, dan Dengan memahami kebutuhan khususnya, diharapkan slow learner dapat menempuh perkuliahan lebih baik tanpa mengalami banyak kendala. Salah satu kebutuhan khusus yang penting dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Media pembelajaran khusus yang bermanfaat bagi mahasiswa berkebutuhan khusus . low learne. adalah audio visual karena melibatkan indera pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Dengan memanfaatkan media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan secara bersamaan akan diperoleh lebih banyak informasi melalui penggunaan media secara berulang-ulang. Sadiman, dkk. mendefinisikan bahwa media audio visual adalah jenis media yang digunakan pada kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. STKIP PGRI Jombang JOURNALS PRINTEDE-E E-ISSN 2598-8271 Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Volume 8 No. 1, 2020 Media pembelajaran powtoon merupakan media audio visual yang membantu mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan metode penelitian. Media ini memberikan gerakan visual dan suara untuk membuat presentasi animasi dengan memanipulasi benda, gambar impor, menyediakan musik dan pengguna menggunakan suara overs (Villar, 2013:. Media Powtoon dibuat melalui aplikasi online yang tentu saja tergolong sebagai media berbasis elektronik yang akan menunjang e-learning. Pemanfaatan media Powtoon diharapkan dalam proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik, sehingga mahasiswa tersebut tidak mudah bosan, karena di samping mampu berinovasi menyajikan materi yang lebih efektif melalui kemampuan visual, teks, grafis, gambar, foto, sound dan animasi, dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan pola pikir mahasiswa terhadap pembelajaran metode penelitian. Beberapa penelitian mengenai penggunaan Powtoon sebagai media pembelajaran telah dilakukan, misalnya pada jenjang Sekolah Dasar (Adkhar, 2. menunjukkan bahwa siswa tertarik dan dapat memahami materi yang disampaikan melalui media video animasi pembelajaran berbasis Powtoon yang didesain secara atraktif. Pada jenjang Sekolah Menengah. Andranti dkk. dan Ariyanto dkk. menyatakan bahwa penggunaan media Powtoon dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Bahkan pada jenjang pebelajar dewasa. Nurdiansyah dkk. mengungkapkan bahwa Media pembelajaran berbasis Powtoon praktis dalam penerapannya dan berefek potensial dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan. Dari beberapa penelitian tersebut, belum ditemukan satupun penelitian yang membahas tentang penggunaan Powtoon pada siswa maupun mahasiswa berkebutuhan khusus. Sebagaimana hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan hasil positif terhadap penggunaan media pembelajaran Powtoon, apakah penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon juga menunjukkan hasil yang positif pada mahasiswa berkebutuhan khusus? Penelitian ini membahas tentang analisa pembelajaran dan persepsi mahasiswa berkebutuhan khusus . low learner. terhadap penggunaan Powtoon dalam Mata Kuliah Metode Penelitian di lingkungan STKIP PGRI Jombang tahun ajaran 2019/2020. Metode Penelitian Jenis penelitian ini berdasarkan jenis data dan analisisnya yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Laila dan Mindaudah Ae Powtoon : Media Pembelaran informasi mengenai penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon pada mahasiswa berkebutuhan khusus. Selain itu, penelitian ini juga akan membahas tentang persepsi mahasiswa berkebutuhan khusus terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon. Subjek penelitian adalah mahasiswa berkebutuhan khusus . low learne. yang ada di STKIP PGRI Jombang. Subjek adalah mahasiswa slow learner yang sedang menempuh Mata Kuliah Metode Penelitian. Mahasiswa tersebut mengalami kesulitan dalam perilaku adaptif, sering menyendiri, tidak peduli dengan lingkungan dan kurang komunikatif sehingga tidak mampu bekerjasama dalam suatu kelompok dan memiliki kemampuan intelektual cukup rendah. Dalam percakapan sehari-hari terkadang tidak mampu menangkap pertanyaan dengan memberi jawaban yang tidak sesuai dengan maksud dari pertanyaan yang diajukan. Instrumen penelitian berupa observasi yang dilakukan pada saat proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis Powtoon. Observasi dilakukan dengan turut serta mengikuti dan mengamati dengan seksama proses pembelajaran untuk memperoleh informasi secara rinci gambaran pelaksanaan penggunaan media Powtoon dalam perkuliahan. Sebagai pendamping observasi, catatan lapangan juga digunakan untuk mencatat apapun yang dilihat, didengar, dirasakan, dialami dan dipikirkan oleh peneliti selama melakukan observasi. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa berkebutuhan khusus terhadap penggunaan media Powtoon, akan dilakukan wawancara terhadap subjek penelitian setelah pelaksanaan pembelajaran. Wawancara dilakukan agar dapat diperoleh informasi lebih mendalam mengenai persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media Powtoon. Data yang terkumpul dari hasil observasi akan dianalisa dan disajikan melalui deskripsi langkah-langkah pembelajaran penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon pada mahasiswa slow learner. Sedangkan hasil wawancara akan dijelaskan secara terperinci pada setiap indikator persepsi yang ditanyakan pada mahasiswa slow learner. Hasil dan Pembahasan Powtoon adalah media pembelajaran yang cukup mudah dipakai baik di dalam maupun di luar proses pembelajaran. Media ini mempunyai fungsi kompensatoris, yaitu membantu mahasiswa yang lemah dalam menangkap informasi, mengorganisasi informasi dan memahami sesuatu yang abstrak. Penerapan media pembelajaran Powtoon dilakukan pada aspek pemahaman STKIP PGRI Jombang JOURNALS PRINTEDE-E E-ISSN 2598-8271 Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Volume 8 No. 1, 2020 tentang metode penelitian. Proses penerapan media powtoon tidak jauh beda dengan media Power Point (Pp. untuk mempresentasikan suatu bahan ajar, tetapi Powtoon lebih menyenangkan dan menarik karena banyak pilihan animasi dan dalam bentuk video. Powtoon diterapkan dalam pelaksanaan pengajaran dengan materi metode penelitian kualitatif dan penelitian tindakan kelas. Pembelajaran Menggunakan media Powtoon Penggunaan media Powtoon di kelas diterapkan setelah apersepsi dilakukan oleh dosen di awal aktifitas inti pembelajaran. Powtoon ditayangkan melalui layar LCD untuk diperhatikan bersama-sama, dilanjutkan dengan dosen memberi kesempatan pada mahasiswa untuk bertanya hal-hal yang masih belum dipahami sekaligus menjawabnya. Dosen juga melakukan umpan baik sesuai dengan respon mahasiswa serta memberi pertanyaan dan beberapa latihan untuk memastikan bahwa materi telah diserap dengan baik. Latihan dikerjakan berkelompok melalui proses diskusi dan presentasi hasil diskusi kelompok. Pada akhir pembelajaran sebelum kegiatan menutup, dosen menayangkan ulang media Powtoon dan bersama mahasiswa mereview materi pembelajaran saat Durasi penayangan media Powtoon cukup singkat, berkisar antara 5 sampai 7 menit. Hal ini dilakukan mengingat materi yang terkandung dalam media Powtoon adalah materi kuliah yang cukup berat, sehingga memerlukan konsentrasi penuh. Hal ini bertujuan menghindari kebosanan dan daya tangkap maupun konsentrasi yang akan menurun jika durasi cukup panjang, maka durasi Powtoon dibuat cukup singkat. Kalimat penjelasan materi dalam Powtoon dibuat sesederhana mungkin, didukung dengan beberapa gambar dan ilustrasi yang menarik agar dapat membantu mahasiswa slow learner memahami materi dengan maksimal. Salah satu kelebihan media Powtoon adalah dapat diputar ulang apabila file Powtoon diberikan kepada mahasiswa. Dengan pertimbangan bahwa mahasiswa slow learner adalah mahasiswa yang memerlukan bantuan media khusus, maka media Powtoon dapat diberikan secara khusus kepada mahasiswa slow learner agar dimanfaatkan dengan memutar ulang melalui Hand Phone. Hal inilah yang dilakukan dalam penelitian ini. Media Powtoon diberikan kepada mahasiswa slow learner dan meminta mahasiswa untuk memutar ulang agar materi dapat dipelajari berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Pemutaran kembali dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sehingga lebih memudahkan mahasiswa tersebut untuk belajar. ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Laila dan Mindaudah Ae Powtoon : Media Pembelaran Dari penemuan proses pembelajaran menggunakan media Powtoon diketahui bahwa media Powtoon berfungsi sebagai alat yang membantu dosen dalam menyajikan materi agar lebih mudah dipahami oleh mahasiswa sebagaimana hasil beberapa penelitian sebelumnya (Nurdiansyah dkk. : 2018, Andranti dkk. : 2016, dan Ariyanto dkk. : 2. Selama proses pembelajaran media Powtoon ditayangkan sebanyak 2 kali, setelah apersepsi sebagai penyajian materi pada kegiatan inti dan diakhir pembelajaran untuk mereview kembali materi pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, sedikit berbeda antara pembelajaran di kelas pada umumnya dan pada mahasiswa berkebutuhan Mahasiswa tersebut (PS) diberi file Powtoon sehingga memiliki kesempatan lebih banyak untuk memutar ulang video Powtoon di luar kelas. Hal ini sejalan dengan Mamia dan Arayesh . Kirk dkk. yang mengkategorikan slow learner ke dalam kelompok orang dengan Intelektual Development Disabilities (IDD) sehingga memerlukan bantuan khusus termasuk media pembelajaran khusus. Persepsi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Terhadap Powtoon Berdasarkan indikator persepsi Slameto . , hasil penelitian menunjukkan respon positif terhadap penggunaan media powtoon dalam proses Indikator persepsi mahasiswa yaitu: Perasaan senang. Ketertarikan. Penerimaan, dan Keterlibatan mahasiswa slow learner (PS) akan diuraikan terperinci sebagai berikut: Perasaan Senang Selama proses pembelajaran menggunakan media Powtoon, mahasiswa PS terlihat semangat dan menyukai media powtoon yang berisi materi Ketika ditanya apakah yang bersangkutan senang dengan penggunaan media Powtoon maka dengan lantang dan tanpa ragu menjawab bahwa dia senang. Alasan yang diberikan mengapa senang dengan media Powtoon adalah bahwa dalam proses pembelajaran di kelas, dia merasa sedang menonton video bukan mempelajari materi kuliah. Kegiatan sejenis itu membuatnya merasa santai dalam belajar, terlebih ketika diberi kesempatan untuk memiliki dan memutar ulang video tersebut. Dengan cara seperti itu dia mempunyai banyak kesempatan untuk memutar ulang Powtoon dimanapun dan kapanpun ada kesempatan sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih Jika dibandingkan dengan membaca kalimat dalam buku manual maupun e-book yang biasanya cukup tebal maka jelas lebih senang membaca materi STKIP PGRI Jombang JOURNALS PRINTEDE-E E-ISSN 2598-8271 Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia Volume 8 No. 1, 2020 melalui Powtoon karena ada gambar dan ilustrasi yang membantunya memahami materi. Menurut PS, membaca buku membuat mata cepat lelah karena buku diktat cenderung penuh dengan tulisan, jarang sekali ada gambar. Membaca buku diktat juga membutuhkan waktu yang lebih lama karena memuat semua penjelasan materi dibandingkan dengan membaca materi melalui media Powtoon yang memuat hanya ringkasan. Walau beberapa hal ada ringkasan dalam Powtoon yang belum dipahami, namun menurut PS dapat ditanyakan kepada dosen agar lebih jelas. Ketertarikan Sebagaimana perasaan senang. PS juga dengan jelas menyatakan dia tertarik dengan media Powtoon. Alasan utama adalah dapat mempelajari sesuatu dengan cara yang berbeda dari yang biasanya . embaca buk. Ketertarikannya terhadap media Powtoon juga dapat dilihat dari intensitas pemutaran media Powtoon. Berdasarkan wawancara diketahui bahwa dia memutar media Powtoon berkali-kali. PS tidak mengingat tepatnya berapa kali memutar Powtoon, namun dengan jelas mengatakan sering karena selain membaca materi kuliah, dia juga tertarik dengan gambar dan ilustrasi yang terdapat dalam setiap penjelasan materi. Ketertarikan itu jelas terlihat pada saat wawancara dia menunjukkan HP lalu memutar Powtoon dan menunjukkan beberapa bagian dalam video yang menurut dia adalah penjelasan yang baik dengan ilustrasi dan gambar yang menarik. Powtoon, seperti halnya video yang lain, semua orang dapat menekan tombol putar apabila ingin menontonnya dan menekan tombol jeda apabila ingin berhenti sejenak maupun mengamati atau membaca lebih detil kalimat yang tertera dalam video tersebut. Penerimaan dan Keterlibatan Dari dua indikator di atas yang menjelaskan tentang perasaan senang dan ketertarikan PS terhadap media Powtoon, secara tidak langsung juga menunjukkan penerimaan dan keterlibatan PS terhadap penggunaan media Powtoon dalam proses pembelajaran. Hal ini terbukti dengan kesediaannya memiliki, menyimpan file Powtoon dan memutar video tersebut berkali-kali dengan maksud untuk memahami materi pembelajaran. Tidak ada paksaan yang dilakukan oleh dosen ketika menawarkan file Powtoon bahkan PS sambil tersenyum menerima dengan antusias dan senang hati. ISSN 2337-7712ONLINE ISSN 2928-393 STKIP PGRI Jombang JOURNALS Laila dan Mindaudah Ae Powtoon : Media Pembelaran Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Powtoon dapat membantu mahasiswa berkebutuhan khusus . low learne. dalam memahami materi perkuliahan. Media Powtoon digunakan pada awal aktifitas inti pembelajaran dan sebagai penutup untuk mereview materi di akhir pembelajaran. Selain itu, file Powtoon khusus diberikan pada mahasiswa berkebutuhan khusus agar dapat diputar ulang sebagai media pembelajaran Respon yang positif juga ditunjukkan berdasarkan beberapa indikator yang ditanyakan melalui wawancara kepada mahasiswa berkebutuhan khusus . low learne. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih berupa media pembelajaran bagi anak/ mahasiswa berkebutuhan khusus utamanya di STKIP PGRI Jombang dan umumnya untuk para mahasiswa berkebutuhan khusus di Indonesia. Referensi