Al-Ilmu: Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 10 Nomor 2 Bulan Juli - Desember dan Tahun 2024 ISSN 2986-9293 Management Strategies in Developing the Religious Character of Santri at Dayah Keumaral Al-Aziziyah. North Aceh Regency Teuku Zulfadhli. 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: te. zulfadhli@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the management strategies implemented by Dayah Keumaral AlAziziyah in developing the religious character of santri . through the integration of Islamic values in the educational process. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation to explore how planning, implementation, and evaluation contribute to the internalization of religious The findings show that the management strategy at Dayah Keumaral Al-Aziziyah emphasizes three main aspects: discipline, exemplary behavior . swah hasana. , and habituation of religious practices such as collective prayers, recitation of the QurAoan, and community service. These activities strengthen the moral and spiritual dimensions of santri, aligning with the institutionAos mission to produce individuals who are intellectually capable and spiritually grounded. However, several challenges remain, including limited facilities, lack of professional development for teachers, and inconsistent evaluation Therefore, effective management supported by adequate resources and continuous training for educators is essential to sustain the internalization of religious The study concludes that an integrative management strategy combining classical Islamic traditions and modern educational approaches can effectively nurture santriAos religious character in Islamic educational institutions. Keywords: management strategy, religious character, dayah, santri. Islamic education Teuku Zulfadhli Teuku Zulfadhli. Management Strategies Strategi Manajemen Pembentukan Karakter Religius Santri di Dayah Keumaral Al-Aziziyah Kabupaten Aceh Utara Teuku Zulfadhli. 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: te. zulfadhli@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen yang diterapkan di Dayah Keumaral Al-Aziziyah dalam membentuk karakter religius santri melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dilakukan dalam menginternalisasi nilai-nilai religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen di Dayah Keumaral Al-Aziziyah menekankan pada tiga aspek utama, yaitu kedisiplinan, keteladanan . swah hasana. , serta pembiasaan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, dan kegiatan sosial keagamaan. Kegiatan-kegiatan tersebut memperkuat dimensi moral dan spiritual santri, sejalan dengan misi lembaga untuk melahirkan individu yang cerdas secara intelektual dan kuat secara Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana, kurangnya pelatihan bagi pendidik, dan belum optimalnya sistem evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang efektif dengan dukungan sumber daya memadai serta pengembangan profesional tenaga pendidik secara Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen integratif yang memadukan tradisi Islam klasik dan pendekatan pendidikan modern dapat membentuk karakter religius santri secara efektif di lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: strategi manajemen, karakter religius, dayah, santri, pendidikan Islam PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia agar menjadi individu yang berakhlak mulia, cerdas, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa (Tilaar, 2. Melalui pendidikan, manusia tidak hanya dibekali dengan kemampuan intelektual dan keterampilan praktis, tetapi juga diarahkan untuk memahami nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks pembangunan nasional. Teuku Zulfadhli. Management Strategies pendidikan dipandang sebagai proses multidimensional yang mencakup aspek pembentukan watak, penanaman nilai, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (Mulyasa, 2. Oleh karena itu, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mengarahkan generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang berintegritas, beriman, dan Dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia, lembaga tradisional seperti dayah atau pesantren memiliki posisi yang sangat vital. Sejak masa awal penyebaran Islam di Nusantara, dayah berperan penting dalam mentransmisikan ajaran Islam sekaligus membentuk karakter religius umat (Azra, 2. Dayah bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan juga pusat pembinaan moral, spiritual, dan sosial. Melalui sistem pendidikan yang menekankan pada nilai-nilai keteladanan . swah hasana. , kedisiplinan, dan tanggung jawab, dayah melahirkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan agama luas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan (Nata, 2. Dengan demikian, dayah menjadi institusi pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam membentuk pribadi muslim yang kaffah. Namun, di era modernisasi dan globalisasi saat ini, tantangan bagi lembaga pendidikan Islam semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, derasnya arus budaya global, serta perubahan sosial yang cepat menghadirkan tantangan serius terhadap eksistensi dan peran lembaga tradisional seperti dayah (Tilaar, 2. Dalam menghadapi realitas ini, lembaga pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas keislamannya. Strategi manajemen pendidikan yang modern, efektif, dan efisien perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai keagamaan agar sistem pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan Teuku Zulfadhli. Management Strategies zaman (Sagala, 2. Dengan kata lain, manajemen pendidikan Islam harus bersifat dinamis, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan karakter religius peserta didik. Pengelolaan lembaga dayah yang baik tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pada aspek moral dan spiritual peserta Proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang terarah. Menurut Mulyasa . , manajemen pembelajaran dalam pendidikan Islam mencakup . , . , pelaksanaan . , dan pengawasan . yang dilakukan secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Melalui penerapan manajemen pendidikan yang komprehensif, lembaga dayah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, disiplin, dan berorientasi pada pengembangan nilai-nilai spiritual santri. Dayah Keumaral Al-Aziziyah di Kabupaten Aceh Utara merupakan Islam menyeimbangkan antara tradisi klasik dan pendekatan modern dalam sistem pendidikannya. Di satu sisi, lembaga ini tetap mempertahankan sistem pembelajaran kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam tradisional yang berfokus pada penguasaan ilmu-ilmu keislaman secara Di sisi lain, dayah ini mulai menerapkan berbagai pendekatan manajemen modern, seperti penggunaan media pembelajaran interaktif, manajemen kelas berbasis partisipasi aktif santri, dan sistem evaluasi berbasis kompetensi (Nasution, 2. Kombinasi ini mencerminkan upaya nyata Dayah Keumaral Al-Aziziyah dalam mengadaptasi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar Teuku Zulfadhli. Management Strategies Namun demikian, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh lembaga ini. Di antaranya daya manusia, kurangnya pelatihan profesional bagi guru, keterbatasan sarana dan prasarana belajar, serta belum optimalnya sistem evaluasi dalam pembinaan karakter santri. Tantangan tersebut menunjukkan pentingnya adanya strategi manajemen yang sistematis dan adaptif dalam meningkatkan efektivitas pendidikan di lingkungan dayah. Penguatan fungsi manajemen dalam lembaga pendidikan Islam menjadi kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang terarah, efisien, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana strategi manajemen di Dayah Keumaral Al-Aziziyah diterapkan dalam upaya pembentukan karakter religius santri. Melalui analisis yang terfokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang praktik manajemen pendidikan Islam yang efektif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan memahami secara mendalam strategi manajemen Dayah Keumaral Al-Aziziyah dalam membentuk karakter religius santri. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk meneliti fenomena sosial dan pendidikan yang sarat makna dan nilai-nilai keagamaan (Moleong, 2. Peneliti berusaha menggali bagaimana nilai religius diinternalisasikan melalui sistem manajemen dayah, proses pembelajaran, serta pembinaan kepribadian santri. Teuku Zulfadhli. Management Strategies Lokasi penelitian ditetapkan di Dayah Keumaral Al-Aziziyah. Kabupaten Aceh Utara, dengan pertimbangan bahwa lembaga ini aktif Informan penelitian terdiri dari pimpinan dayah, guru, dan santri yang dipilih dengan teknik snowball sampling agar peneliti memperoleh data mendalam dari sumber yang relevan dan berpengalaman (Sugiyono, 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Observasi dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran dan ibadah bersama santri, sementara wawancara digunakan untuk memahami strategi manajerial dan pola pembinaan karakter religius. Dokumentasi meliputi analisis kurikulum, tata tertib, serta laporan kegiatan keagamaan yang mendukung keabsahan data (Mulyasa, 2. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman . yang mencakup tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan Data dianalisis secara berulang dan reflektif agar hasil penelitian benar-benar menggambarkan realitas lapangan. Proses ini dilakukan sejak awal pengumpulan data hingga penyusunan kesimpulan Keabsahan data diuji menggunakan kriteria Lincoln dan Guba Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk menjaga keakuratan informasi. Dengan metode ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang strategi manajemen dayah dalam membentuk karakter religius santri dan menjadi acuan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya (Tilaar, 2011. Azra, 2. Teuku Zulfadhli. Management Strategies HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dayah Keumaral Al-Aziziyah menerapkan strategi manajemen yang komprehensif dalam membentuk karakter religius santri. Manajemen ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Pimpinan dayah memegang peran sentral dalam menentukan arah kebijakan pendidikan, menetapkan visi dan misi lembaga, serta mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengajaran dan pembinaan karakter (Azra, 2. Hasil wawancara dengan pimpinan dayah menunjukkan bahwa seluruh kegiatan, baik akademik maupun non-akademik, selalu dikaitkan dengan penguatan akhlak dan spiritual santri. Hal ini menunjukkan bahwa dayah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai institusi pembinaan moral dan sosial yang komprehensif. Perencanaan pembelajaran di dayah dilakukan secara sistematis. Kurikulum dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembelajaran karakter. Kurikulum ini mencakup pengajaran kitab kuning, fiqih, akhlak, dan pembiasaan ibadah harian yang dirancang agar santri memahami dan menginternalisasi nilai-nilai religius sejak dini (Tilaar. Mulyasa . menekankan bahwa perencanaan pendidikan yang berbasis karakter memerlukan pemetaan kompetensi religius, moral, dan sosial secara terstruktur sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung Di Dayah Keumaral Al-Aziziyah, perencanaan juga mencakup pengaturan jadwal harian, pembagian tugas guru, serta penentuan metode pengajaran yang sesuai dengan kondisi santri. Pada tahap pelaksanaan, dayah memadukan metode tradisional dan Pengajaran kitab kuning tetap menjadi inti kegiatan akademik, tetapi guru juga menerapkan metode diskusi, tanya jawab, dan Teuku Zulfadhli. Management Strategies penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman santri (Sagala, 2. Selain itu, kegiatan non-akademik seperti salat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, pengajian malam, dan kegiatan sosial santri merupakan bagian dari strategi pembentukan karakter religius. Pelaksanaan kegiatan ini menekankan keteladanan . swah hasana. dari guru sebagai faktor penting dalam membangun moral dan spiritual santri (Tilaar, 2. Observasi lapangan menunjukkan bahwa santri yang terbiasa mengikuti rutinitas keagamaan cenderung memiliki disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang tinggi. Strategi manajemen dayah juga menekankan kepemimpinan partisipatif, di mana keputusan strategis diambil melalui musyawarah antara pimpinan, guru, dan pengurus asrama (Nasution, 2. Model ini mencerminkan prinsip syura dalam Islam dan membangun rasa tanggung jawab kolektif terhadap keberhasilan pembinaan santri. Partisipasi aktif santri dalam musyawarah juga menjadi sarana pembelajaran karakter, mengajarkan mereka nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja Dengan demikian, manajemen di Dayah Keumaral Al-Aziziyah tidak hanya administratif, tetapi juga bersifat moral dan spiritual, menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor (Mulyasa. Dalam aspek evaluasi, dayah menggunakan sistem penilaian berkelanjutan yang menilai kemampuan akademik dan pengembangan karakter religius santri. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung, catatan harian santri, serta laporan pembina asrama (Miles & Huberman. Evaluasi ini menjadi alat penting untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai religius telah diinternalisasi oleh santri. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa evaluasi karakter religius tidak hanya Teuku Zulfadhli. Management Strategies dilakukan oleh guru, tetapi juga oleh teman sebaya dan pembina asrama, sehingga pembinaan menjadi menyeluruh dan berkesinambungan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pembiasaan religius dan keteladanan guru memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan karakter santri. Aktivitas rutin seperti shalat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, dan kegiatan sosial mengajarkan santri untuk disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama (Tilaar, 2. Selain itu, guru yang menjadi teladan . ole mode. mampu membentuk perilaku santri secara alami, sehingga karakter religius tidak hanya dipelajari secara teori tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini sejalan dengan prinsip pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan ibadah . ql, qalb, dan ama. Secara keseluruhan, strategi manajemen yang diterapkan di Dayah Keumaral Al-Aziziyah menunjukkan efektivitas dalam menginternalisasi nilai-nilai religius. Hal ini terlihat dari adanya perencanaan yang matang, pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten. Evaluasi yang berkelanjutan juga menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas pendidikan dan pembentukan karakter santri (Azra, 2012. Tilaar, 2. Model manajemen tersebut membuktikan bahwa pendidikan karakter religius di dayah tidak hanya menekankan aspek pengajaran kognitif, tetapi juga menumbuhkan pembiasaan, keteladanan guru, serta lingkungan yang kondusif terhadap nilai-nilai Islam. Temuan ini dapat lembaga pendidikan Islam lainnya mengembangkan strategi manajemen pembelajaran berbasis karakter religius yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman (Sagala. Mulyasa, 2. Teuku Zulfadhli. Management Strategies PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa strategi manajemen di Dayah Keumaral Al-Aziziyah Kabupaten Aceh Utara efektif dalam membentuk karakter religius santri. Strategi tersebut meliputi perencanaan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam, pelaksanaan pembelajaran yang memadukan metode tradisional dan modern, kepemimpinan partisipatif, pembiasaan ibadah harian, serta evaluasi berkelanjutan yang menilai kemampuan akademik sekaligus pengembangan karakter religius. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif dan musyawarah menjadi elemen penting dalam manajemen dayah, karena melibatkan guru, pengurus, dan santri dalam pengambilan keputusan, sehingga menciptakan rasa tanggung jawab kolektif dan memperkuat budaya religius di lingkungan lembaga. Pembiasaan kegiatan keagamaan secara konsisten, seperti salat berjamaah, tadarus Al-QurAoan, dan pengajian rutin, berhasil membentuk disiplin, moral, dan kesadaran spiritual santri secara berkelanjutan. Evaluasi yang dilakukan secara perkembangan karakter religius setiap santri dan melakukan perbaikan secara terarah. Secara umum, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengembangkan model manajemen yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter religius. Implementasi strategi manajemen yang tepat akan memastikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual santri, tetapi juga membentuk akhlak mulia, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual yang kuat, sehingga lulusan dayah Teuku Zulfadhli. Management Strategies mampu menghadapi tantangan modern tanpa kehilangan identitas DAFTAR PUSTAKA