417 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Management of Medical Waste Puskesmas in Kupang Regency. East Nusa Tenggara Province. Indonesia Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Indonesia Karolus Ngambut Kesehatan Lingkungan. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: karolus@poltekkeskupang. ARTICLE INFO: Keywords: Public Health Centers Waste ABSTARCT/ABSTRAK The Public Health Center is a technical implementation unit of the health service in accordance with the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 13 of This study aims to obtain baseline data on the amount of medical waste at the health center as a basis for implementing follow-up waste management. Survey of all Public Health Centers in Kupang Regency totaling 26 units of Public Health Centers. The results of the study showed that the characteristics of medical waste produced at the Public Health Center included sharp objects, varied. Efforts are needed to manage medical terminals at the Public Health Center that are compliant with waste management standards. Kata Kunci: Puskesmas Limbah Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan sesuai Permenkes RI No 13 tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan baseline data tentang besarnya limbah medis di puskesmas sebagai dasar untuk pelaksanan tindak lanjut penanganan limbah. Survey pada seluruh puskesmas di Kabupaten Kupang yang berjumlah 26 unit puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik limbah medis yang di hasilkan di puskesmas meliputi limbah benda tajam, beragam. Perlu upaya untuk pengelolaan linbah medis di puskesmas yang sesuai standar pengelolaan limbahnya. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Karolus Ngambbut Kesehatan Lingkungan-Poltekkes Kemenkes Kupang Ae 85111 Email: karolus@poltekkeskupang. Pendahuluan instansi dalam hal pengelolaan limbah Bertambahnya Pengelolaan sampah yang tidak pada fasilitas kesehatan berdampak pada bertambahnya jumlah sampah medis yang Sampah medis yang dihasilkan seperti HIV. Hepatitis A. B, dan C. WHO, dari fasilitas kesehatan mempunyai risiko 1999 dalam A. Pruss. Giroult, and P. Rushbrook. Selain WHO masyarakat terutama terhadap petugas Virus pengelola sampah, tenaga kesehatan Hepatitis B (HBV) di Amerika Serikat (AS) (Kizito akibat cidera oleh benda tajam dikalangan Kuchibunda and Aloyce W. Mayo, 2015: tenaga medis dan tenaga pengelolaan Dampak sampah medis bagi kesehatan limbah rumah sakit yaitu sebanyak 162- masyarakat terjadi pada setiap tahapan 321 kasus dari jumlah total per tahun yang pengelolan sampah mulai dari tahapan 000 kasus. Pada tahun pengumpulan, pengolahan dan sampai 1999 WHO melaporkan bahwa di Perancis Dampak pernah terjadi 8 kasus pekerja kesehatan terinfeksi Human Immunodeficiency Virus kesehatan terjadi karena terpapar dengan (HIV) melalui luka sampah yang infeksius, asap pembakaran menangani limbah medis (Pryss, 2. Dampak Limbah yang dihasilkan dari kegiatan tercemarnya air tanah, tanah, udara, tempat berkembangbianya vektor dan kategori biohazard yaitu jenis limbah yang makanan (Giusty, 2. banyak terdapat buangan virus, bakteri Alasan utama pengelolaan limbah maupun zat-zat yang membahayakan medis padat yang tidak tepat adalah dengan jalan dibakar dalam suhu di atas 1000 derajat celcius (Kepmenkes RI 1428 tersedianya tenaga yang spesialisa dalam tahun 2. Pengelolaan limbah medis mengelola limbah medis, selain itu tidak memadainya anggaran untuk pengelolaan terhadap lingkungan maupun kesehatan limbah medis serta kurangnya kesadaran masyarakat (UU No. 32 tahun 2009. PP dan kontrol atau pengendalian pimpinan No. 66 tahun 2014 dan Kep. Men LH no. sectional study. sasaran penelitian adalah 58 tahun 1. seluruh Puskesmas di Kabupaten Kupang Bahan dan Cara Jenis Variabel yang di teliti meliputi Jenis SDM. Jenis peralatan pengolahan limbah, penelitian deskriptif, menggambarkan dan Peraturan/SOP pengolahan limbah medis, menganalisis pengelolaan limbah medis Volume limbah yang di hasilkan dan Proses pengelolaan limbah medis padat. Kabupaten Kupang. Rancangan penelitian ini adaah cross Variabel dan sub variabel sumber daya pengelola limbah medis Karakteristik SDM. Peralatan dan instrumen pendukung dalam pengelolaan libah di Jenis tenaga pengelola limbah di puskesmas yang meliputi Jenis kelamin, usia, pendidikan, lama kerja dan pelatihan yang pernah di ikuti Jenis peralatan yang di gunakan pada pengolahan limbah medis padat maupun cair pada puskesmas di Kabupaten Kupang. Jenis SDM Karakteristik peralatan Instrumen pengelolan limbah Jenis/karakteristik limbah padat medis yang Instrumen berupa pedoman atau SOP pengelolaan limbah medis, peraturan yang digunakan baik peraturan tingkat lokal kabuaten / provinsi dan juga nasional, serta struktur manajemen pengelolaan limbah di Jenis limbah padat medis yang dihasilkan dari setiap unit penghasil limbah padat Volume limbah yang di Banyaknya/ jumlah limbah medis padat yang dihasilkan dari puskesmas . Pengelolaan medis padat Proses pengelolaan limbah padat medis yang dihasilkan dari puskesmas Cara pengukuran Menanyakan Alat / instrumen Pedoman wawancara Menanykan peralatan yang digunakan tersebut. Menanyakan melakukan observasi dokumen yang di butuhkan yaitu SOP, peraturan pengelolaan limbah. Pedoman dan observasi. Melakukan pembuangan akhir sampah yang dihasilkan dari puskesmas sebelum di buang atau di musnahkan. Diukur selama 3 hari berturut turut, diukur di akhir hari kerja sebelum sampah di musnahkan. Melakukan petugas yang bertanggungjawab atau kepala puskesmas Lembar limbah medis padat. Pedoman dan observasi. Lembar observasi dan alat ukur volume. Pedoman wawancara Hasil dan Pembahasan kerjanya. Puskesmas dikategorikan Lokasi Penelitian Puskesmas Puskesmas Penelitian ini di lakukan pada 26 dan Puskesmas kawasan puskesmas di Kabupaten Kupang Provinsi NTT. Berdasarkan pada kategor tersebut. Permenkes No. Puskesmas. Kupang tidak ada puskesmas yang dapat di kategorikan termasuk dalam katogori perkotaan. Berdasarkan Penduduk dan Kunjungan Pasien Puskesmas Data jumlah penduduk dan rerata junmlah kunjungan ke puskesmas selama tahun 2016 adalah sebagai berikut: Nama Puskesmas Puskesmas Uitao Puskesmas Akle Puskesmas Batakte Puskesmas Oemasi Puskesmas Tarus Jumlah yang di layani Rata-rata jumlah Rata-rata pasien per hari Puskesmas Baumata Puskesmas Oekabiti Puskesmas Baun Puskesmas Sonraen Puskesmas Pakubaun Puskesmas Naibonat Puskesmas Oesao Puskesmas Oenuntono Puskesmas Fatukanutu Kecamatan Sulamu Puskesmas Camplong Puskesmas Poto Puskesmas Oelbiteno Puskesmas Hoebunif Puskesmas Takari Puskesmas Lelogama Puskesmas Manubelon Puskesmas Nikliu Puskemas Solu Puskesmas Oepoli Puskesmas Fatumonas Sumber: Rekapitulasi laporan kunjungan 26 puskesmas Kabupaten Kupang 2016. Tabel di atas jumlah penduduk, jumlah kunjugan per Volume Limbah Medis Limbah bulan dan rata-rata jumlah kunjungan bersumber daya layanan kesehatan di pasien setiap hari. Rerata jumlah kunjungan puskesmas dihitung dari darurat, ruang jumlah kunjungan dibagi 12 bulan dan bersalin dan gudang farmasi. Limbah dibagi dengan 24 hari kerja per bulan. yang dihasilkan berupa kassa bekas Data BPS NTT 2016 menunjukkan laju perawatan, jarum suntik, spuit, selang pertumbuhan penduduk di Kabupaten infus, kateter, sarung tangan, masker. Kupang 3,51 % per tahun, lebih tinggi botol/ ampul obat, pembalut bekas, dari rerata pertumbuhan penduduk NTT 1,63% per tahun (BPS. NTT, darah/cairan tubuh, kaca slide, lancet, 2. , maka jumlah masyarakat yang serta obat-obatan dan bahan habis pakai yang sudah daluwarsa. Selain di laboratorium, unit rawat inap, ruang puskesmas akan terus bertambah pada setiap tahunnya. gedung puskesmas, juga berasal dari pelaksanaan posyandu, pusling. Berikut volume limbah medis di puskemas Kabupaten Kupang. Rata-rata pasien per Nama Puskesmas Puskesmas Uitao Puskesmas Akle Puskesmas Batakte Puskesmas Oemasi Puskesmas Tarus Puskesmas Baumata Puskesmas Oekabiti Puskesmas Baun Puskesmas Sonraen Puskesmas Pakubaun Puskesmas Naibonat Puskesmas Oesao Puskesmas Oenuntono Puskesmas Fatukanutu Kecamatan Sulamu Puskesmas Camplong Puskesmas Poto Puskesmas Oelbiteno Puskesmas Hoebunif Puskesmas Takari Puskesmas Lelogama Puskesmas Manubelon Puskesmas Nikliu Puskemas Solu Puskesmas Oepoli Puskesmas Fatumonas Rata-rata Rerata limbah selama 3 hr . Rerata limbah padat medis selama 3 hari pengukuran . Sumber: pengukuran volume sampah pada 26 puskesmas Kabupaten Kupang, 2016 Tabel di atas menunjukkan volume berkembang (WHO 2. Faktor yang limbah medis yang di hasilkan dari mempengaruhi volume limbah medis setiap puskesmas berkisar antara 0,5 yang dihasilkan unit layanan kesehatan l/hr Uitao (Bed Puskesmas Sonraen, sampai 6,5 L/hr Occupancyrate/BOR) di Puskesmas Batakte dengan rata- puskesmas rawat inap, jenis tindakan rata 1,8 l/hr untuk limbah medis. medis perawatan yangdiberikan dan Volume limbah tersebut lebih besar dari rerata timbulan limbah medis tajam (WHO,2. gram/pasien/hari Negara Pengolahan Limbah Padat Hal yang diteliti pada pengolahan Jlh Variabel Ketersediaan peraturan dan SOP pengelolaan limbah Tersedia Tidak tersedia Petugas pengumpul limbah di setiap puskesmas: Dikumpulkan oleh Cleaning Services Dikumpulkan oleh Petugas masing-masing ruangan Pelatihan pengolahan limbah medis Belum pernah mendapat pelatihan Refresing pengelolaan limbah medis Pendidikan tenaga pengolah limbah medis SMU/SMK D1Kesling D3 Kesling Penggunaan APD saat mengumpul limbah medis Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Cara Pemusnahan limbah medis: Bakar di sekitar puskesmas Sebagian ditanam/dikubur dalam tanah Desinfeksi sebelum ditanam/dikubur dalam tanah Frekuensi pemusnahan limbah medis: Dilakukan tiap hari Dilkukan tiap minggu Jarak pembakaran dengan rumah masyarakat terdekat < 10 meter Ketersediaan anggaran pengelolaan limbah Cukup Kurang Sumber: Data primer dari 26 puskesmas Kabupaten Kupang, 2016 8 pusk. 19 org 7 org 8 org 2 org 16 org 2 org 9 org 15 org 26 pusk. 17 pusk. 2 pusk. 4 pusk. 22 pusk. 9 lokasi 34,6 Hasil penelitian seperti terlihat pada selama ini atas dasar pengetahuan dan table diatas menunjukan bahwa semua pengalaman petugas dan petunjuk Kabupaten pada kemasan bahan sebelum menjadi Kupang belum memiliki peraturan atau Selain itu, para pelaksana kebijakan sebagai pedoman dalam mengetahui adanya peraturan atau Wilayah Penanganan limbah medis dilakukan pengelolaan limbah medis. Selain itu, perawatan insinerator. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Selain itu, pengolahan limbah medis yang dihasilkan dari setiap kesehatan lingkungan di Puskesmas. Data tersebut menunjukkan Salah profesional, efektif dan efisien adalah khusus cleaning service yang berlatar penerapan SOP dalam seluruh proses belakang pendidikan SMU dan tidak kegiatan pelayanan. SOP merupakan beberapa di antaranya pengumpulan melaksanakan kegiatan sesuai tugas limbah dari tempat penghasil limbah ke pokok dan fungsi, sekaligus menjadi alat penilaian sejauh mana kegiatan limbah di puskesmas di lakukan oleh telah berjalan secara efektif dan efisien. tenaga kesehatan dari setiap ruangan. Pengelolaan limbah medis akan sangat tergantung Beberapa mendapat refresing mengenai juga kebijakan disertai tersedianya sumber daya manusia, angaran dan fasilitas. Ketersediaan fasilitas dan selain itu, variabel kebijakan berkaitan peralatan pengelola limbah medis di dengan limbah medis padat merupakan Puskesmas belum memadai. Tempat faktor dominan yang mempengaruhi sampah yang digunakan untuk sampah tindakan perawat dalam membuang medis berupa wadah terbuka terbuat Peralatan kesehatan masyarakat (WHO, 2. pengangkut, alat pelindung diri (APD) Hal dan alat pemusnah sampah belum ada. Hasil pengolahan akhir limbah. Kebijakan manajemen atas sistem pengelolaan angngaran kegiatan kesling termasuk insinerator dan limbah medis di fasilitas Sumber pemilahan, pewadahan, pengangkutan, mempengaruhi efektifitas pelaksanaan suatu kegiatan, selain sumber daya manusia adalah adanya anggaran yang Terbatasnya anggaran yang fasyankes oleh masyarakat. Kegiatan tersedia, menyebabkan pengelolaan medis di puskesmas abelu di kesehatan lingkungan tidak menjadi memadai, sarana dan prasarana Hal ini menyebabkan aspek yang masih terbatas termasuk anggaran yang sangat terbatas. SDM SOP puskesmas menjadi tidak diperhatikan. Saran SIMPULAN DAN SARAN Bagi Simpulan Pemerintah Kabupaten Kupang Pengelolaan limbah medis di perhatian yang cukup terhadap puskesmas di kabupaten kupang meningkatnya volume limbah dan terhadap gangguan kesehatan ketentuan peraturan perudangan masyarakat dan lingkungan. Volume limbah medis yang di Bagi peneliti selanjutnya, untuk mengkaji dampak pengelolaan limbah medis terhadap status puskesmas dan sekitarnya. REFERENCES