JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) VOL 4. No. Oktober 2024, pp. 192 - 206 p-ISSN : 2808-8786 . e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika Analisis Efektivitas Penerapan Mobile Banking Livin Dalam Menarik Minat Nasabah (Studi Pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyad. Triyanto1. Ratnaningrum2. Heni Susilowati3 . Pemilia Sulistyowati4. Henny5. Dian Laras Sati6 Universitas STEKOM1,2,3,4,5,6 Jl. Majapahit No. Pedurungan Kidul. Kec. Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50192 Email : triyanto. solo17@gmail. com1, ratnaningrumsolo@gmail. com2, heni@stekom. pemilia@stekom. id4, henny@stekom. id5, dian02@gmail. ARTICLE INFO ABSTRACT This study aims to determine the effect of performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions and security simultaneously on customer interest (Study at Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyad. This type of quantitative research with a survey method approach, sampling techniques using purposive sampling, and calculated using the Slovin formula, so that a research sample of 222 customers was obtained. Data collection techniques using questionnaires, and data analysis using multiple linear regression. Performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions and security have a positive and significant effect both partially and simultaneously on customer interest. The results show that effort expectations are the most important aspect in supporting customer interest, so the ease and convenience of operating e-banking must be improved. Article history: Received 04 September 2024 Received in revised form 01 Oktober 2024 Accepted 10 Oktober 2024 Available online 30 Oktober 2024 Keywords: Mobile Banking. Livin. Customer Interest. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security secara simultan terhadap minat nasabah (Studi Pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyad. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode survey, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan dihitung menggunakan rumus Slovin, sehingga didapat sampel penelitian sebesar 222 nasabah. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, dan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi upaya menjadi aspek terpenting dalam mendukung minat nasabah, sehingga kemudahan dan kenyamanan mengoperasikan ebanking harus ditingkatkan. Kata Kunci: Mobile Banking. Livin. Minat Nasabah. Received September 04, 2024. Revised Oktober 1, 2024. Accepted Oktober 10, 2024 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 PENDAHULUAN Seiring berjalannya waktu, perkembangan ilmu teknologi semakin pesat. Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia. Johnny Gerard Plate memaparkan bahwa Indonesia saat ini memasuki era revolusi 0 dimana semua kegiatan yang berjalan ditransformasikan menggunakan internet secara online atau Transformasi digitalisasi di Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19 yang dimana semua elemen bergantung pada teknologi digital. Pemerintah juga sudah mulai melakukan upaya-upaya untuk transformasi digitalisasi yaitu: peningkatan jaringan dan pembangunan infrastruktur digital, roadmap transformasi digital di beberapa bidang, percepatan pembangunan data nasional, adanya regulasi dana transformasi digital, dan menyediakan kebutuhan SDM (Kominfo, 2. Era globalisasi mengakibatkan teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat. Tidak hanya itu, dampak dari pandemi Covid-19 mengakibatkan semua aktivitas masyarakat dan mobilitas dibatasi yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi terutama pertumbuhan ekonomi digital. Berdasarkan Temasek dan Bain Company tahun 2022 terjadi peningkatan ekonomi digital di Indonesia di tahun 2019 Ae 2022. Pada tahun 2022, diperkirakan perputaran ekonomi digital Indonesia mencapai 77 milliar USD atau setara dengan Rp1. 167 trilliun dan mengalami peningkatan 22% . dari tahun 2021 (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2. Digitalisasi sistem pembayaran disebut-sebut berperan penting dalam pemulihan ekonomi. Alasannya terletak pada kemudahan transaksi yang dibantu menggunakan teknologi di tengah masa pandemi (Theiri & Alareeni, 2. Kegiatan transaksi tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat baik hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk bekerja. Perdagangan memainkan peran penting dalam ekonomi suatu negara, dan tingkat perdagangan yang aktif menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat dan perekonomian negara tersebut. Perdagangan sekarang dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Oleh karena itu, tidak heran jika nilai transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat di Indonesia. Sebagai bank sentral. Bank Indonesia terus mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk melaksanakan AuRencana Sistem Pembayaran Indonesia 2025Ay, mendorong pemulihan ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efektif (Bank Indonesia, 2. Tabel 1. 1 Transaksi Ekonomi dan Keuangan Digital di Indonesia Januari 2022 Keterangan Pertumbuhan Nilai Transaksi Uang Elektronik 66,65% . Nilai Transaksi Digital Banking 62,82% . Nilai Transaksi Kartu ATM. Kartu Debit, & Kartu 14,39% . Kredit Nominal 34,6 Trilliun Rp 4. 314,3 Trilliun 711,2 Trilliun Sumber: Bank Indonesia . Selain transaksi yang terjadi di atas. QRIS yang merupakan QR Code sistem transaksi pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia juga mengalami pertumbuhan pada nominal transaksi QRIS yaitu sebesar 290% . dan pertumbuhan pada volume transaksi QRIS senilai 326% . Limit transaksi QRIS telah diubah dari semula Rp 5 juta per transaksi menjadi Rp 10 juta per transaksi dan perubahan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2022 (Bank Indonesia, 2020 from https://w. id/QRIS/default. Saat ini, bank tidak hanya mengumpulkan dana dan mendistribusikan dana, tetapi juga menyediakan berbagai layanan perbankan kepada masyarakat, seperti transfer uang, jasa pembayaran . ill paymen. , penyimpanan tagihan . , safe deposit box, dan lain-lain. Sebagian besar layanan perbankan memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan yang membuat transaksi keuangan antar masyarakat semakin cepat, efektif, dan efisien (OJK, 2. Dalam hal ini sektor perbankan juga ikut terkena dampaknya terutama dalam kegiatan pelayanan karena bank adalah lembaga intermediasi atau perantara yang sangat membantu dan harus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan dana untuk berinvestasi di segala bidang bisnis perusahaan. Dengan perkembangan era digital yang semakin maju, semua orang harus menggunakan sistem komputeriasasi dan sistem online yang terhubung ke internet setiap kali mereka melakukan pekerjaan apa pun. Selain itu, aktivitas nasabah bank saat ini memiliki berbagai latar belakang dan aktivitas. Khususnya untuk nasabah yang memiliki pekerjaan yang menyita banyak waktu dan tidak memiliki banyak waktu untuk mengantri di bank. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 1. Fungsi Bank Sumber: OJK . Konsep digitalisasi perbankan adalah bagaimana nasabah atau konsumen dapat melakukan segala sesuatunya di situs resmi bank atau di ATM, bahkan jika ingin melakukan bisnis elektronik/belanja . nline/e-commerc. Perbankan digital berorientasi pada konsumen yaitu dapat memenuhi semua kebutuhan konsumen. Penetrasi dunia digital ke dalam sektor industri perbankan sangat diperlukan dan mengharuskan perbankan untuk beradaptasi atau perbankan akan mengalami ketertinggalan seiring berjalannya waktu (Suryaningprang. Dalam merespon berkembanganya layanan digital, layanan bank semakin bertambah canggih karena orang sekarang dapat melakukan pembukaan rekening melalui berbagai aplikasi mobile banking. Dengan teknologi verifikasi biometrik dan kemudahan akses online ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapi. , nasabah sekarang dapat melakukan pembukaan dan penutupan rekening di berbagai bank secara online dan melakukan transaksi apapun secara online tanpa harus pergi ke kantor cabang bank, dan bahkan tanpa harus pergi ke ATM untuk melakukan transaksi (OJK, 2. Berkembangnya transformasi digital yang begitu cepat menjadi tantangan baru oleh perbankan untuk menghadapi situasi tersebut. Industri perbankan diberikan dua pilihan yaitu mengikuti perkembangan teknologi sehingga dapat bertahan AuhidupAy atau tetep konvensional dengan perlahan-lahan AugugurAy. Selain itu, karakter dari masyarakat yang ingin semua serba cepat, mudah dan dimana saja menjadi tantangan bagi perbankan untuk menyelesaikannya. Saat ini, banyak bank yang sudah mulai menyediakan pelayanan online dan mobile banking (Mutiasari, 2. Mobile banking adalah fasilitas yang menawarkan layanan yang memudahkan nasabah untuk mendapatkan informasi transaksi finansial terkini dan cepat. Nasabah dapat mengakses layanan mobile banking melalui ponsel mereka yang memiliki teknologi GPRS. Layanan ini merupakan saluran distribusi bank yang memungkinkan nasabah mengakses rekening pribadi melalui jaringan dan teknologi GPRS melalui telepon atau ponsel (Aziz et al. , 2. Istilah "mobile banking" dikaitkan dengan adanya fasilitas bank, yang hampir sama dengan ATM, kecuali untuk penggunaan uang Selain itu, ponsel dapat mengoperasikan layanan bank melalui perangkat seluler (Harahap, 2. Sebagian besar bank di Indonesia menurut Satria & Atika . , telah menyediakan layanan ini dalam bentuk SMS plain (SMS Manua. SMS banking, atau SIMtolkit (Menu Layanan Dat. Adanya transformasi digital memberikan dorongan pada Bank Mandiri untuk terus melakukan inovasiinovasi dengan mengembangkan teknologi yang ada. Melakukan evaluasi dan memperhatikan apa yang dinginkan nasabah. Dalam pembuatan rekening sering terjadi keluhan oleh nasabah yang dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama dan butuh proses yang cukup panjang. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, nasabah tetap melakukan pembukaan rekening karena menjadi hal yang penting untuk kebutuhan transaksi nasabah. Hal ini dibuktikan dengan jumlah tabungan nasabah pada tahun 2010 sejumlah 3,2 juta rekening sedangkan diakhir tahun 2022 terdapat 28,7 juta rekening nasabah Bank Mandiri dan di tahun inilah Bank Mandiri mulai mengikuti transformasi digital dengan meluncurkan mobile banking dengan nama AuLivin by MandiriAy . ttps://bankmandiri. Mobile banking LivinAo by Mandiri merupakan salah satu inovasi dari Bank Mandiri untuk menghadapi transformasi digital saat ini. Dengan adanya mobile banking ini, memberikan dampak yang lebih efektif dan efisien untuk memberikan pelayanan dalam para nasabah kapan saja dan dimana saja. Ditambah lagi dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan internet di Indonesia menjadikan peluang mobile banking semakin besar (Alawiyah et al. , 2. Analisis Efektivitas Penerapan Mobile Banking Livin Dalam Menarik Minat Nasabah Studi pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi ( Triyanto ) p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Pelayanan yang ditawarkan kepada nasabah adalah hal yang utama oleh Bank Mandiri. Melalui layanan mobile banking, nasabah mampu memenuhi kebutuhan layanan perbankan dimana saja dan kapan saja. Layanan mobile banking memberikan layanan seperti informasi saldo, transfer dana, pembukaan rekening, pembayaran, pembelian, ataupun layanan lainnya. Layanan mobile banking membantu nasabah lebih mudah dan cepat untuk menerima layanan informasi finansial. Layanan ini ditujukan kepada para nasabah mengingat perkembangan zaman yang semakin canggih dimana pelayanan bank yang berusaha mendapatkan perhatian dari nasabah dengan meningkatkan pelayanan online melalui mobile banking. Dewi . dalam risetnya menyimpulkan bahwa persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan dan kepercayaan mempengaruhi sikap terhadap penggunaan teknologi, selanjutnya mempengaruhi minat penggunaan internet banking secara berulang. Begitu pula dengan hasil penelitiannya Liniarti & Rizky . bahwa, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi risiko mempengaruhi nasabah dan kemampuan akses berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan layanan mobile banking. Kemudian hasil penelitiannya Ulya et al. , . menunjukkan bahwa, dimensi rasa bangga menjadi faktor yang memengaruhi minat nasabah terhadap Mobile Banking, rasa bangga terhadap aplikasi mobile banking ditunjukkan dengan adanya kepatuhan terhadap prinsip syariah Islam dalam layanan kinerjanya. Sebagai perusahaan jasa layanan keuangan bank, salah satu elemen yang menarik perhatian adalah pelayanan terbaik . alah satunya melalui penerapan mobile bankin. Dengan pelayanan terbaik ini akan menarik perhatian lebih dalam para nasabah. Nasabah dimudahkan untuk mendapatkan akses ke dana mereka di bank, memungkinkan bank untuk mengambil keuntungan sebesar mungkin dari dana yang dikumpulkan dan disalurkan oleh nasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security secara simultan maupun parsial terhadap minat nasabah (Studi Pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyad. TINJAUAN PUSTAKA Performance Expectancy Performance expectancy atau harapan kinerja menyiratkan peningkatan individu dan nilai utilitarian dengan menggunakan mobile banking (Yaseen et al. , 2. Sejumlah penelitian terdahulu seperti Kholid, . Muttaqien et al. , . yang meneliti adopsi mobile banking mengidentifikasi harapan kinerja sebagai konstruk penting yang dapat mempengaruhi niat menggunakan mobile banking. Menurut Usman et al. , . , kinerja dapat dicapai melalui kebiasaan penggunaan yang berlebihan dan secara khusus harapan kinerja dapat didefinisikan sebagai kinerja yang diharapkan dari teknologi seiring dengan semakin tidak terlatihnya pengguna, terutama dalam menyelesaikan tugas pekerjaan, dengan demikian performance expectancy yaitu sejauh mana jika individu memakai sistem, dan sistem tersebut bisa menaikkan kinerjanya. Effort Expectancy Effort expectancy . arapan usah. adalah ukuran yang memanfaatkan inovasi mobile banking tanpa upaya (Muttaqien et al. , 2. Mufarih et al. , . mengartikan effort expectancy sebagai tingkat kemudahan terkait dengan penggunaan sistem, jika sistem mudah digunakan maka usaha yang dilakukan tidak akan terlalu sulit sebaliknya jika suatu sistem mudah digunakan sulit digunakan maka diperlukan usaha yang tinggi untuk menggunakannya. Ekspektasi usaha membentuk pada sejauh mana individu percaya bahwa teknologi itu mudah digunakan, dimengerti, dan mereka dapat menjadi terampil dalam memakainya, selain itu juga dapat dinyatakan sebagai kepercayaan individu bahwa memakai teknologi akan mudah dan hanya memerlukan usaha yang sedikit (Parmar et al. , 2. Social Influence Social influence sebagai tingkat dimana seseorang mepersepsikan bahwa orang-orang penting percaya bahwa dirinya sebaiknya menggunakan sistem yang baru. Faktor sosial adalah seseorang melakukan internalisasi terhadap beberapa opini subjektif, dan khususnya mungkin merupakan persetujuan interpersonal seseorang dengan orang lain, dalam situasi sosial tertentu (Usman et al. , 2. Pengaruh sosial berkaitan dengan pendapat dari kelompok referensi mengenai apakah tindakan harus dilakukan atau tidak (Liniarti & Rizky. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Facilitating Conditions Hajj . , mendefinisikan facilitating conditions sebagai "the degree to which an individual believes that an organizational and technical infrastructure exists to support use of the systemAy, merupakan tingkatan sedalam mana individu percaya bahwa prasarana organisasi dan tehnikal tersedia untuk menjunjung sistem. Kondisi yang memfasilitasi . upport condition. mencakup faktor-faktor seperti layanan atau fungsi dalam produk yang membuat produk tersebut mudah diterima, sebagai layanan pembelian gratis jika produk kecewa dalam transaksi online (Usman et al. , 2. Security Keamanan e-banking didefinisikan sebagai ancaman yang menciptakan tempat, kondisi, atau peristiwa yang berpotensi menimbulkan kesulitan memperoleh data atau sumber daya jaringan yang menyebabkan perusakan,pengungkapan, modifikasi data, penipuan dan penyalahgunaan. Persepsi konsumen terhadap keamanan online menimbulkan persepsi yang berbeda-beda, mengukur tingkat keamanan yang obyektif dalam setiap transaksi tidak mudah disesuaikan dengan persepsi keamanan konsumen (Usman et al. , 2. Minat Nasabah Menurut Ulya et al. , . , minat . adalah seseorang ingin melakukan suatu perilaku . ehavioral intentio. yang dapat diprediksi oleh sikapnya bahwa dia telah melakukan sesuatu atas dirinya . ttitude against behavio. , dan bagaimana individu berpikir bahwa individu lain segera menilai dirinya apabila dirinya melakukannya . orma subjekti. , dan perilaku . adalah suatu perlakuan yang dilakukan dengan nyata, hal ini dilakukan karena individu memiliki minat dan keinginan untuk melakukannya . ehavioral Usman et al. , . menyatakan bahwa tingkah laku seseorang merupakan ekspresi keinginan atau minat . seseorang, dimana keinginan tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial, perasaan . , dan akibat yang dirasakan . erceived consequence. Minat nasabah diartikan sebagai suatu kecenderungan seseorang untuk dapat bertindak sebelum memutuskan untuk menjadi pengguna M-banking, indikator yang menjadi minat seorang pengguna M-banking adalah ketertarikan, keinginan dan keyakinan. Ketertarikan dapat dilihat dari adanya pemusatan perhatian dan perasaan senang, keinginan dapat dilihat adanya dorongan untuk ingin menggunakan, dan keyakinan meruapakan adanya unsur kepercayaan diri pada invidu terhadap kualitas, daya guna dan keuntungan dari aplikasi M-banking (Hasanah, 2. Performance Expectancy Effort Expectancy Social Influence Minat Nasabah Use Behavior Facilitating Conditions Security Level of Education Gambar 2. Kerangka Penelitian Hipotesis Penelitian: H1: Performance expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah H2: Effort expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah H3: Social influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah H4: Facilitating condition berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah H5: Security berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah H6: Performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah Analisis Efektivitas Penerapan Mobile Banking Livin Dalam Menarik Minat Nasabah Studi pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi ( Triyanto ) p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode survey. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh nasabah Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi menurut Laporan Data bulan Maret sampai dengan Mei tahun 2024 yang berjumlah 497 nasabah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Adapun yang menjadi pertimbangannya yaitu nasabah yang menggunakan mobile banking, dengan menggunakan perhitungan Slovin, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 222 nasabah Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden, yaitu nasabah yang menggunakan mobile banking AuLivinAy Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi untuk dijawabnya (Sugiyono, 2. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai . MN = 1 PE 2 EE 3 SI 4 FC 5 S e Keterangan: USE = Minat Nasabah = Use Behavior = Level of Education = Konstanta = Performance Expectancy = Effort Expectancy = Social Influence = Facilitating Conditions = Security = Error = Koefisien Regresi HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Data Responden Umur Tabel 2. Karakteristik Umur Responden Umur 18 Ae 25 tahun 26 Ae 35 tahun 36 Ae 46 tahun > 46 tahun Total Jumlah Persentase 9,5% 28,8% 39,2% 22,5% 100,0% Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 2, diketahui responden penelitian sebagian besar berusia antara 36-46 tahun sebanyak 87 orang atau 39,2%, sedangkan usia antara 18-25 tahun sebanyak 21 orang atau 9,5%, usia antara 26-35 tahun sebanyak 64 orang atau 28,8% dan usia > 46 tahun sebanyak 50 orang atau 22,5%. Jenis Kelamin Tabel 3. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah Persentase 54,1% 45,9% 100,0% Sumber: Data Primer Diolah, 2024 JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Berdasarkan Tabel 3, diketahui responden penelitian sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 120 orang atau 54,1%, sedangkan perempuan sebanyak 102 orang atau 45,9%. Pekerjaan Tabel 4. Karakteristik Pekerjaan Responden Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa Tidak/Belum Bekerja Wiraswasta Pegawai Total Jumlah Persentase 8,1% 11,7% 32,9% 47,3% 100,0% Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 4, diketahui responden penelitian sebagian besar bekerja sebagai pegawai sebanyak 105 orang atau 47,3%, sedangkan pelajar/mahasiswa sebanyak 18 orang atau 8,1%, tidak/belum bekerja sebanyak 26 orang atau 11,7% dan wiraswasta sebanyak 73 orang atau 32,9%. Tingkat Pendidikan Tabel 5. Karakteristik Tingkat Pendidikan Responden Tingkat Pendidikan Rendah (SD Ae SMP) Tinggi (SMA Ae Perguruan Tingg. Total Jumlah Persentase 26,1% 73,9% 100,0% Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 4. 4, diketahui responden penelitian sebagian besar dengan tingkat pendidikan tinggi (SMA Ae Perguruan Tingg. sebanyak 164 orang atau 73,9%, sedangkan tingkat pendidikan rendah (SD Ae SMP) sebanyak 58 orang atau 26,1%. Lama Menggunakan m-banking "Livin" Tabel 6. Karakteristik Lama Menggunakan m-banking "Livin" Menggunakan m-banking "Livin" < 1 tahun 1 Ae 2 tahun > 2 tahun Total Jumlah Persentase 11,7% 9,9% 78,4% 100,0% Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 6, diketahui responden penelitian sebagian besar dengan lama menggunakan m-banking "Livin" lebih dari 2 tahun sebanyak 174 orang atau 78,4%, sedangkan kurang dari 1 tahun sebanyak 26 orang atau 11,7%, dan antara 1 Ae 2 tahun sebanyak 22 orang atau 9,9%. 2 Analisis Data Evaluasi Outer Model Berikut adalah skema adalah skema outer model. Analisis Efektivitas Penerapan Mobile Banking Livin Dalam Menarik Minat Nasabah Studi pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi ( Triyanto ) p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 3. Outer Weights Uji Instrumen Data Tabel 7. Outer Loadings Variabel Performance Expectancy (X. Effort Expectancy (X. Social Influence (X. Facilitating Conditions (X. Security (X. Minat Nasabah (Y. Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X5. X5. X5. X5. Y1. Y1. Y1. Y1. Outer Loadings 0,861 0,923 0,881 0,903 0,874 0,901 0,934 0,920 0,892 0,920 0,923 0,857 0,864 0,935 0,928 0,882 0,857 0,915 0,894 0,868 0,902 0,886 0,828 JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Variabel Use Behavior (Y. Indikator Y2. Y2. Y2. Y2. Outer Loadings 0,828 0,875 0,738 0,762 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan sajian data pada Tabel 7 di atas, diketahui bahwa masing-masing variabel penelitian memiliki nilai outer loadings > 0,70, sehingga semua indikator dinyatakan layak atau valid untuk digunakan analisis lebih lanjut. Tabel 8. Average Variant Extracted (AVE) Construct Reliability and Validity Performance Expectancy (X. Effort Expectancy (X. Social Influence (X. Facilitating Conditions (X. Security (X. Minat Nasabah (Y. Use Behavior (Y. Average Variant Extracted (AVE) 0,843 0,827 0,759 0,790 0,787 0,808 0,644 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan sajian Tabel 8 di atas, dapat diketahui bahwa nilai AVE dari variabel performance expectancy > 0,50 atau sebesar 0,843, variabel effort expectancy > 0,50 atau sebesar 0,827, variabel social influence > 0,50 atau sebesar 0,759, variabel facilitating conditions > 0,50 atau sebesar 0,790, variabel security > 0,50 atau sebesar 0,787, variabel minat nasabah > 0,50 atau sebesar 0,808, dan variabel use behavior > 0,50 atau sebesar 0,644. Hal ini menunjukkan bahwa setiap variabel telah memiliki discriminant validity yang baik. Tabel 9. Composite Reliability Construct Reliability and Validity Performance Expectancy (X. Effort Expectancy (X. Social Influence (X. Facilitating Conditions (X. Security (X. Minat Nasabah (Y. Use Behavior (Y. Composite Reliability 0,942 0,935 0,926 0,949 0,937 0,944 0,878 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan sajian Tabel 9 di atas, dapat diketahui bahwa nilai Composite Reliability dari variabel performance expectancy > 0,70 atau sebesar 0,942, variabel effort expectancy > 0,70 atau sebesar 0,935, variabel social influence > 0,70 atau sebesar 0,926, variabel facilitating conditions > 0,70 atau sebesar 0,949, variabel security > 0,70 atau sebesar 0,937, variabel minat nasabah > 0,70 atau sebesar 0,944, dan variabel use behavior > 0,70 atau sebesar 0,878. Hal ini menunjukkan bahwa setiap variabel tersebut reliabel. Tabel 10. CronbachAos Alpha Construct Reliability and Validity Performance Expectancy (X. Effort Expectancy (X. Social Influence (X. Facilitating Conditions (X. Security (X. Composite Reliability 0,907 0,895 0,894 0,933 0,910 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Analisis Efektivitas Penerapan Mobile Banking Livin Dalam Menarik Minat Nasabah Studi pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi ( Triyanto ) p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Minat Nasabah (Y. Use Behavior (Y. 0,921 0,835 Reliabel Reliabel Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan sajian Tabel 10 di atas, dapat diketahui bahwa nilai CronbachAos Alpha dari variabel performance expectancy > 0,70 atau sebesar 0,907, variabel effort expectancy > 0,70 atau sebesar 0,895, variabel social influence > 0,70 atau sebesar 0,894, variabel facilitating conditions > 0,70 atau sebesar 0,933, variabel security > 0,70 atau sebesar 0,910, variabel minat nasabah > 0,70 atau sebesar 0,921, dan variabel use behavior > 0,70 atau sebesar 0,835, dengan demikian hasil ini dapat menunjukkan bahwa masing-masing variabel penelitian telah memenuhi persyaratan nilai CronbachAos Alpha, sehingga dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variabel memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Uji Multikolinieritas Tabel 11. Collinearity Statistics (VIF) Collinearity Statistics (VIF) 5,073 5,229 5,054 5,054 2,129 2,130 3,250 3,333 3,668 4,278 2,928 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan Tabel 11, hasil dari Collinierity Statistics (VIF) untuk melihat uji multicolinierity dengan hasil nilai inner dari variabel performance expectancy (X. terhadap minat nasabah (Y. sebesar 5,073 dan terhadap Use Behavior (Y. sebesar 5,229. Variabel effort expectancy (X. terhadap minat nasabah (Y. sebesar 5,054 dan terhadap Use Behavior (Y. sebesar 5,054. Variabel social influence (X. terhadap minat nasabah (Y. sebesar 2,129 dan terhadap Use Behavior (Y. sebesar 2,130. Variabel facilitating conditions (X. terhadap minat nasabah (Y. sebesar 3,250 dan terhadap Use Behavior (Y. sebesar 3,333. Variabel security (X. terhadap minat nasabah (Y. sebesar 3,668 dan terhadap Use Behavior (Y. sebesar 4,278. Kemudian Minat Nasabah (Y. terhadap Use Behavior (Y. sebesar 2,928. Masing-masing variabel VIF < 10 maka tidak melanggar uji asumsi multikolineraritas (Hair et al. , 2. Uji Kebaikan Model (Goodness of Fi. Tabel 12. R Square R Squares Minat Nasabah Use Behavior R Squares 0,528 0,506 R Adjusted 0,517 0,492 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diproleh nilai Q-Square sebesar 0,767. Hal ini menunjukkan besarnya keragaman dari data penelitian yang dapat dijelaskan oleh model penelitian adalah sebesar 76,7% sedangkan sisanya 23,3% dijelaskan oleh faktor lain yang berada di luar model penelitian ini. Dengan demikian, dari hasil tersebut maka model penelitian ini dapat dinyatakan telah memiliki goodness of fit yang baik. Uji Hipotesis Evaluasi Inner Model Skema inner model ditampilkan pada gambar 4 berikut. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 4. Inner Weights Tabel 13 Nilai Inner Weights Path Coefficients Original Sample Sample Mean X1 -> Y 0,149 0,156 X2 -> Y 0,253 0,256 X3 -> Y 0,181 0,183 X4 -> Y 0,167 0,163 X5 -> Y 0,147 0,144 Sumber: Data Primer Diolah, 2024 Standard Deviasi 0,068 0,067 0,083 0,074 0,069 Statistics (T. 2,196 3,767 2,181 2,266 2,123 Tabel (T. 1,971 1,971 1,971 1,971 1,971 Hasil TsTt Ts>Tt Ts>Tt Ts>Tt Values 0,029 0,000 0,030 0,024 0,034 Keterangan Positif Signifikan Positif Signifikan Positif Signifikan Positif Signifikan Positif Signifikan Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa nilai t statistik dari pengaruh performance expectancy terhadap minat nasabah lebih besar dari t tabel . yaitu sebesar 2,196 dengan besar pengaruh sebesar 0,149 dan P Values < 0,05 sebesar 0,029. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh dari performance expectancy terhadap minat nasabah adalah positif dan signifikan. Maka sesuai dengan H1: Performance expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah, dengan demikian H1 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu Muttaqien et al. , . yang menyatakan bahwa harapan kinerja . xpectancy performanc. dan niat, menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif. Kemudian penelitian yang dilakukan Usman et al. , . , menunjukkan bahwa secara langsung/parsial expectancy performance memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap minat nasabah. Begitu juga dengan hasil penelitian dari Mufarih et al. , . memperlihatkan dampak signifikan positif terhadap niat berperilaku, yaitu reputasi, performance expectancy, effort expectancy, dan social influence. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja dapat dicapai melalui kebiasaan penggunaan yang berlebihan dan secara khusus harapan kinerja dapat dimaknai sebagai kinerja yang diharapkan dari teknologi seiring dengan semakin tidak terlatihnya pengguna, terutama dalam menyelesaikan tugas pekerjaan, dengan demikian performance expectancy yaitu sejauh mana jika individu memakai sistem, dan sistem tersebut bisa menaikkan Menurut Yaseen et al. , . , expectancy performance . arapan kinerj. menyiratkan peningkatan individu dan nilai utilitarian dengan menggunakan mobile banking. Nilai t statistik dari pengaruh effort expectancy terhadap minat nasabah lebih besar dari t tabel . yaitu sebesar 3,767 dengan besar pengaruh sebesar 0,253 dan P Values < 0,05 sebesar 0,000. Sehingga dapat Analisis Efektivitas Penerapan Mobile Banking Livin Dalam Menarik Minat Nasabah Studi pada Bank Mandiri KCP Solo Slamet Riyadi ( Triyanto ) p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 disimpulkan pengaruh dari effort expectancy terhadap minat nasabah adalah positif dan signifikan. Maka sesuai dengan H2: Effort expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah, dengan demikian H2 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitiannya Usman et al. , . , menunjukkan bahwa secara langsung/parsial effort expectancy memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap minat nasabah. Hasil penelitian dari Mufarih et al. , . memperlihatkan dampak signifikan positif terhadap niat berperilaku, yaitu reputasi, performance expectancy, effort expectancy, dan social influence. Penelitiannya Muttaqien et al. , . dimana jalur antara harapan usaha . ffort expectanc. dan niat, menunjukkan hubungan yang signifikan dan Hasil ini menunjukkan bahwa harapan usaha ini sebagai konstruk penting yang mempengaruhi niat menggunakan mobile banking, jika sistem mudah digunakan maka usaha yang dilakukan tidak akan terlalu sulit sebaliknya jika suatu sistem mudah digunakan sulit digunakan maka diperlukan usaha yang tinggi untuk Harapan usaha . ffort expectanc. merupakan ukuran yang memanfaatkan inovasi mobile banking tanpa upaya (Yaseen et al. , 2. Ekspektasi usaha membentuk pada sejauh mana individu percaya bahwa teknologi itu mudah digunakan, dimengerti, dan mereka dapat menjadi terampil dalam memakainya, selain itu juga dapat dinyatakan sebagai kepercayaan individu bahwa memakai teknologi akan mudah dan hanya memerlukan usaha yang sedikit (Parmar et al. , 2. Nilai t statistik dari pengaruh social influence terhadap minat nasabah lebih besar dari t tabel . yaitu sebesar 2,181 dengan besar pengaruh sebesar 0,181 dan P Values < 0,05 sebesar 0,030. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh dari social influence terhadap minat nasabah adalah positif dan signifikan. Maka sesuai dengan H3: Social influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah, dengan demikian H3 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitiannya Usman et al. , . , bahwa secara langsung/parsial social influence memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap minat nasabah. Begitu juga dengan hasil penelitian Mufarih et al. , . memperlihatkan dampak signifikan positif terhadap niat berperilaku, yaitu social Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan social influence akan mempengaruhi nasabah dalam transaksi yang dilakukan dengan menggunakan smartphone untuk hubungan minat penggunaan teknologi informasi niat Pengaruh sosial . ocial influenc. atau persepsi seseorang bahwa sebagian besar orang yang penting baginya berpikir harus atau tidak harus melakukan perilaku yang dimaksud. Social influence akan mempunyai pengaruh yang lebih kuat terhadap pengguna teknologi dimana social influence sangat penting pada tahap awal penerimaan teknologi. Menurut Liniarti & Rizky . , pengaruh sosial berkaitan dengan pendapat dari kelompok referensi mengenai apakah tindakan harus dilakukan atau tidak. Nilai t statistik dari pengaruh facilitating condition terhadap minat nasabah lebih besar dari t tabel . yaitu sebesar 2,266 dengan besar pengaruh sebesar 0,167 dan P Values < 0,05 sebesar 0,024. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh dari facilitating condition terhadap minat nasabah adalah positif dan signifikan. Maka sesuai dengan H4: Facilitating condition berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah, dengan demikian H4 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitiannya Usman et al. , . , menunjukkan bahwa secara parsial facilitating condition memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap minat nasabah. Kemudian hasil penelitian Muttaqien et al. , . , menunjukkan kondisi yang memfasilitasi berpengaruh signifikan positif terhadap niat untuk menggunakan mobile banking. Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi yang memfasilitasi . upport condition. mencakup faktor-faktor seperti layanan atau fungsi dalam produk yang membuat produk tersebut mudah diterima, sebagai layanan pembelian gratis jika produk kecewa dalam transaksi online. Facilitating condition . ondisi yang memfasilitas. menunjukkan persepsi pengguna berhubungan dengan ketersediaan sumber daya dan promosi penggunaan e-banking, tingkat persepsi ini akan mempengaruhi tingkat keinginan untuk terus menggunakan e-banking. Kondisi yang memfasilitasi merupakan indikator lebih lanjut yang mempunyai pengaruh langsung terhadap penerimaan e-banking (Sung et al. , 2. Nilai t statistik dari pengaruh security terhadap minat nasabah lebih besar dari t tabel . yaitu sebesar 2,123 dengan besar pengaruh sebesar 0,147 dan P Values < 0,05 sebesar 0,034. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh dari security terhadap minat nasabah adalah positif dan signifikan. Maka sesuai dengan H5: Security berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah, dengan demikian H5 diterima. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Hal ini sejalan dengan penelitiannya Usman et al. , . , bahwa variabel keamanan . berkorelasi positif dengan minat nasabah. Hasil penelitian Utami et al. , . , menunjukkan keamanan/security berpengaruh positif terhadap minat penggunaan mobile banking. Hasil ini menunjukkan bahwa keamanan dan kecepatan transaksi, kemudahan penggunaan, kepercayaan, dan masalah privasi merupakan beberapa faktor utama yang dipertimbangkan nasabah ketika memilih bank. Menurut Reddy & Megharaja . , lembaga keuangan memiliki keamanan yang sangat baik, namun tidak ada sistem yang sangat aman, informasi berharga selalu rentan terhadap peretasan. Sebagian besar pengguna tidak memahami risiko keamanan dan kerahasiaan perbankan elektronik. Pengguna beranggapan bahwa bank telah memperhatikan keamanan dan kerahasiaan teknologi informasi layanan mobile banking, meski belum tentu bank besar, keamanan dan kerahasiaan data nasabah tetap terjaga dengan baik (Connor et al. , 2. Berdasarkan perhitungan dapat diketahui bahwa nilai F statistik dari pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security terhadap minat nasabah lebih besar dari F tabel . yaitu sebesar 48,325. Sehingga dapat disimpulkan pengaruh dari performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security terhadap minat nasabah adalah positif dan Maka sesuai dengan H6: Performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah, dengan demikian H6 diterima. Hal ini sejalan dengan penelitiannya Muttaqien et al. , . , bahwa performance expectancy, effort expectancy, dan facilitating conditions memberikan pengaruh yang signifikan terhadap niat dan niat berpengaruh signifikan terhadap penggunaan mobile banking. Hasil penelitian Kholid . , model UTAUT menunjukkan bahwa niat untuk berperilaku dan perilaku menggunakan teknologi dipengaruhi oleh harapan kinerja . erformance expectanc. , harapan usaha . ffort expectanc. , pengaruh sosial . ocial influenc. dan kondisi pendukung atau yang memfasilitasi . acilitating condition. Kemudian penelitian Usman et al. , menunjukkan bahwa peningkatan expectancy performance, effort expectancy, social influence, facilitating condition dan security akan menyebabkan peningkatan minat nasabah, artinya apabila kita ingin mengupgrade minat nasabah maka perlu ditingkatkan variabel-variabel tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa Sikap nasabah dalam menerima internet perbankan dapat ditunjukkan dengan minat menggunakan layanan internet banking, jika sikap nasabah dalam menyikapi layanan internet banking ini baik maka dapat dipastikan nasabah akan tertarik untuk menggunakannya berulang kali. Souiden et al. menyatakan bahwa keberhasilan mobile banking tidak hanya ditentukan oleh dukungan bank atau pemerintah, namun juga oleh penerimaan nasabahnya. Nasabah mempunyai pengaruh yang besar terhadap adopsi teknologi perbankan, karena mereka pada akhirnya memutuskan apakah mereka akan menggunakan teknologi perbankan berdasarkan kebutuhan masing-masing (Liniarti & Rizky, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions dan security berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap minat nasabah. Penerapan pelayanan mbanking memiliki peranan penting untuk meningkatkan minat nasabah. Bank telah cukup memberikan berbagai fitur-fitur atau produk-produk yang ditawarkan kepada nasabahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi upaya menjadi aspek terpenting dalam mendukung minat nasabah, sehingga kemudahan dan kenyamanan mengoperasikan e-banking harus ditingkatkan. Bank lebih meningkatkan sosialisai baik melalui media aplikasi, publikasi digital maupun melalu media cetak. Ucapan Terima Kasih Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing Ibu Dr. Ratnaningrum. ,M. Si, dan dosen penguji Ibu Heni Susilowati. Ibu Titin Hargiyatmi. E,M. Ibu Pemelia Sulistyowati. M yang telah berkenan membimbing, meluangkan waktu, merelakan tenaga dan pikiran serta turut memberi perhatian dalam memberikan pendampingan selama proses penulisan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA