Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN WISATA ORANGUTAN TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN BUKIT LAWANG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Riski 1. Hendra 2 Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi pengembangan wisata orangutan serta dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal di Kecamatan Bukit Lawang dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan untuk mengeksplorasi bagaimana aktivitas pariwisata berkontribusi terhadap mata pencaharian dan peluang ekonomi masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan masyarakat lokal, pelaku usaha pariwisata, serta pemandu wisata yang terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata berbasis orangutan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta mendorong pertumbuhan usaha kecil berbasis masyarakat seperti homestay, layanan makanan, transportasi, dan jasa pemandu wisata. Selain itu, aktivitas pariwisata juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, mengingat keberlanjutan ekosistem hutan dan perlindungan orangutan menjadi faktor utama dalam menjaga daya tarik wisata. Dari perspektif ekonomi Islam, kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan . dalam praktik Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan prinsipprinsip ekonomi Islam dalam menganalisis dampak pariwisata, pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menekankan kesejahteraan ekonomi, etika bisnis, dan kelestarian lingkungan. Kata Kunci: Pariwisata Orangutan. Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat. Pengembangan Ekowisata. Perspektif Ekonomi Islam. Bukit Lawang Abstract This study examines the implementation of orangutan tourism development and its impact on the economic welfare of local communities Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, rizki2412ri@gmail. Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, hendra@insan. Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer in Bukit Lawang District from the perspective of Islamic economics. The research employs a qualitative field research approach to explore how tourism activities contribute to community livelihoods and economic Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving local residents, tourism business actors, and tour guides who are directly involved in tourism activities. The findings indicate that the development of orangutan-based ecotourism significantly contributes to improving the local economy by creating employment opportunities, increasing household income, and encouraging the growth of small community-based businesses such as homestays, food services, transportation, and guiding services. Furthermore, tourism activities also foster community awareness regarding environmental conservation since the sustainability of the forest ecosystem and the protection of orangutans are essential for maintaining tourism attractiveness. From the Islamic economic perspective, these activities reflect values of fairness, honesty, and social benefit . in economic practices. The novelty of this research lies in integrating community-based ecotourism development with Islamic economic principles to analyze tourism impacts, providing a new conceptual perspective for sustainable tourism development that emphasizes economic welfare, ethical business practices, and environmental Keywords: Orangutan Tourism. Community Economic Welfare. Ecotourism Development. Islamic Economic Perspective. Bukit Lawang. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. Dalam beberapa dekade terakhir, pengembangan wisata berbasis alam atau ekowisata semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Ekowisata tidak hanya menghadirkan peluang ekonomi melalui kegiatan jasa wisata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana konservasi sumber daya alam yang berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia, potensi ekowisata sangat besar karena kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki. Salah satu destinasi ekowisata yang terkenal adalah kawasan Bukit Lawang yang berada di Kabupaten Langkat. Sumatera Utara. Kawasan ini dikenal sebagai habitat alami orangutan Sumatera yang menjadi daya tarik utama wisatawan domestik maupun Menurut penelitian (Rahmawati, 2. , pengembangan ekowisata berbasis satwa langka memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui sektor jasa, perdagangan, dan pengelolaan wisata berbasis komunitas. Bukit Lawang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang memiliki nilai konservasi tinggi karena keberadaan orangutan Sumatera yang dilindungi. Aktivitas wisata seperti trekking hutan, pengamatan orangutan, serta kegiatan edukasi konservasi menjadi daya tarik utama yang mendatangkan wisatawan dari berbagai negara. Keberadaan wisata ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata semata, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer masyarakat setempat. Masyarakat sekitar kawasan wisata terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi seperti penyediaan jasa pemandu wisata, penginapan, transportasi lokal, hingga usaha kuliner dan kerajinan tangan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa serta membuka lapangan kerja baru (Prasetyo, 2. Oleh karena itu, pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang tidak hanya menjadi upaya konservasi satwa langka, tetapi juga merupakan strategi pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Namun demikian, pengembangan sektor pariwisata tidak selalu memberikan dampak positif apabila tidak dikelola dengan baik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas wisata yang tidak terkelola secara berkelanjutan dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti kerusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, serta ketimpangan distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar (Sari, 2. Dalam konteks wisata orangutan di Bukit Lawang, pengelolaan wisata perlu memperhatikan prinsip keberlanjutan agar keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat tercapai. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara merata. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pengembangan wisata yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan etika dalam pengelolaannya. Dalam perspektif ekonomi syariah, kegiatan ekonomi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan material semata, tetapi juga harus memperhatikan prinsip keadilan, keberkahan, serta kemaslahatan bagi masyarakat luas. Konsep ekonomi syariah menekankan bahwa setiap aktivitas ekonomi harus dilakukan secara halal, adil, serta tidak merugikan pihak lain. Prinsip ini sangat relevan diterapkan dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata berbasis alam seperti wisata orangutan di Bukit Lawang. Menurut (Hidayat, 2. , ekonomi syariah menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam setiap aktivitas ekonomi yang dilakukan. Dengan demikian, pengembangan wisata yang berlandaskan nilai-nilai syariah diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Lebih lanjut, konsep kesejahteraan dalam ekonomi syariah tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga mencakup terpenuhinya kebutuhan dasar, terciptanya keadilan sosial, serta terjaganya kelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan konsep maqashid syariah yang menekankan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dalam konteks pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang, penerapan prinsip ekonomi syariah dapat diwujudkan melalui pengelolaan wisata yang adil, transparan, serta memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat Penelitian (Nasution, 2. menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekonomi syariah dalam sektor pariwisata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem ekonomi yang lebih etis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan ekonomi syariah menjadi perspektif yang penting dalam menganalisis dampak pengembangan wisata terhadap kesejahteraan ekonomi Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer Meskipun berbagai penelitian telah membahas dampak ekonomi pariwisata terhadap masyarakat lokal, kajian yang secara khusus menganalisis pengembangan wisata orangutan dalam perspektif ekonomi syariah masih relatif Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada aspek konservasi lingkungan atau dampak ekonomi pariwisata secara umum tanpa mengaitkannya dengan nilai-nilai ekonomi Islam. Padahal, wilayah Sumatera Utara yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pariwisata yang sejalan dengan prinsipprinsip ekonomi syariah. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji bagaimana pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus tetap memperhatikan nilai-nilai keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan sebagaimana yang diajarkan dalam ekonomi syariah. Selain itu, keberadaan wisata orangutan di Bukit Lawang juga menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangannya. Tantangan tersebut antara lain berkaitan dengan pengelolaan wisata yang berkelanjutan, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, serta distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Apabila pengembangan wisata tidak dikelola secara baik, maka potensi konflik sosial maupun ketimpangan ekonomi dapat terjadi di tengah masyarakat. Penelitian (Fauzi, 2. menunjukkan bahwa pengelolaan wisata berbasis masyarakat atau community based tourism dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kajian mengenai implementasi pengembangan wisata orangutan terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat menjadi penting untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pengelolaan wisata dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengembangan wisata orangutan terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit Lawang dengan menggunakan perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian ekonomi Islam khususnya pada sektor pariwisata berbasis konservasi alam. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola wisata, serta masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan bagi seluruh pihak yang terlibat. Dengan demikian, pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang diharapkan mampu menjadi model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. KAJIAN TEORI Pengembangan Ekowisata (Ecotourism Developmen. Pengembangan ekowisata merupakan suatu konsep pengelolaan pariwisata yang berbasis pada pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Ekowisata tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dalam konteks pariwisata alam, seperti wisata orangutan di Bukit Lawang, pengembangan ekowisata menjadi strategi penting untuk menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat . ommunity based touris. menekankan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam aktivitas ekonomi pariwisata, seperti penyedia jasa pemandu wisata, penginapan, transportasi, dan usaha Dengan demikian, pengembangan ekowisata mampu menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan usaha kecil berbasis lokal. Selain aspek ekonomi, pengembangan ekowisata juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian Keberlanjutan ekosistem menjadi faktor utama dalam menjaga daya tarik wisata, sehingga masyarakat terdorong untuk menjaga kelestarian hutan dan satwa liar sebagai aset utama pariwisata. Oleh karena itu, pengembangan ekowisata harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat (Community Economic Welfar. Kesejahteraan ekonomi masyarakat merupakan kondisi di mana kebutuhan hidup masyarakat dapat terpenuhi secara layak, baik dari segi pendapatan, kesempatan kerja, maupun kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam konteks pembangunan ekonomi, kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari terciptanya pemerataan ekonomi serta peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Dalam perspektif ekonomi syariah, kesejahteraan tidak hanya bersifat material, tetapi juga mencakup aspek spiritual dan sosial. Konsep kesejahteraan dalam Islam berlandaskan pada prinsip maqashid syariah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi harus memberikan manfaat . , bersifat adil, serta tidak merugikan pihak lain maupun lingkungan. Pengembangan sektor pariwisata, khususnya ekowisata, dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi Aktivitas pariwisata mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan usaha Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam sektor pariwisata juga dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia. Hubungan Pengembangan Ekowisata dengan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Pengembangan ekowisata memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Semakin baik pengelolaan ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal, maka semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan pariwisata memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung, seperti peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta berkembangnya usaha kecil dan menengah. Selain itu, dalam perspektif ekonomi syariah, pengembangan ekowisata yang berlandaskan pada nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan akan menciptakan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan ekowisata tidak hanya berfungsi sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan . ield researc. yang bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi pengembangan wisata orangutan terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit Lawang dalam perspektif ekonomi syariah. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada penggalian makna, proses, serta dinamika sosial ekonomi yang terjadi dalam masyarakat sebagai dampak dari aktivitas pariwisata. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana masyarakat lokal merasakan manfaat ekonomi dari pengembangan wisata orangutan, sekaligus bagaimana prinsip-prinsip ekonomi syariah dapat tercermin dalam aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan wisata tersebut. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Bukit Lawang. Kabupaten Langkat. Sumatera Utara, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam berbasis konservasi orangutan. Subjek penelitian meliputi masyarakat sekitar kawasan wisata, pelaku usaha pariwisata, pemandu wisata . our guid. , serta pihak pengelola wisata yang memiliki keterlibatan langsung dalam aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan wisata Bukit Lawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat serta praktik pengelolaan wisata yang berlangsung. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sektor pariwisata, seperti usaha penginapan, jasa pemandu wisata, transportasi lokal, serta usaha kuliner yang berkembang di sekitar kawasan wisata. Wawancara mendalam dilakukan kepada informan yang dipilih secara purposive sampling, yaitu individu yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian berupa arsip, laporan, foto kegiatan wisata, serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan gambaran yang sistematis mengenai kontribusi pengembangan wisata terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam perspektif ekonomi syariah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata orangutan di Kecamatan Bukit Lawang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara mendorong munculnya berbagai jenis usaha yang dikelola oleh masyarakat sekitar kawasan wisata. Beberapa usaha yang berkembang antara lain penginapan, rumah makan, jasa pemandu wisata, penyewaan transportasi lokal, serta penjualan suvenir khas daerah. Aktivitas ekonomi tersebut memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat yang sebelumnya hanya Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer bergantung pada sektor pertanian dan pekerjaan informal lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat setempat, sebagian besar warga mengakui bahwa sektor pariwisata telah menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarga Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan wisata juga memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan hutan sebagai habitat orangutan. Dengan demikian, pengembangan wisata orangutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya konservasi alam yang berkelanjutan. Selain membuka peluang usaha baru, pengembangan wisata orangutan juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar kawasan wisata. Banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang ekonomi tersebut dengan membuka usaha kecil seperti warung makan, toko cendera mata, serta penyewaan perlengkapan trekking bagi wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat yang terlibat langsung dalam sektor pariwisata mengalami peningkatan dibandingkan sebelum berkembangnya wisata orangutan di kawasan tersebut. Para pemandu wisata lokal misalnya, memperoleh penghasilan dari jasa pendampingan wisatawan yang ingin melakukan aktivitas trekking di kawasan hutan untuk melihat orangutan secara langsung. Aktivitas ini menjadi salah satu sumber ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat Selain itu, keberadaan wisatawan juga memberikan dampak ekonomi tidak langsung bagi masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan wisata seperti transportasi lokal, makanan, serta jasa lainnya yang menunjang kegiatan pariwisata di Bukit Lawang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan wisata orangutan turut mendorong terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kecamatan Bukit Lawang. Sebelum berkembangnya sektor pariwisata, sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian, perkebunan, dan pekerjaan informal lainnya. Namun dengan berkembangnya wisata alam berbasis konservasi orangutan, masyarakat mulai terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Banyak generasi muda yang bekerja sebagai pemandu wisata, staf penginapan, maupun pelaku usaha kuliner yang melayani kebutuhan wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata mampu menjadi alternatif sumber penghidupan bagi masyarakat lokal. Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam sektor wisata juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan mereka, seperti kemampuan berbahasa asing, pelayanan wisata, serta pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai daya tarik utama wisata Bukit Lawang. Dalam perspektif ekonomi syariah, hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan wisata Bukit Lawang pada umumnya berjalan sesuai dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan masyarakat. Banyak pelaku usaha yang menerapkan nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, serta pelayanan yang baik kepada wisatawan sebagai bagian dari etika dalam Praktik transaksi ekonomi antara masyarakat dan wisatawan juga dilakukan secara transparan tanpa adanya unsur penipuan atau eksploitasi harga yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral dalam aktivitas ekonomi masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Selain itu, sebagian masyarakat juga mengalokasikan sebagian pendapatan mereka untuk kegiatan sosial dan keagamaan seperti pembangunan masjid, kegiatan keagamaan, serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi tersebut menunjukkan Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer bahwa pengembangan wisata tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga turut memperkuat nilai-nilai sosial dan religius dalam kehidupan Hasil penelitian juga menemukan bahwa keberhasilan pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan. Masyarakat menyadari bahwa keberadaan orangutan sebagai satwa langka merupakan daya tarik utama yang mendatangkan wisatawan ke kawasan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap upaya pelestarian hutan dan habitat alami orangutan. Kesadaran ini tercermin dari berbagai aktivitas masyarakat yang mendukung upaya konservasi, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan perburuan satwa liar, serta mendukung program konservasi yang dilakukan oleh pihak pengelola kawasan hutan. Sikap ini menunjukkan adanya hubungan yang saling menguntungkan antara kegiatan pariwisata dan upaya pelestarian Dengan menjaga kelestarian alam, masyarakat secara tidak langsung juga menjaga keberlangsungan sumber ekonomi mereka yang berasal dari sektor Namun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang masih menghadapi beberapa tantangan dalam implementasinya. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum meratanya distribusi manfaat ekonomi yang dirasakan oleh seluruh Sebagian masyarakat yang memiliki akses langsung terhadap sektor pariwisata memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang tidak terlibat secara langsung dalam aktivitas wisata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesenjangan ekonomi apabila tidak dikelola dengan baik. Selain itu, peningkatan jumlah wisatawan juga menuntut adanya pengelolaan wisata yang lebih profesional agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan wisata yang lebih terencana dan berkelanjutan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat sekitar kawasan wisata. Temuan penelitian lainnya menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan sektor pariwisata di Bukit Lawang. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai pihak yang menjaga keberlangsungan lingkungan serta budaya lokal yang menjadi bagian dari daya tarik wisata. Keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan wisata menunjukkan bahwa pengembangan wisata di Bukit Lawang telah menerapkan konsep pariwisata berbasis masyarakat . ommunity based touris. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan wisata sehingga mereka dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung dari aktivitas pariwisata yang berkembang di daerah mereka. Dengan adanya keterlibatan masyarakat, pengembangan wisata juga menjadi lebih berkelanjutan karena masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan sektor pariwisata tersebut. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengembangan wisata orangutan di Kecamatan Bukit Lawang memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pengembangan wisata ini mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Selain itu, dalam perspektif ekonomi syariah, aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer wisata juga mencerminkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, serta kemaslahatan bagi Meskipun demikian, masih diperlukan upaya pengelolaan yang lebih optimal agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, wisata orangutan di Bukit Lawang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam. Pembahsan Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata orangutan di Kecamatan Bukit Lawang memiliki peran yang cukup signifikan dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Hal ini sejalan dengan konsep pengembangan pariwisata berbasis potensi alam yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Kehadiran wisatawan memberikan dampak ekonomi melalui berbagai aktivitas usaha seperti jasa pemandu wisata, penginapan, kuliner, serta penjualan cendera mata yang dikelola oleh masyarakat setempat. Temuan ini menguatkan pandangan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi salah satu instrumen pembangunan ekonomi daerah yang efektif, terutama di wilayah yang memiliki potensi wisata alam. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, kegiatan pariwisata memiliki efek pengganda . ultiplier effec. yang mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya. Dengan demikian, pengembangan wisata orangutan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat secara langsung, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan di kawasan Bukit Lawang. Selain memberikan dampak ekonomi, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor pariwisata menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan wisata orangutan. Partisipasi masyarakat terlihat dari berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, seperti membuka usaha penginapan, rumah makan, serta jasa pemandu wisata. Kondisi ini mencerminkan adanya penerapan konsep pariwisata berbasis masyarakat . ommunity based touris. , di mana masyarakat menjadi aktor utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata di daerah Melalui keterlibatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari sektor pariwisata, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan aktivitas wisata. Dalam konteks pembangunan ekonomi lokal, keterlibatan masyarakat dalam sektor pariwisata dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap potensi wisata yang ada, sehingga mendorong masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan suasana wisata yang nyaman bagi para pengunjung. Dalam perspektif ekonomi syariah, pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang dapat dipandang sebagai salah satu bentuk aktivitas ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Prinsip ekonomi syariah menekankan bahwa kegiatan ekonomi harus memberikan manfaat yang adil bagi semua pihak serta tidak menimbulkan kerugian bagi pihak lain maupun Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan wisata Bukit Lawang pada umumnya telah mencerminkan nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, serta pelayanan yang baik kepada wisatawan. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari etika bisnis dalam Islam yang menekankan pentingnya keadilan dan kejujuran dalam setiap aktivitas ekonomi. Dengan Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer demikian, pengembangan wisata yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga memperhatikan aspek moral dan etika dalam praktik ekonomi masyarakat. Lebih lanjut, konsep kesejahteraan dalam ekonomi syariah tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga dari terciptanya keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam konteks pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang, kesejahteraan masyarakat tidak hanya terlihat dari meningkatnya pendapatan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian Masyarakat memahami bahwa keberadaan hutan dan orangutan sebagai satwa langka merupakan aset utama yang mendukung keberlangsungan sektor pariwisata di daerah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap upaya konservasi lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Kondisi ini sejalan dengan konsep keberlanjutan dalam ekonomi syariah yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan untuk kepentingan generasi yang akan datang. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan adanya tantangan dalam pengembangan wisata orangutan, terutama terkait dengan distribusi manfaat ekonomi yang belum sepenuhnya merata di kalangan Sebagian masyarakat yang memiliki akses langsung terhadap sektor pariwisata memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang tidak terlibat secara langsung dalam aktivitas wisata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sektor pariwisata masih memerlukan perencanaan yang lebih baik agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Dalam perspektif ekonomi syariah, keadilan distribusi merupakan prinsip penting yang harus diperhatikan dalam setiap aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan wisata di Bukit Lawang perlu diarahkan pada sistem pengelolaan yang lebih inklusif sehingga mampu menciptakan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan Secara keseluruhan, pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai keadilan. Integrasi antara konsep pariwisata berbasis masyarakat dengan prinsip ekonomi syariah dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mengembangkan sektor pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, sektor pariwisata dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat lokal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan wisata orangutan di Kecamatan Bukit Lawang memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Aktivitas pariwisata telah membuka berbagai peluang usaha baru bagi Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer masyarakat, seperti jasa pemandu wisata, penginapan, usaha kuliner, transportasi lokal, serta penjualan cendera mata. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan terciptanya lapangan kerja baru. Selain itu, pengembangan wisata orangutan juga memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hutan sebagai habitat alami orangutan yang menjadi daya tarik utama wisata. Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berperan dalam mendukung upaya konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Dalam perspektif ekonomi syariah, pengembangan wisata orangutan di Bukit Lawang menunjukkan adanya praktik aktivitas ekonomi yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, serta kemaslahatan bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat lokal umumnya berlangsung secara transparan dan mengedepankan etika dalam berdagang. Selain itu, keberadaan sektor pariwisata juga mendorong masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengembangan wisata berbasis konservasi alam seperti wisata orangutan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pariwisata yang berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai ekonomi Islam. Adapun kebaruan . dari penelitian ini terletak pada analisis pengembangan wisata orangutan yang tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi pariwisata secara umum, tetapi juga dianalisis melalui perspektif ekonomi syariah yang menekankan nilai keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan mengintegrasikan konsep ekowisata berbasis masyarakat . ommunity based touris. dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam menganalisis dampak pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor pariwisata berbasis konservasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan ekonomi, tetapi juga memperhatikan nilai etika, keberlanjutan lingkungan, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara luas. Dengan demikian, model pengembangan wisata yang berbasis pada nilai-nilai ekonomi syariah dapat menjadi alternatif strategi pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, pengelolaan wisata orangutan di Bukit Lawang diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Keterlibatan masyarakat lokal perlu diperkuat agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata. Selain itu, pelaku usaha dan pengelola wisata diharapkan tetap menerapkan nilai-nilai ekonomi syariah seperti kejujuran, keadilan, dan kemaslahatan dalam setiap aktivitas ekonomi. Bagi peneliti selanjutnya. Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026 Jurnal El Rayyan : Jurnal Perbankan Syariah Volume 5. Nomor 1. April 2026, 60 - 72 E-ISSN: 2829-2642 https://jurnal. id/index. php/jer disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan metode yang berbeda serta menambahkan variabel lain agar hasil penelitian lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA