Hayati: Journal of Education Vol. No. 2, 2025 e-issn 3109-5100 (Onlin. https://jurnal. id/index. php/hayati/index Pengaruh Metode Pembelajaran Praktikum Perubahan Fisika dan Kimia Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Cikancung The Impact of Practical Learning Methods on Physical and Chemical Changes of Student Academic Achievement at SMP Negeri 3 Cikancung Melvin Aldila1. Muhammad Minan Chusni2. Rahayu Kariadinata E-mail Korespondensi: 2259450004@student. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. West Java. Indonesia Info Article |Submitted: 17 Oktober 2. Revised: 10 November 2. Accepted: 11 November 2025 |Published: 15 November 2025 How to cite: Melvin Aldila, etc. AuPengaruh Metode Pembelajaran Praktikum Perubahan Fisika dan Kimia Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 3 CikancungAy. Hayati: Journal of Education. Vol. No. 2, 2025. ABSTRACT Science education in junior high school continues to face difficulties in improving student learning outcomes, especially in physical and chemical changes topic. This study aims to assess the effectiveness of the experimental learning method in improving student learning outcomes at SMP Negeri 3 Cikancung. The method used in this study is a quantitative approach with a One Group PretestAePosttest design. Data were analysed using non-parametric statistical tests and N-Gain value calculations to measure the improvement in students' learning outcomes. The normality test showed that the data were not normally distributed, with a p-value of therefore, the analysis was continued with the Wilcoxon test. The analysis results showed a significant difference between students' initial and final scores, with p = 0. The average final scores of the students increased, with a N-Gain percentage of 78. 11%, which is considered high. This finding indicates that implementing experimental methods for the topic of physical and chemical changes is effective in improving students' learning outcomes. This research makes a significant contribution to the development of more innovative teaching methods in science education at the junior high school level. Keyword: Science Experiment. StudentsAo Learning Outcomes. Physical and Chemical Changes ABSTRAK Pembelajaran IPA di tingkat SMP masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan hasil belajar siswa, terutama pada materi perubahan fisika dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas metode pembelajaran praktikum dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 3 Cikancung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain One Group PretestAePosttest. Data dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik dan perhitungan nilai N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa. Uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi secara normal, dengan nilai p sebesar 0,000. oleh karena itu, analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara skor awal dan akhir siswa, dengan p = 0,000. Rata-rata nilai akhir siswa meningkat, dengan persentase N-Gain sebesar 78,11%, yang tergolong tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan praktikum IPA pada materi perubahan fisika dan kimia efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif dalam pendidikan IPA di tingkat sekolah menengah Kata Kunci: Praktikum IPA. Hasil Belajar Siswa. Perubahan Fisika dan Kimia Pendahuluan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sangat penting dalam pendidikan karena memberikan siswa pemahaman dasar tentang fenomena alam dan konsep-konsep ilmiah yang mendasarinya (Amakraw & Kartika, 2. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), mata pelajaran sains disampaikan dalam format This work is licensed under CC BY-SA 4. terpadu, menggabungkan fisika, kimia, dan biologi (Nuai & Nurkamiden, 2. Disiplin ilmu utama, fisika dan kimia, seringkali dianggap menantang oleh siswa karena membutuhkan penalaran abstrak, proses berpikir logis, dan pemahaman konseptual yang komprehensif (Bintarti dkk. , 2. Situasi ini membutuhkan teknik pembelajaran yang teoretis sekaligus menawarkan pengalaman belajar yang nyata dan bermakna. Materi perubahan fisika dan kimia seringkali menjadi momok bagi siswa karena kompleksitas konsepnya yang abstrak dan sering bertentangan dengan intuisi awal mereka, memicu berbagai miskonsepsi yang menghambat pemahaman mendalam (Cayyn dkk. , 2. Misalnya, siswa kesulitan membedakan antara perubahan kimia dan fisika karena interpretasi metaforis dari fenomena sehari-hari seperti pembakaran atau peleburan, serta kesulitan dalam memahami konsep pada tingkat partikulat (Almuntasheri, 2. Kimia sebagai ilmu pengetahuan yang memiliki konsep abstrak, menuntut siswa untuk memahami aspek simbolik, makroskopik, dan mikroskopik secara mendalam, bukan hanya menghafal (Ningrum et al. , 2. Kesulitan ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar materi kimia bersifat abstrak, mencakup konsep pada tataran mikroskopis yang sulit dibayangkan siswa, serta penyederhanaan dari realitas sebenarnya (Kaanklao & Suwathanpornkul, 2. Metode pembelajaran yang sangat baik untuk mengatasi masalah ini adalah melalui praktikum IPA. Praktikum IPA memungkinkan siswa untuk menerapkan konsep teoretis dalam konteks dunia nyata, mengasah keterampilan ilmiah mereka, dan meningkatkan antusiasme mereka untuk belajar (Nuai & Nurkamiden, 2. Keterampilan proses ilmiah mencakup kemampuan untuk mengamati, mengklasifikasikan, mengukur, memprediksi, mengomunikasikan, dan menarik kesimpulan (Candra & Hidayati, 2. Melibatkan siswa dalam tugas-tugas praktis meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep ilmiah dan secara optimal mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka (Hamidy dkk. , 2. Berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penerapan praktikum IPA berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan kemampuan proses ilmiah siswa. Hamidy dkk. menemukan bahwa praktikum IPA berdampak besar pada kemampuan berpikir kritis siswa dalam pengukuran. Selain itu, penelitian Harahap . menunjukkan peningkatan hasil belajar akibat penerapan praktikum IPA untuk unsur-unsur yang memengaruhi laju reaksi. Meskipun demikian, pelaksanaan praktikum di lembaga pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk sumber daya laboratorium yang tidak memadai dan kurangnya kapasitas guru untuk melaksanakan praktikum IPA dengan baik (Rahman dkk. , 2. Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, penelitian ini menyelidiki dampak teknik pembelajaran praktik terhadap pemahaman siswa SMP tentang konsep 143 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 2, 2025. perubahan fisika dan kimia. Topik-topik ini krusial bagi pendidikan sains dan seringkali menimbulkan miskonsepsi jika diajarkan secara konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan strategi baru berupa kegiatan praktik yang bertujuan untuk memperjelas konsep perubahan fisika dan kimia sekaligus menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman siswa. Berdasarkan konteks dan kesimpulan penelitian terdahulu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah teknik pembelajaran praktik membantu siswa SMP memahami konsep perubahan fisika dan kimia? Hipotesis yang diajukan adalah bahwa penggunaan teknik pembelajaran praktik di SMP Negeri 3 Cikancung akan meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan pada tema perubahan fisika dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan praktikum IPA terhadap pemahaman konsep perubahan fisika dan kimia pada siswa SMP. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran IPA yang lebih efektif, kontekstual, dan menarik, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One Group PretestAePosttest Design, yang melibatkan satu kelompok tanpa adanya kelas pembanding (Creswell, 2. Desain ini dipilih karena sesuai untuk mengukur perubahan hasil belajar sebelum dan sesudah diberi perlakuan, terutama ketika kelas kontrol tidak tersedia. Secara skematis, desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut: OCA Ae X Ae OCC, dengan OCA mewakili pretest . es awa. X merupakan perlakuan berupa praktikum IPA, dan OCC adalah posttest . es akhi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Cikancung tahun ajaran 2025/2026. Pemilihan kelas dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan kesetaraan kemampuan akademik siswa serta ketersediaan fasilitas sederhana yang mendukung pelaksanaan praktikum IPA (Achuthan et al. , 2. Dalam hal ini subjek telah menerima materi prasyarat yaitu, wujud zat dan model partikel, serta perubahan wujud zat. Fokus penelitian terletak pada penerapan metode pembelajaran praktikum untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi Perubahan Fisika dan Kimia. Praktikum IPA dilakukan sebanyak satu kali pertemuan yang terdiri atas empat aktivitas utama, yaitu: . memotong kertas, . membakar kertas, . melarutkan gula, dan . membakar gula. Setiap kegiatan dirancang untuk memperlihatkan perbedaan karakteristik perubahan fisika dan kimia secara kontekstual dan empiris. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses pengamatan, diskusi, serta penarikan kesimpulan oleh siswa. Sebelum kegiatan dimulai, siswa diberikan pretest untuk mengukur pemahaman awal 144 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 2, 2025. terhadap konsep perubahan zat, dan setelah praktikum IPA selesai, diberikan posttest untuk menilai pengaruh praktikum IPA pada hasil belajar siswa. Instrumen penelitian berupa tes yang disusun dalam bentuk soal pilihan Setiap butir soal dikembangkan berdasarkan indikator pencapaian kompetensi pada materi perubahan fisika dan kimia. Instrumen di validasi oleh tiga orang ahli yaitu guru IPA di SMPN 3 Cikancung. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest-posttest. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan Analisis deskriptif digunakan untuk menghitung nilai rata-rata, persentase peningkatan, serta distribusi skor hasil belajar siswa. Peningkatan pemahaman konsep dihitung menggunakan N-Gain Score, dengan rumus: Gambar 1. Rumus N-Gain Skor Kategori interpretasi N-Gain mengacu pada Hake . , yaitu: tinggi (Ou 0,. , sedang . ,30 O N-Gain < 0,. , dan rendah (< 0,. Hasil dan pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti metode pembelajaran praktikum dalam materi perubahan fisika dan kimia di SMP Negeri 3 Cikancung mengalami peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar mereka. Sebelum analisis lebih lanjut, dilakukan uji normalitas. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. N_Gain_Persen Lilliefors Significance Correction Statistic Shapiro-Wilk Sig. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk menghasilkan nilai p = 0. yang menunjukkan bahwa data tersebut terdistribusi tidak normal. Hal ini memungkinkan penggunaan metode analisis statistik nonparametrik untuk evaluasi lebih lanjut. Setelah mendapat hasil dari uji normalitas kemudian dilanjutkan dengan uji statistic nonparametric Wilcoxon dengan hasil sebagai Tabel 2. Ranks Uji Statistik Non Parametrik Wilcoxon Ranks Pemahaman_Awal Pemahaman_Akhir Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Pemahaman_Awal < Pemahaman_Akhir 145 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 2, 2025. Mean Rank Sum of Ranks b. Pemahaman_Awal > Pemahaman_Akhir Pemahaman_Awal = Pemahaman_Akhir Tabel 3. Hasil Uji Statistik Non Parametrik Wilcoxon Test Statisticsa Pemahaman_Awal Pemahaman_Akhir Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on positive ranks. Hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0. 000 yaitu dimana kurang dari nilai Sig 05, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai awal dan nilai akhir siswa. Dengan kata lain, peningkatan nilai yang tercatat tidak hanya kebetulan, melainkan menunjukkan dampak nyata dari penerapan praktikum IPA terhadap hasil belajar siswa. Setelah uji Wilcoxon, analisis lebih lanjut dilakukan dengan menghitung nilai N-Gain untuk mengukur efektivitas Tabel 4. Hasil Analisis N-Gain Descriptives N_Gain_Persen Mean 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound Statistic Upper Bound Std. Error Nilai N-Gain dihitung berdasarkan perbandingan antara peningkatan nilai siswa dan potensi maksimum yang dapat dicapai. Hasil analisis menunjukkan ratarata N-Gain sebesar 78. 11, yang masuk dalam kategori tinggi. Ini mengindikasikan bahwa praktikum IPA tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga menunjukkan potensi yang cukup baik dalam memperbaiki pemahaman siswa. Penentuan efektivitas penerapan metode pembelajaran praktikum perubahan fisika dan kimia teerhadap hasil belajar siswa dapat dilihat dari persentase N-Gain. Persentase N-Gain yang diperoleh sebesar 78,11%, dan masuk dalam kategori efektif. Interpretasi nilai presentase N-Gain dapat dilihat melalui table berikut ini. Tabel 5. Kriteria Penentuan Tingkat Keefektifan Angka ini tidak hanya menunjukkan peningkatan kuantitatif terhadap hasil belajar siswa, tetapi juga merefleksikan perubahan kualitatif dalam cara siswa 146 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 2, 2025. membedakan dua jenis perubahan tersebut. Aktivitas praktikum yang dilakukan yakni memotong kertas, membakar kertas, melarutkan gula, dan membakar gula secara sengaja dirancang berpasangan antara fenomena perubahan fisika dan kimia dengan karakteristik makroskopik yang mirip. Rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman langsung . ands-o. sehingga siswa dapat mengaitkan pengamatan nyata dengan penjelasan di balik fenomena. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya menghafal ciri-ciri perubahan, tetapi belajar menganalisis bukti terbentuk atau tidaknya zat baru serta merevisi miskonsepsi umum seperti Ausetiap perubahan warna pasti kimiaAy atau Auzat yang larut berarti hilang. Ay Dengan demikian, nilai NGain yang tinggi menunjukkan bahwa pendekatan praktikum berbasis perbandingan langsung antara perubahan fisika dan kimia efektif membangun pemahaman yang lebih dalam, sistematis, dan berbasis bukti ilmiah. Peningkatan hasil belajar ini juga dapat dipahami melalui teori konstruktivisme (Wardani dkk. , 2. , yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman langsung. Melibatkan siswa dalam aktivitas laboratorium memfasilitasi partisipasi aktif mereka dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran fisika dan Terlibat langsung dengan materi dan mengamati fenomena ilmiah memungkinkan siswa untuk menghubungkan teori dengan pengalaman, sehingga memperdalam pemahaman mereka. Penemuan ini sejalan dengan penelitian Harahap . , yang menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis laboratorium memiliki pemahaman yang lebih unggul terhadap konsep-konsep kimia dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Tren positif dalam data menunjukkan bahwa metode kerja laboratorium efektif dalam meningkatkan hasil belajar, memperkuat gagasan bahwa pembelajaran laboratorium dapat meningkatkan pemahaman siswa. Selain peningkatan hasil belajar, penerapan praktikum IPA juga meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Selama proses pembelajaran, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam melakukan pengamatan dan berdiskusi untuk membedakan karakteristik perubahan fisika dan kimia. Hal ini mendukung pandangan Nuai dan Nurkamiden . bahwa praktikum IPA mampu menumbuhkan minat belajar serta keterampilan proses sains, seperti mengamati, mengklasifikasi, dan mengkomunikasikan hasil percobaan. Dengan demikian, temuan penelitian ini berhasil menjawab rumusan masalah yang diajukan yakni, metode pembelajaran praktikum berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep perubahan fisika dan kimia pada siswa SMP. Berdasarkan hasil analisis, hipotesis penelitian terbukti, bahwa penerapan metode pembelajaran praktikum secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi perubahan fisika dan kimia di SMP Negeri 3 Cikancung. 147 | Hayati: Journal of Education. Vol. No. 2, 2025. Penutup Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran praktikum secara signifikan berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa dalam materi perubahan fisika dan kimia di SMP Negeri 3 Cikancung. Hasil analisis mendukung hipotesis yang diajukan, yaitu praktikum IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari uji statistik didapat, persentase N-Gain sebesar 78. 11%, yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa praktikum IPA berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan bukti yang relevan untuk mendukung hipotesis awal dan menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran praktikum dalam pendidikan IPA. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan efektivitas metode pembelajan ini. Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian, guru IPA sebaiknya menerapkan kegiatan praktik yang lebih lugas, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan praktik tidak memerlukan peralatan laboratorium yang ekstensif namun kegiatan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan instrumen dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Metode ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang konsep perubahan fisika dan kimia sekaligus mengembangkan kemampuan proses sains. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain quasi-experimental atau true-experimental dengan melibatkan kelompok control. Penelitian ini juga dapat menjadi metode bagi guru IPA untuk mengembangkan modul praktikum sederhana berbasis kearifan local atau bahan sekitar yang tetap efektiif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ucapan Terimakasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada SMP Negeri 3 Cikancung atas bantuan dan kolaborasinya selama penelitian, serta kepada siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini. Daftar Pustaka