PEMIMPIN YANG ZALIM Djamali Mokoginta1. Febriyanto Palinga2. Fitri N. Laiya3. Rindiany4. Andika Bantilan5 alimokoginta719@gmail. com1 febriyantopalinga@gmail. fitrialaiya494@gmail. Abstrak Pemerintahan yang baik ialah pemerintahan di bawah naungan pemimpin yang Tapi bagaimana pemerintahan dengan pemimpin yang tidak adil, ambisi, hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri dan tidak memikirkan rakyatnya. Dengan perilaku tersebut, keberadaan suatu wilayah tidak akan aman damai, dan sentosa. Artikel yang berjudul AuPemimpin yang dzolimAy. Seperti yang terjadi di zaman sekarang ini, bayak pemimpin-pemimpin tidak bertanggung jawab dengan kepemimpinannya. Secara eksplisit, penulis akan membahas pemimpin-pemimpin yang tidak bertanggung jawab, dan akan dibahas lugas dengan sesuai metodologi penulisan karya tulis ilmiah. Penulis menyajikan artikel dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah difahami dan dicerna. Objek kajiannya meliputi takhrij, sanad dan matan. Perihal urutan kajian artikel ini adalah, takhrij hadits menganalisa sumber sampai ke sumber aslinya Sanad, hubungan, sandaran, atau perkara yang dapat dipercayai. Matan, teks hadis, berupa ucapan, perbuatan, dan takrir yang terletak setelah sanad. Key Word. Pemimpin. Serakah. Hadis Good government is government under the auspices of a just leader. But what about a government with leaders who are unfair, ambitious, only think about their own interests and don't think about their people. With this behavior, the existence of a region will not be peaceful and secure. The article entitled "The tyrannical leader". As is happening today, many leaders are not responsible for their leadership. Explicitly, the author will discuss irresponsible leaders, and will be discussed straightforwardly according to the methodology of writing scientific papers. The author presents articles in light language, so they are easy to understand and digest. The object of study includes takhrij, sanad and matan. Regarding the order in which this article is reviewed, takhrij hadith analyzes sources down to the original. Sanad, relationships, backings, or things that can be trusted. Matan, the text of hadith, is in the form of sayings, actions, and takrir which are located after the sanad. Key Words. Leader. Greedy. Hadith A. PENDAHULUAN Takhrij al-Hadis Takhrij al-Hadis yang dimaksudkan adalah penelusuran hadis-hadis yang telah dikumpulkan pada berbagai kitab hadis, dalam hal ini adalah lebih darial-Kutub alTisAoahSahih al-Bukhari. Sahih Muslim. Sunan Abu Dawud. Sunan al-Tirmizi. Sunan alNasaAoi. Sunan Ibn Majah, al-MuwattaAo Malik. Musnah Ahmad bin Hanbal dan Sunan alDarimi. Penelusuran hadis-hadis pada kitab-kitab hadis ini dilakukan dengan metode takhrij al-hadis bil lafz, yaitu dengan menggunakan kitab al-MuAojam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawi yang disusun oleh A. Wensinck dan dialihbahasakan oleh FuAoad AoAbd al-Baqi. Berdasarkan penelusuran hadis-hadis tentang pemimpin yang dzolim, pada kitab alMuAojam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawi dengan menggunakan lafal AuAAyEA, ditemukan bahwa hadis ini tentang pemimpin yang dzolim. Yang ditakhrij oleh dua mukharrij, yaitu an-Nasai dan at-Tirmidzi. Jumlah total hadis yang ditakhrij oleh anNasaAoi dan at-Tirmidzi berjumlah tiga hadis. Dari ketiga hadits tersebut maka dapat kita teliti dari penulis adalah jalur-nya an-NasaAoI, karena hasil penelitian oleh penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa, jalur hadis yang paling mendekati matan. Dari hasil pencarian yang dilakukan menggunakan beberapa metode yang sudah dijelaskan sebelumnya, ditemukan beberapa petunjuk bahwa hadis yang dimaksud terdapat pada kitab sebagai berikut: Sunan an-NasaAoi, kitab an-NasaAoi, bab BaiAoah. Juz 7, halaman 442, nomor Sunan at-Tirmidzi, kitab al-JamiAo al-Kabir at-Tirmidzi. Juz 4, halaman 109. IAotibaral-Sanad Setelah di kumpulkan dengan beberapa hadis-hadis yang ada, maka bisa di tentukan bahwa riwayat An-nasaAoi hanya memiliki riwayat mutabi, yaitu kaab bin Ujrah adapun metode periwayatan yang di gunakan pada jalur An-nasai adalah qalaAoan dan haddasanan. Slanjutnya untuk lebih jelasnya tentang para priwayat hadis tersebut, maka bisa di lihat dari skema berikut: Teks Hadis dan Artinya AU aO a eaaU a a aA a aEcaO NEEA a aA eO aE NEEA e aA caE aI aOIae Ia A a AaU a eIA a AEa eO aN aOA a A a a a uaEa eOIa aA:aA aeI ae aa CaEA s A eaI aE eA A aEO aeN eIA a AaO a aI a a Aa aI eI a a aEA e aA aOeE a a aIIa eEa aaI Aa aC aE uA a aA aI e a eI aIcaNA a A aIa eO aN eEA a A eEa a aO aeI aIIa eEa aA e AOaE eaOIa a eA a AEaOA A aO aI eI Ea eI aO e a eEA a Ae a aO a sA a AA caCa aN eI a aE a a aN eI aOaaIa aN eIA a AEa caO eE eaOA a a e aAe aIIcaO aOEA a Aa aI eINa aOEaOA a A eE aI aN eI AaEaOA a AA a ca eC aN eI a aE a a aN eI aA aN aO aIIcaO aOaIa aI eINa aON aaO aO a UA a AEaO aeN eI aOEaI Oa a eIN eIA a AEa caO eE eaOA a aAEaO a eE aI aN eI aOEa eI OA Artinya : AuDari KaAoab bin AoUjrah . ia berkata: Rasulullah saw menghampiri kami, kami berjumlah sembilan, lima, dan empat. Salah satu bilangan . dari Arab sementara yang lain dari AoAjam. Beliau bersabda: Dengarkan, apa kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku nanti akan ada pemimpin-pemimpin, barangsiapa yang memasuki . erpihak kepad. mereka lalu membenarkan kedustaan mereka serta menolong kezaliman mereka, ia tidak termasuk golonganku dan tidak akan mendatangi telagaku. Barangsiapa tidak memasuki . erpihak kepad. mereka, tidak membantu kezaliman mereka dan tidak membenarkan kedustaan mereka, ia termasuk golonganku, aku termasuk golongannya dan ia akan mendatangi telagaku. NaqdSanad Naqad snad adalah kegiatan untuk menilai hadis dari sisi eksternal dengan melihat ketersambungan sanad selain itu juga naqad hadis merupakan naqad matan. Sebagai mana naqad sanad, kegiatan naqad matan juga angant penting untuk dilakukan. Akan tetapi di dalam di dalam prakteknya, naqad matan ini di lakukan di lakukan apabila status sanad untuk matan hadis yang akan dilakukan naqd terhadapnya sebagai sanad yang sahih atau minimal, sanad tersebut tidak terlalu parah kedaAoifannya. Dengan demikian, menurut ulama hadis bahwa suatu hadisdapat dikatakan berkualitas sahih, sahih lizatihi, jika sanad dan matan sebuah hadis sama-sama berkualitas sahih. 1Sanad yang telah teridentifikasi berkualitas sahih, namun matannya daAoif atau sebaliknya, maka tidak dapat disebut sebagai hadis sahih. Sebelumnya telah di jelaskan bahwa jalus sanad An-nasaAoi adalah an-nasaAoi . Harun bin Ishak bin Muhammad. Muhammad bin abdul wahhab, sufyan bin saAoid bin masruq, utsman bin Ashim Bin Husain , amir bin syarahi, ashim, kaAoa bin ujrah. Selanjutnya untuk lebih jelasnya tentang para periwayathadis tersebut, maka berikut ini pembahasan tentang biografi dan penilaian ulama tentang masing-masing periwayat. Salah al-Din bin Ahmad al-Adlabi. Manhaj al-Naqd al-Matn (Beirut: Dar al-Afaq alJadidah, 1. , h. AASkema HadisAA AEca aIA A aa a auEa eOIa a aA AAEcaO NEEa aA AEa eO aN aO aA A eO aE NEEa aA AaOaA Aau eA AIaa eOaNEea aI e a eIaIcaNaaOE eaOIa a e eA AE IA AAI EOOA AEOA AO AOIA AIA AII IA AEONA ANOI IA AuCA AENIIOA AEIOA AEIOA An-NasaAoiNama lengkapnya adalah Aumad ibn Syu`aib ibn `Ali ibn Sinan Ab `Abd ar-Rauman al-NasaAoi, lahir pada tahun 215 H. Ia dikenal dengan nama NasaAoi yang dinisbahkan kepada kota NasaAoi, salah satu kota di Khurasan. Imam NasaAoi menerima Hadi dari SaAoid. Ishaq bin Rawahih, dan ulama lainnya dari tokoh Hadi di Khurasan. Hijaz. Irak. Mesir. Syam, dan Jazirah Arab. Diriwayatkan atas otoritasnya. Ahmad bin Asad Al-Bajali. Ibnu Binti Malik. Ibnu Mughal. Ahmad bin Jawas Al-Hanafi. Al-Hasan bin Al-RabiAo Al-Bajari. Muhammad Bin Husain. Al-Barjalani dan. Harun Bin Ishak Al-Hamdani. Beliau memiliki murid yang bernama imam An-Nasai. Harun bin Ishak Al-Hamdani, beliau berkuniyah Abu Al-Qosim, beliau hidup di negeri kufah, dan wafat pada 258 H, pada saat itu Harun hidup di masa tabiAoin dan tidak bertemu dengan sahabat, dan dengan itu juga pada zaman tabiAoin dan beguru langsung dengan An-Nasai, bisa ditarik kesimpulan beliau punya otoritas tinggi dalam meriwayatkan hadits ini. Gurunya Harun bin Ishak Al-Hamdaniy adalah. Muhammad bin AoAbdul Wahhab, dengan nama nasab. Al-Qannad As Sakriy. Abu Yahya Al-Kufi, saudaranya Fudayl bin Abdul Wahhab. Mawla bani Qiyas bin TsaAolabah, dari Ghatafan asal Ashbahaniyah. 3Sesuai dengan namanya, beliau lahir di Kufah dan wafat pada 212 H. Kemudian MisAoar bin Kidam bin Zhuhair,dengan kuniyah beliau Abu Salamah. Laqob Al Mushaf, dan Nasab Al-Hilaliy Al-AoAmiriy, beliau merupakan murid dari Utsman bin AoAshim bin Hushain. Lahir pada masa tabiAoin namun tidak berjumpa sahabat. Adapun beberapa komentar dari para ulama, seperti. Imam Ahmad bin Hambal. Al-AoAji. Yahya bin MaAoin, beliau menyebut MisAoar sebagai seorang AutsiqohAy yakni terpercaya. Utsman bin AoAshim bin Hushain, kuniyah beliau Abu Al-Hasin, nasab Al-Asadiy, hidup di negeri kufah dan wafat pada 128 H. Beberapa komentar ulama terhadap beliau yakni. Yahya bin MaAoin. Abu Hatim. An-Nasai, menyebut Utsman ialah seorang AutsiqohAy atau terpercaya. Gurunya Utsman adalah Amir bin Syarahil, nasabnya Asy SyaAobiy Al-Humairiy, beliau merupakan TabiAoin kalangan pertengahan, lahir 104 H dan wafat di kufah. Adapun beberapa pendapat para ulama yakni. Yahya bin MaAoin. Abu ZurAoah. Ibnu Hajar AlAsqalani. Adz-Dzahabi, mengomentari beliau dengan sebutan Autsiqah, tsiqah masyhur, dan seorang toko yang berpengaruh. Kemudian Muridnya KaAoab bin AoUjrah, adalah Ashim, nama lengkapnya Ashim AlAoAdawiy. Beliau adalah tabiAoin kalangan pertengahan yang tinggal di kuffah. Dengan beberapa komentar para ulama tentang perawi ini adalah. An-Nasai. Ibnu Hibban. AdzDzahabi, rata-rata dari mereka menyebutkan beliau seorang AutsiqahAy atau seorang perawi yang bisa dipercaya. Artikel IAIN An-Nur Lampung. Riwayat hidup Imam An-Nasai, 27 Desember 2022 Jamal al-Din Abi al-Hajjal Yusuf al-Mizzi. Lihat kitab. Tahdzibul Kamal Fi AsmaAo ArRijal. Jilid 26 ( Cet. II. Bagdad. MuAoassas al-Risalah ) h. Ibid, hal. Jamal al-Din Abi al-Hajjal Yusuf al-Mizzi. Lihat kitab. Tahdzibul Kamal Fi AsmaAo ArRijal. Jilid 11 ( Cet. II. Bagdad. MuAoassas al-Risalah ) h. Ibid, jilid 14 hal 33 Ibid, jilid 14 hal 33 Ka'ab bin 'Ujrah al-Anshari as-Salimi al-Madani radhiyallahu Aoanhu. Berkunyah Abu Muhammad atau Abu 'Abdillah atau Abu Ishaq Radhiyallahu 'anhu. Ka'ab bin 'Ujrah al-Anshari radhiyallahu Aoanhu meriwayatkan sejumlah 47 hadits, dengan dua di antaranya disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. 8Imam adz-Dzahabi rahimahullah menyatakan bahwa sejumlah orang yang meriwayatkan dari Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu Aoanhu. Di antaranya, putra-putra Ka'ab bin 'Ujrah sendiri yaitu Sa'ad. Muhammad. Abdul Malik dan Rabi'. Selain mereka, ada Thariq bin Syihab. Muhammad bin Sirin. Abu Wail. Abdullah bin Ma'qil. Abu 'Ubaidah bin Abdullah bin Mas'ud, dan penduduk Madinah. Kufah lainnya. 9Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu Aoanhu wafat tahun 52 H di Madinah dalam usia 75 atau 77 tahun, dengan tangan yang putus dalam sebuah jihad fisabilillah yang beliau ikuti. Naqd Matan Naqd al-dakhili atau naqd al-matn yaitu menilai hadits dari sisi internalnya dengan mempertimbangkan terhindarnya matan dari syadz dan illat. Naqd al-khariji atau naqd al-sanad yaitu menilai hadits dari sisi eksternalnya dengan melihat ketersambungan sanad, kekuatan hapalan dan adalah rawi. Secara etimologis, matan adalah tanah yang tinggi dan keras. Sedangkan menurut istilah , matan adalah sebuah kalimat yang terletak setelah berakhirnya sanad suatu hadits. Dengan kata lain, matan adalah isi hadits yang mengandung ungkapan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Langkah pertama, kajian sanad menunjukkan bahwa hadis tentang keutamaan shalawat atas Nabi Muhammad saw. berkualitas hasan dari segi sanad, sehingga dapat dilanjutkan pada langkah penelitian selanjutnya, yaitu meneliti susunan lafal matan hadis yang semakna. Langkah kedua, meneliti susunan lafal matan hadis yang semakna. Secara praktis, lafal matan hadis yang diteliti dibandingkan dengan lafal matan hadis lainnya yang tidak semakna. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut. AIOI EOA AIA ACIA acCa aN eI EaN eIA a aAI e a eI aIacNA a A(( e aIaO N eaEA a aA a aEOIa a eO a aI a a aI eI a a aE aEaOeN eI AA a AaO a aIa aN eI aEaOA A aO aI eI Ea eIA a AO E a eOA a Ae IIO aOEa ea I eINa aOEaOA a AEIN eI AaEaOA ca aAe Oa a aEA a AA eC aN eI EaN eI aOEa eI Oa eI aN eI aEaOA aA eEIN eI Aa aN aO IIO aOaIa I eINA a aAOae a eE aEaOeN eI aOEa eI OA ))AA a AaOA a AO eE a eOA ca aAOa a aEA acCa aN eI EaN eIA a A)) e aIaO N eaEA a aAI e a eI aIacNa a aO aEOIa a eO a aI a a Aa aI eI a a aE aEaOeN eI AA a AaO a aIa aN eI aEaOA aA aO aI eI E eIA a a AO E a eOA a Ae IIO aOE e IIN aOEOA a AEIN eI AEOA ca Ae aO aEA AAC aN eI aEN eI Aa aN aO IIO aOIa I eINa aON aaOA a aAOae a eE aEaOeN eI aOEa eI Oa eI aN eI aEaO EIN eI aOEa eI OA ((AA a AO eE a eOA ca aO aEA AEIOA AEIOA Al-Khulashah karya al-Khazraji. Kutipan dari Dirasah 'Isyrana Haditsan min Shahih Muslim dalam kumpulan buku berjudul Kutub wa Rasail Abdul Muhsin bin Hamd al-'Abbad alBadr 2/549. Lihat kitab Siyaru A'lamin Nubala 3/52. Kitab Al-lshabah hal. Pada tabel terdapat dua jalur sanad dengan redaksi makna berbeda yang akan di bandingkan, yaitu redaksi dalam At-tirmidzi dan An-nasai. Setetelah riwayatriwayat ini di telusuri dan di bandingkan, dapat di ketahui bahwa hadis ini dapat di riwayatkan bi al-lafzi. Redaksi hadis yang terdapat dalam At-tirmidzi tidak sama dengan redaksi yang terdapat pada riwayat lain. Setelah di telusuri bahwa di dalam riwayat Tirmidzi dan An-Nasai ada perbedaan lafaz, kata satakunu yang terdapat dalam An-Nasai seadangkan pada riwayat At-Tirmidzi yanng berbunyi sayakunu. Hadis ini tidak bertentangan dengan Al-QurAoan ca Au acIA o AI eEAae a aO eE aI eI aE aO eEa eOA a AI aOuO a O eECa ea O aOOa eI aN OA a eAacEEa Oa e aI a eEaeE aO eA a AOaA aA aE eI EaaEac aE eI aa acE aOIA Artiny: AuSesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan . dan memberi kepada keluanga yang terdekat. dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran"11 Tiga hal yang diperintahkan oleh Allah supaya dilakukan sepanjang waktu sebagai tanda dari taat kepada Allah. Pertama jalan adil, yaitu menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan mana yang benar, mengembalikan hak kepada yang empunya dan jangan berlaku zalim aniaya. Lawan dan adil ialah zalim, yaitu memungkiri kebenaran karena hendak mencari keuntungan bagi diri sendiri, mempertahankan perbuatan yang salah, sebab yang bersalah itu ialah kawan atau keluarga sendiri. Maka selama keadilan itu masih terdapat dalam masyarakat pergaulan hidup manusia, selama itu pula pergaulan akan aman sentosa, timbul amanah dan percaya-mempercayai. Sesudah itu diperintahkan pula melatih diri berbuat ihsan. Arti ihsan ialah mengandung dua maksud. Pertama selalu mempertinggi mutu amalan, berbuat yang lebih baik dari pada yang sudah-sudah, sehingga kian lama tingkat iman itu kian naik. Di dalam hadits Rasulullah A Ayang shahih disebut AuAl-lhsan ialah bahwa engkau sembah Allah, seakan-akan engkau lihat Allah itu. Maka jika engkau tidak lihat Dia, namun Dia tetap melihat engkau. Au Maksud ihsan yang kedua ialah kepada sesama makhluk, yaitu berbuat lebih tinggi lagi dari Misalnya kita memberi upah kepada seseorang mengerjakan sesuatu pekerjaan. Kita berikan kepadanya upah yang setimpal dengan tenaganya. Pembayaran upah yang setimpaKtu adalah sikap yang adil. Tetapi jika kita lebihi daripada yang semestinya, sehingga hatinya besar dan dia gembira, maka pemberian yang berlebih itu dinamai ihsan. Lantaran itu maka ihsan adalah latihan budi yang lebih tinggi tingkatnya daripada adil. Misalnya pula ialah seorang yang berutang kepada kita. Adalah suatu sikap yang adil jika utangnya itu kita tagih. Tetapi dia menjadi ihsan kalau utang itu kita maafkan. Yang ketiga ialah memberi kepada keluarga yang terdekat. Ini pun adalah lanjutan daripada ihsan. Karena kadang-kadang orang yang berasal dari satu ayah dan satu ibu sendiri pun tidak sama nasibnya. Ada yang murah rezekinya lalu menjadi kaya raya dan ada yang Lihat QurAoan dan artinya Kemenag. QS. An-Nahl 90 hidupnya tidak sampai-menyampai. Maka orang yang mampu itu dianjurkan berbuat ihsan kepada keluarganya yang terdekat, sebelum dia mementingkan orang lain. Al-Qurthubi menulis dalam tafsirnya. AuMaka sesungguhnya Allah suka sekali hamba-Nya berbuat ihsan sesama makhluk, sampai pun kepada burung yang engkau pelihara dalam sangkarnya, dan kucing di dalam Jangan sampai mereka itu tidak merasakan ihsan dari engkau. AuDan melarang dari yang keji dan yang dibenci dan aniaya. " Inilah pula tiga larangan Allah yang seyogianya dijauhi oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah. Allah melarang segala perbuatan yang keji-keji, yaitu dosa yang amat merusak pergaulan dan Biasa di dalam Al-Qur'an, kalau disebut al-Fahsyaa' yang dituju ialah segala yang berhubungan dengan zina. Segala pintu yang menuju kepada zina, baik berhubungan dengan pakaian yang membukakan aurat, atau cara-cara lain yang menimbulkan nafsu syahwat yang menuju ke sana. Itu hendaklah ditutup mati. Dan yang dibenci atau yang mungkar ialah segala perbuatan yang tidak dapat diterima baik oleh masyarakat yang memupuk budi yang luhur, dan segala laku tingkah perangai yang membawa pelanggaran atau aturan agama. Dan aniaya, yaitu segala perbuatan yang sikapnya menimbulkan permusuhan terhadap sesama manusia, karena mengganggu hak dan kepunyaan orang lain. AuDimslhati-Nya kamu, supaya kamu ingat. Ketiga perintah yang wajib kamu kerjakan itu dan larangan yang wajib kamu jauhi itu ialah untuk keselamatan dirimu sendiri supaya kamu selamat dalam pergaulan hidup. Pengajaran dan nasihat ini adalah langsung datang dari Allah sendiri. Kalau kamu kerjakan tiga yang disuruhkan, kamu pun selamat. Kalau kamu jauhi tiga yang dilarang, hidupmu pun akan bahagia. Menurut riwayat dari Ibnu Jarir bahwasanya Abdullah bin Mas'ud pernah mengatakan bahwa ayat ini adalah ayat yang paling jelas memberi petunjuk mana yang baik dan mana yang jahat. Tersebut pula di dalam tafsir Ibnu Katsir bahwasanya Aktsam bin Shaifi yang terkenal dan dahulunya pemeluk agama Nasrani mengatakan kepada kaum keluarganya yang pernah menemui Nabi Muhammad A Alalu diterangkan Nabi Muhammad A Aayat ini kepada mereka. Setelah mereka kembali kepada Aktsam bin Shaifi, berkatalah dia kepada kaumnya itu. AuKalau demikian dia ini adalah menyuruhkan kita agar berpegang kepada akhlak yang mulia dan mencegah kita dari akhlak yang hina. Oleh sebab itu saya anjurkan kepada kamu semuanya supaya segeralah kita terima ajakan orang ini, kita langsung menjadi pengikutnya. Hendaklah kamu semuanya dalam hal ini menjadi kepala-kepala yang terkemuka, jangan hanya menjadi ekor-ekor yang di belakang-belakang. lkrimah bercerita bahwa ayat ini pun pernah dibaca Rasulullah di hadapan seorang pemuka Quraisy yang termasuk penentangnya selama ini, bernama Walid bin Mughirah. Setelah didengarnya, dia pun berkata. AuHai anaksaudaraku! Ulang sekali lagi!" Lalu diulang oleh Nabi AA. Maka berkatalah Walid. AuDemi Allah, susun katanya lemak manis. Senang sekali telinga Pucuknya mendatangkan buah, uratnya penuh dengan kesuburan. Ini bukan kata sembarang kata, ini bukan kata-kata manusia. Artinya, meskipun dia seorang penentang, payah dia buat memungkiri bahwa perkataan ini bukanlah perkataan Muhammad, melainkan wahyu. Setelah terjadi pertentangan yang begitu hebat di antara golongan Ali dengan Mu'awiyah, yang berakhir dengan kemenangan Mu'awiyah, terutama setelah Ali bin Abi Thalib mati terbunuh, maka kaum Bani Uma-yyah, telah mempergunakan khutbah-khut-bah Jum'at untuk maksud-maksud politik. Lalu pada khutbah yang kedua di seluruh mimbar masjid yang dikuasai oleh Bani Umayyah, ditambahkanlah khutbah mengutuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dan berlakulah yang demikian itu bertahun-tahun lamanya. Maka setelah jabatan khalifah jatuh ke atas diri Sayyidina Umar bin Abdul Aziz, beliau perintahkan menghentikan ucapan mencela dan mengutuk Ali bin Abi Thalib itu, dan beliau suruh menggantinya dengan ayat 90 dari surah an-Nahl ini. Menjadi kebiasaanlah pada tiap-tiap khutbah Jum'at yang kedua menutupnya dengan ayat ini, dan berlakulah pusaka Umar bin Abdul Aziz itu pada khutbah yang kedua di serata-rata negeri Islam yang memegang sunnah sampai masa sekarang ini. Sehingga terhitunglah ini salah satu bekas yang mulia dan tangan beliau. Kesimpulan Berdasarkan penelusuran hadis-hadis tentang pemimpin yang dzolim, pada kitab al-MuAojam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawi dengan menggunakan lafal AuAAyEA, ditemukan bahwa hadis ini tentang pemimpin yang dzolim. Yang ditakhrij oleh dua mukharrij, yaitu an-Nasai dan at-Tirmidzi. Jumlah total hadis yang ditakhrij oleh an-NasaAoi dan at-Tirmidzi berjumlah tiga hadis. Dari ketiga hadits tersebut maka dapat kita teliti dari penulis adalah jalur-nya an-NasaAoI, karena hasil penelitian oleh penulis dapat ditarik kesimpulan bahwa, jalur hadis yang paling mendekati matan. Naqad snad adalah kegiatan untuk menilai hadis dari sisi eksternal dengan melihat ketersambungan sanad selain itu juga naqad hadis merupakan naqad Sebagai mana naqad sanad, kegiatan naqad matan juga angant penting untuk dilakukan. Akan tetapi di dalam di dalam prakteknya, naqad matan ini di lakukan di lakukan apabila status sanad untuk matan hadis yang akan dilakukan naqd terhadapnya sebagai sanad yang sahih atau minimal, sanad tersebut tidak terlalu parah kedaAoifannya. Naqd al-dakhili atau naqd al-matn yaitu menilai hadits dari sisi internalnya dengan mempertimbangkan terhindarnya matan dari syadz dan illat. Naqd al-khariji atau naqd al-sanad yaitu menilai hadits dari sisi eksternalnya dengan melihat ketersambungan sanad, kekuatan hapalan dan adalah rawi. Secara etimologis, matan adalah tanah yang tinggi dan keras. Sedangkan menurut istilah , matan adalah sebuah kalimat yang terletak setelah berakhirnya sanad suatu hadits. Dengan kata lain, matan adalah isi hadits yang mengandung ungkapan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Daftar Pustaka