Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Pendampingan Komunitas Belajar Mini Produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan Melalui E-Kombel Sebagai Upaya Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Inklusif Moh Zayyadi1*. Harfin Lanya2. Yanti Linarsih3. Muhammad Umar Mansyur4. Tsalitsatur Rizqiyah5. Nabillah Ayuditya Rochmadyan6 1,2,5,6Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Madura 3Pendidikan Bahasa Indonesia. FKIP. Universitas Madura 4Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Madura Email:1*zayyadi@unira. id, 2lanya_math@unira. id, 3yanti@unira. id, 4umar@unira. 5tsalitsazhar8@gmail. com, 6nabillahayuditya@gmail. (*Moh zayyadi : coressponding autho. Received 23-September-2024 Accepted 30-September-2024 Publish 30-September-2024 Abstrak- Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan komunitas belajar mini produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan melalui E-Kombel sebagai upaya mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Kolpajung 2 Pamekasan dengan fokus pada implementasi komunitas Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah refleksi awal, perencanaan, perancangan E-Kombel sebagai inovasi, lokakarya atau pelatihan, implementasi IPTEKS, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Dengan kegiatan pendampingan ini, sekolah sangat terbantu dalam pelaksan komunitas belajar, baik komunitas belajar internal maupun secara eksternal. E-Kombel sebagai aplikasi berbasis IT yang sangat efektif untuk menambah waktu terbatas di Sekolah dapat dilaksanakan di rumah. E-Kombel menjadikan komunitas lebih keren dan canggih dan dokumen administrasi tersimpan lebih aman daripada secara manual. Ada beberapa saran dan masukan dari peserta pengabdian adalah adanya diharapkan bisa lebih banyak lagi pengaplikasian E-kombel untuk mewujudkan ekosistem Pendidikan Inklusif di sekolah. Kata Kunci: Pendampingan. Komunitas Belajar. Mini Produkti. Pendidikan Inklusif. Berbasis IT AbstractOe The purpose of this community service is to aid the productive mini learning community of SDN Kolpajung 2 Pamekasan through E-Kombel as an effort to realize an inclusive education ecosystem. This activity was carried out at SDN Kolpajung 2 Pamekasan with a focus on the implementation of the learning The method of implementing activities used in community service is initial reflection, planning, designing E-Kombel as an innovation, workshops or training, implementation of IPTEKS, assistance and evaluation, and program sustainability. With this assistance activity, schools are greatly assisted in implementing learning communities, both internal and external learning communities. E-Kombel as an ITbased application that is very effective in increasing limited time at school can be implemented at home. E-Kombel makes the community cooler and more sophisticated and administrative documents are stored more securely than manually. There are several suggestions and input from community service participants, namely that there is expected to be more applications of E-KOMBEL to realize an Inclusive Education ecosystem in schools. Keywords: Mentoring. Learning Community. Mini Producti. Inclusive Education. IT Based PENDAHULUAN Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan peningkatan bakat dan minat siswa sesuai dengan karakteristiknya. Tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah mengasah minat dan bakat siswa sejak awal dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi siswa (Rani et al. , 2. Konsep utama dari kurikulum ini adalah siswa harus dapat mendalami minat dan bakatnya masing-masing dan kemerdekaan berpikir, yakni kebebasan berpikir dan kebebasan berinovasi (Rahayu et al. , 2022. Rahmadayanti & Hartoyo, 2022. Sunarmi & Karyono, 2. Dalam implementasi dari kebijakan kurikulum |Page 468 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. ini, pemerintah memberikan kebebasan dan keleluasaan bagi satuan pendidikan. Hal ini sesuai kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikburiste. yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum (Barlian et al. , 2022. Sunarmi & Karyono, 2. Salah satu strategi dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka adalah dengan menggerakkan peran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Peran GTK sangat penting dalam proses terjadinya transformasi pembelajaran pada siswa. Akselerasi transformasi pembelajaran pada siswa dapat maksimal jika para GTK secara rutin dapat meningkatkan kompetensinya. Banyak strategi yang dapat dilaksanakan dalam peningkatan kompetensi GTK seperti halnya pelatihan, pendampingan, coaching, atau komunitas belajar (Mahendra et al. , 2. Komunitas belajar dapat menjadi salah satu alternatif strategi dalam peningkatan dan pengembangan kompetensi para GTK. Komunitas Belajar menjadi salah satu wadah diskusi, kolaborasi, bertukar pengalaman secara rutin dan berkala bagi guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah (Ritonga et al. Konsep Komunitas Belajar dalam Kurikulum Merdeka adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran (Hudson, 2. dalam implementasi Kurikulum Merdeka (KM) dan ingin menerapkan kurikulum merdeka dengan lebih baik di satuan pendidikan melalui interaksi secara rutin dalam wadah dimana mereka berpartisipasi aktif (Wijaya et al. , 2. Komunitas belajar guru di sekolah merupakan sebuah kelompok atau komunitas yang terbentuk di lingkungan sekolah, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan para guru dalam proses mengajar. Tujuan utama membangun komunitas belajar: mengedukasi anggota komunitas dan berbagi informasi terkait pertanyaan, . mendukung dengan merancang interaksi dan kolaborasi antara anggota komunitas, . membina anggota kelompok dengan mengajak anggota kelompok, . mendorong anggota melalui saling berbagi dan diskusi, dan . mengintegrasikan pembelajaran. Komunitas Belajar menjadikan sekolah sebagai tempat yang menumbuhkan keinginan guru bekerja secara profesional, dan guru bagian dari sekolah yang tak terpisahkan (Aditiya et al. , 2023. Hudson, 2023. Khasawneh et al. , 2. Komunitas Belajar (Kombe. ini menjadi salah satu bagian yang harus dibentuk dalam pelaksanaan sekolah penggerak yang menjadi program dari implementasi kurikulum merdeka. Komunitas belajar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran melalui kolaborasi dan pembelajaran bersama antar pendidik. Salah satu komunitas belajar yang ada di Kabupaten Pamekasan adalah kombel Aumini produktifAy SDN Kolpajung 2. Kombel mini produktif ini dibentuk oleh kepala SDN Kolpajung 2 pada tanggal 25 Juli 2022 dengan Nomor: 422/025/432. 19/2022 yang dipimpin oleh Ani Warnengsih. Pd. Lokasi kombel ini berada di lingkungan Sekolah Dasar Kolpajung 2 yakni di Jl. Gatot Koco 13. Kab. Pamekasan. Kombel ini sudah memiliki struktur kepengurusan dengan struktur ketua, sekretaris, bendahara serta 6 anggota dari guru. Selain itu, kombel ini sudah membuat rancangan program kerja dalam setiap Program yang disusun tentang KOSP, review RPP dan Modul ajar. Review modul P5. Pembelajaran berdiferensiasi. Praktik baik dan Platform Merdeka Mengajar serta program Gambar 1. Salah Satu kegiatan AuDiskusiAy Komunitas Belajar Dari beberapa rancangan program yang telah disusun oleh pengurus belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Selain itu, pemanfaatan komunitas belajar masih sangat rendah yang |Page 469 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. terlihat pada jumlah pengikut komunitas belajar pada Platform Merdeka Mengajar. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak yang belum sepenuhnya melaksanakan kegiatan, bahkan ada beberapa komunitas belajar yang mempunyai 0 . pengikut dan tidak pernah melaksanakan kegiatan, salah satunya adalah komunitas belajar mini produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan . ttps://guru. id/komunitas/w8DqaLdyDV?from=hom. Gambar 2. Kondisi Kombel Mini Produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan Pemanfataan komunitas belajar harus menciptakan lingkungan belajar . yang nyaman bagi semua anggota komunitas baik guru maupun tenaga kependidikan. Komunitas harus komitmen dalam menyelenggarakan sistem pembelajaran dan pendidikan yang memberikan kesempatan pada semua anggota. Selain itu, komunitas menjadi salah satu lembaga yang mempunyai peran dalam meningkatkan mutu pendidikan inklusif (Arriani, 2022. Sakdiyah, 2. Sehingga diharapkan akan terwujud komunitas belajar yang menciptakan ekosistem pendidikan inklusif bagi anggota dan akhirnya sekolah dan siswa yang akan mendapatkan hasil dan manfaat yang maksimal. Permasalahan prioritas dalam yang dialami oleh mitra adalah . Aspek Sosial kemasyarakatan dan aspek manajemen. Dari aspek sosial kemasyarakatan, permasalahan yang ada adalah: . Belum mempunyai kesamaan visi dan pemahaman sesama guru terhadap urgensi, fungsi dan manfaat kombel terhadap kemajuan dan kualitas pembelajaran sehingga forum diskusi belum sepenuhnya berjalan. Belum ada motivasi yang kuat guru dalam mengembangkan kombel untuk peningkatan kualitas belajar yg berkelanjutan sehingga kolaborasi kurang berjalan baik. Belum terbentuknya budaya dan lingkungan belajar yang ramah pada guru atau anggota komunitas. Dari aspek manajemen, permasalahan yang ada adalah: . Belum adanya kegiatan komunitas belajar yang sistematis, berkala dan berkesinambungan sehingga perlu adanya support sistem seperti aplikasi yang mobile. Komunitas ini masih susah mendapatkan narasumber yang sesuai dengan keinginan. Tim pengabdian berkolaborasi dengan mitra terkait baik kepala sekolah, ketua kombel danguru mitra dalam implementasi solusi yang diberikan terhadap permasalahan mitra. Permasalahan prioritas yang terjadi pada mitra ini adalah hasil diskusi mitra dengan tim pengabdian pada masyarakat dan persetujuan yang menghasilkan dua aspek permasalahan yang perlu diberikan solusi. Dari dua aspek permasalahan prioritas dalam yang dialami oleh mitra tersebut, maka tujuan pengabdian ini adalah memberikan solusi yang menjadi masalah mitra dengan melakukan pendampingan Komunitas Belajar Mini Produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan melalui E-Kombel sebagai upaya mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif METODE PELAKSANAAN Berikut ini metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada 1Refleksi Awal Melakukan analisis kebutuhan belajar berdasarkan permasalahan yang dialami oleh mitra |Page 470 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. dan kebutuhan belajar prioritas yang didasarkan pada arah pengembangan komunitas 2Perencanaan Tim pengabdian dan mitra melakukan perencanaan yang akan menjadi bahan dalam kegiatan kombel. 3Perancangan E-Kombel sebagai Inovasi Tim pengabdian merancang E-Kombel sebagai sebuah platform atau forum online yang anggotanya dapat saling berbagi pengetahuan dan belajar bersama secara virtual. 4Lokakarya atau Pelatihan Tim pengabdian melakukan kegiatan lokakarya atau pelatihan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan E-Kombel dalam implementasi kegiatan dari komunitas belajar dengan sasaran anggota komunitas dan guru yang ada di sekolah. 5Implementasi IPTEKS Pada tahapan ini tim pengabdian dan mitra bersama mengimplementasikan program kerja komunitas belajar melalui rancangan E-Kombel. 6Pendampingan Pada tahapan ini tim pengabdian melakukan pendampingan secara berkala komunitas dalam implementasi IPTEKS yang telah dilakukan. Selain itu, akan melakukan refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. 7Evaluasi dan Keberlanjutan Program Pada tahapan ini tim akan melakukan evaluasi bersama tentang kegiatan berjalan dengan efektif atau kurang efektif. Selain itu, tim juga memberikan apresiasi terhadap pencapaian yang telah diraih oleh komunitas. Selain itu, pada tahapan ini tim akan memberikan respon atas hasil dari evaluasi yang dilakukan sebelumnya. Data hasil evaluasi akan dijadikan sebagai rekomendasi atas keberlanjutan program implementasi E-kombel ini. Gambar 3. Metode yang ditawarkan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SDN Kolpajung 2 Pamekasan. Sasaran dari kegiatan abdimas ini adalah semua guru dan tenaga kependidikan yang berada di naungan SDN Kolpajung 2 Pamekasan. Berikut ini secara lebih detail kegiatan yang dilakukan oleh tim |Page 471 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 1Refleksi Awal Melakukan analisis kebutuhan belajar berdasarkan permasalahan yang dialami oleh mitra dan kebutuhan belajar prioritas yang didasarkan pada arah pengembangan komunitas 2Perencanaan Tim pengabdian dan mitra melakukan perencanaan yang akan menjadi bahan dalam kegiatan kombel. 3Perancangan E-Kombel sebagai Inovasi Tim pengabdian merancang E-Kombel sebagai sebuah platform atau forum online yang anggotanya dapat saling berbagi pengetahuan dan belajar bersama secara virtual. Penggunaan teknologi dalam pelaksanaan pengabdian untuk berbagi pengetahuan (Anshori, 2018. Zayyadi et al. , 2. E-Kombel digunakan sebagai media kolaborasi sesama anggota komunitas belajar dalam implementasi kegiatan kombel. E-Kombel adalah sebuah platform atau forum online di mana anggotanya dapat saling berbagi pengetahuan dan belajar bersama secara virtual. Gambar 4. Tampilan Perancangan E-Kombel Inovasi dan rancangan untuk platform E-Kombel ini dapat mencakup beberapa fitur dan strategi sebagai berikut: Kurasi konten: berisi tentang konten pendidikan dari berbagai sumber, termasuk video, artikel, dan sumber daya multimedia lainnya, dengan tujuan untuk memberikan akses yang mudah dan terorganisir. Forum diskusi: sebagai ruang diskusi online di mana anggota dapat bertukar ide, bertanya pertanyaan, dan memberikan dukungan satu sama lain dalam proses Kolaborasi kegiatan: mendorong kolaborasi antara anggota untuk mengerjakan kegiatan secara bersama. Webinar (Liv. : mengadakan sesi live streaming atau webinar dengan para ahli atau mentor untuk memberikan wawasan yang baru. Pemantauan kemajuan komunitas: menyediakan alat atau fitur untuk melacak kemajuan anggota, seperti ujian penilaian, tugas, atau kuis, serta memberikan umpan balik yang sesuai. Mentorship atau tutoring online: Menyediakan layanan mentorship atau bimbingan daring di mana anggota yang lebih berpengalaman dapat membantu anggota lainnya. Monitoring dan evaluasi: melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas platform, baik melalui survei anggota maupun analisis data, untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperbaiki kelemahan yang teridentifikasi. |Page 472 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Integrasi teknologi canggih: memanfaatkan teknologi canggih untuk memberikan rekomendasi konten yang lebih relevan, mendeteksi pola belajar, atau menyediakan saran yang disesuaikan dengan kebutuhan komunitas. 4Lokakarya atau Pelatihan Tim pengabdian melakukan kegiatan lokakarya atau pelatihan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan E-Kombel dalam implementasi kegiatan dari komunitas belajar dengan sasaran anggota komunitas dan guru yang ada di sekolah. Gambar 5. Pelaksanaan Pelatihan E-Kombel 5Implementasi IPTEKS Pada tahapan ini tim pengabdian dan mitra bersama mengimplementasikan program kerja komunitas belajar melalui rancangan E-Kombel. Gambar 6. Implementasi E-Kombel di Sekolah 6Pendampingan Pada tahapan ini tim pengabdian melakukan pendampingan secara berkala komunitas dalam implementasi IPTEKS yang telah dilakukan. Pendampingan sebagai salah satu upaya dalam pengabdian untuk membantu dan memastikan implementasi yang dilaksanakan berlajan ((Machmudah, 2. dengan baik dan digunakan oleh peserta pengabdian. Selain itu, akan melakukan refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. |Page 473 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 7. Pendampingan Implementasi E-Kombel di Sekolah 7Evaluasi Pada tahapan ini tim akan melakukan evaluasi bersama tentang kegiatan berjalan dengan efektif atau kurang efektif. Selain itu, tim juga memberikan apresiasi terhadap pencapaian yang telah diraih oleh komunitas. Selanjutnya, pada tahapan ini tim akan memberikan respon atas hasil dari evaluasi yang dilakukan sebelumnya. Data hasil evaluasi akan dijadikan sebagai rekomendasi atas keberlanjutan program implementasi E-kombel ini. Berikut ini hasil evaluasi kegiatan abdimas yang telah dilaksanakan seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Evaluasi Kegiatan Pengabdian Aspek yang diberikan Apakah Kegiatan ini bermanfaat dalam pembelajaran yang akan dilakukan oleh Bapak/Ibu? Apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai tentang aplikasi komunitas Apakah Bapak/Ibu dapat memahami tentang media EKombel? Apakah media E-Kombel dapat diterapkan dalam di sekolah Bapak/Ibu? Apakah Bapak/ibu mengimplementasikan E-Kombel dalam komunitas yang dilakukan dalam ekosistem pendidikan inklusif? Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang E-Kombel dalam ekosistem pendidikan inklusif? Jawaban Ya (%) Tidak (%) Dari pelaksanaan pendampingan dan evaluasi yang dilaksanakan dapat dipaparkan bahwa kegiatan pendampingan ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi guru (Nursalim & Andini, 2020. Wijaya et al. , 2. dan tenaga kependidikan dalam merancang dan melaksanakan program kegiatan komunitas belajar yang berpusat pada capaian hasil belajar Hal ini terlihat pada Table 1, peserta menyatakan memahami tentang aplikasi E-Kombel sebesar 88 %. Salah satu manfaat dari kegiatan pengabdian adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan menjadi dampak positif yang dihasilkan dari pengabdian ini (Zayyadi et al. 2022, 2. Selain itu, adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan media pembelajaran bagi guru dan tenaga kependidikan dalam implementasi komunitas belajar. Salah satu dampak dari pelaksanaan pengabdian adanya peningkatan SDM (Zayyadi et al. , 2. Peserta merasa terbantu dengan E-Kombel sebagai aplikasi berbasis IT yang sangat efektif untuk |Page 474 Copyright A 2024. Moh Zayyadi. Harfin Lanya. Yanti Linarsih. Muhammad Umar Mansyur. Tsalitsatur Rizqiyah. Nabillah Ayuditya Rochmadyan. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 468-476 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. menambah waktu terbatas di Sekolah dapat dilaksanakan di rumah. E-Kombel menjadikan komunitas lebih keren dan canggih dan dokumen administrasi tersimpan lebih aman daripada secara manual. Dari beberapa peserta pengabdian yang dilakukan, peserta menyatakan bersedia dan memiliki keinginan untuk mengimplementasikan E-Kombel sebesar 92% dalam komunitas yang dilakukan dalam ekosistem pendidikan inklusi di sekolah. Ada beberapa saran dan masukan dari peserta pengabdian adalah adanya diharapkan bisa lebih banyak lagi pengaplikasian E-Kombel untuk mewujudkan ekosistem Pendidikan Inklusif di sekolah. Selanjutnya, harus ada sinergi dengan kegiatan lain dalam pembelajaran di sekolah sehingga dapat mewujudkan ekosistem pendidikan KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, kegiatan ini abdimas ini memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh SDN Kolpajung 2 Pamekasan dalam implementasi komunitas Salah satu manfaat dari kegiatan pengabdian adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan menjadi dampak positif yang dihasilkan dari pengabdian ini. Selain itu, adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan media pembelajaran bagi guru dan tenaga kependidikan dalam implementasi komunitas belajar. Salah satu dampak dari pelaksanaan pengabdian adanya peningkatan SDM. Dengan kegiatan pendampingan ini, sekolah sangat terbantu dalam pelaksan komunitas belajar, baik komunitas belajar internal maupun secara E-Kombel sebagai aplikasi berbasis IT yang sangat efektif untuk menambah waktu terbatas di Sekolah dapat dilaksanakan di rumah. E-Kombel menjadikan komunitas lebih keren dan canggih dan dokumen administrasi tersimpan lebih aman daripada secara manual. Ada beberapa saran dan masukan dari peserta pengabdian adalah adanya diharapkan bisa lebih banyak lagi pengaplikasian E-Kombel untuk mewujudkan ekosistem Pendidikan Inklusif di Selanjutnya, harus ada sinergi dengan kegiatan lain dalam pembelajaran di sekolah. Selain itu. E-Kombel ini dapat diimplementasikan tidak hanya pada satu komunitas saja, akan tetapi pada semua komunitas belajar satuan pendidikan pada semua jenjang baik sekolah, dan sekolah menengah. Sehingga semua program dari komunitas belajar menjadi dapat berjalan dengan baik pada kegiatan diskusi, kolaborasi, bertukar pengalaman secara rutin dan berkala bagi guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah dan antar sekolah. DAFTAR PUSTAKA