Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Persepsi Mahasiswa Mengenai Pembelajaran Tatap Muka. E-Learning. Dan Siakad Paskalina Widiastuti Ratnaningsih Prodi Kewirausahaan. Fakultas Ilmu Manajemen dan Bisnis. Universitas Dinamika Bangsa widiastuti@unama. Submitted: 05-01-2. Reviewed: 10-01-2. Accepted: 15-01-2024 ABSTRAK Pembelajaran beralih menjadi pembelajaran tatap muka setelah pandemi Covid 19. Terdapat peralihan dari pembelajaran daring ke pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka juga diterapkan di universitas. E-learning dan Siakad digunakan di tingkat universitas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran tatap muka. E-learning dan Siakad. Metode penelitian ini adalah survei. Responden adalah mahasiswa. Hasil dari penelitian ini adalah responden lebih termotivasi dengan pembelajaran tatap muka karena mendapatkan penjelasan langsung dari dosen dan responden dapat berkomunikasi langsung dengan dosen dan mahasiswa. Elearning membantu mahasiswa mengakses materi pembelajaran. Siakad membantu mahasiswa untuk memantau kehadiran. Kata Kunci: E-learning. Pembelajaran Tatap Muka. Siakad ABSTRACT Learning shifted to face-to-face learning after Covid 19 pandemic. There is a shift from online learning to face-to-face learning. Face-to-face learning is also applied in university. E-learning and Siakad are used at the university level. This study aims to discover studentsAo perceptions regarding face-to-face learning. E-learning and Siakad. This research method is a survey. Respondents were university students. The result of this study is that respondents are more motivated by face-to-face learning because they get direct explanations from lecturers and respondents can communicate directly with lecturers and students. E-learning helps students access learning materials. Siakad helps students to monitor attendance. Keywords: E-learning. Face-to-Face Learning. Siakad PENDAHULUAN Pada masa pandemi Covid 19, pembelajaran tidak dilaksanakan secara tatap muka. Saat pandemi Covid 19, pembelajaran dilaksanakan secara daring (Alimuddin & Pratiwi. Setelah pandemi Covid 19 menurun, pembelajaran kembali menjadi pembelajaran tatap muka (Diyana et al. , 2. Terdapat peralihan pembelajaran daring ke pembelajaran tatap muka (G. Putri & Abdurahim, 2. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan pada berbagai jenjang pendidikan baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Terdapat beberapa esensi pada pembelajaran tatap muka. Pada pembelajaran tatap muka, dosen yang mengajar di kelas kepada mahasiswa/i dan terdapat komunikasi spontan di kelas (Tang, 2. Dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi secara langsung di kelas saat pembelajaran tatap muka. Selain itu, pembelajaran tatap muka memberikan pengaruh JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 terhadap penyerapan materi pembelajaran dan solusi dalam pembelajaran (Anggrawan, 2. Mahasiswa dapat bertanya langsung kepada dosen jika ada materi pembelajaran yang tidak Selain itu, pembelajaran tatap muka memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa serta mahasiswa dan mahasiswa untuk berinteraksi (Tang, 2. Dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi di kelas. Menurut Nurlatifah et al. , terdapat interaksi antara guru dan peserta didik mengenai materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan secara langsung. Teknologi berperan penting dalam pembelajaran . Pada era ini, pembelajaran tidak lepas dari penggunaan teknologi yang diintegrasikan. Teknologi tidak hanya digunakan pada tingkat sekolah, namun juga pada tingkat universitas. Pada tingkat universitas terdapat beberapa teknologi yang digunakan, di antaranya adalah Siakad dan E-Learning. Siakad memberikan berbagai informasi tentang akademik. Pada E-Learning, terdapat beberapa fitur yang mendukung pembelajaran. Siakad dan E-learning banyak digunakan sebagai media informasi akademik dan media pembelajaran. E-learning sebagai media pembelajaran memberikan solusi pada pembelajaran konvensional (Sukarno, 2. E-learning merupakan pembelajaran dengan perangkat elektronika (D. Putri, 2. E-learning juga memberikan akses kecepatan dalam mendapatkan informasi (Silahuddin, 2. E-learning dapat digunakan untuk memberikan informasi berupa materi pembelajaran, tugas, quiz, dan diskusi (Suwastika, 2. Dosen dan mahasiswa dapat mengakses materi pembelajaran di E-learning. Selain itu, tugas, quiz, dan diskusi juga dapat dilaksanakan di E-learning. Pada Siakad terdapat beberapa fitur. AuSiakad juga merupakan sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu institusi pendidikan yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur standar untuk memecahkan masalah akademik seperti rencana studi, hasil studi, transkrip nilai, grafik nilai, kartu hak ujian, daftar hadir mahasiswa, dan keuanganAy (Hamid & Wulandari, 2. Hal ini juga sesuai dengan Gustina . yang menyatakan bahwa Siakad memberikan informasi administrasi terkait akademik. Pada Siakad terdapat presensi kehadiran mahasiswa. Presensi kehadiran setiap mahasiswa yaitu mahasiswa yang hadir, izin, dan alpha. Terdapat pula kartu rencana studi dimana terdapat mata kuliah dan jadwal kuliah yang diambil. Selain itu, terdapat transkrip nilai Bimbingan akademik juga dapat dilaksanakan melalui Siakad. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Terdapat beberapa penelitian terdahulu. Pertama yaitu pembelajaran daring kurang efektif daripada pembelajaran tatap muka (Nurlatifah et al. , 2. Kedua yaitu hasil belajar siswa meningkat pada pembelajaran tatap muka terbatas (Diyana et al. , 2. Ketiga yaitu pembelajaran tatap muka efektif dilaksanakan pasca pandemi (Tapa & Hidayah, 2. Keempat yaitu E-learning digunakan pada lembaga pendidikan (Sukarno, 2. Kelima yaitu E-learning mempengaruhi hasil belajar siswa (Suwastika, 2. Keenam yaitu E-learning memberikan informasi mengenai materi pembelajaran (D. Putri, 2. Ketujuh yaitu sistem informasi akademik memberikan pengaruh pada akuntabilitas akademik (Hamid & Wulandari, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran tatap muka bersamaan dengan penggunaan Siakad dan E-Learning. Terdapat dua batasan masalah yaitu penggunaan Elearning terbatas pada materi pembelajaran dan penggunaan Siakad terbatas pada presensi Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: Bagaimana persepsi mahasiswa pada pembelajaran tatap muka. E-learning dan Siakad? Penelitian ini berfokus pada integrasi pembelajaran tatap muka bersamaan dengan penggunaan teknologi E-learning dan Siakad yang sebelumnya belum pernah menjadi fokus penelitian dengan integrasi ketiga bidang METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah survei. Penelitian survei dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner pada sampel yang diambil untuk menemukan pendapat responden (Creswell, 2. Survei ini dilaksanakan dengan pernyataan tertutup menggunakan Likert Scale. Berdasarkan Mawardi . , skala pada Likert Scale yaitu 1 (Sangat Tidak Setuj. , 2 (Tidak Setuj. , 3 (Ragu-rag. , 4 (Setuj. , 5 (Sangat Setuj. Terdapat delapan pernyataan tertutup mengenai pembelajaran tatap muka. Terdapat lima pernyataan tertutup mengenai E-Learning. Terdapat lima pernyataan tertutup mengenai presensi di Siakad. Proses penyebaran kuesioner dilaksanakan secara online melalui google form, namun sebelum responden mengisi kuesioner tersebut, pernyataan kuesioner dijelaskan secara tatap muka di kelas sehingga responden memahami setiap pernyataan dengan baik. Kuesioner disebarkan ke 89 responden yang merupakan mahasiswa/i. Terdapat 48 mahasiswa dan 41 mahasiswi. Responden adalah mahasiswa/i program studi sarjana sistem JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 informasi dari satu universitas. Penelitian ini berfokus terlebih dahulu dengan responden dari salah satu program studi di universitas. Setelah kuesioner disebarkan ke responden, data dari kuesioner diolah dengan menentukan jumlah dari setiap item, kemudian dibuat dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian hasil penelitian dibagi menjadi tiga bagian. Pertama yaitu hasil kuesioner mengenai pembelajaran tatap muka. Kedua yaitu hasil kuesioner mengenai E-learning. Ketiga yaitu hasil kuesioner mengenai presensi di Siakad. Pada bagian pembahasan terdapat pembahasan mengenai hasil penelitian dan relasi dengan teori dan penelitian terdahulu. Hasil Hasil pada penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel prosentase dari setiap pernyataan tertutup dengan tiga tabel hasil kuesioner. Tabel 1. Hasil Kuesioner Pernyataan Tertutup Mengenai Pembelajaran Tatap Muka Pernyataan Presentase 0,00% 1,12% 8,99% 39,33% 50,56% 0,00% 0,00% 7,87% 40,45% 51,69% 0,00% 0,00% 4,49% 49,44% 46,07% 0,00% 0,00% 10,11% 40,45% 49,44% 0,00% 1,12% 21,35% 30,34% 47,19% 0,00% 0,00% 15,73% 46,07% 38,20% 0,00% 0,00% 11,24% 24,72% 64,04% 0,00% 0,00% 5,62% 31,46% 62,92% Pada tabel 1 diatas, terdapat delapan pernyataan mengenai pembelajaran tatap muka yaitu pada pernyataan 1 sampai dengan pernyataan 8. Pada pernyataan 1 yaitu responden senang dengan pembelajaran tatap muka, setengah jumlah responden sangat setuju sejumlah Pada pernyataan 2 yaitu responden mengerti materi pembelajaran jika mendapatkan penjelasan langsung dari dosen, setengah jumlah responden juga sangat setuju sejumlah Pada pernyataan 3 yaitu responden dapat bertanya langsung kepada dosen di kelas JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 jika ada materi yang tidak dipahami, hampir mendekati setengah jumlah responden setuju yaitu 49,44%. Pada pernyataan 4 yaitu responden dapat bertanya langsung kepada teman di kelas jika ada materi yang tidak dipahami, hampir mendekati setengah jumlah responden sangat setuju yaitu 49,44%. Pada pernyataan 5 yaitu responden senang dengan kerja kelompok di dalam kelas, mendekati setengah jumlah responden sangat setuju yaitu 47,19%. Pada pernyataan 6 yaitu responden dapat bertukar pendapat dengan teman saat kerja kelompok, mendekati setengah jumlah responden setuju yaitu 46,07%. Pada pernyataan 7 yaitu responden dapat lebih mengerti pembelajaran dengan pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring, setengah lebih jumlah responden sangat setuju sejumlah 64,04%. Pada pernyataan 8 yaitu responden dapat berinteraksi dengan teman-teman pada pembelajaran tatap muka, setengah lebih jumlah responden sangat setuju sejumlah 62,92%. Tabel 2. Hasil Kuesioner Pernyataan Tertutup Mengenai E-Learning Pernyataan Presentase 0,00% 0,00% 14,61% 39,33% 46,07% 0,00% 0,00% 20,22% 33,71% 46,07% 1,12% 0,00% 4,49% 44,94% 49,44% 0,00% 0,00% 11,24% 49,44% 39,33% 0,00% 0,00% 6,74% 41,57% 51,69% Pada tabel 2 di atas, terdapat lima pernyataan mengenai pembelajaran tatap muka yaitu pada pernyataan 9 sampai dengan pernyataan 13. Pada pernyataan 9 yaitu responden senang materi pembelajaran bahasa Inggris dibagikan di E-learning, hampir setengah jumlah responden sangat setuju sejumlah 46,07%. Pada pernyataan 10 yaitu responden mempunyai file lengkap semua materi pembelajaran bahasa Inggris, hampir setengah jumlah responden juga sangat setuju sejumlah 46,07%. Pada pernyataan 11 yaitu responden mengakses Elearning untuk mendownload materi pembelajaran, mendekati setengah jumlah responden sangat setuju yaitu 49,44%. Pada pernyataan 12 yaitu responden sering mengakses E-learning, mendekati setengah jumlah responden setuju yaitu 49,44%. Pada pernyataan 13 yaitu Elearning membantu responden untuk mengakses materi pembelajaran, setengah jumlah responden sangat setuju yaitu 51,69%. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tabel 3. Hasil Kuesioner Pernyataan Tertutup Mengenai Presensi Pada Siakad Pernyataan Presentase 0,00% 0,00% 2,25% 35,96% 61,80% 0,00% 1,12% 11,24% 40,45% 47,19% 1,12% 1,12% 19,10% 35,96% 42,70% 1,12% 0,00% 26,97% 39,33% 32,58% 6,74% 3,37% 35,96% 33,71% 20,22% Pada tabel 3 di atas, terdapat lima pernyataan mengenai pembelajaran tatap muka yaitu pada pernyataan 14 sampai dengan pernyataan 18. Pada pernyataan 14 yaitu responden dapat memantau jumlah kehadiran di Siakad, setengah lebih jumlah responden sangat setuju sejumlah 61,80%. Pada pernyataan 15 yaitu responden senang presensi melalui Siakad, hampir setengah jumlah responden juga sangat setuju sejumlah 47,19%. Pada pernyataan 16 yaitu responden lebih senang presensi dengan dipanggil nama dan dosen menginput kehadiran di Siakad, mendekati setengah jumlah responden sangat setuju yaitu 42,70%. Pada pernyataan 17 yaitu responden lebih senang presensi dengan menggunakan kode presensi di Siakad, responden setuju sejumlah 39,33%. Pada pernyataan 18 yaitu responden lebih senang presensi dengan menggunakan QR Code di Siakad, responden ragu-ragu sejumlah 35,96%. Pembahasan Berdasarkan hasil pada tabel di atas, terdapat tiga hal utama pembahasan. Pada kuesioner mengenai pembelajaran tatap muka, setengah jumlah responden sangat setuju dengan pembelajaran tatap muka dan mendapat penjelasan materi langsung dari dosen. Hal ini sesuai dengan Anggrawan . bahwa pembelajaran tatap muka berpengaruh terhadap penyerapan materi pembelajaran. Lebih dari setengah jumlah responden menyatakan lebih mengerti dengan pembelajaran tatap muka dan dapat berinteraksi dengan teman-teman. Hal ini sesuai dengan (Nurlatifah et al. , 2021. Tang, 2. bahwa terdapat interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Hampir mendekati setengah jumlah responden menyatakan responden dapat bertanya langsung kepada dosen dan teman jika ada materi yang tidak dipahami dan dapat berdiskusi pada kerja kelompok. Hal ini sesuai dengan (Diyana et al. Nurlatifah et al. , 2021. Tapa & Hidayah, 2. bahwa pembelajaran tatap muka lebih efektif untuk dilaksanakan. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pada kuesioner mengenai E-learning, setengah jumlah responden menyatakan Elearning membantu dalam mengakses materi. Hampir setengah jumlah responden menyatakan bahwa responden senang materi disediakan di E-learning sehingga dapat didownload Hal ini sesuai dengan (D. Putri, 2019. Suwastika, 2. bahwa materi pembelajaran dapat diakses melalui E-learning. Responden juga menjadi sering mengakses Elearning. Pada kuesioner mengenai presensi pada Siakad, responden senang presensi dengan Siakad dan memantau presensi di Siakad. Responden lebih senang presensi di Siakad dengan dipanggil nama satu per satu dan dosen menginput presensi di Siakad, diikuti presensi dengan kode presensi, dan terakhir presensi dengan QR Code. Hal ini sesuai dengan Hamid and Wulandari . bahwa terdapat daftar hadir mahasiswa pada Siakad. Keterbatasan hasil penelitian ini adalah hasil kuesioner terbatas dari salah satu program studi dan hasil kuesioner pada penggunaan E-learning terbatas pada materi pembelajaran dan penggunaan Siakad terbatas pada presensi perkuliahan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, responden lebih memilih pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring dikarenakan materi lebih jelas saat disampaikan langsung oleh dosen serta dapat bertanya pada dosen dan teman dan dapat berkomunikasi pada kerja kelompok. Responden juga sering mengakses E-learning untuk mendownload Pada Siakad, responden dapat memantau presensi. Dengan demikian, pembelajaran tatap muka dapat diselaraskan dengan penggunaan teknologi yaitu E-learning dan Siakad untuk menunjang pembelajaran. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pembelajaran tatap muka dari beberapa program studi yang diintegrasikan dengan E-learning selain fitur materi pembelajaran dan dengan Siakad selain fitur presensi perkuliahan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam proses penelitian ini. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 217-224 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 DAFTAR PUSTAKA