QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. PROBLEMATIKA KOMUNIKASI DAKWAH TERHADAP MASYARAKAT PULAU BANGKO-BANGKOANG DESA KANYURANG KECAMATAN LIUKANG KALMAS KABUPATEN PANGKEP Umar T1,Musafir Thahir,2. Said P3 Universitas Muslim Indonesia. Jl. Urip Sumoharjo km. Makassar. Indonesia. Email: umartahir451@gmail. com1, musafir@gmail. com2, m. said@gmail. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada pokok permasalahan tentang Problematika Komunikasi Dakwah Terhadap Masyarakat Pulau Bangko-Bangkoang Desa Kanyurang Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep. Dari pokok masalah di atas maka peneliti menyusun sub masalah atau pertanyaan penelitian yaitu : . Bagaimana Proses Pelaksanaan Komunikasi Dakwah Terhadap Masyarakat Pulau Bangko-Bangkoang Desa Kanyurang. Apa Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Komunikasi Dakwah di Pulau Bangko-Bangkoang Desa Kanyurang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan mengeksplorasi data yang ada dilapangan dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yakni bertujuan untuk memberikan gambaran secara cepat dan tepat tentang AuProblematika Komunikasi Dakwah Terhadap Masyarakat Pulau Bangko-Bangkoang Desa Kanyurang Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten PangkepAy. Adapun penelitian data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun metode dakwah yang baik untuk persoalan tersebut yakni . Pertama daAoi dan pemerintah harus bekerjasama untuk mendatangkan daAoi yang profesional dari luar agar masyarakat tertarik untuk mengikuti kegiatan dakwah. Kedua daAoi harus menggunakan metode dakwah secara kontak langsung dengan madAounya baik secara individu ataupun Ketiga mengunjungi rumah, metode dakwah seperti ini sangat cocok untuk di aplikasikan kepada masyarakat desa. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai persoalan dalam proses komunikasi dakwah. Problematika ini disebabkan beberapa aspek yang Pertama Sumber daAoi, secara kuantitas atau jumlah daAoi sangat memprihatinkan, tidak ada daAoi dari kota-kota besar yang hendak masuk di pulau bangko-bangkoang untuk menyampaiakan berbagai pesan agama kepada masyarakat karena secara geografis pulau bangko-bangkoang sangat jauh dari kota besar. Kedua sumber madAou, pendidikan masyarakat juga sangat memprihatinkan, tuntutan ekonomi yang harus terpenuhi, dan berbagai tradisi yang sudah diyakini bertahun-tahun yang menyebabkan masyarakat sulit menerima sesuatu hal yang baru. Kata Kunci : Komunikasi. Dakwah. Masyarakat QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Pendahuluan Dakwah islam merupakan dakwah yang sangat penting dalam proses penyebaran agama, semua ummat islam wajib mengetahui bagaimana sistem berdakwah yang baik dalam menyerukan agama Allah Swt. Karena dakwah memiliki kedudukan tinggi dan mempunyai peranan penting dalam agama islam menurut pandangan Nabi Muhammad Saw. Dalam tugas penyampaian dakwah islamiyah, seorang daAoi sebagai subjek dakwah memerlukan seperangkat pengetahuan dan kecakapan dalam bidang metode dakwah. Dengan mengetahui metode dakwah, penyampaian dakwah dapat diterima dengan baik oleh audiens, atau dakwah dapat diterima oleh madAou . dengan mudah karena penggunaan metode yang tepat sasaran. Disamping ilmu yang mumpuni akhlak daAoi juga sangat berperan penting dalam proses Ditengah masyarakat sering kita jumpai seorang daAoi yang disukai oleh penduduk setempat diakui, ditaati, dan bahkan dituruti perintahnya itu bukan karena semata-mata kepandaiannya berceramah melainkan bagaimana dia berperilaku dalam kesehariannya, ketulusan hatinya, keihlasannya, dan kasih sayangnya kepada masyarakat yang menjadi objek ceramahnya, serta kesungguhan dan kerja kerasnya dalam membimbing masyarakat tanpa sedikitpun rasa pamrih terhadap duniawi. Hal ini sebagaimana ada ungkapan pepatah yang menyatakan Ausatu teladan lebih baik daripada seribu nasehatAy atau Auberbicara dengan tindakan lebih nyata daripada berbicara dengan kata-kataAy. Ini juga menandakan betapa perilaku sangatlah penting dalam suatu komunikasi yang baik. Pengertian Komunikasi Dakwah Dakwah berasal dari bahasa arab yaitu AudaAoa-yadAou-daAowatanAy yang memiliki arti memanggil, mengajak, menyeru. Dakwah merupakan upaya mendorong manusia untuk berbuat baik dan mengikuti perintah Allah Swt, menyeru mereka berbuat kebajikan, dan mencegah mereka dari perbuatan mungkar supaya mendapatkan kebahagiaan di dunia dan diakhirat. Penyebutan kata dakwah dalam Al-QurAoan secara berulang kali menunjukkan bahwa betapa pentingnya dakwah dalam kehidupan manusia terkhusus ummat islam. Perlu diyakini bahwa penyebaran agama islam dilakukan dengan cara berdakwah dalam kedamaian bukan perang atau pemaksaan. Sebagaimana firman Alah SWT dalam Surah Ali-Imran . : 104. a aOOa eI aN eOIa acaI eE aI eIE aca aOaOE aiOEA ca AaO eEaE eaI acI eI aE eI a acIU Oac e eaOIa acEaO eE a eO ac aOOae aI a eOIa ac eE aI e a eOA aN aI eE aI eA acE a eOIA Terjemahnya: AuDan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeruh kepada kebajikan, menyeru kepada yang maAoruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntungAy. Adapun ayat lain menegaskan untuk berdakwa pada Q. S An-nahl . : 125 a Aac eO acE aacEa ac eE ac eE aI ac aO eE aI eO acA aA IA a A a eA a eAIa ac aO a ac eE aN eI acEacac eO acN aO aA a A ac eE aA a A acEOA aA ac eO acE nN aO aN aO a e aE aI ac eE aI eN a ac eOIA a AacIac a acEa aN aO a eEa aI ac aI eIA a A acE eaIA QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Terjemahnya: AuSerulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalannya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjukAy. Dalam tafsir Al-Misbah. Quraish Shihab menerangkan bahwa ayat tersebut menerangkan bahwa terdapat tiga macam metode dakwah yang nantinya akan disesuaikan oleh sarana dakwah itu Apabila menyampaikan dakwah kepada seorang cendikiawan yang itelektualnya tinggi maka dakwah disampaikan dengan bil-hikmah yakni menggunakan kata-kata bijak. Bila menyampaikan dakwah kepada kaum awam, maka diperintahkan untuk menyampaikan secara mauAoizatil hasabah yakni memberikan nasehat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai bahasa yang sederhana. Dakwah kepada ahli kitab dan penganut no-muslim diperintahkan untuk menggunakan metode al-mujadalah yakni dengan perdebatan menggunakan logika dan retorika yang halus, terlepas dari kekerasan dan Dakwah Sebagai Proses Komunikasi Antar Manusia Dakwah dan komunikasi pada umumnya terdiri dari beberapa unsur komponen. Dakwah sebagai suatu proses, melibatkan enam unsur yaitu: daAoi . , madAou . , materi, metode, media, dan tujuan yang ingin dicapai. Ada lima unsur dalam komunikasi, yaitu siapa, berkata apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan bagaimana Unsur-unsur dakwah dan komunikasi tersebut dapat dilihat hubungannya sebagai DaAoi atau Subjek DaAoi atau subjek merupakan salah satu komponen dakwah, seperti halnya Aukomunikan atau sumberAy dalam teori komunikasi. Perbedaannya terletak pada kata daAoi adalah terbatas pada orang yang beriman yang mengajak pada kepada kebajikan berdasarkan ajaran islam. Sementara komunikator dalam opandangan komunikasi adalah seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain. Secara sederhana adalah semua daAoi adalah komunikator, akan tetapi tidak semua komunikator dapat disebut dengan daAoi. Seorang daAoi harus memilki daya tarik kredibilitas, dan mampu bersikap empati kepada objeknya. Sikap empati dapat diperlihatkan dengan akhlak yang baik sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, yaitu sopan, jujur, dan penyabar. MadAou atau Objek MadAou merupakan salah satu komponen dakwah, dalam ilmu komunikasi disebut dengan komunikan atau penerima pesan. Objek . adAo. adalah seluruh ummat manusia tanpa ada pengecualian. Oleh karena itu dakwah membagi manusia menjadi dua kelompok yaitu kelompok belum beriman, dan kelompok yang sudah beriman. Mereka yang belum beriman adalah orang yang belum menyadari dan meyakini kebenaran agama Allah yakni islam. Sedangkan mereka yang sudah beriman dan menyadari kebenaran islam. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Materi atau Pesan Materi dakwah, dalam perspektif komunikasi biasa disebut dengan pesan, walaupun keduanya memiliki perbedaan, yaitu: materi dakwah adalah seluruh ajaran islam yang didalam Al-QurAoan dan sunnah rasulullah SAW, meliputi aqidah, ibadah, dan akhlak, dan wajib disampaikan kepada seluruh ummat manusia. Sedangkan pesan menurut komunikasi hanya bersifat manusiawi, yang kebenarannya dapat berubah-ubah. Maka secara sederhana bahwa materi dakwah adalah pesan komunikasi, tetapi pesan komunikasi belum tentu materi dakwah. Metode dakwah Metode dakwah sering diartikan dengan media, hal ini tergantung cara pandang Contoh, khutbah terkadang diartikan media dan terkadang dartikan dengan metode dakwah. Metode dakwah merupakan juga suatu sistem atau cara melakukan dakwah islamiyah yang tepat terhadap sasarannya supaya dengan mudah dapat diterima. , diyakini, dan diamalkan oleh semua orang dan lapingan masyarakat. Media atau Saluran Media dakwah sebagai salah satu unsur dakwah, dalam teori komunikasi disebut dengan saluran. Oleh karena itu, media dakwah adalah alat objektif yang menjadi saluran yang menghubungkan ide dari pelaksanaan dakwah kepada objek yang dituju. Dalam rangka efektivitas dakwah dan hubungannya dengan media, maka strategi yang harus dilakukan adalah memilih dan menetapkan media atau saluran yang sesuai. Hal ini merupakan bagian dari pentingnya mengenal khalayak dari situasi yang meliputinya. Tujuan Komunikas Dakwah Tujuan utama dakwah adalah sesuatu yang dicapai dalam aktivitas dakwah. Karena itu terdapat maksud untuk merubah sikap dan tingkah laku kepada manusia sebagai objek Teori komunikasi, seorang komunikator selalu memiliki tujuan mempengaruhi komunikannya mencapai tujuan dakwah yang baik. Metode dan Problematika Dakwah Metode Dakwah Metode dakwah adalah suatu cara dalam melaksanakan dakwah, agar mencapai tujuan dakwah secara efektif dan efisien. Dengan kata lain segala cara dalam menyampaikan ajaran islam kepada khalayak orang. Adapun Metode dakwah menurut M. Quraish Shihab dalam tafisr Al-Misbah yaitu: dakwah dengan cara hikmah, dakwah mauAoizhah, dan dakwah dengan cara jidal. Pertama, dakwah dengan cara hikmah. Kata hikmah antara lain berarti yang paling utama dari segala sesuatu, baik pengetahuan maupun perbuatan. Hikmah juga diartikan sebagai sesuatu yang bila digunakan akan mendatangkan kemaslahatan dan kemudahan yang besar, serta menghalangi terjadinya mudharat atau kesulitan. Metode hikmah menggunakan ilmu dan akal, dimana dalam dakwah harus disertai dengan dalil yang dapat diterima secara Kedua, dakwah dengan al-mauAoizhah. Kata al-mauAoizah diambil dari kata waAoazah yang berarti nesehat. MauAoizah adalah uraian yang menyentuh hati dan membawa kebaikan. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Dakwah dengan cara ini yakni penyampaian pesannya harus disertai dengan pengamalan dan keteladanan yang baik dari yang menyampaikan. Ketiga, dakwah jadilhum bi allati hiya ahsan. Kata jadilhum diambil dari kata jidal yang bermakna diskusi atau bukti-bukti yang bisa mematahkan alasan atau dalih teman Jidal tediri dari tiga macam yaitu: Pertama Auyang burukAy adalah yang disampaikan dengan kasar yang mengundang kemarahan lawan serta yang menggunakan dalih yang tidak Kedua Auyang baikAy adalah yang disam. aikan dengan sopan serta menggunakan dalil atau dalih walau hanya yang diakui lawan. Ketiga Auyang terbaikAy adalah yang disampaikan dengan baik, dan dengan dalil atau argumen yang benar. Problematika Dakwah Pada saat ini masyarakat Pulau Bangkoang dihadapkan pada berbagai permasalahan yang kompleks. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya pendidikan dan jauhnya akses kekota untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Pada masyarakat Pulau Bangko-Bangkoang kehidupan beragama masih sangat kurang dimana masyarakat yang sering melakukan ritual seperti memberikan sesajen, mempercayai hari-hari keramat menurut pandangan mereka dapat membawakan keberuntungan di kehidupannya tanpa menyadari perbuatan itu sangatlah bertentangan dengan syariat islam. Situasi seperti ini karena kurangnya pemahaman agama yang mereka miliiki sehingga dengan mudah melakukan peribadatan yang menyalahi syariat Ada banyak hal yang mendasari problematika dakwah ini yakni sehingga situasi seperti ini terjadi yakni sebagai berikut : Permasalahan DaAoi atau Petugas Dakwah Persoalan diseputar daAoi ini sangat banyak antara lain: Pertama, daAoi yang tidak mempunyai dasar ilmu yang cukup sehingga sulit untuk meyakinkan dan mengajak masyarakat atau madAou untuk melaksanakan segala perintah yang ada dalam islam dan menjauhi segala apa yang dilarangnya. Kedua, sulitnya akses dari kota ke Pulau BangkoBangkoang karena secara geografis sangat jauh jarak jaraknya, sehingga tidak ada daAoi dari luar seperti ustad-ustad besar yang datang berkunjung untuk berdakwah. Permasalahan Materi Dakwah Materi dakwah yang disampaikan pada umumnya adalah bersifat pengulangan klise sehingga menimbulkan kejenuhan bagi masyarakat atau madAou. Materi yang dibawakan juga terkadang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan sehingga menimbulkan kesalahpahaman dikalangan madAou. DaAoi juga kurang memperhatikan materi apa yang dibutuhkan oleh pendengar untuk menciptakan ketertarikan masyarakat mendengarkan pesan yang disampaikan, sehingga pesan-pesan yang terkandung dalam dakwah dapat dimengerti oleh masyarakat dan memberikan efek yang baik untuk kehidupan mereka. Permasalahan Pendekatan dan Metode Dakwah Dalam melakukan pendekatan dan metode dakwah banyak diantaranya yang kurang atau tidak tepat sasaran sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya. Padahal rasulullah SAW mengajarkan agar berdakwah kepada manusia sesuai dengan tingkah laku dan pola pikirannya masing-masing. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Pendekatan Dakwah Pendekatan dakwah dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang seseorang terhadap proses dakwah. Pengertian lain bahwa pendekatan dakwah adalah cara-cara yang dilakukan oleh seorang daAoi untuk mencapai tujuan tertentu atas dasar hikmah dan kasih sayang. Pendekatan dakwah dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu: Pendekatan Sosial Pendekatan ini adalah manusia yang memiliki naluri sosial serta memiliki keterkaitan dan ketergantungan dengan orang lain. Interaksi sosial meliputi. Pendekatan budaya, dakwah antar budaya adalah proses yang mempertimbangkan kebudayaan antara subjek dakwah dan objeknya , dan keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat intra dan antar budaya agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan tetap terpeliharanya situasi damai. Pendekatan Pendidikan, pendidikan merupakan kebutuhan sekaliigus tuntutan masyarakat, baik pendidikan formal, nonformal, maupun informal. Pendidikan berperan untuk mencerdaskan yang bersangkutan, kedewasaan wawasan serta pembentukan manusia bermoral dan berakhlak yang baik sebagai manusia. Pendekatan Politik, pendekatan politik melalui kekuasaan dengan menggunakan pangkat atau jabatan untuk memerintahkan amar maAoruf nahi mungkar. Pendekatan Ekonomi, pendekatan ekonomi dalam pelaksanaan dakwah pada masyarakat yang minus ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup atau disebut dengan dakwah bil hal mutlak dilakukan sebagai pendukung stabilitas keimanan dan kontuinitas ibadah masyarakat. Pendekatan Psikologis Pendekatan ini meliputi dua aspek yaitu: Citra Pandang dakwah terhadap manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding dengan makhluk lainnya. Oleh karena itu, mereka harus dihadapi dengan pendekatan persuasif, hikmah, dan kasih sayang. Realita pandang dakwah terhadap manusia yang disamping memeliki beberapa kelebihan, ia juga memiliki berbagai macam kekurangan. Ia sering kali mengalami kegagalan mengkomunikasikan dirinya ditengah-tengah masyarakat sehingga terbelenggu dalam lingkaran problem yang mengganggu Sebab itu, daklwah harus memandang setiap mitra dakwahnya sebagai manusia dengan segala METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang mengutamakan kualitas dan kedalaman analisis data. Penelitian kualitatif juga diartikan sebagai metode penelitian yang berlandasan pada filsafat postpositisme, digunakan untuk meneliti pada objek yang alamiah, sebagai lawannya adalah eksperimen, dimana peneliti adalah instrumen kunci saat proses pengumpulan data dilapangan dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi . Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan data deskriptif, yang berupa katakata tertulis atau lisan dari orang atau pelaku yang diamati. Data yang baik dalam suatu penelitian adalah data yang dapat dipercaya kebenarannya. Penelitian kualitatif membutuhkan sumber data yang independen. Oleh karena itu peneliti, ingin mengamati peristiwa dilapangan dalam mengidentifikasi masalah untuk mendapatkan informasi tentang bentuk pembinaan yang efektif terhadap masyarakat. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Sumber Data Metode ini merupakan yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berasal dari informan atau seseorang mengetahui kemudian memberikan data terkait informasi yang dibutuhkan dalam proses penelitian dan informasi yang disampaikan harus betul sesuai dengan studi permasalahan yang diteliti Sumber data atau informan ini dibagi menjadi dalam proses penelitian yaitu: Sumber Data Primer Sumber data primer ialah seseorang yang mengetahui secara terperinci atau sangat memahami tentang fokus penelitian yang akan dilakukan. Sehingga mereka dijadikan sumber data . yang utama dalam memperoleh data, dan yang menjadi informan utama ini adalah mereka para daAoi, tokoh-tokoh agama yang mengetahui kegiatan dakwah yang ada di Pulau Bangko-Bangkoang Desa Kanyurang Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Sumber Data Sekunder/Pelengkap Sumber data sekunder atau data pelengkap adalah data yang diperolah dari informan kedua untuk melengkapi data informan utama. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber bukan yang asli memuat informasi atau data yang diperlukan dalam penelitian. Sumber bukan asli yang dimaksud oleh Amirin adalah sumber kedua dari informasi pertama. Teknik Pengumpulan Data Pada proses penelitian dilapangan, terkait metode pengumpulan data yang digunakan yang sesuai dengan obyek persoalan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara, observasi, dan triangulasi. Oleh karena itu untuk mengetahui lebih lanjut tentang ketiga metode ini, maka akan diuraikan sebagai Teknik Observasi Teknik observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data. Dalam metode kualitatif, peneliti harus terjun langsung kelapangan, kemasyarakat, untuk memperoleh data yang berkaitan dengan persoalan yang hendak diteliti. Data observasi bisa berupa gambaran tentang sikap, perilaku, keadaan masyarakat, keseluruhan aktivitas masyakat yang berkaitan dengan penelitian. Teknik Wawancara/Interview Wawancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara . adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara . dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai . melaluli komunikasi langsung. Dapat pula dikatakan bahwa wawancara merupakan percakapan tatap muka . ace to fac. antara pewawancara dengan informan, dimana pewawancara bertanya langsung tetntang sesuatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya. Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data berupa catatan peristiwa dalam bentuk gambar, catatan ataupun rekaman terkait informasi yang didapatkan dari lapangan terkait penelitian. Teknik dokumentasi ini merupakan sumber non manusia dimana datanya berupa lampiran situasi tempat penelitian sebagai sumber akurat atau kredible sebagai cerminan keadaan yang sebenarnya, serta dapat dianalisis secara berulang kali tanpa mengalami perubahan. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan sebuah alat untuk mencari data dilapangan, alat ini yang menentukan bagaimana dan apa yang harus dilakukan dilapangan selama proses observasi. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Pedoman Observasi Pedoman observasi adalah panduan penelitian dalam menentukan aspek yang akan diamati dan diperoleh datanya dilapangan. Adapun alat-alat yang akan dibutuhkan yaitu. buku, pulpen catatan kecil maupun catatan-catatan yang akan diperoleh dilapangan. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara merupakan panduan untuk melakukan suatu wawancara kepada informan. Saat hendak melakukan penelitian, harus menyiapkan beberapa pertanyaan untuk informan. Adapun responden yang dijadikan sumber data dilapangan adalah pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh Adapun alat yang akan digunakan wawancara adalah buku, pulpen, alat perekam, kamera atau alat lain. Teknik Analisis Data Pada proses observasi ini, penulis akan menggunakan metode analisis yang bersifat deksriptif, yaitu analisis data dimana dalam proses pengambilan kesimpulan berdasarkan dengan fakta dan fenomena yang ada dilapangan kemudian disatukan, dimana selanjutnya akan diuraikan dalam bentuk tulisan sistematis. Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum turun kelapangan, selama dilapangan, dan setelah selesai dilapangan. Dalam hal ini analisis dimulai setelah sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan, berlangsung sampai penulisan hasil penelitian. Analisis Sebelum di Lapangan Penelitian kualitatif lebih dulu melakukan analisis data sebelum turun kelapangan, analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan yang akan digunakan untuk fokus penelitian. Dengan demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan. Analisis di Lapangan Analisis ini digunakan saat pengumpulan data berlangsung dilapangan, dan setelah selesai pengumpulan data sampai periode tertentu. Pada saat melakukan wawancara, peneliti sudah melakukaan analisis jawaban informan. Apabila jawaban yang didapatkan kurang memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan sampai diperoleh data yang dianggap kredible. Aktivitas dalam analisis data reduksi data (Data Reductio. , penyajian data (Data Displa. , verifikasi (Conclusion Drawin. Reduksi Data (Data Reductio. Data yang diperoleh dilapangan jumlahnya cukup banyak, untuk perlu dicatat secara teliti. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal yang penting saja, dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah proses pengumpulan data selanjutnya. Penyajian Data (Data Displa. Setelah data direduksi, maka dilakukan penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Melalui penyajian seperti itu,data menjadi terorganisir, tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah dipahami. Verifikasi (Conclusin Drawin. , adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi terhadap data yang diperoleh dilapangan. Kesimpulan awal yang dilakukan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak menemukan bukti yang kuat untuk mendukung pada tahap pengumpulan selanjutnya. Akan tetapi jika kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh data-data yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan itu merupakan kesimpulan yang kredibel. QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. Hasil Penelitian dan Pembahasan Faktor Penghambat dan Pendukung Pelaksanaan Komunikasi Dakwah di Pulau BangkoBangkoang Desa Kanyurang. Faktor Penghambat Faktor penghambat kegiatan komunikasi dakwah terhadap masyarakat di Pulau bangkobangkoang. Menganggap remeh permasalahan dakwah merupakan sebuah kesalahan besar yang akan menimbulkan masalah yang lebih rumit dari sebelumnya. Menurut beberapa tokoh agama di pulau banngko-bangkoang, bahwa pengetahuan agama masyarakat sangatlah rendah sehingga banyak tindakan-tindakan yang tercela dilakukan seperti memberikan sesajen misalkan, secara tidak sadar bahwa perilaku seperti itu sangatlah buruk menurut pandangan agama. Adapun faktor penghambat dan permasalahan pokok yang menyebabkan proses dakwah islam tidak berjalan dengan baik di pulau Bangko-Bangkoang yakni permasalahan dakwah dalam internal masyarakat dan permasalahan dakwah pada DaAoi . Faktor Pendukung Faktor pendukung kegiatan komunikasi dakwah terhadap masyarakat di pulau bangko-bangkoang dalam menanamkan nilai-nilai ajaran agama Islam sebagai berikut: Sarana dan prasarana, adanya sarana dan prasarana yang cukup memadai, untuk digunakan pada setiap kegiatan aktivitas keagamaan di pulau bangko-bangkoang. Keterbukaan pemerintah, adanya keterbukaan pemerintah terkait masukan-masukan mengenai situasi keagamaan yang terjadi di pulau Bangko-Bangkoang sehingga dapat saling membantu dan melengkapi dalam melaksankan kegiatan pembinaan kegamaan khususnya dalam kegiatan pengajian rutin. Semangat daAoi, adanya daAoi yang memiliki semangat yang tinggi dalam menyampaikan pesan agama kepada masyarakat pulau Bangko-Bangkoang. Metode Dakwah Pada Masyarakat Pulau Bangko-Bangkoang Desa Kanyurang Metode dakwah adalah cara-cara daAoi dalam berdakwah untuk menyampaikan pesan dakwahnya kepada masyarakat, agar menjadi tertarik perhatiannya untuk mendengarkan isi dakwah dan Sebelum daAoi melaksanakan dakwah, petugas dakwah harus mengetahui metode apa yang cocok untuk para madAounya, terlebih dahulu seorang daAoi harus menyelidiki karakter masyarakat yang akan menjadi objek dakwahnya. Berdasarkan ciri dan karakter masyarakat pulau Bangko-Bangkoang dapat dilakukan beberapa metode pelaksanaan dakwah yaitu sebagai berikut : Kontak Langsung Metode ini merupakan kegiatan dakwah yang dilakukan secara berhadapan langsung . ace to face relatio. dengan masyarakat di pulau bangko-bangkoang secara individual maupun berkolompok. Metode ini akan membawa dampak yang sangat baik bagi tujuan dakwah itu sendiri. Tujuan metode seperti tak lain untuk mencapai hubungan emosional antara daAoi dan madAou sehingga proses dakwah tidak ada perasaan canggung. Mengunjungi Rumah Metode seperti sangat cocok untuk di aplikasikan kepada masyarakat pual Bangko-Bangkoang, karena metode ini juga merupakan cara untuk membangun silaturrahmi kepada masyarakat. Metode seperti ini QANUN: Journal Of Islamic Laws and Studies E-ISSN: 2964-4690. Volume 2 No 2. Maret 2024 Doi 10. 58738/qanun. pada hakekatnya untuk mengetahui secara baik bagaimana pemahaman agama masyarakat, sebab madAou tidak akan malu mengungkapkan kepada daAoi kalau dia belum paham baik tentang syariat-syariat islam, dengan kata lain daAoi dan madAou akan secara terbuka dalam proses pembelajaran ilmu agama. Sesuai hasil wawancara terhadap salah seorang anggota masyarakat AuMenurut bapak Maskur bahwa proses dakwah akan berjalan dengan sangat baik apabila petugas dakwah mendatangi rumah masyarakat dan memberikan pemahaman tengantang syariat-syariat islam, karena dengan cara itu masyarakat yang belum matang pengetahuannya dibidang agama akan berterus terang kepada daAoi, berbeda ketika seorang daAoi memberikan materi di muka umumAy. Dari keterangan itu tentunya menjelaskan bahwa masyarakat pulau Bangko-Bangkoang akan sangat menyukai ketika seorang daAoi atau petugas dakwah mendatangi rumah mereka untuk misa dakwah itu Bekerja sama dengan pemerintah Dalam proses keberhasilan dakwah tentunya seorang daAoi atau petugas dakwah memerlukan bantuan, dengan kata lain harus ada kerjasama baik itu pemerintah, tokoh agama maupun masyarakat setempat. Kerjasama dengan pemerintah akan memberikan pengaruh khusus kepada masyarakat atau madAou yang menjadi sasaran dakwah. KESIMPULAN Komunikasi dakwah di pulau Bangko-Bangkoang tidak berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, tidak banyak kegiatan-kegiatan dakwah yang terlaksana. Situasi seperti ini sangat mempengaruhi keadaan agama masyarakat, terkait masalah aqidah tidak sedikit masyarakat yang masih melakukan tradisi-tradisi yang sangat bertentangan dengan syariat islam, dan masih banyak lagi perilaku menyimpang lainnya yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya. Dilihat dari sarana dan prasarana yang cukup memadai, maka itu bisa digunakan dalam kegiatan aktivitas keagamaan. Pemerintah juga sangat terbuka mengenai masukan terkait kegiatan keagamaan sehingga dapat saling membantu dan melengkapi dalam melaksankan kegiatan pembinaan kegamaan khususnya dalam kegiatan pengajian rutin. REFERENSI Al-QurAoan dan Terjemahnya. Kementrian Agama. Jakarta: Sinergi Pustaka Abdul Basit. Filsafat Dakwah. PT RajaGrafindo Persada. Al-Ghazali. I BaAoadillah. S S Harlis Kurniawan. A R Siddiq, and A Media, . Ringkasan IhyaAo Ulumuddin (Akbar Media Eka Sarana,)