e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 PENGARUH MEDIA TANAM DAN NUTRISI POC KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L. ) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK EFFECT OF PLANTING MEDIA AND GOLD SNAIL POC NUTRITION ON GROWTH AND RESULTS OF PAGODA SAWI (Brassica narinosa L. ) IN WICK SYSTEM HYDROPONICS Ilham Aditya1*. Bastaman Syah1. Fawzy Muhammad Bayfurqon1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS. Ronggowaluyo. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361 ABSTRAK Sawi pagoda (Brassica narinosa L. ) mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan, namun diketahui bahwa produksi sawi pagoda masih terbatas. Sistem hidroponik merupakan salah satu solusi untuk bertanam di lahan yang terbatas. Penggunaan media tanam dan POC sebagai upaya peningkatan hasil produksi. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan jenis media tanam dan dosis jenis nutrisi yang memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L. ) pada hidroponik sistem wick. Metode yang dipakai ialah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Terdapat 2 faktor, dari kombinasi kedua faktor tersebut dihasilkan 16 perlakuan. Faktor pertama ialah jenis media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu m0 (Rockwoo. , m1 (Hydroto. , m2 (Serabut Kelap. , dan m3 (Cocopea. Faktor kedua ialah jenis dosis nutrisi yang terdiri dari 4 taraf yaitu k0 . ml/lt AB Mi. , k1 . ml/lt AB Mix 20 ml/lt air POC keong ma. , k2 . ml/lt AB Mix 30 ml/lt air POC keong ma. , dan k3 . ml/lt AB Mix 40 ml/lt air POC keong ma. sehingga terdapat 48 unit percobaan. Analisis data secara statistik menggunakan uji analysis of varience taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Tes. pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan dosis jenis nutrisi terhadap bobot segar tanaman. Jenis media tanam m0 (Rockwoo. terhadap dosis jenis nutrisi k0 . ml/lt AB Mi. memberikan hasil rata-rata bobot segar tanaman tertinggi yaitu sebesar 166,17 g. Kata kunci: Hidroponik Sistem Wick. Media Tanam. POC. Sawi Pagoda ABSTRACT Pagoda mustard (Brassica narinosa L. ) has a nutritional content that is beneficial to health, but it is known that the production of pagoda mustard is still limited. Hydroponic system is one of the solutions to grow in limited land. The use of planting media and POC as an effort to increase production yields. The purpose of this experiment to obtain the type of planting media and dosage of nutrients that provide the highest results on the growth and yield of pagoda mustard (Brassica narinosa L. ) in the hydroponic wick system. The method used is the experimental method using Factorial Randomized Group Design (RGD) with 3 replicates. There are 2 factors, from the combination of these two factors 16 treatments are produced. The first factor is the type of planting media consisting of 4 levels, namely m0 (Rockwoo. , m1 (Hydroto. , m2 (Coconut Fibe. , and m3 (Cocopea. The second factor is the type of nutrient dose consisting of 4 levels, namely k0 . ml/lt AB Mi. , k1 . ml/lt AB Mix 20 ml/lt water POC gold snai. , k2 . ml/lt AB Mix 30 ml/lt water POC gold snai. , and k3 . ml/lt AB Mix 40 ml/lt water POC gold snai. so that there are 48 experimental units. Statistical data analysis using analysis of varience at 5% level and further -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: ilhamaditya88@gmail. Telp: 62-85775730920 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 test using DMRT (Duncan Multiple Range Tes. test at 5% level. The experimental results indicate that there is an interaction effect between the type of planting media and the dosage of nutrient types on the fresh weight of plants. The type of planting media m0 (Rockwoo. against the dose of nutrients k0 . ml/lt AB Mi. gave the highest average fresh weight of plants which amounted to 166. Keywords: Pagoda Mustard. Planting Media. POC. Wick System Hydroponics pertumbuhan tanaman hidroponik, terdapat faktor lain yang memengaruhi, yakni jenis media tanam. Selain mengandalkan media air, sistem hidroponik memerlukan media tanam tambahan . edia pendukun. yang berperan sebagai tempat akar melekat, mendukung kelangsungan pertumbuhan tanaman, dan menyimpan air serta nutrisi. Menurut Ainina dan Aini . , media pendukung yang digunakan melibatkan berbagai bahan seperti cocopeat, batu bata, pecahan genteng, arang sekam, pasir, rockwool, spons, dan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal nutrisi POC keong mas untuk setiap jenis media tanam dalam hidroponik sistem wick pada tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L. varietas Ta Ke Cai. Pendahuluan Sawi menjadi suatu sayuran yang esensial bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Kehadirannya sangat penting karena mengandung komponen nutrisi, seperti vitamin dan mineral, yang memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan dan pencegahan Secara khusus, sawi pagoda kaya akan nutrisi yang menyehatkan tulang seperti kalsium, folat, dan magnesium (Zatnika, 2. Berdasarkan informasi dari BPS . , produksi tanaman sawi di wilayah Jawa Barat pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 15. 170 ton/ha dari tahun sebelumnya yaitu pada 2017 174 ton/ha menjadi 201. ton/ha pada tahun 2018, kemudian Pada tahun 2019, produksi sawi menurun menjadi 179. ton/ha. Pada tahun 2020 produksi sawi meningkat 354 ton/ha, namun pada tahun 2021 produksi sawi kembali menurun menjadi 188. ton/ha. Pada 5 tahun terakhir produksi tanaman sawi kurang stabil karena mengalami kenaikan dan penurunan. Salah satu penyebab dari ketidakstabilan tersebut ialah luas areal lahan produksi tanaman sawi yang terus berkurang. Sistem hidroponik menjadi solusi menanam tanaman di lahan terbatas. Hidroponik adalah sistem yang menggunakan air sebagai pengganti menggunakan tanah. Ada berbagai jenis sistem hidroponik, termasuk sistem sumbu (Laia, 2. Aspek yang kritis selain media dalam sistem hidroponik untuk mencapai pertumbuhan tanaman yang maksimal adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi, baik itu makro maupun mikro (Marginingsih et al. , 2. Keong mas (Pomaceae caniculata L. atau biasa disebut keong murbai ialah salah satu hama yang banyak mengganggu tanaman padi. Sebagai bentuk menekan jumlah populasi keong mas di lahan salah satu upaya pengendalian keong mas yaitu menjadikannya pupuk cair sebagai alternatif tanaman hidroponik (Ananda et al. Keong mas mengandung nutrisi seperti asam omega 3, 6, dan 9. Selain aspek nutrisi dalam Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada periode Mei hingga Juli 2023 di Greenhouse Taiwan Technical Mission Karawang, yang terletak di Jln. Lingkar Tanjungpura. Karangpawitan. Kec. Karawang Barat. Kab. Karawang. Jawa Barat. Peralatan yang digunakan melibatkan baki semai, sterofoam, netpot, pH meter. TDS meter, timbangan digital, ember, gelas ukur, label, alat tulis, kain flanel, suntikan, dan termohigrometer. Bahan yang terlibat dalam eksperimen ini mencakup rockwool, hydroton, serabut kelapa, cocopeat, nanas. EM-4, dan gula benih sawi pagoda (Brassica narinosa L. ) varietas Ta Ke Cai, serta nutrisi AB Mix, dan POC keong mas. Metode penelitian yang diterapkan ialah metode eksperimen dengan pola desain penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 kali pengulangan. Terdapat 2 faktor, dari kombinasi kedua faktor tersebut dihasilkan 16 Adapun faktor pertama melibatkan jenis media tanam dengan 4 taraf, yaitu m0 (Rockwoo. , m1 (Hydroto. , m2 (Serabut Kelap. , dan m3 (Cocopea. Selanjutnya faktor kedua mencakup dosis nutrisi dengan 4 taraf, yaitu k0 . ml/lt AB Mi. , k1 . ml/lt AB Mix 20 ml/lt air POC keong ma. , k2 . ml/lt AB Mix 30 ml/lt air POC keong ma. , dan k3 . ml/lt AB Mix 40 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 ml/lt air POC keong ma. Dengan demikian, terdapat total 48 unit percobaan. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji analisis varians pada tingkat signifikansi 5%, dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Tes. dengan tingkat kepercayaan 95% atau = 5%. Hasil dan Pembahasan Tinggi Tanaman . Melalui analisis varians pada tingkat signifikansi 5%, ditemukan bahwa tidak adanya interaksi antara jenis media tanam dan dosis nutrisi terhadap tinggi tanaman Brassica narinosa pada umur 7, 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam sebagaimana tergambar pada Tabel 1. Tabel 1. Rata-rata Tinggi Tanaman Brassica narinosa L. 7 Ae 35 Hari Setelah Tanam Perlakuan Media Tanam Tinggi Tanaman . 6,90a 8,20b 9,73b 11,27ab 6,93a 6,85a 7,64a Dosis Nutrisi k0 . ml/lt AB Mi. 7,42a k1 . ml/lt AB Mix 20 ml/l air POC keong 7,30a k2 . ml/lt AB Mix 30 ml/l air POC keong 7,03a k3 . ml/lt AB Mix 40 ml/l air POC keong 6,57b 12,96 8,40b 8,26b 9,40a 9,31b 9,61b 13,00a 10,57b 10,80b 12,24a 12,55a 11,63b 11,89b 13,58a 9,89a 12,53a 14,34a 16,03a 8,50b 11,64ab 10,93b 11,90b 8,09b 9,12bc 10,31bc 11,29b 7,44c 8,37c 9,31c 10,43c 11,21 5,78 10,77% 11,50 m0 (Rockwoo. m1 (Hydroto. m2 (Serabut kelap. m3 (Cocopea. Keterangan : Nilai rata-rata yang disimbolkan dengan huruf yang sama dalam setiap kolom yang sama memberikan pengaruh tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT taraf 5%. Pengamatan pada tinggi tanaman menunjukkan kombinasi jenis media tanam dan dosis nutrisi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rata-rata tinggi tanaman Brassica narinosa L. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa tinggi rata-rata tanaman tertinggi pada penggunaan media tanam m3 . , yang secara signifikan berbeda dari perlakuan lainnya. Hal ini dapat dijelaskan oleh kemampuan cocopeat dalam menyerap air dan unsur hara, menciptakan kondisi kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan tanaman. Penemuan ini sejalan dengan perspektif Bukhari et al. yang mengindikasikan bahwa sistem akar merupakan organ utama tanaman dalam menyerap unsur hara dan air. Kondisi pertumbuhan akar memiliki dampak langsung pada pertumbuhan tunas tanaman. Sementara itu, hasil rata-rata tertinggi pada dosis nutrisi terjadi pada perlakuan k0 . ml/lt air AB Mi. , dan hasil ini berbeda nyata dalam hal parameter tinggi tanaman. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan unsur hara penting, terutama nitrogen, yang disediakan oleh AB Mix. Unsur nitrogen ini dikenal sebagai elemen yang cukup penting bagi tanaman dalam merangsang pertumbuhan vegetatif sawi pagoda. Sesuai dengan pandangan Ainina dan Aini . , unsur hara makro, termasuk nitrogen dalam nutrisi AB Mix, memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan tanaman, khususnya dalam merangsang pertumbuhan pada fase vegetatif. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 Jumlah Daun . Melalui analisis varians pada tingkat signifikansi 5%, ditemukan bahwa tidak adanya pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan dosis nutrisi terhadap jumlah daun Brassica narinosa L. pada usia 7, 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam, sebagaimana tergambarkan dalam Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata Jumlah Daun Brassica narinosa L. 7 Ae 35 Hari Setelah Tanam Perlakuan Media Tanam 9,86a m0 (Rockwoo. 9,10b m1 (Hydroto. m2 (Serabut kelap. 8,69c 10,50 m3 (Cocopea. Dosis Nutrisi k0 . ml/lt AB Mi. 9,71a k1 . ml/lt AB Mix 20 ml/l air POC keong 9,92a k2 . ml/lt AB Mix 30 ml/l air POC keong 9,33a k3 . ml/lt AB Mix 40 ml/l air POC keong 9,19a Keterangan : 10,14% Tinggi Tanaman . 12,00ab 15,86ab 22,63ab 29,16ab 11,38bc 14,58b 20,67b 26,17b 10,90c 14,74b 20,81b 27,00b 12,73a 17,72a 24,58a 32,19a 12,27a 18,25a 27,33a 36,98a 12,10ab 15,61b 22,22b 28,42b 11,19b 14,10b 19,27c 24,73c 11,44ab 14,96b 19,86c 24,35c 9,94% 14,36 12,51 14,25% Nilai rata-rata yang disimbolkan dengan huruf yang sama dalam setiap kolom yang sama memberikan pengaruh tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT taraf 5%. Dari pengamatan jumlah daun, terlihat bahwa kombinasi jenis media tanam dan dosis nutrisi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rata-rata jumlah daun Brassica narinosa Hasil menunjukkan bahwa jumlah daun paling tinggi dicapai pada perlakuan dengan media tanam m3 . , yang secara signifikan berbeda dengan perlakuan lainnya. Umumnya, ini diduga karena kemampuan cocopeat yang lebih efisien dalam menahan air dan menyimpannya dibandingkan dengan media tanam lainnya, sehingga juga meningkatkan ketersediaan zat nutrisi untuk diserap oleh tanaman. Menurut Kahar et al. , . , serbuk sabut kelapa mempunyai daya serap sebesar 1,5% yang dapat meningkatkan kekuatan serap sabut kelapa. Hal ini menunjukkan bahwa potensi penyerapan air oleh sabut kelapa cukup baik. Sementara itu, hasil rata-rata tertinggi pada dosis nutrisi diamati pada perlakuan k0 . ml/lt air AB Mi. , dan hasil ini berbeda nyata dalam hal parameter tinggi tanaman. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa unsur NPK dalam nutrisi keong mas tidak mencukupi kebutuhan tanaman untuk sintesis protein dan produksi klorofil, sehingga mengakibatkan kekurangan klorofil dan gangguan pada proses fotosintesis. Kandungan NPK dalam nutrisi keong mas tergolong rendah, sehingga tidak dapat diandalkan sebagai pupuk utama. Hal ini didukung oleh Hambali . , yang menyatakan bahwa tingkat rendah unsur hara dalam POC dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman. Fakta ini diperkuat oleh temuan penelitian kimia, yang menunjukkan bahwa POC keong mas memiliki kandungan P sekitar 0,04%. K sekitar 0,15%, dan N sekitar 0,27%. Angka-angka tersebut tidak memenuhi standar minimal POC, terutama karena kandungan N. P, dan K seharusnya berada dalam rentang 2% hingga 6%. e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 Panjang Akar . Melalui analisis varians pada tingkat signifikansi 5%, ditemukan bahwa tidak adanya pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan dosis nutrisi terhadap panjang akar Brassica narinosa L. pada usia 7, 14, 21, 28, dan 35 hst, seperti yang tergambarkan dalam Tabel 3. Dari pengamatan panjang akar, terlihat bahwa kombinasi jenis media tanam dan dosis nutrisi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rata-rata panjang akar Brassica narinosa Hasil menunjukkan bahwa panjang akar tertinggi terjadi pada perlakuan dengan media tanam m3 . , yang secara signifikan berbeda dengan perlakuan lainnya. Ini terjadi karena tingginya tingkat porositas pada media tanam cocopeat, yang memberikan ruang optimal bagi tanaman untuk menyerap air dan unsur hara. Menurut Patil et al. , . , media pertumbuhan hidroponik yang ideal harus memiliki pori-pori yang cukup untuk memungkinkan pertumbuhan Tanaman juga harus memiliki integritas struktural yang baik untuk memberikan dukungan fisik kepada tanaman dari waktu ke waktu tanpa mengganggu ketersediaan unsur hara dan air bagi Sementara itu, hasil rata-rata tertinggi pada dosis nutrisi diamati pada perlakuan k0 . ml/lt air AB Mi. , dan hasil ini berbeda nyata dalam hal parameter tinggi tanaman. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa perlakuan menggunakan AB Mix memberikan nutrisi yang diperlukan oleh mengoptimalkan penyerapan nutrisi yang Menurut Warman et al. , . nutrisi AB mix mengandung 16 unsur esensial yang diperlukan oleh tanaman dan sepenuhnya larut dalam air. Hal ini memudahkan penyerapan oleh tanaman, memastikan bahwa kebutuhan nutrisinya terpenuhi secara optimal. Luas Daun . Melalui analisis varians pada tingkat signifikansi 5%, ditemukan bahwa tidak adanya pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan dosis nutrisi terhadap luas daun Brassica narinosa pada usia 7, 14, 21, 28, dan 35 hst, seperti yang tergambarkan dalam Tabel 4. Dari hasil pengamatan luas daun, terlihat bahwa kombinasi jenis media tanam dan dosis nutrisi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata luas daun Brassica narinosa L. Luas daun tertinggi muncul di dalam perlakuan dengan media tanam m0 . , yang menjadi jauh lebih unggul dari perlakuan Hal ini disebabkan oleh porositas yang sesuai dari media tanam rockwool, yang mendukung memungkinkan penyerapan dan penyimpanan unsur hara secara efisien, serta distribusi unsur hara yang efektif ke seluruh bagian tanaman, terutama di bagian daun. Budiwansah dan Maizar . berpendapat bahwa kuantitas unsur hara yang diserap oleh akar berdampak signifikan pada peningkatan luas daun karena tanaman memerlukan pasokan unsur hara yang memadai untuk melaksanakan proses fotosintesis secara Ini, pada akhirnya, mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat. Tabel 3. Rata-rata panjang akar Tanaman Brassica narinosa L. Perlakuan Media Tanam m0 (Rockwoo. m1 (Hydroto. m2 (Serabut kelap. m3 (Cocopea. Dosis Nutrisi k0 . ml/lt AB Mi. ml/lt AB Mix 20 ml/l air POC keong ma. ml/lt AB Mix 30 ml/l air POC keong ma. ml/lt AB Mix 40 ml/l air POC keong ma. Keterangan : Panjang Akar . 22,65 ab 21,88 b 23,94 a 24,33 a 32,02 a 22,00 b 19,50 c Tabel 4. Rata-rata Luas Daun Tanaman Brassica narinosa L. 19,27 c 9,70 % Perlakuan Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama dalam setiap kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT taraf 5%. Media Tanam m0 (Rockwoo. m1 (Hydroto. m2 (Serabut kelap. m3 (Cocopea. Luas Daun . 42,25 a 24,04 b 38,91 ab 30,13 ab e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 yang cukup besar dan diyakini dapat membantu penyerapan unsur hara dalam larutan nutrisi secara Unsur fosfor (P) dan nitrogen (N), dianggap sebagai unsur hara yang dapat peningkatan luas daun tanaman. Menurut Mahendra et al. , unsur fosfor memiliki peran kunci dalam sejumlah proses, seperti fotosintesis dan respirasi, dan juga berkontribusi pada pertumbuhan tanaman, terutama dalam perkembangan luas daun. Unsur hara nitrogen memegang peranan krusial dalam pembentukan struktur klorofil dan merangsang pertumbuhan tanaman, terutama pada perkembangan daun (Puspita et al. , 2. Nutrisi k0 . ml/lt AB Mi. 47,58 a k1 . ml/lt AB Mix 20 ml/l air 36,66 ab POC keong ma. ml/lt AB Mix 30 ml/l air 29,71 bc POC keong ma. ml/lt AB Mix 40 ml/l air 21,38 c POC keong ma. 18,24 % Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama dalam setiap kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT taraf 5%. Sementara itu, hasil rata-rata tertinggi Bobot Tanaman . pada dosis nutrisi diamati pada perlakuan k0 . Melalui analisis varians pada tingkat ml/lt air AB Mi. , dan hasil ini berbeda nyata signifikansi 5%, ditemukan bahwa adanya dalam hal parameter tinggi tanaman. Ini pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan disebabkan oleh konsentrasi unsur hara yang dosis nutrisi terhadap bobot segar tanaman diberikan oleh nutrisi AB Mix, yang dapat Brassica narinosa L. pada usia 35 hst, seperti yang menyediakan tanaman dengan jumlah unsur hara tergambarkan dalam Tabel 5. Tabel 5. Rata-rata Bobot Segar Tanaman Brassica narinosa L. Perlakuan m0 (Rockwoo. m1 (Hydroto. m2 (Serabut kelap. m3 (Cocopea. ml/lt AB Mi. 166,17 a 126,83 c 122,51 d 155,09 b Rata-rata Jumlah Daun . ml/lt AB . ml/lt AB Mix Mix 30 ml/l 20 ml/l air air POC keong POC keong ma. 113,19 a 90,35 ab 78,37 d 70,57 bc 99,78 c 69,46 c 104,42 b 97,33 a 14,60 % . ml/lt AB Mix 40 ml/l air POC keong ma. 60,95 d 72,36 b 66,30 c 102,65 a Keterangan Nilai rata-rata yang diikuti dengan huruf yang sama pada setiap kolom dengan huruf kecil . dan setiap baris huruf besar . tidak berbeda nyata berdasarkan DMRT pada taraf 5%. Media tanam jenis m0 (Rockwoo. dengan dosis nutrisi k0 . ml/lt AB Mi. menghasilkan bobot segar tanaman rata-rata tertinggi sebesar 166,17 gram, dan hasil ini secara berbeda nyata dari hasil perlakuan lainnya. Kelebihan ini dapat dijelaskan oleh efisiensi media tanam rockwool dalam menampung larutan nutrisi, melebihi kinerja media tanam lainnya. Oleh karena itu, ketersediaan unsur hara pada media tanam rockwool menjadi lebih tinggi, menghasilkan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sawi pagoda dalam sistem hidroponik, terutama dalam hal bobot segar tanaman. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Syawaludin dan Harahap . , rockwool secara signifikan memengaruhi pertumbuhan dan hasil produksi tanaman dalam konteks sistem Padatnya media tanam dapat e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 15 . Juni 2025 merugikan pertumbuhan tanaman karena tidak efisien dalam menyimpan unsur hara yang Sebaliknya, media tanam dengan poripori yang baik dianggap lebih efektif dalam menyimpan unsur hara, terutama saat diterapkan dalam sistem hidroponik. Konsentrasi unsur hara yang lebih tinggi dalam nutrisi AB Mix nampaknya meningkatkan laju pertumbuhan tanaman melalui peningkatan ketersediaan unsur hara. Menurut Lawalata . , peningkatan ketersediaan unsur hara dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman yang diperlukan, walaupun ketersediaan unsur hara yang berlebihan dapat mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan. Semua nutrisi yang terdapat dalam nutrisi hidroponik dianggap sebagai unsur perkembangan tanaman. Pertumbuhan serta perkembangan tanaman bisa terhambat apabila tanaman mengalami kekurangan unsur hara baik makro maupun mikro (Perwitasari, 2. pada sistem integrasi tanaman-ternak. Penel. Pertanian 29. : 36- 41. Budiwansah. , dan Maizar. Pengaruh Air Ekstrak Limbah Udang dan Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinos. dengan Sistem Budidaya Hidroponik Sistem Sumbu (Wic. JOM- Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur. : 31 Ae 40. Bukhari. Sari. Handayani. , dan Nur, . Pengaruh Macam Pupuk Organik dan Media Hara pada Budidaya Sistem Hidrofonik Sawi Pagoda. Jurnal Real Riset, 4. , 112-124. BPS [Badan Pusat Statisti. Produksi Tanaman Sayuran Tahun 2017-2021. Hambali. Pengaruh Substitusi Ab Mix Dengan Pupuk Organik Cair Kelinci Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L. ) Dengan Sistem Rakit Apung. Jurnal Produksi Tanaman, 6. Kesimpulan Terdapat pengaruh interaksi antara jenis media tanam dan dosis nutrisi terhadap bobot tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L. varietas Ta Ke Cai dalam sistem hidroponik sistem wick. Pada jenis media tanam m0 (Rockwoo. , dosis nutrisi yang optimal adalah dosis k0 . ml/lt AB Mi. , yang menghasilkan bobot segar tanaman rata-rata tertinggi sebesar 166,17 gram. Kahar. Khoiri. Kusumawati. , & Mursidi. Februar. The effectiveness of coconut coir absorbent power from Java. Kalimantan and Papua Land as substitute of baby diaper material through scientific approach. In Journal of Physics: Conference Series (Vol. No. 1, p. IOP Publishing. Laia. Pengaruh Konsentrasi Eco Enzyme Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Sawi Pagoda (Brassica narinosa ) Dalam Sistem Hidroponik Sumbu Dengan Ab-Mix Sebagai Nutrisi Dasar. Daftar Pustaka