TIME JOURNAL: Journal of Islamic Taransformation and Education Management https://journal. id/index. php/time/index Vol 1. No 1, 2024 | Page . PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DI MTS NEGERI 2 PALEMBANG Novita Eka Sari 1. Ade Akhmad Saputra 2 1, 2 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia uO novitakasari081104@gmail. com 1, adeakhmadsaputra_uin@radenfatah. Abstract This study focuses on the policy of managing educational facilities and infrastructure at MTs Negeri 2 Palembang, which represents one of the key aspects in supporting the effectiveness of the learning process and the achievement of educational goals. The main objective of this research is to describe and analyze how the management policy is designed, implemented, and evaluated, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques that include in-depth interviews, direct observation, and document analysis. The data were analyzed through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the policy for managing facilities and infrastructure at MTs Negeri 2 Palembang has followed a structured process, ranging from planning, procurement, utilization, to maintenance. However, its implementation has not been fully optimal due to challenges such as budget limitations, suboptimal coordination between work units, and minimal stakeholder participation in the evaluation process. The implications of this study highlight the importance of strengthening the internal evaluation system and fostering broader collaboration between the madrasah, relevant institutions, and the community to establish sustainable and participatory educational facility Keywords: Educational Policy. Facilities And Infrastructure. Madrasah Management. Facility Evaluation History Articles Received 27/3/2024 Revised 9/5/2024 Accepted 20/6/2024 How to Cite: Sari. , & Saputra. Management of Facilities and Infrastructure at MTS Negeri 2 Palembang: Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Di MTS Negeri 2 Palembang. Transformation of Islamic Management and Education, 1. , 43Ae51. Doi: https://doi. org/10. 65663/timejournal. INTRODUCTION Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien. Proses ini melibatkan berbagai tahap mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga evaluasi yang sistematis dan terstruktur (Tanjung. Febrianto, et al. , 2020. Javed, et al. , 2. Dalam konteks pendidikan, terutama di lingkungan madrasah, penyusunan dan pengelolaan sarana dan prasarana bukan hanya berkaitan dengan aspek fisik seperti ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga mencakup administrasi yang mendukung optimalisasi pemanfaatan fasilitas (Halawa, et al. , 2020. Ni, et , 2. MTS Negeri 2 Palembang, sebagaimana banyak lembaga pendidikan lainnya di Indonesia, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan fasilitas, terutama akibat keterbatasan anggaran yang berdampak pada pemeliharaan dan pembaruan sarana belajar (Musah, et al. , 2022. Le, et al. , 2. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kebijakan dan implementasi pengelolaan sarana dan prasarana di MTS Negeri 2 Palembang dengan tujuan akhir untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan yang menitikberatkan pada integrasi teori dan praktik, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, hingga pemeliharaan fasilitas dilakukan serta bagaimana kebijakan tersebut dapat ditingkatkan demi mendukung efektivitas Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa pengelolaan fasilitas pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran. Misalnya. Budiharso, & Tarman, . menyatakan bahwa lingkungan belajar yang ditunjang fasilitas memadai dapat memperkuat kualitas proses belajar mengajar. Yangambi, . menegaskan bahwa sarana dan prasarana yang berkualitas meningkatkan kenyamanan siswa, sementara Shaturaev, . menyoroti pentingnya manajemen keuangan pendidikan dalam menjamin kecukupan Selain itu, studi internasional oleh Al-Hadad . dan Davis . menunjukkan korelasi positif antara kualitas pengelolaan fasilitas dengan pencapaian akademik siswa. Penelitian-penelitian tersebut memberikan dasar teoretis yang kuat tentang pentingnya Page | 43 pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. Meski begitu, terdapat celah yang belum banyak disentuh dalam studi sebelumnya, yakni pendekatan kontekstual yang mendalam terhadap pengelolaan fasilitas di lingkungan madrasah negeri, khususnya di MTS Negeri 2 Palembang. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya membahas aspek teoritis secara umum, tanpa mengaitkannya dengan dinamika dan kendala spesifik yang dihadapi oleh institusi pendidikan tertentu. Penelitian ini hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mengaitkan hasil temuan global dan nasional dalam konteks lokal, serta menganalisis secara kritis implementasi kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana di madrasah tersebut. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penyatuan perspektif lokal dan internasional yang dipadukan dengan studi kasus aktual di MTS Negeri 2 Palembang. Dengan pendekatan ini, penelitian tidak hanya menyajikan teori dan data, tetapi juga mengembangkan analisis praktis dan solutif terhadap tantangan pengelolaan fasilitas Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam mengembangkan model pengelolaan sarana dan prasarana yang kontekstual, berkelanjutan, serta dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan di madrasah. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi acuan kebijakan bagi pengambil keputusan dalam merancang strategi peningkatan fasilitas pendidikan yang lebih efektif di masa mendatang. RESEARCH METHODS Metode penelitian ini disusun untuk mendukung pencapaian tujuan penelitian yang berfokus pada analisis kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di MTs Negeri 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (Munkar, et al. , 2. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam tentang proses, dinamika, dan kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana dalam konteks yang spesifik dan nyata di satuan pendidikan tersebut. Pendekatan kualitatif juga memungkinkan peneliti memahami fenomena secara komprehensif dari sudut pandang para pelaku dan pemangku kepentingan yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Unit analisis dalam penelitian ini adalah MTs Negeri 2 Palembang, dengan fokus pada kepala madrasah, wakil kepala bidang sarana dan prasarana, staf administrasi, serta guru dan siswa yang secara langsung memanfaatkan fasilitas pendidikan di madrasah tersebut. Pemilihan unit ini didasarkan pada keterlibatan langsung mereka dalam proses perencanaan, pengadaan, penggunaan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan (Mutmainnah, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung dengan kepala madrasah dan para pengelola fasilitas, guna memperoleh data yang kaya mengenai kebijakan, strategi, serta kendala dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Langkah pertama dalam proses wawancara adalah menyusun pedoman wawancara semiterstruktur yang mengacu pada fokus penelitian. Kemudian peneliti menjadwalkan pertemuan dengan informan kunci, melakukan wawancara secara tatap muka, dan merekam percakapan . engan persetujuan informa. untuk ditranskripsikan sebagai data utama. Selanjutnya, observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung kondisi sarana dan prasarana, tata kelola ruang, serta penggunaan fasilitas dalam proses pembelajaran. Peneliti mencatat hasil pengamatan menggunakan lembar observasi, serta mengambil dokumentasi foto untuk mendukung validitas data. Dalam praktiknya, observasi dilakukan secara terencana pada waktu-waktu kegiatan belajar berlangsung, untuk menangkap penggunaan fasilitas secara nyata. Studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah berbagai dokumen resmi, seperti Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM), laporan pengadaan barang, laporan pemeliharaan, serta dokumen evaluasi internal terkait sarana dan prasarana. Dokumendokumen ini memberikan gambaran objektif mengenai kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan fasilitas pendidikan (Muksit, et al. , 2. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Tahap pertama adalah reduksi data, yaitu memilah data relevan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang sesuai dengan fokus penelitian. Setelah itu dilakukan kategorisasi dan pengkodean data berdasarkan tema-tema utama seperti perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, kendala anggaran, dan partisipasi masyarakat (Mamun, & Walid, 2. Kemudian, peneliti melakukan interpretasi data untuk mencari pola-pola, hubungan antar tema, dan makna yang terkandung dalam konteks kebijakan pengelolaan sarana dan Page | 44 prasarana. Hasil analisis ini disajikan dalam bentuk narasi deskriptif yang mendalam, dengan dukungan kutipan langsung dari informan dan hasil observasi lapangan. Dengan pendekatan metodologis ini, diharapkan penelitian mampu menyajikan gambaran menyeluruh dan mendalam tentang praktik kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana di MTs Negeri 2 Palembang, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan tata kelola fasilitas pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan . lnien, & Pereira, 2021. Rachmad, 2. FINDINGS AND DISCUSSION Kebijakan pengelolaan dan administrasi sarana dan prasarana di madrasah ini telah dirumuskan secara sistematis dan terencana (El Widdah, 2. Proses penyusunan kebijakan dimulai dari identifikasi kebutuhan melalui survei internal dan pendataan terhadap kondisi sarana-prasarana yang sudah tersedia. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Madrasah. Setiap tahun kami melakukan pengecekan dan inventarisasi terhadap kondisi ruang dan perlengkapan sekolah, yang hasilnya menjadi dasar dalam menyusun rencana anggaran kebutuhan sarana untuk tahun berikutnya. Dari hasil pendataan yang didapatkan, kondisi ruang di MTs Negeri 2 Palembang secara umum berada dalam kondisi baik. Terdapat 33 ruang belajar yang seluruhnya dalam keadaan layak pakai, ditambah dengan fasilitas lain seperti ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, ruang guru, perpustakaan, ruang UKS, ruang bimbingan konseling, ruang OSIM, musholla, laboratorium IPA dan komputer, gudang, serta toilet guru dan siswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa infrastruktur fisik madrasah telah memenuhi standar minimal sarana pendidikan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Arafah, & Azizah, 2022. Umkabu, et al. , 2020. Kusnanto, et al. , 2. Hasil survei juga mengungkap bahwa perlengkapan sekolah seperti meja, kursi, papan tulis, dan komputer dalam kondisi sangat baik. Sebagai contoh, terdapat 386 meja siswa dan 766 kursi siswa yang seluruhnya dalam kondisi baik, serta 150unit komputer yang aktif digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital. Menurut keterangan staf administrasi. Semua perlengkapan ini diperoleh secara bertahap melalui pengajuan dana BOS dan bantuan dari pemerintah daerah. Kami selalu pastikan tidak hanya pengadaan, tapi juga pemeliharaan berkala agar tidak cepat rusak. Fasilitas pendukung lain seperti perlengkapan olahraga dan laboratorium IPA juga menunjukkan jumlah yang memadai, dengan 42 set perlengkapan olahraga dan 421 set alat praktik laboratorium. Ini turut mendorong kegiatan ekstrakurikuler dan praktik sains berjalan dengan baik. Dalam wawancara dengan salah seorang guru IPA disebutkan. Ketersediaan alat praktikum sangat membantu dalam menyampaikan konsep sains secara konkret kepada siswa, terutama dalam pembelajaran fisika dan biologi. Perpustakaan madrasah juga memiliki koleksi yang cukup banyak, terdiri dari 2. buku non-fiksi, 667 buku fiksi, 336 majalah, dan langganan satu eksemplar harian lokal. Keberadaan perpustakaan ini tidak hanya menunjang literasi siswa, namun juga menjadi sumber referensi tambahan bagi guru. Kami mendorong siswa untuk aktif membaca, bahkan beberapa kelas memiliki jadwal khusus untuk kunjungan ke perpustakaan setiap minggu, ujar pustakawan madrasah. Dari segi implementasi kebijakan, diketahui bahwa partisipasi semua pihak di lingkungan sekolah cukup tinggi. Guru, siswa, dan orang tua dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengadaan maupun pemeliharaan saranaprasarana (Nurhuda, et al. , 2023. Siswanto, & Hidayati, 2. Penggunaan teknologi informasi seperti sistem manajemen inventaris berbasis komputer juga membantu meningkatkan efisiensi administrasi dan pengawasan terhadap aset sekolah. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi madrasah, salah satunya adalah keterbatasan anggaran dalam merealisasikan seluruh rencana pengadaan fasilitas. Hal ini diakui oleh bendahara madrasah yang mengatakan. Tidak semua kebutuhan dapat langsung dipenuhi dalam satu tahun anggaran, kami harus menyusun skala prioritas dan seringkali menunggu hingga ada dana tambahan dari luar. Selain itu, kendala lainnya adalah kurangnya tenaga teknis yang memiliki keahlian khusus dalam manajemen aset dan perawatan teknis fasilitas, yang berdampak pada efektivitas implementasi kebijakan. Meskipun begitu, secara keseluruhan kebijakan pengelolaan dan administrasi Page | 45 sarana-prasarana di MTs Negeri 2 Palembang telah berjalan dengan baik dan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan belajar. Lingkungan yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta dukungan teknologi dan keterlibatan stakeholder, semuanya menjadi faktor penting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan yang efektif dan efisien. Tabel 1. Kondisi Ruang Ruang Kondisi Jumlah Baik Sedang Rusak Ruang Belajar Ruang Kepala Madrasah Ruang Tata Usaha Ruang Ruang Guru Ruang Perpustakaan UKS Ruang Bk Ruang OSIM Musholla Laboratorium IPA Laboratorium Komputer Gudang WC Kepala Madrasah/Guru Wc Siswa Berdasarkan data pada Tabel 1. 1 mengenai kondisi ruang di MTs Negeri 2 Palembang, dapat diketahui bahwa seluruh ruang yang tersedia berada dalam kondisi baik tanpa adanya ruang yang tergolong dalam kondisi sedang maupun rusak. Terdapat 33 ruang belajar yang semuanya berfungsi dengan baik. Selain itu, ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, ruang guru, ruang perpustakaan, ruang bimbingan konseling (BK), ruang OSIM, musholla, laboratorium IPA, laboratorium komputer, gudang, serta WC kepala madrasah/guru masingmasing berjumlah satu unit dan seluruhnya dalam kondisi baik. UKS tersedia sebanyak dua ruang dan keduanya juga dalam keadaan baik. Sementara itu, untuk fasilitas sanitasi siswa, terdapat delapan WC yang juga tercatat dalam kondisi baik. Temuan ini menunjukkan bahwa sarana fisik bangunan di madrasah telah dikelola dengan baik sehingga mendukung pelaksanaan proses pembelajaran dan aktivitas sekolah secara optimal. Tabel 1. 2 Data Perlengkapan Sekolah Kondisi Jenis Jumlah Baik Sedang Rusak 1 Meja Kepala Sekolah 2 Meja Tata Usaha 3 Meja Guru 4 Meja Siswa 5 Kursi Siswa 6 Papan Tulis 7 Meja dan Kursi Tamu 8 Komputer Berdasarkan data pada Tabel 1. 2 mengenai perlengkapan sekolah di MTs Negeri 2 Palembang, terlihat bahwa seluruh jenis perlengkapan berada dalam kondisi baik tanpa ada yang dalam kondisi sedang atau rusak. Meja kepala sekolah tersedia sebanyak satu unit, meja tata usaha sebanyak tujuh unit, dan meja guru sebanyak empat puluh dua unit, seluruhnya dalam kondisi baik. Selain itu, terdapat tiga ratus delapan puluh enam meja siswa yang semuanya berfungsi dengan baik, serta tujuh ratus enam puluh enam kursi siswa dalam kondisi serupa. Sarana pendukung pembelajaran seperti papan tulis tersedia sebanyak tiga puluh tiga unit dan seluruhnya dalam keadaan baik. Meja dan kursi tamu masing-masing tersedia sebanyak dua unit dalam kondisi baik. Sementara itu, perangkat teknologi berupa komputer berjumlah seratus lima puluh unit, juga semuanya tercatat dalam kondisi baik. Data ini menunjukkan bahwa MTs Negeri 2 Palembang telah berhasil menjaga dan mengelola perlengkapan sekolah dengan sangat baik guna mendukung efektivitas proses belajar mengajar. Tabel 1. 3 Fasilitas Olahraga Nama Jumlah Satuan 1 Perlengkapan Olahraga Buah Page | 46 Jumlah Total Buah Berdasarkan data pada Tabel 1. 3 mengenai fasilitas olahraga di MTs Negeri 2 Palembang, diketahui bahwa jumlah perlengkapan olahraga yang tersedia mencapai empat puluh dua buah. Seluruh fasilitas ini tercatat dalam satuan buah dan mencakup berbagai jenis peralatan yang digunakan untuk mendukung kegiatan olahraga siswa. Keberadaan perlengkapan ini menunjukkan komitmen madrasah dalam menyediakan sarana penunjang aktivitas jasmani sebagai bagian dari pengembangan potensi dan kesehatan peserta didik. Meskipun tidak dirinci jenis perlengkapannya, jumlah total yang memadai ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai cabang olahraga yang diselenggarakan di lingkungan Tabel 1. 4 Laboratorium IPA (Fisika. Kimia. Biolog. Nama Jumlah Satuan 1 Alat Praktek Lab Set Jumlah Total Set Berdasarkan Tabel 1. 4, laboratorium IPA di MTs Negeri 2 Palembang dilengkapi dengan sebanyak 421 set alat praktik yang mencakup berbagai instrumen untuk menunjang pembelajaran Fisika. Kimia, dan Biologi. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa fasilitas laboratorium yang dimiliki cukup memadai dalam mendukung kegiatan eksperimen dan pembelajaran berbasis praktik ilmiah. Ketersediaan alat praktik dalam jumlah besar ini menjadi indikator penting bagi penguatan kompetensi siswa dalam memahami konsepkonsep sains secara langsung melalui pengalaman empiris. Dengan demikian, laboratorium IPA di madrasah ini telah memiliki daya dukung yang signifikan terhadap proses pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Tabel 1. 5 Perpustakaan Nama Jumlah Satuan 1 Buku Non Fiksi Buah 2 Buku Fiksi Buah 3 Majalah Buah 4 Koran Sripo Eksemplar Jumlah Total Berdasarkan Tabel 1. 5, fasilitas perpustakaan di MTs Negeri 2 Palembang memiliki koleksi bahan bacaan yang cukup beragam dan jumlah yang signifikan. Tercatat terdapat 633 buah buku nonfiksi yang mendukung pengayaan pengetahuan siswa di berbagai bidang keilmuan, serta 667 buah buku fiksi yang dapat menumbuhkan minat baca dan imajinasi peserta didik. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan 336 buah majalah dan satu eksemplar surat kabar Sripo yang dapat memperluas wawasan siswa mengenai isu- isu Secara keseluruhan, jumlah total koleksi perpustakaan mencapai 3. 637 bahan Keberadaan koleksi yang lengkap dan bervariasi ini menjadi penunjang penting dalam menciptakan budaya literasi serta mendukung proses pembelajaran di lingkungan Dengan demikian, hasil temuan penelitian mengenai kebijakan pengelolaan dan administrasi sarana dan prasarana di MTs Negeri 2 Palembang menunjukkan adanya sistem manajemen yang terstruktur, terencana, dan partisipatif. Penyusunan kebijakan dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui survei internal dan inventarisasi kondisi fasilitas secara rutin setiap tahun. Hal ini menunjukkan adanya budaya perencanaan yang matang dan berbasis data, yang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan aset pendidikan secara Keterangan Kepala Madrasah menegaskan bahwa setiap rencana pengadaan sarana selalu didasarkan pada hasil pendataan tahunan, yang kemudian dirumuskan ke dalam rencana anggaran kebutuhan untuk periode berikutnya. Temuan ini memperlihatkan bahwa kondisi infrastruktur fisik madrasah berada dalam kategori baik dan layak pakai (Nurharini, et al. , 2024. Bania, et al. , 2023. Sawamoto, & Marshall, 2. Tersedianya 33 ruang belajar yang seluruhnya dalam kondisi baik, ditambah dengan ruang-ruang penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, musholla, serta fasilitas sanitasi, menunjukkan bahwa madrasah ini telah memenuhi bahkan melampaui standar minimal sarana pendidikan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketersediaan fasilitas ini tidak hanya mendukung keberlangsungan proses pembelajaran, tetapi juga memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh warga madrasah. Dari segi perlengkapan, seluruh item seperti meja, kursi, papan tulis, hingga komputer tercatat dalam kondisi sangat baik. Keberadaan 150unit komputer yang aktif digunakan menandakan adanya komitmen madrasah dalam mengintegrasikan teknologi Page | 47 informasi ke dalam pembelajaran, yang sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Hal ini diperkuat oleh pengakuan staf administrasi bahwa pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjaga keberlangsungan fungsi sarana yang telah tersedia, serta proses pengadaan dilakukan melalui pemanfaatan dana BOS dan dukungan dari pemerintah daerah. Kelengkapan fasilitas pendukung seperti 42unit perlengkapan olahraga dan 421 set alat praktikum laboratorium turut menunjukkan bahwa madrasah ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan pengembangan psikomotorik dan keterampilan sains siswa (Gunawan, et al. , 2023. Fatoni, & Subando, 2024. Firdaus, 2. Dalam wawancara dengan guru IPA, disebutkan bahwa alat praktikum sangat membantu dalam menyampaikan konsep-konsep sains secara konkret dan aplikatif. Hal ini mengimplikasikan bahwa sarana yang tersedia memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Perpustakaan madrasah juga menjadi unsur penting dalam mendukung literasi siswa. Dengan koleksi sebanyak 2. 633 buku non-fiksi, 667 buku fiksi, 336 majalah, dan satu koran harian, perpustakaan ini berfungsi sebagai pusat sumber belajar alternatif. Jadwal kunjungan kelas ke perpustakaan secara rutin menunjukkan adanya kesadaran madrasah terhadap pentingnya budaya membaca. Dari sisi pengelolaan, sistem manajemen inventaris berbasis komputer telah digunakan untuk mendukung efisiensi administrasi dan pengawasan aset, menunjukkan adanya pemanfaatan teknologi dalam sistem tata kelola Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan yang masih Salah satunya adalah keterbatasan anggaran, di mana tidak semua kebutuhan pengadaan dapat direalisasikan dalam satu tahun anggaran. Bendahara madrasah menyatakan bahwa pihaknya harus membuat skala prioritas dan menunggu tambahan dana dari sumber eksternal (Shaturaev, 2021. Suryaningsih, 2. Hal ini berpotensi menunda realisasi perbaikan atau pengadaan sarana yang dibutuhkan secara mendesak. Tantangan lainnya adalah kurangnya tenaga teknis yang memiliki kompetensi dalam manajemen aset dan pemeliharaan fasilitas. Keterbatasan ini berpotensi menurunkan efektivitas implementasi kebijakan, terutama dalam hal perawatan teknis yang memerlukan keahlian khusus. Secara keseluruhan, implementasi kebijakan pengelolaan dan administrasi sarana dan prasarana di MTs Negeri 2 Palembang telah menunjukkan hasil yang positif. Kualitas lingkungan belajar yang tercipta dari tersedianya sarana memadai, partisipasi aktif stakeholder, serta dukungan teknologi, semuanya merupakan faktor kunci yang menunjang proses pendidikan yang efektif dan efisien. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang baik mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan (Agustin, et al. , 2023. Yangambi, 2023. Chan- Anteza, 2. Kebijakan berbasis data, pelibatan semua unsur madrasah, serta pemanfaatan teknologi informasi merupakan pendekatan strategis yang dapat direplikasi oleh madrasah lain. Meski demikian, perlu adanya dukungan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah dalam bentuk peningkatan alokasi anggaran dan pelatihan bagi tenaga teknis, agar keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan aset pendidikan dapat terus terjaga dalam jangka panjang. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kebijakan pengelolaan sarana dan prasarana di MTs Negeri 2 Palembang berjalan dengan cukup sistematis melalui tahapan perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan yang merujuk pada dokumen perencanaan madrasah seperti RKAM. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, belum optimalnya koordinasi antarpihak, serta kurangnya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam proses evaluasi dan pengembangan fasilitas. Meskipun demikian, pihak madrasah telah berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan strategi kolaboratif, baik melalui keterlibatan komite madrasah maupun pengajuan bantuan kepada instansi terkait. Sebagai implikasi dari temuan penelitian ini, secara khusus disarankan agar MTs Negeri 2 Palembang memperkuat sistem monitoring dan evaluasi internal terhadap penggunaan dan pemeliharaan sarana prasarana, serta meningkatkan pelibatan semua unsur sekolah dalam proses pengambilan keputusan kebijakan fasilitas. Secara umum, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam merumuskan kebijakan pengelolaan fasilitas pendidikan yang berkelanjutan dan Page | 48 partisipatif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar cakupan kajian diperluas pada perbandingan antar madrasah di wilayah yang berbeda, serta menggunakan pendekatan campuran . ixed method. agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan obyektif, sehingga mampu menyempurnakan kekurangan dari penelitian ini yang masih terbatas pada satu lokasi dan pendekatan kualitatif semata. ACKNOWLEDGMENT Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Ade Akhmad Saputra. Hum. Pd. yang telah memberikan bimbingan akademis yang sangat berharga selama penelitian ini, serta kepada MTs Negeri 2 Palembang atas dukungan dan partisipasinya yang memungkinkan penelitian ini terlaksana. Terima kasih juga disampaikan kepada staf dan pegawai yang telah memberikan bantuan teknis dalam pengumpulan data dan analisis, serta kepada keluarga dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan moral dan motivasi. Semua kontribusi ini sangat berharga dan tidak dapat diukur dengan kata-kata. REFERENCES