Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 https://jurnal. id/index. php/UrwatulWutsqo PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SKI DI MTs SALAFIYAH SYAFIIYAH BANDUNG DIWEK JOMBANG MarAoatul Azizah . zizahstituw@gmail. STIT Al-Urwatul Wutsqo Ae Jombang Rina Bayu Winanda rinabayuwinanda94@gmail. STIT Al-Urwatul Wutsqo-Jombang Abstract The subject of Islamic history is underestimated or is only considered a complementary subject by students. So that here the researcher is interested in researching about how the problems of learning Islamic Cultural History at MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang and how the teacher's efforts in overcoming the problems of learning the History of Islamic Culture at MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang. This research uses a qualitative approach. Data collection methods: observation, interviews and The data analysis technique used Miles and Huberman's interactive model which included data reduction, data presentation and conclusion drawing. To check the validity of the data, it was used research extension, observation persistence and triangulation. The results of this study found that: Mathematics of learning resource problems are incomplete, lack of understanding of the method, the lack of media so that it meets the learning objectives, student problems before and during learning, some evaluation scores are below standard. The teacher's efforts: learning resources are handled with the internet as a complementary source, methods are handled with other methods prepared by the teacher, media are overcome with other media that are easy to find, students are overcome with several common things, evaluation is overcome with remedial programs. Keywords: problematics, learning. SKI. Pendahuluan Sejarah kebudayaan Islam merupakan mata pelajaran yang masuk dalam ruang lingkup materi pendidikan agama Islam. Dalam Sejarah Pendidikan Islam atau biasa disebut SKI adalah merupakan sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada waktu lampau, yang ada buktinya berupa peninggalan sebuah karya. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. https://jurnal. id/index. php/UrwatulWutsqo Copyright A 2021. LP3M STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA cipataan, ide dan karsa umam muslim yang berdasarkan oleh ajaran dan nilai Islam. Dalam kenyataannya pelajaran SKI kurang cukup diminati oleh peserta Hal ini banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya metode yang digunakan kurang merarik, siswa malas untuk membaca dan lain sebagainya. Padahal berhasil atau tidaknya sebuah proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh siswa dan guru di kelas. Seorang guru akan selalu dihadapkan dengan berbagai permasalahan ketika mengajar, meskipun kadang sudah mengajar dengan sungguh-sungguh. Hal ini menjadi indikator bahwa belajar dan mengajar merupakan hal yang selalu berubah dan dinamis. Sehingga guru harus mampu menyadari adanya perubahan itu dan segera menyiapkan beberapa strategi yang akan digunakan ketika mengajar sejarah kebudayaan Islam di kelas. Salah satu tujuan dari siswa belajar SKI adalah mereka akan mengetahui berbagai peristiwa pada masa lampau, utamanya sejarah tentang kebudayaan Islam. Dimana Sejarah Kebudayaan Islam sangat penting untuk dipelajari dan ketahui oleh umat Islam itu sendiri. Tapi pada kenyataannya, pelajaran SKI ini kurang disenangi oleh siswa. Pelajaran ini hanya dianggap sebagai selingan dan pelengkap mata pelajaran. Problem lain yang berhubungan dengan SKI adalah kurang bangganya siswa dengan sejarah tentang tokoh-tokoh Islam. Selain itu juga adanya sikap rendah diri terhadap kebudayaan Islam, tetapi mereka bangga dengan budaya barat. Dari segi proses belajar mengajar, metode mengajar SKI lebih dianggap monoton dan kurang bervariasi. Padahal jika hal ini mampu untuk dirubah, baik dari siswa maupun guru, pasti akan bisa meningkatkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan pemahaman siswa tentang SKI. Jadi jika seorang guru hanya terfokus pada cara penyampaian materi saja tanpa memperhatikan pembelajaran atau memperhatikan apakah materi yang disampaikan telah sampai pada siswa, maka pembelajaran tersebut bisa dikatakan kurang berkualitas, karena pembelajaran yang dikatakan berkualitas adalah apabila siswa benar-benar memahami materi dari proses pembelajaran, dan cara untuk mengetahui kualitas pembelajaran adalah dengan mengadakan evaluasi yakni suatu proses bukan suatu hasil . , hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi. 1 H. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta : Bumi Aksara, 2. , 2. 2 Aunurrahman. Belajar dan Pembelajaran (Pontianak : Alfabeta, 2. , 176. 3 Florence Beetlestone. Creative Learning, terj. Narulita Yusron(Bandung : Nusa media, 2. , 18. 4Zainal Arifin. Evaluasi Pembelajaran (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2. , 5. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA Fenomena di MTs Salafiyah Syafiiah Bandung Diwek Jombang bahwa pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam hanya dilakukan 1 pertemuan dalam satu minggu, hal ini mungkin tidak hanya terjadi di sekolah ini saja tetapi banyak sekolah-sekolah lain yang pembelajaranya sama dengan fenomena di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang ini. Fenomena lain di sekolah ini adalah kurang minatnya siswa dalam pembelajaran, hal ini terbukti dengan adanya siswa yang malas, bosan serta tidur dikelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, hal ini juga termasuk kasus yang sudah dianggap umum karena banyak juga sekolah lain yang mengalami kasus tersebut. Berdasarkan konteks penelitian yang telah diuraikan diatas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang bagaimana upaya guru dalam mengatasi problem atau masalah belajar sejarah kebudayaan islam (SKI). Dan penelitian ini akan dilakukan di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang. Kajian Sejarah Kebudayaan Islam SKI merupakan sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi pada waktu lampau, yang ada buktinya berupa peninggalan sebuah karya, cipataan, ide dan karsa umam muslim yang berdasarkan oleh ajaran dan nilai Islam. Dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. SKI merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Islam. SKI sendiri merupakan mata pelajaran yang dalam prakteknya berusaha untuk melaksanakan tujuan dasar ajara Islam yaitu menjadikan manusia bahagia dunia akhiratnya. Sejarah kebudayaan Islam menjadi mata pelajaran yang sangat penting bagi peserta didik. Hal ini dikarenakan dengan mengetahui dan mempelajari sejarah, peserta didik bisa mengambil pelajaran dan ibrah dari kisah dan sejarah tohohtohoh terdahulu. Dari proses itu dapat diambil banyak pelajaran dan dapat memilih sisi-sisi mana yang perlu dikembangkan dan yang tidak perlu Tujuan Pembelajaran SKI Ada beberapa tujuan dari pembelajaran SKI, antara lain: Siswa yang belajar sejarah akan mampu mengambil pelajaran dari kisah-kisah para tokoh Islam terdahulu. Sehingga termotivasi untuk mencontoh tingkah lakunya, seperti para Nabi, para wali, para orang sholeh. 5 Veri. Siswa kelas Vi MTs Salafiyah Syafiiyah. Rumah Peneliti Desa Bandung, 28 Januari 2017. Arifin. Ilmu pendidikan islam (Jakarta : Bumi aksara, 2. , 2. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA Dengan belajar sejarah, maka bisa meningkatkan iman, membersihkan moral, menumbuhkan rasa patriotism serta bisa memotivasi untuk memerangi kebathilan dan mengajak kebenaran. Untuk memberi contoh dan tauladan yang baik dengan mengikuti akhlak rosul Sebagai sarana pendidikan karakter dan akhlak, serta berwawasan luas. Ruang Lingkup Sejarah Kebudayaan Islam Selama ini seringkali Sejarah Kebudayaan Islam hanya dipahami sebagai sejarah tentang Kebudayaan Islam saja . istory of islamic cultur. Dalam kurikulum ini Sejarah Kebudayaan Islam dipahami sebagai sejarah tentang agama Islam dan Kebudayaan . istory of and islamic cultur. Oleh karena itu kurikulum ini tidak saja menampilkan sejarah kekuasaan atau sejarah raja-raja, tetapi juga akan di angkut sejarah perkembangan ilmu agama, sains dan teknologi dalam islam. Aktor sejarah yang diangkut tidak saja Nabi. Sahabat dan Raja, tetapi akan dilengkapi ulama, intelektial dan filosof. Faktor-faktor sosial dimunculkan guna menyempurnakan pengetahuan peserta didik tentang Sejarah Kebudayaan Islam. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentanga problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang dan bagaimana upaya guru dalam mengatasi problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan datanya: observasi, wawancara dan Teknik analisis datanya menggunakan modelinteraktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Problematika pembelajaran merupakan suatu kondisi tertentu yang dialami oleh siswa dan menghambat kelancaran proses pembelajaran yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru. Pendidikan Islam adalah upaya membimbing, mengarahkan dan membina peserta didik yang dilakukan secara terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam, sehingga tercapailah keberhasilan dari suatu 9 Berikut adalah problematika pembelajaran ditinjau dari komponen komponen pembelajarannya: 7 Thoha. Chabib dkk. Metodelogi Pengajaran Agama, (Semarang: Pustaka Pelajar, 1. , h. 8AuMateri SKI MTsAy, http://nusasarinet. com/2013/12/kumpulan materi SKI. html?m=1, 9 Moch. SyaAoroni Hasan. Kecerdasan Emosional Anak Sebagai Pertimbangan Dalam Pengembangan Perencanaan Pembelajaran Pai, (JURNAL TARBAWI Vol. 05 No. , 2 Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA Sumber Belajar Masalah mengenai sumber belajar pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Sakafiyah Syafiiyah Bandung adalah kurang lengkapnya materi yang ada di paket dan LKS sehingga guru harus mencari sumber lain berupa internet untuk melengkapi materi yang tidak ada pada buku paket dan LKS tersebut. Berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam mengenai sumber belajar di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung ini adalah masalah yang sangat umum dan merupakan masalah eksternal, yakni masalah yang berasal dari luar peserta didik itu sendiri. Adapun faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pembelajaran antara lain : Faktor Guru, . Lingkungan sekolah . ermasuk teman sebay. Kurikulum sekolah, . Sarana dan prasarana10 Cara guru untuk mengatasi masalah kurang lengkapnya paket dan LKS tersebut adalah dengan menggali sumber lain yakni berupa internet guna memberikan informasi tambahan sebagai sumber belajar bagi peserta didik, dan menurut peneliti cara guru untuk mengatasi masalah tersebut adalah baik karena sesuai dengan salah satu ciri profesi yang telah dijelaskan dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan, yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990, dirumuskan 10 ciri suatu profesi, yang salah satunya adalah AuKebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanyaAy. Strategi pembelajaran atau metode Masalah mengenai strategi pembelajaran adalah guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung ini masih bingung untuk menerapkan metode yang sesuai dengan materi sehingga guru menggunakan metode yang mereka anggap mudah untuk di terapkan, sehingga menjadikan siswa merasa bosan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak diinginkan oleh guru. Berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam mengenai strategi pembelajaran di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung ini adalah kurang baik. Strategi pembelajaran pada hakikatnya 10Aunurrahman. Belajar dan pembelajaran (Pontianak: Alfabeta, 2. , 195. 11Nana Syaodih Sukmadinata. Pengembangan kurikulum, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA merupakan penerapan prinsip-prinsip psikologi dan prinsip-prinsip pendidikan bagi perkembangan siswa. Salah satu kewajiban guru yaitu bisa terampil dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. Selain itu, guru juga harus bisa memahami setiap karakter siswanya, bisa memilih metode yang tepat, bisa menggunakan media belajar yang cocok dengan materi yang akan diajarkan, serta mampu menentukan teknik penilaian yang tepat. Sehingga bisa melaporkan perkembangan kemampuan siswanya. 13 Dengan demikian dapat diketahui bahwa ketika peserta didik dalam proses belajar mengajar melakukan hal-hal yang menyimpang maka guru diharapkan dapat trampil menentukan dan memperhatikan metode yang digunakan. Media dan Sarana prasarana Masalah mengenai media dan sarana prasarana disekolah ini adalah masih minimnya media sehingga menjadikan peserta didik kurang bersemangat dalam belajar. Berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam mengenai media dan sarana prasarana di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung ini adalah masalah yang umum terjadi karena peserta didik membutuhkan motivasi agar mereka bersemangat kembali dan tidak tergantung pada media serta sarana prasarana yang ada. Motivasi di dalam kegiatan belajar merupakan kekuatan yang dapat menjadi tenaga pendorong bagi siswa untuk mendayagunakan potensi-potensi yang ada pada dirinya dan potensi diluar dirinya untuk mewujudkan tujuan belajar. 14 Minimnya media tidak akan menjadi masalah apabila dalam diri peserta didik tertanam motivasi yang besar untuk belajar dan akan tetap semangat dalam menjalaninya. Cara yang dilakukan oleh guru tersebut sesuai dengan pengertian upaya sendiri yakni menurut kamus besar bahasa indonesia upaya adalah usaha, ikhtiar . ntuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan kelua. 15 dan cara ini merupkan tahapan prognosis yaitu merujuk pada aktivitas penyusun rencana atau program yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kesulitan belajar siswa yang salah satunya bisa berupa adanya alat bantu belajar mengajar yang diperlukan. 16 Jadi cara guru untuk mengatasi 12 Rusman. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta : Kencana, 2. , 13 Nana Sudjana. Pembinaan dan pengembangan kurikulum di sekolah (Bandung : sinar baru algensindo, 2. , 17-19. 14 Aunurrahman. Belajar dan pembelajaran (Pontianak: Alfabeta, 2. , 180. 15 Alex. Kamus bahasa ,295. 16 Aunurrahman. Belajar dan pembelajaran (Pontianak: Alfabeta, 2. , 198. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA masalah tersebut adalah sangat baik karena guru tersebut dapat menggunakan alat yang tidak memberatkan semua pihak karena sangat ekonomis dan mudah di daptkan sehingga dapat dikatakan bahwa cara guru tersebut adalah sangat Siswa dan guru Masalah yang di timbulkan oleh siswa saat pembelajaran pasti menjadi masalah yang paling dominan yang di hadapi guru, begitupula pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di sekolah ini, permasalahan yang peneliti peroleh setelah melakukan beberapa kali observasi di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung adalah sebagai berikut: Peserta didik tidak menyapu kelas saat pembelajaran. Peserta didik kelas lain ada di kelas saat pelajaran berlangsung. Peserta didik terlambat masuk. Peserta didik ramai dikelas, peserta didik menggambar saat pelajaran, peserta didik terlalu lama di kamar mandi, peserta didik tidak membawa paket atau modul, peserta didik makan atau minum pada saat Dari temuan tersebut sesuai dengan teori berikut ini yang mengatakan bahwa masalah sebelum belajar ini seringkali berkaitan dengan pengorganisasian belajar. Dalam buku karangan Lubis Grafura dan Ari Wijayanti yang berjudul Au100 Masalah PembelajaranAy menjelaskan bahwa permasalahan pra pembelajaran. Sedangkan masalah selama proses belajar yang sering muncul selama proses belajar seringkali berkaitan dengan sikap terhadap belajar, motivasi, konsentrasi, pengolahan pesan pembelajaran, menyimpan pesan, menggali kembali pesan yang telah tersimpan, unjuk hasil belajar. Sesudah belajar, masalah belajar dimungkinkan berkaitan dengan penerapan prestasi, jadi masalah selama proses belajar seringkali berkenaan dengan bahan belajar dan sumber belajar. Dengan demikian dapat diketahui bahwa masalah yang dilakukan peserta didik di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung adalah masalah yang umum Sedangkan masalah guru yang dapat peneliti peroleh bahwa guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung memiliki suara yang sangat lembut dan sangat sabar dalam mendidik siswa-siswanya sehingga siswa kadang kurang padam dengan penjelasan guru dan malu untuk menanyakan hal-hal yang belum di mengerti kepada beliau. Sehingga dapat diketahui pula bahwa masalah yang dilakukan oleh peserta didik dapat terjadi juga karena faktor guru dan lain sebagainya, berikut adalah Faktor-faktor 17 Lubis Grafura dan Ari Wijayanti, 100 masalah pembelajaran(Yogyakarta : Ar-ruzz media ,2. ,19- Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA eksternal yang mempengaruhi pembelajaran : Faktor Guru. Lingkungan sekolah . ermasuk teman sebay. Kurikulum sekolah. Sarana dan prasarana. Masalah yang ditimbulkan oleh siswa memang menjadi masalah inti pembelajaran dan sesuai dengan masalah yang peneliti peroleh bahwa masalah yang ditimbulkan oleh siswa antara lain: Peserta didik tidak menyapu kelas saat pembelajaran Cara guru untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menunggu respon mereka dan jika tidak ada, maka meminta mereka untuk membersihkannya dulu kemudian pembelajaran bisa dimulai. Cara tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa cara untuk mengatasi masalah peserta didik tidak menyapu kelas adalah pilihan a: dengan memulai pelajaran tanpa memedulikan itu semua, pilihan b: meminta peserta didik keluar dan menghukumnya, pilihan c: mengatakan panggil saaya kalau kelas sudah bersih, saya kecewa dengan kelas ini! Lalu pergi, pilihan d: mengambil sapu kemudian menyapu bagian bawah meja guru dan menunggu respon peseta . Peserta didik terlambat masuk Cara guru untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat kesepakatan bersama antara guru dan siswa pada awal pembelajaran, cara tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa ketegasan dalam menegakkan peraturan sangat penting, jika sekali saja lengah tidak menegakkan aturan yang sudah disepakati, peserta didik akan tertantang untuk melanggarnya lagi. Peserta didik ramai dikelas Masalah seperti ini adalah masalah yang sangat umum dihadapi oleh guru bukan hanya disekolah ini, tetapi pasti dialami juga oleh guru-guru lain di luar sana. Cara guru mengatasi masalah seperti ini adalah tetap tenang dengan memberikan tugas kepada mereka. Cara yang digunakan oleh guru sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa yang harus dilakukan ketika peserta didik ramai adalah rileks dan jika situasi makin memburuk maka bisa dengan memberikan tugas kepada mereka. 21 hal ini terkait dengan kasus peserta didik yang sulit diatur. peserta didik menggambar saat pelajaran 18 Aunurrahman. Belajar dan pembelajaran (Pontianak: Alfabeta, 2. , 195. 19 Lubis Grafura dan Ari Wijayanti, 100 masalah pembelajaran (Yogyakarta : Ar-ruzz media, 2. ,43- 20 Wijayanti, 100 masalah pembelajaran, 66. 21 Lubis Grafura dan Ari Wijayanti, 100 masalah pembelajaran (Yogyakarta : Ar-ruzz media, 2. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA Masalah seperti ini biasanya terjadi karena siswa sudah mulai merasa bosan dan cara guru untuk mengatasinya adalah dengan menegurnya dan mengembalikan perhatian mereka pada pelajaran dengan cara membaca, bercerita dan lain sebagainya hal ini merupakan tahapan terapi atau pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang guru, terapi disini adalah pemberian bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap pragnosis yang salah satu bentuknya adalah dengan memusatkan perhatian kepada seluruh siswa dan mengajak AurefreshingAy jika siswa mulai bosan. Peserta didik terlalu lama di kamar mandi Cara guru untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat kesempatan agar bergantian. Cara tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa yang harus dilakukan ketika peserta didik terlalu lama dikamar mandi dengan membiasakan pergi ke kamar mandi maksimal dua orang, usahakan jangan lebih, apabila ada yang hendak izin, sampaikan harus menunggu dua teman lainnya kembali ke kelas terlebih dahulu. Peserta didik tidak membawa paket atau modul Untuk mengatasinya dengan cara bertanya kepada siswa tersebut, kenapa tidak bawa buku. Jika itu merupakan kesalahan pertama kali, maka hanya perlu diperingatkan saja. Tapi jika sudah berkali-kali maka bisa menyuruh siswa untuk tanggung jawab pada dirinya sendiri. Misalnya dengan cara meminjam temannya di kelas lain atau meminjam buku Intinya bagaimana siswa tersebut mendapat dan membawa buku paket. Siswa makan serta minum pada jam pelajaran Cara mengatasinya adalah mengingatkan dan menyuruh berhenti makan dan minum dengan memberi tahu bahwa itu tindakan yang tidak . Peserta didik merasa bosan Cara guru untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengajak refresingdengan berdiri dan menggoyang-goyangkan tangan, kemudian bisa juga dengan memijat pundak teman di sampingnya dan bisa juga dengan mengjak belajar diluar kelas. cara tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa yang harus dilakukan ketika peserta didik bosn 22Wijayanti, 100 masalah pembelajaran , 195. 23 Wijayanti, 100 masalah pembelajaran ,136. 24 Wijayanti, 100 masalah pembelajaran 159. 25 Wijayanti, 100 masalah pembelajaran 162. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA adalah dengan mengajak refresing dan meminta peserta didik untuk berwudhu bagi yang menunjukkan tanda-tanda kebosanan yang parah. Evaluasi Masalah mengenai evaluasi yang ada di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam adalah mencontek dan adanya nilai-nilai peserta didik yang memang dibawah rata-rata. Berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa problematika pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam mengenai evaluasi di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung ini adalah baik dan merupakan masalah yang wajar karena peserta didik satu dengan peserta didik yang lain tidak ada yang sama dan mempunyai tingkat kemampuan serta hasil belajar yang berbeda-beda pula sesuai dengan apa yang ada pada diri masingmasing peserta didik tersebut atau bisa disebut sebagai sifat heterogen, hal tersebut merupakan faktor internal yang dimiliki setiap peserta didik, berikut ini adalah beberapa faktor internal belajar: Ciri khas/karakter siswa . Sikap terhadap belajar . Motivasi belajar . Konsentrasi belajar . Mengolah hasil belajar . Menggali hasil belajar . Rasa percaya diri . Kebiasaan belajar. Solusinya adalah Cara guru untuk mengatasi masalah evaluasi ini yakni mencontek dan adanya nilai-nilai peserta didik yang memang dibawah rata-rata adalah dengan memberika program remidial, yaitu suatu program yang digunakan guru untuk memperbaiki nilai peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata sehingga mendapatkan nilai tambahan. Cara untuk mengetahui nilai peserta didik yang dibawah rata-rata bisa menggunakan kegiatan diagnosis yakni: Membandingkan nilai prestasi individu untuk setiap mata pelajaran dengan rata-rata nilai seluruh individu. Membandingkan prestasi dengan potensi yang dimiliki oleh siswa. Membandingkan nilai yang diperoleh dengan batas minimal tujuan yang Tahap selanjutnya adalah dengan memberikan terapi atau pemberian bantuan,bentuk terapi yang dapat diberikan antara lain : Bimbingan belajar kelompok. Bimbingan belajar individual. Pengajaran remidial. Pemberian 26Grafura, 195. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA bimbingan pribadi. Alih tangan kasus27 Mengajak rileks dan tetap tenang bila siswa sulit diatur atau tidak menyukai materi. Jika memburuk bisa memberi tugas kepada mereka. 28 Memusatkan perhatian kepada seluruh siswa dan mengajak AurefreshingAy jika siswa mulai bosan. 29 Meminta siswa berwudhu jika tidur di kelas. Mengurangi pr jika siswa tidak mau mengerjakan tugas. Pindah tempat belajar jika kelas kurang kondusif dan menyebabkan siswa menjadi malas. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pengajaran remidial merupakan cara yang baik untuk di terapkan di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang karena merupakan salah satu bentuk terapi atau pemberian bantuan yang dirasa dapat membantu guru untuk mengatasi masalah tersebut. Kesimpulan Problematika yang terjadi ketika kegiatan belajar mengejar Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek Jombang berdasarkan komponen-komponennya: Sumber belajar, masalah mengenai sumber belajar adalah Kurang lengkapnya materi yang ada pada sumber yang telah digunakan yakni pada buku paket dan LKS. Strategi pembelajaran atau metode, masalah mengenai metode adalah guru merasa masih bingung dengan banyaknya metode yang bermacam-macam pada kurikulum 2013 sehingga guru hanya menggunakan metode yang mereka kuasai. Media dan sarana prasarana pembelajaran, masalah mengenai media adalah masih kurangnya atau masih minimnya media yang dapat menunjang proses pembelajaran, sedangan mengenai sarana prasarana tidak ada masalah mengenai hal tersebut karena guru sangat variaatif dalam mengolah pembelajaran. Sedangkan masalah mengenai guru adalah kurangnya metode yang digunakan oleh guru dan lembutnya suara guru yang menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan peserta didik menjadi tidak semangat dalam belajar dan melakukan hal-hal yang tidak di inginkan oleh guru. Evaluasi, masalah mengenai evaluasi adalah mencontek dan adanya nilai-nilai peserta didik yang dibawah rata-rata. Sumber belajar, cara mengatasi masalah kurang lengkapnya materi yang ada pada sumber yang telah digunakan yakni pada buku paket dan LKS adalahdengan mencari sumber lain berupa internet guna memberikan informasi tambahan sebagai sumber belajar pelengkap bagi peserta didik. 27 Ibid. , 198. 28Lubis Grafura dan Ari Wijayanti, 100 masalah pembelajaran(Yogyakarta : Ar-ruzz media ,2. ,172. 29 Ari Wijayanti, 100 masalah pembelajaran, 195. Urwatul Wutqo. Jurnal Kependidikan dan Keislaman. Vol. No. Maret 2021 P-ISSN : 2252-6099. E-ISSN : 2721-2483 MarAoatul Azizah. Rina Bayu Winanda Problematika Pembelajaran SKIA Strategi pembelajaran atau metode, cara mengatasi masalah guru yang msih bingung dengan banyaknya metode adalah dengan menggunakan strategi tersendiri yakni dengan membuat kerja kelompok, teka keki dan lain sebagainya dan yang penting peserta didiknya tetap hrus lebih aktif dari gurunya. Media dan sarana prasarana,cara mengatasi masalah media yang kurang lengkap dengan menggunakan media yang lebih sederhana, ekonomis serta mudah untuk ditemui seperti papan tulis, poster tokoh-tokoh, gambar dan lain sebagainya. Upaya yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah-masalah siswa adalah sebagai berikut. Peserta didik tidak menyapu kelas saat pembelajaran, dengan menunggu respon mereka dan jika tidak ada, maka meminta mereka untuk membersihkannya dulu kemudian pembelajaran bisa dimulai. Peserta didik kelas lain ada di kelas saat pelajaran berlangsung, dengan menegurnya dan meminta agar kembali di kelasnya. Peserta didik terlambat masuk, dengan membuat kesepakatan bersama antara guru dan siswa. Peserta didik izin ke kamar mandi dan tidak kembali, dengan membuat kesepakatan agar bergantian. Evaluasi, cara mengatasi masalah mencontek dan adanya nilai-nilai peserta didik yang dibawah rata-rata adalah dengan memberika program remidial, yaitu suatu program yang digunakan guru untuk memperbaiki nilai peserta didik sehingga mendapatkan nilai tambahan. Daftar Pustaka