Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. PENGEMBANGAN FORMULASI SERBUK GIGI HERBAL DAN EFEKTIVITASNYA SEBAGAI PENGOBATAN PLAK DAN KARIES GIGI Nur Awalia Putri Zainal1. Eny Nurhikma2. Reymon2. Nia Afdilla1. Musdalipah2* Program Studi D3 Kesehatan Gigi. Politeknik Bina Husada Kendari Program Studi D3 Farmasi. Politeknik Bina Husada Kendari *Email: musdalipahapt@gmail. ABSTRAK Saat ini, perawatan gigi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi, salah satunya adalah pemilihan bentuk sediaan produk gigi. Serbuk gigi memiliki keunggulan seperti membersihkan plak, sisa makanan, mencegah pembentukan karang gigi, dan memberikan nafas segar. Salah satu bahan herbal yang digunakan dalam obat-obatan oral adalah biji pinang (Areca catechu L. Biji pinang mengandung senyawa metabolit alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berperan sebagai antibakteri. Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak etanol biji pinang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi serbuk gigi berbasis herbal bubuk pinang, cengkeh, dan kayu manis serta kemampuannya untuk menghambat bakteri penyebab plak dan karies gigi. Metode penelitian merupakan eksperimental yang dibuat dalam 4 konsentrasi (F1. F2. F3. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, kadar air, dan cycling test. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumur agar pada bakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk pinang, cengkeh, dan kayu manis dapat dibuat menjadi formula pasta gigi herbal. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan pada formula F1. F2. F3 berwarna coklat, rasa agak manis, aroma khas mint dan homogen. Pengujian pH sebesar 6,5 Ae 6,8. Pengujian kadar air berkisar 4,9 % - 6,1%. Hasil uji cycling test menunjukkan formula F1. F2, dan F3 tetap stabil tanpa mengalami perubahan selama penyimpanan hingga 6 siklus. Hasil uji antibakteri menunjukkan formula F3 memiliki daya hambat paling besar sebesar 3,6 mm dan kontrol positif serbuk gigi AuxAy sebesar 0 Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk gigi herbal dapat dijadikan alternatif untuk pengobatan plak dan karis gigi. Kata Kunci : Buah pinang, cengkeh, kayu manis, serbuk gigi. Streptococcus mutans PENDAHULUAN Kesehatan kesehatan gigi, merujuk pada kondisi di mana rongga mulut, gigi, dan struktur sehingga dapat berfungsi secara optimal (Mangulkar, 2. Untuk memelihara Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu penerapan kebiasaan rutin seperti menyikat gigi secara teratur menggunakan produk dental seperti pasta gigi atau serbuk yang memiliki sifat antibakteri, yang terbuat dari bahan herbal dan sintetis (Zahrannisa et al. Produk kebersihan mulut seperti pasta gigi dan serbuk gigi telah Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. digunakan secara luas dalam upaya itu, berbagai formulasi kimia dicoba dalam pasta gigi untuk mencegah plak sebagian besar produk komersial masih dan gingivitis (Pentapati et al. , 2. Beberapa seperti fluoride dan sodium lauryl formulasi produk gigi memiliki efek sulfate, yang berpotensi menimbulkan samping yang tidak diinginkan, seperti efek samping seperti iritasi jaringan pewarnaan gigi, perubahan rasa, abrasi mulut, reaksi hipersensitivitas, serta gigi, ulserasi mukosa mulut, dll. sehingga minat terhadap serbuk gigi alami di rongga mulut (Dakhurkar et al. berbasis alami meningkat belakangan Olehnya, diperlukan produk gigi ini (Bharathi M et al. , 2. Gaykar & Tambe, . mengemukakan bahwa memberikan efek penghambatan pada (Hosadurga et al. , 2. Mikroba bahan aktif alami dalam serbuk gigi dan berkelanjutan untuk mendukung Mikroba mengubah makanan Jagtap et al. , . melalui uji klinis telah melaporkan penurunan menyebabkan pelarutan komponen gigi, plak dan gingivitis pada penggunaan erosi email, gusi, dan paparan terhadap pasta gigi herbal dengan rutinitas patogen manusia (Oluwasina et al. menyikat gigi. herbal menjadi pilihan yang lebih aman Pengendalian plak yang optimal telah mendapat perhatian besar dalam pencegahan dan pengendalian gingivitis mengurangi peradangan gusi, sehingga dan penyakit periodontal (Abdelmagyd et al. , 2019. Trombelli et al. , 2. Saat ini, banyak alat bantu pengendalian plak kesehatan gigi, termasuk pemilihan mekanis tersedia untuk pengangkatan bentuk produk gigi yang tepat. Salah atau pengendalian plak. Namun, lebih satunya adalah penggunaan serbuk gigi (Dudhe & Doijad, 2. Serbuk gigi menunjukkan adanya gingivitis pada meningkatkan higiene mulut, berfungsi rata-rata 3 hingga 4 gigi. Oleh karena Formulasi gigi berbasis herbal Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. menghilangkan plak gigi dan sisa karakteristik organoleptik dan fisik makanan dari gigi, serta membantu seperti warna, bentuk, rasa, bentuk, pH, mencegah gingivitis, lubang gigi, dan kandungan air , dan aktivitas bakteri in- gigi bernoda (Janakiram et al. , 2. vitro (Adeleye et al. , 2. Serbuk gigi digunakan bersama sikat gigi untuk menjaga kebersihan mulut seperti kesegaran mulut dan mencegah kerusakan gigi (Hosadurga et al. , 2. Salah satu bahan herbal yang digunakan dalam perawatan mulut adalah biji pinang (Areca catechu L. ) (Shirzaiy & Neshat, 2. Hasil pengujian pasta gigi dengan penambahan ekstrak buah pinang pada konsentrasi 1,5%, 3%, dan 4,5% Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus (Afni et al. , 2. Bahan tambahan cengkeh, kayu manis, mint, kalsium karbonat, bentonite . , hidrogen peroksida, dan garam (Gaykar & Tambe, 2. membuat serbuk gigi yang dapat digunakan sebagai alat untuk menjaga kebersihan mulut dan mengatasi efek samping pasta gigi konvensional dari Serbuk menggunakan berbagai bahan herbal Jenis eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi, kimia dan mikrobiologi. Alat dan Bahan Alat yang digunakan ialah ayakan dengan mesh 85, autoklaf, batang pengaduk, blender, bunsen, cawan petri, gelas ukur, gelas kimia, lemari es, lumpang dan alu, pisau, oven, pengukur inkubator, jarum suntik. LAF . aminar air flo. , timbangan analitik, oven, penggaris, pipet mikroliter, pipet tetes, pengukur pH, dan wadah serbuk gigi. Bahan yang digunakan ialah serbuk pinang, serbuk daun mint, serbuk kayu manis, serbuk cengkeh, bentonit, garam himalaya, gula stevia. OMP, dan Penelitian ini dilakukan untuk METODE PENELITIAN antiseptik, dan pendingin. Serbuk gigi kalsium karbonat . Penyiapan serbuk herbal Buah pinang, kayu manis dan bunga cengkeh dikumpulkan sebanyak 500 mg, kemudian disortir basah, dicuci, disortir kering, dan dikeringkan. Kemudian, sampel dihaluskan dengan blender dan disaring menggunakan ayakan mesh 85. yang disiapkan dievaluasi berdasarkan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Formulasi Serbuk Gigi Herbal Formulasi serbuk gigi dibuat bentonit, gula stevia, garam Himalaya, dengan konsentrasi yang bervariasi dari OMP, dan kalsium karbonat. Formulasi bahan aktif. Bahan aktif yang digunakan serbuk gigi herbal disajikan dalam dalam formulasi ini adalah biji pinang. Tabel I. bunga cengkeh, dan kayu manis. Bahan Tabel I. Formula Serbuk Gigi Herbal Bahan Formula % Fungsi bahan Serbuk Biji pinang Serbuk cengkeh Serbuk kayu manis Serbuk daun mint Bentonite Zat aktif Zat aktif Zat aktif Zat aktif Abrasiv Gula stevia Garam himalaya OMP Pemanis Antibakteri Pengaroma Kalsium karbonat Ad 100 Ad 100 Ad 100 Ad 100 Abrasif Uji Evaluasi Serbuk Gigi Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk Uji organoleptik Uji memastikan sediaan tercampur merata melalui pengamatan visual terhadap atau tidak. Pengujian dilakukan di atas bentuk, warna, dan aroma. Hasil uji kaca transparan dan diamati (Nurhikma dianggap layak jika tidak terjadi et al. , 2. perubahan pada warna, bau, rasa dan Uji Kandungan air bentuk selama penyimpanan (Jumain 10 gram serbuk gigi ditimbang, et al. , 2. kemudian dikeringkan selama 24 jam Uji pH pada suhu 105AC di dalam oven. Pengujian pH dilakukan dengan menimbang sebanyak 1 gram serbuk ditimbang kembali (Musdalipah et al. gigi, dimasukkan ke dalam gelas ukur 10 ml, dilarutkan dengan 10 ml air Uji Cycling Test suling, lalu diukur menggunakan pH meter (Gaykar & Tambe, 2. Uji stabilitas dilakukan untuk pengamatan organoleptik dan nilai pH. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Persiapan disimpan pada suhu lemari menggunakan pinset steril. Media es selama 24 jam, kemudian disimpan selanjutnya diinkubasi pada suhu 37AC dalam oven pada 42AC selama 24 jam, selama 24 jam. Zona hambat yang yang dihitung sebagai 1 siklus, dan terbentuk di sekitar cakram diukur diulang sebanyak 6 siklus (Daud et al. milimeter (Karmilah et al. , 2. Aktivitas Antibakteri menggunakan bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 yang telah HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitias antibakteri dilakukan mencapai tingkat kekeruhan standar McFarland 1,5 y 10A CFU/ml pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Pengujian sifat fisik serbuk gigi merek AuXA. dilarutkan dalam air suling. Kertas cakram kemudian direndam dalam larutan selama 24 jam dan ditempatkan pada permukaan media homogenitas, pH, cycling test, dan Preparat sebanyak 3 kali . Pengamatan dilakukan selama 4 minggu pada penyimpanan suhu ruangan. Pengujian organoleptik Serbuk gigi herbal dengan konsentrasi 1% dan kontrol positif . asta gigi Uji organoleptik serbuk gigi herbal dilakukan untuk menilai tekstur, warna, dan aroma sediaan serbuk gigi herbal. Hasil pengujian organoleptik disajikan pada Tabel II. MHA yang telah diinokulasi dengan ATCC Tabel II. Hasil Uji Organoleptik Serbuk Gigi Herbal Formula Tampilan Fisik Pengamatan Organoleptik Minggu keI i Bentuk Coklat Muda Serbuk Coklat Serbuk Coklat Serbuk Coklat Serbuk Aroma Khas Mint Khas Mint Warna Bentuk Coklat Muda Serbuk Coklat Muda Serbuk Khas Mint Coklat Muda Serbuk Khas Mint Coklat Muda Serbuk Aroma Khas Mint Khas Mint Khas Mint Khas Mint Warna Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Warna Bentuk Coklat Tua Serbuk Coklat Tua Serbuk Coklat Tua Serbuk Coklat Tua Serbuk Aroma Khas Mint Khas Mint Khas Mint Khas Mint Warna Putih Putih Putih Putih Bentuk Serbuk Serbuk Serbuk Serbuk Aroma Khas Mint Khas Mint Khas Mint Khas Mint Keterangan: F1 : serbuk pinang 4%, cengkeh 5%, kayu manis 5% F2 : serbuk pinang 5%, cengkeh 7%, kayu manis 7% F3 : serbuk pinang 6%, cengkeh 9%, kayu manis 9% F4 : Formula serbuk gigi tanpa zat atif Gambar 1. Sediaan serbuk gigi herbal Serbuk gigi herbal diformulasi Perbedaan ini disebabkan oleh dengan mencampurkan bubuk buah peningkatan konsentrasi zat aktif yang pinang, cengkeh, kayu manis, daun mempengaruhi warna dari bubuk biji mint, bentonit, gula stevia, dan garam pinang, cengkeh, dan kayu manis. himalaya hingga homogen. Selanjutnya Semua formula (F1. F2. F3, dan F. ditambahkan 15 tetes Oil Mentha Piperita Pemilihan konsentrasi yang berbeda dilakukan untuk mengetahui pengaruh karbonat, dan disimpan dalam wadah variasi kadar bahan aktif terhadap Hasil pengamatan (Tabel. karakteristik fisik dan aktivitas sediaan, menunjukkan bahwa formula F1 dan F2 sehingga dapat ditentukan konsentrasi menghasilkan warna cokelat muda, optimum yang menghasilkan formula Uji organoleptik menunjukkan Kemudian (OMP) Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Uji penyimpanan pada suhu ruang hingga 4 menentukan serbuk gigi herbal yang dibuat sesuai dengan pH mulut sehingga dengan tidak adanya perubahan warna, aman dan tidak menyebabkan iritasi saat bentuk, maupun aroma pada sediaan Hasil uji pH serbuk gigi serbuk gigi herbal. herbal disajikan pada Tabel i. Stabilitas Pengujian pH Tabel i. Hasil Pengujian pH serbuk gigi herbal Formula Pengamatan nilai pH minggu ke- i 7,16 6,84 6,51 8,79 6,82 6,58 6,38 8,50 6,75 6,46 6,27 8,34 6,56 6,36 6,13 8,29 Tabel i menunjukkan bahwa sediaan serbuk gigi herbal. Pada pengujian pH pada formulasi F1. F2, penyimpanan suhu ruang selama 4 dan F3 bervariasi dalam rentang nilai minggu, terjadi penurunan nilai pH tetapi masih memenuhi rentang pH 6,27-7,16 persyaratan rentang pH oral untuk formulasi serbuk gigi, yaitu 6,5-7,5. Pengujian dilakukan untuk diperoleh dalam rentang nilai pH 8. menilai ada atau tidaknya butiran Adanya perbedaan pH menunjukkan pada sediaan serbuk gigi dengan bahwa penambahan zat aktif ke tujuan untuk memastikan bahwa dalam sediaan dapat menurunkan sediaan tercampur secara merata Peningkatan atau homogen melalui pengamatan konsentrasi jumlah masing-masing Hasil pengujian homogenitas zat aktif mempengaruhi nilai pH disajikan pada Tabel IV. Pengujian Homogenitas . serbuk gigi. Tabel IV. Hasil Pengujian homogenitas serbuk gigi herbal Formula Pengamatan minggu keI i Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Homogen Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Berdasarkan Tabel 4, hasil uji standar SNI serbuk gigi herbal, kadar air maksimum yang diperbolehkan adalah bahwa sediaan serbuk gigi herbal 10% (Dakhurkar et al. , 2. Dengan pada formula F1. F2, dan F3 bersifat demikian, kadar air pada seluruh homogen, ditandai dengan tidak formulasi serbuk gigi herbal telah ditemukannya butiran atau partikel memenuhi persyaratan mutu sesuai standar SNI. minggu pada suhu ruang. Pengujian cycling test Uji ini merupakan pengujian Pengujian Kadar air Pengujian kadar air dilakukan stabilitas pada sediaan serbuk gigi untuk memperpanjang masa simpan Sediaan terlebih dahulu dan ketahanan serbuk gigi herbal. disimpan pada suhu 4A2AC selama Hasil pengujian kadar air serbuk gigi herbal disajikan pada Tabel V. dipindahkan ke oven pada suhu Tabel V. Hasil pengujian kadar air serbuk gigi herbal 40A2AC selama 24 jam sebagai satu Formula Kadar air % Proses ini diulang hingga 6 pengamatan secara fisik. Hasil Tabel V menunjukkan hasil uji kadar air pada sediaan serbuk gigi cycling test ditampilkan pada Tabel VI. herbal pada formula F1. F2, dan F3, dengan rentang 4,9Ae6,1%. Berdasarkan Tabel VI. Hasil pengujian cycling test serbuk gigi herbal Parameter uji Uji organoleptik Formula Sebelum cycling test Serbuk gigi berwarna coklat muda, beraroma khas mint dan berbentuk Serbuk gigi berwarna coklat muda, beraroma khas mint dan berbentuk Serbuk gigi berwarna coklat tua, beraroma khas mint dan berbentuk Serbuk gigi berwarna pitih, beraroma khas mint dan berbentuk Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Sesudah cycling test Serbuk gigi berwarna coklat muda, beraroma khas mint dan berbentuk serbuk. Serbuk gigi berwarna coklat muda, beraroma khas mint dan berbentuk serbuk. Serbuk gigi berwarna coklat tua, beraroma khas mint dan berbentuk serbuk. Serbuk gigi berwarna putih, beraroma khas mint dan berbentuk Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Uji pH Homogenitas Tabel 7,16 6,84 6,51 8,79 Homogen Homogen Homogen Homogen Aktivitas antibakteri serbuk gigi pengamatan organoleptik formula F1. F2, 6,81 6,74 6,45 Homogen Homogen Homogen Homogen dan F3 tidak memperlihatkan perubahan Uji warna, memiliki aroma mint khas, serta dilakukan dengan metode difusi agar tidak menunjukkan perubahan bentuk. Nilai pH mengalami sedikit penurunan, resistensi mikroorganisme patogen namun masih berada dalam rentang yang sesuai dengan persyaratan sediaan serbuk Efektivitas antimikroba ditentukan melalui pengukuran zona bening yang pengamatan cycling test menunjukkan terbentuk di sekitar cakram (Othman bahwa seluruh formula stabil selama et al. , 2. Hasil pengujian diameter enam siklus penyimpanan. zona hambat sediaan serbuk gigi Secara herbal ditampilkan pada Tabel VII. Tabel VII. Aktivitas antibakteri serbuk gigi herbal Zona hambat . Perlakuan Replikasi Total . Rata-rata . Keterangan: F1 : serbuk pinang 4%, cengkeh 5%, kayu manis 5% F2 : serbuk pinang 5%, cengkeh 7%, kayu manis 7% F3 : serbuk pinang 6%, cengkeh 9%, kayu manis 9% F4 : kontrol negatif F5 : kontrol positif Pengukuran suatu senyawa sebagai antibakteri. dilakukan untuk menilai efektivitas Suatu bahan aktif dikatakan efektif Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. apabila membentuk zona bening dengan diameter Ou0,6 cm . (Pambudi et merusak struktur dinding peptidoglikan , 2. Pada formula F3, zona bakteri (Syafriana et al. , 2021. Yodha et bening yang dihasilkan berukuran 3,6 , 2. Senyawa alkaloid dalam ekstrak antibakteri lemah. Variasi formula (F1Ae biji pinang bekerja dengan mengganggu F. konsentrasi bahan aktif untuk menilai Selain itu, alkaloid juga dapat masing-masing terhadap karakteristik dan aktivitas sediaan, serta menentukan konsentrasi menghambat aktivitas enzim seperti Kontrol positif digunakan esterase. DNA polimerase, dan RNA sebagai pembanding dari bahan atau produk yang telah terbukti efektif, adalah merusak struktur peptidoglikan sedangkan kontrol negatif berupa basis pada dinding sel Streptococcus mutans, tanpa bahan aktif berfungsi memastikan efek yang muncul berasal dari zat aktif, bukan dari komponen dasar sediaan. menyebabkan lisis sel (Cushnie et al. Senyawa aktif utama dalam biji DNA Mekanisme pinang, cengkeh dan kayu manis yang Senyawa fenolik dalam buah berperan dalam aktivitas antibakteri antibakteri melalui gangguan terhadap (Khameneh komponen peptidoglikan pada dinding sel bakteri Gram-positif S. Senyawa-senyawa metabolit sekunder Mekanisme ini bekerja secara sinergis melalui mukopeptida, sehingga dinding sel N-asetilmuramat menghambat pertumbuhannya (Zhou et Akibatnya, , 2. Masing-masing metabolit melemah, membran sel menjadi bocor, memiliki mekanisme berbeda, namun secara umum mekanisme utama adalah Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. structural (Farhadi et al. , 2019. Jumain et al. , 2. KESIMPULAN Formulasi serbuk gigi herbal (F1. F2. memenuhi persyaratan evaluasi produk, yaitu uji organoleptik, pH, homogenitas, kandungan air, dan cycling test. Serbuk gigi herbal (F. efektif melawan bakteri penyebab plak Streptococcus ATCC 25175 sebesar 3,6 mm UCAPAN TERIMA KASIH Penulis Republik Pemerintah Indonesia Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi atas pemberian PemulaAy AuPenelitian Dosen 1704/MPK. A/RHS/KP. 00/2023 dan 253/LL9/PK. PGPV/2024. DAFTAR PUSTAKA