Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 ANALISIS BIBLIOMETRIK ARTIKEL ILMIAH TENTANG PELATIHAN MELALUI PROJECT BASED LEARNING Solihin* Dermawati** *Universitas Bhayangkara Raya. Indonesia **Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Indonesia *E-mail: djanasolihin666@gmail. **E-mail: dermazky@gmail. Abstract This study aims to analyze the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in training by conducting a bibliometric analysis of scientific article publications from 2021 to 2025. The study uses a mixed-methods approach, combining quantitative analysis via bibliometric mapping with VOSviewer and qualitative analysis through a systematic review of relevant literature. A total of 987 articles were analyzed to identify research trends, dominant themes, and factors influencing the successful implementation of PjBL in training contexts. The results showed a significant increase in publications on PjBL, with a focus on teacher training, vocational education, technology-based learning, and professional skills development. The bibliometric analysis produced five main clusters that indicate strong interrelations among the concepts of AumodelAy. AuPjBLAy. Autraining programAy. AuAI integrationAy, and AucompetenceAy. Implementation barriers include institutional limitations, lack of evaluation standards, and challenges in participant motivation, while success factors include institutional support, facilitator competence, participant engagement, and a conducive learning environment. Practical implications emphasize the importance of strengthening digital infrastructure, developing data-driven curricula, and strategic partnerships to optimize future training implementation. Keywords: bibliometric analysis. project-based learning: training program. vocational education. VOSviewer Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam pelatihan dengan melakukan analisis bibliometrik terhadap publikasi artikel ilmiah tahun 2021Ae2025. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan analisis kuantitatif berupa pemetaan bibliometrik melalui VOSviewer dan analisis kualitatif melalui kajian sistematis terhadap literatur relevan. Sebanyak 987 artikel dianalisis untuk mengidentifikasi tren penelitian, tema dominan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan PjBL dalam konteks pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi terkait PjBL dengan fokus pada pelatihan guru, pendidikan vokasi, pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan keterampilan Analisis bibliometrik menghasilkan lima klaster utama yang menunjukkan saling terkait erat antara konsep AumodelAy. AuPjBLAy. Autraining programAy. AuAI integrationAy, dan AucompetenceAy. Hambatan implementasi mencakup keterbatasan kelembagaan, kurangnya standar evaluasi, dan tantangan motivasi peserta, sedangkan faktor keberhasilan meliputi dukungan institusional, kompetensi fasilitator, keterlibatan peserta, serta lingkungan belajar yang kondusif. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital, pengembangan kurikulum berbasis data, dan kemitraan strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan di masa depan. Kata Kunci: analisis bibliometrik. Project-Based Learning. pendidikan vokasi. VOSviewer Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 PENDAHULUAN Kajian sistematis terhadap literatur terkini dan pemetaan bibliometrik menggunakan alat seperti VOSviewer diperlukan untuk memahami arah riset, tema dominan, serta implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan, termasuk terhadap artikel ilmiah tentang Model Pembelajaran Berbasis Proyek. Model Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) semakin mendapat perhatian dalam konteks pelatihan dan pengembangan kompetensi peserta, terutama karena tuntutan dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan bukan hanya teoritis tetapi juga aplikatif, kolaboratif, dan kreatif. Dalam profesional atau vokasi, optimalisasi pelatihan melalui PjBL menjadi sangat kesenjangan antara pengetahuan dan keterampilan kerja nyata. Manfaat penelitian ini antara lain: pertama, mengenai tren penelitian PjBL dalam kedua, mengidentifikasi faktor-kunci hambatan implementasi PjBL dalam menghasilkan rekomendasi praktis bagi penyelenggara pelatihan agar dapat mengoptimalkan metode PjBL secara lebih sistematis dan efektif. Kajian berbagai penelitian yang dipublikasi dalam rentang teknologi dan model pembelajaran inovatif seperti Project Based Learning sangat berkontribusi pada efektivitas pelatihan pendidikan (Dona. , & Armiati. , 2. Keuntungan utama dari pembelajaran berbasis proyek yang didukung teknologi, murid diberi kesempatan untuk menjelajahi topik secara mendalam dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang topik (Nuraini. et al, 2. Beberapa penelitian sebelumnya yang menjadi pijakan penting oleh (Sudira. , et al, 2. menunjukkan bahwa penerapan PjBL secara daring meningkatkan efektivitas dan persepsi peserta terhadap pembelajaran berbasis Lebih lanjut (Martini, et al, 2. melakukan studi komparatif yang menyoroti penerapan PjBL di institusi Technical Vocational Education and Training (TVET) di Indonesia dan Malaysia dan menemukan bahwa PjBL meningkatkan kolaborasi, komunikasi. Sementara itu, penelitian literatur oleh (Halim. , et al, 2. menyajikan tinjauan sistematis PjBL di kelas English as a Foreign Language (EFL) di Indonesia, meskipun kurang spesifik pada konteks pelatihan profesional. Dengan penelitian ini adalah mengisi gap yang masih ada yaitu: kurangnya kajian memetakan penelitian PjBL dalam pelatihan pada rentang 2021-2025 yang Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 diakses dengan HurzingAos Publish or Perish, serta sedikitnya penelitian yang mengaitkan pemetaan bibliometrik dan analisis tematik melalui VOSviewer dengan rekomendasi praktis bagi optimalisasi pelatihan berbasis proyek. Kebaruan penelitian ini terletak pada . kombinasi metode kajian sistematis dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, . fokus khusus pada konteks pelatihan, . melakukan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan peta penelitian kata kunci, penulis, . rekomendasi strategi praktis bagi praktik penyelenggaraan pelatihan berbasis PjBL. Keterbatasan dari penelitian ini hanya akan menganalisis bibliometrik artikel jurnal yang dipublikasikan pada tahun 2021-2025 dan di akses melalui HarzingAos Publish or Perish. Rumusan penelitian ini Bagaimana tren penelitian mengenai penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam konteks pelatihan yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal di Google Scholar yang diakses melalui HarzingAos Publish or Perish periode tahun 2021Ae2025? Apa saja tema dan kata kunci dominan yang muncul dalam pelatihan melalui PjBL berdasarkan menggunakan VOSviewer? Bagaimana keterkaitan antar tema dan kata kunci penelitian dalam kajian PjBL Faktor-faktor apa yang berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi PjBL dalam meningkatkan hasil pelatihan menurut hasil kajian Apa implikasi praktis dari hasil kajian sistematis dan analisis pengembangan strategi pelatihan yang lebih optimal berbasis PjBL? Penelitian ini bertujuan untuk: Mengidentifikasi tren penelitian terkait penerapan PjBL dalam konteks pelatihan yang diakses melalui HarzingAos Publish or Perish periode 2021Ae2025 di Google Scholar. Menganalisi tema dan kata kunci dominan yang muncul dalam penelitian tentang optimalisasi pelatihan melalui PjBL berdasarkan menggunakan VOSviewer Menganalisis VOSviewer keterkaitan antar tema dan kata kunci yang membahas PjBL dalam Melakukan terhadap hasil penelitian terdahulu guna menemukan faktor-faktor keberhasilan implementasi PjBL Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 Menyusun implikasi praktis dan rekomendasi strategis bagi pengembang pelatihan, pendidik, dan lembaga pelatihan untuk mengoptimalkan pelaksanaan PjBL dalam berbagai konteks pelatihan profesional maupun akademik. memastikan relevansi dan kualitas metodologi penelitian. Setelah itu data dalam bentuk Result as RIS/Reference Manager dianalisis untuk menentukan tema, topik, dan kata kunci dominan yang muncul dalam penelitian tentang optimalisasi pelatihan melalui PjBL berdasarkan hasil analisis bibliometrik VOSviewer keterkaitan antar-topik penelitian . oauthorship, co-occurrence, dan co-citatio. Teknik analisis data dengan . menggunakan hasil peta VOSviewer untuk melihat pola keterhubungan antar konsep dan tren riset dan analisis kualitatif . ajian sistemati. dengan menganalisis isi artikel terpilih untuk kendala, dan strategi optimalisasi pelatihan berbasis proyek. Sintesis hasil menggabungkan hasil kedua analisis di atas menjadi memuat temuan empiris dan implikasi METODE Penelitian pendekatan mixed methods berbasis Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian dan hubungan tematik melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer, serta menganalisis secara mendalam hasil penelitian empiris melalui kajian sistematis terhadap literatur yang relevan mengenai PjBL dalam konteks Sumber pemilihan artikel diperoleh dari Google Scholar dengan menggunakan HarzingAos Publish or Perish, dengan periode publikasi artikel yang dianalisis adalah artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2021Ae2025 untuk menangkap tentang Project Based Learning dalam Kata kunci pencarian yang digunakan antara lain: AuProject Based LearningAy and AuTrainingAy. Setelah dilakukan seleksi awal berdasarkan tahun, jumlah jurnal pertahun dan tema utama dengan telaah penuh untuk HASIL DAN PEMBAHASAN Tren Penelitian Mengenai Penerapan Learning dalam Konteks Pelatihan Pencarian literatur menghasilkan 987 artikel yang terpublikasi pada rentang tahun 2021Ae2025 dengan tahun sitasi berjumlah 4 tahun. Artikel-artikel tersebut secara keseluruhan telah 004 sitasi, atau ratarata 55. 001 sitasi per tahun dalam rentang empat tahun pengukuran . 1Ae2. Rata-rata sitasi per artikel tergolong sangat tinggi, yaitu A222,90 Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 sitasi per paper, menunjukkan bahwa topik AuProject Based Learning and TrainingAy merupakan bidang yang aktif dipublikasi sekaligus banyak dirujuk. Dari sisi produktivitas dan kolaborasi, rata-rata jumlah penulis per artikel adalah 3,44 penulis, sedangkan rata-rata artikel yang diproduksi per penulis tercatat 372,34, mencerminkan penulis dalam kumpulan data ini sangat Pencapaian indeks bibliometrik juga menunjukkan dampak ilmiah yang kuat: . h-index = 231 . inimal 231 artikel memiliki Ou231 sitas. g-index = 460 . artikel paling banyak disitasi memiliki jumlah kumulatif sitasi . norm = 121 . -index yang telah dinormalisasi terhadap jumlah penuli. annual = 30,25 menunjukkan kualitas sitasi yang sangat cepat. hA-index = 126 menguatkan performa sitasi dari artikel berkualitas tinggi Selain itu, sebagian besar artikel memiliki jumlah sitasi yang termasuk dalam kategori sangat tinggi (ACC Ou 1, 2, 5, 10, . , yang menunjukkan bahwa tema Project Based Learning and Training telah mendapatkan perhatian ilmiah luas dan menjadi salah satu topik dominan dalam diskursus penelitian pendidikan berbasis pengalaman. Secara menunjukkan bahwa riset tentang Project Based Learning and Training tidak hanya populer dipublikasikan, tetapi juga memiliki dampak akademik yang kuat, stabil, dan relevan secara global, ditandai dengan besarnya jumlah sitasi dan nilai indeks bibliometrik yang sangat tinggi dalam periode yang relatif baru . 1Ae2. Analisis tren penelitian mengenai PjBL pelatihan selama periode tahun 2021Ae 2025 dilakukan untuk mengidentifikasi arah perkembangan, fokus tematik, dan kontribusi ilmiah dalam bidang ini. Data penelitian yang dikumpulkan dari 987 jurnal terindeks Google Scholar melalui HarzingAos Publish or Perish menunjukkan peningkatan signifikan membahas implementasi PjBL pada berbagai bidang pelatihan. Analisis indikator utama, yaitu jumlah jurnal yang terbit setiap tahun, rata-rata jumlah penulis per tahun, tema pelatihan yang paling banyak dikaji, serta metode atau teknik pembelajaran yang digunakan dalam penerapan PjBL. Tabel 1 Tren Penelitian PjBL dalam Pelatihan . 1Ae2. Tahun Jumlah Jurnal Tema utama Teacher Training & Curriculum Educational Innovation & Digital Literacy Technology-Based Learning Higher Education & Competence STEM Education & Online Collaboration Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 Tabel penelitian terkait penerapan PjBL dalam konteks pelatihan dari tahun 2021 Secara umum, tren penelitian mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, jumlah publikasi masih relatif sedikit, yakni sekitar 124 jurnal, yang sebagian besar berfokus pada pelatihan guru. Tema-tema mencerminkan fase awal penguatan konsep PjBL sebagai pendekatan pembelajaran yang relevan untuk pelatihan profesional. Memasuki tahun 2022, terjadi peningkatan menjadi 198 jurnal. Fokus penelitian mulai bergeser pada inovasi pendidikan dan penguatan literasi digital, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pelatihan daring pascapandemi. Puncak tren terjadi pada tahun 2023 dengan 276 publikasi, di mana penelitian banyak menyoroti pelatihan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan blended learning. Hal ini menunjukkan PjBL diintegrasikan secara luas pada berbagai bidang pelatihan. Pada tahun 2024, jumlah penelitian masih tinggi yaitu 243 jurnal, dengan kompetensi guru, dan pengembangan Sementara itu, pada tahun 2025, jumlah penelitian sedikit menurun menjadi 146 menunjukkan pergeseran pada tematema strategis seperti pendidikan STEM, keberlanjutan . ustainability project. Tabel 2 Distribusi Tema di 987 Jurnal Tema Pelatihan Jumlah Jurnal Persentase (%) Teacher Training & Education Technology / Engineering Management / Entrepreneurship Health & Medical Training Psychology / Behavioral Training Other interdisciplinary Topics Tabel 2 menampilkan distribusi tema atau fokus pelatihan dalam 987 jurnal yang dianalisis. Tema yang paling dominan adalah Pelatihan Guru dan Pendidikan . %), menunjukkan bahwa PjBL banyak digunakan sebagai model untuk meningkatkan kompetensi pendidik, pengembangan kurikulum, serta pembelajaran berbasis praktik. Selanjutnya, bidang teknologi dan Rekayasa . %) menempati posisi kedua, menandakan bahwa banyak penelitian menerapkan PjBL untuk pemrograman, dan inovasi berbasis Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 Bidang Manajemen Kewirausahaan . %) juga menonjol, dengan penelitian yang menekankan pengembangan proyek bisnis, startup, dan pelatihan berbasis proyek nyata. Bidang Kesehatan dan Medis . %) memanfaatkan PjBL untuk pelatihan praktik klinis dan simulasi profesional, sedangkan Psikologi dan Pelatihan Perilaku . %) menyoroti peningkatan motivasi, kerja sama tim, dan kemampuan berpikir kritis peserta. Sementara itu, tema lintas disiplin . %) mencakup topik-topik seperti sosialhumaniora, dan pendidikan vokasional, menunjukkan bahwa penerapan PjBL semakin luas dan fleksibel lintas konteks pelatihan. Melalui tabel 1 dan tabel 2, dapat terlihat arah kecenderungan penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan PjBL semakin meluas, baik dalam ranah pendidikan formal maupun pelatihan profesional berbasis kompetensi. Bagian hasil dan pembahasan merupakan bagian terpenting dari artikel. Hasil analisis tren penelitian PjBL dalam konteks pelatihan periode 2021Ae 2025 memberikan sejumlah implikasi nyata bagi penyelenggara pelatihan, lembaga pendidikan, dan pengembang kurikulum berupa . penguatan kompetensi fasilitator dan instruktur pelatihan. kolaborasi antar instansi dan dunia dan . peningkatan evaluasi berbasis kinerja nyata . erformance-based Secara konseptual, hasil tren kontribusi terhadap pengembangan teori pembelajaran berbasis proyek dan pelatihan berbasis kompetensi antara lain . penguatan teori konstruktivisme dalam pelatihan. integrasi antara PjBL dan pendekatan andragogi. pengembangan model teoretis baru PjBL di era digital. kontribusi terhadap teori evaluasi pembelajaran Secara keseluruhan, hasil tren penerapan PjBL dalam pelatihan telah meningkatkan hasil belajar, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perubahan teknologi. Penelitian di masa depan perlu memperluas fokus dari aspek teknis menuju integrasi nilainilai kemanusiaan, inovasi digital, dan memperkaya kontribusi teoritis dan praktik pembelajaran abad ke-21. Tema dan kata kunci dominan yang muncul dalam penelitian Dari hasil VOSviewer 987 artikel yang terpublikasi pada rentang tahun 2021Ae2025 didapatkan hasil clustering tematik yang menampilkan tema inti dan kata kunci antara lain: Cluster 1 Implementasi inovasi pembelajaran dalam konteks kelas . arna bir. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 Inovasi Pembelajaran Kelas dengan tema inti AuClassroom innovation, pandemic responseAy classroom, game, simulation. VR, motivation, outcome, covid. PBL. Cluster ini didominasi oleh kata kunci seperti game (TLS=89. Occ=53. YearOO2022. , simulation (TLS=73. Occ=44. YearOO2022. virtual reality (TLS=59. Occ=30. Year=2. PBL (TLS=55. Occ=37. YearOO2022. (TLS=53. Occ=32. Year=2022. Nilai TLS yang tinggi pada simulation menunjukkan bahwa penelitian inovasi pembelajaran berkaitan kuat dengan tema pembelajaran berbasis tantangan . hallenge-base. , gamifikasi, dan teknologi immersif. Rata-rata tahun publikasi berada pada 2021Ae2022, menandakan topik ini merupakan respon kontemporer terhadap perubahan pasca pandemi dan mulai menjadi fokus utama penelitian edukasional berbasis Cluster 2 Artificial Intelligence dan otomasi dalam ekosistem Pendidikan . arna hija. C2 merupakan cluster AI & Data AuIn EducationArtificial intelligence & data-driven learningAy dan kata kunci model, data, machine learning, algorithm, deep learning, training Cluster ini berisi kata kunci kunci seperti model (TLS=215. Occ=137. YearOO2022. , data (TLS=83. Occ=43. YearOO2022. deep learning (TLS=70. Occ=38. YearOO2021. , machine learning (TLS=44. Occ=25. YearOO2021. dan algorithm (TLS=44. Occ=25. YearOO2021. membentuk tulang punggung cluster ini. Nilai TLS yang tertinggi pada kata model menunjukkan struktur konseptual AI dan ML menjadi titik hubungan Karena tahun publikasi rata-rata mendekati 2022 . engan posisi deep learning relatif lebih awal OO2. , dapat disimpulkan bahwa bidang ini masih sangat aktif dan terus berkembang, khususnya pada integrasi ML/AI ke dalam konteks pembelajaran. Cluster 3 Pendekatan metodologis dan evaluasi proses pembelajaran . arna ung. C3 adalah cluster Metode & Kompetensi Pembelajaran dengan tema inti AuLearning strategies & competence formationAy dan kata kunci based learning, environment, competence, inquiry, learner, survey. Kata kunci seperti based learning (TLS=39. Occ=22. YearOO2022. (TLS=37. Occ=29. YearOO2022. (TLS=103. Occ=55. YearOO2022. (TLS=44. Occ=19. YearOO2022. (TLS=36. Occ=20. YearOO2022. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 menjadi inti dari cluster ini. Dominasi environment dengan TLS=103 mengindikasikan bahwa ekosistem belajar menjadi variabel kontekstual terbesar dalam kajian strategi pembelajaran berbasis Tahun publikasi yang konsisten >2022 menunjukkan bahwa isu kompetensi, lingkungan belajar, dan strategi inquiry menjadi arah penguatan kualitas pembelajaran dalam era transisi Cluster 4 Pelatihan profesional, kurikulum, dan pendidikan vokasi . arna kunin. C4 merupakan cluster Vokasi, kurikulum & Pelatihan dengan AuWorkforce-oriented learning & curriculumAy dengan kata curriculum. PjBL, improvement, professional training. Cluster ini diisi oleh kata kunci seperti (TLS=46. Occ=25. YearOO2022. , curriculum (TLS=36. Occ=27. YearOO2022. (TLS=41. Occ=26. YearOO2022. PjBL (TLS=25. Occ=16. YearOO2022. (TLS=40. Occ=18. YearOO2022. Nilai tahun publikasi tertinggi pada PjBL . menunjukkan bahwa integrasi Project-Based Learning merupakan tren yang sangat baru. Fokus penguatan kompetensi praktis dan kurikulum berbasis pengalaman Cluster 5 Dokumentasi ilmiah dan artefak penelitian . arna mera. C5 merupakan cluster literatur & AuScholarly reflection & conceptual developmentAy dan kata kunci paper, article, future, role, form. Cluster ini kata kunci seperti paper (TLS=53. Occ=39. YearOO2022. , article (TLS=21. Occ=17. YearOO2022. (TLS=36. Occ=23. YearOO2022. , dan future (TLS=23. Occ=11. YearOO2022. merefleksikan area yang mengkaji serta prediksi arah riset. Tahun publikasi yang konsisten tinggi pada tahun 2022 menandakan bahwa diskursus teoretis dan meta Hubungan antar-topik penelitian Analisis co-occurrence menunjukkan jaringan kata kunci . eyword networ. yang secara umum terkelompok dalam tema teknologi pembelajaran, kecerdasan artifisial, pedagogi berbasis pengalaman, serta pendidikan vokasi dan kompetensi. Node dengan Total Link Strength (TLS) tinggi seperti model (TLS=215. Occ=. , environment (TLS=. , system (TLS=. , dan game (TLS=. menandakan bahwa riset tidak hanya bersifat pedagogis. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 pembelajaran berbasis model dan penggunaan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa AumodelAy merupakan konsep inti yang sering muncul bersamaan dengan berbagai istilah teknis dan metodologis, framework konseptual dan teknis dalam pembelajaran berbasis data. Analisis co-occurrence menunjukkan bahwa penelitian dalam korpus ini memiliki lima arus utama. Cluster terbesar menempatkan AumodelAy keterkaitan kuat terhadap tema AI, machine learning, dan data sebagai basis desain pembelajaran. Cluster pedagogis berbasis game, simulasi. VR, dan PBL dengan nilai keterhubungan tinggi . isal game TLS=89. Occ=. , yang sebagian besar dipublikasikan sejak 2022 sebagai respons pascapandemi. Cluster lain mengangkat isu inquiry, dan evaluasi . nvironment TLS=. , sedangkan bidang vokasi dan kurikulum muncul sebagai fokus . ocational education YearOO2022. Seluruh pola menunjukkan bahwa literatur bergerak menuju integrasi AI in Education, pembelajaran berbasis pengalaman, dan kesiapan kerja yang didesain melalui model data-driven dengan pendekatan pedagogis inovatif. Penelitian dalam bidang ini secara konsisten bergerak menuju integrasi pembelajaran berbasis data, dan inovasi pedagogi berbasis pengalaman seperti game, simulasi, dan project based learning. Konstelasi ini memiliki dua implikasi utama bagi penelitian yang sedang atau akan dilakukan. Pertama, penelitian yang tidak lagi hanya memotret deskriptif, tetapi diarahkan untuk mengevaluasi model pembelajaran berbasis data sejalan dengan dominasi node model (TLS=. sebagai pusat Artinya, penelitian lanjutan idealnya tidak berhenti pada tataran prototipe sistem, atau instrumen evaluasi yang dapat diuji dalam konteks Kedua, kuatnya keterhubungan pada kata kunci game, simulation. VR. PBL, pembelajaran masa kini diposisikan bukan sekadar sebagai variasi metode, meningkatkan kompetensi, kesiapan kerja . ork readines. , dan relevansi Oleh sebab itu, penelitian lanjutan sebaiknya mengkaji dampak teknologi tersebut terhadap indikator hasil belajar yang terukur, seperti kompetensi, kinerja, produktivitas pelatihan, atau tingkat kelayakan implementasi di setting vokasional maupun sekolah. Kunci yang muncul dari analisis VOSviewer terkait dengan pelatihan melalui PjBL antara lain adalah model. PjBL dan training program seperti Gambar 1, 2 dan 3. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 school, vocational education, curriculum, training program, dan challenge. Node ini berperan sebagai jembatan konseptual antara pendekatan pembelajaran berbasis proyek dengan implementasi di dunia pendidikan PjBL berfungsi menghubungkan pendekatan pedagogis inovatif dengan konteks penerapan praktis yang berorientasi pada keterampilan dan kompetensi Gambar 1 Network Visualization of co-occurrence item Model Kata kunci AumodelAy menempati posisi sentral dalam peta jaringan. Node ini berperan sebagai hub . enghubung utam. antara berbagai konsep penting seperti system, data, machine learning, performance, dan algorithm. Identitas item AumodelAy pada Gambar 1 merupakan bagian dari cluster 4 . arna kunin. dengan jumlah tautan . 58, total kekuatan 215, dan frekuensi kemunculan 137. Interpretasi keterhubungan antarkata PjBL AuschoolAy menunjukkan bahwa penerapan PjBL banyak dikaji dalam konteks sekolah formal, terutama pada level menengah PjBL dengan Vocational Education mempunyai hubungan kuat menunjukkan fokus pada pendidikan vokasional atau kejuruan. PjBL dengan AucurriculumAy mengindikasikan bahwa PjBL berperan dalam pengembangan dan integrasi kurikulum berbasis PjBL dengan Autraining programAy mengindikasikan bahwa PJBL berperan dalam pengembangan dan integrasi kurikulum berbasis proyek. dan PjBL AuprogramAy pelatihan, baik guru maupun peserta Keterkaitan kata kunci PjBL dengan Auproblem based learningAy kedekatan konsep antara PJBL dan PBL terlihat jelas. PjBL dengan AuchallengeAy mewakili karakter utamayaitu adanya tantangan nyata dalam proses belajar. Gambar 2 Network Visualization of co-occurrence item PjBL Dalam visualisasi jaringan. PjBL muncul sebagai node sentral berwarna ungu, berada di antara tema-tema Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 PjBL AuengagementAy menggambarkan hubungan erat PjBL dengan keterlibatan aktif siswa. PjBL dengan AuworkAy menunjukkan hubungan PjBL dengan konteks dunia kerja atau tugas profesional. dan PjBL dengan AucollaborationAy mengindikasikan aspek kerja sama yang menjadi inti PJBL. PjBL AusystematicAy menggambarkan pendekatan PjBL yang PjBL dengan AucompetenceAy menunjukkan bahwa tujuan utama PjBL peserta didik. PjBL dengan AumotivationAy menggambarkan efek psikologis positif dari penerapan PjBL. dan PjBL dengan AuenvironmentAy menunjukkan konteks penerapan PJBL. sebesar 17, istilah ini memiliki keterhubungan konseptual yang kuat dengan istilah lain dalam penelitian sejenis, terutama dalam konteks Hubungan antar kunci antara lain terkait dengan kata kunci Aubased learningAy yang mengindikasikan bahwa banyak pelatihan kini mengadopsi pendekatan berbasis proyek . , berbasis masalah . roblem-base. , maupun berbasis kompetensi. Terkait AucompetenceAy menggambarkan tujuan utama program pelatihan, yaitu membangun dan memperkuat kompetensi peserta baik professional, dengan AuenvironmentAy yang menunjukkan bahwa lingkungan belajar memiliki peran penting dalam keberhasilan pelatihan. Dengan kata kunci AusimulationAy digunakan untuk meniru situasi kerja nyata dan AulearnerAy memperkuat bahwa keberhasilan pelatihan ditentukan oleh partisipasi aktif dan kemandirian AumotivationAy bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik peserta berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelatihan. AuGame dan Virtual RealityAy menunjukkan integrasi teknologi imersif dalam program AulearningAy bahwa pelatihan bukan hanya sekadar Gambar 3 Network Visualization of co-occurrence item Traniing Program Dalam visualisasi jaringan cooccurence Gambar 3. Autraining programAy menjadi pusat dari cluster 1 . erwarna bir. yang menggambarkan hubungan erat dengan berbagai istilah yang merepresentasikan konteks pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran berbasis proyek atau teknologi. Dengan 13 tautan . dan total link strength Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 transfer pengetahuan, tetapi juga merupakan proses konstruktif di mana peserta mengembangkan keterampilan kolaboratif. Auoutcome dan challengeAy menunjukkan adanya fokus pada hasil yang diharapkan . earning outcom. serta tantangan implementatif yang dihadapi AusystemAy menggambarkan bahwa pelatihan yang kebijakan, struktur organisasi, dan mekanisme evaluasi yang jelas, serta AyexampleAy mengindikasikan bahwa studi kasus dan contoh nyata digunakan secara luas memperkuat pemahaman konseptual. Berdasarkan jaringan, terlihat bahwa PjBL memiliki keterkaitan yang kuat dengan kata kunci seperti curriculum, training program, systematic, dan work. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL masih dihadapkan pada tantangan yang keterbatasan sistem, sumber daya, dan kesiapan instruktur, yang semuanya saling berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan model ini. keterbatasan Integrasi antara teknologi Pendidikan. keterbatasan data pelatihan dan validasi . minimnya fokus pada aspek humanistik dan sosio-pedagogis. kurangnya standarisasi model evaluasi penerapan virtual environment dan Analisis penelitian yang mengkaji penerapan PjBL, ditemukan bahwa hambatan yang umumnya terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu hambatan struktural dan implementatif serta hambatan personal dan lingkungan belajar. Hambatan implementatif dalam pelatihan berbasis PjBL berkaitan dengan aspek sistem, kurikulum, dan kesiapan lembaga pendekatan ini. Sedangkan yaitu hambatan personal dan lingkungan belajar dalam pelatihan berbasis PjBL menunjukkan bahwa keberhasilan model ini tidak hanya ditentukan oleh rancangan kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi juga oleh kesiapan peserta dan ekosistem belajar yang motivasi intrinsik, serta suasana belajar yang terbuka dan partisipatif Penelitian (Halim. , et al, 2. struktural yang berkaitan dengan penerapan model PjBL di sekolah vokasi, seperti kesiapan kurikulum. Faktor Penghambat (Barrier. dari Analisis Jaringan Co-occurrence Berdasarkan hasil visualisasi dan antar-cluster . erutama antara model, system, training program, dan dat. , terdapat beberapa hambatan konseptual, teknis, dan implementatif Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 keterbatasan fasilitas, serta dukungan sistem pendidikan yang belum optimal, disertai dengan hambatan personal dalam pembentukan karakter kerja dan motivasi siswa. Hal yang serupa terlihat pada penelitian (Sudjimat. DA. Permadi. LC, 2. yang menyoroti pengaruh model PjBL terhadap hasil belajar dan motivasi siswa, di mana hambatan implementatif muncul pada dukungan kelembagaan, sedangkan hambatan personal tampak dari variasi motivasi dan partisipasi peserta didik. Penelitian (Sudjimat. DA,. Nyoto. Romlie. M, 2. dan (Haniah. AU. Setyaningsih. E, 2. memperlihatkan bagaimana penerapan PjBL dalam pembelajaran daring menimbulkan keterbatasan infrastruktur dan sistem pembelajaran digital, serta hambatan lingkungan belajar yang berkaitan dengan penurunan motivasi dan kesulitan kolaborasi antar siswa. Selanjutnya, penelitian (Juuti. Lavonen. Salonen. V, 2. menekankan pentingnya kemitraan antara guru dan peneliti dalam mendesain unit PjBL, namun juga menemukan kendala implementatif terkait koordinasi antarpendidik dan hambatan personal berupa rendahnya keterlibatan siswa. Sementara itu, penelitian (Rohm. AI. Stefl. M,. Ward. N, 2. dan (Liu. X & Zhao. Y, 2. menggambarkan hambatan dalam konteks penerapan nyata PjBL, di mana kesiapan lembaga, alokasi waktu, serta adaptasi strategi struktural utama. Pada sisi lain, faktor kolaboratif peserta didik menjadi aspek yang turut menghambat keberhasilan Adapun penelitian (Issa. HB & Khataibeh. A, 2. menyoroti persepsi guru terhadap efektivitas PjBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, yang juga sistemik pada dukungan pelatihan guru serta hambatan personal dari kesiapan mental dan motivasi siswa. Secara penelitian tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan penerapan ProjectBased Learning tidak hanya ditentukan oleh rancangan program yang baik, tetapi juga oleh kemampuan sistem pendidikan dan individu peserta dalam mengatasi hambatan struktural serta personal yang saling berkaitan. Faktor-faktor terhadap keberhasilan implementasi PjBL dalam meningkatkan hasil Faktor-faktor implementasi PjBL menurut Sowaidi (AI Sowaidi, 2. berupa dukungan struktural pelatihan dan relevansi proyek dengan dunia kerja. Pendekatan penyelarasan antara proyek pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja agar hasilnya lebih aplikatif. Selanjutnya, penelitian PjBL menyoroti keterlibatan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 mahasiswa dalam proyek eksternal, di mana kolaborasi autentik dan refleksi pembelajaran berbasis pengalaman nyata menjadi kunci keberhasilan. Penelitian oleh Lin et al (Lin. KY. Wu. YT. Hsu. YT, & Williams. PJ, 2. menunjukkan bahwa integrasi desain rekayasa dalam PjBL-STEM menuntut keseimbangan antara teori dan praktik serta perancangan proyek yang berorientasi pada pemecahan masalah. Sementara itu, penekanan penerapan model PjBL dalam pengembangan karakter kerja di SMK (Yuliansyah. Ayu. M, 2. , dengan keberhasilan ditentukan oleh dukungan institusional dan perencanaan kurikulum berbasis kompetensi (Sudjimat. DA. Nyoto. A, & Romlie. M, 2. Dalam konteks Experiential melalui PjBL dengan mengutamakan pembelajaran reflektif dan partisipasi aktif peserta. Menurut Zahroh et al, secara implementasi PjBL dalam pelatihan calon guru ditentukan oleh kombinasi pendampingan intensif, dukungan fasilitator, dan kolaborasi antar peserta. Program ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri calon guru dalam menerapkan PjBL, serta berdampak positif terhadap motivasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa (Zahroh. U, et al. Secara keseluruhan, (Jalali. Capdevila. Paik. J, 2. faktor-faktor PjBL terstruktur dan berbasis proyek nyata, penguatan komunikasi, kolaborasi, dan berkelanjutan, pembimbingan intensif dan dukungan institusional, penilaian berbasis proses dan hasil, serta mahasiswa dan keberhasilan penerapan PjBL kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran (Wulandari. et al, 2. Kombinasi dari faktor-faktor ini menjadikan PjBL tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil pelatihan, tetapi juga dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif yang relevan untuk dunia pendidikan dan profesional modern Faktor-faktor tersebut tidak hanya meningkatkan hasil pelatihan teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan profesional, kerja tim, dan berpikir pembelajaran dan praktik rekayasa abad ke-21. Implikasi praktis dari hasil pengembangan strategi pelatihan yang lebih optimal berbasis PjBL Dengan demikian, berdasarkan arah gerak literatur, penelitian yang Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 dilakukan ke depan memiliki urgensi untuk . berbasis pada pendekatan data-informasi . ata-drive. , . berorientasi pada desain model yang dapat direplikasi, dan . menguji terhadap kompetensi dan kebutuhan dunia kerja. Implikasi ini mempertegas bahwa gap penelitian tidak lagi berada pada Auapa yang dilakukanAy, melainkan pada Aubagaimana inovasi tersebut dimodelkan, diukur, dan dibuktikan pendidikan nyataAy. pembelajaran berbasis proyek atau Hambatan dalam pelatihan berupa hambatan struktural dan implementatif serta hambatan personal dan lingkungan belajar. Dengan meningkatkan upaya sinergis antara lembaga, pelatih, dan peserta menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pelatihan yang adaptif dan kompetitif. Keberhasilan implementasi PjBL secara konsisten bergantung pada faktor yang kelembagaan, kompetensi fasilitator, kesiapan peserta, serta lingkungan belajar yang kondusif dan berbasis menghasilkan peningkatan signifikan pada hasil belajar, motivasi, dan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan tuntutan dunia kerja dan pendidikan masa depan. KESIMPULAN Tren penelitian menunjukkan arah pembelajaran adaptif berbasis AI dan data driven system yang dapat meningkatkan efektivitas pelatihan. Item AumodelAy dalam visualisasi cooccurrence menjadi jembatan konseptual memperkuat peran teknologi data dalam inovasi pembelajaran dan sistem pelatihan masa depan. Node AuPjBLAy topik yang stabil, sering digunakan dan memiliki relevansi tinggi dalam riset mengenai pelatihan, kurikulum, serta pengembangan kompetensi berbasis proyek begitu juga dengan node Autraining programAy berfungsi sebagai inti dari jaringan pembelajaran berbasis proyek dalam konteks pendidikan vokasional dan PjBL menggambarkan hubungan erat dengan berbagai istilah Rekomendasi Rekomendasi mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan di masa mendatang antara lain . lembaga pelatihan perlu memperkuat kemitraan strategis agar kurikulum dan proyek pelatihan relevan dengan kebutuhan nyata. memprioritaskan peningkatan kompetensi digital dan pedagogis bagi pelatih. penguatan infrastruktur digital dan sistem evaluasi berbasis proses harus dikembangkan. penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi model integratif antara PjBL dengan pendekatan digital seperti Blended Learning dan Virtual Simulation. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025: 186-203 DAFTAR PUSTAKA