Konferensi Nasional dan Call For Paper Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNWAHAS x Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama AuDigital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023Ay PENGARUH RESTRUKTURISASI HUTANG. RIGHT ISSUE. DAN MERGER TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi kasus perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022 Nabila Farikhatul Ulya Nabila Farikhatul Ulya Desa Karagsono Ploso. Kecamatan Mranggen. Kabupaten Demak. Jawa Tengah Nabilafarikhatul17@gmail. ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh restrukturisasi hutang, right issue, dan merger terhadap kinerja keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan pendekatan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 35 Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan diperoleh melalui situs w. id serta situs web perusahaan terkait. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi linear sederhana yang menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 26. Variabel independen dalam penelitian ini adalah restrukturisasi hutang, right issue, dan merger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa restrukturisasi hutang, right issue, dan merger tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kata kunci : restrukturisasi hutang. right issue. PENGANTAR Kinerja keuangan adalah analisis yang dirancang untuk menentukan sejauh mana perusahaan telah mematuhi aturan kinerja keuangan yang adil dan akurat. Tetapi dalam menjalankan suatu perusahaan dengan baik, lingkungan yang 2kompetitif yang memaksa setiap perusahaan untuk terus mengevaluasi kinerjanya. Hal ini memungkinkan manajemen untuk memperbaiki operasi perusahaan yang tidak efisien secara internal dan berperan penting dalam mempersiapkan strategi operasional perusahaan di masa depan. Salah satu alat yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah laporan keuangan. Kinerja laba beberapa perusahaan kurang baik karena laba yang dihasilkan terus menurun atau meningkat setiap Hasil keuangan merupakan ukuran keberhasilan perusahaan, yang dapat diartikan sebagai hasil dari berbagai aktivitas. Rasio adalah angka yang ditentukan dengan membandingkan neraca yang memiliki hubungan yang berarti dan penting satu sama lain. Laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan mengambil keputusan. Kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor dengan hasil penelitian yang berbeda, diantaranya restrukturisasi hutang. Penelitian (AsAoari et al. dan (Nadia et al. , 2. menyatakan bahwa restrukturisasi utang memiliki dampak yang signifikan terhadap return on assets (ROA). Penelitian tersebut sejalan dengan (Normalita & Arifin, 2. Rata-rata Return On Assets (ROA) selama dua tahun dan nilai standar deviasi bisa di bawah ratarata dan memberikan nilai maksimum dan Namun, hal tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian (Iskandar et al. yang menyatakan pelunasan utang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Karena hasilnya menunjukkan bahwa restrukturisasi utang dapat menambah beban pajak. Berdasarkan penelitian (AsAoari et , 2. right issue signifikan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hasil rights issue akan meningkatkan hasil keuangan Perseroan karena tambahan dana yang diperoleh dari investor akan digunakan untuk ekspansi dan keperluan lainnya. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Runtung & Yadnya, 2. , keuntungan perusahaan tidak berbeda secara signifikan baik sebelum atau sesudah rights issue, karena pendapatan dari rights 7 issue digunakan untuk investasi jangka panjang, sehingga laba laba bersih tidak meningkat. meningkat secara signifikan setelah dua tahun penerbitan. Penelitian yang dilakukan (Nasir & Morina, 2. terkait keputusan merger, berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian tersebut sejalan dengan (Novaliza, 2. merger memiliki dampak positif pada hasil keuangan, yaitu motif sinergi yang dapat menyebabkan pertumbuhan keuangan perusahaan setelah merger tampaknya tidak menjadi faktor penting dalam merger perusahaan. Namun ada juga aspek lain, seperti menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan, motif pribadi atau alasan lain, yang pengaruhnya terhadap hasil keuangan tidak segera terlihat. TINJAUAN LITERATUR Kinerja keuangan merupakan suatu analisis seberapa jauh kemajuan perusahaan melalui penerapan prinsip-prinsip kinerja keuangan yang benar dan tepat (Iskandar et al. , 2. Kinerja merupakan faktor penting karena mencerminkan kemampuan organisasi untuk mengelola dan mengalokasikan sumber daya dan bekerja dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan selama periode waktu tertentu. Implementasinya kebijakan-kebijakan perusahan akan memberikan pengaruh yang positif pada kinerja Kinerja perusahaan dapat diukur dengan menggunakan unsur keuangan dan non keuangan. Mengukur kinerja keuangan sangat penting untuk mengetahui potensi dan kelemahan keuangan perusahaan (Aisyiah et al. , 2. Restrukturisasi hutang adalah reorganisasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memperbaiki posisi keuangannya dengan cara membayar utang- utangnya dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama (Nadia et al. , 2. Restrukturisasi hutang yaitu mekanisme perusahaan yang mengatur kembali kewajiban terutangnya untuk peningkatan keberlanjutan operasi perusahaan, yang ditempuh oleh debitur serta tertuang dalam perjanjian yang mana debitur diberikan kelonggarannya dalam menyelesaikan melunasi kewajiban yaitu antara lain penurunansuku bunga kredit dan perpanjangan jangka waktu kredit, peningkatan perjanjian pinjam meminjam atau Menurut Lawrence dalam (AsAoari et al. , 2. right issue adalah Proses dimana perusahaan memberikan pemegang sahamnya hak untuk membeli saham baru sebanding dengan kepemilikan mereka saat ini. Right issue menawarkan kepada pemegang saham kesempatan untuk membeli saham baru berdasarkan kemungkinan bahwa perusahaan yang menerima ekuitas akan berhasil. Tujuan dilakukannya penawaran saham adalah untuk meningkatkan investasi dan menyediakan modal dan kas yang cukup bagi perusahaan. Right issue adalah hak yang digunakan oleh perusahaan untuk membeli saham tambahan dengan memesan di muka dengan harga yang telah ditentukan pada tanggal tertentu (Bahri, 2. Kegiatan right issue dilakukan perusahaan sebagai salah satu alternatif penambahan modal, karena pelaksanaannya cepat dan mudah. Perusahaan yang ingin menambah dananya kemudian melakukan penawaran saham atau menambah jumlah saham di pasar saham. Merger adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan di mana perusahaan yang mengakuisisi mempertahankan nama dan identitasnya dan mengakuisisi semua aset dan kewajiban perusahaan . yang diakuisisi (Mindosa, 2. Merger merupakan salah satu strategi yang digunakan perusahaan untuk bertahan dan berkembang yaitu penggabungan perusahaan. Alasan di balik penggabungan atau penggabungan perusahaan antara lain meningkatkan penjualan, memperluaskekayaan, meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi biaya operasi, dan memperluas ke area Dengan kata lain, tidak perlu memperbesar perusahaan dengan resiko gagal yang besar pula, tetapi dengan membeli perusahaan besar dan berjalan dengan baik. KERANGKA KONSEPTUAL Gambar 1 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode analisis data kuantitatif penelitian ini menguji hipotesis bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen ditentukan dengan analisis regresi linear sederhana Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan menggunakan jenis teknik pengambilan sampel yang disebut purposive sampling. Penentuan sampel tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan kriteria atau sudut pandang yang ditentukan oleh peneliti. Penelitian ini perusahaan yang menjadi sampel adalah perusahaan yang telah melakukan restrukturisasi hutang, right issue dan merger. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan perusahaan periode 2018-2022 yang diperoleh melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). HASIL DAN DISKUSI Uji Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan suatu informasi mengenai karakteristik terkait dengan variabel-variabel dalam penelitian yang dilihat dari mean . ata-rat. , standar deviation . tandar devias. , maksimum dan minimum. Variabel independen X1 yaitu restrukturisasi hutang memiliki nilai minimum 0,0004 yang dimiliki oeh Bank QNB Indonesia pada tahun 2021 yang berarti memiliki kemampuan mengatasi kredit bermasalah sebesar 0,04%. Nilai maksimum restrukturisasi hutang sebesar 0,85 yang dimiliki Bank KB Bukopin yang berarti memiliki kemampuan mengatasi kredit bermasalah tertinggi sebesar 85%. Nilai mean sebesar 0,06487 yang berarti rata-rata perusahaan memiliki kemampuan mengatasi kredit bermasalah sebesar 6,487 dan standar deviasi sebesar 0,1860790 yang berarti 18,6% data bervariasi. Variabel depeden atau yang biasa disebut dengan variabel Y yaitu Kinerja keuangan perusahaan memiliki nilai minimum 0,00001 yang dimiliki oeh Bank Permata pada tahun 2020 yang berarti memiliki kemampuan mendapatkan keuntungan terendah sebesar 0,001%. Nilai maksimum sebesar 0,3 yang dimiliki Bank Mega yang berarti perusahaan tersebut mempunyai kemampuan untuk memperoleh keuntungan tertinggi sebesar 30%, nilai mean sebesar 0,0211 yang berarti rataAerata perusahaan memperoleh keuntungan sebesar 2,11% dan standar deviasi sebesar 0,065 yang berarti sebesar 6,5% data bervariasi. Variabel independen X2 yaitu right issue memiliki nilai minimum 87,62 yang dimiliki oleh Smartfren Telecom pada tahun 2021 yang berarti pembentukan harga saham baru mengalami penurunan harga sebesar 8762%. Nilai maksimum right issue sebesar 2498,84 yang dimiliki PT Chandra Asri Petrocemical Tbk yang berarti pembentukan harga saham baru mengalami kenaikan harga sebesar 249. Nilai mean sebesar 604,799 yang berarti rata-rata perusahaan dalam pembentukan harga saham baru sebesar 60. 479,9% dan standar deviasi sebesar 754,01 yang berarti 75. data bervariasi. Variabel depeden atau yang biasa disebut dengan variabel Y yaitu Kinerja keuangan perusahaan memiliki nilai minimum 0,0008 yang dimiliki oeh Bank Raya Indonesia pada tahun 2022 yang berarti memiliki kemampuan mendapatkan keuntungan terendah sebesar 0,08%. Nilai maksimum sebesar 0,037 yang dimiliki MNC Asia Holding yang berarti perusahaan tersebut mempunyai kemampuan untuk memperoleh keuntungan tertinggi sebesar 0,08%, nilai mean sebesar 0,014 yang berarti rataAerata perusahaan memperoleh keuntungan sebesar 1,4% dan standar deviasi sebesar 0,013 yang berarti sebesar 1,3% data kurang bervariasi. Variabel independen X3 yaitu merger memiliki nilai minimum -0,146 yang dimiliki oleh PT Lippo Cikarang Tbk pada tahun 2019 yang berarti pergerakan harga saham setelah perubahan harga mengalami penurunan harga sebesar-14,6%. Nilai maksimum merger sebesar 0,192 yang dimiliki Bank Syariah Indonesia pada tahun 2020 yang berarti pembentukan harga saham baru mengalami kenaikan harga sebesar 19,2%. Nilai mean sebesar 0,15 yang berarti rata-rata perusahaan dalam pembentukan harga saham baru sebesar 15% dan standar deviasi sebesar 0,119 yang berarti 11,9% data kurang bervariasi. Variabel depeden atau yang biasa disebut dengan variabel Y yaitu Kinerja keuangan perusahaan memiliki nilai minimum 0,001 yang dimiliki oeh oleh PT Lippo Cikarang Tbk pada tahun 2019 yang berarti memiliki kemampuan mendapatkan keuntungan terendah sebesar 0,1%. Nilai maksimum sebesar 0,375 yang dimiliki Bank Syariah Indonesia pada tahun 2020 yang berarti perusahaan tersebut mempunyai kemampuan untuk memperoleh keuntungan tertinggi sebesar 37,5%, nilai mean sebesar 0,138 yang berarti rataAerata perusahaan memperoleh keuntungan sebesar 13,8% dan standar deviasi sebesar 0,157 yang berarti sebesar 15,3% data bervariasi. Uji asumsi klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk menguji model regresi sehingga diperoleh estimator linear tidak bias atau terdistribusi normal. Uji asumsi klasik terdapat uji normalitas, uji multikolineritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada uji normalitas variabel X1 yaitu asymp sig sebesar 0,011 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi terdistribusi secara tidak normal. Data normalitas setelah dilakukan transformasi data, nilai Asymp Sig . - taile. adalah 0,200 yang lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa data tersebut bersifat normal. Hasil uji normalitas variabel X2 dengan mengunakan uji KolmogorovSmirnov hasil asymp sig sebesar 0,011 lebih besar dari 0,05 sehingga dapatdisimpulkan bahwa model regresi terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitasvariabel X3 dengan mengunakan uji Kolmogorov-Smirnov hasil asymp sig sebesar 0,118 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi terdistribusi secara normal. Hasil Uji Multikolinieritas nilai toleransi dari variabel restrukturisasi hutang sebesar 1,000, sedangkan untuk nilai VIF variabel restrukturisasi hutang sebesar 1,000. Untuk nilai tolerance dari variabel > 0,1 dan nilai VIF dari variabel < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi multikolonieritas. Hasil Uji Multikolinieritas nilai toleransi dari variabel right issue sebesar 1,000, sedangkan untuk nilai VIF variabel right issue sebesar 1,000. Untuk nilai tolerance dari variabel > 0,1 dan nilai VIF dari variabel < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi multikolonieritas. Hasil Uji Multikolinieritas nilai toleransi dari variabel right issue sebesar 1,000, sedangkan untuk nilai VIF variabel right issue sebesar 1,000. Untuk nilai tolerance dari variabel > 0,1 dan nilai VIF dari variabel < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi Hasil uji autokorelasi variabel X1 nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,818>dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokerelasi, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan. Hasil uji autokorelasi variabel X2 nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,314>dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokerelasi, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan. Hasil uji autokorelasi variabel X3 nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,913>dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokerelasi, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan. Hasil uji heteroskedastisitas variabel X1 nilai signifikansinya sebesar 0,659>dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan. Uji heteroskedastisitas variabel X2 nilai signifikansinya sebesar 0,392>dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan. Uji heteroskedastisitas variabel X3 nilai signifikansinya sebesar 0,148>dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan. Uji Regresi Linear Sederhana Tabel 1 Berdasaran hasil regresi linear sederhana diatas maka dapat disusun suatu persamaan linear sebagai berikut: Y = 6,541 (-0,. Berdasarkan persamaan diatas konstanta sebesar 6,541 bahwa konsisten variabel kinerja keuangan adalah sebesar 6,541. Koefisien regresi x sebesar -0,023, koefisien regresi tersebut bernilai negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel x terhadap y adalah negatif. Tabel 2 Berdasaran hasil regresi linear sederhana diatas maka dapat disusun suatu persamaan linear sebagai berikut: Y = 13,911 (-4,. Berdasarkan persamaan diatas konstanta sebesar 13,911 bahwa konsisten variabel kinerja keuangan adalah sebesar 13,911. Koefisien regresi x sebesar -4,907, koefisien regresi tersebut bernilai negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel x terhadap y adalah negatif. Tabel 3 Berdasaran hasil regresi linear sederhana diatas maka dapat disusun suatu persamaan linear sebagai berikut: Y = 92. 468 (-1,. Berdasarkan persamaan diatas konstanta sebesar 92. 468 bahwa konsisten variabel kinerja keuangan adalah sebesar 92. Koefisien regresi x sebesar -1,024, koefisien regresi tersebut bernilai negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel x terhadap y adalah negatif. Uji Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada variabel X1 nilai R Square sebesar 0,006 yang artinya adalah restrukturisasi hutang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan sebesar 6% dan sisanya sebesar 94% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Pada variabel X2 nilai R Square sebesar 0,093 yang artinya adalah right issue mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan sebesar 9,3% dan sisanya sebesar 90,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian Pada variabel X3 nilai R Square sebesar 0,556 yang artinya adalah merger mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan sebesar 55,6% dan sisanyasebesar 44,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Uji Kelayakan Model (Uji F) Uji ini dilakukan untuk menguji dan mengetahui pengaruh dari variabel- variabel independen terhadap variabel dependen. Pada variebel X1 nilai F dalam penelitian ini sebesar 0,104 dengan nilai signifikan 0,751 lebih besar dari 0,05, dapat diartikan bahwa variabel restrukturisasi hutang secara bersamaan atau simultan tidak mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Pada variebel X2 nilai F dalam penelitian ini sebesar 0,818 dengan nilai signifikan 0,392 lebih besar dari 0,05, dapat diartikan bahwa variabel right issue secara bersamaan atau simultan tidak mempengaruhi kinerja keuangan Pada variebel X3 nilai F dalam penelitian ini sebesar 3,764 dengan nilai signifikan 0,148 lebih besar dari 0,05, dapat diartikan bahwa variabel merger secara bersamaan atau simultan tidak mempengaruhikinerja keuangan perusahaan. Uji Hipotesis (Uji . Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat dari arah tanda dan tingkat signifikansi. Tabel 4 Variabel restrukturisasi hutang dengan nilai t hitung sebesar 4,070 dengan nilai signifikan sebesar 0,001 kurang dari 0,05 yang artinya bahwa restrukturisasi hutang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Tabel 5 Variabel right issue dengan nilai t hitung sebesar 2,826 dengan nilai signifikan sebesar 0,022 kurang dari 0,05 yang artinya bahwa right issue mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Tabel 6 Variabel merger dengan nilai t hitung sebesar 1,624 dengan nilai signifikan sebesar 0,203 lebih dari 0,05 yang artinya bahwa merger tidak mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh Restrukturisasi Hutang terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan hasil analisis data diatas yang menunjukkan bahwa restrukturisasi hutang tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Hal tersebut dapat dilihat pada hasil perhitungan yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar -0,322 < t tabel sebesar 2,101 dengan nilai signifikan 0,751 > 0,05. Dengan demikian berdasarkan hasil perhitungan data yang ada maka hipotesis profitabilitas berpengaruh positif diterima. Pengaruh Right Issue terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan hasil analisis data diatas yang menunjukkan bahwa right issue tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil perhitungan yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar 2,826 < t tabel sebesar 2,301 dengan nilai signifikan 0,22 > 0,05. Dengan demikian berdasarkan hasil perhitungan data yang ada maka hipotesis right issue berpengaruh positif ditolak. Pengaruh Merger terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Berdasarkan hasil analisis data diatas yang menunjukkan bahwa merger tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil perhitungan yang menyatakan bahwa nilai t hitung sebesar -1,904 < t tabel sebesar 3,182 dengan nilai signifikan 0,148 > 0,05. Dengan demikian berdasarkan hasil perhitungan data yang ada maka hipotesis merger berpengaruh positif ditolak. KESIMPULAN Restrukturisasi hutang tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan artinya, perusahaan yang mengalami kredit macet dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, maka tingkat keuntungan perusahaan akan menurun. Right issue tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Artinya, right issue yang dilakukan perusahaan atau penawaran saham kembali yang dilakukan perusahaan, kurangnya sumber pembiayaan lain atau perusahaan dalam kondisi keuangan yang buruk. Sehingga, setelah pengumuman right issue harga saham secara teoritis mengalami penurunan, hal ini disebabkan harga saham right issue lebih rendah dari harga pasar. Merger tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Artinya, pergerakan harga saham setelah perubahan harga saham tidak berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan setelah pengumuman merger. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah periode tahun observasi, karena dapat mengurangi kesalahan statistik dan mendapatkan kondisi yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, penelitian selanjutnya sebaiknya dengan menggunakan sampel perusahaan yang bergerak pada sektor-sektor industri. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah atau mengganti variabel dependen seperti Gross Profit Margin. Net Profit Margin. Return on Equity Ratio agar dapat lebih menggambarkan kinerja keuangan REFERENSI