BALANCE : Economic. Business. Management, and Accounting Journal Vol. XVi No. 2 |Bulan Juli Tahun 2021 P-ISSN 1693-9352 | E-ISSN 2614-820x STRUKTUR CORPORATE GOVERNANCE DAN UKURAN PERUSAHaN MEMPENGARUHI KINERJA PERUSAHAAN PADA JAKARTA ISLAMIC INDEKS Rina Mudjiyanti1. Arini Hidayah2. Erny Rachmawati3 1,2,. Universitas Muhammadiyah Purwokerto ABSTRACT The purpose of this study is to examine the effect of institutional ownership, board of directors, and audit committee, which are proxies of corporate governance structure, and firm size on firm performance. Company performance is measured using profitability. The sample of this study, companies listed in the Jakarta Islamic Index (JII) from 2017 to 2018. The ROA data in this study ignores the positive and negative ROA values. Hypothesis testing using regression analysis found empirical evidence that institutional ownership and board of directors variables do not affect ROA. While the audit committee variable has a positive effect on ROA, the firm size variable negatively impacts ROA. Keywords : Institutional Ownership. Board Of Directors. Audit Committee. Company Size. Profitability Correspondence to : rinamudjiyanti@ump. ABSTRAK Tujuan penelitian ini menguji pengaruh kepemilikan institusional, dewan direksi, dan komite audit yang merupakan proksi struktur corporate governance, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan diukur menggunakan profitabilitas. Sampel penelitian ini, perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Indeks (JII) selama periode 2017 Data ROA dalam penelitian ini mengabaikan nilai ROA positif dan negatif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi ditemukan bukti empiris bahwa variabel kepemilikan institusional dan dewan direksi tidak berpengaruh terhadap ROA. Sedangkan variabel komite audit berpengaruh positif terhadap ROA, dan variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap ROA. Kata kunci : Kepemilikan Institusional. Dewan Direksi. Komite Audit. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas Riwayat Artikel: Received: 4 Desember 2020 Revised: 25 Juni 2021 Accepted: 11 Juli 2021 BALANCE : Economic. Business. Management, and Accounting Journal Vol. XVi No. 2 |Bulan Juli Tahun 2021 P-ISSN 1693-9352 | E-ISSN 2614-820x PENDAHULUAN KAJIAN PUSTAKA Corporate Governance Corporate governance menurut IICG . merupakan serangkaian mekanisme yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar operasional perusahaan berjalan sesuai dengan harapan stakeholders. Tata kelola perusahaan yang baik disebut proses transparan atas penentuan tujuan perusahaan, struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan, sehingga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan. (Isnanta. Pranata mengatur, mengelola, dan mengawasi proses pengendalian usaha untuk menaikan nilai saham, sekaligus bentuk perhatian kepada Kepemilikan merupakan jumlah kepemilikan saham suatu perusahaan oleh institusi atau lembaga lain kepemilikan institusi lainnya (Jati, 2. Jensen dan Meckling . , kepemilikan institusional memiliki peranan penting untuk meminimalisasi konflik keagenan yang terjadi antara manajer dan pemegang saham. Jensen et all, . , perusahaan yang memiliki ukuran dewan direksi yang besar kurang mampu melakukan koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki dewan yang kecil. Menurut Lestari . , komite audit pengendalian perusahaan. Komite audit yang independen merupakan usaha perbaikan pengawasan manajemen perusahaan. Komite audit juga dianggap sebagai penghubung antara pemegang saham dan dewan komisaris dengan pihak manajemen maupun pihak Ukuran perusahaan pada penelitian ini diproksikan dari penjualan bersih . et Total penjualan digunakan untuk mengukur besar kecilnya ukuran perusahaan, karena penjualan yang tinggi dianggap mampu meningkatkan profit perusahaan. Rasio keuangan merupakan alat ukur Sabrina . Manajer Tata kekola perusahaan menjadi topik Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, (Rossi et al, 2. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam dunia usaha di Indonesia merupakan tuntutan untuk berubah ke arah yang lebih baik dalam mengelola perusahaan. Riset The Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) . , perusahaan menerapkan GCG merupakan kepatuhan pada peraturan, perusahaan yang mempraktikkan GCG, mengalami perbaikan citra, dan peningkatan nilai perusahaan Keberhasilan perusahaan ditentukan oleh karakteristik strategis dan manajerial perusahaan (Irwanto. Mekanisme corporate governance bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan. Penilaian keuangan perusahaan. Salah satu alat ukur kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA. Kebijakan dan hendaknya didasarkan pada laporan keuangan yang akan mempengaruhi penilaian kinerja Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh struktur corporate governance, dan perusahaan JII. Kinerja perusahaan diukur menggunakan return on asset (ROA), yang bersifat komprehensif dimana seluruhnya mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dari rasio ini. Struktur corporate Pemegang saham/RUPS. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi serta organ pendukung GCG seperti Komite-komite. Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawas Internal (SPI). Sedangkan mekanisme good corporate governance terdiri dari kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, ukuran dewan direksi, komite audit dan variabel ukuran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variabel kepemilikan institusional, dewan direksi, komite audit, dan ukuran perusahaan terhadap return on asset (ROA). BALANCE : Economic. Business. Management, and Accounting Journal Vol. XVi No. 2 |Bulan Juli Tahun 2021 P-ISSN 1693-9352 | E-ISSN 2614-820x mengukur dan melacak kinerja perusahaan sepanjang waktu. Selain itu juga dapat mengukur baik buruknya keputusan keuangan yang diambil. Profitabilitas dapat di ukur dengan melihat nilai return on assets (ROA), yang merupakan salah satu bentuk dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan keunatungan. Sartono . H3: Komite audit berpengaruh terhadap kinerja perusahaan (ROA) Ukuran perusahaan merupakan ukuran yang menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan dilihat total penjualan. Ukuran perusahaan berpengaruh dapat mempengaruhi profitabilitas (Rahmawati, 2. Chadha . dan Nugraheni . Kartika Dewi . juga menemukan bukti empiris ukuran H4: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (ROA). Pengembangan Hipotesis Kepemilikan institusional merupakan proporsi kepemilikan saham dalam suatu institusi, baik institusi pemerintah, institusi swasta, domestik maupun asing (Widarjo. Hasil penelitian Putra dan Nuzula kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas. Sianipar, dkk kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap profitabilitas. H1: Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (ROA) METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini, seluruh perusahaan terdaftar indeks JII. Sampel yang dalam penelitian ini adalah perusahaan termasuk dalam daftar JII Index di BEI tahun 2017, 2018 selama periode kedua (AgustusFebruar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian yaitu, terdaftar dalam Jakarta Islamic Index pada periode kedua (AgustusFebruar. Perusahaan memiliki nilai ROA positif dan negatif selama periode penelitian . 7 dan 2. sebanyak 60 perusahaan selama tiga periode dengan 46 sampel. Pengelolaan meningkatkan kinerja perusahaan dan nilai ekonomi jangka panjang bagi para investor dan pemangku kepentingan. Dalam hal ini dewan direksi pada suatu perusahaan menentukan kebijakan yang akan diambil baik jangka pendek maupun panjang. Dewan direksi dapat memberikan pengaruh dalam peningkatan profitabilitas perusahaan. Aryani . , menemukan bukti empiris dewan profitabilitas, sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggungjawab secara kolegial dalam mengelola perusahaan. H2: Dewan direksi berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (ROA) HASIL PENELITIAN Hasil Analisis Data Berikut disajikan dalam tabel 1, hasil analisis deskriptif. TABEL 1. Statistik Deskriptif Max Mean Std Deviation KInst 46 85,00 60,8200 13,74236 6,87 1,984 3,46 1,110 46 32,96 31,2108 0,92890 ROA 46 48,08 11,6208 10,98765 Valid N 46 . Sumber: Data diolah dengan SPSS Komite audit ini dibentuk melakukan pemeriksaan atau penelitian yang dianggap perlu terhadap pelaksanaan fungsi direksi dalam melaksanakan pengelolaan perusahaan serta melaksanakan tugas penting berkaitan dengan sistem pelaporan keuangan. Komite Audit berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas Anjani dan Yadnya . Rini dan Ghozali . Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif menunjukan nilai minimum kepemilikan institusi adalah 17,48 dan nilai BALANCE : Economic. Business. Management, and Accounting Journal Vol. XVi No. 2 |Bulan Juli Tahun 2021 P-ISSN 1693-9352 | E-ISSN 2614-820x 85,00. Perusahaan mengungkapkan jumlah kepemilikan institusi paling rendah adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk senilai 51 persen, sedangkan nilai tertinggi sebesar pada PT Unilever senilai 85 persen. Kepemilikan institusional nilai rata-rata 85,00 menunjukan lebih besar dari standard deviasi 13,74236. Hal ini menunjukan sebaran data ukuran perusahaan cukup bagus. Melihat sebaran nilai rata-rata yang lebih tinggi dari standar deviasi, menunjukan bahwa sebaran data sampel cukup bagus. Hasil analisis regresi berganda ditunjukkan pada tabel berikut ini: dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, dewan direksi, komite audit dan ukuran perusahaan terhadap ROA, dengan menggunakan analisis regresi berganda. Dapat dilihat pada tabel di bawah ini: TABEL 4. Hasil Uji Hipotesis Model (Constan. KInst Ln_TA Dependent Variable: ROA TABEL. 2 Hasil Uji Regresi Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 231,082 41,067 KInst -0,047 0,085 -0,528 0,552 2,427 1,140 Ln_TA -7,137 1,414 Dependent variable: ROA Dari tabel tersebut persamaan sebagai berikut: 0,000 0,580 0,345 0,040 0,000 Ket tidak sig tidak sig Sig Sig HASIL PENELITIAN Tabel 4 dapat dilihat bahwa hasil pengujian hipotesis pertama, variabel kepemilikan institusi berpengaruh terhadap ROA, ditunjukkan dengan nilai signifikan yang lebih besar dari 0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa variabel kepemilikan institusional atau jumlah saham yang dimiliki institusi belum mampu menjelaskan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Besar kecilnya jumlah saham institusi tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya, yaitu penelitian Putra dan Nuzula . dan Sianipar . , yang berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusi sebagai bagian dari pengawasan terhadap pencapaian perusahaan tidak memiliki pengaruh, dalam penelitian ini sebaran nilai rata-rata kepemilikan institusi di atas standar deviasi yang artinya sebaran data merata atau wajar. Hasil pengujian hipotesis kedua, variabel dewan direksi tidak berpengaruh terhadap ROA, ditunjukkan dengan nilai signifikansi >0,05 . Hal ini menunjukkan bahwa variabel dewan direksi sebagai proksi corporate governance, dalam hal pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan, dalam penelitian ini belum mampu mempengaruhi ROA. Besar kecilnya jumlah dewan direksi tidak mempengaruhi ROA = 231,082 - 0,047KInst - 0,058DD 2,427KA - 7,137TA Koefisien Determinasi (R. Koefisien Determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh yang diberikan variabel independen dengan dependen. Pengujian ini dilakukan dengan melihat Adjusted R2 pada model Tabel 3. Hasil Uji Determinasi Model R Square Adjusted R Square 0,449 0,393 Berdasarkan tabel 3 diperoleh Adjusted Square sebesar 0,393%. Berarti dapat disimpulkan bahwa variabel kepemilikan institusional, dewan direksi, komite audit dan ukuran perusahaan, mampu menjelaskan sebesar 39,3%, sisanya sebesar 60,7% BALANCE : Economic. Business. Management, and Accounting Journal Vol. XVi No. 2 |Bulan Juli Tahun 2021 P-ISSN 1693-9352 | E-ISSN 2614-820x profitabilitas perusahaan. Pengawasan yang dijalankan dalam mengelola aset belum mengoptimalkan laba. Hasil penelitian ini berbeda dengan Aryani . , menemukan bukti empiris dewan direksi memiliki pengaruh terhadap profitabilitas. Dewan direksi memberikan pengawasan pada pengelolaan perusahaan. Hasil pengujian hipotesis ketiga untuk mengetahui pengaruh variabel komite audit terhadap ROA berpengaruh positif terhadap ROA, ditunjukkan dengan nilai signifikansi <0,05 . Hasil pengujian menunjukkan bahwa komite audit sebagai bagian dari internal perusahaan, mampu melakukan perusahaan, sehingga mampu meningkatkan Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Anjani dan Yadnya . Artinya komite audit sebagai salah satu struktur tatakelola perusahaan sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan Hasil pengujian hipotesis keempat yang menguji variabel ukuran perusahaan berpengaruh terhadap ROA memiliki pengaruh positif, hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi < 0,05 . Hasil pengujian ini menunjukan bahwa besarnya ukuran perusahaan yang dilihat dari nilai penjualan yang mampu meningkatkan profitabilitas secara maksimal. Jika dilihat dari statistik deskriptif nilai rata-rata lebih tinggi dari standar deviasi yang menunjukan bahwa sebaran data sampel merata. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Rahma . , membuktikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh pada profitabiltas perusahan. Kartika Dewi . Chadha . Nugraheni . , ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Besarnya nilai penjualan, menunjukan penggunaan aset yang optimal dalam meningkatkan laba perusahaan yang baik. dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Sedangkan komite audit dan ukuran perusahaan bepengaruh terhadap Pada selanjutnya, dapat memperpanjang periode penelitian untuk mendapatkan data yang lebih Menambahkan variabel kepemilikan manajerial, dan menggunakan variabel ROE, solvabilitas yang belum digunakan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA