1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MYSTERY BOX UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Nelti*1. Lamsike Pateda2. Sitti Rahmawati Talango3 1,2,3 PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo * nelti4266@gmail. 2lamsike@iaingorontalo. 3sititalango@iaingorontalo. Abstract The problems that will be discussed in this thesis are . How to use the Mystery Box learning media to improve the ability to read letters through the "What Sound" material for 13 class I students of SD Muhammadiyah 4 Limboto. Data collection techniques are carried out by means of test questions, observation, interviews and documentation. The research stages have four models, namely: Preparation, action implementation, monitoring and reflection. The results of the research show that the use of Mystery Box learning media is able to improve the letter reading ability of class I students at Muhammadiyah 4 Limboto Elementary School, which can be seen from the percentage numbers obtained. During the Pre-cycle the average percentage is 65% before action is taken. Then action was taken in cycle I, the average percentage value increased to 90% and experienced another increase in cycle II with a percentage value of 96%. Therefore. Mystery Box media can improve students' ability to read letters. Keywords: Mystery Box Learning Media. Recognizing Letters. Indonesian Abstrak Permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini yakni . Bagaimana penggunaan media pembelajaran Mystery Box untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf melalui materi AuBunyi ApaAy siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes soal, observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan penelitian memiliki empat model yaitu: Persiapan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran Mystery Box mampu meningkatkan kemampuan membaca huruf siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto dapat dilihat dari dari jumlah-jumlah presentase yang didapatkan. Pada saat Pra-siklus persentase rata-rata yakni 65% sebelum dilakukan tindakan. Kemudian dilakukan tindakan pada siklus I nilai perserntase rata-rata meningkat yakni 90% dan mengalami peningkatan lagi pada siklus II dengan nilai persentase 96%. Maka dengan itu media Mystery Box dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca huruf. Kata Kunci: Media Pembelajaran Mystery Box. Mengenal Huruf. Bahasa Indonesia. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, memungkinkan peserta didik untuk secara aktif mengembangkan potensi Tujuannya adalah membentuk individu dengan kekuatan spiritual keagamaan, pengembangan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan baik untuk dirinya maupun masyarakat. Konsep pendidikan ini melampaui pengajaran formal, mencakup pemberian pengetahuan, pertimbangan, dan kebijaksanaan. Dalam arti luas. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. pendidikan meliputi seluruh pengalaman belajar sepanjang hayat dalam berbagai lingkungan dan situasi yang memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan individua. (Dwi, 2022:. Kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran di ruang kelas, yang melibatkan dua aspek krusial: guru dan siswa. Tugas utama guru adalah mengajar, sementara siswa belajar. Mengajar dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi antara seorang individu dengan sekelompok orang, bertujuan untuk mentransfer pengetahuan sehingga penerima dapat memahami materi yang disampaikan. (M. Miftah, 2017:. Bagi siswa sekolah dasar kelas rendah, kemampuan membaca merupakan keterampilan kompleks yang dikuasai melalui proses bertahap selama masa perkembangan (Harahap & Kahpi, 2. Bahasa ibu menjadi fondasi awal dalam perkembangan bahasa anak. Mengajarkan membaca menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua dan guru. Pepatah "Membaca adalah jendela dunia dan ilmu pengetahuan" menekankan peran penting membaca sebagai akses utama terhadap pengetahuan dan pemahaman dunia. Ay Kata-kata tersebut mengandung makna yang dalam bahwa membaca merupakan pintu utama untuk memahami dunia dan ilmu-ilmu pengetahuan yang ada didalamnya. Membaca merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, karena sebagai pintu utama pengetahuan, seseorang yang mempunyai kemampuan membaca akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuannya. (Sunanih, 2017:. Media pembelajaran, dalam arti sempit, merujuk pada komponen bahan dan alat dalam sistem pembelajaran. Secara luas, ini mencakup pemanfaatan seluruh komponen sistem dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran berfungsi sebagai perantara komunikasi antara guru dan siswa, yang dapat berupa alat, bahan, atau situasi tertentu. Efektivitas proses pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pemahaman guru tentang karakteristik siswa. Mengingat peran penting media pembelajaran dalam menunjang keberhasilan proses dan hasil belajar, pemahaman guru tentang pentingnya media pembelajaran sebagai bagian integral dari proses pembelajaran menjadi aspek yang krusial (Kahpi & Harahap, 2. Media pembelajaran mystery box adalah alat permainan edukatif yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kemampuan mengenal Media ini berupa kotak visual tiga dimensi yang terbuat dari kardus bekas dan dilengkapi dengan bahan pelengkap yang dirancang untuk meningkatkan daya tariknya. (Arif, 2018:. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. Berdasarkan observasi di kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto pada 23 Agustus 2023 mengungkapkan bahwa beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membaca dan membedakan huruf. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan konsentrasi selama Wawancara dengan guru kelas 1 juga mengonfirmasi adanya siswa yang belum mampu membaca dan membedakan huruf dengan baik. Kemapuan siswa dalam mengenal huruf juga dapat dilihat melalui soal tes Pra-Siklus masih banyak peserta didik yang kesusahan dalam menulisa kata yang benar atau kata lainnya masih banyak yang salah. Seperti pada soal PraSiklus soal nomor 2 yang dimana jawaban seharusnya sungai tetapi banyak pesrta didik yang menulis air (Harahap, 2. Alasan peneliti menggunakan media pembelajaran mytery box dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada peserta didik yaitu karena media pembelajaran mystery box menarik dimana terdiri dari kotak yang di dalamnya berisi huruf-huruf mengenai materi AuBunyi ApaAy. Kelebihan dari media mystery box yaitu mampu membuat peserta didik penasaran dengan isi yang ada didalam kotak sehingga mendorong peserta didik untuk lebih fokus dalam pembelajaran. METODE PENELITIAN Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model Penelitian tindakan yang digunakan yaitu model Kemmist dan Mc Taggart. Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research (CAR) adalah penelitian tindakan sebagai sebuah proses investigasi terkendali yang berdaur ulang dan bersifat refleksi mandiri yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem kerja, cara kerja, proses, isi, kompetisi atau situasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu bentuk kegiatan penelitian yang spesifik dilaksanakan dalam konteks ruang kelas. Tujuan utama PTK adalah untuk mengatasi berbagai permasalahan pembelajaran yang dihadapi oleh guru dalam praktik mengajar sehari-hari. Penelitian ini dilaksanakan di kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dirancang dalam beberapa siklus. Setiap siklus dalam PTK ini terdiri dari beberapa tahap yang dilaksanakan secara sistematis. Tempat penelitian merupakan tempat yang dipilih sebagai lokasi yang ingin diteliti dalam Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. memperoleh data yang ingin diteliti. Sesuai dengan judul proposal maka penulis menetapkan SD Muhammadiyah 4 Limboto. Desa Bongohulawa. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Provinsi Gorontalo sebagai lokasi penelitian. Alasan peneliti memilih sekolah tersebut, karena adanya permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam membaca dengan Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 4 Limboto. Desa Bongohulawa. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Semester 1 tahun 2023/2024. Jumlah siswa dalam penelitian ini adalah 13 orang terdiri dari 5 peserta didik perempuan dan 8 peserta didik laki-laki. Pemilihan kelas 1 dikarenakan peneliti menemukan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik yang kurang dalam membaca dengan baik. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Diharapkan dengan diterapkannya media mystery box dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam membaca dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca huruf siswa kelas I SD pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran Mystery Box Subjek yang diteliti berjumlah 13 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus di mana pada siklus 1 terdapat dua kali pertemuan sedangkan pada siklus dua terdapat satu kali pertemuan. Setiap pertemuan sesuai dengan modul ajar dan instrumen yang disusun oleh peneliti dan sudah mendapat persetujuan dari validator. Pada penelitian ini digunakannya jenis penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang pelaksanaannya berlokasi di Desa Bongohulawa. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran mystery box dapat meningkatkan kemampuan membaca hurufpada mata pelajaran bahasa indoneisamelalui materi AuBunyi ApaAy siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto sekaligus untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran berbantuan media Mystery Box. Setelah dilaksanakannya penelitian ini yang dilakukan dalam 2 siklus dapat dilihat bahwasanya terdapat peningkatan pada tiap siklusnya, dimana pada siklus I terdapat banyak kekurangan yang oleh sebab itu perlu dilakukan siklus II yang setelah dilaksanakan terdapat Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. peningkatan yang jauh lebih baik dari siklus sebelumnya dan sudah sesuai dengan tujuan yang Berikut beberapa hal yang dapat dilihat secara keseluruhannya terkait pelaksanaan dari siklus I hingga siklus II uyaitu: Aktivitas Siswa Setelah terkumpulnya data dari setiap siklusnya dapat diketaui bahwa adanya peningkatan yang terjadi pada aktivitas guru dalam proses mengajar pada siklus I dan siklus II serta kesesuaian antara pelaksanaan dengan modul ajar. Berikut dapat diamati pada grafik berikut: Hitogram 1. Aktivitas Siswa Siklus 1 Suklus 2 Dapat dilihat hasil aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dari diagram diatas dimana terdiri dari 2 siklus terdapat peningkatan yang sangat efektif. Pada siklus 1 pemerolehan presentase aktivitas siswa yaitu sebesar 62% dimana dalam aktivitas siswa masi banyak kekurangan sehingga tindakan dilanjutkan pada siklus 2. Pada siklus 2 pemerolehan presentase mengalami peningkatan aktivitas siswa sebesar 93% terlihar adanya peningkatan yang lebih baik setelah dilakukan refleksi yang diterapkan pada siklus 2 ini sudah mengalami peningkatan yang singnifikan dan sangat efektif dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa pada penggunaan media pembelajaran Mytsery Box sangat efektif dan sesuai dengan modul ajar. Hal ini diketahui dari hasil pengamatan oleh observer selama kegiatan belajar mengajar sementara berlangsung di SD Muhammadiyah 4 Limboto. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. Akivitas Guru Hitogram 2. Aktivitas Guru Siklus 1 Siklus 2 Pada grafik diatas jelas terlihat peningkatan yang terjadi dari estiap siklus terhadap aktivitas guru selama proses belajar mengajar. Pada saat siklus 1 sudah terjadi kategori sangat baik terdapat aktivitas guru yaitu sebesar 96%, kemudian penelitian melakukan tindakan lanjutan pada siklus 2 guru memperbaiki kekurangan pada siklus 1. Sesudah dilaksanakannya siklus 2 peneliti memperoleh angka yang juga masih sangat baik yaitu 97% dengan kategori baik sekali. Maka dapat disimpulkan saat penggunaan media pembelajaran Mystery Box aktivitas guru lebih efektif dan sesuai dengan modul ajar. Kemampuan Siswa dalam Mengenal Huruf Hitogram 3. Kemampuan Siswa dalam Mengenal Huruf Pra-Siklus Siklus 1 Siklus 2 Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa pada setiap siklus terdapat peningkatan. pada pra-siklus hasil belajar siswa presentase yaitu 15% dan hanya 1 orang siswa yang tuntas. Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Penggunaan Media Pembelajaran. Nelti, dkk. Sedangkan pada siklus 1 pembelajaran sudah dilakukan dengan penggunaan media Mystery Box memperoleh nilai 62% dengan 8 orang yang tuntas. Pada siklus 2 terjadi lagi peningkatan yang signifikan sebesar 93% dengan 11 orang siswa yang lulus dan hanya 2 orang yang tidak Dengan dimikian ini sejalan dengan apa yang peneliti harapkan pada judul penelitian yaitu: AuPenggunaan media pembelajaran Mystery Box untuk meningkatkan mengenal huruf pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui materi AuBunyi ApaAy siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 4 Limboto. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan di SD Muhammadiyah 4 Limboto, penelitian dilakukan di kelas I, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Media pembelajaran Mystery Box mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa dalam materi AuBunyi ApaAy. Hal ini dapat dilihat bahwasanya kemampuan peserta didik dalam membaca huruf mengalami peningkatan dari pra-siklus yakni dari 13 peserta didik hanya 2 orang peserta didik yang yang mampu membaca huruf dengan ketentuan klasik 15%. Setelah menggunakan media pembelajaran Mystery Box pada siklus 1 terjadi peningkatan yaitu 8 orang peserta didik yang mampu membaca huruf dengan baik dengan ketentuan klasik 62% . Serta pada siklus 2 terjadi peningkatan yaitu 11 orang peserta didik yang telah mampu menbaca huruf dan ketuntasan klasik yaitu 93% dengan kategori baik sekali. Jadi. Penggunaan media pembelajaran Mystery Box mampu meningkatkan kemampuan membaca huruf pada siswa kelas I SD Muhammadiyah 4 Limboto. REFERENSI