EL-ADABI: Jurnal Studi Islam E-ISSN: 2964-0679 Vol. No. Desember 2023. Pages: 86-97 Tersedia online di: https://jurnal. id/index. php/eladabi SEJARAH MASYARAKAT ARAB SEBELUM DATANGNYA ISLAM (Studi Perbandingan Pemikiran Syekh Shafiurrahman Mubarakfuri dan Philip K. Hitt. Saryadi1*. Kerwanto2 1-2 Universitas PTIQ Jakarta *Corresspondence: aryadisolo@gmail. Abstract The history of the Qur'an in general and across schools of thought in particular will not be perfectly studied and explored if it is not accompanied by studying the history of the Arabs before the arrival of Islam because Islam first appeared in Arabia and its holy book was in Arabic. Before the advent of Islam, the Arab nation already had its own civilization, starting from the system of government to their respective beliefs. The purpose of this paper is to reveal information about the condition of Arab society before Islam from two different perspectives, namely Eastern and Western thought. In this paper, the discussion is only about the phenomenon of society in Arabia (Hijaz and its surrounding. , during the period of growth and development of the Prophet Muhammad before being appointed as a prophet and beliefs and religion in the Hijaz before Islam. Keywords: Arabic. History, pre-Islamic Abstrak Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. | 86 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. Sejarah Al-QurAoan secara umum maupun lintas mazhab secara khusus tidak akan sempurna dipelajari dan digali apabila tidak disertai dengan mempelajari sejarah bangsa Arab sebelum datangnya Islam karena Islam pertama muncul di Arab dan kitab sucinya pun berbahasa Arab. Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab ini telah memiliki peradaban sendiri, mulai dari sistem pemerintahan sampai kepada kepercayaan mereka masing-masing. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengungkap informasi tentang keadaan masyarakat Arab sebelum Islam dari dua sudut pandang yang berbeda yakni pemikiran timur dan barat. Dalam paper ini pembahasan hanya tentang fenomena masyarakat di Arab . i daerah Hijaz dan sekitarny. , masa tumbuh kembang Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi nabi serta kayakinan-keyakinan dan agama di Hijaz sebelum Islam. Kata Kunci: Sejarah, arab, pra Islam PENDAHULUAN Islam sebagai agama penyempurna bagi agama samawi dibawa oleh salah seorang rasul Allah SWT mulia. Muhammad SAW. Kehadiran Islam di tengah masyarakat Arab sungguh merupakan suatu bentuk reformasi yang sangat besar dimana mayoritas masyarakat kala itu telah mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab merupakan masyarakat yang mengabaikan . fitrah manusia. Peperangan yang terjadi antara suku dan kabilah yang berlangsung selama puluhan tahun, penguburan anak-anak perempuan hiduphidup, penyembahan berhala, kegemaran mereka terhadap khamar, fanatisme kesukuan yang tinggi, dan penempatan kaum perempuan pada derajat yang rendah serta penindasan terhadap warga yang mempunyai status sosial rendah oleh para bangsawan merupakan bagian dari hidup mereka. Seolah-olah itu semua merupakan pandangan hidup mereka. Islam hadir sebagai solusi dengan dua faktor utamanya (Al-QurAoan dan Nabi Muhammad SAW). Dalam waktu yang relatif singkat. Islam dapat merubah cara hidup masyarakat saat itu, dari masyarakat yang biadab menuju masyarakat yang Keberhasilan Islam di tengah masyarakat yang demikian AuliarAy tentu saja membuat masyarakat dunia tercengang. Bahkan, dua negara adidaya yang menguasai dunia ketika itu, yaitu Bizantium dan Persia, tidak pernah Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. | 87 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. mempertimbangkan untuk menguasai wilayah ini karena kerasnya kehidupan dan penghuninya (Armstrong, 1. Kendati tidak terlalu banyak informasi yang bisa didapat tentang sejarah kehidupan manusia di wilayah tersebut dalam kurun waktu antara 400-571-an Masehi. Akan tetapi, diketahui bahwa sebelum hadirnya agama Islam, bangsa Arab telah memiliki peradaban sendiri, mulai dari sistem pemerintahan sampai kepada kepercayaan mereka masing-masing. Informasi tentang fenomena dan peristiwaperistiwa yang terjadi sebelum datangnya Islam tentu sangat penting untuk kita pelajari dalam mempelajari sejarah Al-QurAoan lintas madzhab karna nantinya ada keterkaitan antara seduanya. Untuk mengungkapkan permasalahan yang ada, penulis menggunakan metode kajian kepustakaan atau yang biasa kita kenal dengan (Library Researc. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dimana pendekatan tersebut berfungsi untuk menggambarkan, mengungkapkan serta menjelaskan objek yang akan di kaji. Data primer terkait pembahasan dan analisis dalam penelitian yang penulis gunakan adalah Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Shafiurrahman Mubarakfuri dan Hostory of Arab karya Philip K. Hitti. Sedangkan data skunder adalah beberapa karya yang telah diteliti sebelumnya baik itu berupa buku-buku, maupun jurnal. TEMUA DAN PEMBAHASAN Asal-Usul Bangsa Arab Menurut bahasa, kata AoArab berasal dari bahasa arab yang berarti padang pasir, tanah gundul dan gersang yang tidak terdapat air dan tanaman [Mubarakfuri. Penyebutan dengan istilah ini sudah lumrah digunakan sejak dahulu kepada jazirah Arab sebagaimana sebutan yang diberikan kepada suatu kaum yang disesuaikan dengan daerah tertentu yang dijadikan sebagai tempat tinggal. Masyarakat Arab berdomisili disekitar wilayah barat daya benua Asia . l-Janub alGharbi min Asi. , atau dikenal dengan sebutan Semenanjung Arabia. Semenanjung Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. Arabia sebagian besar terdiri dari gurun pasir dan stepa. Sedikit sekali menyisakan wilayah yang layak ditinggali di sekitar pinggirnya. Hamper seluruh daerah itu dikelilingi lautan. Jika merujuk kepada silsilah keturunan . sal usu. -nya, para sejarawan membagi bangsa Arab menjadi tiga bagian. Pertama, arab baAoidah. Yaitu, kaum Arab terdahulu yang sejarahnya tidak bisa dilacak lagi secara rinci seperti kaum Ad, kaum Tsamud. Jurhum. Hadramaut dan lainnya. Kedua, arab aribah. Yaitu. Arab yang berasal dari keturunan Yasyjub bin Ya'rub bin Qahthan. Suku bangsa Arab ini dikenal dengan sebutan Arab Qahthaniah. Ketiga, arab musta'ribah. Yaitu, kaum Arab yang berasal dari keturunan nabi Ismail, atau yang biasa disebut dengan Arab Adnaniyah (Mubarakfuri, 2. Dengan demikian, bangsa arab yang tersisa terdiri dari dua suku besar, yaitu Adnaniyin dan Qahthaniyin. Kabilah Adnaniyin berasal dari keturunan Ismail ibn Ibrahim. Dinamakan Adnaniyin karena nenek moyang dari kabilah ini bernama Adnan, yaitu salah satu keturunan Nabi Ismail. Suku keduanya adalah kabilah Qahthan yang merupakan nenek moyang suku-suku yang berada di negeri Yaman . l-Yamaniyi. Pada mulanya wilayah utara diduduki golongan Adnaniyin, dan wilayah selatan didiami golongan Qahthaniyin. Akan tetapi, lama kelamaan kedua golongan itu membaur karena perpindahan-perpindahan dari utara ke selatan atau sebaliknya (Yatim, 2. Keadaan Politik Secara umum, para penguasa jazirah Arab pada saat sebelum munculnya Islam bisa menjadi dua bagian. Pertama, raja-raja yang mempunyai mahkota tetapi pada hakikatnya mereka tidak bisa merdeka dan berdiri sendiri. Mereka adalah rajaraja yang berada dibawah dua imperium besar masa itu yaitu Romawi dan Persia. Raja-raja yang dinobatkan yang dimaksud adalah raja-raja Yaman. Ghassan dan Hirah. Adapun yang kedua adalah para pemimpin dan pemuka kabilah atau suku yang memiliki kekuasaan dan hak-hak istimewa seperti kekuasaan para raja. Kebanyakan di antara mereka benar-benar memiliki kebebasan tersendiri bahkan Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. | 89 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. kemungkinan sebagian diantara mereka mempunyai sub-ordinasi layaknya seorang raja yang dinobatkan (Mubarakfuri, 2. Kondisi politik internal wilayah Arabia utamanya wilayah hijaz di masa menjelang kedatangan Islam pada dasarnya sangat lemah dan terpecah-pecah, tidak mengenal kepemimpinan sentral ataupun persatuan. Kepemimpinan politik di sana didasarkan pada suku-suku atau kabilah-kabilah dalam rangka mempertahankan diri dari serangan suku-suku yang lain [Nurhakim, 2. Seluruh kesetiaan mereka tertuju hanya kepada kelompok atau kabilah yang bertindak sebagai sebuah kolektivitas untuk mempertahankan individu warganya dan untuk menghadapi tanggung jawab bersama. Jika salah seorang anggota teraniaya, maka klan akan menuntut balas atas penganiayaan tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang melakukan penganiayaan, maka hal itu menjadi tanggung jawab klan. Sebagai konsekuensi solidaritas terhadap kelompok, yang disebut ashabiyah. Sebuah klan atau kabilah dipimpin oleh Syaikh yang biasanya dipilih oleh anggota yang tua-tua dari salah satu keluarga yang memiliki pengaruh dan ia senantiasa bertindak setelah meminta saran-saran mereka. Mereka menyelesaikan perselisihan internal sesuai dengan tradisi kelompok, namun ia tidak berhak mengatur ataupun memerintah. Syaikh haruslah seorang yang kaya dan suka berderma kepada fakir miskin dan kepada pendukungnya. Ia haruslah seorang yang berperilaku adil dan bijak, sabar, pemaaf dan rajin bekerja. Di atas segalanya, ia haruslah seorang yang memiliki keputusan yang adil untuk menghindarkan pertentangan di kalangan pengikutnya (Lapidus, 2. Kondisi Moral Masa sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab disebut dengan masa atau jaman Jahiliyah. Makna kata AojahiliahAo secara bahasa berarti kebodohan atau tidak tahu (Ali A. , 1. Akan tetapi jika diperhatikan dari sisi yang lain, penyebutan jahiliyah menjadi kontradiktif dengan apa yang ada pada masyarakat Arab waktu itu sebab masyarakat Arab saat itu sangat terkenal dengan kecerdasannya dalam Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. menyusun syair-syair. Istilah AojahiliyahAo yang biasanya diartikan sebagai masa kebodohan atau kehidupan barbar yang belum memiliki peradaban. Ini berarti bahwa ketika itu orang-orang Arab tidak memiliki otoritas hukum dari seorang Nabi . elum memiliki kitab suc. Pengertian itu dipilih karena kita tidak bisa mengatakan bahwa masyarakat yang berbudaya dan mampu baca tulis seperti masyarakat Arab Selatan disebut sebagai masyarakat bodoh dan barbar. Masa Tumbuh Kembang Nabi Muhammad Sebelum Diangkat Menjadi Nabi Nabi Muhammad dilahirkan di tengah keluarga Bani Hasyim pada hari Senin pagi, tanggal 09 Rabiul Awal, permulaan tahun dari peristiwa Gajah. Ia lahir dari seorang ibu yang bernama Aminah. Ayahnya bernama Abdullah, yang telah wafat ketika nabi Muhammad masih dalam kandungan ibunya. Ketika bayi, kakeknya Abdul Muthalib, mencari wanita yang bisa menyusui beliau. Diapun meminta kepada seorang wanita dari Bani SaAoad bin Bakr untuk menyusuinya. Yaitu. Halimah binti Abu Dzu'aib, atau yang lebih dikenal dengan Halimatussa'diyah. Setelah 2 tahun selesai masa penyusuan. Nabi dikembalikan kepada ibundanya. Akan tetapi Halimah meminta kepada Aminah untuk dapat mengasuh kembali nabi Muhammad kecil bersamanya dan ibundanya Aminah pun menyetujuinya. Nabi Muhammad tinggal bersama Halimah sampai umur 4 tahun sehingga terjadi peristiwa oleh malaikat Jibril. Karena Halimah mengembalikan nabi Muhammad kepada ibundanya. Beberapa waktu kemudian Aminah merasa perlu mengenang suaminya yang telah meninggal dengan cara menziarahi makamnya di Yatsrib Madinah. Maka dia pergi bersama putranya, disertai pembantu wanitanya yaitu Ummu Aiman. Setelah menetap satu bulan di Madinah maka Aminah beserta rombongannya kembali ke Mekah. dalam perjalanan pulang. Aminah jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia di AbwaAo . ang terletak di antara Mekkah dan Madina. Kemudian nabi Muhammad berada di bawah asuhan kakeknya. Abdul Muthalib. Namun pada usia 8 tahun lebih 2 bulan 10 hari dari umur sang Nabi. Kakeknya meninggal dunia di Mekah. Sebelum meninggal Abdul Muthalib sudah berpesan menitipkan pengasuhan sang cucu Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. | 91 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. kepada pamannya. Abu Thalib. Abu Thalib merupakan paman Nabi, saudara kandung bapak Nabi Muhamma SAW (Mubarakfuri, 2. Pada awal masa remaja. Nabi Muhammad tidak mempunyai pekerjaan tetap. Hanya saja beberapa riwayat menyebutkan bahwa beliau biasa menggembala kambing di kalangan Bani SaAoad bin Bakr dan di Mekah dengan imbalan uang beberapa dinar untuk membantu pamannya. Ketika usia 25 tahun. Ia pergi berdagang ke negeri Syam dengan modal yang diperoleh dari Khadijah. Tidak lama berselang, ia menikahi Khadijah. Pernikahan dengan Khadijah. Nabi dikarunai 2 orang putra dan 4 orang putri. Namun, kedua putra belau meninggal semana kecil. Menjelang usia 40 tahun beliau sering mengasingkan diri mengunjungi Gua Hira, untuk menyendiri serta beribadat selama beberapa malam. Nabi selalu membawa bekal, dan apabila bekal tersebut habis beliau kembali kepada Khadijah yang kemudian Khadijah membekali lagi seperti biasa. Suatu ketika. Nabi berada di Gua Hira, dan tiba-tiba Jibril datang dan berkata AuBacalah, hai MuhammadAy seraya memeluk beliau kencang hingga beliau merasa Beliau menjawab. AuAku tidak bisa membacaAy. Hal itu berulang sebanyak tiga kali, hingga Malaikat Jibril menyampaikan wahyu Surah AlAeAoAlaq ayat 1-5. Peristiwa yang bersejarah ini terjadi pada malam Senin, tanggal 17 Ramadhan tahun ke 41 dari usia Nabi Muhammad saw( 13 tahun sebelum Hijra. , bertepatan dengan bulan Juli 610 M pada kalender miladiyah. Malam pertama kali Al-QurAoan diturunkan ini disebut malam lailatul qadar dan malam lailatul mubarakah (Athaillah, 2. Keyakinan dan Agama di Hijaz Sebelum Islam Sebagian besar dari bangsa Arab mengikuti dakwah nabi Ismail AS, yaitu menyeru kepada agama bapaknya Ibrahim, agama Hanif. Setelah sekian banyak diantara mereka yang melalaikan ajaran yang pernah disampaikan kepada mereka. Meskipun demikian, masih ada sisa-sisa tauhid dan beberapa syiar dari agama Ibrahim hingga muncul Amr bin Luhay pemimpin Bani khuza'ah. Ia adalah orang yang dikenal suka berbuat kebaikan mengeluarkan sedekah dan peka terhadap urusan-urusan agama sehingga semua orang mencintainya dan hampir-hampir Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. menganggapnya sebagai salah seorang ulama besar. Suatu ketika ia melakukan perjalanan ke Syam dan melihat penduduk Syam yang menyembah berhala dan menganggap hal itu sebagai suatu yang baik dan benar, sebab menurutnya Syam adalah tempat para Rasul dan kitab. Karena itulah, dia pulang sambil membawa berhala Hubal dan meletakkannya di dalam Ka'bah, kemudian mengajak penduduk Mekah untuk berbuat kesyirikan terhadap Allah SWT. Orang-orang hijaz pada akhirnya banyak yang mengikuti penduduk Mekah karena mereka dianggap sebagai pengawas Ka'bah dan penduduk tanah suci. Kemudian mereka membuat berhalaberhala lainnya sehingga kesyirikan merajalela sehingga disebutkan setiap kabilah dan di setiap rumah hampir bisa dipastikan ada berhalanya. Selain itu, juga mereka memenuhi Masjidil haram dengan berbagai macam berhala dan patung (Mubarakfuri, 2. Sejarawan muslim yang ternama. Al-Syihristani, menyatakan bahwa terdapat 360 berhala di KaAobah. Hubal adalah berhala yang paling terkenal dan dianggap dapat mendatangkan hujan. Hubal dibawa oleh Amru bin Luhay dari Belka di Syria ke Arabia. Tiga patung Tuhan lain yang terkenal di Mekkah adalah Manat, al-Lat dan al-Uzza (Engineer, 1. Selain membawa berhala. Amr bin luhay juga menciptakan ritual-ritual baru dalam penyembahan terhadap berhala-berhala yang mereka ciptakan. Agama Yahudi. Nasrani. Majusi dan Shabiah telah terlebih dahulu masuk ke dalam masyarakat Arab. Ada dua hal yang melatarbelakangi orang- orang Yahudi berada pada jazirah Arab. Pertama, adanya tekanan yang dirasakan oleh orangorang Yahudi karena penghancuran negeri mereka pada masa penaklukan bangsa Babilon dan Asyar di Palestin oleh Nebukadnezar pada tahun 687 SM. Beberapa penduduk Yahudi ditawan dan dibawa ke Babilonia serta beberapa diantaranya harus berpindah dari Palestina menuju hijaz. Kedua, adanya penguasaan bangsa Romawi terhadap Palestina tahun 70 M. Hal ini berdampak pada adanya tekanan pada Yahudi dan penghancuran kuil (Haika. Yahudi sehingga menyebaabkan kabilah-kabilah mereka berpindah ke HIjjaz, mendirikan perkampungan dan Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. | 93 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. menetap di Khaibar. Yatsrib dan TaimaAo. Hal ini pula yang menyebabkan adanya penyebaran Yahudi di sebagian wilayah Arab (Mubarakfuri, 2. Kristen dikenal oleh orang Arab bagian selatan melalui orang Syria yang bernama Faymiyun (Phemio. Ditemukan pula tempat pemukiman pendeta Kristen di daerah Wadi al-Qurra yang membentang hingga wilayah timur Hijaz. Para pendeta terbiasa menghadiri pertemuan dan acara dimana mereka dapat orang-orang Suku Arab benar-benar memperhatikan praktik kebudayaan setempat seperti keramahtamahan dengan harapan diperlakukan yang sama oleh orang lain. Para pendeta melihat ini sebagai peluang yang baik untuk mempraktikan keramahan kepada bangsa arab. Adapun Philostorgus menyatakan, ke-Kristen-an telah diperkenalkan kepada bangsa Arab sejak era Kaisar Konstantin II . Pusat Kristen di wilayah Arab selatan berada di kota yang amat subur. Najran. Kota Najran berada di pusat daerah pertanian yang maju dan dikenal dengan penghasil tekstil dan banyak sekali ditemukan budidaya sutera. Layaknya kota-kota di Arab pada umumnya, ditemukan juga industri samak kulit dan peralatan senjata pasukan. Pakaian-pakaian Yaman yang banyak sekali digambarkan keindahannya dalam syair-syair Arab kuno juga diproduksi di Najran. Meski berada di daerah subur dengan banyaknya lahan pertanian yang sudah maju, kota ini sebenarnya cukup dekat dengan gurun pasir dan disini dijadikan tempat pemberhentian kafilah pedagang dengan tujuan akhir kota Hira. Pandangan orientalis terhadap Nabi Muhammad SAW Philip K. Hitti adalah seorang orientalis Lebanon yang menghabiskan sebagian besar waktunya buat mempelajari sejarah peradaban Arab dan Al-QurAoan yang kemudian diperkenalkan ke Barat, khususnya di wilayah Amerika Serikat. Philip K. Hitti berpandangan Nabi Muhammad bukanlah seorang nabi seperti Nabi terdahulu yang diutus untuk menyempurnakan keimanan orang Yahudi serta Nasrani, melainkan seorang penipu yang lihai. Selain itu. Ia meragukan Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. keorisinalitas isi Al-QurAoan. Ia beranggapan Al-QurAoan merupakan hasil penjiplakan dari kitab suci Yahudi. Nasrani, serta agama lain saat sebelum Islam tiba. Hitti memandang kalau Nabi Muhammad sangat mengenal agama Kristen serta Yahudi sebagaimana disebutkan Rusmana dalam Al-QurAoan dan Hegemoni Wacana Islamologi Barat yang mempunyai budak dari daerah Kristen terbanyak. Ethiopia, ialah Bilal bin Rabbah serta anak angkatnya. Zaid bin Haritsah. Muhammad pula mempunyai seseorang istri Kristen. Mariah al-Qibtiyah yang ialah hadiah dari raja Mesir dan seseorang istri Yahudi yang lain. Shofiyah, yang ialah generasi dari salah satu suku Yahudi Bani Nadir Medina yang sudah ditaklukkan (Rusmana. Dalam literatur lain, walaupun Yahudi serta Nasrani masuk ke Jazirah Arab selaku tradisi keagamaan yang terus hidup serta tumbuh, bagi Hitti kedua agama samawi tersebut tidak membekas di benak penduduk Hijaz. Mekkah serta lingkungannya kecuali orang- orang tertentu (Haryono, 2. Hitti menjelaskan terdapat keterkaitan tradisi antara Islam dengan Sejarah arab sebelumnya. Keterkaitannya sangat kokoh serta tidak terpisahkan (Hitti. Dia menegaskan kalau fase agama Arabisme Islam baru diawali sehabis Muhammad berpindah menuju kota Madinah, kala dia merasa kecewa dengan sikap suku- suku Yahudi yang menolak ajakannya buat berdakwah. Setelah itu. Muhammad memakai strategi menghubungkan ajaran Islam dengan tradisi YudeoKristen, dalam makna ritual yang dicoba saat sebelum Islam pula dimaksud selaku ritual Islam. Di antara lain. Ibadah Jumat mengambil alih Sabat, azan menggantikan suara terompet serta gong. Ramadhan ditetapkan selaku bulan puasa, arah kiblat dipindahkan dari Yerusalem ke Mekkah, ziarah ke Kabah dibakukan serta cium Nabi Hajar Aswad. Di akhir bab dalam bukunya History of the Arabs, dia pula tidak menyangkal serta menerangkan panjang lebar tentang keberhasilan Nabi Muhammad. Diantaranya, menyeberang serta tidak sempat bersatu lebih dahulu, membangun agama yang dianut oleh banyak orang di tengah-tengah wilayah yang baru tumbuh, serta Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. | 95 EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. meletakkan fondasi untuk membangun kerajaan, serta kota yang nantinya jadi pusat peradaban dunia. Walaupun tidak lewat pendidikan formal sebagaimana yang dicoba oleh orang- orang di era modern semacam saat ini ini. Muhammad merupakan pembawa kitab yang diyakini oleh lebih dari seperdelapan penduduk bumi selaku sumber ilmu, akhlak serta moral, kebijakan serta teologi. Dalam pernyataannya tersebut. Hitti malah menampilkan kehebatan serta kepintaran Muhammad, terlebih selaku pembawa kitab suci yang sangat memahami isi kitab yang dibawanya. Sehabis itu, ajaran kitab tersebut diinformasikan kepada Masyarakat Arab, serta diiringi dengan penjelasan-penjelasan yang mudah diterima sehingga memperoleh pengikut dengan jumlah melebihi pengikut raja-raja Terlepas dari pemikiran positif Hitti tentang kesuksesan Muhammad, dalam buku lain bertema Islam and The West, ia mengatakan kalau Muhammad merupakan penipu yang licik. Deskripsi yang ia ungkapkan tentang kehidupan Muhammad mengesankan bahwa Muhammad sudah merencanakannya dengan hati- hati. Dia berpendapat bahwa Muhammad bukanlah seorang Ummi . alam artian dia tidak dapat membaca serta menuli. Hitti beralibi dengan profesi Muhammad sebagai seorang pedagang. Baginya, tidak mungkin seseorang akan menjadi pedagang yang ullung . jika ia buta huruf . Dalam berdagang dibutuhkan skil pencatatan perdagangan pemasukan, pengeluaran serta keuntungan yang didapat. KESIMPULAN Arab adalah wilayah di semenanjung Arabia yang dipilih sang pencipta untuk menerima utusan dengan mambawa risalah Islam dengan Al-QurAoan sebagai kitab suci dan pedoman hidup. Al-QurAoan turun pada saat dimana masyarakat Arab mengalami permasalahan yang sangat komplek, dalam kondisi sosial, politik maupun moral. Islam hadir pada saat kondisi moral bangsa Arab sedang terpuruk, yang lebih dikenal dengan masa Jahiliah, dimana segala bentuk prilaku tak berprikemanusiaan Sejarah Masyarakat Arab Sebelum Datangnya Islam . (Saryadi. Kerwant. EL-ADABI: Jurnal Studi Islam (Vol. No. Desember 2. terbuka secara terang-terangan dan diangap sebagai kelumrahan. Begitu juga kondisi politik sama sekali tidak dapat memberikan rasa aman dan tentram terhadap anggota masyarakatnya. Nabi Muhammad hadir ditengah-tengah mereka dari bangsa yang ummi . uta huru. dan menyatakan telah mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Muhammad menyerukan ajaran tauhid, serta membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih beradab. Sehingga, hanya dalam kurun waktu sekitar 20 tahun Nabi Muhammad berhasil membawa masyarakat dari kejahiliahan kepada Masyarakat berperadaban. Tentu, pendapat ini berbeda ditinjau dari Sebagian orientalis seperti Philip Hitti. Hitti menyangkal tentang kewahyuaan Nabi Muhammad. Bahkan, ia menyatakan bahwa Muhammad adalah seorang penipu. Ia berpendapat bahwa kitab yang dibawa oleh Muhammad adalah hasil pemikirannya . ukan wahy. , yang telah diadopsi dari ajaran agama sebelumnya (Yahudi dan Nasran. DAFTAR PUSTAKA