Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang e-ISSN: 2775-9768 p-ISSN: 2777-0974 Vol. No. Oktober 2024 Analisis Pengaruh Struktur Modal. Kebijakan Dividend Dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Terhadap Perusahaan Manufaktur Di Sektor IndustriBarang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2019 - 2. Gusmiarni1*. Helita Setyawati Mawar2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y. Indonesia Corresponding Author: helitaputra@gmail. Info Artikel Direvisi, 08/10/2024 Diterima, 28/11/2024 Dipublikasi, 04/12/2024 Kata Kunci: Struktur Modal. Kebijakan Dividen. Kinerja Keuangan. Nilai Perusahaan Keywords: Capital Structure. Dividend Policy. Financial Performance. Company Value Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh struktur modal, kebijakan dividen dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Objek yang digunakan adalah perusahaan manufaktur di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini menggunakan data Metode penelitian menggunakan data kuantitatif. Didalam penelitian ini menggunakan teori signal dan trade-off theory. Teori siknyal berupa informasi yang dijelaskan dalam menyajikan informasi keuangan. Trade off theory adalah keseimbangan antara manfaat dan pengorbanan yang dihasilkan dari penggunaan hutang. Sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria sampel 9 sehingga diperoleh data 45 data dari perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2023. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teknik analisis dengan regresi data panel, dengan metode model yang dipilih Random Effect Model (REM). Untuk melakukan analisis penulis menggunakan program Eviews 12. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Struktur Modal (DER) dan Kebijakan Dividen (DPR) tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Sedangkan Kinerja Keuangan (ROA) berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Secara simultan Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Keterbaruan penelitian ini yaitu menggunakan tahun penelitian terbaru yaitu tahun 2023 yang berbeda dengan penelitian terdahulu. Penelitian ini berimplikasi penelitian sesuai informasi sebagai sinyal positif yang mampu menaikan market value dan menaikan volume perdagangan saham sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan investasi yang akhirnya menaikan nilai. Abstract This research was conducted to determine the influence of capital structure, dividend policy and financial performance on company value. The objects used are manufacturing companies in the consumer goods industrial sector listed on the IDX in 2019-2023. This research uses secondary data. The research method uses quantitative data. In this research, signal theory and trade-off theory are Signal theory is in the form of information explained in presenting financial information. Trade off theory is a balance between benefits and sacrifices resulting from the use of debt. This research sample used purposive sampling which met sample criteria 9 so that 45 data were obtained from manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2023. The data analysis technique in this research uses analysis techniques with panel data regression, with the model method chosen Random Effect Model (REM). To carry out the analysis the author used the Eviews 12 program. The research results show that Capital Structure (DER) and Dividend Policy (DPR) do not have effect on Company DOI: https://doi. org/10. 31933/wmndpm60 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Page 208 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Value. Meanwhile. Financial Performance (ROA) have effect on Company Value. Simultaneously Capital Structure. Dividend Policy and Financial Performance have effect on Company Value. The latest research is that it uses the latest research year, namely 2023, which is different from previous research. This research has implications for research according to information as a positive signal that can increase market value and increase stock trading volume so that it can have an impact on investment growth which ultimately increases PENDAHULUAN Dalam perekonomian yang terus berkembang, perusahaan harus mencapai tujuannya secara maksimal karena persaingan sengit di antara perusahaan yang berusaha untuk memastikan keberlanjutan mereka. Setiap perusahaan biasanya menetapkan tujuan untuk masa depan dekat dan jauh. Dalam jangka pendek, fokusnya adalah mengoptimalkan sumber daya saat ini untuk mencapai profitabilitas tertinggi, sementara dalam jangka panjang, tujuannya bergeser ke arah peningkatan nilai keseluruhan organisasi. Sesuai temuan Silvia Indrarini . , persepsi investor mengenai efektivitas manajer dalam menangani sumber daya perusahaan menentukan nilai perusahaan, faktor yang umumnya terkait dengan harga saham. Peningkatan nilai perusahaan akan mengakibatkan kenaikan harga saham, sehingga menawarkan manfaat bagi pemegang saham. Nilai perusahaan penting bagi investor untuk meyakinkan mereka menanamkan modal. Investor akan tertarik berinvestasi jika laba perusahaan relatif tinggi. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan acuan pasar modal Indonesia dengan industri manufaktur sebagai emiten terbesar. Industri manufaktur unggul karena kapitalisasi yang signifikan, kapasitas untuk mengakomodasi tenaga kerja, dan bakat untuk menghasilkan nilai tambah melalui pemrosesan bahan baku (Silvia Indrarini, 2019:. Ada berbagai contoh perusahaan di sektor industri barang konsumsi yang menyaksikan fluktuasi harga saham dalam BEI. Pada tahun 2023. PT Garudafoodour Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mengalami penurunan sebesar 8,57% menjadi Rp 480. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengalami penurunan sebesar 8,55% menjadi Rp 6. 150, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat penurunan 2% menjadi Rp 9. Sementara itu. PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) mengalami kenaikan sebesar 10,49% menjadi Rp 158. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat kenaikan sebesar 9,20% menjadi Rp 2. 730, dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mengalami pertumbuhan sebesar 6,44% menjadi Rp 1. 405 per saham. Struktur modal, yang meliputi utang jangka pendek permanen, utang jangka panjang, saham preferen, dan saham biasa, memainkan peran penting dalam membimbing manajer keuangan tentang pemanfaatan utang dalam operasi perusahaan. Oleh karena itu, sangat pentng bagi manajemen untuk berhati-hati ketika membuat keputusan terkait pengamanan pendanaan. Studi oleh Sembiring et al. mengemukan bahwa struktur modal memberikan dampak yang patut diperhatikan dan konstruktif pada penilaian perusahaan. Sebaliknya, penelitian Lestari et al. menyajikan sudut pandang menunjukkan bahwa pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan mungkin tidak signifikan, sementara Santoso dan Junaeni . menyatakan bahwa Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) dampaknya terhadap penilaian perusahaan tampaknya tidak substanuial. Pertimbangan kebijakan dividen telah diakui sebagai faktor signifikan yang mempengaruhi penilaian perusahaan. Dapat dipahami bahwa kapasitas perusahaan untuk Page 209 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 membagikan dividen merupakan indikasi nilai keseluruhannya. Dividen yang ditingkatkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan nilai saham dan nilai keseluruhan perusahan, begitu pula sebaliknya. Faktor ketiga adalah kinerja keuangan. Kinerja keuangan perusahaan, sebagaimana diamati melalui analisis rasio, menambah wawasan tentang kondisi keuangan perusahan, seperti rasio profitabilitas. Semakin besar tingkat profitabilitas, semakin besar jumlah laba yang dihasilkan, akibatnya meningkatkan nilai keseluruhan organisasi dan kemakmuran pemegang sahamnya. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa variabel tertentu yang mempengaruhi penilaian perusahaan meliputi konfigurasi modal, efektivitas fiskal, strategi dividen, dimensi perusahaan, komposisi kepemilikan, kepemilikan saham manajerial, margin laba, ekspansi perusahaan, manajemen utang, dan pilihan investasi. Berdasarkan latar belakang yang diberikan, penulis menyatakan minat mereka untuk menilai kembali nilai perusahaan, menempatkan penekanan pada aspek-aspek seperti struktur modal, kebijakan dividen, dan kinerja keuangan. Minat ini berasal dari berbagai hasil yang diamati dalam penelitian Penelitian yang bertajuk AuPemeriksaan Pengaruh Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Ay Ini secara khusus berpusat pada Perusahaan Manufaktur dalam Sektor Industri Barang Konsumen yang diperdagangkan secara publik di Bursa Efek Indonesia mulai dari 2019 hingga 2023. Elemen ketiga yang harus diperhitungkan ketika menilai nilai perusahaan berkaitan dengan pencapaian keuangannya. Kesejahteraan perusahaan terbukti melalui kinerja keuangannya, dinilai dengan memeriksa rasio keuangan seperti rasio profitabilitas. Perusahaan yang menunjukkan tingkat profitabilitas yang tinggi mampu menghasilkan pendapatan besar, sehingga mengarah pada peningkatan penilaian perusahaan dan maksimalisasi kekayaan pemegang saham. Dari penelitian sebelumnya beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penilaian perusahaan, berdasarkan studi sebelumnya, mencakup unsur-unsur seperti struktur modal, kinerja keuangan, dan kebijakan dividen, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan saham, kepemilikan manajerial, profitabiltas, pertumbuhan perusahaan, kebijakan hutang dan keputusan investasi. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis telah menyatakan minat untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang menilai kembali nilai perusahaan, sambil mempertimbangkan faktor-faktor seperti struktur modal dan kebijakan dividen, dan kinerja keuangan karena dari penelitian terdahulu variabel tersebut mendapatkan hasil inkonsisten. Sehingga penulis akan melakukan melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Pengaruh Struktur Modal. Kebijakan Dividen Dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Terhadap Perusahaan Manufaktur Di Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2019 - 2. Ay. Berdasarkan rincian yang disajikan di bagian latar belakang, artikulasi masalah yang digambarkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: apakah struktur modal berdampak pada penilaian perusahaan di sektor manufaktur dan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari 2019 hingga 2023? Apakah kebijakan dividen berpotensi berdampak pada penilaian perusahaan secara keseluruhan dari perusahaan manufaktur yang beroperasi di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2019 dan 2023? Page 210 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Apakah dampak kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dalam sektor industri manufaktur dan barang konsumsi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2023 menjadi pertimbangan yang signifikan? Apakah truktur modal, kebijakan dividen, dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan manufaktur di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023 menjadi pertimbangan? TINJAUAN LITERATUR Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori Sinyal awalnya diperkenalkan oleh Spence pada tahun 1973 melalui publikasi tentang Pensinyalan Pasar Kerja. Sesuai penelitian Nursanita et al. Spence menyarankan bahwa isyarat atau sinyal untuk memberikan informasi terkait yang mungkin bermanfaat bagi penerima. Selanjutnya, penerima akan menyesuaikan tindakan mereka sesuai dengan pemahaman mereka tentang sinyal. Salah satu strategi potensial yang mungkin ingin dipertimbangkan perusahaan untuk meningkatkan nilai keseluruhan organisasi adalah dengan berkomunikasi secara efektif dengan pemangku kepentingan eksternal. Sinyal mengambil bentuk informasi berharga yang menjelaskan upaya manajemen dalam memenuhi keinginan pemilik atau pemangku kepentingan seperti pemegang saham dalam menyajikan informasi keuangan. Informasi yang diberikan oleh perusahaan dan diterima oleh pemangku kepentingan di pasar akan dinilai dengan cermat, dengan langkah pertama adalah analisis untuk menentukan apakah informasi tersebut dipandang sebagai berita yang menguntungkan atau tidak menguntungkan. Jika pengungkapan informasi tersebut berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor, hal itu dapat mengakibatkan fluktuasi volume perdagangan saham, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga saham dan penilaian keseluruhan perusahaan (Nursanita et al. , 2. Teori sinyal . ignalling theor. menunjukkan bahwa perusahan yang menunjukkan profitabilitas yang kuat cenderung membagikan dividen yang tinggi. Namun, diamati dalam praktiknya bahwa banyak perusahaan memilih untuk membagikan dividen tinggi di tengah penurunan tingkat pertumbuhan dan profitabilitas. Bahkan, ada perusahaan yang memilih untuk tidak membagikan dividen meskipun mengalami tingkat pertumbuhan yang substansif (Wijaya dan Suganda, 2. Sehingga dalam penelitian ini, teori sinyal . ignalling theor. dikaitkan dengan penilaian nilai perusahaan harus mempertimbangkan kinerja keuangan dan kebijakan dividen. Trade Off Theory Teori pertukaran, yang diperkenalkan oleh Modigliani dan Miller pada tahun 1963, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara keuntungan dan kerugian yang terkait dengan memanfaatkan utang. Teori ini menyarankan bahwa perusahaan sebaiknya menggunakan hutang hingga batas tertentu. Dahar et al. menyatakan bahwa peningkatan liabilitas . dapat menurunkan nilai perusahan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahan untuk rajin memverifikasi tingkat tanggung jawab yang sesuai. Pemanfaatan kewajiban berpotensi meningkatkan nilai perusahaan sampai tingkat tertentu. Namun, melampaui ambang batas ini dapat mengakibatkan penurunan nilai perusahaan. Page 211 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Perusahaan memiliki struktur modal yang terdiri dari modal dan kewajiban, sehingga keseimbangan antara keduanya sangat penting. Beberapa cara untuk mengoptimalkan struktur modal adalah dengan meminimalkan penggunaan hutang dan memanfaatkan kewajiban dalam operasi perusahaan untuk mencapai manfaat pajak. Perpajakan dihitung berdasarkan laba operasi setelah pengurangan pembayaran bunga atas utang, menghasilkan peningkatan laba bersih yang dialokasikan kepada pemegang saham. Oleh sebab itu, dalam analisis ini, teori trade-off terkait dengan nilai perusahaan melalui struktur modalnya. Nilai Perusahaan Sesuai temuan Dahar et al. penilaian perusahan mewakili jumlah yang mungkin bersedia ditawarkan oleh calon investor jika terjadi penjualan. Dalam kasus perusahaan yang telah memperdagangkan sahamnya secara publik, penilaian dapat diamati dengan memeriksa harga saham saat ini. Jika harga saham mengalami penurunan, maka selanjutnya mengarah pada penurunan nilai perusahaan, sehingga memiliki dampak yang merugikan pada kemakmuran pemegang saham. Sebaliknya, kenaikan harga saham berperan dalam meningkatkan nilai perusahaan, akibatnya mengarah pada peningkatan kemakmuran bagi para pemegang sahamnya. Oleh karena itu, pentingnya nilai perusahan sangat penting bagi pemegang saham. Ada berbagai pendekatan untuk analisis rasio yang dapat digunakan dalam mengevaluasi nilai perusahan. Ini termasuk metode berikut: Price Earnings Ratio (PER) Rasio Penghasilan Harga (PER) merupakan perbandngan antara harga per saham dan laba per saham sangat penting dalam mengevaluasi kesiapan investor untuk berinvestasi berdasarkan pendapatan yang diungkapkan (Brigham dan Houston, 2019:. Price Earnings Ratio (PER) dapat dirumuskan sebagai berikut (Brigham dan Houston, 2019:. Harga per saham PER = Laba per saham Price to Book Value (PBV) Harga terhadap Nilai Buku (PBV) adalah metrik yang menunjukkan perbandngan antara harga pasar per saham dan nilai bukunya. Harga ke Nilai Buku (PBV) menawarkan wawasan tambahan tentang persepsi perusahaan oleh investor. Perusahaan dianggap baik oleh investor ketika memiliki rasio PBV yang tinggi karena dapat menunjukkan risiko rendah dan pertumbuhan yang tinggi (Brigham dan Houston, 2019:. Price to Book Value (PBV) dapat dirumuskan sebagai berikut (Brigham dan Houston, 2019:. Harga pasar per saham PBV = Nilai buku per saham Rasio TobinAos Q TobinAos Q dihitung melalui pembagian nilai pasar saham perusahaan dengan nilai penggantian asetnya . set perusahaa. Dzahabiyya et al. menyebutkan skors dari TobinAos Q ratio antara lain: Page 212 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Nilai TobinAos Q sebesar 1 menunjukkan bahwa saham saat ini dalam keadaan kinerja ratarata, menunjukkan potensi stagnasi dalam praktik manajemen aset perusahaan, yang pada gilirannya dapat menghambat potensi pertumbhan investasi. TobinAos Q melebihi 1, menunjukan bahwa saham dapat dianggap dalam keadaan penilaian yang berlebihan, menunjukkan manajemen aset perusahaan yang efektif dan prospek pertumbuhan investasi yang berpotensi kuat. TobinAos Q kurang dari 1 dapat menunjukkan bahwa saham saat ini dalam keadaan diremehkan, berpotensi menunjukkan bahwa manajemen perusahaan mungkin perlu meningkatkan strategi manajemen aset mereka, akibatnya mengarah pada potensi pertumbuhan investasi yang lebih rendah. TobinAos Q dapat dirumuskan sebgai berkut (Chairunnisa, 2. EMV D EBV D Struktur Modal Menurut Lestari et al. struktur modal memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap perpanjangan pendanaan perusahaan, yang ditunjukkan dengan membandingkan kewajiban jangka panjang dengan modalnya. Perusahaan didorong untuk mempertimbangkan perbandingan ini untuk menilai struktur modal, karena berpotensi berdampak pada nilai keseluruhan perusahaan. Berbagai pendekatan tersedia untuk menilai struktur modal, khususnya yang tercantum di bawah ini: Total Debt to Total Asset Ratio (DAR) Rasio Utang terhadap Total Aset (DAR) adalah metrik yang digunakan untuk menilai hubungan antara total utang dan total aset. Dalam kasus di mana rasio meningkat, ketergantungan pada utang untuk pembiayaan meningkat, berpotensi menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam mengamankan pinjaman lebih lanjut. Hal ini disebabkan kekhawatiran bahwa perusahaan mungkin mengalami kesulitan dalam melayani utangnya dengan aset yang tersedia (Kasmir, 2018:. Debt to Total Asset Ratio (DAR) dapat dirumuskan sebagai berikut (Kasmir, 2018:. Total utang DAR = Total aktiva Total Debt to Equity Ratio (DER) Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) adalah metrik yang digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara utang dan ekuitas dengan memeriksa jumlah total utang terhadap jumlah total ekuitas. Jika rasio berada di ujung bawah, ini menunjukkan proporsi pendanaan yang lebih tinggi yang berasal dari pemilik, akibatnya menawarkan tingkat keamanan yang lebih besar kepada peminjam jika terjadi depresiasi atau kerugian nilai aset (Kasmir, 2018:. Debt to Equity Ratio (DER) dapat dirumuskan sebagai berikut (Kasmir, 2018:. Total utang DER = Ekuitas Page 213 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Long Term Debt to Equity Ratio (LDER) Long Term Debt to Equity Ratio (LDER) adalah metrik keuangan yang digunakan untuk menilai proporsi utang jangka panjang dalam kaitannya dengan ekuitas, berfungsi sebagai ukuran sejauh mana modal sendiri digunakan sebagai jaminan untuk utang jangka panjang (Kasmir, 2018:. Utang jangka panjang dalam istilah nominal memiliki potensi untuk secara signifikan mempengaruhi margin laba bersih perusahaan dan rasio saat ini. Namun jumlah utang yang besar dapat membuat perusahaan harus menanggung resikonya apabila terjadi kegagalan dalam membayar kredit. Long Term Debt to Equity Ratio (LDER) dapat dirumuskan sebagai berikut (Kasmir, 2018:. Utang jangka panjang LDER = Ekuitas Kebijakan Dividen Sholikhah dan Trisnawati . menyarankan bahwa kebijakan divden berkaitan dengan proses deliberatif mengenai apakah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan akan disebarluaskan kepada pemegang sahamnya baik dalam bentuk dividen atau ditahan secara internal karena pendapatan sedang dipertimbangkan. Sesuai temuan Brigham dan Houston . kebjakan dividen yang ideal adalah kebijkan yang secara efektif menghubungkan dividen saat ini dengan pertumbuhan masa depan untuk meningkatkan harga saham. Konsep kebijakan dividen melibatkan pertimbangan bijaksana perusahaan tentang alokasi keuntungan antara dividen pemegang saham dan reinvestasi di perusahaan. Ada berbagai metode yang tersedia untuk menilai kebijakan dividen, khususnya seperti yang tercantum di bawah ini: Dividend Payout Ratio (DPR) Rasio Pembayaran Dividen (DPR) adalah metrik yang menggambarkan proporsi pendapatan perusahaan yang dialokasikan kepada pemegang saham melalui dividen moneter, menunjukkan persentase dari pendapatan yang dibagikan. Metrik ini mengevaluasi segmen laba pasca pajak yang dialokasikan sebagai pembayaran dividen kepada pemegang Eskalasi dalam proporsi ini menunjukkan pengurangan laba ditahan perusahaan yang dialokasikan untuk tujuan investasi (Deitiana et al. , 2. Dividend Payout Ratio (DPR) dapat dirumuskan sebagai berikut (Citra et al. , 2. DPS . aycnycycnyccyceycuycc ycyyceyc ycEaycaycyc. DPR = EPS . aycaycycuycnycuyci ycyyceyc ycEaycaycyc. Dividend Per Share (DPS) Dividen Per Saham (DPS) mewakili jumlah agregat dividen tunai yang dialokasikan kepada pemegang saham secara proporsional dengan jumlah total saham beredar. DPS yang tinggi mencerminkan prospek positif perusahaan, karena menunjukkan kemampuannya untuk memberikan dividen besar. Hal ini dapat menarik bagi investor yang mencari peluang investasi di perusahaan dengan dividen yang menguntungkan (Purnama dan Nur, 2. Dividend Per Share (DPS) dapat dirumuskan sebagai berikut (Purnama dan Nur, 2. Dividen tunai DPS = Jumlah saham beredar Page 214 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Dividend Yield (DY) Dividen Yield (DY) merupkan Rasio yang mendefinisikan korelasi antara dividen yang dibagikan dan harga saham biasa perusahan. Hasil dividen (DY) digunakan untuk menilai tingkat dividen per saham dibandingkan dengan harga pasar, disajikan sebagai persentase. Jika rasionya lebih tinggi, investor memandang kinerja perusahaan dengan baik, berpotensi membangkitkan minat mereka untuk memperoleh kepemilikan saham di perusahaan dan selanjutnya meningkatkan nilai saham perusahaan (Arum dan Rahayu, 2. Dividend yield (DY) dapat dirumuskan sebagai berikut (Arum dan Rahayu, 2. yaycnycycnyccyceycuycc ycyyceyc ycEaycaycyce DY = ycEycycnycayce ycyyceyc ycEaycaycyce Kinerja Keuangan Evaluasi kinerja keuangan dilakukan untuk menilai tingkat efektivitas dan efisiensi yang dengannya perusahaan melaksanakan operasi keuangannya. Kinerja keuangan yang kuat dapat secara positif mempengaruhi nilai perusahaan dengan meningkatkan daya tarik bagi calon investor yang ingin menyediakan modal, akibatnya mengarah pada peningkatan pendapatan dari investasi (Purba et al. , 2. Ada berbagai metode yang tersedia untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu perusahaan, antara lain sebagai berikut: Return on Assets (ROA) Atthoriq dan Sulistyowati . menyatakan bahwa Rasio Pengembalian Aset (ROA) umumnya digunakan untuk mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang sahamnya melalui pemanfaatan seluruh basis asetnya. Apabila rasionya semakin naik maka pandangan investor terhadap perusahaan tersebut semakin Ini berkontribusi pada efek yang menguntungkan di pasar, karena permintaan saham perusahaan diperkirakan akan menyaksikan kenaikan yang signifikan (Arifiani, 2. Return on Assets (ROA) dapat dirumuskan sebagai berikut (Atthoriq dan Sulistyowati. Laba bersih setelah pajak ROA = Total aset Return on Equity (ROE) Rasio Return on Equity (ROE) digunakan untuk menilai sejauh mana kapasitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dapat diakses oleh pemegang sahamnya. Metrik ini mencerminkan efektivitas pemanfaatan dana internal, khususnya evaluasi pengembalian investasi yang berasal dari modal yang disumbangkan oleh pemilik atau pemegang saham perusahan (Pujarini, 2. Return on Equity (ROE) dapat dirumuskan sebagai berikut (Pujarini, 2. Laba bersih setelah pajak ROE = Ekuitas Hipotesis Struktur yang mendasari hipotesis tersebut didasarkan pada keingintahuan peneliti untuk mengeksplorasi pengaruh potensial yang mungkin ada antara variabel independen dan variabel H1 : Struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Page 215 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 H2 : Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. H3 : Kinerja keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. H4 : Struktur modal, kebijakan deviden dan kinerja keuangan berpengaruh H4 : signifikan secara bersama-sama . terhadap nilai perusahaan METODE PENELITIAN Objek Penelitian Penelitian ini menggali perusahaan manufaktur yang beroperasi dalam industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Informasi yang digunakan terdiri dari data sekunder yang diambil dari catatan keuangan dan tinjauan tahunan organisasi untuk jangka waktu mulai dari 2019 hingga 2023, yang semuanya telah diungkapkan secara resmi. Laporan keuangan yang digunakan bisa diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia di id, sedangkan laporan tahunan dapat diakses melalui situs resmi perusahaan untuk mendapatkan data mengenai struktur modal, kebijakan dividen, kinerja keuangan, dan nilai Populasi dan Sampel Pengertian populasi menurut Sugiono dalam studi Herosian et al. adalah menggambarkan domain luas yang mencakup entitas dengan atribut dan fitur berbeda yang dapat dilihat oleh penyelidik untuk analisis dan kesimpulan lebih lanjut. Penelitian ini mencakup sekelompok bisnis manufaktur yang beroperasi di sektor barang konsumsi, yang terdiri dari 51 perusahaan yang telah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dari 2019 hingga Proses pemilihan sampel untuk penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel yang bertujuan, yang memerlukan pertimbangan cermat terhadap kriteria tertentu selama pemilihan sampel. Kriteria yang diterapkan untuk memilih sampel untuk penelitian ini digambarkan sebagai Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur ini dengan penuh semangat melaksanakan tugas-tugas dalam ranah barang konsumsi, dan saat ini memegang posisi di Bursa Efek Indonesia dari 2019 hingga 2023. Perusahaan manufaktur yang beroperasi dalam industri barang konsumsi di luar sektor delisting dari 2019 hingga 2023. Perusahaan yang mampu mempertahankan profitabilitas dari 2019 hingga 2023. Perusahaan yang memiliki kumpulan data komprehensif yang diperlukan untuk menghitung variabel penting untuk penelitian. Page 216 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Tabel 1. Perusahaan Sampel Operasional Variabel Variabel dependen, juga dikenal sebagai variabel terikat, adalah variabel yang kepuasannya bergantung pada keberadaan variabel bebas dan konsekuensinya. Dalam konteks penelitian ini, variabel dependen berkaitan dengan Nilai Perusahaan. Sebaliknya, elemen otonom berdiri sebagai katalis yang mempengaruhi faktor relian. Faktor-faktor seperti Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan diperhitungkan sebagai variabel independen dalam penelitian. Tabel 2. Pengukuran Variabel Variabel Nilai Perusahaan Jenis Variabel Indikator Dependen Price Book Value (PBV) Struktur Modal Independen Debt To Equity Ratio (DER) Kebijakan Dividen Independen Dividend Payout Ratio (DPR) Kinerja Keuangan Independen Return on Assets (ROA) Pengukuran Harga pasar per saham Nilai buku per saham Sumber : (Brigham & Houston, 2019:. Total utang DER = Ekuitas Sumber : (Kasmir, 2018:. DPS DPR = EPS Sumber : (Citra et al. , 2. Laba bersih setelah pajak ROA = Total aset Sumber : (Atthoriq & Sulistyowati, 2. Skala PBV = Rasio Rasio Rasio Rasio Teknik Analisis Teknik analisis data dianggap sebagai pendekatan analitis yang digunakan untuk mengevaluasi temuan penelitian. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif untuk mengamati sampel serta populasi khusus. Studi ini akan melibatkan melakukan pengujian dan pemrosesan data menggunakan perangkat lunak yang ditawarkan oleh program Eviews 12. Metodologi untuk menganalisis data dalam penelitian ini akan diuraikan dengan cara berikut: Statistik Deskriptif Teknik analitik digunakan untuk menyajikan ikhtisar data penelitian dengan memeriksa ukuran seperti mean, maksimum, minimum, varians, dan standar deviasi. Page 217 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Analisis Regresi Data Panel Persamaan yang diaplikasikan dalam penelitian menghitung koefisiensi tersebut Y = 1X1 2X2 3X3 e Keterangan: = Nilai Perusahan (PBV) = Struktur Modal (DER) = Kebijakan Dividen (DPR) = Kinerja Keuangan (ROA) = Konstanta 1, 2, 3 = Koefisien regresi masing-masing variable independent = Error Pemilihan Model Estimasi Data Panel Uji Chow A Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square lebih besar dari 0,05, disarankan untuk menerima H0, menunjukkan bahwa model yang lebih cocok untuk digunakan adalah model efek umum (CEM). A Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square kurang dari 0,05, disarankan untuk menolak H0, menunjukkan bahwa model yang lebih cocok untuk digunakan adalah model efek tetap (FEM). Uji Hausman A Jika nilai probabilitas cross-section Chi-square melebihi 0,05. H0 dianggap dapat diterima, menunjukkan bahwa model efek acak (REM) adalah model yang lebih cocok untuk digunakan. A Jika nilai probabilitas penampang Chi-square kurang dari 0,05, disarankan untuk menolak H0, menunjukkan bahwa model efek tetap (FEM) mungkin merupakan pilihan yang lebih cocok. Langrange Multiplier A Jika skor probabilitas uji cross section Breusch-pagan melebihi 0,05, orang dapat menyimpulkan bahwa hipotesis nol (H. Ini menunjukkan bahwa kerangka kerja dampak kolektif (CEM) adalah pilihan model yang optimal. A Jika nilai probabilitas cross section Breusch-pagan kurang dari 0,05, ini menunjukkan bahwa H0 harus ditolak, menunjukkan bahwa model yang paling cocok untuk dipertimbangkan adalah model efek acak (REM). Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik dalam studi ini adalah Uji Normaltas. Uji Multikolonieritas. Uji Heterokedastsitas. Uji Autokorelasi. Uji Hipotesis Uji Hipotesis dalam penelitian ini yaitu. Uji Parsial (T). Uji Simultan (F), dan Koefesiensi Determinasi (R. Page 218 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Nilai Perusahaan (PBV) Data observasi yang diteliti berjumlah 45. Temuan analisis deskriptif menunjukkan bahwa mean variabel dependen, khususnya nilai perusahaan yang dinilai melalui PBV, diamati sebesar 2. Ini diikuti oleh nilai median 2. 352921, dengan standar deviasi Selain itu, perlu dicatat bahwa perusahaan menunjukkan nilai tertinggi . 90055 dan nilai terendah 0. Struktur Modal (DER) Data observasi yang diteliti berjumlah 45. Temuan analisis deskriptif menunjukkan bahwa mean variabel dependen yang mewakili struktur model yang diukur dengan DER adalah 0,578374, dengan nilai median mengikuti dekat di 0,496977, dan standar deviasi 0,354780. Lebih lanjut, dicatat bahwa perusahaan menunjukkan nilai tertinggi . 1,256014 dan nilai terendah 0,496977. Kebijakan Dividen (DPR) Data observasi yang diteliti berjumlah 45. Temuan analisis deskriptif menunjukkan bahwa mean variabel dependen, khususnya kebijakan dividen yang diukur oleh DPR, adalah 0,724257, dengan nilai median 0,486163, dan standar deviasi 0,668209. Selanjutnya, diamati bahwa nilai perusahaan mencapai maksimum di 3. 977273 dan minimum di Kinerja Keuangan (ROA) Data observasi yang diteliti berjumlah 45. Temuan analisis deskriptif menunjukkan bahwa mean dalam variabel dependen, khususnya kinerja keuangan yang dinilai melalui ROA, mencapai 0,109973. Ini diikuti oleh nilai median 0,102685, dengan standar deviasi 0,49198. Lebih lanjut, perlu dicatat bahwa nilai perusahaan mencapai puncaknya . di 0,269563 dan titik terendahnya di 0,36742. Analisis Regresi Data Panel Metode data panel adalah teknik statistik yang memungkinkan kombinasi data dari berbagai titik waktu dan entitas yang berbeda menjadi satu model komprehensif. Data crosectional terdiri dari informasi yang berkaitan dengan variabel tunggal, sedangkan data deret waktu mencakup data yang diamati selama periode waktu atau sepanjang tahun. Page 219 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Data Panel Model analisis regresi data panel yang digunakan dalam penelitian ini diuraikan sebagai Y = 0. 850673 X1 - 0. 030511 X2 18. 62777 X3 Keterangan : Y = Nilai Perusahaan X1 = Struktur Modal X2 = Kebijakan Dividen X3 = Kinerja Keuangan Pemilihan Model Estimasi Data Panel Uji Chow Tes Chow berfungsi sebagai alat statistik berharga yang digunakan dalam analisis regresi data panel untuk memastikan identifikasi pilihan model yang optimal antara Model Efek Umum dan Model Efek Tetap. Disajikan di sini adalah hasil dari Tes Chow. Tabel 4. Hasil Uji Chow Page 220 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Berdasarkan informasi yang diberikan dalam tabel. Nilai Probabilitas Penampang Chi Square 0,0000 menunjukkan tingkat signifikansi lebih rendah dari 0,05. Oleh karena itu, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa hipotesis nol (H. ditolak untuk mendukung hipotesis alternatif (H. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan penting di antara model, menyiratkan keunggulan Model Efek Tetap (FEM) atas Model Efek Umum (CEM). Uji Hausman Tes Hausman adalah alat statistik berharga yang membantu dalam proses pengambilan keputusan antara model regresi dengan Model Efek Tetap atau Model Efek Acak. Berikut adalah hasil dari Uji Hausman. Tabel 5. Hasil Uji Hausman Menurut informasi yang diberikan dalam tabel, nilai probabilitas yang diperoleh dari perhitungan Random Cross Section ditentukan menjadi 0,5456, menunjukkan nilai melebihi 0,05. Berdasarkan temuan ini, ditunjukkan bahwa hipotesis nol (H. menemukan dukungan, sedangkan hipotesis alternatif (H. tidak valid. Akibatnya, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Model Efek Acak (REM) muncul sebagai pilihan optimal untuk digunakan. Uji Langrange Multiplier Uji Langrange Multiplier adalah uji statistik yang digunakan untuk menilai apakah model regresi dengan Model Efek Umum mengungguli Model Efek Acak. Hasil dari Tes Lagrange disajikan di sini. Page 221 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Tabel 6. Hasil Uji Langrange Multiplier Menurut informasi yang diberikan dalam tabel, nilai Breush ch- Pagan 0,0007, menandakan tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Hasil ini mengarah pada penolakan hipotesis nol (H. dan penerimaan hipotesis alternatif (H. Oleh karena itu, penulis dapat menyimpulkan bahwa Model Efek Acak (REM) dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Tabel 7. Hasil Model Estimasi Data Panel Uji Pemilihan Model Hasil Pengujian Model Model Yang Terpilih Chow Test. Pemilihan H0 = CEM CEM Vs FEM H1 = FEM Hasil Cross-Secction Chi H0: Cross Section Chi- square > FEM 0,05 (< 0,. H1: Cross Section Chi-square < 0,05 Hausman Test. Pemilihan H0 = REM H1 = FEM REM Vs FEM H0: Cross Section Chi- square > Hasil Probabilitas 0. 5456 (> REM 0,05 H1: Cross Section Chi-square < 0,05 Langrange Multiplier Test. Pemilihan H0 = CEM CEM Vs REM H1 = REM Hasil Breush ch-Pagan REM H0: Cross Section Breush ch0. 0007 (< 0,. Pagan > 0,05 H1: Cross Section Breush chPagan < 0,05 Page 222 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Dari hasil penelitan sebagaimana yang sudah dirancang di bab i beserta pembahasannya yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuktikan hipotesa dan menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan. Series: Standardized Residuals Sample 2019 2023 Observations 45 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera 0. Probability 0. Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Berdasrkan hasil Uji Normalitas, jelas bahwa probabilitasnya berada di 0,716364. Sejalan dengan kriteria yang relevan yang menyatakan bahwa ketika probabilitas melebihi 0,05, hasil Uji Normalitas menunjukkan hubungan antara variabel dependen dan independen pada peneltian ini berdistribusi secara normal. Uji Multikolonieritas Dari hasil penelitian sebagaimana yang sudah dirancang di bab i beserta pembahasannya yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuktikan hipotesa dan menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan. Tabel 8. Hasil Uji Multikolonieritas Berdasarkan hasil dari tabel dari Uji Multikolnieritas, diketahui nilai sentral Struktur Modal (DER) VIF sebesar 1. Kebijakan Dividen (DPR) 1. 026142, dan Kinerja Keuangan (ROA) 1. Oleh karena itu, hasil penilaian multikolinearitas dalam penelitian ini menunjukkan tidak adanya indikasi multikolinearitas atau multikolineartas yang ditemui. Page 223 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Uji Heterokedastisitas Dari hasil penelitian sebagaimana yang sudah dirancang di bab i beserta pembahasannya yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuktikan hipotesa dan menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan. Tabel 9. Hasil Uji Heterokedastisitas Berdasarkan temuan Uji Heteroskedastistas seperti yang disajikan dalam tabel, dapat diamati bahwa nilai probabilitas Chi-kuadrat berada di 0,9981, melebihi tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji heteroskedastistas yang dilakukan dalam penelitan ini menunjukkan tidak adanya masalah heteroskedastisitas, menunjukkan bahwa data menunjukkan homogentas. Uji Autokorelasi Dari hasil penelitian sebagaimana yang sudah dirancang di bab i beserta pembahasannya yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuktikan hipotesa dan menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan. Tabel 10. Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan hasil Tes Autokorelasi yang ditampilkan dalam tabel, diidentifikasi bahwa nilai probabilitas Durbin Watson 1,807039 lebih besar dari 0,05. Temuan pemeriksaan autokorelasi yang dilakukan dalam penelitan ini menunjukkan tidak adanya autokorelasi atau keberhasilan penyelesaian uji autokorelasi. Page 224 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Hasil Uji Hipotesis Tabel 11. Hasil Uji Hipotesis Pembahasan Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan temuan uji-T, dapat diamati bahwa Model Efek Acak menghasilkan t-hitung -0,213128 terhadap nilai t-tabel 1,68288. Tingkat signifikansi ditentukan menjadi 0,8323, yang melebihi ambang 0,05. Akibatnya, ditetapkan bahwa dampak Struktur Modal terhadap signifikansi perseroan dalam sektor industri barang konsumsi di antara perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2023 tidak merugikan atau signifikan secara statistik. Sehingga, hipotesis H 1 tidak didukung. Temuan penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alifian dan Susilo . menyarankan bahwa struktur modal memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai perusahan. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan dalam struktur modal perusahaan, sebagaimana dibuktikan oleh rasio hutang terhadap ekuitas (DER), berpotensi mengakibatkan kenaikan nilai perusahaan. Temuan penelitian ini menyimpang dari penyelidikan yang dilakukan oleh Citra et al. dan Herosian et al. , menunjukkan bahwa nilai perusahaan tidak terlalu dipengaruhi oleh struktur modal, seperti yang dicontohkan oleh variabel rasio hutang-keekuitas (DER). Investor mungkin mengabaikan berbagai tingkatan utang dalam perusahaan, yang mengarah ke evaluasi yang tidak lengkap tentang nilai sebenarnya, karena fokus mereka cenderung pada alokasi dana yang efektif oleh manajemen untuk meningkatkan nilai Kasmir dalam penelitian Herosian et al. mengatakan bahwa bahwa seiring dengan meningkatnya tingkat pendanaan, ada peningkatan risiko yang harus ditanggung perusahaan. Hal ini berpotensi berdampak pada kepercayaan investor pada perusahaan, yang menyebabkan kurangnya minat dalam membeli saham. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa harga saham bisa turun, yang mengarah pada dampak pada total nilai perusahaan. Page 225 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan Menurut temuan studi ini, uji-t menunjukkan bahwa Model Efek Acak menunjukkan jumlah t -0. 072080 dibandingkan dengan t-table 1. Analisis mengungkapkan bahwa nilai-t yang dihitung lebih rendah dari nilai-t yang ditabulasikan, dan dicatat bahwa tingkat signifikansi 0,9429 melebihi 0,05. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perseroan tidak merugikan dan tidak memiliki signifikansi statistik. Hasil penelitian ini berkontribusi pada bukti yang menunjukkan bahwa dampak kebijakan dividen Nilai Perusahaan di sektor industri barang konsumsi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2023 saat ini sedang dipertimbangkan dan dievaluasi. Oleh karena itu, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa hipotesis H2 kurang Temuan penelitian ini mungkin tidak selaras dengan studi yang dilakukan oleh Citra et . dan (Dini et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kebijakan dividen, sebagaimana dinilai oleh DPR, memberikan dampak yang agak positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, yang mengarah pada peningkatan distribusi saham kepada investor dan kenaikan harga saham Perseroan selanjutnya. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini selaras dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lestari et al. dan (Sholikhah & Trisnawati, 2. menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak berdampak pada nilai perusahaan. Diamati bahwa kebijakan dividen tidak memainkan peran penting dalam evaluasi perusahaan. Peningkatan dalam distribusi dividen tidak secara otomatis memastikan nilai perusahaan dan peningkatan kekayaan pemegang saham. Hal ini dikarenakan pihak internal perusahaan telah menghadapi tantangan dalam memastikan pembayaran dividen substansional yang sejalan dengan harapan tinggi investor. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan temuan penelitian, terbukti bahwa uji-t menunjukkan bahwa Model Efek Acak menunjukkan t-hitung 2,254662 dibandingkan dengan t-tabel 1,68288 . i mana t-hitung kurang dari t-tabe. , bersama dengan tingkat signifikansi 0,0296 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan memberikan dampak yang menguntungkan dan patut diperhatikan pada Nilai Perusahaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan memang memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai Perseroan dalam perusahaan manufaktur yang beroperasi di sektor industri barang konsumsi, sebagaimana dibuktikan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2019 dan 2023. Akibatnya, masuk akal untuk menegaskan bahwa H3 dianggap dapat diterima. Penilaian perusahaan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, dengan peningkatan hasil keuangan yang mengarah pada peningkatan nilai perusahaan. Kinerja keuangan yang kuat menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memberikan pengembalian yang signifikan kepada pemegang sahamnya. Kinerja keuangan yang menguntungkan akan menarik perhatian investor yang ingin mengalokasikan modal mereka ke dalam perusahaan. Minat yang meningkat dari investor kemungkinan akan mengakibatkan kenaikan harga saham, akibatnya meningkatkan nilai keseluruhan perusahaan. Peningkatan kinerja keuangan yang dicapai oleh perusahaan sesuai dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dalam pemanfaatan aset, sedangkan penurunan kinerja keuangan dapat dikaitkan dengan penurunan Page 226 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 tingkat efisiensi dalam pemanfaatan aset. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alifian & Susilo . Simamora et al. dan Herosian et al. Pengaruh Struktur Modal. Kebijakan Deviden, dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Hipotesis keempat (H. mengemukakan bahwa Struktur Modal. Kebijakan Deviden, dan Kinerja Keuangan secara kolektif mempengaruhi nilai perusahaan secara simultan. Bersandarkan hasil pengujian yang telah dilakukan secara kolaboratif . terhadap penilaian perusahaan. Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan, dapat disimpulkan bahwa H4 telah divalidasi. Besarnya dampak Struktur Modal. Kebijakan Deviden, dan Kinerja Keuangan terhadap nilai perusahaan terlihat melalui poin koefisien determinasi yang mengungkapkan skor 0. 127304 artinya variabel bebas yakni Struktur Modal (DER). Kebijakan Dividen (DPR) dan Kinerja Keuangan (ROA) berkontribusi sebesar 12,7% terhadap variabel terikat serta sisanya 87,3% dipengaruhi variabel beda di luar pola riset ini. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan temuan penilaian dan tinjauan menyeluruh terhadap data mengenai Analisis Pengaruh Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perseroan, dimungkinkan untuk memperoleh kesimpulan sebagai berikut: Nilai Perseroan dipengaruhi oleh Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan secara kolektif. Dampak Struktur Modal. Kebijakan Dividen, dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perseroan secara statistik signifikan pada level 0,035448, yaitu kurang dari 0,05. Struktur Modal, berdasarkan hasil uji yang terdapat pada tabel 4. 13 dapat diketahui bahwa t-hitung Struktur Modal (DER) sebesar -0. 213128 sedangkan t-tabel merujuk pada angka 68288 dan nilai signifikan >0,05 yaitu sebesar 0. 8323, dapat disimpulkan bahwa dampak Struktur Modal (DER) terhadap Nilai Perseroan dalam perusahaan manufaktur yang beroperasi di sektor barang konsumsi, sebagaimana tercatat di Bursa Efek Indonesia dari 2019 hingga 2023, dianggap tidak signifikan. Kebijakan Dividen, berdasarkan temuan yang disajikan pada tabel 4. 13, terbukti bahwa perhitungan t untuk Kebijakan Dividen berada di -0. 072080, sedangkan nilai tabel t sesuai 168288 dan nilai signifikansi >0. 05 dihitung sebagai 0. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh Kebijakan Dividen (DPR) terhadap Nilai Perseroan di perusahaan manufaktur dalam sektor barang konsumsi yang beroperasi di Bursa Efek Indonesia dari 2019 hingga 2023 tampaknya tidak terlalu signifikan. Kinerja Keuangan (ROA) terhadap nilai Perusahaan Berdasarkan hasil uji yang terdapat pada tabel 4. 13 dapat diketahui bahwa t-hitung Kinerja keuangan sebesar 2. sedangkan nilai t-tabel merujuk pada angka 1. 168288 dan nilai signifikan <0,05 yaitu sebesar 0,0296, maka dapat disimpulkan bahwa Kinerja Keuangan (ROA) memainkan peran penting dalam mempengaruhi Nilai Perseroan dalam perusahaan manufaktur yang beroperasi di sektor industri barang konsumsi yang diperdagangkan secara publik di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2023. Page 227 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Saran Berdasarkan temuan yang diperoleh dari analisis diskusi dan kesimpulan yang ditarik di atas, serangkaian rekomendasi dapat diusulkan untuk meningkatkan hasil, seperti yang tercantum di bawah ini: Optimalisasi Struktur Modal Perusahaan harus mengevaluasi dan mengoptimalkan struktur modalnya untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara ekuitas dan utang. Ini dapat dilakukan melalui analisis risiko dan manfaat dari berbagai sumber pembiayaan. Kebijakan Dividen yang Stabil Disarankan bagi perusahaan untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan dividen yang stabil dan transparan. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan mendukung stabilitas harga saham. Peningkatan Kinerja Keuangan Perusahaan perlu terus meningkatkan kinerja keuangannya melalui pengelolaan yang efisien dan strategi yang inovatif. Pengukuran kinerja secara berkala dan benchmarking terhadap industri dapat membantu dalam mencapai target yang diinginkan. DAFTAR PUSTAKA