Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 Pengaruh Kedalaman Sumbu yang Terbenam Dalam Tanah pada Sistem Irigasi Kapiler Effect of the Depth of the Wick Embedded in the Soil on Capillary Irrigation System Zulfakri1*). Naswir. Amrizal. Aldo Deska Candra. Rendi Satria Yudhi. Staf Pengajar Jurusan Rekayasa Pertanian dan Komputer. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Indonesia . Mahasiswa Jurusan Rekayasa Pertanian dan Komputer. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Indonesia Corresponding author: zulfakri@ymail. Abstrak Irigasi kapiler memiliki tingkat efisiensi penggunaan air yang cukup tinggi. Cara kerja irigasi kapiler dengan memanfaatkan sumbu misalnya kain flanel untuk mengalirkan air menggunakan prinsip kapilaritas dengan perantara suatu media dari sumber air. Keunggulan dari irigasi kapiler yaitu memiliki efisiensi penggunaan air yang tinggi, mudah dalam pengaplikasianya, mudah dalam pembuatannya dan relatif murah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi air di zona perakaran tanaman dengan menggunakan irigasi kapiler, dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang terdiri dari 5 taraf kedalaman sumbu kapiler . , 4, 6, 8, 10 cm dari permukaan tana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman sumbu tidak memberi pengaruh nyata terhadap diameter basah tanah dan luas basah tanah namun memberi pengaruh yang nyata terhadap volume basah tanah dan lama air yang membasahi tanah. Untuk pertumbuhan tanaman tidak memberikan pengaruh yang nyata, tetapi untuk panjang akar tanaman dan produksi tanaman memberikan pengaruh yang nyata dari semua perlakuan. Produksi tanaman dengan hasil terbaik dari rata-rata berat segar di tunjukan pada perlakuan 5 yaitu 76,57 g tanaman/polibag. Kata Kunci : irigasi kapiler. kedalaman sumbu. tanaman selada Abstract Capillary irrigation has a fairly high level of water use efficiency. The way capillary irrigation works is by using a wick, for example flannel cloth, to channel water using the principle of capillarity through a medium from a water The advantages of capillary irrigation are that it has high water use efficiency, is easy to apply, easy to manufacture and relatively cheap. This research aims to determine the distribution of water in the root zone of plants using capillary irrigation, and its interaction on the growth and production of Lettuce plants (Lactuca sativa This research used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and 3 replications. The treatment consisted of 5 levels of capillary axis depth . 10 cm from the soil surfac. The results showed that the treatment of axis depth did not have a real effect on. soil wet diameter, and soil wet area. However, it has a real influence on the wet volume of the soil and the length of time the water wets the soil. For plant growth there was no real influence, but for plant root length and plant production there was a significant influence of all Plant production with the best results from the average fresh weight was shown in treatment 5 namely 57 g plants/polybag. Keywords : capiler irrigation. depth of wick. Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 waktu dalam pemeliharaan tanaman dan air yang didapatkan oleh tanaman juga akan tersedia dengan baik. Irigasi kapiler merupakan salah satu metode irigasi dengan cara air disalurkan langsung ke tanah melalui kemampuan tanah untuk menyerap air ke dalam strukturnya secara merata. Air merembes ke dalam tanah melalui poripori kecil di sumbu dan diserap oleh akar Irigasi kapiler memakai prinsip kapilaritas dimana air dalam tangki diserap oleh sumbu kain kemudian disalurkan menuju akar tanaman. Sistem mengaplikasikan air hanya di sekitar zona perakaran tanaman. Irigasi kapiler bisa dikembangkan pada skala rumah tangga dan bisa diaplikasikan untuk di perkotaan yang memiliki lahan sempit. Sistem kapiler memiliki banyak manfaat untuk: mengurangi kehilangan air, mendapatkan keseragaman dalam produksi tanaman, penggunaan air, meminimkan penguapan permukaan air tanah dan pengendalian erosi tanah. Tanaman membutuhkan air sehingga sumbu mampu menyalurkan air yang dibutuhkan tanaman. Melalui cara ini tanaman mengambil air dari media tanam yang terlewati oleh sumbu yang telah lembab. Adapun tanaman yang cocok untuk irigasi kapiler beragam mulai dari tanaman hias seperti sukulen, kaktus. Tanaman sayuran yang cocok adalah selada, bayam dan kangkung, untuk tanaman buah-buahan stroberi maupun tanaman herba seperti mint dan peterseli. Tanaman yang digunakan adalah tanaman selada. Selada (Lactuca sativa L. merupakan tanaman yang sering kali ditanam dalam pot atau di kebun. membutuhkan air yang cukup dan tanah PENDAHULUAN Air merupakan salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan, hal ini berlaku bagi makhluk hidup baik manusia maupun tumbuhtumbuhan Tanaman membutuhkan air sesuai dengan umurnya sehingga ketersediaan air bagi tanaman sangat perlu diperhatikan disamping untuk mobilisasi unsur hara dalam tanah juga dibutuhkan untuk proses fotosintesis. Air yang tersedia dalam tanah tidak selamanya dapat memenuhi kebutuhan tanaman apalagi pada saat musim kemarau akan menjadikan tanaman kerdil dan pertumbuhan yang tidak baik sehingga untuk kelancaran usaha dibidang pertanian juga perlu dilakukan ketersediaan air melalui konservasi air yang baik seperti penggunaan irigasi yang sesuai dengan kondisi alam dan peruntukannya agar diperoleh manfaat yang lebih baik dan Irigasi adalah salah satu cara untuk memenuhi besarnya kebutuhan air bagi tanaman, kegunaan irigasi adalah sebagai upaya untuk pemberian air dalam tanah agar dapat mempertahankan kelembapan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, beberapa irigasi yang biasa dipakai adalah irigasi tetes, irigasi lepas, irigasi kanal, dan irigasi sprinkler. Pemilihan irigasi dapat didasari pada kondisi tanah, jenis tanaman serta sumber air yang tersedia. Disamping beberapa dasar pemilihan diatas juga dapat di lihat waktu yang tersedia untuk melakukan peniraman tanaman, seperti hal nya jika kondisi waktu yang sangat terbatas maka teknik irigasi kapiler menjadi salah satu pilihan yang tepat karena tidak membutuhkan banyak Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 yang lembab untuk tumbuh dengan baik. Selada biasanya dipanen saat masih muda, ketika daunnya masih segar dan Selada merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman selada dibudidayakan untuk diambil daunnya untuk lalapan, sajian atau hiasan hidangan. Selada juga mengandung banyak gizi antara lain yaitu: kalsium, protein, vitamin, lemak nabati, serat, mineral, yang sehat untuk Selain itu juga karena harga yang relatif stabil, mudah diusahakan serta dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah. Konsumsi selada akan mengalami peningkatan sesuai pertumbuhan jumlah penduduk, daya beli masyarakat dan pengetahuan gizi masyarakat. Tanaman dipanen setelah berumur 30-45 hari setelah pindah tanam dan selama masa pertumbuhannya diperlukan pemberian air dalam jumlah yang cukup. Media tanam yang digunakan adalah tanah, pupuk kandang ayam, dan arang sekam. Pupuk kandang ayam, arang sekam merupakan komposisi yang baik untuk tanaman selada, dimana arang sekam yang bersifat poros dan sebagai pembenah tanah, pupuk kandang ayam sebagai unsur hara dalam media tanam. Penelitian menganalisis efisiensi penyediaan air meliputi distribusi air di zona akar tanaman, pengamatan diameter pola basah, volume basah, mengevaluasi optimalisasi kedalaman sumbu, serta memberikan rekomendasi praktis. METODOLOGI Penelitian laboratorium Lapangan TSDA di Nagari Koto Tuo. Kecamatan Harau. Kabupaten Lima Puluh Kota dengan ketinggian tempat 514 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan 3 kali Perlakuan yang terdiri dari 5 taraf kedalaman sumbu kapiler ( 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm dan 10 cm dari permukaan Yij = AA Ei Aij . Ket : Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i ulangan i = perlakuan j = ulangan AA = rataan umum Ei = pengaruh perlakuan ke-i Aij = galat percobaan perlakuan kei ulangan ke-j Sumbu terbuat dari kain flanel dengan lebar satu cm. Sementara tanah sebagai media tanamnya mengunakan tanah aluvial, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan berbasis volume 1:1:1, kemudian diayak besar lobang 5 siemen. Variabel yang diamati distribusi air di zona perakaran tanaman, diameter pola basah dan volume basah tanam. Evaluasi pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman, bobot basah akar, panjang akar, bobot tanaman. Optimal kedalam sumbu untuk rekomendasi praktis di lapangan. Data yang di peroleh dianalisis dengan Uji F. Jika antara perlakuan terdapat perbedaan nyata, maka analisis data dilanjutkan dengan uji DMNRT pada level Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 irigasi kapiler menggunakan botol air mineral berkapasitas 1. 500 ml dilubangi pada bagian samping sebagai wadah air terlebih dahulu dirakit hingga membentuk tata letak percobaan yang sudah Kain Flannel dengan lebar 1 cm dan satu buah, kain flanel berfungsi untuk menyalurkan air irigasi ke media tanam dengan Sakinah . pendapat penggunaan dua buah sumbu dapat mempercepat pertumbuhan generatif untuk tanaman tomat. Untuk lebih jelasnya struktur dari irigasi yang dirancang dapat di lihat pada Gambar 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan Struktur dan Fungsional Irigasi Kapiler Wadah media tanam yang di pakai adalah bekas galon air mineral yang di potong setinggi 25 cm. Wadah befungsi sebagai tempat media tanam berupa campuran tanah, arang sekam, dan kompos. Perbandingan media 1 :1 :1 berbasis volume. Afiatan et al ( media yang baik untuk tanaman tomat adalah tanah, pasir dan Penelitian Indriyani . menjelaskan bahwa penambahan pasir tidak memiliki terhadap pertumbuhan tanaman ketika media sudah berisi pupuk Media tanam dapat meningkatkan pertumbuhan pada (Sumarwoto, 2. Media yang baik adalah media yang mampu menyediakan air dan unsur hara dalam jumlah cukup bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat di tentukan pada tanah dengan tata udara dan air yang baik, kemampuan menahan air yang baik dan ruang untuk perakaran (Gardner dan Mitchell. Botol air mineral kapasitas 1500 ml, dengan penutup dan di sisi nya berdiameter 0,5 cm. Botol berfungsi sebagai wadah air irigasi kapiler. Botol dibenamkan sedalam 15 cm kedalam media tanam sebagaimana Maharani . mengatakan pembuatan instalasi Gambar 1. Rancangan Irigasi Kapiler Kedalaman Sumbu Hasil penelitian menunjukan bahwa kedalam sumbu tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap variabel diameter basah dan luas basah tanah di daerah perakaran tanaman. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang bertektur seragam demikian juga struktur tanahnya sama. Hillel . mempengaruhi distribusi air dalam tanah adalah sifat fisik tanah terutama tekstur Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 dan struktur tanah. termasuk diameter basah dan luas basah tanah adalah distribusi air dalam tanah merupakan hal yang sangat penting dalam bidang pertanian, hidrologi, dan lingkungan. Berbeda dengan volume basah dimana terdapat perbedaan yang nyata pada berbagai kedalaman sumbu, dikarenakan oleh jangkauan dan media sumbu yang mudah untuk mengalirkan air pada berbagai kedalaman daripada melalui pori tanah itu sendiri. Dalam proses mengalirnya air dari kedalaman 2 cm ke kedalaman 10 cm maka sepanjang sumbu yang terbenam dalam tanah tersebut akan banyak ruang pori yang dilewati oleh sumbu dan akan mendistribusikan air pada tanah untuk diserap oleh pori-pori tanah dan udara/pori yang tersedia, sebagaimana yang dikemukakan oleh (Das 1. bila kadar air ditingkatkan terus secara bertahap pada usaha pemadatan yang sama, maka berarti dari jumlah bahan padat dalam tanah persatuan volume juga meningkat secara bertahap juga dan akan sebagaimana terlihat pada Tabel 1. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun berbeda tidak nyata yang disebabkan oleh faktor genetika tanaman lebih utama dari faktor lingkungan pada media dan sistem irigasi kapilernya. Namun memperlihatkan perbedaan yang nyata, kecuali untuk perlakuan kedalam sumbu 2 cm dan 4 cm berbeda tidak nyata. Hal ini disebabkan bahwa lingkungan akar tanam yang volume basahnya terlihat lebih luas dan airnya tersedia untuk diserap oleh tanaman. Karena sifat kapilaritas dari kain flannel mempunyai kemampuan lebih baik untuk di pindahkan ke media tanam. Ini juga pergerakan air secara horizontal atau vertikal ke atas melalui pori-pori tanah yang sangat kecil. Pada produksi tanaman terjadi perubahan yang berbeda nyata pada kedalaman 2 cm dan 6 cm, 8 cm, 10 cm namun tidak berbeda nyata antara kedalaman 2 cm dengan 4 cm hal ini selaras dengan kemampuan tanaman menyerap unsur hara ditandai pada panjang akar tanaman yang juga berbeda berbeda nyata. Sesuai yang dikemukakan oleh (Loomis dalam Gardner et al. , 1. Kekurangan air yang menghambat pertumbuhan tajuk dan akar, mempunyai pengaruh yang relatif lebih besar terhadap pertumbuhan tajuk. Air tanaman budidaya. Respon tumbuhan terhadap kekurangan air dapat dilihat morfologinya, tingkat pertumbuhannya, atau produktivitasnya. Pertumbuhan sel merupakan fungsi tanaman yang paling sensitif terhadap kekurangan air. Kekurangan air akan mempengaruhi Tabel 1. Angka rataan dan analisis statistika data diameter dan luas basah tanah dan volume Parameter` Kedalaman Sumbu . 5,46 a Luas Basah . 15,61 a 5,38 a 15,06 a 433,12 b 5,23 a 13,98 a 632,72 c 5,54 a 16,18 a 1303,47 d 5,28 a 14,38 a 2097,60 e Diamater Basah . Volume Basah . 196,12 a Jurnal Agroteknosains/Vol. 9/No. 1/April 2025/p-ISSN: 2598-6228/e-ISSN: 2598 Ae 0092 turgor sel sehingga akan mengurangi pengembangan sel, sintesis protein, dan sintesis dinding sel (Gardner et al. , 1. DAFTAR PUSTAKA