ANALISIS PENGARUH FRAUD TRIANGLE TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA DI BURSA EFEK INDONESIA Hemdi Susanto Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak email: Hendyliu1770@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh fraud triangle terhadap kecurangan laporan keuangan dengan metode f-score. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan subsektor pertambangan batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013 s. Populasi perusahaan sebesar 22 perusahaan dan sampel perusahaan yang diambil sebanyak 20 Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yang ditentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan regresi linear berganda dan diuji dengan menggunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menujukkan bahwa rasio leverage berpengaruh negatif dan ROA berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan achange, rasio komisaris, dan pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan dengan metode f-score. KATA KUNCI: Fraud Triangle. Pressure. Opportunity. Rasionalization, dan F-score. PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan pada periode akuntansi tertentu yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja Setiap perusahaan tentu mempunyai tujuan untuk mencari laba atau keuntungan semaksimal mungkin serta memiliki potensi terjadinya penyimpangan. Penyimpangan tersebut dapat bersifat material berupa pemanipulasian laporan keuangan atau dapat juga disebut dengan kecurangan laporan keuangan sehingga merugikan berbagai pihak yang berkepentingan. Kecurangan yang sengaja dilakukan oleh pihak tertentu untuk mecapai kepentingannya sendiri disebut fraud. Salah satu subsektor perusahaan yang memiliki potensi tingkat kecurangan yang tinggi adalah pertambangan batu bara. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecurangan suatu laporan keuangan adalah adanya pressure, opportunity, dan rationalization. Kecurangan laporan keuangan dapat Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 diproksikan ke fraud score model . -scor. yang dapat dihitung dengan menjumlahkan accrual quality dengan financial performance. Pressure merupakan suatu keadaan yang membuat seseorang merasa tertekan sehingga dapat melakukan kecurangan . Tekanan dapat terjadi pada setiap individu atau organisasi tertentu disaat sudah terdesak dan sudah tidak dapat berfikir secara logis maka individu atau organisasi tersebut dapat melakukan kecurangan yang merugikan pihak-pihak tertentu. Tekanan tersebut dapat berupa tekanan keuangan, tekanan moral, tekanan lingkungan kerja, serta tekanan lainnya. Terdapat beberapa kondisi umum yang terjadi pada tekanan yang mengakibatkan kecurangan, yaitu financial stability, eksternal pressure, dan financial target. Opportunity merupakan keadaan dimana adanya suatu peluang untuk individu atau organisasi melakukan kecurangan. Kesempatan timbul karena lemahnya pengendalian internal, kurangnya pengawasan, serta tidak adanya rasa memiliki dalam suatu perusahaan. Kesempatan merupakan hal dasar terjadinya kecurangan, karena tanpa adanya kesempatan tetapi terdapat tekanan maka seorang individu atau organisasi tidak berani melakukan kecurangan laporan keuangan, begitu juga sebaliknya. Salah satu faktor yang dapat menciptakan peluang untuk melakukan kecurangan adalah ineffective monitoring. Rationalization adalah keadaan dimana pelaku kecurangan mencari pembenaran atas perbuatannya. Para pelaku kecurangan selalu berusaha mencari pembenaran secara rasional atau masuk akal supaya tidak dicurigai oleh pihak lain. Dengan adanya pembenaran secara rasional maka pelaku kecurangan akan sulit untuk diketahui. Faktor yang dapat terjadinya rasionalisasi kecurangan laporan keuangan yaitu pergantian Tujuan seringnya dilakukan pergantian auditor oleh manajemen perusahaan yaitu untuk menghindari kemungkinan terjadinya pendeteksian kecurangan laporan keuangan yang akan dilakukan oleh auditor terdahulu karena auditor terdahulu dipercaya sudah mengetahui seluk-beluk perusahaan. KAJIAN TEORITIS Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu perusahaan pada periode tertentu. Laporan keuangan dapat disajkan ke dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan modal serta laporan arus kas. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Laporan keuangan dapat mengetahui sejauh mana kinerja suatu perusahaan pada periode tertentu. Menurut Hery . 2: . : Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data \keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan harus dibuat atau dilaporkan dengan jujur, jelas dan mudah untuk dipahami oleh setiap individu atau organisasi. Menurut Rudianto . 9: . : Walaupun perusahaan bergerak dalam bidang usaha yang berbeda tetapi laporan keuangan yang dihasilkan oleh setiap perusahaan harus memenuhi beberapa standar kualitas yang sudah Laporan keuangan yang baik adalah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Menurut Diana dan Setiawati . : Tujuan laporan keuangan yaitu menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat besar bagi sejumlah pengguna unuk mengambil keputusan ekonomi. Laporan keuangan rentan akan terjadinya pemanipulasian laporan keuangan, karena bagi pihak yang mempunyai kepentingan pribadi memanipulasi laporan keuangan adalah hal yang wajar dilakukan oleh banyak orang akan tetapi pemanipulasi laporan keuangan merupakan suatu hal yang melanggar atau melawan hukum karena dapat merugikan pihak lain yang memiliki kepentingan. Kecurangan . adalah suatu tindakan yang disengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab karena sadarkan perbuatan yang telah dilakukan tanpa adanya paksaan dari pihak lainnya. Menurut Zimbelman dan Albrecht . 2: . : Fraud mencakup beragam cara yang dapat digunakan dengan cara kekerasan oleh seorang untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain melalui perbuatan yang tidak benar. Fraud mengandung sifat mendadak, menipu, dan tidak jujur yang digunakan untuk mengelabui seseorang. Fraud merupakan suatu kejahatan yang harus diberantas sehingga tidak merugikan berbagai pihak. Menurut Kumaat . 1: . Ada beberapa cara mendekteksi terjadinya kecurangan . yang pertama yaitu faktor di pihak pelaku, dengan kemampuannya menyiasati sistem atau menutup celaah dari praktek kecurangannya, sehingga menentukan tingkat kerumitan suatu tindak kecurangan. Kedua faktor yang ditentukan oleh kapasitas auditor sendiri, yaitu kemampuannya mengembangkan audit berbasis risiko . isk based audi. dan membangun jaringan informan . udit intelligenc. dengan tetap bersikap hati-hati. Menurut Cressy dalam Karyono . 3: . : Perilaku fraud didukung oleh tiga unsur yaitu adanya tekanan . , kesempatan . , dan pembenaran Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 . Pressure merupakan suatu dorongan untuk melakukan fraud yang terjadi pada karyawan dan oleh manajer. Tekanan dapat berasal dari pihak internal maupun pihak eksternal. Suatu tekanan juga dapat menjadi motivasi bagi seseorang untuk melakukan penipuan, penipuan ini dapat terjadi karena beban keuangan, kebutuhan mendadak, dan keegoisan akan kekayaan. Menurut Karyono . Tekanan dapat terjadi karena adanya tekanan keuangan, kebiasaan buruk, tekanan lingkungan kerja, dan tekanan lainnya seperti tekanan dari istri/suami untuk memiliki barang mewah. Menurut SAS no. 122 dan 128 . 8: . : Terdapat beberapa kondisi umum terjadi pada pressure yang dapat mengakibatkan kecurangan yaitu financial stability, eksternal pressure, dan financial target. Tekanan karena financial stability merupakan hal umum yang mendorong seesorang melakukan kecurangan. Tekanan ini dapat terjadi karena adanya sifat keserakahan, banyaknya hutang, serta kebutuhan uang yang mendadak. Kecurangan dapat terjadi jika manajemen merasa tertekan untuk menjaga kestabilan keuangan Perusahaan yang memiliki kestabilan keuangan dapat dianggap memiliki kinerja perusahaan yang baik, jika perusahaan memiliki kinerja yang baik maka akan memudahkan perusahaan untuk meminjam modal tambahan jika diperlukan. Akan tetapi untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan bukanlah perkara yang mudah. Untuk menajaga kestabilan keuangan pada saat terjadi kesulitan financial memaksa seorang manajeman untuk melakukan pemanipulasian laporan keuangan supaya mendapatkan sumber dana yang baru dan lain sebagainya. Jika semakin besar tekanan yang diberikan maka semakin besar kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan perusahaan yang menunjukan berpengaruh positif. Financial stability diproksikan dengan pertumbuhan aset . karena aset perusahaan dapat menggambarkan apakah keuangan perusahaan dalam keadaan stabil atau tidak dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan yaitu H1: Financial stability berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Tekanan yang kedua adalah tekanan eksternal, tekanan eksternal dapat berasal dari pihak di luar perusahaan seperti investor, bank atau dari pihak kreditor lainnya. Tekanan ini dapat terjadi jika perusahaan tidak mempu mengembalikan pinjamannya. Dengan adanya hutang ini maka pihak manajemen akan berusaha mencari pinjaman baru dengan pihak lain. Manajemen akan melakukan segala cara supaya laporan yang Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 disajikan perusahaan menarik bagi pihak investor ataupun pihak kreditor lainnya. Untuk menampilkan laporan keuangan yang baik tentunya manajemen akan menghalalkan segala cara demi menampilkan laporan keuangan yang sempurna agar dinilai memiliki kinerja yang baik. Terkadang laporan keuangan yang disajikan dengan keadaan yang sesungguhnya dapat mengecewakan bagi pihak yang akan memberikan sumber Dalam upaya menghindari kekecewaan para investor maka pihak perusahaan atau manajemen akan melakukan sedikit modifikasi laporan keuangan sehingga tidak menampikan dengan keadaan yang sebenarnya. Pinjaman dana yang diterima perusahaan dari pihak luar tentunya harus dikembalikan sesuai dengan tempo yang telah disepakati bersama. Perusahaan yang tidak mempu mengembalikan pinjamannya tentunya memiliki tekanan yang besar dari luar perusahaan. Semakin besar tekanan dari pihak perusahaan semakin tinggi tingkat kecurangan yang dilakukan perusahaan karena ingin mendapatkan investor atau sumber dana yang baru, oleh karena itu tekanan eksternal dapat berpengaruh positif. Tekanan eksternal ini dapat diproksikan dengan rasio leverage yang dapat dihitung dengan membandingan total kewajiban dengan total Menurut Fahmi . 1: . Rasio leverage untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang perusahaan. Perusahaan yang memiliki hutang yang tinggi dengan tingkat pengembalian rendah dapat berdampak negatif bagi perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan yaitu: H2: Tekanan eksternal berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Tekanan yang ketiga adalah target keuangan. Target keuangan merupakan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan ataupun pihak lain dengan harapan bagi pihak yang telah ditetapkan target dapat mencapai target tersebut untuk mendapatkan bonus yang lebih besar atau untuk mendapatkan sumber dana baru bagi perusahaan. Manajemen yang berhasil mencapai target tentukan akan menguntungkan bagi dirinya dan juga bagi perusahaan, akan tetapi jika manajemen tersebut gagal dalam mencapai target keuangan maka dapat menjadi tekanan bagi pihak manajemen tersebut. Tekanan yang terjadi karena target keuangan dapat menyebabkan terjadinya kecurangan laporan perusahaan, karena semakin besar target yang diberikan perusahaan atau pihak lain untuk mendapatkan bonus maka semakin tinggi tingkat kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan suatu perusahaan untuk mencapai kepentingan sendiri. Hal ini menunjukan bahwa financial target berpengaruh positif terhadap kecurangan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 laporan keuangan. Tekanan target diproksikan dengan return on asset (ROA) yang dapat dihitung dengan membandingkan laba bersih dengan total aset. Menurut Wahyudiono . 4: . ROA dapat menunjukan sejauhmana laba bersih setelah pajak dapat dihasilkan dari rata-rata seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. ROA yang efektif adalah perusahaan yang memiliki ROA yang tinggi karena Semakin tinggi ROA maka semakin baik kinerja manajemen. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan yaitu: H3: Financial target berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Fraud tidak hanya terjadi pada saat adanya tekanan tetapi dapat terjadi jika adanya suatu peluang untuk melakukan kecurangan. Opportunity merupakan keadaan dimana adanya suatu peluang bagi individu atau organisasi tertentu untuk berbuat kecurangan dalam suatu perusahaan. Para pelaku tidak mungkin bisa melakukan tindakan kecurangan jika tidak adanya peluang bagi pelaku kecurangan. Peluang merupakan hal dasar yang sangat penting terjadinya fraud. Menurut Karyono . Kesempatan timbul karena lemahnya pengendalian internal untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan. Kesempatan juga dapat terjadi karena lemahnya sanksi, dan ketidakmampuan untuk menilai kualitas kinerja. Menurut SAS no. 122 dan 128 . : Salah satu peluang pada kecurangan laporan keuangan yang dapat terjadi adalah ketidakefektifan pengawasan . neffective monitorin. Opportunity diproksikan dengan ineffective monitoring karena fraud dapat diminimalkan salah satunya dengan adanya mekanisme pengawasan yang baik. Perusahaan dengan pengawasan yang baik biasanya dipercayakan kepada komite audit. Karena dengan jumlah komite audit yang besar dapat mengurangi dampak terjadinya kecurangan laporan keuangan. Maka ineffective monitoring dapat dikatakan berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. Ineffective monitoring dapat diproksikan dengan rasio jumlah komisaris indenpenden. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan yaitu: H4: Ineffective monitoring berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. Rasionalisasi adalah keadaan dimana seseorang mencari kebenaran secara rasional untuk mencapai tujuannya sendiri. Menurut Skousen et al . 9: . : Rasionalisasi adalah elemen ketiga dari fraud triangle dan paling sulit untuk diukur. Menurut Suyanto . 9: . : Seseorang yang terlibat dalam penipuan laporan keuangan mampu merasionalisasi tindakan penipuan secara konsisten dengan kode etik mereka. Menurut Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Skousen et al . 9: . : Rasionalisasi pada perusahaan dapat diukur dengan pergantian Rasionalization diproksikan dengan pergantian auditor karena seorang auditor merupakan pihak independen yang dapat melacak terjadinya kecurangan perusahaan. Tingkat pergantian auditor yang tinggi dicurigai bahwa perusahaan terjadi pemanipulasian laporan keuangan, seorang auditor yang sudah lama berada pada perusahaan tersebut dipercaya sudah mengetahui seluk-beluk dari perusahaan tersebut. Sehingga pergantian auditor dapat berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, karena semakin tinggi tingkat pergantian auditor semakin tinggi tingkat kecurangan yang dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan H5: Pergantian auditor berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. METODE PENELITIAN Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah 22 perusahaan subsektor pertambangan batu bara di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang diambil sebesar dua puluh perusahaan dengan kriteria yaitu memiliki kelengkapan data yang dibutuhkan peneliti dari tahun 2013 sampai dengan 2017. Teknik pengambilan sampel yaitu, purposive sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini telah dilakukan eliminasi outlier dengan metode boxplot karena pada saat pengujian normalitas residual terjadi masalah. Hasil penguji normalitas residual menggunakan model Kolmogorov-Smirnov setelah eliminasi outlier boxplot pada perusahaan subsektor pertambangan batu bara menunjukkan bahwa Asymp. Sig. -taile. bernilai 0,086 yang menunjukkan data berdistribusi normal karena lebih dari nilai signifikansi 0,05. Hasil pengujian multikolinearitas, menunjukkan bahwa nilai tolerance pada setiap variabel independen lebih dari 0,10 dimana untuk variabel achange memiliki nilai Tolerace sebesar 0,549, variabel leverage sebesar 0,911, variabel return on assets sebesar 0,550, variabel rasio komisaris sebesar 0,902, dan variabel pergantain auditor sebesar 0,907. Sedangkan untuk nilai VIF setiap masing-masing variabel independen menunjukkan nilai kurang dari 10 dimana untuk variabel achange memiliki nilai VIF Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 sebesar 1,822, variabel leverage sebesar 1,097, variabel return on assets sebesar 1,818, variabel rasio komisaris sebesar 1,109, dan variabel pergantian auditor sebesar 1,103. Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi permasalahan multikolinearitas antar variabel independen. Hasil pengujian heteroskedastisitas dengan metode uji koefisien korelasi SpearmanAos Rho, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi keempat variabel bebas yaitu achange, leverage, return on assets, rasio komisaris, dan pergantian auditor terhadap unstandardized residual masing-masing lebih besar dari 0,05. Nilai signifikansi keempat variabel tersebut secara berturut-turut adalah sebesar 0,803, 0,507, 0,762, 0,623 0,406. Maka heteroskedastisitas pada model regresi. Hasil pengujian multikolinearitas dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 2,405 sedangkan batas atas (DU) pada tabel Durbin-Watson sebesar 1,7746 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah autokorelasi. Hasil koefisien determinasi, menunjukkan nilai sebesar 0,493 menunjukkan bahwa kemampuan achange, leverage, return on assets, rasio komisaris, dan pergantian auditor dalam memberikan penjelasan terhadap perubahan f-score yaitu sebesar 49,3 persen. Sedangkan sisanya yaitu 50,7 persen ditentukan faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil pengujian uji F nilai Fhitung > Ftabel yaitu 17,969 > 2,3273 dan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka model penelitian ini layak diuji, sedangkan pada uji t menunjukkan Financial Stability yang diukur dengan achange adalah sebesar 0,174. Sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara Financial Stability terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini bertolak belakang dengan hipotesis yang telah dibuat peneliti yang menyatakan bahwa financial stability berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Setiawati dengan Buningram . 8: . yang menyatakan bahwa financial stability tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial reporting. Tekanan kestabilan keuangan yang telah terjadi akibat faktor ekonomi yang menyebabkan berubahnya pendapatan atau aset perusahaan tidak akan menyebabkan terjadinya kecurangan keuangan laporan keuangan, karena para manajer tidak serta Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 merta akan melakukan pemanipulasian laporan keuangan untuk menjaga kestabilan Jika seorang manajer melakukan pemanipulasian laporan keuangan maka laporan keuangan tersebut tidak akan mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang Keadaan demikian akan berdampak buruk bagi perusahaan, karena pada saat perusahaan sedang mengalami krisis ekonomi maka perusahaan akan mengalami kesulitan untuk memperoleh dana baru dari pihak eksternal maupun internal. Hasil pengujian hipotesis melalui uji t diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel tekanan eksternal yang diukur dengan leverage adalah sebesar 0,000 dengan koefisien sebesar -1,126. Maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh negatif antara tekanan eksternal terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal ini bertolak belakang dengan hipotesis yang telah dibuat oleh peneliti yang menyatakan bawah tekanan eksternal berperngaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Fimanaya dan Syafruddin . 4: . yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan Perusahaan dapat mengalami kondisi dimana pinjaman yang bertambah maka dana operasional akan meningkat. Peningkatan tersebut juga akan meningkatkan produksi dan penjualan perusahaan sehingga laba dapat meningkat, dengan meningkatnya laba maka tekanan eksternal bagi manajemen menjadi turun sehingga untuk terjadinya kecurangan sangat minim. Variabel financial target yang diukur dengan return on assets adalah sebesar 0,013 dengan koefisien sebesar 1,611. Maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh antara financial target terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis ketiga pada penelitian ini diterima. Hasil penelitian ini dapat didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Nugraheni dan Triatmoko . 7: . yang menyatakan bahwa financial target berpengaruh signifikan terhadap financial statement. Financial target merupakan kondisi dimana perusahaan menargetkan manajer untuk mencapai bonus bagi dirinya. Manajer yang berhasil mencapai target tersebut tentu akan mendapatkan bonus dari perusahaan. Dengan adanya target keuangan yang tinggi yang memungkinkan manajer untuk mendapatkan bonus yang besar maka tingkat kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan semakin tinggi. Oleh karena itu ROA yang rendah akan menyebabkan manajer melakukan kecurangan laporan Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 keuangan dengan memanipulasi laba perusahaan karena ROA yang rendah menunjukan perusahaan tidak mampu mengelola aktiva yang dimiliki dengan sebaik mungkin dengan kata lain target yang diberikan tidak tercapai. Variabel ineffective monitoring yang diukur dengan rasio komisaris adalah sebesar 0,711. Maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh positif antara ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis keempat pada penelitian ini bertolak belakang dengan hipotesis yang sudah dibuat oleh peneliti yang menyatakan ineffective monitoring berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Sihombing dan Rahardjo . 4: . yang menyatakan bahwa ineffective monitoring tidak berpengaruh terhadap financial statement fraud. Secara umum keberadaan dewan komisaris independen akan memberikan dampak bahwa pengawasan pada suatu perusahaan akan semakin objektif dan independen. Akan tetapi adanya dewan komisaris independen hanya pemenuhan regulasi, serta tidak dimaksudkan untuk penerapan good corporate governance (GCG) dalam upaya untuk meningkatkan pencegahan salah saji pelaporan keuangan. Sehingga berapapun jumlah komisaris independen tidak akan mempengaruhi tingkat kecurangan laporan keuangan pada suatu perusahaan. Variabel pergantian auditor yang diukur dengan variabel dummy adalah sebesar 0,111. Maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pergantian auditor terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis pada penelitian ini bertolak belakang dengan hipotesis yang sudah dibuat oleh peneliti yang menyatakan pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang telah dilakukan oleh Sihombing dan Rahardjo . 4: . yang menyatakan bahwa pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap financial statement fraud. Perusahaan yang melakukan pergantian auditor bukan karena perusahaan melakukan pemanipulasian laporan keuangan. Pergantian auditor ini terjadi karena perusahaan merasa kinerja auditor independen sebelumnya sudah tidak bekerja dengan baik yang menyebabkan ketidakpuasan perusahaan. Perusahaan melakukan pergantian auditor ini untuk kepentingan perusahaan dimasa depan karena dengan adanya Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 pergantian auditor diharapkan perusahaan dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dibuat dengan adanya hasil pernyataan opini audit. PENUTUP Setelah dilakukan eliminasi outlier boxplot, data dapat diuji sehingga tidak terjadi permasalahan pada pengujian. Hasil yang didapatkan dalam penelitian adalah tekanan eksternal berpengaruh negatif dan financial target berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Sedangkan financial stability, ineffective monitoring, dan pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dibuat, maka penulis memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar dapat mempertimbangkan menggunakan fraud diamond ataupun fraud pentagon. DAFTAR PUSTAKA