THE ERROR ANALYSIS OF ARABIC GRAMMAR AMONG STUDENTS OF THE ARABIC LANGUAGE AND LITERATURE DEPARTMENT FACULTY OF ADAB AND HUMANITIES UIN SUNAN AMPEL SURABAYA Muhammad Alfa Choirul Murtadho1. Asyrof2 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya1,2 alfaamuhammad18@gmail. com1, acipacop@gmail. Abstract: One of the basic processes of human life development is learning. Therefore, the legitimacy of a process can cause individual qualitative changes towards developing In the language learning process, writing is a part of mastering skills. Still, most students consider writing difficult, so they experience many mistakes. To analyze errors in learning a foreign language, one must pay attention to how it is written. With this analysis, students can identify writing errors describe and explain them for learning development. For these reasons, it is interesting for researchers to study error These include errors in writing excellent and correct Arabic language rules. This research aims to find the mistakes in all aspects of Arabic writing, including incorrect writing forms, causes of errors, and the best solutions to overcome them. The qualitative descriptive method was applied in this research to describe the data analyzed using the error analysis method, a branch of applied linguistics. Data was collected by giving assignments to write essays in Arabic with prepared themes. Keywords: language errors, writing skills, imlaAo Abstrak: Salah satu proses dasar perkembangan kehidupan manusia adalah pembelajaran. Oleh karena itu, legitimasi dari suatu proses dapat menyebabkan perubahan kualitatif individu terhadap perilaku yang berkembang. Dalam proses pembelajaran bahasa, menulis merupakan bagian dari penguasaan keterampilan, namun sebagian besar siswa menganggap menulis adalah kegiatan yang sulit, sehingga banyak mengalami kesalahan terutama dalam hal penulisan. Analisis kesalahan dalam proses pembelajaran bahasa asing sangat perlu diperhatikan cara penulisannya. Dengan analisis tersebut, siswa dapat mengidentifikasi kesalahan penulisan, mendeskripsikan, dan menjelaskannya untuk pengembangan pembelajaran. Dari alasan tersebut menarik bagi peneliti untuk mengkaji analisis kesalahan. Diantaranya kesalahan penulisan kaidah bahasa Arab yang baik dan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan dari segala aspek yang berkaitan dengan penulisan bahasa Arab tentang bentuk penulisan yang salah, penyebab kesalahan, dan solusi terbaik untuk mengatasinya. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan tujuan mendeskripsikan data yang dianalisis menggunakan metode analisis kesalahan yang merupakan salah satu cabang ilmu linguistik terapan. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tugas menulis esai berbahasa Arab dengan tema yang telah disiapkan Kata kunci: Kesalahan Berbahasa. Keterampilan Menulis. ImlaAo PENDAHULUAN Menulis atau Kitabah merupakan salah satu dari keterampilan dalam bahasa Arab. Pembelajaran menulis dalam bahasa Arab adalah keterampilan yang harus dipahami dengan benar karena penulisan bahasa Arab berbeda dengan bahasa lain. Dalam pengembangan kemampuan kepenulisan dalam bahasa arab, dibutuhkan juga kemampuan yang menunjang meliputi pengetahuan mengenai mufrodat atau kosa kata dalam bahasa Arab, qowaAoid atau tata bahasa dalam bahasa Arab sehingga tulisan tersebut mudah dipahami (Hamid, 2010:. ImlaAo dikenal banyak orang sebagai suatu cabang rumpun keilmuan Bahasa arab. Kemampuan penulisan dengan penguasaan imlaAo yang sesuai dengan kaidah sangat diperlukan dalam penulisan bahasa Arab. Al Ghulayani mengatakan jika dalam ilmu Bahasa arab terbentuk dari berbagai rumpun seperti nahwu, sharf. IAorob, balaghoh, badiAo, rasm, bayan, insyaAo ar-rudh, dan matan lughah. Al Ghalayani tidak dengan gamblang mengatakan imlaAo sebagai cabang ilmu, tapi beliau menyebutnya dengan istilah rasm dengan substansi yang sama dengan keterampilan menulis atau imlaAo. Keterampilan menulis dapat diberi arti sebagai keterampilan mengungkapkan atau mendeskripsikan apa yang ada dalam pikiran, mulai dari aspek sederhana hingga Keterampilan Menulis atau dalam bahasa Arab dikenal dengan Maharah alKitabah memiliki komponen khusus yang menjadi titik fokusnya, yaitu kemampuan teknis dan kemampuan produksi. Kemampuan teknis yang dimaksud di sini adalah kemampuan menulis bahasa Arab dengan benar dari segi tulisan . , susunan . awaAoi. , dan penggunaan tanda baca (Hamid, 2011:. Dapat ditarik kesimpulan mengenai imlaAo yang merupakan komponen penting dalam pembelajaran menulis dalam bahasa Arab terutama kemampuan menulis bahasa Arab dengan baik dan benar. Dalam bahasa Arab yang sepadan dengan karakteristiknya baik dalam segi fonologis, morfologis, sintaksis, dan semantiknya, imlaAo sebagai satu dari bagian bahasa Arab sebagai kemampuan yang dianggap tidak mudah bagi sdebagian pembelajar bahasa. Karena bahasa seringkali terdapat perbedaan dalam pengucapan dan penulisannya. Tarigan memaparkan bahwa keasalahan bahasa banyak ditemukan dalam empat bagian yaitu ketidaktahuan kaidah bahasa, penerapan kaidah bahasa yang kurang sempurna, generalisasi bahasa, dan pendapat yang salah tentang bahasa . Tidak bisa dipungkiri, jika seseorang yang belajar bahasa asing akan menemukan berbagai kesulitan yang tentunya bisa ditopang dengan faktor pendorong yaitu keinginan kuat dalam belajar tersebut. Bahasa Arab dikenal akan kekayaan gramatikalnya. Untuk bias menguasainya, nahwu shorof harus benar-benar dipahami oleh pembelajar bahasa Arab, ini dikarenakan ilmu shorof kerap disebut sebagai ibu dan ilmu nahwu sebagai bapak dalam ilmu bahasa Arab. Dari pernyataan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sangat penting mempelajari kedua ilmu tersebut karena ilmu nahwu dan ilmu shorof tidak dapat dipisah dalam pembelajaran bahasa Arab (Busyro 2007:. METODE Metode analisis bahasa adalah menganalisa bahasa dengan patokan yang diapakai oleh pengguna bahasa. Sudaryanto menandai dengan sebutan metode agih yang berarti metode dengan alat penentunya bermula dari bahasa yang bersangkutan Kemudian Tarigan juga memjelaskan enam langkah dalam menganalisis suatu kesalahan bahasa, yaitu: 1. Pengumpulan data kesalahan, 2. Identifikasi dan klasifikasi bentuk kesalahan, 3. Peruntutan kesalahan, 4. Menjelaskan kesalahan, 5. Memperbaiki kesalahan. Salah satu tokoh bahasa yang bernama Corder menjelaskan beberapa langkah dalam menganalisis kesalahan berbahasa yaitu, mengumpulkan data kesalahan berbahasa . ata collectio. , pengidentifikasian kesalahan. dentification and descriptio. , dan menjelaskan kesalahan bahasa beserta pembenarannya. Penelitian ini tercatat sebagai bentuk penelitian analisis kesalahan, yang biasa digunakan oleh tenaga pendidik dengan pengumpulan sampel, penjelasan terhadap kesalahan, mengklasifikasikan bentuk kesalahan, serta evaluasi dan saran atas kesalahan penulisan tersebut (Tarigan, 2011: 60-. Hasil penelitian ini diperoleh melalui data yang diambil dari pemberian materi dalam kegiatan AuAhsanut TarookibAy pada Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya angkatan 2020. Bentuk penelitian ini merujuk pada penelitian terdahulu terhadap analisis kesalahan berbahasa yaitu studi kasus dengan menghimpun dan menganalisis data kemudian merumuskan bantuan pemecahannya (Sukmadinata, 2004: 77-. PEMBAHASAN Kesalahan Berbahasa Sederhananya kesalahan dalam berbahasa dapat diberi arti sebagai bentuk yang menyimpang dari kaidah suatu bahasa baik lisan maupun tulisan. Berkenaan dari kesalahan tersebut. Pateda memberikan tanggapan kesalahan berbahasa bersifat sistematis yang dilakukan oleh peserta didik baik siswa maupun mahasiswa ketika ia menggunakan bahasa atau mempelajari bahasa . Tarigan juga menambahkan pendapat mengenai kesalahan berbahasa, bahwa kesalahan adalah suatu prosedur kerja yang kerap digunakan tenaga pendidik bahasa atau peneliti melalui runtutan pengumpulan sampel, menjelaskan kesalahan tersebut, mengklasifikasi berdasarkan penyebabnya, serta evaluasi dan pemberian saran terhadap kesalahan tersebut (Tarigan, 2011:60-. Pada hakikatnya analisis kesalahan berbahasa termasuk dalam kajian yang dilakukan akademisi dengan tujuan membantu peserta didik agar lebih memahami bahasa kedua. Dengan itu, kajian analisis kesalahan penulisan bahasa arab atau Nahwu & Shorof memiliki tujuan untuk membantu pembelajar bahasa dalam menerapkan kaidah Nahwu & Shorof dengan benar. Objek Analisis No. Arti Fathimah tersenyum padahal dia sedang sakit Jika seseorang tersenyum padahal hatinya sedang bersedih, maka senyumnya tersebut ialah sebaik-baiknya senyuman. Terbitnya fajar di waktu pagi hari ialah sebagai isyarat untuk memulai hari yang lebih baik dari sebelumnya. Bersahurlah, karena di dalam sahur terdapat Aku tersenyum saat melihat wajahmu yang Di bulan Romadhon, sebelum adzan maghrib, orang-orang akan sibuk mendatangkan nampan untuk berbuka puasa. Tersenyumlah! Karena tersenyum itu ibadah. Bersabarlah ! layaknya bunga yang membutuhkan waktu untuk dia mekar dengan Semoga engkau berjalan di atas jalanan yang terisi oleh bunga-bunga. Yaitu : semoga kebahagiaan selalu menyertaimu. Bunga indah yang berwarna-warni bermekaran di taman. Kalimat Bahasa Arab A aI a aIa a e aI aIac aN aI ae eOA a a AuaA aa Aaua eA A eA a e aI a acI Ca eE aNa a aOeI Aa aNaA a A aIA A aIa aNA a AOa eIaO aIacNa Oa ea aaI a eAA a aA aE eA aAEaE eaA ca Aae AaO EA a A auA a a a AaEaOa EAA a a A aE aI eI Ca e aEA a AE aO eO aI a eAA AO a aEaA ca A aacO Aaua acI AaO EA a a a A aA Aa a a aI a eI a aI a aO aO e aNEa E a aIO aEA a aOA a AI E aI e aA a A eN aA a aAEAOa aI Ca aE aA ACA AEA AOA AaOA a AA AIA AEA AOA a AaO eIA aAIA e aA aEA a a a a a AaEAA a AA a AaEA A aI aa aA a aA aI! aE acI aE eA a a eA ANa EacaO a a a aO eC aE aO eN a aEA AEA UAA a a AaOA A a aI UIA a AEaOA AaOA a AO a eI a eI aA a AA a AC aIEaOs aENA s AOA AO a eI aEa eOIa Ec a a aI aEa a a UIA AaOA AIA AaOA a a ca AE eN a a E aIEa acOIaa E aIa OEa a a ac a AaO E a a eOCa aA Kesalahan Nahwu dan Shorof Pada penulisan susunan kalimat Bahasa Arab yang telah kami ambil datanya melalui mahasiswa Angkatan 2020. Prodi Bahasa dan Sastra Arab. Fakultas Adab dan Humaniora. UIN Sunan Ampel Surabaya, dapat dilihat ada beberapa kesalahan dalam penulisan yang telah diletakkan dalam tabel di atas. Sebagian mahasiswa yang telah mengumpulkan tugasnya dalam menyusun kalimat Bahasa Arab yang telah dipisahkan melalui beberapa kosa kata sebagai acuan utamanya, yakni: Kesalahan Nahwu Kata A IOAyang terdapat dalam kalimat nomor 1: A aI a aIa a e aI aIac aN aI ae eOA a a A uaAterdapat kesalahan dalam penulisannya karena seharusnya kalimat tersebut merujuk kepada kata sebelumnya yang berbentuk muannats (A)AIA. Dalam ilmu Nahwu, jika suatu isim yang mempunyai korelasi dengan kata sebelumnya dan isim tersebut berupa munshoref . ang dapat diruba. , maka isim tersebut harus mengikuti gender dari kata sebelumnya. Maka kalimat yang seharusnya ditulis pada kalimat tersebut ialah: e A aIA Ae eO aA a A a aIa a e aI aIac aN aIA a a Aau eA Kata A IOAyang ditambah dengan A( ATaa Marbuto. menunjukkan identitas muannats sebagai rujukannya. Selanjutnya, pada kalimat nomor 2: A IN OI AE INAyang terdapat dalam susunan kalimat : A aIa aNA a A aIA a A eA a e aI a acI Ca eEaNa a aOeI Aa aNa Oa eIaO aIacNa Oa ea aaI a eAA a aA aE eA a a Auaa eA Jika dilihat melalui penulisan mungkin dapat dikatakan benar, namun jika dilihat dari segi harokat dan terjemahnya mungkin berbeda. Jika diartikan dalam segi leterlak, maka kalimat tersebut mempunyai arti AuBahwasanya dia, saat dia tersenyum adalah sebaikbaiknya senyuman diaAy karena mengacu kepada Khobar . dari aamil nawasikh . aktor perusa. A INAyang merujuk kepada fiAoil mudhore . ata kerja yang sedang AOIA. Hal tersebut memunculkan arti yang sangat panjang, yakni : Aubahwasanya dia, saat dia tersenyumAy. Maka kalimat yang pas dalam penulisan tersebut ialah : A aI aA a A aIA a A aINa a eAA a aAuEaA a aA eA a e aI a acI Ca eEaNa a aOeI Aa aNa Oa eIaO a acI eA a a Aaua eA a A aEA Kalimat kata kerja A OIAlebih realavan digunakan, karena kalimat tersebut bisa menjadi isim . ata intrinsi. AIA, dan bisa menghindari kalimat kata kerja yang membutuhkan diskursus agar tidak mengulangi pengucapan dalam bentuk diskursusnya tersebut. Sedangkan kalimat A AE uEIAmenjadi predikat dari kalimat A IAsebagai bentuk relevansif pada kedudukannya dan juga harokatnya berikut juga artinya. SIMPULAN Secara keseluruhan, ada 14 kesalahan dalam penulisan bahasa Arab yang masingmasing terbagi dalam kesalahan nahwiyyah dan sharfiyyah. Dengan memperhatikan penelitian di atas, peneliti memberikan dua aspek saran untuk pengajar dan pembelajar yang meliputi . Diperlukannya perhatian khusus pada materi kuliah yang menyangkut kebahasaan dengan tujuan mengurangi adanya kesalahan seperti materi tentang sifatmausuf, macam-macam fiAoil yang kerap tertukar dalam penggunaannya, dan penguasaan kosakata atau mufrodat. Dilakukannya upaya sebagai penunjangpeningkatan kemampuan berbahasa Arab, terutama dalam aspek menulis, atau bisa dengan intensifitas dalam pembelajaran sharf, nahwu, dan tarjamah. DAFTAR PUSTAKA