JURNAL KESEHATAN MAHARDIKA Journal homepage : w. HUBUNGAN FAKTOR MATERNAL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KARANGAMPEL KABUPATEN INDRAMAYU (Relationship Between Maternal Factors And Baby's Weight Born In The Work Area Of The Karangampel Community Health Center Indramayu Regenc. Sutrisno1. Endah Sari Purbanisngsih2. Citra Setyo Dwi Andhini3 1,2,3,Program Studi Keperawatan STIKes Mahardika Kota Cirebon Email : Sutrisnokep14@gmail. ABSTRACT Background:Neonates are newborn babies, aged 0-28 days. Low birth weight (LBW) is one of the main factors in increasing mortality, neonatal morbidity and disability. Purpose: This study aims to determine the relationship between maternal factors and the weight of babies bornin the work area of the Karangampel Community Health Center. Indramayu Regency. Method:This research method uses descriptive analytic, using a quantitative approach and cross sectional design. The population is all mothers who have given birth in the work area of the Karangampel Community Health Center. Indramayu Regency,the data was obtained from the book records of patients at the Poned UPTD Karangampel Public Health Center. Indramayu Regencyas many as 175 respondents and sampling using Randon Sampling technique obtained 64 respondents. The instrument used in the form of observation sheets, as well as data analysis using the chi square test. Result:The results of the study using chi square statistical test showed that the relationship between maternal factors . aternal ag. and birth weight obtained results of p-value = 011, the relationship of maternal factors . aternal parit. with birth weight obtained results of p-value = 0. 802, while the relationship factor maternal . regnancy distanc. with birth weight obtained results of p-value = 0. Of the three categories of maternal factors, maternal factors . aternal age and gestational distanc. were < = 0. 05, and maternal factors . > = 0. Conclusion:We hope this research can be used as reading material and study materials for students and teachers about the study between maternal factors and birth weight. Keywords: Pregnancy. Neonate. LBW. Maternal Factor. Age of Pregnant Woman. Parity. Distance of Pregnancy. Corresponding Author : Sutrisno E-mail : Sutrisnokep14@gmail. ISSN : 2614-1663 e-ISSN : 2355-0724 Sutrisno. Endah Sari Purbanisngsih. Citra Setyo Dwi Andhini Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 5 No. 2 Desember 2018 PENDAHULUAN Berat badan lahir merupakan salah satu indikator dalam tumbuh kembang anak hingga masa dewasanya dan menggambarkan status gizi yang diperoleh janin selama dalam kandungan. Pada negara berkembang, berat bayi lahir rendah (BBLR) masih menjadi salah satu permasalahan defisiensi zat gizi (Kosim, 2. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR diantaranya adalah faktor ibu yaitu jarak kehamilan, usia ibu pada saat hamil dan melahirkan kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, paritas 1 dan > 4, status gizi ibu pada saat hamil, komplikasi kehamilan, penyakit penyerta saat hamil, dan pemeriksaan kehamilan (Muslihatun, 2. Kasus BBLR di Jawa Barat pada tahun 2014 adalah sebanyak 20. 465 kasus yang tersebar pada kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dan kasus BBLR di Kabupaten Indramayu sebesar 726 kasus atau sebanyak 3,1% (Resume Tabel Profil Kesehatan Jawa Barat. Berdasarkan studi pendahuluan di UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu pada tanggal 24 maret, didapatkan data pada periode mei 2016 sampai april 2017 didapatkan angka kelahiran bayi dengan berat lahir rendah atau kurang dari 2500 gram sebanyak 30 dari 478 kelahiran bayi atau jika direpresentasikan sebesar 6,3% dan 440 kelahiran bayi dengan berat badan lahir normal atau lebih dari 2500 gram atau jika direpresentasikan sebesar 93,7%. Pada Wilayah ini belum diteliti faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kelahiran bayi dengan berat lahir rendah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengidentifikasi penyebab kelahiran bayi dengan berat lahir rendah di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. METODE PENELITIAN Desain dalam penelitian adalah desain deskriptif analitik dan pada penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang pernah melahirkan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu bulan Januari sampai dengan Mei 2018 berjumlah 175 orang, yang kemudian dikelompokan berdasarkan desa yang merupakan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan cluster random sampling, dengan 64 responden yang tersebar di 7 desa yang merupakan wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampe Kabupaten Indramayu. Dalam penelitian ini variabel independen adalah usia, paritas dan jarak kehamilan sedangkan variabel dependen adalah berat bayi lahir. Instrumen berupa observasi melalui data sekunder, dan juga melakukan observasi langsung kepada responden. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Juli 2018. Uji statistik menggunakan uji Chi- Square, kemudian diolah dengan menggunakan SPSS for Windows. Uji chi square (X. dengan tingkat kepercayaan 95% . <0,. untuk melihat hubungan antar variabel HASIL PENELITIAN Faktor Maternal Tabel1. Distribusi Responden Menurut Faktor Maternal(Umur Ibu. Paritas dan Jarak Kehamila. Faktor Maternal . (%) Usia Beresiko (< 20 tahun > 35 17 Tidak Beresiko . tahun - 35 47 Total Paritas Primipara . Multipara . Grandemultipara ( >5 ) Total Jarak Kehamilan Beresiko (Jarak kehamilan 4 kurang dari 2 tahu. Tidak Beresiko (Jarak 60 kehamilan lebih dari 2 Total Distribusi responden dengan presentase terbanyak terdapat pada umur adalah umur yang tidak beresiko . -35 tahu. dengan jumlah 47 responden . ,4%), distribusi responden yang terbanyak pada paritas adalah primipara . eorang ibu yang baru memeliki satu ana. dengan presentasi sebanyak 33 responden . ,6%), dan distribusi responden yang terbanyak pada jarak kehamilan adalah jarak kehamilan yang tidak beresiko . arak kehamilan lebih dari 2 tahu. , dengan jumlah 60 responden . ,8%). Berat Bayi Lahir (BBL) Tabel 2 Distribusi Responden Menurut Berat Bayi Laihr (BBL) Berat Bayi Lahir (%) BBLR 18,75 Tidak BBLR 81,25 Jumlah Distribusi responden menurut berat bayi lahir (BBL), distribusi responden dengan presentase terbanyak terdapat pada responden yang tidak BBLR dengan jumlah 52 responden . ,3%). Hubungan faktor maternal dengan berat bayi lahir di Wilayah Kerja UPTD Volume 5 No. 2 Desember 2018 | Sutrisno. Endah Sari Purbanisngsih. Citra Setyo Dwi Andhini Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 5 No. 2 Desember 2018 Puskesmas Karangampel Indramayu Kabupaten Tabel 3. Hubungan Usia Dengan Berat Bayi Lahir Rendah Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu Berdasarkan tabulasi silang tabel 3 menunjukan bahwa mayoritas usia tidak beresiko dan tidak BBLR yaitu sebanyak 42 responden . ,3%). Berdasarkan hasil uji statistik chi square hubungan faktor maternal . dengan berat bayi lahir menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dengan hasil signifikasi p-value yaitu 0,011 atau alpha 5% . , sehingga dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor maternal . dengan berat bayi lahir. Tabel 5 Hubungan Jarak Kehamilan Dengan Berat Bayi Lahir Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu Berdasarkan tabel 5 menunjukan bahwa mayoritas responden jarak kehamilan yang tidak beresiko yaitu sebanyak 51 responden . ,0%). Berdasarkan hasil uji statistik chi square hubungan faktor maternal . arak kehamila. dengan berat bayi lahir menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima dengan hasil signifikasi p-value yaitu 0,019 atau 0,. hal ini menunjukan bahwa paritas tidak mempunyai hubungan dengan berat bayi lahir diwilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Dilihat dari distribusi frekuensi paritas ibu diketahui bahwa usia yang melahirkan diwilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu tahun 2018 sebagian besar berada pada kategori responden yang pernah melahirkan baru pertama kali atau primipara sebanyak, 27 responden . ,8%) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir > 2500 gram dan 6 responden . ,2%) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir < 2500 gram. Kemudian dengan responden yang pernah melahirkan lebih dari . -4 kal. atau multipara sebanyak, 23 responden . ,1%) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir > 2500 gram dan 5 responden . ,9%) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir < 2500 gram. Dan dengan responden yang pernah melahirkan lebih dari . atau grandemultipara, sebanyak 2 responden . ,7%) melahirkan bayi dengan berat lahir > 2500 gram dan 1 responden . ,3%) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir < 2500 gram. Pada penelitian ini sebagian besar responden yang diteliti ditemukan bahwa ibu yang melahirkan bayi diwilayah kerja Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu adalah ibu yang baru pertama melahirkan atau primipara sebanyak 33 responden . ,56%) yang diamana responden yang melahirkan bayi dengan berat bayi normal sebanyak 30 responden . ,9%), dan ibu yang pernah melahirkan bayi 1-4 kali sebanyak 30 responden . ,88%) yang dimana responden yang melahirkan bayi dengan berat bayi normal sebanyak 29 responden . ,7%). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Veronica Magdalena Pinontoan . Penelitian hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara paritas dengan Volume 5 No. 2 Desember 2018 | Sutrisno. Endah Sari Purbanisngsih. Citra Setyo Dwi Andhini Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 5 No. 2 Desember 2018 kejadian BBLR . = 0,. , dengan distribusi frekuensi paritas ibu beresiko dengan jumlah sebanyak 47,30% dibanding tidak beresiko 61,11%. Berdasarkan hasil penelitian Cynthia Putri H . menunjukan bahwa presentase ibu dengan paritas >2 yang melahirkan bayi BBLR . ,8%) lebih besar dibanding dengan ibu yang memiliki paritas >2 yang melahirkan bayi dengan berat badan normal . ,4%). Hasil uji chi square menunjukan p-value sebesar 0,02, yang berarti p-value < 0,05. Sehingga didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan kejadian BBLR. Menurut Muslihatun . mengemukakan bahwa ibu dengan paritas 1 dan > 4 berisiko melahirkan BBLR, pada primipara terkait dengan belum siapnya fungsi organ dalam menjaga kehamilan dan menerima kehadiran janin, keterampilan ibu untuk melaksanakan perawatan diri dan bayinya serta faktor psikologis ibu yang masih belum stabil, sedangkan ibu yang pernah melahirkan anak empat kali atau lebih karena paritas yang terlalu tinggi akan mengakibatkan terganggunya uterus terutama dalam hal fungsi pembuluh darah. Kehamilan yang berulang-ulang akan menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah uterus, hal ini akan mempengaruhi nutrisi ke janin pada kehamilan selanjutnya, sehingga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan yang selanjutnya akan melahirkan bayi dengan BBLR. Hubungan Jarak Kehamilan dengan Berat Bayi Lahir Berdasarkan hasil analisis bivariat tabel 5. usia mendapatkan nilai p = 0,019 . >0,. hal ini menunjukan bahwa jarak kehamilan mempunyai hubungan dengan berat bayi lahir diwilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Dilihat dari distribusi frekuensi jarak kehamilan diketahui bahwa ibu yang melahirkan diwilayah kerja Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu tahun 2018 sebagian besar menunjukan bahwa jumlah responden yang pernah melahirkan dengan jarak kehamilan yang beresiko yaitu, 1 responden . %) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir > 2500 gram dan 3 responden . %) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir < 2500 gram. Kemudian dengan jarak kehamilan yang tidak beresiko yaitu, 51 responden . %) melahirkan bayi dengan berat bayi lahir > 2500 gram dan 9 responden . %) melahirkan bayi dengan berat bayi < 2500 gram. Pada penelitian ini sebagian besar responden yang diteliti ditemukan bahwa ibu yang melahirkan bayi diwilayah kerja Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu adalah ibu yang mempunyai riwayat jarak kehamilan yang tidak beresiko sebanyak 60 responden . ,8%), yang dimana responden dengan riwayat jarak kehamilan yang tidak beresiko lebih besar melahirkan bayi dengan berat lahir normal daripada berat bayi lahir rendah sebanyak 51 responden . %). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rosmala Nur . , didapatkan bahwa jarak kehamilan merupakan resiko kejadian berat badan lahir Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai OR yaitu 3,231, hal ini menunjukan bahwa jarak kehamilan adalah faktor resiko kejadian berat badan lahir rendah atau dengan kata lain ibu yang yang memiliki jarak kehamilan < 2 tahun beresiko 3,231 kali lebih besar untuk melahirkan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan ibu yang memiliki jarak kehamilan > 2 tahun. Berdasarkan teori yang menyebutkan bahwa jarak kehamilan juga memiliki risiko 14,3% melahirkan BBLR yang memiliki jarak kehamilan O 2 Sedangkan yang memiliki jarak kehamilan Ou 2 tahun sebanyak 85,7% melahirkan bayi yang tidak BBLR. Seorang ibu memerlukan waktu 2 sampai 3 tahun antara kehamilan agar pulih secara fisiologis dan persalinan sebelumnya dan mempersiapkan diri untuk kehamilan berikutnya, semakin pendek jarak antara kehamilan sebelumnya semakin besar risiko melahirkan BBLR, hal tersebut disebabkan karena seringnya terjadi komplikasi perdarahan waktu hamil, partus prematur dan anemia berat. Upaya pencegahan jarak kehamilan yang singkat juga bisa dilakukan dengan ber-KB. Menurut ketentuan yang di keluarkan oleh badan kordinasi keluarga berencana (BKKBN) menyatakan bahwa jarak antara kelahiran yang ideal adalah 3 tahun atau Hal tersebut karena jarak kelahiran yang pendek dapat menyebabkan seorang ibu belum cukup waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah kelahiran sebelumnya, sehingga merupakan salah satu faktor penyebab kelemahan dan kematian ibu dan bayi yang di lahirkan. (Rosmala Nur, dkk, 2. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar umur responden dengan presentase terbanyak terdapat pada umur adalah umur yang tidak beresiko . -35 tahu. dengan jumlah, 47 responden . ,4%). Beberapa responden hampir setengahnya adalah primipara . anya memeliki satu ana. dengan presentasi sebanyak 33 responden . ,6%). Hampir seluruh responden pada jarak kehamilan adalah jarak kehamilan yang tidak beresiko . arak kehamilan lebih dari 2 tahu. , dengan jumlah 60 responden . ,75%) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Hampir seluruhnya responden dengan presentase terbanyak menurut berat bayi lahir (BBL), adalah responden yang memiliki berat bayi lahir normal dengan jumlah sebanyak 52 responden . ,75%) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Ada hubungan antara faktor maternal . sia ibu dan jarak kehamila. dengan berat bayi lahir di wilayah Volume 5 No. 2 Desember 2018 | Sutrisno. Endah Sari Purbanisngsih. Citra Setyo Dwi Andhini Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 5 No. 2 Desember 2018 kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Tidak ada hubungan antara faktor maternal . dengan berat bayi lahir diwilayah kerja UPTD Puskesmas Karangampel Kabupaten Indramayu. Saran Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan bahan kajian bagi mahasiswa dan dosen tentang kajian faktor maternal dan berat bayi lahir (BBL). Penelitian ini dapat digunakan sebagai data awal dalam melakukan penelitian selanjutnya. Upaya lebih meningkatkan program promosi kesehatan khususnya kepada ibu hamil, mengenai upaya pencegahan terhadap kelahiran berat bayi lahir dibawah 2500 gram. DAFTAR PUSTAKA