Al-Misbah Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi I Vol. 21 No. 1 (Januari Ae Juni 2. I P. 57 - 67 MEDIA DIGITAL SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KEAGAMAAN BAGI GENERASI MILLENIAL Irma Yusriani Simamora1. Roudhotunnajah2. Ilya Zahra3. Rini Mayang Sari4. Asmaul Hadisa5. Diki Pratama6 UIN Sumatra Utara, 2UIN Sumatra Utara, 3UIN Sumatra Utara, 4UIN Sumatra Utara, 5UIN Sumatra Utara, 6UIN Sumatera Utara Email: irmayusrianisimamora@uinsu. id, 2roudhotunnajah0103222026@uinsu. ilya0103222042@uinsu. id, 4rini0103222032@uinsu. asmaul0103222030@uinsu. id, 6diki0103222025@uinsu. Keywords Digital Media. Improvement. Religion. Millennials Abstract This study explores the contribution of digital media in strengthening spiritual values among the millennial generation who actively use digital platforms. The method used is a qualitative literature review of various references regarding the function of social media in understanding Islam. The main results show that digital media is effective in spreading spiritual values due to easy access, efficient costs and time, and the ability to reach the right audience. Millennials can quickly find spiritual materials that suit their needs. Digital media also increases religious understanding and awareness through lectures, discussions, and online communities. However, there are risks associated with the spread of inaccurate spiritual information and consumption of instant content that can reduce the depth of spiritual Therefore, the use of digital media needs to be combined with good digital literacy in order to have a positive impact on the development of the religiosity of the millennial generation. Kata kunci Abstrak Media Digital. Peningkatan. Keagamaan. Generasi Millenial Penelitian ini mengkaji peran media digital dalam memperkuat nilainilai spiritual di kalangan generasi milenial yang aktif menggunakan platform digital. Metode yang dipakai adalah tinjauan literatur kualitatif dari berbagai referensi mengenai fungsi media sosial dalam memahami Islam. Hasil utama menunjukkan bahwa media digital memiliki efektivitas dalam menyebarkan nilai spiritual berkat kemudahan akses, biaya dan waktu yang efisien, serta kemampuan untuk mencapai audiens yang tepat. Generasi milenial bisa dengan cepat menemukan materi spiritual yang sesuai dengan kebutuhan Media digital juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran beragama melalui ceramah, diskusi, serta komunitas daring. Namun, ada risiko terkait dengan penyebaran informasi spiritual yang tidak akurat dan konsumsi konten instan yang bisa mengurangi kedalaman pemikiran spiritual. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital perlu Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 dipadukan dengan literasi digital yang baik agar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan religiusitas generasi milenial. Pendahuluan Kemajuan di bidang teknologi dan informasi telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam praktik spiritual. Media, terutama platform digital, kini menjadi komponen penting dalam kehidupan generasi milenial serta anak-anak yang lebih muda, termasuk balita. Generasi ini lebih aktif dalam mencari pengetahuan melalui internet, media sosial, dan platform digital Akses yang mudah ini memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan pemahaman tentang agama dengan lebih cepat . Di era milenial atau masa kini, media sosial sering menjadi sorotan karena dianggap memainkan peran penting dalam pembentukan karakter bangsa. Salah satu ciri khas generasi milenial adalah ketergantungan tinggi pada internet serta tingkat literasi informasi yang baik. Kemajuan internet telah menciptakan dunia tanpa batas, di mana hampir segala hal dapat diakses dengan mudah. Namun, informasi yang tersedia, baik yang benar maupun yang salah, begitu melimpah. Oleh karena itu, diperlukan kehatihatian dalam memilih sumber informasi yang dapat dipercaya. Media sosial, dengan pengaruhnya yang besar terhadap cara individu memahami dan mengamalkan ajaran agama, terutama di kalangan mahasiswa, menyediakan akses luas ke konten keagamaan. Maka dari itu, pengembangan kurikulum dan metode pengajaran harus adaptif terhadap perubahan ini, sambil tetap menjaga nilai-nilai moral dan agama dalam pendidikan Islam. Banyaknya situs web yang menyediakan informasi keislaman sejalan dengan meningkatnya kebutuhan generasi milenial akan pengetahuan mengenai Islam. Mereka memanfaatkan berbagai situs ini untuk memperluas wawasan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ingin mereka ketahui, mulai dari sejarah dan akidah hingga fikih ibadah dan muamalah. Kehadiran situs-situs keislaman tersebut sangat membantu dalam menjawab berbagai persoalan sehari-hari. 2 Generasi milenial kini dihadapkan pada tantangan untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai keagamaan di tengah lingkungan yang cepat berubah dan dinamis. Pendekatan pembelajaran tradisional yang terkadang terasa statis dan kurang relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari justru berpotensi menimbulkan rasa bosan dan keengganan untuk terlibat. Namun, pemanfaatan media digital oleh generasi milenial dapat memberikan berbagai keuntungan yang signifikan. Melalui penggunaan aplikasi mobile, video pembelajaran interaktif, dan platform daring, suasana belajar menjadi lebih menarik dan Dengan pendekatan yang memanfaatkan grafis, animasi, dan simulasi, materi Rida Faizah dan Maftuhah Maf Tuhah. AuPeran Media Sosial Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam di Kalangan Generasi MilenialAy. MUMTAZ: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. 4 No. : 39 Joko Santoso. AuMedia Baru dan Otoritas Keagamaan Generasi Milenial MuslimAy. MAARIF. Vol. 17 No. : 89 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 keagamaan dapat disajikan dengan cara yang lebih menarik dan membantu dalam memahami konsep-konsep agama dengan lebih mudah. 3 Oleh karena itu, dapat diperkirakan bahwa ilmu agama akan semakin dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh lebih banyak segmen masyarakat, terutama di kalangan generasi milenial. Dalam hal ini, generasi milenial perlu menyadari dan memahami pentingnya menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Hal ini bukan hanya untuk menyebarkan kebaikan, tetapi juga untuk mendorong orang lain agar mengikuti jalan yang benar serta menunjukkan komitmen mereka kepada Allah SWT. Berbagai penelitian tentang peran media sebagai pendukung dalam dunia agama telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Dalam konteks penelitian ini, kami akan menyajikan beberapa studi yang telah ada untuk menjelaskan posisi dari penelitian yang akan kami laksanakan. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Mabrur . berfokus pada penguatan dan pengembangan materi dakwah di pesantren. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kajian kepustakaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan perlunya lingkungan pesantren untuk melakukan transformasi dakwah ke ranah digital (Mabrur dan Hairul, 2. Meskipun secara umum sudah banyak yang memulai proses transformasi dakwah di dunia digital, masih banyak yang perlu dilakukan. Kedua, studi yang dilakukan oleh Pusat Kajian Agama dan Budaya (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan bahwa kaum milenial muslim mempersepsikan dakwah di masjid sebagai sesuatu yang kurang relevan dengan isu-isu yang mereka hadapi. Banyak dari mereka menganggap dakwah konvensional di masjid tidak menarik, karena topik yang diangkat cenderung membosankan dan tidak memenuhi kebutuhan mereka. Kini, semakin banyak muslim milenial yang beralih ke kajian agama secara online, yang menawarkan tema ceramah yang lebih ringan, mudah dipahami, dan kontekstual dengan semangat serta kerinduan mereka akan pemahaman yang lebih dalam. Melalui platform daring, mereka menemukan jawaban yang lebih tepat untuk permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, metode ini juga lebih praktis dan efisien, memungkinkan mereka untuk mengakses informasi kapan saja dan di mana saja. Fenomena ini muncul karena generasi milenial memiliki keterikatan yang kuat dengan internet. Oleh karena itu, media sosial menjadi sahabat sekaligus tempat bertanya bagi mereka dalam proses belajar agama. Lalu salah satu penelitian yang menarik perhatian adalah karya Iwan Ariyanto . yang berjudul "Dakwah Modern Pada Era Digital". Penelitian ini mengkaji Legi Aulia Putri dan Ulva Rahmi. AuPemanfaatan Media Digital Untuk Meningkatkan Minat Belajar PAI Pada Generasi MilenialAy. Faedah: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia. Vol. 2 No. : 28 Erwan Efendi. Maulana Adzi Fatin dan Nur Fadilla Sari. AuDaya Tarik Media Digital sebagai Media Dakwah untuk Generasi MilenialAy. VISA: Journal of Vision and Ideas. Vol. 3 No. : 10421043 5 Abdul Wahid. Irfan Abubakar dkk. AuMASJID ERA MILENIAL: Arah Baru Literasi KeagamaanAy (Jakarta:CSRC. UIN Jakarta, 2. : 157 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 bagaimana Pondok Pesantren Terpadu Al Multazam di Kuningan. Jawa Barat, telah memasuki ranah digital melalui platform YouTube (Wahyudin. Wawan. Ariyanto. Nugroho, 2. Diharapkan, kehadiran mereka di dunia digital ini dapat menjadi pedoman dalam praktik beragama di masyarakat luas. Lebih dari sekadar media dakwah, platform ini juga berfungsi sebagai ruang informasi yang bermanfaat bagi para alumni pondok pesantren (Wahyudin. Wawan. Ariyanto. Nugroho, 2023, p. Menyajikan penelitian-penelitian sebelumnya menjadi penting untuk membedakan penelitian ini dengan yang telah ada, serta untuk memahami posisi penelitian ini dalam konteks yang lebih luas. Penelitian ini akan mengkaji perkembangan media digital sebagai basis dalam kegiatan keagamaan bagi generasi milenial. Secara khusus, fokusnya tidak hanya terbatas pada aktivitas penyampaian keagamaan, tetapi juga mencakup berbagai media yang menyediakan informasi tentang agama. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki peran media digital sebagai fondasi dalam memperkuat prinsip-prinsip agama Islam di kalangan kaum milenial. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan model dakwah berbasis digital bagi generasi milenial. Diharapkan hasil kajian ini bermanfaat untuk mengembangkan peran media digital sebagai pijakan dalam meningkatkan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, diharapkan dapat memberikan alternatif model dakwah digital yang relevan untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta tuntutan masyarakat, khususnya generasi milenial. Artikel ini disusun dengan pendekatan riset pustaka . ibrary researc. dan analisis terhadap fenomena dakwah di dunia maya. Pendekatan riset pustaka atau kajian literatur ini dilakukan dengan membaca dan mengumpulkan referensi serta teori yang berkaitan dengan isu penelitian dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dokumentasi, dan informasi yang tersedia di internet. Selanjutnya, pengolahan data dalam penelitian ini menerapkan metode deskriptif-analitis, yaitu model penelitian yang berusaha mendeskripsikan, mendata, menganalisis, dan menginterpretasikan kondisikondisi yang ada, sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta yang terkait dengan dakwah digital dan generasi milenial. Hal ini diharapkan memberikan gambaran kepada lembaga pesantren agar lebih responsif dalam menyikapi peluang dan tantangan era digital sebagai alat dakwah. Metode Penelitian Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah melalui tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari jurnal, buku, artikel, dan laporan penelitian yang berkaitan dengan peran media sosial dalam pemahaman agama Islam. Dalam studi ini, analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan serta memahami kontribusi media digital dalam pendidikan Islam, khususnya dalam menguatkan pemahaman agama di kalangan generasi milenial. Metode ini memungkinkan penulis untuk menganalisis berbagai konten di media digital yang berhubungan dengan ajaran Islam dan bagaimana konten tersebut diterima oleh audiens. Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 Analisis dimulai dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, baik primer maupun sekunder, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan laporan riset yang berkaitan dengan penggunaan media sosial dalam dakwah dan pendidikan agama Islam. Sumbersumber ini dipilih karena kredibilitas dan relevansinya terhadap tema yang sedang diteliti. Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah melakukan klasifikasi dan kategorisasi konten. Data akan dikelompokkan berdasarkan jenis media sosial, seperti YouTube. Instagram, dan TikTok, serta jenis konten yang berhubungan dengan pemahaman agama Islam, seperti ceramah, video singkat, kutipan Al-Qur'an, dan diskusi. Kategori-kategori ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dan dampaknya terhadap audiens. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini akan melaksanakan serangkaian langkah validasi. Pertama, data yang akan digunakan diambil dari sumber-sumber yang kredibel, seperti jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer review, buku dari penerbit terpercaya, dan artikel yang ditulis oleh para ahli di bidangnya. Pemilihan sumber-sumber ini bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang diperoleh adalah sahih dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Selanjutnya, akan dilakukan triangulasi data dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber yang berbeda, seperti penelitian sebelumnya, artikel di media sosial, dan literatur ilmiah, guna mengevaluasi konsistensi serta kesesuaian data yang terakumulasi. Hasil dan Pembahasan Generasi milenial, yang sangat dekat dengan teknologi digital, telah menjadikan media sosial dan berbagai sumber informasi online sebagai alat pembelajaran. Ini termasuk dalam mempelajari Islam, yang banyak diperoleh dari platform digital seperti blog dan terutama YouTube. Bagi generasi milenial, citra seorang pemuka agama seringkali ditentukan oleh popularitasnya serta seberapa sering mereka muncul di media massa, media elektronik, televisi, dan internet. Banyak kalangan muda menjadikan tokohtokoh ini sebagai referensi untuk mendapatkan informasi yang mereka idolakan. Tokoh agama yang ramah terhadap teknologi lebih mudah diterima karena dapat dijangkau dengan mudah kapan saja dan di mana saja. Namun, kehadiran media sosial juga telah mengurangi peran pendidikan agama dalam keluarga, lembaga pendidikan, bahkan Peran Media Digital dalam Penyebaran Nilai-Nilai Keagamaan Teknologi era digital dan media sosial telah mengubah cara penyebaran dan akses terhadap agama. Dengan hadirnya teknologi digital, kini terdapat peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan keterlibatan aktif, serta Chaider S. Bamualim dkk. AuKaum Muda Muslim Milenial: Hibridasi Kultural. Konservatisme, dan Tantangan RadikalismeAy (Jakarta: Center for The Study of Religion and Culture (CSRC), 2. : 8990 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 meningkatkan efisiensi dalam menyebarkan ajaran agama. Media sosial menjadi kunci dalam penyebaran agama di era digital ini. Peran media sosial tidak hanya berpengaruh pada perubahan gaya hidup, tetapi juga pada pola hidup masyarakat. Kemudahan interaksi sosial saat ini banyak dipengaruhi oleh kemampuan berkomunikasi yang ditawarkan oleh media sosial. Namun, perlu dicatat bahwa interaksi sosial di dunia nyata bisa mengalami penurunan, karena orang tidak lagi perlu bertemu secara langsung untuk Oleh karena itu, media sosial telah memengaruhi berbagai aspek struktur sosial dan budaya di masyarakat, dengan memberikan dampak baik maupun buruk. Dengan demikian, seharusnya media sosial tidak hanya dipandang sebagai alat komunikasi semata, tetapi juga sebagai sarana yang memiliki kekuatan besar dalam menyebarkan berbagai informasi kepada publik. Era digital memberikan berbagai peluang yang luas bagi kegiatan dakwah. Perkembangan teknologi tidak mengganggu ajaran Islam karena ajaran Islam bersifat widespread dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Selama kita mematuhi prinsipprinsip yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, kita dapat mengaplikasikan ajaran Islam di era milenial melalui digital ini. Para pendakwah di era milenial harus menjaga integritas dan ethical dalam menyebarkan informasi di media sosial, tidak boleh menyebarkan informasi yang palsu atau hoaks9. Peran media digital dalam penyebaran nilai-nilai keagamaan diantaranya: Lebih mudah diakses Menggunakan teknologi ini memungkinkan pesan keagamaan diserahkan lebih cepat, lebih tepat dan lebih efektif. Namun, keberhasilan Da'wah di media sosial di sangat bergantung pada kemampuan Dai untuk menyampaikan pesan etika yang relevan dan relevan dari. Dalam jangka panjang, media sosial dapat menjadi alat utama untuk distribusi terintegrasi nilai -nilai agama dan distribusi. 10 Pemanfaatan media sosial, situs web, aplikasi mobile, dan platform video sebagai sarana dakwah digital memberikan fleksibilitas yang luar biasa dalam menyebarluaskan nilai-nilai keislaman. Konten dakwah dapat disajikan dalam berbagai format, mulai dari teks, gambar, audio, hingga video, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih menarik dan mudah Selain itu, interaktivitas yang ditawarkan oleh media digital memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara dai dan audiens, menciptakan diskusi yang lebih dinamis dan mendalam mengenai ajaran Islam. Dengan keberadaan media sosial, penyebaran dakwah Islam semakin meluas, mampu menjangkau lebih banyak orang. Syifa Kholis Fadhilah dkk. AuPeran Media Sosial dalam Penyebaran Nilai-Nilai Islam di Era GlobalisasiAy. Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan. Bahasa dan Ilmu Sosial. Vol. No. Tahun 2025: 8 Nurul Hidayatul Ummah. AuPemanfaatan Sosial Media Dalam Meningkatkan Efektivitas Dakwah di Era DigitalAy. Jurnal Manajemen Dakwah. Vol. X No. 1 2022: 151-169 9 Andy Riski Pratama dkk. AuDakwah Digital Dalam Penyebaran Nilai-Nilai Islam di Era DigitalAy. TABAYYUN: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam. Vol. 5 No. 1 2024:50 10 Ely Suwaibatul Aslamiyah dan Maratus Zakiatul Ilmiyah. AuPeran Media Sosial Dalam Aktivitas DakwahAy. Al-MaquroAo: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam. Vol. 5 No. 2 2024: 126 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 Namun, kita harus tetap waspada agar dakwah ini tidak hanya terfokus di tempat ibadah atau majelis ilmu saja. Umat Muslim sebaiknya memanfaatkan platform digital dengan bijak untuk menyebarkan pesan dakwah yang penuh kasih sayang, bukan melalui kebencian atau tindakan kekerasan. Efisiensi biaya dan waktu Perkembangan teknologi telah memudahkan semua orang untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi tanpa terhalang oleh jarak dan waktu. Dalam konteks dakwah, para daAoi kini dapat memanfaatkan podcast melalui berbagai platform media sosial, salah satunya adalah aplikasi Spotify. Dengan adanya era digital ini, mereka diberikan kesempatan untuk menyebarkan ajaran Islam ke mana saja tanpa kendala 11 Media digital telah mengubah cara penyampaian dakwah menjadi lebih efisien, baik dari segi biaya maupun waktu. Dengan adanya media ini, para dai atau lembaga dakwah tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran besar untuk menyewa tempat, mencetak buku, atau mengadakan acara fisik. Di sisi lain, audiens pun kini dapat mengakses materi dakwah kapan saja tanpa harus hadir secara langsung. Cukup dengan sekali produksi konten, seperti video atau artikel, pesan dakwah bisa tersebar luas dan dapat diakses terus-menerus oleh banyak orang tanpa batasan ruang atau waktu. Segmentasi terhadap audiens Teori komunikasi dakwah menekankan pentingnya penyampaian pesan Islam yang jelas, tepat, dan relevan bagi audiens. Dengan adanya integrasi teknologi digital, pesan dakwah kini dapat menjangkau khalayak yang lebih luas dalam waktu yang lebih singkat melalui berbagai alat digital yang efisien. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana merancang konten dakwah yang tetap otentik sambil menyesuaikan dengan format digital, seperti video pendek, gambar, atau teks di media sosial, tanpa mengurangi makna spiritualnya. Dalam konteks ini, penggunaan media dan cara penyampaian pesan menjadi aspek utama dalam perencanaan dakwah di era digital. Adaptasi konten dakwah dengan karakteristik media digital merupakan cara yang efektif untuk mencapai audiens dengan lebih tepat. Dalam teori komunikasi dakwah, sangat penting untuk menyesuaikan pesan dengan kebutuhan dan kondisi audiens. Di era digital, audiens memiliki kebiasaan dan ekspektasi yang berbeda, cenderung lebih menyukai konten yang cepat, ringkas, visual, dan mudah dibagikan. Oleh karena itu, perencanaan dakwah harus memperhatikan bagaimana konten dapat dikemas dalam format yang sesuai dengan karakteristik media digital, tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Ini mencakup pemanfaatan infografis. Ayu Inggi Mubarokah dkk. AuModernisasi Dakwah Melalui Media Podcast di Era DigitalAy. Jurnal Al Burhan Staidaf Vol. 2 No. 2 2022: 7 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 video singkat, serta kutipan dari Al-Qur'an dan Hadis yang dapat menjadi viral di media Platform sosial telah menjadi elemen yang sangat penting dan memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Sebagian besar individu memperoleh berita dan informasi melalui platform sosial ini. Hal ini salah satunya disebabkan oleh aksesibilitas yang cepat. Oleh sebab itu, media sosial generasi milenial perlu dikembangkan menjadi sarana dakwah untuk menyebarkan banyak kebaikan kepada publik dengan penyajian berita yang tidak provokatif, menjadikan media dakwah digital sebagai wadah dakwah Islam yang penuh kasih sayang, serta menanamkan kedamaian kepada sesama umat Muslim maupun non-Muslim di Indonesia. Pengaruh Media Digital dalam Meningkatkan Nilai Keagamaan Perkembangan teknologi saat ini memberikan dampak yang signifikan terhadap model dakwah, yang semakin pesat dan dinamis. Salah satu tren utama di era milenial adalah penggunaan media digital, yang menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi. Dakwah sendiri merupakan usaha untuk menyeru, mengajak, dan mendorong orang lain untuk melakukan kebaikan. Agar tujuan ini tercapai, penting bagi dakwah untuk memanfaatkan semua instrumen komunikasi yang ada dengan baik. Jika tidak, dakwah bisa tertinggal dan semakin lambat, yang pada akhirnya akan berpengaruh negatif terhadap akhlak dan moral generasi milenial. Era digital telah merevolusi cara orang berinteraksi dan berkomunikasi, termasuk dalam konteks keagamaan. Saat ini, banyak orang lebih memilih mencari informasi tentang agama secara online dibandingkan mengandalkan otoritas keagamaan tradisional. Namun, hal ini juga membawa risiko, karena dapat membuka peluang bagi penyalahgunaan informasi serta penyebaran ajaran-ajaran yang keliru atau ekstrem. Dari hasil penelitian yang dilakukan, media digital memiliki pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif Media digital telah memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap nilainilai keagamaan generasi milenial, dengan mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik. Platform ini berfungsi sebagai sarana belajar tentang agama, menghubungkan hubungan antarmanusia . , berbisnis, tempat untuk berdakwah, serta media untuk bertukar ide. Selain itu, media digital juga mampu memotivasi dan dimanfaatkan untuk berbagai tujuan positif lainnya. Selain itu, generasi milenial juga dapat bergabung dengan 12 Fauzan Delasta Bramantyo. Mahmuddin dan Muh. Wahid Alansur. AyIntegrasi Teknologi Digital Dalam Dakwah: Proses dan TantanganAy. Jurnal Pendidikan Tambusai. Vol. 8 No. 3 2024: 4344343444 Reza Mardiana. AuDaya Tarik Dakwah Digital Sebagai Media Dakwah Untuk Generasi MilenialAy. Komunida: Media Komunikasi dan Dakwah. Vol. 10 No. 2 2020: 148-158 Risky Rahman Fadillah. Dhiou Budi Alfarizy dan Arya Rafaendra. AuAgama dan Era Digital: Tantangan dan Peluang dalam Mempertahankan Nilai-Nilai KeagamaanAy. Journal Islamic Education. Vol. No. 2,2024: 300 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 grup-grup Telegram atau Whatsapp yang terpercaya untuk mendiskusikan berbagai masalah yang belum terpecahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka akan memperoleh solusi dan jawaban yang diharapkan. Motivasi yang didapat dari akun-akun tersebut tentu saja dapat meningkatkan semangat pengguna dalam mempelajari ilmu agama, baik secara online maupun melalui pertemuan Ilmu yang telah diperoleh kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari dan dibagikan kepada lingkungan sekitar. Paparan ini juga dapat memengaruhi cara berpikir, interaksi sosial, serta cara pandang mereka terhadap kehidupan sehari-hari. Pengaruh negatif Media sosial memiliki kemampuan unik untuk mendekatkan yang jauh dan sekaligus menjauhkan yang dekat. Sikap acuh tak acuh terhadap interaksi langsung dapat menimbulkan dampak negatif, seperti terisolasi dari informasi terkini, menjadi perbincangan publik, dan mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Kekuatan media sosial bagi generasi milenial saat ini sangatlah signifikan. Berbagai hal menarik disajikan dengan kemasan yang memikat, sehingga pengguna seringkali terpengaruh dan terus mencari hal baru. Media sosial ibarat gula yang menarik perhatian semut. daya tarik ini membuat generasi milenial menghabiskan banyak waktu di depan layar. Keseruan yang ditawarkan oleh media sosial membuat mereka lebih betah di rumah ketimbang beraktivitas di luar. Beragam hiburan, kreativitas, permainan, kesempatan bersosialisasi, hingga berbelanja hadir di platform ini. Akibatnya, ruang interaksi langsung dengan orang lain semakin menyusut hingga menjadi sangat jarang. Kebiasaan ini terus-menerus berlangsung, yang pada gilirannya menciptakan kecenderungan anti-sosial dalam diri generasi milenial. Pengaruh negatif dapat berdampak buruk terhadap nilai-nilai keagamaan generasi Perubahan ini membuat generasi milenial, yang sebelumnya bersikap wajar dalam masyarakat, menjadi kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, mereka juga menjadi kurang disiplin dalam menjalani aktivitas dan menunjukkan perilaku yang kurang sopan saat berinteraksi, baik dengan orang yang lebih tua maupun sesama. Kesimpulan Media digital memiliki dampak besar dalam penyebaran ajaran keagamaan di kalangan generasi muda milenial. Dengan aksesibilitas yang tinggi, efektivitas biaya dan waktu, serta kemampuan untuk menyesuaikan materi berdasarkan demografi audiens, media digital berfungsi sebagai alat yang efektif untuk menghubungkan generasi muda dengan nilai-nilai agama. Pengaruh positif dari media digital dapat dilihat dari adanya peningkatan kesadaran spiritual, pembukaan dua arah ruang belajar yang lebih luas, dan terbentuknya komunitas keagamaan secara online. Namun, media digital juga membawa Febrizka Alya Rahma. Hary Soedarto Harjono dan Urip Sulistyo. AuProblematika Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis DigitalAy. Jurnal Basicedu. Vol. 7 No. 1 2023: 603-611 16 Andre Pebrian Perdana dan Winardi Yusuf. Au ITE Tentang Efek Media Sosial Terhadap Generasi MilenialAy. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbang. Vol. 8 No. 3: 303-305 Irma Yusriani Simamora Media Digital Sebagai Basis Peningkatan Keagamaan Bagi Generasi Millenial Jurnal Al-Misbah Vol. 21 No. Jan-Juni 2025: pp 57-67 tantangan seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan kecenderungan untuk mengonsumsi konten secara cepat tanpa pemahaman yang mendalam. Oleh sebab itu, penting untuk mengembangkan literasi digital keagamaan agar generasi milenial bisa memanfaatkan media digital dengan bijak, kritis, dan produktif untuk meneguhkan nilainilai spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Referensi