Volume 1 No 2 : p. E-ISSN : Open Acces MEDIDENJ : Medial and Dental Journal Literature Review : Efektivitas Pemberian Obat Antidiabetes Terhadap Penurunan Gula Darah Pada Pasien Diabetes Literature Revie : Effectiveness of Giving Antidiabetic Drugs to Reduce Blood Sugar In Diabetes Patients Lintang Fajar1*. Natalia Arini Wilujeng2. Cholida Fauziah3 Prodi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya *Koresponden Lintang Fajar. Address: Prodi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya , email : fajarlintang440@gmail. Abstrak Pemakaian obat yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan biaya pengobatan dan efek samping obat (ADA, 2. Medication error pada pasien DM terus menimbulkan komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas terapi obat antidiabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode pencarian informasi dan data dilakukan menggunakan metode literature research. Pencarian yang telah terpublikasi sebagai pustaka dicari dengan kata kunci Auefektivitas terapi obat antidiabetesAy dan Aupenurunan gula darah pada pasien diabetes melitusAy. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi obat antidiabetik efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Obat antidiabetik yang umum digunakan meliputi metformin, sulfonilurea, thiazolidinedione. GLP-1 agonis, dan insulin. Efektivitas OAD bervariasi tergantung pada jenis obat, dosis, dan kepatuhan pasien, sehingga pemilihan obat antidiabetik harus didasarkan pada profil risiko pasien dan harus dipantau secara teratur oleh tenaga Kata Kunci : Diabetes melitus, obat antidiabetes, efektivitas Abstract The irrational use of drugs can lead to increased medical costs and drug side effects (ADA. Medication errors in DM patients continue to cause complications. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of antidiabetic drug therapy on reducing blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. The method of searching for information and data was carried out using the literature research method. Searches that have been published as literature are searched with the keywords "effectiveness of antidiabetic drug therapy" and "blood sugar reduction in patients with diabetes mellitus". The results of the study show that antidiabetic drug therapy is effective in reducing blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. Commonly used antidiabetic drugs include metformin, sulfonylureas, thiazolidinedione. GLP-1 agonists, and insulin. The effectiveness of OADs varies depending on the type of drug, dosage, and patient compliance, so the selection of antidiabetic drugs should be based on the patient's risk profile and should be monitored regularly by medical personnel. Keywords: Diabetes melitus, antidiabetic agent, effectiveness PENDAHULUAN Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis dari karbohidrat, lipid dan lemak yang diakibatkan dari defisisiensi insulin dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia . eningkatan glukosa darah diatas ambang norma. Defisiensi insulin ini disebabkan karena kurangnya produksi insulin oleh sel-sel kelenjar -pankreas, dapat juga karena rusaknya sel-sel kelenjar -pankreas yang disebabkanoleh tumor, virus, ataupun penyakit Selain itu juga dapat dikarenakan terjadi resistensi reseptor insulin atau jumlah reseptor insulin yang berkurang (Mas Ulfa and Arfiana, 2. Prevalensi Medident Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 1 No 2 : p. penduduk menjadi 19,9% atau 111,2 juta orang pada umur 65-79 tahun. Angka diprediksi terus meningkat hingga mencapai 578 juta di tahun 2030 dan 700 juta di tahun Indonesia berada pada peringkat ke tujuh di antara 10 negara dengan jumlah penderita terbanyak, yaitu sebesar 10,7 juta. Indonesia menjadi satusatunya negara di Asia Tenggara pada daftar tersebut, sehingga dapat diperkirakan besarnya kontribusi Indonesia terhadap prevalensi kasus diabetes di Asia Tenggara (Safitri, 2. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menyebabkan peningkatan biaya pengobatan dan efek samping obat (ADA, 2. Medication error pada pasien DM terus menimbulkan komplikasi. Pada fase akut, komplikasi diabetes disebabkan oleh gangguan metabolisme seperti hipoglikemia atau hiperglikemia, sedangkan pada fase lanjut penyakit ini disebabkan oleh kerusakan mikrovaskular dan makrovaskular (WHO. Komplikasi mikrovaskular meliputi retinopati, neuropati, dan nefropati, sedangkan komplikasi makrovaskular meliputi penyakit arteri koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Menurut laporan, komplikasi diabetes di Indonesia umumnya bermanifestasi sebagai neuropati, penyakit jantung koroner. Referensi Judul Artikel ulkus diabetik, retinopati, dan nefropati. Salah satu faktor yang berperan besar dalam terjadinya komplikasi penyakit DM adalah penggunaan obat yang tidak tepat (Moh. Rasyid Kuna et al. , 2. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas terapi obat. METODE PENELITIAN Informasi dan data yang dipakai pada review jurnal ini berasal dari jurnal-jurnal Metode pencarian informasi dan data dilakukan menggunakan metode literature Pencarian yang telah terpublikasi sebagai pustaka dicari dengan kata kunci Auefektivitas terapi obat antidiabetesAy dan Aupenurunan gula darah pada pasien diabetes melitusAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Literature review yang digunakan dikelompokkan data-datanya yang sejenis sesuai dengan hasil yang dinilai untuk menjawab tujuan dengan menggunakan metode naratif. Artikel yang sudah sesuai dengan inklusi dikumpulkan menjadi satu dan diringkas meliputi nama peneliti, tahun terbit, judul, metode dan hasil penelitian sebagai Metode Penelitian Hasil Penelitian (Udayani and Perbedaan Efektivitas Meriyani. Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Tunggal Dengan Kombinasi Pada Pasien DM Tipe 2 Di UPT Puskesmas Dawan II Kabupaten Klungkung Periode November 2015 Ae Pebruari 2016 Penelitian Hasil pada pengukuran gula antidiabetik oral tunggal kombinasi glibenklamid dengan metformin pada pasien DM tipe 2 di UPT. Puskesmas II Kabupaten Klungkung periode November 2015 Ae pebruari 2016 (Sebayang , 2. Penelitian merupakan jenis non eksperimen dengan metode deskriptif. et Efektivitas Kerasionalan Pemberian Antidiabetik Pengobatan Oral Pasien Diabetes Militus Tipe 2 di Hasil diberikan obat dengan jenis obat insulin ada 14 Penelitian ini orang . ,4%) dan merupakan jenis non pasien Medident Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 1 No 2 : p. Referensi Judul Artikel Metode Penelitian Hasil Penelitian Rawat Inap Penyakit eksperimental diberikan metrofin. Dalam RSUD Deli dengan Serang Lubuk Pakam dekskipti Tahun 2020 (Fitri Dwi Wijayanti and Lia Dewi Faridah, 2. Profil Peresepan Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Karawang Penelitian Hasil peresepan jenis obat berdasarkan golongan obat diabetes militus yang paling banyak glimepiride, dan obat kombinasi yang paling (Moh. Rasyid Analisis Penggunaan Kuna et al. Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Gogagoman Tahun Penelitian merupakan jenis non Hasil Diabetes Militus %), %), %), %), dan kombinasi metformin & . %). Rasionalitas pengobatan Diabetes Militus tipe 2 Puskesmas gogagoman tahun 2022 Berdasarkan indikasi, 68%, tepat obat 69%, tepat pasien 75% & 77% tepat (Mas Ulfa and Efektivitas Arfiana, 2. Penggunaan Oral Antidiabetes Kombinasi Glimepiride Dengan Pioglitazone Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Penelitian Observasional, dengan pengambilan Hasil bahwa kombinasi OAD Pioglitazone pasien DM tipe 2 efektif glukosa darah pada pasien DM tipe 2. (Mulyani. Hubungan Penelitian ini Hasil Kepatuhan Dengan merupakan jenis non bahwa kombinasi yang Keberhasilan Terapi eksperimenal dengan paling Medident Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 1 No 2 : p. Referensi Judul Artikel Metode Penelitian Hasil Penelitian Berbasis Kombinasi cross sectional. Insulin Dan Obat Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin digunakan long acting insulin dengan alfa glucosidase inhibitor. (Azizah, 2. Perbandingan antidiabetik oral pada mellitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit AuXAy Kota Jambi Rancangan penelitian yang diterapkan yaitu cross sectional. Data dihimpun berdasar pada lembar resep rawat jalan yang di dalamnya tercantum medical record di Rumah Sakit AuXAy Kota Jambi sesuai kriteria inklusi dari bulan Mei sampai Juli tahun 2019 Metformin darah penderita DM tipe 2 rawat jalan pada Rumah Sakit AuXAy Kota Jambi. Selain itu tidak ada perbedaan yang glukosa darah penderita DM tipe 2 rawat jalan pada Rumah Sakit AuXAyKota Jambi. (Wulandari Kesesuaian Melati, penggunaan melitus di puskesmas x Palembang Ainun Wulandari*. Resi Sukma Melati Termasuk penelitian rancangan deskriptif dengan mencatat data Ae penelitian dari rekam medik pasien yang Puskesmas Palembang periode JanuariAeDesember Rasionalitas kesesuaian pemilihan obat dan dosis obat antidiabetik Puskesmas Palembang Tahun 2020 Perkeni didapatkan kesesuaian obat dan dosis sebesar (Fakultas Kedokteran Program Studi Farmasi Termasuk dalam non dengan pendekatan Penggunaan digunakan pada pasien diabetes melitus tipe II Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Pasien Medident Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 1 No 2 : p. Referensi Judul Artikel Metode Penelitian Universitas Rawat Jalan Di diambil Lampung et Puskesmas Pasir retrospektif. , 2. Sakti Tahun 2019 Febriana. Efektivitas Antidiabetik Laela, dkk Oral Tunggal Dan Kombinasi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di RSUD Caruban Pada beberapa artikel ulasan ini, membahas mengenai efektifitas obat antidiabetik pada pasien diabetes melitus. Pada tabel 1, dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa persentase penderita diabetes melitus tipe 2 berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih mendominasi . %) dengan rentang usia 56-65 lebih mendominasi . %) dan tanpa disertai komplikasi . %) namun setelah dianalisa tidak terdapat perbedaan efektivitas pada pengukuran gula darah puasa pada penggunaan obat antidiabetik oral tunggal glibenklamid dan kombinasi glibenklamid dengan metformin pada pasien DM tipe 2 di UPT. Puskesmas II Kabupaten Klungkung. Pada tabel 2, berdasarkan data hasil penelitian diatas menunjukan bahwa dari 72 responden yang pemberian antidiabetik oral tepat indikasi ada 47 orang . ,3%) tidak tepat ada 25 orang . ,7%) pemberian obat Hasil Penelitian secara dipuskesmas pasir sakti berdasarkan PERKENI 2015 dilihat dari kriteria tepat indikasi sebesar 97,5%, sebesar 98,75%, tepat interval waktu, dan kepatuhan pengambilan obat sebesar 100%. Data0diambil Rekam Medis bulan Desember Data yang diambil pasien, umur pasien, jenis kelamin, hasil Antidiabetik Oral selama perawatan di RSUD dr. Soedono Madiun Efektivitas gula darah sewaktu Antidiabetik Metformin. Metformin kadar gula darah dengan rata-rata rawat inap Sedangkan unuk kombinasi yang mampu menurunkan kadar gula darah rata-rata lama rawat inap 10 hari yaitu antidiabetik oral tepat obat tepat ada 72 orang . ,0%) dan tepat pasien tepat ada 72 orang . ,0%) tepat dosis tepat ada 46 orang . ,9%), tidak tepat ada 36 orang . ,1%) dengan demikian jumlah yang paling banyak dari responden tepat indikasi yakni ada 47 orang . ,3%), tepat obat ada 72 orang . ,0%), tepat pasien ada 72 orang . ,0%) dan tepat dosis ada 46 orang . ,9%). Pada karakteristik berdasarkan jenis kelamin menunjukan persentase tertinggi peresepan adalah pasien perempuan dengan jumlah pasien 92 orang . ,60%) dibandingkan dengan pasien laki-laki dengan jumlah pasien 65 orang . ,40%). Karakteristik berdasarkan peresepan adalah pasien usia Ou 55 tahun dengan jumlah sebanyak 79 orang dengan persentase 50,32%. Persentase peresepan penggunaan obat diabetes mellitus berdasarkan Medident Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 1 No 2 : p. golongan yang paling banyak diresepkan yaitu golongan sulfonilurea sebanyak 147 resep . ,74%), golongan biguanida sebanyak 85 resep . ,12%), golongan Alpa Glukosidase Inhibitor sebanyak 7 resep . ,90%), dan golongan Sodium Glucose Co-Trasporter 2 sebanyak 3 resep . ,24%). Persentase peresepan jenis obat berdasarkan golongan obat diabetes mellitus yang paling banyak diresepkan yaitu glimepiride sebanyak 133 . ,96%). Pesentase penggunaan obat diabetes mellitus berdasarkan obat kombinasi yang paling banyak diresepkan yaitu glimepiride dikombinasikan dengan metformin sebanyak 66 resep . ,49%). Pada tabel 4, hasil menunjukkan pasien diabetes melitus di puskesmas gogagoan didominasi pada jenis kelamin perempuan . %) dan pada rentang usia 46-65 tahun . %) dan penyakit komorbid terbesar pada hipertensi . %). Pengobatan diabetes melitus tipe 2 menggunakan metformin . %), glimepiride . %), glibenklamid . %), metformin & glimepiride . %), dan kombinasi metformin & glibenklamid . %). Rasionalitas pengobatan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gogagoman tahun 2022 Berdasarkan pengobatan pasien antidiabetes tepat indikasi, 68%, tepat obat 69%, tepat pasien 75% & 77% tepat dosis. Pada tabel 5, menunjukkan bahwa pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2 didominasi pasien dengan jenis kelamin perempuan . %) sedangkan karakteristik usia didominasi rentang usia 46-55 tahun . %) menurut (Permenkes, 2. hal ini dikarenakan rentang usia tersebut termasuk dalam kategori lanjut usia awal sehingga beberapa fungsi organ tubuh mengalami Hasil analisa hasil didapatkan OAD pioglitazone pada pasien DM tipe 2 efektif dalam mengontrol glukosa darah pada pasien DM tipe 2 dengan parameter GDP pre-post dan GD2PP pre-post setelah 6 bulan terapi pada 30 pasien DM tipe 2, dengan nilai =0,00 yang lebih kecil dari tabel yaitu 0,005. Pada menunjukkan kategori usia pasien yang mendominasi penyakit diabetes melitus adalah 55-65 . %), dan didominasi jenis kelamin laki-laki . %) serta menggunakan terapi kombinasi satu insulin dengan satu obat antidiabetik oral sebanyak 14 orang . %) dimana kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi long acting insulin dengan alfa glucosidase inhibitor yaitu sebanyak 5 orang . %). Terdapat hubungan yang positif dan kuat serta signifikan antara kepatuhan dengan keberhasilan terapi . =0,783, p<0. Pada tabel 7, didapatkan hasil olah data bahwa pasien diabetes melitus didominasi jenis kelamin 45-64 . %) hal ini sesuai American Diabetes Association usia lebih dari 50 adalah terbanyak dengan diabetes tipe 2 glimepirid maupun metformin efektif dalam penurunkan gula darah penderita DM tipe 2 rawat jalan pada Rumah Sakit AuXAy Kota Jambi. Selain itu tidak ada perbedaan yang ditemukan efektivitas glimepirid dan metformin dalam penurunkan kadar gula darah penderita DM tipe 2 rawat jalan pada Rumah Sakit AuXAy Kota Jambi Pada tabel 8, dilakukan terhadap gambaran pengguaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus di Puskesmas X Palembang Tahun 2020 didaatkan hasil bahwa obat antidiabetik yang digunakan adalah metformin, glimepirid dan glibeklamid. Dimana obat yang sering digunakan yaitu obat tunggal . dan obat kombinasi . etformin glimepiri. Rasionalitas kesesuaian pemilihan obat dan dosis obat antidiabetik di Puskesmas X Palembang Tahun 2020 dengan pedoman Perkeni 2019 didapatkan kesesuaian obat dan dosis sebesar Pada tabel 9. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin pasien diabetes melitus tipe II paling banyak yaitu pada jenis kelamin perempuan sebanyak 57 pasien . ,25%) dan laki-laki sebanyak 23 pasien . ,75%). Berdasarkan usia paling banyak pada usia lansia 46-65 tahun sebanyak 65 pasien . ,25%), dan manula >65 tahun sebanyak 7 pasien . ,75%), dan dewasa akhir 35-45 tahun sebanyak 8 pasien . %). Penggunaan obat antidiabetik yang digunakan pada pasien diabetes melitus tipe II dipuskesmas pasir sakti periode 2019 berdasarkan PERKENI 2015 dilihat dari kriteria tepat indikasi sebesar 97,5%, tepat obat sebesar 98,75%, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat interval waktu, dan kepatuhan pengambilan obat sebesar 100%. Pada tabel 10, didapatkan hasil bahwa efektivitas terkendalinya kadar gula darah sewaktu dengan penggunaan Antidiabetik oral tunggal yaitu Metformin. Metformin mampu menurunkan kadar gula darah dengan rata-rata Medident Journal | https://ejournal. id/index. php/jkk/index Volume 1 No 2 : p. rawat inap 6. Sedangkan unuk antidiabetik oral kombinasi yang mampu menurunkan kadar gula darah rata-rata lama rawat inap 10 hari yaitu metformin dan glibenklamid. KESIMPULAN Berdasarkan literature review ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi obat antidiabetik efektif menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Metformin, sulfonilurea, thiazolidinedione. GLP-1 agonis, dan insulin adalah obat yang efektif dalam mengendalikan diabetes melitus. Pemilihan jenis obat harus sesuai dengan profil risiko pasien dan dimonitoring secara berkelanjutan oleh tenaga Faktor kepatuhan pasien harus diterapkan untuk memaksimalkan tujuan terapi. Faktor lain seperti pola hidup sehat dan edukasi pasien tentang pemeliharaan dan penagaan berperan dalam pengelolaan diabetes. Studi lanjutan dapat meneliti manfaat jangka panjang, efek samping, dan komplikasi diabetes mellitus untuk ilmu pengetahuan yang semakin mandala UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan literature review ini, semoga bermanfaat bagi sesama. DAFTAR PUSTAKA1