Vol 3 No. 1 Januari 2026 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 236 - 242 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/1gfcta36 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI TEKSTIL Gita Afrillia Aulinaa. Sugeng Priyanto b* a Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Manajemen. 2131510634@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta. Indonesia b Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Manajemen. priyanto@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta. Indonesia Sugeng Priyanto * Penulis Korespondensi: ABSTRACT This study aims to determine the effect of Liquidity. Solvency. Activity, and Profitability variables on Firm Value in Textile Industry Companies. The population used in this study is Textile Industry Companies listed on the Indonesia Stock Exchange with a research observation period of 2020-2024. Sample selection uses a purposive sampling method based on certain criteria adjusted to the objectives of the research problem. The number of samples used in this study was 10 from 22 companies. The data analysis technique used in this study was Multiple Linear Regression Analysis with the SPSS version 26 program tool. The results of this study indicate that solvency and activity have a positive and significant effect on firm value. While liquidity and profitability do not have a significant effect on firm value. Keywords: Liquidity. Solvency. Activity. Profitability. Company Value Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Likuiditas. Solvabilitas. Aktivitas, dan profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Industri Tekstil. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Industri Tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan penelitian tahun 2020 Ae2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan masalah penelitian. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 dari 22 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini Analisis Regresi Linear Beganda dengan alat bantu program SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa solvabilitas dan aktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Sedangkan likuiditas dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Likuiditas. Solvabilitas. Aktivitas. Profitabilitas. Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Dalam lima tahun terakhir, industri tekstil mengalami dinamika yang signifikan baik di tingkat global maupun nasional. Secara global, peningkatan nilai pasar industri tekstil didorong oleh pertumbuhan permintaan produk sandang, kemajuan teknologi seperti otomatisasi dan smart textiles, serta perubahan preferensi konsumen menuju produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun, industri tekstil juga dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain tekanan terhadap lingkungan akibat penggunaan serat sintetis, praktik overproduksi dalam fast fashion, serta isu keadilan dalam sistem ketenagakerjaan. Oleh karena itu, banyak negara mulai menerapkan strategi circular economy dan sustainability guna meminimalkan dampak negatif industri tekstil terhadap lingkungan dan sosial. Di Indonesia, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam perekonomian nasional, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai Hal ini tercermin dari meningkatnya nilai investasi sektor tekstil dari Rp24,6 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp27,9 triliun pada tahun 2023, serta pertumbuhan volume ekspor sebesar 7,34% pada Naskah Masuk 5 Januari 2026. Revis 7 Januari 2026. Diterima 8 Januari 2026. Terbit 9 Januari 2026 Gita Afrillia Aulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 236 Ae 242 triwulan pertama tahun 2024. Meskipun demikian, industri tekstil nasional masih menghadapi tantangan yang cukup berat, seperti masuknya barang impor ilegal, rendahnya tingkat modernisasi mesin produksi, serta meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Tercatat lebih dari 14. 000 pekerja sektor tekstil terdampak efisiensi industri akibat melemahnya permintaan global dan domestik, sehingga menuntut perusahaan untuk lebih adaptif dan efisien dalam mengelola kinerja usahanya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, perusahaan tekstil dituntut untuk mampu meningkatkan nilai perusahaan sebagai cerminan kinerja dan prospek usaha di mata investor. Nilai perusahaan dapat diukur melalui Price to Book Value, yang menunjukkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku perusahaan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi nilai perusahaan adalah kinerja keuangan, yang tercermin melalui rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signaling Theor. Teori ini digunakan untuk menjelaskakn bahwa pada dasarnya laporan keuangan dimanfaatkan perusahaan untuk memberi sinyal positif maupun negative kepada pemakainya. Teori sinyal merupakan salah satu teori pilar dalam memahami manajemen keuangan, teori sinyal berkaitan dengan pemahaman mengenai bagaimana suatu sinyal sangat bernilai atau bermanfaat sementara sinyal lainnya tidak berguna. Secara umum teoori sinyal dapat diartikan sebagai syarat yang dilakukan oleh perusahaan kepada investor. Teori sinyal dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada investor. Tujuan dari sinyal sinyal ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi perusahaan kepada pihak luar sehingga membantu dalam pengembalian Keputusan investasi . Nilai perusahaan Nilai perusahaan merupakan nilai yang tercermin dari indikator nilai pasar saham dan sangat dipengaruhi oleh adanya peluang investasi yang dimiliki perusahaan. Peluang investasi tersebut dapat memberikan sinyal positif mengenai pertumbuhan perusahaan di masa depan, sehingga mampu meningkatkan nilai Nilai perusahaan dapat tercermin melalui harga saham, di mana semakin tinggi harga saham maka semakin besar tingkat pengembalian yang diterima investor, yang pada akhirnya menunjukkan semakin tingginya nilai perusahaan sejalan dengan tujuan utama perusahaan untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham . Dalam penelitian ini, nilai perusahaan diukur menggunakan indikator Price to Book Value. Tingginya nilai Price to Book Value. mencerminkan keyakinan pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai dan memberikan keuntungan di masa depan . Berikut ini adalah rumus perhitungan Price to Book Value: Likuiditas Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti utang usaha, utang dividen, dan utang pajak, sehingga mencerminkan kondisi keuangan jangka pendek Dalam penelitian ini, likuiditas diukur menggunakan Current Ratio, yaitu rasio yang membandingkan total aset lancar dengan total utang lancar untuk mengetahui sejauh mana perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya . Berikut ini adalah rumus perhitungan Current Ratio: Solvabilitas Rasio solvabilitas atau leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang, sehingga menunjukkan besarnya beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan total aktivanya. Dalam pengertian yang lebih luas, rasio solvabilitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, apabila perusahaan mengalami likuidasi atau dibubarkan . Dalam penelitian ini, solvabilitas diukur menggunakan Debt to Equity Ratio, yaitu rasio yang membandingkan Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Industri Tekstil (Gita Afrillia Aulin. Gita Afrillia Aulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 236 Ae 242 pendanaan yang berasal dari kreditur dengan pendanaan yang berasal dari pemegang saham. Berikut ini adalah rumus perhitungan Debt to Equity Ratio : Aktivitas Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai tingkat efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk mendukung kegiatan operasional pada tingkat penjualan Tingkat aktivitas aset yang rendah dapat mengakibatkan adanya kelebihan dana yang tertanam dalam aktiva sehingga penggunaan sumber daya menjadi kurang optimal . Dalam penelitian ini, rasio aktivitas diukur menggunakan Total Asset Turnover, yaitu rasio yang digunakan untuk menilai efektivitas seluruh aset perusahaan dalam menghasilkan penjualan. Berikut ini adalah rumus perhitungan Total Asset Turnover: Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu serta mencerminkan tingkat efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Rasio ini juga digunakan untuk membandingkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang berasal dari aktivitas penjualan, aset, maupun ekuitas berdasarkan ukuran tertentu . Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur menggunakan Return on Asset, yaitu rasio efisiensi yang menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total aset yang dimilikinya, sehingga dapat menggambarkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Berikut ini adalah rumus perhitungan Return on Asset: Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran dalam penelitian ini disusun sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Dari gambar kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis yang dapat disusun sebagai berikut : H1 : Likuiditas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. H2 : Solvabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. H3 : Aktivitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. H4 : Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 236 - 242 Gita Afrillia Aulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 236 Ae 242 METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian berikut digunakan populasi pada Perusahaan industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020-2024. Kriteria dalam sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diproleh sampel sebanyak 10 perusahaan dari 22 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabel yang diteliti. Persamaan regresi linier berganda dapatdinyatakan sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 Keterangan : Y = Nilai Perusahaan = Konstanta 1,2,3, 4 = Koefisien Regresi Variabel masing Ae masing = Likuiditas = Solvabilitas = Aktivitas = Profitabilitas HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Descriptive Statistics Tabel 1. Descriptive Statistics Nilai_Perusahaan Mean Std. Deviation Likuiditas Solvabilitas Aktivitas Profitabilitas Sumber : Hasil Outpus SPSS Berdasarkan tabel 1 diatas. dapat dijelaskan bahwa jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 data Variabel dependen Nilai Perusahaan memiliki nilai mean sebesar 1. 79046 dengan hasil standar deviasinya sebesar 5. Variabel Likuiditas memilik inilai mean sebesar 1. 78612 dengan hasil standar deviasinya sebesar 2. Variabel Solvabilitas memiliki nilai mean sebesar 5. 35596 dengan hasil standar deviasinya sebesar 16. Variabel Aktivitas tmemiliki nilai mean . 73972 dengan hasil standar deviasinya sebesar . Variabel Profitabilitas memiliki nilai mean sebesar -. 04670 dengan hasil standar deviasinya sebesar . 2 Pengujjian Hipotesis Uji t Tabel 2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Likuiditas Solvabilitas Aktivitas Profitabilitas Dependent Variable: Nilai Perusahaan Standardized Coefficients Beta Sig. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Industri Tekstil (Gita Afrillia Aulin. Gita Afrillia Aulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 236 Ae 242 Sumber : Hasil Outpus SPSS Bedasarkan tabel 2 dapat diketahui hasil pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebagai Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel Likuiditas sebesar 0. 717 lebih besar 05 . 717 > 0. , maka artinya H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikansi variable Solvabilitas sebesar 0. 046 lebih kecil dari 0,05 . ,046< 0,. , maka artinya H0 ditolak dan H2 diterima. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikansi variable Aktivtas sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05 . ,002 < 0,. , maka artinya H0 ditolak dan H3 diterima. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikansi variable Profitabilitas sebesar 0,164 lebih besar dari 0,05 . ,164 > 0,. , maka artinya H0 diterima dan H4 ditolak. Uji F Tabel 3 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Nilai_Perusahaan Predictors: (Constan. Profitabilitas. Solvabilitas. Likuiditas. Aktivitas Sumber : Hasil Outpus SPSS Sig. Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui nilai signifikansi sebesar 0,005 < 0,05 maka model fit atau layak untuk digunakan dalam penelitian 3 Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan tabel 2 di dapat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut berikut : Nilai Perusahaan = -141. 041_Likuiditas 0. 029_Solvabilitas 2. 539_Aktivitas 371_Profitabilitas Berdasarkan tabel 2 di dapat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut berikut : Dari persamaan regresi linier berganda dapat dijelaskan sebagai berikut: Konstanta sebesar . 910 menjelaskan bahwa apabila semua variable independen (Likuiditas. Solvabilitas. Aktivitas,dan Profitabilita. diasumsikan nilainya nol, maka besarnya tingkat Nilai Perusahaan sebesar 141. Variabel Likuiditas diperoleh nilai koefisien sebesar 0,041 artinya jika variabel Solvabilitas. Aktivitas, dan Profitabilitas nilainya tetap dan Likuiditas mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0,041. Variabel Solvabilitas diperoleh nilai koefisien sebesar 0,029 artinya jika variabel Likuiditas. Aktivitas, dan Profitabilitas nilainya tetap dan Solvabilitas mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0,029. Variabel Aktivitas diperoleh nilai koefisien sebesar 2. 539 artinya jika variabel Likuiditas. Solvabilitas, dan Profitabilitas nilainya tetap dan Aktivitas mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 2. Variabel Profitabilitas diperoleh nilai koefisien sebesar 1,371 artinya jika variabel Likuiditas. Solvabilitas, dan Aktivitas nilainya tetap dan Profitabilitas mengalami kenaikan 1 satuan, maka Nilai Perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 1,371. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Januari 2026, pp. 236 - 242 Gita Afrillia Aulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 236 Ae 242 4 Analisis Detreminasi Tabel 4. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Profitabilitas. Solvabilitas. Likuiditas. Aktivitas Dependent Variable: Nilai_Perusahaan Sumber : Hasil Outpus SPSS Berdasarkan tabel 4 pada tabel model summary dapat diketahui nilai RA (Adjusted R Squar. adalah 0,057 atau 5,7%, yang artinya Likuiditas. Solvabilitas. Aktivitas, dan Profitabilitas mampu mempengaruhi Nilai Perusahaan sebesar 5,7% sisanya sebesar 94,3% . % - 5,7%) ditentukan oleh faktor variabel lain diluar penelitian ini. 5 Intepretasi Hasil Penelitian Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek belum menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menilai nilai perusahaan pada sektor ini. Kondisi likuiditas selama periode penelitian cenderung stabil, sehingga tidak memberikan sinyal yang cukup kuat untuk memengaruhi persepsi pasar dan pada akhirnya kurang mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian. , . yang menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, khususnya ketika tingkat likuiditas berada pada kondisi wajar dan tidak mengalami fluktuasi signifikan. Namun demikian, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan temuan . yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Solvabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Bahwa perusahaan tekstil yang memiliki tingkat solvabilitas yang baik mampu mengelola struktur permodalannya secara efisien, baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan tersebut dapat meminimalisir risiko keuangan, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong kenaikan harga saham yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Berdasarkan signaling theory, tingkat solvabilitas yang sehat dipersepsikan sebagai sinyal positif oleh pasar karena mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang stabil dan prospektif, sehingga menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian . yang menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun demikian, temuan ini tidak sejalan dengan penelitian . yang menemukan bahwa solvabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Aktivitas Terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan seluruh aset secara efektif untuk menghasilkan penjualan mencerminkan kinerja operasional yang baik, sehingga berdampak pada peningkatan laba dan nilai perusahaan. Berdasarkan signaling theory, tingkat aktivitas yang tinggi dipersepsikan sebagai sinyal positif oleh investor karena menunjukkan efisiensi penggunaan aset dan prospek perusahaan yang menjanjikan, yang pada akhirnya mendorong minat investasi dan peningkatan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian . yang menyatakan bahwa aktivitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun demikian, temuan ini tidak sejalan dengan penelitian . , . yang menemukan bahwa aktivitas tidak berpengaruh terhadap nilai Perusahaan Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Bahwa tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba belum menjadi faktor utama yang Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Industri Tekstil (Gita Afrillia Aulin. Gita Afrillia Aulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 3 No. 236 Ae 242 dipertimbangkan investor dalam menilai nilai perusahaan pada sektor tekstil. Tidak signifikannya pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan diduga disebabkan oleh kondisi profitabilitas selama periode penelitian yang relatif stabil, sehingga tidak memberikan sinyal yang cukup kuat bagi pasar untuk memengaruhi persepsi investor. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan . yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun demikian, hasil ini tidak sejalan dengan penelitian . , . , . , . yang menemukan adanya pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat variabel independen yang dianalisis pada perusahaan industri tekstil, hanya solvabilitas dan aktivitas yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan likuiditas dan profitabilitas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Maka peneliti memberi saran bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi nilai perusahaan serta memperluas periode dan objek penelitian agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan representatif. DAFTAR PUSTAKA