Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu https://siducat. org/index. php/dawuh ISSN-ONLINE: 2722-7898 DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 88-92 This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International DAWUH DaAowah & Education Journal Peran Penyuluh Agama Dalam Mencegah Prilaku Agresif Remaja di Desa Bayung Kepahiang Amanda Rosa Amalia1. Mutiah2. Zubaidah3. Nela Yusniarti4. Timi Krismonia5 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu12345 rosaamanda0907@gmail. com1, mutiah0923@gmail. com2, zubaidah03@mail. yusniartinela23@gmail. com4, krismoniatimi@gmail. Abstract Emotional development in adolescence is a critical period in individual development. Aggressive behavior refers to intentional actions with the purpose of causing harm or injury to others. Adolescence is a critical phase that connects childhood with adulthood. Researchers conducted observations and interviews in Bayung Village. Kepahiang. With the aim of getting some accurate information and how the role of religious instructors in preventing aggressive behavior in adolescents there. The research conducted used a qualitative approach that refers to a research process that collects descriptive data both orally and in writing about individuals and observed behavior. The research was conducted using purposive sampling technique, which is a technique taken by setting certain characteristics in the selection of informants. In this study, researchers took 2 informants in Bayung Village. Kepahiang. With criteria, including: . extension workers who have overcome teenagers with aggressive behavior, . extension workers who have provided material in the form of preventing children who have aggressive behavior, . teenagers who behave aggressively. Based on interviews with religious counselors in Bayung Village. Kepahiang, several conclusions can be drawn regarding the role of religious counseling in preventing aggressive behavior in adolescents. Religious counseling provides a deep understanding of the moral and ethical values taught in religious teachings. Keywords: role of religious instructors. aggressive behavior. Abstrak Perkembangan emosional pada masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan individu. Perilaku agresif mengacu pada tindakan yang disengaja dengan tujuan menyebabkan kerugian atau melukai orang lain. Masa remaja adalah fase kritis yang menghubungkan masa anak-anak dengan kedewasaan. Peneliti melakukan observasi dan wawancara di Desa Bayung. Kepahiang. Dengan tujuan untuk mendapatkan beberapa informasi yang akurat serta bagaimana peran penyuluh agama dala mencegah prilaku agresif pada remaja disana. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merujuk pada suatu proses penelitian yang mengumpulkan data deskriptif baik secara lisan maupun tertulis tentang individu-individu dan perilaku yang diamati. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik yang diambil dengan menetapkan ciri-ciri tertentu dalam pemilihan Pada penelitian ini, peneliti mengambil 2 informan di Desa Bayung. Kepahiang. Dengan kriteria, antara lain: . penyuluh yang pernah mengatasi anak remaja dengan prilaku agresif, . penyuluh yang pernah memberikan materi berupa pencegahan anak yang mempunyai prilaku agresif, . remaja yang berprilaku agresif. Berdasarkan wawancara dengan penyuluh agama di Desa Bayung. Kepahiang, dapat diambil beberapa kesimpulan terkait peran penyuluhan agama dalam mencegah perilaku agresif pada remaja. Penyuluhan agama memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan dalam ajaran agama. Kata Kunci: peran penyuluh agama. prilaku agresif. PENDAHULUAN Penyuluh Agama Islam, menurut istilah "penyuluh" berasal dari kata "suluh" yang mengandung arti sebagai penerang, atau dalam konteks komunikasi penyiaran Islam, merujuk pada individu yang bertugas untuk memberikan penerangan. Sementara itu, dalam konteks agama, "penyuluh" berasal dari kata "al WadAou" yang menggambarkan proses penyampaian ajaran Amanda Rosa Amalia1. Mutiah2. Zubaidah3. Nela Yusniarti4. Timi Krismonia5 | 89 Islam oleh individu yang memiliki keahlian dalam bidangnya untuk memberikan arahan, pencerahan, serta bimbingan kepada masyarakat secara luas, baik dalam bentuk pembinaan maupun pemberdayaan. (Andrian, 2. Penyuluh memegang peran yang signifikan dalam mencegah perilaku agresif di masyarakat. Salah satu aspek penting dari peran mereka adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan penyelesaian konflik secara damai. Penyuluhan yang dilakukan mencakup pengenalan dan penekanan pada pentingnya resolusi konflik tanpa Mereka membantu individu untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif serta strategi penyelesaian konflik yang meminimalisir tingkat agresi. Selain itu, penyuluh juga berperan dalam memberikan informasi tentang cara mengelola emosi dengan bijak. Mereka membantu masyarakat dalam memahami dampak negatif dari perilaku agresif terhadap diri sendiri dan orang lain. Dengan mengajarkan teknik-teknik pengendalian diri, penyuluh membantu individu dalam mengelola emosi yang dapat memicu tindakan agresif. Mereka juga mendorong praktikpraktik yang mempromosikan kesadaran diri terhadap emosi serta pemahaman bahwa ekspresi emosi yang konstruktif lebih bermanfaat dalam menghadapi konflik. Penyuluh memiliki peran dalam memperkenalkan pola pikir yang mempromosikan perdamaian dan kesetaraan di antara individu. Mereka mendorong pemahaman bahwa kekerasan tidaklah merupakan solusi dalam menyelesaikan perselisihan. Dengan memberikan wawasan tentang pentingnya menghormati perbedaan dan mengedepankan dialog yang baik, penyuluh membantu masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya kerjasama dan pemahaman yang lebih dalam terhadap satu sama lain. Penyuluh juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tanpa kekerasan. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak dalam membangun lingkungan yang aman, baik di sekolah, komunitas, maupun tempat kerja. Dengan mengadakan program-program sosialisasi, pelatihan, dan workshop, mereka membantu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bebas dari perilaku agresif. Penyuluh memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada korban perilaku agresif. Mereka memberikan layanan konseling, bimbingan, dan pendampingan bagi individu yang menjadi korban kekerasan. Dengan memberikan ruang untuk berbicara dan memberikan dukungan moral, penyuluh membantu korban untuk pulih dari pengalaman traumatis serta membantu mereka untuk menemukan cara-cara untuk melindungi diri dari situasi yang berpotensi berbahaya di masa depan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang mengacu pada suatu proses penelitian yang mengumpulkan data berupa deskripsi baik secara lisan maupun tertulis tentang individu-individu dan perilaku yang diamati (Abdussamad, 2. Pendekatan ini menggunakan berbagai metode ilmiah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap kondisi. Aspek-aspek, karakteristik, dan korelasi di antara kejadian tersebut tanpa menggunakan perhitungan numerik. Penelitian kualitatif ini menerapkan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena melalui interaksi langsung dengan subjek melalui wawancara dan observasi yang dilakukan pada inti dari permasalahan di lokasi kejadian (Yanizon & Sesriani, 2. Penelitian yang memanfaatkan metode purposive sampling merupakan suatu teknik yang dipilih dengan menetapkan ciri-ciri tertentu dalam pemilihan informan. Pada penelitian ini, peneliti mengambil 2 informan di Desa Bayung. Kepahiang. Dengan kriteria, antara lain: . penyuluh yang pernah mengatasi anak remaja dengan prilaku agresif, . penyuluh yang pernah memberikan materi berupa pencegahan anak yang mempunyai prilaku agresif, . remaja yang berprilaku agresif. HASIL DAN PEMBAHASAN Perilaku agresif pada remaja yang tengah terjadi saat ini menggambarkan pola perilaku yang melibatkan tindakan agresi fisik, verbal, atau non-verbal yang dilakukan oleh individu dalam Publish by: Yayasan Darussalam Bengkulu 90 | DAWUH: Vol. No. November 2023. Hal 88-92 rentang usia remaja. Fenomena ini sering kali melibatkan aksi-aksi seperti perkelahian, penghinaan verbal, intimidasi, serta tindakan agresif lainnya Baik dengan cara langsung ataupun melalui platform media sosial. Ini seringkali dipicu oleh berbagai faktor seperti ketegangan emosional, konflik interpersonal, tekanan dari lingkungan sekitar, kurangnya keterampilan dalam mengelola konflik, serta kurangnya pemahaman akan dampak negatif dari perilaku agresif tersebut. Perilaku agresif pada remaja saat ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan kesejahteraan secara keseluruhan baik bagi individu yang bersangkutan maupun masyarakat luas. Peneliti melakukan observasi dan wawancara di Desa Bayung. Kepahiang. Dengan tujuan untuk mendapatkan beberapa informasi yang akurat serta bagaimana peran penyuluh agama dala mencegah prilaku agresif pada remaja disana. Peneliti: Bagaimana penyuluhan agama dapat membantu dalam mencegah perilaku agresif di kalangan remaja? Penyuluh: Penyuluhan agama memiliki peran penting dalam mencegah perilaku agresif di kalangan remaja dengan cara memberikan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip moral dan etika yang ditekankan dalam ajaran keagamaan. Melalui pendekatan ini, remaja dapat memahami konsep perdamaian, toleransi, dan empati terhadap sesama yang menjadi landasan ajaran agama. Hal ini mendukung perkembangan mereka untuk menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan memiliki sikap yang lebih baik terhadap lingkungan sekitarnya. Penyuluhan agama memiliki peran yang esensial dalam menjaga remaja dari perilaku agresif dengan menyediakan landasan moral dan etika yang tertanam dalam Prinsip-prinsip yang ditekankan dalam ajaran keagamaan. Dalam situasi ini, penyuluhan agama menjadi sarana untuk mendalami dan memahami nilai-nilai yang ditanamkan dalam ajaran agama. Melalui proses ini, remaja diarahkan untuk memahami dan meresapi konsep-konsep esensial seperti perdamaian, toleransi, serta empati terhadap sesama. Kemampuan memahami nilai-nilai tersebut membantu remaja dalam memperoleh pandangan yang lebih luas mengenai arti sebenarnya dari moralitas dan etika. Mereka belajar untuk mengaplikasikan konsep-konsep ini dalam interaksi sehari-hari, memperkuat sikap bertanggung jawab, dan mengasah kemampuan mereka dalam memahami serta menghormati perbedaan. Dalam situasi konflik atau ketegangan, remaja yang telah terpapar pada pemahaman ini cenderung memiliki pemikiran yang lebih damai dan memilih penyelesaian konflik secara bijaksana, menghindarkan diri dari tindakan agresif. Selain itu, dengan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai agama, remaja juga cenderung lebih peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya. Mereka dapat mengenali dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan, baik secara sosial maupun moral. Kesadaran ini mendorong mereka untuk berkontribusi secara positif dalam lingkungan mereka, menciptakan siklus positif yang berdampak baik bagi diri mereka sendiri dan masyarakat sekitar. KESIMPULAN Berdasarkan wawancara dengan penyuluh agama di Desa Bayung. Kepahiang, dapat diambil beberapa kesimpulan terkait peran penyuluhan agama dalam mencegah perilaku agresif pada Penyuluhan agama memberikan pemahaman yang mendalam Prinsip-prinsip moral dan kode etik yang ditekankan dalam pengajaran agama. Ini membantu remaja memahami konsep perdamaian, toleransi, dan empati terhadap sesama sebagai landasan ajaran agama. Remaja yang terlibat dalam penyuluhan agama cenderung menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan memiliki sikap yang lebih baik terhadap lingkungan sekitarnya. Remaja diajarkan untuk menerapkan nilai-nilai moral dan etika yang mereka pelajari dalam interaksi sehari-hari, memperkuat sikap bertanggung jawab dan menghormati perbedaan. This Work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Amanda Rosa Amalia1. Mutiah2. Zubaidah3. Nela Yusniarti4. Timi Krismonia5 | 91 Remaja yang terpapar pada pendidikan agama cenderung memiliki pemikiran yang lebih damai dan memilih penyelesaian konflik secara bijaksana, menghindari perilaku agresif dalam situasi konflik atau ketegangan. Remaja yang memahami nilai-nilai agama juga cenderung lebih peduli terhadap dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan, baik secara sosial maupun Kesadaran ini mendorong mereka untuk berkontribusi secara positif dalam lingkungan mereka, menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi diri mereka dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, penyuluhan agama memiliki peran krusial dalam membentuk sikap dan perilaku remaja, membantu mereka Mengerti, menanamkan, dan mengimplementasikan prinsipprinsip moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat berpotensi mengurangi perilaku agresif dan mengarahkan mereka pada pilihan-pilihan yang lebih memberikan dampak positif, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar. DAFTAR PUSTAKA