Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. Pengaruh Influencer. Membership Program, dan Instagram Ads Terhadap Minat Pembelian Ulang Customer Brand Coach. (Studi Kasus Coach. Plaza Senayan ) Holila Hatta Manajemen FEIS Universitas Bakrie hatta@gmail. Rangga Adrenanus Manajemen FEIS Universitas Bakrie Ranggaandreanus@gmail. AbstractAiThis study aim to analyze the effect of influencer, price promo in form of membership program, and the using of instagram ads on repurchase intention of Plaza Senayan CoachAos customer. Plaza Senayan CoachAos customers were taken as respondents. Both primary and secondary data were gathered. Secondary data were gathered from various sources such as journals, books, and other related publications. Primary data were collected using questionnaire which were distributed to the target respondents with a total of 74 respondents were gathered. Various statistical tests such as validity, reliability and classical assumptions tests were employed. It is suggested that Plaza Senayan Coach should be able to maintain the quality of its membership program, the using of instagram ads and improve more ontheir influencer to enhance repurchase intentionfrom their customers. Further research on, it can use other variables to analyze customer repurchase intention, and also develop research methods such as increasing the number of respondents, sampling techniques, and data analysis techniques KeywordsAi Influencer, membership program, instagram ads, repurchase intention. PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang semakin modern mempengaruhi gaya hidup masyarakat luas, terlebih pada trend dan modepada dunia fashion yang sangat cepat bermunculan dengan seiring waktu. Produsen dituntut untuk lebih peka terhadap keinginan dan kebutuhan customer dan dapat mengkomunikasikan produknya dengan baik dan efisien. Produsen berlomba-lomba mengembangkan strategi bisnisnya dengan mengeluarkan berbagai macam produk dan menggunakan berbagai macam strategi, terlebih pada strategi pemasaran khususnya promosi penjualan untuk menarik banyak customer. Zaman digital seperti sekarang ini. Internet merupakan sesuatu bagian yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari dan merubah segala bentuk aktivitas dan interaksi dengan orang-orang di sekitar kita. Internet telah memungkinkan pemakainya untuk saling bertemu dalam dunia maya, mendengar dan berbagi kepentingan bersama dengan orang-orang di sekitar kita. Perkembangan ini telah merubah sebagain besar pola manusia dalam berkomunikasi dengan sesama, hingga menghubungkan orang lain di segala penjuru hanya dengan satu sentuhan dalam dunia maya. ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih, saat ini penggunaan internet sudah tidak asing lagi dalam memasarkan suatu produk. Suatu usaha yang dilakukan untuk pemasaran produk barang atau jasa dengan menggunakan media internet dapat disebut juga dengan emarketing. Hal ini membuat biaya komunikasi pemasaran menjadi lebih efisien atau bahkan sama sekali tanpa biaya. Salah satu media e-marketing yang tengah menjadi trenddi zaman ini adalah socialmedia . ejaring sosia. Media sosial itu sendiri memiliki arti luas yang dipaparkan oleh Juju. & Sulianta . bahwa media sosial merupakan suatu objek atau produk yang dibentuk yang memiliki tujuan tertentu yang tentunya memiliki karakteristik sendiri yang membedakannya dengan media sosial tradisional Sebagai akibat dari pertumbuhan yang sangat cepat dari teknologi informasi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, kegiatan berbisnis serta pemasaran menjadi jauh lebih mudah dan cepat, dengan manfaat yang diberikan oleh perkembangan teknologi seperti internet, kini melakukan kegiatan bisnis tidak lagi terbentur oleh ruang dan waktu dan juga kegiatan bisnis itu sendiri menjadi lebih besar dan sangat penting dalam segmen ekonomi digital baru. Semua kegiatan Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. bisnis dapat dijalankan oleh para pelaku bisnis dengan melakukan pesanan atau pembayaran melalui fasilitas yang diberikan oleh internet. Banyak pelaku usaha yang memilih menggunakan deretan selebriti ternama sampai selebriti Youtube maupun Instagram sebagai influencer untuk menarik hati customer sebagai bentuk promosi penjualan. Agar influencer dapat menarik perhatian audiens, maka diperlukan beberapa kriteria. Selebriti yang dibutuhkan oleh produsen ialah selebriti yang memiliki popularitas tinggi dan citra yang baik pada masyarakat, terlebih harus sesuai dengan kepribadian selebriti itu sendiri, karena dengan popularitas yang tinggi serta citra yang baik di mata masyarakat. Influencer mampu menciptakan target pasar yang begitu besar dan dapat meningkatkan kesadaran bagi para audiens. Pada era modern seperti ini banyak masyarakat yang menjadikan selebriti yang diidolakannya sebagai Celebrity influencer adalah menggunakan artis sebagai bintang iklan di media-media, mulai dari media cetak, media sosial, maupun media televisi. Tidak hanya itu, selebriti digunakan karena berbagai atribut yang melekat pada dirinya diantaranya daya tarik, talenta, dan lain sebagainya. Para eksekutif periklanan menuntut agar citra selebriti, nilai dan perilakunya sesuai dengan kesan yang diinginkan untuk merek yang diiklankan. Sedangkan meyakinkan kecocokan di dalam benak pelanggan dengan pemilihan berbagai daya tarik dalam iklan yang memposisikan produk agar dianggap cocok dengan keyakinan pasar sasaran. Salah satu pemasar yang tengah dibahas peneliti adalah Coach Inc. , yang dimana perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan yang memproduksi barang-barang mewah yang terbuat dari kulit. Berdiri pada 1941. Coach mulanya hanya sebuah bengkel kecil di Manhattan. New York, yang mempekerjakan 6 orang tenaga penyamak kulit. Mereka membuat dompet dan billfold . empat kartu nama atau kredi. Masuknya ahli kulit dan produsen bisnis tas tangan kulit, suami istri Miles Cahn dan Lillian ke dalam perusahaan di tahun 1946 membawa perubahan. Dengan pengetahuan produksi dan bisnis kedua suami istri tersebut. Coach pun menjadi lebih modern. Kontan, duet suami istri ini membawa Coach terkenal di seantero Amerika. Tapi melejitnya merek ini baru terasa di tahun 1961 setelah seorang desainer ternama. Bonnie Cashin, bergabung untuk memperkuat lini produk perempuan. Wanita kelahiran 1915 ini menciptakan apa yang kemudian menjadi ikonik, tas Coach. (Kemp, n. Coach pun segera menyeruak sebagai merek mewah. Dompet, tas, money clip buatan Coach menjadi hadiah untuk seseorang yang menyelesaikan studinya atau mendapat kerja Semua karena desain serta kualitas bermutu. Cashin sendiri hanya sampai tahun 1974 berkarya di Coach. Setelah itu, perempuan yang juga dianggap pelopor desain pakaian olahraga ini aktif lewat yayasannya. Innovative Design Fund yang memberikan bantuan bagi desainer yang ingin mentransformasikan idenya menjadi produk yang bisa Perilaku masyarakat Indonesia yang mudah memahami tren busana terbaru ini merupakan peluang besar bagi para pelaku bisnis di bidang fashion. Industri tas merupakan bagian dari industri fashion yang berawal dari aktivitas kultural yang menjadi gaya hidup di perkotaan, kemudian mengeluarkan produk-produk penunjang aktivitas tersebut untuk komunitasnya sendiri, yang kemudian Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup siginifikan hingga tahun 2018. Pada tahun 2017, e-Marketer memperkirakan pengguna aktif internet di Indonesia dapat mencapai 112 juta orang, sedangkan peningkatan signfikan terjadi di tahun 2018, dimana pengguna aktif internet di Indonesia mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen. Sebanyak 120 juta orang Indonesia menggunakan perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet untuk mengakses media sosial, dengan penetrasi 45 Dalam sepekan, aktivitas online di media sosial melalui smartphone mencapai 37 persen. Berdasarkan aplikasi yang paling aktif, perusahaan media sosial di Facebook mendominasi tiga teratas. Secara berurutan dari posisi pertama adalah Facebook. WhatsApp dan Instagram. Berdasarkan rata-rata kunjungan . situs per bulan. Facebook menjadi media sosial paling banyak dikunjungi dengan capaian lebih dari 1 miliar juta pengunjung Rata-rata pengunjung Facebook menghabiskan waktu 12 menit 27 detik untuk mengakses jejaring sosial Sebesar 92 persen mengakses Facebook via mobile dengan perbandingan persentase berdasar gender sebanyak 44 persen untuk wanita dan 56 persen adalah pengguna pria. Pengguna Facebook didominasi golongan usia 18-24 tahun dengan presentase 20,4 persennya adalah wanita dan 24,2 persennya adalah pria. Sementara total pengguna aktif Instagram bulanan di Indonesia mencapai 53 juta dengan presentase 49 persen wanita dan 51 persen adalah pria. (Pertiwi, 2. ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. memunculkan berkembangnya suatu usaha yang bergerak dalam bidang fashion. Dalam menghadapi lingkungan persaingan bisnis fashion yang semakin kuat dan ketat, setiap perusahaan dituntut harus mampu mengoptimalkan sumber daya ekonominya guna meningkatkan daya saing produknya di pasar, serta mampu menjalankan serangkaian strategi pemasaran yang efektif dan selalu mengembangkan strategi pemasaran tersebut secara terusmenerus serta berkelanjutan. Salah satunya melalui promosi, yaitu faktor penting dalam mewujudkan tujuan penjualan suatu perusahaan. Agar customer bersedia menjadi langganan, mereka terlebih dahulu harus dapat mencoba atau meneliti barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan, akan tetapi mereka tidak akan melakukan hal tersebut jika kurang yakin terhadap barang itu. Menurut Alma . , promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan mengingatkan pada pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang di tawarkan perusahaan bersangkutan. Salah satu kegiatan promosi adalah memberikan potongan harga dalam kegiatan membership program. Sebagian besar perusahaan membuat modifikasi terhadap harga dengan menyesuaikan harga mereka dan memberikan diskon serta insentif untuk kegiatan pembayaran. Penetapan harga diskon menjadi modus operandi bagi perusahaan yang menawarkan produk atau jasa. Program membership, adalah program loyalitas pelanggan yang dijalankan oleh hampir semua perusahaan dengan kadar keseriusan dan cara yang berbeda-beda. Artinya program membership seperti sudah menjadi keharusan bagi pemasar sebagai bentu apresiasi bagi pelanggannya. Pengurangan harga bagi pembeli barang dagangan atau jasa program membership adalah salah satu trik dari beberapa perusahaan untuk dapat meyakinkan customer dalam pembelian ulang. Tipe potongan ini biasanya sering digunakan di industriindustri barang tahan lama. Untuk potongan harga promosi adalah pembayaran atau pengurangan harga sebagai imbalan bagi para customer karena telah mengikuti program membership yang diterbitkan oleh perusahaan penjual barang dan jasa. Pada penelitian kali ini, produk Coach dijadikan objek penelitian karena didasari oleh banyaknya kalangan menengah keatas yang memiliki kebutuhan yang tinggi pula dalam berpenampilan mewah, dimana hal tersebut juga didukung oleh alat komunikasi yang digunakan oleh kalangan menengah keatas adalah alat komunikasi yang terhitung cukup sepadan dengan kebutuhannya. Instagram di era sekarang ini sangat di minati karena media sosial ini lebih fokus padafoto dan video yg berdurasi pendek dibandingkan media sosial lain yang berfokus padakicauan, perkataan atau status sehingga instagram lebih mudah digunakan dan dinikmati. Hal tersebut memiliki keterkaitan dimana produk Coach memiliki kesempatan yang besar untuk memasrkan produknya dengan menggunakan platform social media seperti Instagram untuk membuat para customernya mengetahui lebih terkait produk Coach yang akan atau sedang dipasarkan, dengan memberikan kesempatan influencer untuk beriklan pada fitur Instagram Stories pula. Selain itu, membership program yang tengah ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 dilakukan oleh distributor produk Coach dinilai masih memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan produk METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan desain exploratory, descriptive, causal. Desain deskriptif biasanya digunakan untuk mendeskripsikan hasil pengolahan dan analisis dari setiap variabel penelitian dilengkapi dengan paparan secara kuantitatif, khususnya terhadap hasil pengolaha data yang sifatnya ekstrim. Sedangkan desain kausal digunakan untuk mengukur seberapa kuat hubungan atau seberapa besar pengaruh antar variabel yang ada di dalam penelitian (Arikunto, 2. Nilai-nilai berupa angka interval . lahan data ordinal menjadi interva. dari hasil pengukuran tersebut akan dibahas lebih lanjut. Dalam penelitian ini akan didesign kausal dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif atau eksplanatif. Metode asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Sedangkan untuk jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Metode Korelasi bertujuan meneliti sejauh mana variasi pada satu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lain. Penelitian korelasional perhatian terhadap memperkirakan hubungan antara dua atau lebih fenomena (Suharsaputra, 2. Variabel penelitian merupakan sebuah konsep yang dapat diukur dengan menggunakan berbagai macam nilai yang berbentuk angka untuk memberikan gambaran yang sebenarnya tentang fenomena atau permasalahan yang diteliti. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Adapun pengertian dari kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut: Variabel Independen atau Bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penetapan harga dan ketersediaan produk . Variabel Dependen atau Terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai variabel dependen adalah keputusan (Sekaran, 2. Operasionalisasi penguraian variabel penelitian ke dalam konsep variabel, indikator dan skala pengukuran. Adapun syarat penguraian operasionalisasi dilakukan bila dasar konsep dan indikator masing-masing variabel sudah jelas, apabila belum jelas maka perlu dilakukan analisis faktor. Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. Variabel Konsep Influencer (X. Sumber mengantarkan sebuah pesan dan atau memperagakan sebuah produk atau jasa dalam kegiatan promosi yang bertujuan untuk penyampaian pesan produk. Membership Program (X. Sebuah program berlangganan yang dikeluarkan oleh suatu penjual agar menarik perhatian memberikan potongan harga, promo khusus, hadiah dan masih banyak lagi. Indikator Skala Pengukur Risk Physical Attractiviness Credibility Amiability Celebrity Product Match Proffesion Celebrity Audience Match Likert Tier membership program potongan harga berupa diskon 10% voucher belanja birthday voucher tambahan diskon Likert Lingkungan Karakteristik Produk Familiarity Penawaran Likert Kepuasan pelanggan Kualitas layanan Preferensi merek Kualitas produk Perceived value Harga Likert Internet Marketing (X. suatu aplikasi dari internet dan teknologi-teknologi terkait dengan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran Minat Pemebelian Ulang (Y) Minat beli ulang merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang pelanggan untuk melakukan pembelian ulang Populasi menurut Sugiyono . adalah suatu daerah atau wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian pada akhirnya akan ditarik kesimpulan. Berdasarkan pengertian di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah customer Coach. Plaza Senayan yang sengaja membeli salah satu produk Brand Coach. Plaza Senayan. Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini diambil sejumlah pelanggan yang akan dijadikan sampel. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung di lingkungan outlet Coach. Plaza Senayan. Sumber Song dan Chaipoopirata na . Kotler . Haque . Boisvert. , & Burton. Man, & Vincent, . Odunlami. & Ogunsiji. Lawton, et al. Mardikawati & Farida . Halim. Dharmayati, & Brahmana . Ryu . Zeithaml . Suwarni & Mayasari . Sedangkan Sugiyono . mendefinisikan sampel sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penentuan besarnya sampel pada penelitian, dapat dilakukan secara statistik maupun berdasarkan estimasi penelitian, selain itu juga perlu diperhatikan bahwa sampel yang dipilih harus representative artinya segala karakteristik populasi hendaknya tercermin dalam sampel yang dipilih. Untuk menentukan sampel dalam jumlah populasi yang tidak terbatas, maka peneliti memakai rumus Slovin dalam Umar . sebagai berikut: ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. dengan menggunakan statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan pada bab sebelumnya. Hari Sela Rab Min Jumlah RataRata Pengunj Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer, yaitu dimana data diperoleh dari hasil pembubuhan kuesioner yang dilakukan oleh peneliti dengan bantuan dari pihak manajemen outlet Brand Coach. Plaza Senayan untuk memberikan kepada setiap pengunjung yang telah melakukan transaksi pembelian, yang dimana perhitungan pengunjung berdasarkan jumlah sampel yang telah ditentukan. Sedangkan data sekunder adalah data Juml yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, misalnya dari studi pustaka dan sumber lain yang relevan dengan penelitian ini Sebelum mencari sampel, peneliti membahas tentang ratarata jumlah pengunjung Outlet Coach. Plaza Senayan. pengunjung yang paling banyak berada pada akhir pekan atau pada hari jumat, sabtu dan minggu, puncak pengunjung diperkirakan terjadi pada hari Jumat. Dengan begitu peneliti berniat mengadakan penelitian pada hari Jumat di Outlet Coach. Plaza Senayan. Berikut adalah perhitungan sampel oleh peneliti berdasarkan rumus slovin yang telah dijelaskan diatas. Jumlah sampel dalam penelitian ini: 2,115 Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling dengan cara purposive sampling. Menurut Sugiyono . Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sedangkan, purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini yaitu customer yang berbelanja pada outlet Coach. Plaza Senayan. Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, yang dimana menurut Sugiyono . metode di dalam penelitian ini disebut kuantitatif karena kumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa angka-angka yang nantinya akan dianalisis ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui penyebaran kuesioner yang telah ditentukan oleh peneliti berdasarkan dari indikator-indikator di dalam variabel penelitian. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 74 orang customer Brand Coach. Plaza Senayan yang tengah melakukan transaksi pembelian. Dalam pengumpulan data tersebut, sebelumnya peneliti harus meminta izin kepada pihak manajemen selama kurun waktu 3 minggu berturut-turut di hari Jumat . Juli Ae 10 Agustu. untuk menyebarkan kuesioner secara langsung kepada responden dan memberi waktu kepada responden untuk menyelesaikan kuesioner Pembubuhan kuesioner dilakukan pada 30 responden diluar dari 74 responden yang ada. Hasil pengujian untuk 30 orang responden dinyatakan valid dan reliabel, maka peneliti melanjutkan kepada sisa sampel yang ada. Tujuan dari penyebaran kuesioner itu sendiri adalah untuk mendapatkan data kuantitatif berupa angka-angka yang merujuk pada dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk teknik pengukuran menggunakan Skala Likert. Menurut Sugiyono . Skala Likert dapat digunakan untuk mengukur suatu sikap, pendapat dan pers epsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial yang terjadi. Metode ini merupakan metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan nilai skalanya. Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden untuk dijawab sesuai dengan tingkat penerimaan responden. Sifat pertanyaan tertutup, artinya jawaban sudah ditentukan oleh peneliti, responden tinggal memilih jawaban yang tersedia. Skala Tingkat (Liker. menurut Sugiyono . dengan keterangan sebagai berikut: Skor Keterangan Inisial Sangat Setuju Setuju Biasa Saja atau Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju STS Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. Menghitung statistik uji t dengan bantuan software SPSS ver. Menarik kesimpulan berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel. Jika thitung < ttabel, maka hipotesis ditolak. Ini berarti secara parsial variabel independen tidak mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen. Jika thitung > ttabel, maka hipotesis diterima. Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Uji reliabilitas bertujuan untuk menunjukan adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya dari waktu ke waktu, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua Spearman Brown, yaitu dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Suatu alat ukur atau instrumen penelitian . dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan software SPSS ver. Metode analisis data adalah metode yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian yang bertujuan untuk memperoleh hasil olahan suatu instrumen dan kesimpulan. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis Regresi Linier Berganda. Ujit . Uji Hipotesis F, dan Koefisien Determinasi. Analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu antara influencer (X. , membership program (X. , internet marketing (X. terhadap minat pembelian ulang (Y). Persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Y = a b1x1 b2x2 b3x3 Keterangan : Y = Variabel Minat Pembelian Ulang a = Bilangan Konstanta b = Koefisien Regresi Influencer b =Koefisien Regresi Membership Program b =Koefisien Regresi Internet Marketing x = Influencer x = Membership Program x = Internet Marketing Menurut Ghozali . uji t dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan signifikan rata-rata untuk dua kelompok dalam variabel penelitian. Proses pengujiannya adalah sebagai berikut: Menentukan formulasi hipotesis H0 dan Ha. Ho: Variabel independen tidak memiliki pengaruh positif secara parsial terhadap variabel dependen. Ha: Variabel independen memiliki pengaruh positif secara parsial terhadap variabel Menentukan taraf signifikansi = 5% atau 0. rumus dk = n Ae 1 Ae k. Keterangan: Nilai t tabel = / 2 . Ae 1 Ae . dk = Derajat Kebebasan = Jumlah Sampel = Jumlah Variabel Bebas Menurut Imam Ghozali . uji F . pada dasarnya bertujuan untuk menunjukan apakah semua variabel independen . yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependennya. Proses pengujiannya adalah sebagai berikut: Menentukan formulasi hipotesis H0 dan Ha. Ho: Tidak terdapat pengaruh positif secara bersama-sama antara . variabel independen terhadap variabel dependen. Ha: Terdapat pengaruh positif secara bersamasama antara . variabel independen terhadap variabel dependen. Menentukan taraf signifikansi = 5% atau 0. rumus df = n Ae 1 Ae k Keterangan: df = Degree of Freedom = Jumlah Sampel = Jumlah Variabel Bebas Menghitung statistik uji F dengan bantuan software SPSS ver. Menarik kesimpulan berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan dengan membandingkan signifikansi F hitung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 ( = 5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria: Jika Fhitung < Ftabel, maka hipotesis ditolak, ini berarti secara simultan variabel independen tidak mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen. Jika Fhitung > Ftabel, maka hipotesis diterima, ini berarti secara simultan variabel independen tersebut mempunyai pengaruh positif terhadap variabel dependen Dalam analisis korelasi terdapat suatu angka yang disebut dengan koefisien determinasi, yang besarnya adalah kuadrat dari koefisien korelasi . Menurut Ghozali, . koefisien determinasi (R. pada intinya digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. menerangkan variabel dependen. Berikut ini adalah rumus koefisien determinasi : R = r2 x 100% Keterangan : R= Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi Product Moment Gambaran umum objek penelitian ini menggunakan objek dari salah satu perusahaan fashion ternama dunia. Coach Inc. , yang dimana perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan yang memproduksi barang-barang mewah yang terbuat dari kulit. Coach handbags memiliki sejarah panjang dimulai dari tahun 1941. Mereka didirikan di bawah Manhattan Leather Bags. Pendiri perusahaan terkesan dengan desain sarung tangan bisbol dan menginspirasinya untuk membuat tas dengan atribut yang sama. Bekerja dengan enam seniman, ia menciptakan koleksi yang terdiri dari 12 tas. Seperti sarung tangan baseball, tas ini berwarna cokelat, kenyal, kulit berkualitas tinggi dan menampilkan karya jahitan yang sangat baik penuh keahlian. Pada tahun 1962, perusahaan Coach menyewa Bonnie Cashin. Cashin meniupkan kehidupan baru ke dalam Dia dianggap sebagai pelopor pakaian olahraga Amerika karena menggunakan material dari industri logam/hardware dan bahan organik seperti kulit, wol dan Kreasi Cashin disimbolkan dengan logam kuningan pada tas Coach dan tas wol Coach. Seiring makin dikenal kreasi Cashin dan mencapai keberhasilan, perusahaan mengorbitkan iklan pertama di The New Yorker pada tahun Pada tahun 1979. Lew Frankfort, yang saat ini menjabat sebagai CEO Coach, bergabung dengan perusahaan. Frankfort berhasil mengubah Coach dari perusahaan kecil menjadi perusahaan kelas dunia. Dia sering disebut sebagai perintis Coach era 1990-an sehingga Coach dikenal sebagai merek mewah dengan harga terjangkau. Konsep kemewahan yang terjangkau adalah terobosan besar di industri. Tak lama setelah Frankfort bergabung dengan perusahaan. Coach menerbitkan katalog pertama dan meluncurkan flagship store pertamanya di 754 Madison Avenue di New York. Katalog dan toko flagship menjadi langkah awal yang diperlukan dalam mengubah Coach menjadi merek fashion, bukan hanya produsen kulit. Tiba-tiba. Coach bukan lagi sekedar perusahaan pembuat tas dengan desain mirip sarung tangan Logo ikonik Coach yang berbentuk kuda dan carriage atau biasa dikenal dengan sebutan stagecoach ternyata baru ditemukan pada tahun 1962. Logo Coach sendiri dibuat oleh Bonnie Cashin, seorang fashion designer ternama. Lambang classic horse and carriage adalah simbol dari luxury, elegance, status sosial dan royal dignity. Untuk warnanya, dipilih hitam karena warna hitam identik dengan kekuatan dan prestige sehingga akan akan semakin menegaskan kemewahan dari koleksi Coach. ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Coach pun segera menyeruak sebagai merek mewah. Dompet, tas, money clip buatan Coach menjadi hadiah untuk seseorang yang menyelesaikan studinya atau mendapat kerja Semua karena desain serta kualitas bermutu. Cashin sendiri hanya sampai tahun 1974 berkarya di Coach. Setelah itu, perempuan yang juga dianggap pelopor desain pakaian olahraga ini aktif lewat yayasannya. Innovative Design Fund yang memberikan bantuan bagi desainer yang ingin mentransformasikan idenya menjadi produk yang bisa Penyebaran berikut adalah gambaran dari responden yang sudah diklasifikasikan oleh peneliti berdasarkan usia dari customer Coach. Plaza Senayan, berikut hasil pemaparannya: USIA Frequency Percent Valid 18-24 45 tahun ke atas Total Valid Percent Cumulative Percent Penyebaran responden berdasarkan usia pada tabel 4. diatas terlihat bahwa jumlah responden yang berusia 18-24 tahun ada sebanyak 3 pelanggan atau berjumlah 4,1%, sedangkan untuk responden yang berusia 25-34 tahun ada sebanyak 32 pelanggan atau berjumlah 43,2%, sedangkan untuk responden yang berusia 35-44 tahun ada sebanyak 25 pelanggan atau berjumlah 33,8%, lalu sisanya adalah responden yang berusia lebih dari 45 tahun ada sebanyak 14 pelanggan atau berjumlah 18,9%. Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden yang berusia 25-34 tahun sebanyak 32 Penyebaran berikut adalah gambaran dari responden yang sudah diklasifikasikan oleh peneliti berdasarkan lamanya responden menjadi menggunakan layanan membership program dari produk Coach. Plaza Senayan, berikut hasil MEMBERSHIP_PROGRAM Frequency Percent Valid < 3Bulan Bulan Valid Cumulative Percent Percent Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. Bulan > 12 Bulan Total angka-angka yang nantinya digunakan sebagai acuan untuk Untuk Uji Asumsi Regresi (Uji Asumsi Klasi. , terdiri dari Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas, dan Uji Heterokedastisitas. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi secara normal. Hasil uji normalitas adalah sebagai berikut: Penyebaran berikut adalah gambaran dari responden yang sudah diklasifikasikan oleh peneliti berdasarkan intensitas dari para pelanggan untuk membeli produk Coach. Plaza Senayan, berikut hasil pemaparannya: PEMBELIAN_PRODUK Frequency Percent Valid < 3 Kali Kali Kali Total Valid Cumulative Percent Percent Pengujian Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Di dalam penelitian ini, digunakan variabel bebas atau independen lebih dari satu variabel, maka perlu dilakukan uji multikolinearitas. Hasil uji multikolinieritas masing-masing variabel bebas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. dari hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS ver. 23, yaitu sebagai berikut Penyebaran berikut adalah gambaran dari responden yang sudah diklasifikasikan oleh peneliti berdasarkan intensitas pelanggan menggunakan media sosial Instagram dalam kebutuhannya setiap hari, berikut hasil pemaparannya: MENGAKSES_INSTAGRAM Frequency Percent Valid > 4 1Ae2 3Ae4 Total Valid Cumulative Percent Percent Coefficientsa Collinearity Statistics Model VIF 1 (Constan. Membership_Program Internet_Marketing Influencer Dependent Variable: Minat_Pembelian_Ulang Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya indikator atau kuesioner dari masing-masing variabel. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai r . oefisien korelas. antara r hitung dengan r tabel. Indikator atau Kuesioner dapat dikatakan valid jika r hitung > r tabel, dan tidak valid jika r hitung < r tabel. Peneliti harus memasukkan seluruh hasil jawaban kuesioner dari 74 customer Coach. Plaza Senayan yang terlebih dahulu kedalam Program SPSS untuk mendapatkan hasil atau Output SPSS berupa nilai atau Uji Multikolinieritas variabel Influencer (X. Berdasarkan nilai yang didapat dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS ver. 23 dapat diketahui bahwa nilai VIF variabel influencer memiliki nilai sebesar 1,402 < 10 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat Uji Multikolinieritas variabel Membership Program (X. ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. Berdasarkan nilai yang didapat dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS ver. 23 dapat diketahui bahwa nilai VIF variabel membership program memiliki nilai sebesar 1,369 < 10 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat multikolinieritas. Uji Multikolinieritas variabel Internet Marketing (X. Berdasarkan nilai yang didapat dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS ver. 23 dapat diketahui bahwa nilai VIF variabel internet marketing yaitu 1,054 < 10 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat multikolinieritas. Uji Heteroskedastistas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Hasil uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut Std. 1 (Constan. Influencer Membership_Progr Internet_Marketing Error Beta Dependent Variable: Minat_Pembelian_Ulang Sumber: Hasil olahan peneliti dengan SPSS, 2018 Dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS ver. 23, dapat diketahui persamaan koefisien regresi linier berganda yang diperoleh adalah sebagai berikut: Y = 989,514 0,256 X1 0,598 X2 0,238 X3 Keterangan: Y = Minat Pembelian Ulang b1 = koefisien regresi Influencer b2 = koefisien regresi Membership Program b3 = koefisien regresi Internet Marketing X1 = Influencer X2 = Membership Program X3 = Internet Marketing Analisis regresi linear berganda digunakan di dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yang dimana masing-masing variabel bebas dalam penelitian ini adalah influencer, membership program dan internet marketing, serta variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat pembelian ulang. Persamaan garis regresi di dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 Proses perhitungan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan aplikasi komputer program software SPSS ver. Hasil analisis regresi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Coefficientsa Standardiz Model ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Unstandardized Coefficient Coefficients Sig Dari persamaan regresi linier berganda diatas menunjukan bahwa: Variabel minat pembelian ulang memiliki nilai sebesar 989,514 apabila variabel influencer, membership program dan internet marketing dianggap konstan atau memiliki nilai nol. Variabel influencer memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang. Jika variabel influencer meningkat dengan asumsi variabel lain tetap, maka minat pembelian ulang meningkat. Variabel pengaruh terhadap minat pembelian ulang. Jika variabel membership program meningkat dengan asumsi variabel lain tetap, maka minat pembelian ulang akan meningkat. Variabel internet marketing memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang. Jika variabel internet marketing meningkat dengan asumsi variabel lain tetap, maka minat pembelian ulang akan meningkat. Variabel membership program adalah variabel yang paling dominan memiliki pengaruh terhadap terhadap minat pembelian ulang karena memiliki nilai pengaruh atau tingkat signifikan yang lebih besar dibandingkan dengan variabel influencer dan internet marketing. Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. Pengujian ini digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Pengujian ini pula untuk memudahkan penelit dalam menentukan hipotesis terhadap variabel-variabel yang ditelti di dalam penelitian ini. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (=5%), berikut adalah langkahAelangkah uji t serta penjelasannya dari hasil olahan data software SPSS ver. Coefficientsa Standardiz Unstandardized Coefficient Coefficients Std. Model 1 (Constan. Influencer Membership_Progr Internet_Marketing Sig Error Beta Uji t membership program (X. terhadap minat pembelian ulang (Y) Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut: Menentukan Hipotesis Nihil (H. dan Hipotesis Alternatif (H. Ho = Membership Program tidak memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Ha = Membership Program memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Febriyanti. Rizky Suci dan Wahyuati . , mengambil judul AuPengaruh Celebrity Influencer dan Brand Image terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat BeliAy, dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa celebrity influencer berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut bertolak belakang dengan penelitian ini yang dimana hasilnya menunjukan bahwa pengaruh penggunaan influencer tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian ulang. Dari hasil penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa influencer yang tepat, baik itu dari segi usia, latar belakang, profesi yang melekat di influencer sangat berpengaruh penting terhadap minat pembelian ulang customer Coach. Dependent Variable: Minat_Pembelian_Ulang Uji t influencer (X. terhadap minat pembelian ulang (Y) Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut: Menentukan Hipotesis Nihil (H. dan Hipotesis Alternatif (H. Ho = Influencer tidak memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Ha = Influencer memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Menentukan level of significance ( = 0,. Dk = ( /2 . n Ae 1 Ae k ) = . ,05/2 . 74 Ae 1 Ae . = 0,025 . = 1,994 Perhitungan Nilai thitung . leh software SPSS ver. thitung = 1,607 Kesimpulan Hipotesis Hasil perhitungan dari uji t pada tabel 4. 15 diatas, diperoleh nilai t hitung untuk variabel influencer sebesar 1,607 yang dimana nilai tersebut memiliki nilai lebih kecil dari t tabel 1,994. Dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Influencer tidak memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Selanjutnya. Sandy Sinambow dan Irvan Trang . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Harga. Lokasi. Promosi dan Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian pada Toko Komputer Game Zone. Mega Mall. ManadoAymenyatakan hasil bahwa promosi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap terhadap keputusan pembelian pada konsumen Toko Komputer Game Zone Mega Mall Manado. Promosi merupakan variabel ketiga yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen dibandingkan dengan variabel lainnya dalam model penelitian Hal tersebut juga sejalan dengan apa yang dilakukan peneliti dengan mengambil variabel promosi . embership progra. , yang dimana peneliti memiliki hasil bahwa Membership Program memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Hal tersebut adalah salah satu bagian dari promosi penjualan, dimana salah satu pemasar menggunakan membership program bagi para pelanggannya untuk selalu menggunakan atau melakukan pembelian Promosi adalah salah satu alat yang dijadikan para pemasar untuk menstimulan para pelanggan agar melakukan pembelian berulang terhadap jasa atau produk tertentu. Penelitian lain yang dilakukan oleh Trang & Sinambow . dengan penelitian yang berjudul AuPengaruh Internet Marketing. Brand Awareness dan WOM Communication Terhadap Keputusan Pembelian Produk SPA Bali ALusAy menyatakan hasil bahwa internet marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan ISSN: 2620-777X Copyright ee 2019 Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI) Vol. No. 2, . , pp. pembelian produk SPA Bali Alus di Kota Denpasar. Brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk SPA Bali Alus di Kota Denpasar. Word of mouth communication berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk SPA Bali Alus di Kota Denpasar. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, yang dimana memiliki hasil bahwa Instagram Ads (Internet Marketin. tidak memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Salah satu kegiatan pemasaran melalui internet marketing juga merupakan salah satu kegiatan dalam fase mempertahankan pelanggan . yang dimana biasanya para pelanggan akan diingatkan kembali oleh produk atau jasa yang telah digunakan atau dibelinya dalam beberapa waktu lampau. Kegiatan tersebut menstimulasi para pelanggan untuk dapat menggunakan atau membeli ulang produk atau jasa yang tengah mereka gunakan sebelumnya. Internet marketing adalah salah satu alat pemasasran yang dinilai cukup murah dibandingkan dengan media konvensional lainnya. Internet marketing melalui Instagram juga dinilai cukup dapat mempengaruhi para pelanggan, karna sebagian besar dari mereka adalah pengguna smartphone yang dimana tidak lepas dari kegiatan sosialita mereka untuk menggunakan Instagram sebagai salah satu alat untuk menunjukan jati diri sang (Leo, 2. Dari penelitian yang telah dillakukan menunjukkan bahwa membership program dan internet marketing memiliki pengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen Brand Coach pada customer Coach. Plaza Senayan. Hasil tersebut menunjukan bahwa target pasar dari produk NYX itu sendiri adalah perempuan sosialita yang memang sangat terbiasa dengan informasi digital pada smartphone mereka. Jika kita sadari, hampir seluruh orang di dunia mengakses sosial media Instagram melalui smartphone mereka. Populasi target pasar di Instagram per tahun 2017 sudah dinyatakan hampir 120 juta pengguna, dimana dengan menggunakan Instagram ads, para pemasar dapat dengan jelas untuk menentukan target pasar yang sesuai dengan karteristik dari produk Coach itu sendiri. (Kirana, n. REFERENCES