ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Pembangunan Perekonomian Masyarakat The Role of Village Owned Enterprise in Supporting Food Security and Community Economic Development Natasya Rahman. Annisa Wirrdiana Yuniasih, dan Siti Nurlaela* Jurusan Pertanian. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang Jl. Kusumanegara No. Yogyakarta, 55167. Indonesia Email korespondensi: nurlaela77yk@gmail. ABSTRACT Food security is an important condition that must be pursued to ensure the development of community life. Food security development can be carried out through institutions such as Village-Owned Enterprises (BUMDES). This research aims to determine the role of village-owned enterprises (BUMDES) in supporting food security and community economic development, especially in the Karangrejek Kapanewon Wonosari subdistrict. Gunungkidul Regency. Interviews were conducted with the Secretary of BUMDES. Karangrejek Village. Head of Blimbing Hamlet. BUMDES employees and 10 representatives of farmers who use BUMDES. The analysis used is data collection, data reduction, data display and conclusions. From the analysis of the research results that have been carried out, the existence of Village-Owned Enterprises in Karangrejek Village. Wonosari District, does not yet have a role in physical form for food security. However, it has an indirect role in increasing the capacity of human resources and farmer capital so that it can support the implementation of food security, such as processing potential products such as shallots. Meanwhile, the role of BUMDES in community economic development is clearly visible with the existence of business units that support the improvement of the economy of the Karangrejek Village community. BUMDES has played an important role in advancing the Karangrejek Village community through business units such as Clean Water Services. Micro Credit Business, and Rural Agribusiness Development. Keywords: Economic development. food security. BUMDES ABSTRAK Ketahanan pangan merupakan kondisi penting yang harus diusahakan untuk memastikan pembangunan kehidupan masyarakat. Pembangunan ketahanan pangan dapat dilakukan dari adanya lembaga seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BUMDES dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan perekonomian masyarakat, khususnya di Kelurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara . Wawancara dilakukan dengan Sekretaris BUMDES Kelurahan Karangrejek. Kepala Dukuh Dusun Blimbing. Karyawan BUMDES dan 10 orang perwakilan petani yang menggunakan BUMDES. Analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Dari analisis hasil penelitian yang sudah dilakukan adanya Badan Usaha Milik Desa di Kelurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari belum memiliki peran dalam bentuk fisik untuk ketahanan pangan. Akan tetapi, memiliki peran secara tidak langsung dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan modal petani sehingga dapat mendukung jalannya ketahanan pangan seperti usaha pengolahan hasil potensi seperti bawang merah. Sedangkan peran BUMDES dalam pembangunan ekonomi masyarakat sudah nampak dengan jelas dengan adanya unit usaha yang menunjang peningkatan perekonomian masyarakat Kelurahan Karangrejek. Adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia BUMDES dapat menjadi suatu modal utama petani untuk mengembangkan usaha tani dan memperkuat ketahanan pangan. BUMDES sudah berperan penting untuk memajukan masyarakat Kelurahan Karangrejek lewat unit usaha yang dijalankan seperti Pelayanan Air Bersih. Usaha Kredit Mikro, dan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan. Kata kunci: Pembangunan ekonomi, ketahanan pangan. BUMDES Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 PENDAHULUAN Ketahanan pangan berkelanjutan merupakan program penting dalam pembangunan di masyarakat. Indonesia, sebagai negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan pada sektor pertanian memliki potensi yang sangat besar untuk menjaga ketahanan pangan agar tetap terus terjaga di tengah krisis pangan dunia yang diperkirakan akan terjadi pada beberapa tahun ke depan. Pembangunan ketahanan pangan dapat dilakukan dari adanya suatu forum atau organisasi yang dapat menjadi jembatan pemberdayaan masyarakat Salah satu lembaga yang memliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dari tingkat terendah di pedesaan adalah adanya BUMDES. BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa merupakan salah satu organisasi social enterprise yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Dalam UU Nomor 32 tahun 2004 dan PP Nomor 72 tahun 2005 dituliskan bahwa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat desa, pemerintah desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya (Hanifan, 2. BUMDES merupakan suatu usaha yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa dan dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lain untuk kesejahteraan masyarakat desa (Hanifan. BUMDES dibangun atas inisiatif kooperatif, partisipatif, dan emansipatif (Hanifan, 2. BUMDES memiliki tujuan dalam penguatan perekonomian desa dengan pengoptimalan segala aset ataupun potensi desa tersebut. Menurut Sidik et al. , . , pengelolaan unit usaha sesuai dengan potensi desa terbukti dapat menambah pendapatan berkali lipat dan Kelurahan Karangrejek. Kapanewon Wonosari. Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu desa yang sudah memiliki BUMDES dengan Pengelolaan BUMDES di desa ini sudah mulai dari tahun 2008 yang bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Dantika dan Yanuardi, 2. Namun, kenyataannya BUMDES belum terlaksana secara optimal sesuai dengan peran yang seharusnya diberikan BUMDES kepada masyarakat. Menurut data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunung Kidul, dari 130 BUMDES yang ada di Gunung Kidul baru 42 BUMDES yang menyediakan sarana simpan pinjam dan pengelolaan air bersih untuk menunjang BUMDES belum berjalan sesuai dengan potensi desa dan kebutuhan masyarakat desa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Padahal, pertanian menjadi penyumbang tertinggi struktur PDRB di Gunung Kidul dan masyarakat yang bergerak pada bidang pertanian di Kecamatan Wonosari berjumlah 10. (DKB Ditjen Dukcapil Kemendagri, diolah Biro Tata Pemerintahan Setda DIY tahun BUMDES akan menjadi lebih optimal jika lebih memperhatikan dan menyediakan jenis kegiatan usaha yang bergerak di bidang pertanian sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa untuk mendukung ketahanan pangan agar tetap Jika dilihat dari sisi yang lain, pelaksanaan BUMDES seperti kurangnya minat, kemampuan, dan keberanian dari Hal penyebab rendahnya jumlah masyarakat pekerja yang berani untuk menggunakan BUMDES untuk menggerakan, dan memperbaiki usahataninya Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 dapat menunjang ketahanan pangan masyarakat, sehingga baik dari pihak pengurus maupun pihak masyarakat masih kurang kesadaran dalam mewujudkan Diperlukannya koordinasi yang baik antara masyarakat dan pengurus menyatukan visi misi, dan saling menghargai satu sama lain (Fitriyah et al. , padahal ketahanan pangan merupakan salah satu dari beberapa berkelanjutan bagi masyarakat. Ketahanan pangan tidak hanya berhenti menjadi sebuah gerakan biasa. Adanya ketahanan pembangunan nasional pertanian dalam Ketahanan pangan atau food ketersediaan pangan utama yang cukup bagi semua masyarakat. Ketahanan pangan perlu dilakukan disetiap daerah yang mana dapat dimulai dari tingkatan mengurangi kesenjangan pangan. Dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2012 mengenai Pangan, dapat diartikan bahwa ketahanan pangan sebagai AuKondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutanAy. BUMDES memiliki fungsi ekonomi dengan kegiatan-kegiatan yang ada dalam usaha tersebut memberikan keuntungan bagi desa maupun bagi masyarakat. Selain fungsi ekonomi. BUMDES memiliki fungsi sosial yakni langsung dan tidak langsung (Sosiawan, 2. Fungsi sosial secara memberikan transfer keuangan bagi kas desa melalui penambahan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang selanjutnya akan digunakan untuk kegiatan pembangunan desa dengan mekanisme regular pada (Sosiawan, 2. Sedangkan untuk fungsi sosial secara langsung dapat diakukan pembinaan dan pendampingan usaha oleh masyarakat desa serta melakukan pengelolaan barang atau jasa milik umum. BUMDES Karangrejek bergerak dalam bidang jasa, perdagangan dan keuangan dengan tujuh unit usaha seperti Jasa Pelayanan Air Bersih atau Pam Desa dengan nama PAB Tirta Kencana (PAB TK). UKM Tirta Kencana (UKM TK). LKMA Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Gapoktan. Jasa Pengelolaan Usaha Desa. Jasa Boga. Jasa Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi (Dantika dan Yanuardi, 2. Dengan jaringan sosial akan mewujudkan setelahnya berdampak pada keuangan dan manajerial serta tradisi budaya yang semakin kuat (Harnoto el al. , 2. Adanya ketujuh unit usaha diatas diterapkan di desa ini diharapkan membawa perubahan tersendiri bagi Hal ini dikarenakan Kelurahan Karangrejek merupakan salah satu Kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih dalam usahataninya yang mana berhubungan erat dengan produksi tanaman dan hasil panen para petani. Menurut Dantika dan Yanuardi . , pada tahun 1990an Pemerintah Kabupaten melalui PDAM membantu untuk mengatasi permasalahan sebagaimana dihadapi oleh masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih sampai sekarang, namun juga belum dapat mengatasi permasalahan kekeringan yang menimpa masyarakat Kelurahan Karangrejek. Air merupakan salah satu permasalahan penting di desa ini karena sebagian besar Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 seorang petani. Adanya masalah yang timbul dan berhubungan erat dengan ketahanan pangan yang mana dapat mempengaruhi produktivitas hasil panen karena kekurangan air dan juga perekonomian masyarakat. Maka penulis tertarik menganalisis peran dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kelurahan Karangrejek. Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membangun ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan secara deskriptif dengan maksud untuk memperoleh informasi dan mengetahui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk membangun ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat dilakukan di Kelurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November tahun 2022 secara detail dan komprehensif. Data primer dan data sekunder menjadi sumber jenis data yang digunakan dalam penelitian ini. Data primer . beberapa responden yang dianggap mampu memberikan informasi yang akurat. Data primer ini dikumpukan pada secara langsung saat proses penelitian (Sulung dan Mohammad, 2. Responden yang diharapkan untuk diwawancarai yaitu Sekretaris BUMDES Kelurahan Karangrejek yaitu ibu Karsini. Kepala Dukuh Dusun Blimbing. Karyawan BUMDES dan 10 orang perwakilan petani menggunakan BUMDES. Data sekunder diperoleh dari data-data dan BUMDES Kelurahan Karangrejek yang berupa profil desa, keadaan wilayah desa, profil atau struktur BUMDES, data sejarah pelayanan dan jumlah pemanfaatan BUMDES oleh petani. Data yang dikumpulkan melalui studi lapangan dan study literature seperti wawancara, observasi, dokumentasi dan Forum Grup Discussion didapatkan data berupa dokumen resmi secara tertulis dan data milik pribadi. Dari hasil pengumpulan data tersebut dilakukan analisis data melalui proses mencari dan menyusun secara sistematis. Data tersebut diolah dengan tiga langkah pengolahan data kualitatif yaitu reduksi atau kategorisasi data, penampilan atau display data dan verifikasi atau penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Kelurahan Karangrejek merupakan sebuah desa di Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut data dari BPS Kabupaten Gunungkidul tahun 2020. Kelurahan Karangrejek memiliki luas desa sebesar 515 ha dengan persentase luas 6,82% dari luas Kapanewon Wonosari. Seperti yang terlihat pada Gambar 1. Sawah Hutan Lainnya Rakyat Bangunan Tegal Gambar 1. Potensi Lahan Karangrejek Data potensi lahan Kelurahan Karangrejek menurut BPP tahun 2020 Berdasarkan menunjukkan potensi lahan sebagai berikut 63%, 9% dan 2% merupakan tegal, hutan rakyat, dan sawah, sedangkan 26% Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Sebagian besar penduduk di Kelurahan Karangrejek memiliki profesi sebagai seorang petani, baik petani penggarap maupun petani pemiik lahan. Wilayah Keluruhan Karangrejek sebagian besar merupakan lahan kering sehingga keberhasilan usahatani sangat tergantung adanya curah curah hujan dan penyebaran hari hujan. Cekaman musim atau lebih mempengaruhi keberhasilan usahatani. Menurut Juminah . , rata-rata Kelurahan Karangrejek sebanyak 65% rumah tangga memiliki lahan pertanian 0,5-1 ha, sebanyak 25% memiliki lahan pertanian kurang dari 0,5 ha, 7% rumah tangga memiliki 1,1-1,5 ha dan sisanya sebanyak 3% tidak memiiki lahan. Keberadaan lahan di Kelurahan Karangrejek merupakan lahan tanah kering seluas 382,8 ha yang kebanyakan dari petaninya menanami tanaman hortikultura dan palawija seperti bawang merah, kacang tanah, cabai, dan sayuran (BPS, 2. Adanya kegiatan pertanian yang berjalan di desa ini menjadikan sebuah potensi wilayah pertanian yang harus Sebagaimana dilansir dari Pratiwi . Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul memproyeksikan Kelurahan Karangrejek Kampung Hortikultura Bawang Merah dalam rangka meningkatkan pendapatan petani. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Rismiyadi, mengatakan bahwa dalam jangka pendek. Kelurahan Karangrejek akan diproyeksikan jadi kampung hortikultura. Dalam peran lainnya menuju ketahanan pangan. Kelurahan Karangrejek memiliki potensi dalam budidaya padi gogo. Menurut Juminah . , rata-rata produktivitas tertinggi tanaman pangan jatuh kepada padi gogo sebesar 10. 921 ton/hektar disusul oleh kacang tanah sebesar 613,3 ton/ha serta didapati tanaman pangan lain seperti jagung, kedelai dan ubi kayu. Dengan hasil produktivitas pertanian yang tinggi seharusnya juga diimbangi prasarana pertanian yang memadahi di wilayah Kelurahan Karangrejek. Di sisi lain Gunungkidul sebagai daerah yang memiliki problematika pada ketersediaan air bersih menjadi hambatan akan eksisnya pertanian di daerah Karangrejek. Sebagaimana disampaikan Bakara . Kabupaten Gunungkidul merupakan kabupaten yang selalu mengalami krisis air bersih yang parah setiap tahunnya. Bahkan pada bulan Agustus 2017 kabupaten ini sempat mengalami status darurat kekeringan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Dalam kehidupan, air adalah salah satu elemen yang sangat penting, baik untuk kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Dengan adanya kekurangan dan tidak dapatnya akses air bersih baik untuk konsumsi pribadi ataupun untuk area pertanian dapat menjadikan masalah besar kedepannya sebagai suatu desa yang kehidupan masyarakatnya ditumpu langsung oleh dunia pertanian dan dapat mengganggu ketahanan pangan di desa tersebut. Adanya kekurangan air bersih di Kelurahan Karangrejek menggugah warganya untuk terus berusaha keras memaksimalkan potensi memperoleh ketersediaan air yang Dantika dan Yanuardi . semenjak tahun 1975 pada saat pemerintahan orde baru didapati sebuah program pembuatan sumur gali untuk tanaman sayur di musim kemarau pada lahan pertanian warga dan juga sumur dalam melalui sebuah program bernama Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT). Selanjutnya keberadaan proyek tersebut belum terlalu maksimal karena pada Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 kenyataannya pada saat musim kemarau panjang sumur gali akan tetap kering. Musim kemarau mengakibatkan tanahtanah menjadi sangat kering dan retakretak. Munculnya kekurangan air yang semakin berkepanjangan, pemerintah desa bersama dengan masyarakat petani Kelurahan Karangrejek dibantu dengan Dinas Pekerjaan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta pengembangan titik air (Bakara, 2. Inisiatif lokal dididorong masyarakat petani menjadi keputusan bersama antara masyarakat petani dan pemerintah desa untuk meneruskan pengadaan air lewat jaringan kerja bakti. Dalam peranan pengadaan air di Desa Karangrejek. Bakara . menuliskan bahwasannya pada tahun 2008 jaringan pengadaan air yang terbentuk dari inisiatif lokal bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam pengelolaan Pengelolaan usaha milik desa ini mendorong kelembagaan pengelolaan air yang dulunya bersifat tradisional menjadi semi-bisnis dalam pengelolaan dan melayani penggunaan air. Tidak hanya sebagai pengelola air saja yang mana mendorong ketahanan pangan agar tetap terjaga tetapi juga terbentuknya BUMDES di Kelurahan Karangrejek ini berdampak lain dalam sisi perekonomian masyarakat petani di daerah tersebut. Peran Badan Usaha Milik Desa Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Unit usaha PAB merupakan penyumbang terbesar dalam meningkatkan sumber pemasukan bagi BUMDES. Pengguna PAB sudah mecapai 90% masyarakat di Kelurahan Karangrejek (Data BUMDES Tahun 2. BUMDES memiliki unit usaha pengelolaan air bersih (PAB) yang bersumber pada tiga titik, titik tersebut berada pada tiga dusun yang berbeda pula Dusun Karangrejek. Dusun Karangduwet I dan Dusun Karangduwet II yang dialiri melalui pipa yang disediakan oleh BUMDES. Sebelumnya masyarakat Kelurahan Karangrejek hanya bercocok tanam sekali musim tanam saja yaitu hanya di musim hujan saja. Oleh sebab itu, hanya sedikit lahan sawah yang dikelola oleh masyarakat tani desa karangrejek. Petani usahataninya pada curah hujan untuk mengairi lahan sawahnya, sehingga Kelurahan Karangrejek tidak maksimal karena sulitnya air untuk mengairi lahan sawah Irigasi kegagalan panen karena ketidakpastian hujan dan kekeringan, membuat unsur hara yang tersedia menjadi lebih efektif, dan meciptakan kelembaban tanah optimum untuk pertumbuhan tanaman serta kualitas tanaman yang baik (Nugroho et al. , 2. Peran irigasi untuk penyediaan air bagi usahatani padi sawah termasuk dalam ketegori sangat besar. Sistem irigasi yang baik akan menciptakan sistem pangan yang baik pula dan dapat mendorong kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan irigasi harus diperhatikan dengan serius sehingga hasil yang BUMDES juga dapat ikut serta untuk penyediaan irigasi, sehingga menjalankan usahatani petani (Yana. Namun, kenyataannya peran BUMDES untuk mendukung ketersediaan air pada saluran irigasi lahan sawah petani Kelurahan Karangrejek sepenuhnya terlaksanakan. Supriyatno selaku dukuh di Dusun Bimbing Kelurahan Karangrejek mengatakan bahwa setelah terbentuknya unit usaha Pengelolaan Air Bersih (PAB) di BUMDES, unit usaha mengairi saluran air irigasi lahan sawah Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 karena untuk saat ini. PAB hanya memenuhi air bersih dan air minum masyarakat sekitar. Masyarakat Kelurahan Karangrejek memperoleh dan memenuhi ketersediaan air saluran irigasi untuk lahan sawah mereka hingga saat ini masih diperoleh dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang dikelola oleh Namun, di lain sisi BUMDES mendukung dan menunjang pengadaan P3A tersebut secara tidak langsung pembinaan administrasi untuk P3A. Sekarang petani dapat dengan mudah memudahkan dan mempercepat pekerjaan Petani dapat bercocok tanam di setiap musim dan menghasilkan produksi padi yang lebih melimpah karena air tercukupi untuk tanaman melalui irigasi BUMDES memiliki program pelatihan yang bermanfaat untuk masyarakat Kelurahan Karangrejek dalam mendukung ketahanan pangan. Pelatihan tersebut berupa pelatihan bimbingan teknis budidaya, bimbingan teknis administrasi Bimbingan teknis budidaya yang difasilitasi sepenuhnya oleh BUMDES. Bimbingan pembuatan pupuk organik padat, pupuk organik cair, pemilihan atau penggunaan varietas unggul dan cara tanam yang baik. Pelatihan tentang pupuk dan sistem pertanian lainnya dapat memberikan dampak pada optimalnya panen usahatani petani dan meningkatkan perekonomian petani 10-30% dari periode panen sebelumnya (Lestari, 2. Dalam segi bimbingan administrasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa BUMDES administrasi untuk P3A. Kemudian bimbingan teknis pemasaran yang Kelurahan Karangrejek BUMDES mengadakan pertemuan antara pedagang- pedagang besar hasil pertanian dengan petani penghasil di Desa Karangrejek. Pertemuan tersebut bermanfaat untuk mempercepat pemasaran dan mencegah terjadinya kesalahan komunikasi dalam hal penetapan dan ketentuan harga jual-beli hasil produksi petani tersebut. Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Tidak hanya dalam ketahanan pangan saja, peran Badan Usaha Milik Desa Karangrejek ini memiliki fungsi dalam Menurut Suparji . , pengembangan badan usaha ini tidak semata-mata didasarkan pada aspek target pertumbuhan ekonomi, akan tetapi lebih penting menciptakan aktivitas ekonomi yang kondusif sehingga masyarakat dan berpengaruh terhadap kesejahteraan perekonomian masyarakat. Salah satu pengembangan usaha yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat adalah Usaha Kredit Mikro Tirta Kencana atau UKM TK. UKM ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka berdasar ekonomi yang berkeadilan (Suparji, 2. Menurut Sari . , menyatakan bahwa kekurangan modal dalam kegiatan ekonomi menyebabkan mengakibatkan rendanya pendapatan pemilik usaha. Oleh karena itu menurut Sari . , untuk mengurangi kemiskinan maka harus memotong lingkaran dan perangkat kemiskinan. Tujuan dari Unit Kredit Mikro Tirta Kencana adalah menyediakan dana Kelurahan Karangrejek perekonomian mereka. Petani menjadi salah satu pelaku usaha yang menjadi pemakai manfaat dari UKM Tirta Kencana untuk membantu permodalan usahatani yang mereka lakukan. Dalam (Dantika dan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 Yanuardi, 2. , pengelolaan UKM sebagai unit peminjaman modal ini dapat peningkatan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat petani yang menggunakan pinjaman tersebut sebagai modal usaha mereka. Tidak hanya UKM Tirta Kencana saja yang berperan dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Inisiasi lokal dari adanya pengelolaan air terpadu dapat mendorong kesejahteraan masyarakat petani lewat sumber daya air yang dikelola oleh BUMDES dengan munculnya usaha-usaha ekonomi lain di luar sektor pertanian (Bakara, 2. Selain dua unit usaha dalam BUMDES tersebut, terdapat unit usaha lain yang memiliki pengaruh penting dalam perekonomian masyarakat salah satunya adalah Jasa Pengelolaan Usaha Desa atau JPUD yang baru terbentuk tahun 2012. Unit usaha ini direncanakan menyediakan tempat bagi para pelaku usaha di Kelurahan Karangrejek untuk berjualan berbagai makanan ataupun oleh-oleh di rest area yang dibangun oleh pemerintah Tidak hanya dalam bentuk tempat untuk berjualan tetapi juga menurut informasi yang didapatkan dari para responden, akan diadakan program pembuatan water boom, wisata kuliner, dan pengembangan destinasi wisata Menurut Sujanto dan Rifqi . , wisata yang akan menjadi unit usaha BUMDES dapat meningkatkan penambahan pendapatan. Dibutuhkannya beberapa pendampingan dari stakeholder untuk penyampaian gagasan rencana pembangunan wisata. Adanya program tersebut dapat menjadikan peningkatan masyarakat yang cukup signifikan apabila sudah dilaksanakan dengan baik. Menurut Sari . BUMDES Karangrejek berhasil memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat meskipun unit usaha yang dimiliki belum sepenuhnya berjalan. Adanya BUMDES di Kelurahan Karangrejek ini memiliki dampak positif bagi peningkatan tarap ekonomi masyarakat yang ditandai dengan semakin majunya masyarakat Kelurahan Karangrejek. Hal ini sesuai dengan kelembagaan ekonomi masyarakat desa yang sepenuhnya dikelola oleh BUMDES dan dapat membangun kemandirian desa dengan baik. Rencana kegiatan BUMDES untu mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat desa Dengan melihat kondisi seperti sekarang, dapat diperkirakan dunia akan mengalami krisis pangan yang diakibatkan dari ketersediaan lahan dan jumlah produksi pangan tidak mampu mengimbangi Ancaman krisis pangan dunia harus segera diantisipasi dan diwaspadai terutama bagi negara yang tingkat impor pangannya tinggi, seperti Indonesia. Krisis pangan dunia yang dikhawatirkan akan terulang pada tahun 2012 akan berakibat langkanya pangan di pasar internasional dan setiap negara akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan negara dan sangat berhati-hati dalam mengekspor bahan pangannya (Dewi dan Ginting, 2. Maka dari itu perlu dilakukannya aksi program kegiatan untuk mengantisipasi krisis pangan yang diperkirakan akan terjadi pada beberapa tahun kedepan. Menurut Vardholi selaku pengurus BUMDES Kelurahan karangrejek, untuk mengantisipasi hal tersebut. BUMDES berencana akan membangun program yang lebih bergerak dibidang pertanian seperti penyediaan wisata edukasi pertanian, wisata kuliner, waterboom dan pengolahsn hasil pertanian seperti home Edukasi pertanian tersebut dapat berupa studi banding ke wilayah pertanian yang jauh lebih baik dan dapat dikatakan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 lebih maju dari Kelurahan Karangrejek dengan harapan petani dapat mengadopsi ilmu serta teknologi agar dapat diterapkan di wilayahnya. Wisata kuliner yang dilaksanakan seperti mendirikan stan- stan makanan ataupun pasar tani yang menjualkan hasil pertanian, perkebunan maupun peternakan lokal yang kemudian diolah dalam bentuk kuliner khas desa Karangrejek/Gunung Kidul. edukasi/ pelatihan yang akan dilaksanakan oleh BUMDES tersebut tidak hanya Namun pengadaan pelatihan perternakan dan perikanan juga menjadi program BUMDES dalam mengantisipasi ketahanan pangan seperti pelatihan peternakan lele dan lain sebagainya. Menyadari sumberdaya petani dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, upaya untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan petani dalam beragribisnis sangat pelu dilakukan sebagai antisipasi mengahdapi krisis pangan. Metode pelatihan dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani tersebut dipilih dan diterapkan sesuai dengan tujuan, situasi dan kondisi yang dihadapi petani (Akbar. Penelitian mengungkapkan bahwa pelatihan kepada petani telah berdampak positif terhadap kinerja usahatani. Pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang terdiri general training dan specific training sehingga dapat meningkatkan produktifitas yang dapat dilihat dari penambahan pendapatan petani (Listyanto et al. , 2. Peningkatan kinerja usahatani ditunjukkan oleh adanya peningkatan produksi dan keuntungan Peningkatan produksi terjadi karena penggunaan input-input . arana produks. yang lebih produktif. Peningkatan keuntungan merupakan akibat langsung penggunaan input yang lebih efektif dan efisien (Kuntariningsih dan Mariyono. BUMDES terus berupaya agar program-program dicanangkan akan terealisasi dan terwujud dengan baik sesuai kebutuhan petani. Peran partisipasi dari petani juga sangat diharapkan oleh BUMDES agar program mengantisipasi krisis pangan yang akan terjadi di masa yang akan datang Hambatan Dalam Pelaksanaan Peran Badan Usaha Milik Desa Dalam BUMD Karangrejek memiliki berbagai unit usaha perekonomian masyarakat dan juga Namun, kebijakan dan program kerja yang sudah ada belum sepenuhnya memberikan Karangrejek karena banyaknya kendala yang terjadi di lapangan. Adanya kendala tersebut seperti pada pembayaran peminjaman modal pada Unit Kredit Mikro yang macet dari para pelaku usaha. Kendala tersebut berkaitan dengan membayarkan pinjaman modal yang didapat dan bergantung juga dengan pendapatan dari usaha yang dijalankan. Pengembalian dana yang dipinjam masyarakat pastinya membantu BUMDES bergerak dan berperan untuk mendorong perekonomian desa (Sapitri dan Ni, 2. Kurangnya masyarakat untuk memanfaatkan program dari BUMDES yang juga menjadi sebab kurang berjalannya program lembaga tersebut secara keseluruhan. Hal tersebut disebabkan masyarakat belum mempunyai rasa memiliki yang kuat dan kesadaran diri yang rendah terhadap program (Kuria dan Isnaini, 2. Program kerja yang sudah terbentuk dari BUMDES belum semuanya dapat terealisasikan dengan baik untuk ketahanan pangan dan pereknonomian masyarakat karena kurangnya informasi mengenai unit usaha yang dibangun oleh BUMDES dalam rangka ketahanan pangan Available online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 19 No. 2, 30 November 2024 dan peningkatan perekonomian masyarakat Adapun dari tujuh unit usaha yang dibentuk tidak semuanya berjalan, hanya ada tiga dari tujuh unit usaha yang baru berjalan di BUMDES Karangrejek. Hal ini dikarenakan ada beberapa unit usaha yang melepaskan diri dari BUMDES Karangrejek untuk periode saat ini. Seperti contoh LKMA Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Gapoktan yang saat ini bukan bagian BUMD Kelurahan Karangrejek. Dalam eksistensi BUMDES bergantung dengan potensi yang dapat dikembangkan dari Sehingga unit usaha yang ekonomi yang ada di desa (Jacob dan Murdiyanti, 2. Akan tetapi, di Kelurahan Karangrejek ini dalam bidang perubahan hasil produksi pertanian. Sebagai contoh dalam hasil pertanian bawang merah belum ditemukan adanya home industry ataupn tempat pengolahan hasil pertanian bawang merah sebagai sebuak produk ataupun barang yang dapat bernilai jual lebih tinggi. Padahal, home industry dapat dilakukan dalam upaya pembangunan ekonomi kreatif di sektor pangan karena menghasilkan nilai tambah ekonomi masyarakat sekitar (Muryanto. Sehingga adanya hambatan ini belum dapat dimaksimalkan oleh BUMDES sebagai pengelola usaha sesuai dengan potensi daerah. Kurangnya kesadaran masyarakat petani akan agroindustri juga menjadi penyebab atau hambatan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sehingga diperlukan cara ataupun penyuluhan mengenai adanya inovasi ketahanan pangan lain yang juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Karangrejek dalam rangka ketahanan pangan belum dapat ditemukan secara fisik yang membantu kekurangan air. Akan tetapi, dari kegiatan penunjang seperti adanya bimbingan teknis pemasaran, budidaya, administrasi, dan peminjaman modal menjadikan BUMDES ini sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia khususnya petani. Dari adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia ini dapat menjadi suatu modal utama petani untuk mengembangkan usaha taninya dan dapat memperkuat ketahanan pangan. Sedangkan dalam masyarakat. BUMDES sudah berperan penting untuk memajukan masyarakat Kelurahan Karangrejek lewat unit usaha yang dijalankan seperti PAB. UKM, dan JPUD yang mana dari ketiga unit usaha tersebut mendukung adanya usaha yang dijalankan oleh para pelaku usaha di Kelurahan Karangrejek melalui bantuan modal ataupun bantuan fisik air bersih Perlu komunikasi dan kedekatan dengan BUMDES masyarakat dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan lembag-lenbaga yang ada di wilayah. SIMPULAN DAN SARAN Akbar. AoPelaksanaan Pelatihan Dan Pengembangan Pada Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kelurahan UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Politeknik Pembangunan Pertanian YogyakartaMagelang yang sudah memberikan dukungan sehingga penelitian ini berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA