163 Volume 10 No. Juli Ae Desember 2025 p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X ANALISIS PENDEKATAN PLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA) PADA PROGRAM TAHSIN QURAN DI PERGURUAN TINGGI Ali MaAosum1. Maemunah SaAodiyah2 Universitas YARSI| ali. masum@yarsi. Universitas Ibn Khaldun Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program Tahsin Quran di universitas YARSI menggunakan pendekatan plan-do-check-act (PDCA). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ini didapati penerapan program Tahsin Quran sebagai bagian dari continuous improvement sudah mengikuti siklus PDCA. Dalam perencanaan . , bidang Ruhul Islam melakukan identifikasi masalah, menetapkan tujuan dan menentukan sumber daya yang Dalam pelaksanaan . , bidang Ruhul Islam bermitra dengan lembaga Tahsin Quran dan mengawasi kegiatan tahsin sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dalam pengecekkan . , bidang Ruhul Islam mengawasi pembelajaran tahsin Quran di ruang zoom dan di saat ujian akhir . ost-tes. Pada tahap tindakan . , bidang Ruhul Islam akan melakukan tindak lanjut program Tahsin Quran yang meliputi waktu, sistem, kegiatan pendukung, dan optimalisasi keterlibatan dosen PAI. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam. Manajemen. Sumber Daya Manusia Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 164 ANALYSIS OF THE PLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA) APPROACH TO THE QURAN TAHSIN PROGRAMN IN HIGHER EDUCATION Abstract The aim of this research is to analyze the implementation of the Tahsin Quran program at YARSI University using the plan-do-check-act (PDCA) approach. This research is qualitative research. Research data was collected using interview and documentation techniques and then analyzed using descriptive analysis. From the results of this research, it was found that the implementation of the Tahsin Quran program as part of continuous improvement has followed the PDCA cycle. In planning . Ruhul Islam division identifies problems, sets goals and determines the resources involved. In implementation . , the Ruhul Islam division collaborates with the Tahsin Quran institution and supervises their activities in accordance with the plans that have been made. In checking . , the Ruhul Islam division supervises the learning of the Quran in the zoom room and during the final exam . ost-tes. At the action stage (Ac. , the Ruhul Islam division will carry out a followup to the Tahsin Quran program which includes time, systems, supporting activities, and optimizing the involvement of PAI lecturers. Keywords: Islamic Education. Management. Human Resources PENDAHULUAN YARSI merupakan salah satu perguruan tinggi umum Jakarta didirikan sejak tahun Perguruan tinggi ini menjadikan nilai dan ajaran Islam sebagai dasar dan pedoman dalam menggerakkan kegiatan mahasiswanya baik akademik maupun non-akademik. Di antara ajaran Islam yang harus dikuasai oleh lulusan universitas YARSI adalah mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan Untuk mewujudkan hal tersebut, kewenangannya kepada wakil rector bidang Ruhul Islam untuk mengelola program dan kegiatan peningkatan kemampuan membaca Al-Quran bagi mahasiswa universitas YARSI Wakil rektor bidang Ruhul Islam dalam upayanya meningkatkan kemampuan membaca Al Quran telah melakukan pemetaan awal kemampuan membaca Al Quran mahasiswa YARSI. Pemetaan kemampuan membaca Al Quran dilakukan oleh dosen-dosen Pendidikan Agama Islam (PAI). Mereka diberi tugas untuk menguji dan mengecek satu persatu bacaan Quran mahasiswa angkatan 2022/2023 di masing-masing prodi untuk kemudian diklasifikasikan Berdasarkan dokumen yang diperoleh dari bidang Ruhul Islam didapati bahwa mahasiswa YARSI angkatan tahun 2022-2023 berjumlah 719 mahasiswa. Setelah dilakukan penilaian kemampuan membaca Al Quran didapati bahwa 564 mahasiswa atau sekitar 78,4% kemampuan mahasiswa YARSI angkatan 2022-2023 dalam membaca Al Quran masih belum memenuhi standar bacaan Al Quran yang ditetapkan oleh bidang Ruhul Islam dan 155 mahasiswa atau sekitar 21,55% dari mereka yang sudah Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 165 memenuhi standar bacaan Al Quran yang baik dan benar. Berdasarkan pemetaan, bidang Ruhul Islam kemudian merancang program Tahsin Quran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca Al Quran. Tahsin Quran merupakan program atau kegiatan yang dirancang oleh bidang Ruhul Islam mahasiswa dalam memperbaiki bacaan Al Qurannya. Dalam menjalankan program tersebut pihak universitas bekerjasama dengan pihak ke tiga yaitu lembaga Tahsin Quran. Pihak ke tiga dalam hal ini sepenuhnya yang mengelola dan mengatur seluruh aktifitas Tahsin Quran mahasiswa universitas YARSI. Adapun bidang Ruhul Islam berperan mengontrol, mengawasi dan mengevaluasi program Tahsin Quran yang diselenggarakan oleh pihak ke tiga. Program Tahsin Quran yang dicanangkan oleh bidang Ruhul Islam dalam konteks manajemen merupakan salah satu bagian dari Total Quality Management (TQM). Dalam TQM, perbaikan dan peningkatan mutu atau kualitas dilakukan secara berterusan. Untuk menjamin bahwa program Tahsin Quran mencapai tujuan dan peningkatan kualitas bacaan Al Quran mahasiswa YARSI maka bidang ruhul islam perlu melakukan serangkaian aktifitas manajemen, salah satu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis siklus perbaikan yang berterusan adalah pendekatan Plan. Do. Check dan Act (PDCA). Sebagai satu siklus proses peningkatan . rocess improvemen. PDCA dianggap efektif untuk mengevaluasi perbaikan yang berterusan dalam satu kegiatan atau Penerapan PDCA bukan hanya diterapkan dalam bidang industri saja, namun juga pada bidang Beberapa menunjukkan bahwa PDCA digunakan oleh lembaga atau institusi untuk improvement dalam kegiatan belajar santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Quran (Wicaksono, 2. , proses pengembangan mutu di SMP-SMA Integral Ar-Rohmah Boarding School Dau Malang (Rachman, 2. , meningkatkan mutu kualitas lulusan di SMKN 3 Bandung (Denih et al. , 2. perilaku belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universias Pendidikan Indonesia dan perbaikan mutu tata tertib santri di Pondok Pesantren Mahasiswa An Nahdlah Kebumen (Inganah & Chamidi, 2. Dari hasil analisis penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa pendekatan PDCA cukup efektif digunakan oleh lembaga dan pengajar untuk mengontrol dan mengevaluasi satu kegiatan atau aktifitas peningkatan mutu agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penelitian ini. PDCA sebagai satu pendekatan penerapan program tahsin Quran yang dicanangkan oleh bidang Ruhul Islam. Mulai dari tahap perencanaan hingga tindakan sebagaimana alur atau siklus PDCA. Dari analisis ini diharapkan dapat membantu bidang Ruhul Islam dalam melakukan perbaikan kualitas membaca Al Quran mahasiswa YARSI angkatan 2022-2023 secara berterusan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan tujuan menganalisis penerapan program Tahsin Quran di universitas YARSI dengan menggunakan pendekatan Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 166 PDCA. Metode ini diterapkan sebagai studi kasus untuk menggali lebih dalam mengenai penerapan program Tahsin Quran mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengecekan hingga tahap akhir yaitu tindakan. Penelitian dilaksanakan di Universitas YARSI dengan subjek penelitian yaitu bidang Ruhul Islam, sebagai pihak yang mencanangkan program Tahsin Quran. Data dikumpulkan melalui dua teknik utama: wawancara mendalam Wawancara Ruhul Universitas YARSI sebagai informan utama secara langsung di lingkungan universitas YARSI dan melalui media wahtsapp, berfokus pada penerapan program Tahsin Quran. Dokumentasi terkait program Tahsin Quran seperti data perserta, pengajar, dosen PAI, pembelajaran Tahsin Quran mahasiswa dikumpulkan sebagai data pendukung yang memperkaya analisis. Data yang menggunakan analisis deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN PDCA sebagai satu siklus proses peningkatan memiliki tahapan-tahapan yang teratur. Tahapan tersebut harus dijalani secara berurutan dan konsisten. Berikut ini adalah tahapan dalam penerapan PDCA pada pembelajaran membaca Al Quran di YARSI. Perencanaan (Pla. Peningkatan Mutu Bacaan Al-Quran Program Kualitas Plan (Pla. merupakan proses menentukan tujuan yang akan dicapai dalam mengembangkan proses maupun masalah yang hendak diselesaikan, lalu menetapkan cara yang hendak dipakai untuk mencapai tujuan (Susanti, 2. Hal pertama yang harus dilakukan mengidentifikasi permasalahan untuk kemudian membuat rencana solusi atas permasalahan tersebut (Ayuningtyas. Untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan program Tahsin Quran di universits YARSI, peneliti melakukan wawancara langsung dengan informan A, ketua atau koordinator program peningkatan mutu mahasiswa, di bawah naungan bidang Ruhul Islam. Berdasarkan didapati bahwa proses atau prosedur membaca Al Quran di kalangan Permasalahan membaca Al Quran di kalangan mahasiswa YARSI dijumpai oleh dosen PAI melalui pengamatan dan observasi secara membaca Al Quran. Hal ini sebagaimana pernyataan informan A kepada peneliti yang menyebutkan AuJadi yang pertama kita lakukan itu karena berdasarkan awalnya itu karena pengalaman kita melihat kemampuan mahasiswa dan mahasiwa YARSI itu belum pada tahap standar. Ketika mereka bahkan sudah sampai pada tingkat akhir skripsi. Merek aitu membuat satu program yang bisa memperbaiki baca Quran. Ay Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 167 Berdasarkan permasalahan di atas, selanjutnta bidang Ruhul Islam merencanakan satu program khusus yaitu Tahsin Quran sebagai solusi mengatasi permasalahan membaca Al-Quran di kalangan mahasiswa YARSI. Program Tahsin Quran adalah satu program yang khusus dibuat oleh bidang Ruhul Islam untuk mahasiswa bagaimana membaca Al Quran sesuai dengan kaidah dan adab membaca yang baik dan benar. Hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh AuNah maksud dari tahsin Quran itu apa tuh maksudnya? Ya pertama mengenalkan mahasiswa kepada cara membaca Al-Quran yang baik sesuai dengan standar. Pastinya kaitannya dengan tajwid, pastinya kaitannya dengan makhrujul huruf. Pastinya kaitannya dengan adab juga dengan Al-Quran. Karena biasanya di awal mereka dimotivasi. Ay Analisis dilakukan oleh bidang ruhul sebelum merencanakan program bertujuan untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap seseorang yang dibutuhkan oleh organisasi (Nurhalim & Puspita, 2. Program Tahsin Quran dicanangkan oleh bidang Ruhul Islam dianggap sesuai dan tepat dalam mengatasi permasalahan bacaan Quran di YARSI. Hal ini didasarkan pada analisis kebutuhan di mana program Tahsin Quran merupakan solusi dari keterbatasan waktu pembelajaran Al Quran karena dilakukan di luar jam mata kuliah PAI. Selain itu, dari aspek sumber daya manusia atau tenaga pengajar, bidang ruhul Islam melibatkan lembaga Tahsin Quran sebagai pengelola program. Sumber daya yang dimiliki lembaga Tahsin dalam menyelenggarakan program mencukupi kebutuhan program, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. AuYa awalnya seperti itu. Karena setelah dicoba-coba kalau hanya mengandalkan pada jam kelas aja ya, jam kelas 1 SKS atau 2 SKS itu hampir dipastikan agak sulit. Sulit ya? Sulit, pertama satu kelas itu Ada yang rendah, ada yang tengah, ada yang tinggi. Bahkan kita kalau mengandalkan satu orang saja itu tidak kurang dari 15 menit Minimal 15 menit. Kalau itu kita punya waktu 50 menit saja itu tidak akan cukup. Meskipun kita atur misalkan satu pertemuan itu di 2-3 mahasiswa, pertemuan berikut 3 Artinya mereka paling mungkin ketemu kita sekali dan akan sulit ketemu lagi. Untuk melihat progres, untuk melihat kemajuan, untuk melihat perbaikan dan lain sebagainya akan sulit. Karena itu memang harus dibutuhkan satu program khusus. Yang mereka kemampuan mereka. Ay Selain menentukan kegiatan, di antara karakteristik perencanaan adalah Target atau tujuan yang terukur dalam perencanaan sangat penting karena ia akan dijadikan acuan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan mengevaluasi suatu program atau kegiatan (Silmi et al. , 2. Dalam konteks penelitian ini, perencanaan program Tahsin Quran oleh bidang Ruhul Islam tidak menyertakan tujuan atau target yang terukur. Hal ini dapat Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 168 dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada informan A di mana tidak ada acuan atau mengevaluasi dari aspek pencapaian membaca Al Quran melalui program Tahsin Quran. AuItu ada gak ditetapkan gak target? Target misalnya dari program ini oke kita ngambil program tahsin AlQuran ini ya kan. Itu kita tetapkan targetnya misalnya 10 persen mereka itu tuntas gitu. Atau 20 persen mereka itu tuntas. Atau 56 persen itu tuntas. Targetnya ada gak ditentukan gak targetnya? Atau aja? Sebenarnya kalau ingin targetnya bukan target peningkatan. Kalau setelah berjalan ya setelah berjalan satu kali yang dilakukan secara online. Itu sebenarnya setelah berjalan itu Artinya ada yang meningkat secara pengetahuan pasti. Ada yang meningkat secara apa namanya secara kemampuan pasti. Tapi apakah mereka langsung berubah dari yang tadinya tersendat-sendat menjadi lancar. Itu sepertinya tidak. Tidak se instan itu Ay Bidang Ruhul Islam dalam merencanakan penyelenggara program melakukan diskusi dengan dosen-dosen PAI di kampus. Dari hasil diskusi tersebut kemudian disepakai bahwa yang akan menjalankan pembelajaran dan pengajaran pada program Tahsin Quran adalah pihak ke tiga, yaitu lembaga Tahsin Quran. Hal ini diputuskan dengan pertimbangan bahwa lembaga Tahsin Quran merupakan pilihan yang tepat dan sesuai dengan kondisi universitas dan mahasiswa YARSI. Lembaga Tahsin yang terlibat mengelola program Tahsin Quran ada tiga yaitu. Al Bayyinah. Hijaz dan Mardani Quran. Bidang Ruhul Islam beberapa kemampuan lembaga dalam memenuhi kebutuhan pengajar Tahsin Quran, kebutuhan administrasi, sistem pembelajaran yang online atau daring dan biaya penyelenggaraan. Hal ini informan A dalam sesi wawancara bersama peneliti AuAJadi kita brainstorming, kita dapatlah tiga lembaga, yang pertama itu lembaga Albaina, yang kedua Hijaz, yang ketiga Mardani Quran. AyATadi Pertama mereka ada yang tidak sanggup secara online. Yang kedua mereka gurunya hanya sedikit. Yang ketiga budgetingnya tidak pas dan lain sebagainya. Jadi banyak alasan sehingga mengerucut ketiga lembaga ini. Akhirnya tiga lembaga inilah yang memungkinkanAAyADan tadi tiga lembaga ini, tiga Lembaga yang memang setelah kita lakukan wawancara mereka presentasi dan lain Ini adalah lembagalembaga yang menyanggupi. Juga dengan budgeting yang ada di kita, mereka menyanggupiAAy Pelaksanaan (D. Program Peningkatan Mutu Kualitas Bacaan Al-Quran Berdasarkan hasil interview dengan informan A didapati deskripsi pelaksanaan program Tahsin Quran yang diselenggarakan oleh lembaga Tahsin Quran. Program Tahsin Quran yang diselenggarakan oleh lembaga Tahsin Quran diselenggarakan dalam 24 pertemuan untuk mahasiswa yang kemampuan membaca Al Qurannya Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 169 masih rendah dan 12 pertemuan untuk mereka yang kemampuan membaca Al Qurannya di tingkat sedang. Satu pertemuan berdurasi kurang lebih 90 menit dan dilaksanakan satu kali pertemuan di tiap pekan atau minggu. Sistem pembelajaran dalam program Tahsin Quran adalah klasikal dan tutorial secara daring atau online. Berikut ini adalah pernyataan informan A saat diwawancarai oleh peneliti AuYa jadi pelaksanaannya itu berdasarkan tingkatan ya tingkatan rendah, tingkatan tengah, tingkatan rendah itu setelah diskusi juga dengan Lembaga-lembaga Tahsin, itu kurang pertemuan sedangkan tingkatan tengah itu 12 pertemuan jadi 24 pertemuan itu, kalau ikut pekan, jadi 24 pekan, kalau 12, 12 pekan, jadi masing-masing itu berapa, satu kali pembelajaran durasi pertemuan satu kali pertemuan itu kurang lebih 90 menit, 90 menit 24 pertemuan berarti lumayan banyak itu ya, ini berarti pengerjakannya di tempat online ya berarti ya, online semua ya, kemudian kalau dari yang gimana? model sistem pembelajaran Tahsin Quran itu ? sistem yang dia pakai, misalnya sistem klasikal, atau sistem one by one itu sistemnya ya sebenarnya sistemnya klasikal ya, ada yang kasih materi, kemudian nanti masing-masing praktek secara bergiliran ke tutorial juga lah gitu ya, ke tutorial gitu, jadi kebanyakan sih kayaknya begitu. Ay Secara umum, pelaksanaan Tahsin Quran dilaksanakan oleh lembaga Tahsin Quran dideskripisikan di atas sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Pelaksanaan memang sudah seharusnya sejalan dengan rencana yang dibuat. Hal ini sebagaimana pernyataan informan A dalam wawancara Auapa yang mereka sampaikan di proposal itu juga yang dijalankanAy Pengecekan (Chec. Program Mutu Kualitas Bacaan Al-Quran Pengecekan merupakan siklus yang harus dilakukan dalam PDCA. Pengecekan atau pemeriksaan dapat dilakukan dengan melakukan pengawasan, pengamatan, pengontrolan, monitoring kegiatan atau aktifitas suatu program. Pengecekan atau pemeriksaan terhadap suatu kegiatan dalam program bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan suatu progam, apakah sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau Bidang ruhul Islam dalam melakukan pengecekan kegiatan atau aktifitas Tahsin Quran melibatkan dosen-dosen PAI. Para dosen PAI diberi tugas untuk mengecek dan mengawasi jalannya Tahsin Quran tiap pekan. Masing-masing dosen masuk ke dalam ruangan pembelajaran yang telah ditentukan oleh bidang Ruhul Islam pembelajaran secara daring. Setelah melakukan pengawasan, para dosen kemudian mencatat apa saja yang mereka dapati selama pengawasan untuk kemudian dilaporkan dalam rapat bulanan bersama bidang Ruhul Islam. AuKemudian kalau itu system Monitoring itu akan dipantau secara grup, dengan grup itu oleh dosen agama tiap prodi, jadi dosen agama tiap prodi memantau, berdasarkan pembelajaran yang ada di prodinya masing-masing atau grup-grup prodinya, nanti kemudian mendapat laporan juga dari Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 170 lembaga Tahsin, sebelum mungkin diberikan laporannya kepada kepala pusatAy Dalam kegiatan pengecekan ini, para dosen diberi kebebasan dalam kegiatan atau aktifitas Tahsin Quran. Bidang Ruhul Islam tidak menyediakan form khusus untuk kegiatan monitoring. Sehingga hasil pengawasan satu dosen dengan lainnya beragam. Dalam hal monitoring, sebaiknya bidang Ruhul Islam membuatkan kisi-kisi monitoring atau check-list kegiatan. Kisi-kisi ini berisikan poin-poin rencana yang telah Dengan begitu, monitoring yang menggambarkan pencapaian rencana yang telah dibuat. Hasil monitoring ini akan digunakan oleh bidang ruhul Islam untuk mengevaluasi kegiatan program Tahsin Quran apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum. Dengan tidak adanya kisi-kisi monitoring maka hasil pengawasan kegiatan Tahsin yang dilakukan oleh dosen PAI tidak dapat diukur pencapaiannya walaupun tetap mengevaluasi program. Selain monitoring kegiatan, dalam pengecekan ini juga dilakukan evaluasi hasil kegiatan program Tahsin Tujuan dari program Tahsin Quran sebagaimana dalam perencanaan adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas bacaan Al Quran mahasiswa YARSI. Untuk mengetahui pencapaian tersebut, lembaga Tahsin melakukan evaluasi dengan menguji kemampuan bacaan Al Quran mahasiswa setelah mengikuti serangkaian pembelajaran. Berdasarkan diperoleh oleh peneliti didapati hasil berikut ini. Tabel. 1 Jumlah Mahasiswa Lulus dan Tidak Lulus Pada Program Tahsin Quran Keterangan Lulus Tidak Lulus Jumlah Total Peserta Jumlah 367 mahasiswa 197 mahasiswa 564 mahasiswa Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa jumlah mahasiswa yang mengikuti program Tahsin Quran adalah 564 mahasiswa. Setelah mengikuti pelatihan dan tutorial pembelajaran membaca Al Quran yang diselenggarakan oleh lembaga Tahsin Quran dan dilakukan ujian akhir atau post-test didapati 467 atau sekitar 65,07% dari mereka dinyatakan lulus dan 197 atau sekitar 34,93% dari peserta Tahsin dinyatakan belum lulus. Dari data tersebut, secara umum tujuan dari program Tahsin Quran yang diadakan oleh bidang Ruhul Islam membaca Al Quran di kalangan mahasiswa menunjukkan pencapaian Namun, pencapaian tersebut sejalan dengan apa yang sudah direncanakan oleh bidang Ruhul Islam. Jika merujuk pada tahap perencanaan di atas, tingkat kelulusan mahasiswa sebesar 65% dalam program Tahsin Quran tidak secara rinci ditetapkan oleh bidang Ruhul Sehingga hasil pencapaian tersebut tidak dapat digunakan acuan untuk mengevaluasi program Tahsin Quran yang diselenggarakan oleh bidang Ruhul Islam. Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi bidang ruhul Islam dalam mengelola suatu program hendaknya bidang Ruhul Islam Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 171 menyertakan juga indikator-indikator Agar pada tahap pengecekan apa yang sudah direncakan dapat dievaluasi secara terukur Selain itu, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada informan disebutkan bahwa standar penilaian yang dibuat oleh masing-masing lembaga Tahsin dalam menguji bacaan Al Quran mahasiswa beragam, tidak sama antar lembaga Tahsin. Mereka memiliki kisi-kisi dan kemampuan membaca Al Quran. Maka dari itu, angka pencapaian dalam tes akhir atau post-test yang didapat dari lembaga Tahsin tidak dapat juga dikonfirmasi oleh bidang Ruhul Islam sebagai pencapaian atas program Tahsin Quran, hal ini karena bidang Ruhul Islam pada tahap perencanaan tidak menyertakan indikator kemampuan membaca Al Quran yang akan dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti program Tahsin Quran. Ini tentu menjadi catatan dan evaluasi berikutnya bagi bidang Ruhul Islam dalam melakukan perencanaan program. Hendaknya dalam perencanaan suatu kegiatan atau program bidang ruhul islam menentukan atau merumuskan indikator-indikator penilaian atau hasil pencapaian suatu program. Rumusan indikator pencapaian tersebut kemudian dijadikan acuan dalam menentukan Mitra dalam hal ini dituntut untuk memenuhi indikator atau standar yang telah ditetapkan oleh bidang Ruhul Islam. Dalam penelitian ini, indikator pencapaian program mengikuti apa yang dibuat atau ditentukan oleh mitra. Berikut ini adalah wawancara terhadap informan terkait hasil pembelajaran Tahsin Quran AuAAmasing-masing metode evaluasi, ada yang evaluasinya dilakukan di tiap bulan sekali ada, ada yang memang di evaluasi di akhir atau setengah perjalanan sekali kemudian di akhir itu tergantung daripada metode yang digunakan dari tiap-tiap lembaga, tapi tiap-tiap lembaga melakukan evaluasi, mereka kasih nilai dan lain sebagainya A secara umum kalau pengetahuan pasti meningkat tapi kalau kemampuan yang signifikan sepertinya belum bisa, dia meningkat secara signifikan karena ini apa namanya metode pembelajaran yang terbatas terutama terus yang kedua juga pengukurannya sebenarnya lebih ke pengetahuan praktik ada sih cuma tadi praktik itu mungkin sebatas hal-hal yang sudah diajarkan kelihatannya akan seperti itu jadi kalau apakah nanti dia dipastikan akan apa namanya bisa dikatakan dia meningkat signifikan itu tidak bisa dipakai karena hasil evaluasinya adalah hasil evaluasi apa yang sudah diajarkan . Ay Tindakan (Ac. Program Peningkatan Mutu Kualitas Bacaan Al-Quran Menurut Nasution . tahap akhir dari siklus PDCA adalah action yang berarti melakukan penyesuaian yang dianggap perlu berdasarkan Penyesuaian berkaitan dengan prosedur baru untuk mengantisipasi terulangnya kesalahan atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya. Dalam konteks program Tahsin Quran di YARSI, bidang Ruhul Islam telah melakukan evaluasi terhadap kegiatan dan aktifitas Tahsin Quran, adapun hasil evaluasi tersebut kemudian dijadikan acuan untuk memperbaiki kegiatan Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 172 peningkatan mutu kualitas bacaan Al Quran mahasiswa YARSI di masa Waktu dan Sistem Penyelenggaraa Tahsin Quran Bidang Ruhul Islam melihat bahwa waktu penyelenggaraan Tahsin Quran bagi Mahasiswa YARSI Berdasarkan dengan informan A didapati bahwa Tahsin Quran yang diselenggarakan oleh bidang Ruhul Islam diterapkan Covid-19. Mahasiswa mengikuti kegiatan Tahsin Quran setiap pekan di hari sabtu pagi secara daring dengan media Zoom. Setelah dievaluasi, waktu dan sistem penyelenggaraan kegiatan Tahsin Quran seperti ini cocok diterapkan pada masa-masa pandemi covid 19 saja di mana aktifitas dan kegiatan masyarakat pada saat itu dibatasi, termasuk kegiatan belajar mengajar di kampus. Pembelajaran daring atau online dianggap efektif dalam hal waktu, tempat dan antisipasi terhadap penyebaran virus saat pandemi (Munasiah, 2. Selain itu, pada saat pandemi semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran juga memberikan respon yang positif (Andriana et al. , 2024. Aqmal et al. Eliyarti & Rahayu, 2022. Rusdiantho & Elon, 2. Adapun paska pandemi, pembelajaran secara daring atau online kurang berjalan efektif dan kurang diminati oleh mahasiswa. Maka dari itu, mahasiswa peserta Tahsin Quran aktif dan bersemangat mengikuti kegiatan Tahsin hanya di minggu-minggu awal saja. Selain itu, penggunaan media zoom membatasi interaksi antara pengajar dan peserta. Hal ini ditandai dengan adanya sebagian mahasiswa yang mengikuti program namun tidak mengaktifkan video atau kamera saat pembelajaran. Sehingga, komunikasi antara peserta dan pengajar Tahsin Quran tidak berjalan baik saat pembelajaran. Keadaan yang demikian tidak hanya terjadi pada program tahsin Quran YARSI namun juga dialami oleh penyebabnya adalah jaringan internet yang tidak stabil, perangkat pembelajaran yang kurang memadai, keterbatasan kuota internet (Lubis et , 2021. Saharoh et al. , 2022. Sembiring & Tijow, 2021. Setiani, 2. , persepsi mahasiswa tentang pembelajaran daring (Rachmawati et , 2. dan kesulitan dalam memahami materi secara online (Lubis et al. , 2021. Mardia & Siregar. AuAjadi tahsin ini kan mulai awalnya itu ketika masa-masa masa masih masa pandemi ya masih juga masih berangkat ke kampus tapi waktu itu semangatnya masih kuat karena masih awal-awal pandemi gitu nah setelah selesai pandemi ini berdampak pada keseriusan mereka untuk apa namanya belajar secara online dan itu bukan hanya di tahsin bahkan di mata kuliah sekalipun jadi sekarang banyak juga mata Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 173 kuliah yang tidak lagi mau online mahasiswanya mahasiswanya justru mereka menuntut untuk offline itu membuat kita harus membuat SOP yang berbeda SOP baru yang akan lebih baik jika ini dilakukan secara AyAdari aspek waktu juga waktu pembelajaranya ya waktu-waktu pembelajaran itu yang di weekend sabtu itu ya jumat sabtu itu, itu juga gak bisa dijadikan standar yak an standar untuk kita meisalnya melakukan lagi itu ke depannyay Aberbeda ketika diadakan online kita gak tahu mereka tidak semua mentor itu tegas untuk menyuruh apa namanya siswanya mau on-camp ya, ada sebagian masih off-camp dan lain sebagainya itu yang membuat kita kadang-kadang miris jugay Berdasarkan evaluasi ini, bidang Ruhul Islam penyelenggaraan Tahsin Quran berikutnya bukan di hari sabtu namun di waktu pembelajaran PAI secara luring atau offline. Bidang Ruhul Islam melihat bahwa alokasi waktu mata kuliah PAI di YARSI adalah 2x50 menit. Para dosen PAI nantinya akan diarahkan untuk membagi waktu pembelajaran PAI menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu 50 menit awal untuk pembelajaran mata kuliah PAI dan sesi ke dua yaitu 50 menit akhir digunakan untuk pembelajaran Tahsin Quran para Waktu ini dianggap lebih ideal dan realistis dengan kondisi YARSI mahasiswa masih dalam keadaan dan situasi pembelajaran di kelas dan masih dalam pengawasan dosen. Dengan diharapkan kegiatan Tahsin Quran berjalan lebih efektif. Auharus dirubah dengan cara dilakukan secara offline gitu memang direncalakan direncalakan direncanakan kalau memang ini akan terus berjalan maka mau tidak mau ada harus ada suatu waktu khusus mereka untuk mengekalkan kegiatan di fokus dokter misalkan pagi hari sebelum mereka masuk ke kelas tapi apakah efektif atau tidak kita tidak tahu sepertinya efektif benar-benar efektif juga tidak juga kalau dilihat dari absensi kehadiran dan lain sebagainya belum lagi dengan metode karena metodenya mereka buat sendiri yang pertama yang kedua mungkin salah satu opsinya adalah memberikan waktu biasanya di prodi-prodi itu ada apa namanya slot 1 SKS itu 50 menit tapi biasanya dikosongkan waktu berikutnya nah itu biasanya digunakan dosen agama untuk mahasiswa nah kalau kami mencoba ya kayaknya ini satu solusi yang cukup baik yang pantas untuk dicoba kenapa? karena mahasiswa masih berada dalam situasi pembelajaran kelas dosen masih bisa mengawasi gitu ya dosen masih bisa mengawasi dan mereka tidak lari kemana-mana dan mahasiswa masih suasana belajar berbeda ketika diadakan online kita gak tahu Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 174 mereka tidak semua mentor itu tegas untuk menyuruh apa namanya siswanya mau on-camp ya ada sebagian masih off-camp dan lain sebagainya itu yang membuat kita kadang-kadang iris juga tapi kalau di kelas atau muka mereka gak bisa mereka harus bertemu jadi mungkin itu satu upaya baru ya yang harus dicoba yang akan dicoba untukA. Program Tahsin Quran yang Berterusan Program Tahsin Quran yang diadakan oleh bidang Ruhul Islam di mana lembaga tahsin sebagai mitra yang menyelenggarakan kegiatan belum bisa menjadi solusi utama terhadap permasalahan membaca Al Quran. Program ini hanya menjadi triger atau pemicu bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca Al Quran. Pengetahuan dan keterampilan dalam membaca Al Quran yang mereka dapati melalui program Tahsin Quran selanjutnya dijadikan modal dan dasar bagi mereka untuk melatih diri sendiri agar lancar membaca Quran di luar atau paska kegiatan Tahsin Quran. Upaya pembinaan kemampuan membaca Al Quran YARSI direalisasikan dalam bentuk program atau kegiatan lanjutan paska program tahsin Quran untuk memastikan bahwa apa yang telah mahasiswa dapat selama program tahsin Quran dapat terus dijaga dan bahkan Dengan permasalahan membaca Al Quran di YARSI dapat teratasi dengan baik. Ausebenarnya tahsin yang dilakukan itu tidak sertamerta kemudian dianggap sebagai cara yang paling mampu untuk meningkatkan kemampuan karena sekali lagi itu waktunya juga sangat singkat waktunya singkat pertama. Yang kedua, sebenarnya mereka harus menggali sendiri kemampuan mereka untuk bisa lebih cepat membaca Qur'an jadi kemampuan yang disampaikan ilmu yang disampaikan atau materi yang disampaikan di kelas itu atau pada saat pembelajaran itu adalah hal-hal yang penting diketahui tapi tetap harus di follow up karena tidak serta-merta mereka kemudian bisa kemampuannyaA. AyA. Karena di awal kami meyakini awalnya kami meyakini ini bisa jadi satu jembatan yang efektif yang signifikan tapi ternyata setelah dilakukan ternyata tidak sesignifikan itu meskipun di proposal mereka menjadikan ABC dan lainlain tapi ternyata tidak muncul baik karena memang dari sisi mereka juga dari sisi mahasiswanya iya oke jadi setelah kita pikir-pikir ini mungkin lebih kepada trigger atau memperbaiki hal-hal yang pokok saja dari mahasisway Mengoptimalkan Peran dan Fungsi Dosen PAI Keterlibatan para dosen PAI dalam program Tahsin Quran meliputi pemetaan kemampuan awal membaca Al Quran, melakukan pengawasan aktifitas pembelajaran Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 175 Tahsin Quran setiap hari Sabtu pagi dan pelaporan hasil pengawasan di grup whatsapp atau pada saat rapat Apa yang sudah dijalankan oleh dosen PAI dalam program Tahsin Quran sudah cukup bagus. Namun, pada program Tahsin Quran berikutnya hendaknya peran dan keterlibatan para dosen ditingkatkan dan lebih dioptimalkan. Salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan secara intensif terhadap mahasiswa yang kemampuan bacaan Qurannya belum mencapai standar yang diharapkan paska program Tahsin Quran. Pembinaan mahasiswa dalam membaca Al Quran paska program Tahsin Quran merupakan bentuk peningkatan yang Dengan cara inilah diharapkan permasalahan membaca Al Quran di kalangan mahasiswa YARSI akan Aykarena tahsin quran ini lebih kepada trigger ya maka langkahlangkah berikutnya memang harus tetap diayomi oleh dosen agama jadi dosen agama setelah melihat apa namanya misalkan sudah bekerja, sudah mengikuti pelatihan, maka dia harus melakukan pengecekan ulang, maka memang setelah dilakukan pembelajaran ini berefek, kalau memang berefek, kira-kira apa yang harus diperbaiki gitu dari menengah. terus yang berikutnya adalah ya mereka sudah harus mulai sudah harus mulai memetakan tadi kemampuan tadi memetakan pribadi kemudian melakukan langkahlangkah yang harus strategis memang kalau tidak strategis ini tidak akan selesai ya khususnya kalau yang dalam tingkatan rendah jika tingkatan rendah ini memang mau tidak mau dipaksa harus mereka bimbingan intensif, baik oleh kita mentor-mentor melanjutkan pembelajaran. Kalau yang tingkat penengah, bisa dievaluasi lebih spesifik dan itu bisa lebih mudah dipantau tapi kalau yang rendah itu memang harus effortnya harus agak berat harus agak besar jadi pembelajaran di tahsin itu tidak akan menyelesaikan secara instan permasalahan mereka dalam baca Quran tapi mereka ketrigger untuk bisa membaca dengan benar dan lain sebagainya pembelajaran setelah ituA" PENUTUP Berdasarkan hasil pembahasan didapati bahwa bidang Ruhul Islam dalam merencakan program Tahsin Quran telah menetapkan tujuan, melakukan identifikasi permasalahan, dan sumber daya yang terlibat dalam kegiatan atau aktifitas Tahsin. Adapun untuk pelaksanaan, program Tahsin Quran telah dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Para peserta program mengikuti kelas tahsin satu kali dalam sepekan melalui media zoom selama 12 sampai 24 pertemuan atau pekan. Program tahsin Quran YARSI dikelola dan dijalankan oleh mitra, yaitu tiga lembaga tahsin Quran yang ditentukan yaitu Al Bayyinah. Hijaz dan Mardani Quran. Untuk pengecekan, bidang Ruhul Islam telah melibatkan dosen-dosen PAI untuk melakukan pengawasan di ruang zoom setiap hari Sabtu. Hasil Pengecekan Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 176 koordinator bidang Ruhul Islam untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi. Selain itu, di akhir rangkaian kegiatan Tahsin Quran, para mahasiswa kemudian dites . ost-tes. dengan standar yang telah ditetapkan oleh masing-masing lembaga tahsin. Siklus akhir dari PDCA adalah tindakan, ada tiga tindakan yang akan diwacanakan untuk program tahsin Quran berikutnya yaitu pertama perubahan waktu dan sistem Tahsin Quran dari daring menjadi luring, kedua program pembinaan peserta sebagai program lanjutan untuk menjaga atau bahkan meningkatkan kemampuan membaca Al Quran paska program tahsin Quran dan ketiga adalah optimalisasi peran dosen PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Quran mahasiswa YARSI. DAFTAR PUSTAKA