JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 PENYELESAIAN KASUS PERZINAHAN SECARA HUKUM ADAT NIAS DI DESA OLANORI Sadarman Ndruru Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nias Raya . adarmanndruru99@gmail. Abstrak Perzinahan merupakan kejahatan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang salah satunya menikah baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu bentuk penyelesaian kasus perzinahan di Desa Olanori yaitu penyelesaian secara hukum adat. Pada penyelesaian kasus tersebut dijatuhi hukuman pada pelaku perzinahan uang sejumlah Rp. ima juta rupia. , babi sebesar lima alisi. Masyarakat memilih penyelesaian secara hukum adat karena masyarakat lebih mementingkan rasa kekeluargaan dan rasa kebersamaan dimana untuk menjaga kekompakan masyarakat yang secara turun temurun. Dalam masyarakat, banyak perkara yang diselesaikan secara adat salah satunya adalah kasus perzinahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum sosiologis secara deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan secara deduktif. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan penyelesaian kasus perzinahan secara hukum adat Nias di Desa Olanori adalah dilakukan secara musyawarah mufakat . melalui mediasi para pihak yang dilakukan oleh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemerintahan . erangkat des. dengan melakukan perundingan pada masalah yang terjadi. Apabila telah tercapai kesepakatan maka kepada pelaku perzinahan dikenakan sanksi adat. Mengacu pada hal tersebut kepada pelaku perzinahan dikenakan sanksi hukuman uang sejumlah Rp. ima juta rupia. , 1 . ekor babi sebesar lima alisi dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keributan. Penulis menyarankan supaya ketentuan hukum adat harus dibuat secara tertulis dalam bentuk peraturan desa supaya ada kepastian hukuman bagi orang yang melanggar hukum adat itu Supaya Lembaga Adat Desa (LAD) berperan aktif dalam hal menyelesaikan hal Kata kunci :Penyelesaian. Perzinahan. Hukum Adat. Abstract https://jurnal. id/index. php/Jph JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 Aldutery is one of the cruel that committed by a man and a woman that one of them had got married both of a man as well a women. One of the solution forms of the aldutery case in Olanori village is customary law settlement. At the completion of the case, a penalty was imposed on the perpetrator of adultery in the amount of 5,000,000. (Five millions rupia. and a pig lima alisi. The society chooses a settlement based on the customary law because they are more concerned with a sense of kinship and a sense of togetherness in which to maintain the cohesiveness of society which has been passed down from generation to generation. In the society, many cases are resolvedaccording to custom which one of them is the case of adultery. The kind of research was used is sociological law research with the descriptive approach. The data was used is the primary data and secondary data. Then, analyzed through qualitative method, and drawing conclusion by Based on the findings and discussion of the research, can be concluded that the settlement of adultery cases according to Nias customary law in Olanori village is carried out by consensus deliberation through the mediation of the parties carried out by traditional, religious, government . illage apparatu. leader by negotiating the problems that happened. If an agreement has reached, the perpetrator of adultery is subject to customary sanctions. Related withthis case, the perpetrators of adultery are subject to financial penalties of 5,000,000. ivemillion rupiah. , 1 pig . It aimsto prevent a commotion from occurring. The writer suggests so the customary law provisions must be made in writing in the form of village regulations, so that there is certainly of punishment for the people who violate the customary law And, so a village customary institution (LAD)plays an active role on resolving the same Key words: Completion. Adultery. Customary Law. Pendahuluan Manusia pada dasarnya makhluk sosial. Indonesia dalam keanekaragaman orang lain disebut gregariosness sehigga merupakan unsur penting dari Negara manusia disebut sosial animal . akhluk Kesatuan Indoneia Gregariousness adalah istilah yang mengandung paham sosiologi dimana budaya tersebut menganut norma-norma hal ini digambarkan sebagai sebuah bentuk dorongan, keinginan dan upaya Masyarakat adalah sekelompok makhluk manusia untuk selalu hidup berbaur hidup yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan 2006:. Dalam memiliki naluri untuk hidup dengan berbeda-beda https://jurnal. id/index. php/Jph (Soekanto, manusia tidak dapat hidup sendiri, dia JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 selalu membutuhkan interaksi antara Manusia Sifat manusia yang suka keragaman suku, ras, agama, dan adat bergaul satu sama lain, disebut makhluk kebiasaan yang berbeda. Keragaman itu sosial (Kansil, 2002:. Negara Indonesia menjadisuatu kekayaan dan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. hukumnya, dimana ada tiga hukum Perkembangan Indoesia merupakan bangsa yang keberadaanya diakui berlaku yaitu berbangsa dan bernegara di Indonesia hukum barat, hukum agama, dan hukum dewasa ini mengalami dinamika yang Pada prakteknya masih banyak sangat signifikan. Semangat perubahan di zaman reformasi ini terjadi sebagai hukumadat dalam mengatur kegiatan bentuk kesadaran anak bangsa untuk sehari-hari serta dalam menyelesaikan mencapai sebuah Negara Bangsa yang suatu permasalahan yang ada. Setiap bermartabat dalam penyelenggaraan dan wilayah di Indonesia mempunyai tata pengelolaan kehidupan bernegara yang masing-masing demokratis dan berkeadilan, (Laia. yang beraneka ragam yang sebagian Dalam kehidupan bermasyarakat, hukum dan masyarakat merupakan dua besar hukum adat tersebut tidak dalam bentuk aturan yang tertulis. hal yang tidak dipisahkan. Ibi ius ibi Pada perkembangan sekarang ini, societa, artinya dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Oleh karena itu, kekerasan yang dilakukan oleh suami dibutuhkan suatu aturan hukum untuk kepada perempuan dan anak, bolehlah mengatur kehidupan masyarakat demi . inuman Aturan hukum tersebut ada yang tertulis yang pulang kerumah tidak mempunyai uang maka seringkali terjadi pertengkaran kedaerahan, didalam lapangan hukum yang sangat luar biasa, apalagi pada saat ini dunia sedang mengalami wabah (Soepomo,1967:. https://jurnal. id/index. php/Jph Covid-19 mata pencaharian menurun. JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 dan dibatasi berbagai hal, di tambah lagi berperan menyelesaikan suatu masalah harga barang semakin naik, sehingga atau tantangan dalam masyarakat yaitu timbul berbagai macam tindakan yang para tokoh adat setempat, pemerintahan desa, tokoh agama dan beberapa tokoh pembunuhan istri anak, (Laia. lain yang ada ditempat tersebut. Negara Indonesia adalah negara Hukum adat berasal dari kebiasaan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal masyarakat sehingga disebut sebagai 1 ayat . Undang-Undang Dasar Negara hukum yang lahir dari bawah, artinya Republik Indonesia. Dalam Pasal 18B hukum yang dinamis dan tidak mudah ayat . Undang-Undang Dasar Negara Hukum Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu Negara mengakui dan menghormati merupakan landasan dalam menentukan kesatuan-kesatuan masyarakat hukum perilaku yang baik dan buruk dalam hak-hak Hukum adat terkhusus hukum dengan perkembangannya masyarakat pidana adat memiliki sanksi tertentu dan prinsip Negara Kesatuan Republik apabila salah satu atau beberapa anggota Indonesia. Adat penyimpangan atau tindakan yang tidak pencerminan dari pada kepribadian dari sesuai dengan tantangan dan kaidah- kaidah atau kesusilaan. Lahirnya hukum sanksi-sanksi bersangkutan dari abad ke abad oleh terlepas dari akibat adanya pelanggaran karena itu,maka tiap bangsa di dunia ini atau kejahatan yang menurut hukum memiliki adat kebiasaan sendiri-sendiri adat dipandang sebagai kejahatan dan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat merusak rasa nyaman, tenteram (Wignjodipoeno, 1988:. Mekanisme merupakan suatu rangkaian bermasyarakat, sehingga bagi pelaku dan pelanggar tersebut sesuai sanksi adat merupakan suatu balasan atau pelajaran tujuannya untuk menghasilkan hasil mengulanginya lagi, bahkan menurut hukum adat tidak hanya berguna bagi Dalam suatu tempat yang sipelaku saja tetapi juga berlaku bagi https://jurnal. id/index. php/Jph JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 setiap orang supaya tidak melakukan Kabupaten Nias Selatan, sebagaimana yang pernah terjadi kasus perzinahan persetubuhan yang dilakukan oleh laki- yang dimana kasus tersebut tiga kali laki atau perempuan yang telah kawin terjadi di Desa Olanori sejak tahun 2015 dengan perempuan atau laki-laki yang bukan isteri atau suaminya. Dalam Pasal diselesaikan oleh tokoh adat, tokoh 284 ayat . KUHP dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan: tokoh agama. Perzinahan Laki-laki yang beristeri, berbuat . erangkat Berdasarkan uraian tersebut, maka zinah, sedang diketahuinya bahwa Pasal 27 Kitab Undang-Undang penelitian dengan judul Penyelesaian Hukum Kasus Perzinahan secara Hukum Adat Perdata . Nias di Desa Olanori. Perempuan yang bersuami berbuat Berdasarkan uraian latar belakang Laki-laki yang turutmelakukan penyelesaian kasus perzinahan secara diketahuinya bahwa kawannya itu bersuami. hukum adat Nias di Desa Olanori? Berdasarkan Perempuan tersebut, maka yang menjadi tujuan bersuami yang turut melakukan penelitian yaitu untuk mengetahui dan diketahuinya, bahwa kawannya perzinahan secara hukum adat Nias di Desa Olanori. Undang-Undang Pasal Hukum Perdata . berlaku pada kawannya itu. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian Metode Kesusilaan adalah suatu aturan yang dilandasi hati nurani dan budi menggunakan pikiran secara seksama pekerti atau akhlak. Pelanggaran norma untuk mencapai suatu tujuan dengan cara mencari, mencatat, merumuskan, dan menganalisis Berdasarkan hasil observasi awal di Desa Olanori Kecamatan SiduaAoori https://jurnal. id/index. php/Jph (Cholid Admadi, 2003:. sampai menyusun Narbuko Abu Metode ipenelitian JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 imerupakan isuatu ihal iyang isangat ipenting idalam isebuah ipenelitian, ibaik iperzinahan isecara ihukum iadat iNias idi iDesa iOlanori. isosiologis iatau iempiris imaupun iyang ibersifat inormatif. Tanpa imenggunakan Spesifikasi iPenelitian i imetode i. idalam imeneliti, ipeneliti Penelitian iini ibersifat ideskripsi itidak iakan imendapatkan ihasil iatau ianalisis, imendeskripsikan idata iyang imetode ipenelitian imerupakan idasar iwawancara, idokumen idan icatatan ibagi iproses ipenemuan isesuai idengan ilapangan, ikemudian idianalisa idan idisiplin iilmu iyang idibangun ioleh idituangkan ikedalam ibentuk ideskripsi iBerdasarkan ihal iini, iseorang iuntuk imemaparkan imasalah iyang imemilih imetode iyang itepat iagar itujuan i ipenelitian itercapai isecara Lokasi ipenelitian iadalah itempat Jenis ipenelitian iyang idigunakan Lokasi iPenelitian Penetapan ilokasi ipenelitian iHukum isosiologis iadalah ipenting idalam ipenelitian isosiologis, ikarena iditetapkannya ilokasi ipenelitian iteori-teori iproses ibekerjanya ihukum iadat. iJenis iditetapkan isehingga imempermudah ipenulis idalam imelakukan ipenelitian. iLokasi idilakukan iatau idilaksankan idi iDesa iOlanori iKecamatan iSiduaAoori iberlaku iserta iapa iyang iterjadi idalam iKabupaten ikenyataan idi imasyarakat i(Waluyono, ialasan isebagai iberikut: Karena idi iDesa iOlanori iterdapat iPenelitian iketerangan iyang idiperoleh idengan isehingga inantinya iakan iada ijawaban idari irumusan imasalah iyang iakan https://jurnal. id/index. php/Jph iNias iSelatan, ikasus iperzinahan. Lokasi itidak ijauh idari itempat itinggal ipenulis. Tidak iyang ibesar. Populasi idan iSampel iPenelitian JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 Populasi isekunder itersebut iyaitu ibahan ihukum Populasi iprimer, ibahan ihukum isekunder, idan ikasus iyang iperlu imemenuhi isyarat- ibahan ihukum itersier. syarat itertentu iyang iberkaitan idengan Bahan ihukum iprimer imerupakan i(Mardalis, ibahan iyang iutama, isebagai ibahan i2009:. Yang imenjadi ipopulasi idalam ihukum iyang ibersifat iautoritatif, ipenelitian iini iyaitu ikasus iperzinahan iyang iterjadi idi iDesa iOlanori iyaitu imempunyai iotoritas, ibahan ihukum iterjadi ipada itahan i2015-2021 idengan ijumlah i3 ikasus iyang iterjadi. iperundang-undangan Sampel Sampel ipenulis idalam ipenelitian iini iadalah itujuan idari ipenulis idalam imelakukan iKarena iketentuan ihukum. Bahan idokumen iatau ibahan ihukum iyang ibahan ihukum iprimer. Bahan ihukum itersier isebagai ibahan ikurang iatau isama idengan i100, imaka ihukum iyang imemberikan ipetunjuk isampel ipopulasi iini iadalah isama idengan ijumlah ipopulasi. iJadi, ikasus ihukum iprimer idan isekunder. iperzinahan iyang idijadikan isampel iyang iterjadi idi iDesa iOlanori iyaitu Analisis idata Metode iyang idigunakan iuntuk iterjadi ipada itahun i2015-2021, ijadi ijumlah ipopulasi isebanyak i3 ikasus, ikualitatif, iyaitu idata iyang idiperoleh imaka isampel ipenelitian iini iyakni i3 ikemudian idisusun imencapai ikejelasan imasalah iyang iakan idibahas idan Teknik iPengumpulan iData ihasilnya itersebut idituangkan idalam Dalam imemperoleh idata iyang ibentuk ideskripsi. iMetode ikulitatif idilakukan iguna imendapatkan idata imaka idata iyang idibutuhkan idata iyang ibersifat ideskriptif ianalisis, iyaitu Data iprimer idiperoleh idari idata-data iyang iakan iditeliti idan idipelajari isesuai iyang iutuh i. rifin, i1992:. Selain Data https://jurnal. id/index. php/Jph JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 iPenelitian Identitas ikorban i Nama : iT. iNdruru Umur : i21 itahun Pekerjaan : iTani Alamat : iDesa iOlanori itertentu idengan iteknik ipengambilan Hasil isampel iumumnya idilakukan isecara iacak iatau itidak itetap, ipengumpulan Adapun inarasumber iyang ipenuliswawancara ikualitatif iatau idata istatistik idengan iperzinahan isecara ihukum iadat iNias itujuan imenguji ihipotesis iyang itelah idi iDesa iOlanori. Kecamatan iSiduaAoori, iditetapkan i(Sugiyono, i2013:. iKabupaten iNias iSelatan iyang ipenulis Hasil ipenelitian idan ipembahasan i iperoleh idari: Berdasarkan Faustinus iNdruru isebagai iKepala ipenelitan ipenulis idilapangan, imaka iDesa iOlanori ipenyelesaian ikasus Profil iDesa iOlanori Profil iDesa iOlanori idengan idipertemukan ipihak ipelaku ilokasi ipenelitian. idan ikorban idan itokoh iadat, itokoh Jumlah ikasus i Dari ihasil iwawancara idi iDesa iOlanori iKecamatan iKabupaten iNias iSiduaAoori iSelatan i. erangkat itokoh iagama ibeserta ipihak-pihak iterkait iuntuk imenyelesaikan ikasus ijumlah ikasus iperzinahan isebanyak i3 imendamaikan ikedua ibelah ipihak idari itahun i2015-2021. Identitas ipelaku idan ikorban i iSanksi iatau ihukuman Identits ipelaku i ibagi ipelaku iadalah imembersihkan Nama : iB. iBaene Umur : i46 itahun imemberikan iuang isejumlah ilima Pekerjaan i : iTani ijuta irupiah idan isatu iekor ibabi Alamat :Desa iOlanori https://jurnal. id/index. php/Jph JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 iPada ipemberian isanksi isepakat iuntuk idiselesaikan isecara iadat i. idan iyang imenjadi imusyawarah ibersama ibaik itokoh ihukuman ibagi isipelaku iyaitu isatu iekor ibabi isebesar ilima ialisi, iuang i. erangkat iminuman i15 ibotol, idan imeminta iPenerapan ihukum iadat idalam ipenyelesaian ikorban idan ikepada itokoh iyang inilai-nilai ikesepakatan ibersama. Faigi iNaauri iYang iberwenang imemberikan isanksi iatau ihukuman ikepada isipelaku iadalah ikesepakatan ibersama iantara itokoh ikasus iperzinahan itersebut idiadakan iPenerapan i. idiadakan idi ibalai ipertemuan idesa ipenyelesaian ikasus iperzinahan idi iDesa iOlanori ipada ipenmberian iketeranganmereka itersebut idalam irangka iuntuk imenyelesaikan ikasus iantara itokoh iadat, ikepala idesa, idan imasyarakat iyang ihadir ipada iYang ihukuman ibagi isipelaku itersebut isaat iitu. idiberikan iteguran idan ihukuman Agustinus iberupa ibabi, iuang, idan iminuman. iYang iperzinahan itersebut idiselesaiakan isecara iadat. iSanksi iatau ihukuman iHulu itokoh iadat iyang ihadir ipada isaat iMenurutnya ipenerapan ihukum iadat idalam imenyelesaikan ikasus isebesar ilimaalisi, iberas isatu ikarun, iperzinahan iitu ibagus iwalaupun ibertentangan idalam ihukum itertulis. Marinus iNdruru isebagai itokoh iadat iYang itersebut idiselesaikan isecara ihukum iyaitu ikesepakatan ibersama ipada iadat i. rahua imbanu. idisebabkan ipertemuan iyang idiadakan ipada ikarna ikedua ibelah ipihak itelah iwaktu iitu. iPenerapan ihukum iadat https://jurnal. id/index. php/Jph JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 imengembalikan ikeseimbangan iyang iterganggu, isehigga iterciptanya iadanya ikesepakatan ibersama. Penyelesaian iketentraman idan ikeharmonisan idalam Kebiasaan yang idilakukan isecara ihukum iadat itersebut iditiru isetiap iorang ibahkan iNias idi iDesa iOlanori imerupakan Hukum iyang iditerima idan iterus idilaksanakan ioleh imasyarakat iyang ibersangkutan. Dalam ipenyelesaian iperkara iatau isengketa ikasus iperzinahan idi iDesa iOlanori imerupakan ipenyelesaian isecara iadat, ididasarkan ipada ihidup iyang idianut ioleh imasyarakat itersebut. iPandangan kebiasaan idalam ihukum iadat iyang ihidup imasyarakat iadat iberasal idari inilai, ipola ipikir, idan inorma iyang isaat iini imasih itetap ibudaya idesa iitu iDalam iturun-temurun iperdamaian ikepada ipara ipihak iyang ifilosofi ihidup iyang imeresap ipada Proses ipenyelesaian ikasus iperzinahan isecara ihukum iadat iNias iPenyelesaian ikasus iperzinahan isecara ihukum iadat iNias idi iDesa iOlanori ipemerintah idesa, itokoh iadat, itokoh iagama, itokoh imasyarakat, idan ipara iterpenting idalam iproses ipenyelesaian ikasus/delik idimasing-masing iOlanori ipihak iyang ibersengketa. Penyelesaian imasalah imenjadi ihal ipenting idalam ikehidupan imasyarakat ipenyelesaian isengketa iadat, idijalankan ikarena idengan iadanya ipenyelesaian, iDesa imaka ikehidupan idalam ikelompok iLembaga imenjadi ialternatif imasyarakat ihukum isehingga itercapai isuatu ikehidupan iadat iuntuk imencari ikeadilan idan https://jurnal. id/index. php/Jph JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 Masyarakat ihukum iadat Sanksi iadat iini idijatuhkan ioleh imenyelesaikan iperkara iatau isengketa ipemimpin imasyarakat ihukum iadat iyang ibertujuan iuntuk imemperbaiki ipelaku iyang imelakukan ipelanggaran iatau iuntuk imencegah iagar itidak iterulangnya ipelanggaran ilagi. Adapun imenguntungkan ikedua ibelah ipihak ijenis-jenis idari isanksi iadat idalam i. ihak iyang iberperkar. iselain iitu, imewujudkan ikedamaian. iHukum iselamanya iidentik ijuga idengan isaksi Dalam ipemberian isanksi ipada ialternatif iterakhir iketika iseseorang iDesa iOlanori imerupakan ihasil idari itidak imenaati inorma iyang ihidup ikesepakatan ibersama. Pemberian isanksi idalam imasyarakat iitu isendiri. iini ijuga imerupakan ikesepakatan idan ijuga itidak iselamanya idiberikan ioleh imufakat ibersama iantara itokoh iadat, iotoritas iatau iinstitusi iyang iberkuasa itokoh iagama, iperangkat idesa idan ijuga idapat idiberikan ioleh imasyarakat imasyarakat iyang ihadir ipada isaat isecara ilangsug imelalui ipembatasan Melakukan iatau ipergaulan iatauinteraksi isosial imelanggar iaturan iyang iberlaku. iseperti ipegucilan. Sanksi iadat iadalah isuatu iupaya Lembaga iuntuk imengembalikan ikeseimbangan idari isifat imenetralisir ikegoncangan iyang iterjadi imenyelesaikan imasalah-masalah iyang isanksi iadat idapat iberfungsi isebagai ibertalian idengan iadat iberdasarkan iaspirasi imasyarakat idalam ihukum imengembalikan ikeseimbangan, iwujud iadat, iagama idan iketentuan-ketentuan idari isanksi iadat ipun ibermacam- iYang i. inilai-nilai ipelaku iperzinahan iyaitu itokoh iadat, idan itokoh imasyarakat, isedangkan https://jurnal. id/index. php/Jph i. epala JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 itidak imempunyai iwewenang idalam iitu, isedang idiketahuinya, ibahwa imenjatuhkan isanksi iterhadap ipelaku ikawanya iitu iberisteri idan iPasal iperbuatan iperzinahan itetapi iKepala iDesa idalam ihal iini isebagai ifasilitator iPerdata i. idan isanksi idalam ipenyelesaian ikawannya iitu. Dalam iPenyelesaian iUndang-Undang i. iHukum iperdata idan ipidana isecara ihukum iperzinahan isecara ihukum inasional idiketahui ipelaku iadalah ilaki-lakidan iperempuan iyang isudah imelakukan ikeberadaan ihukum iadat. Dalam iperzianahan iseara ihukum iadat iNias idirugikan iyaitu isuami iatau iistri idari idi iDesa iOlanori idiketahui ibahwa iadanya ipelaku idan ikorban. Pelaku iperzinahan itersebut. idalam ipenelitian iini iyaitu ilaki-laki Dari ikarena isudah iberkeluarga isementara iperbedaan iyaitupelaku idan ikorban idalam ipenyelesaian ikasus iperzinahan ibelum imenikah. iSedangkan idalam isecara ihukum iadat iNias idi iDesa ihukum inasional iperzinahan idiatur iOlanori iyaitu ipelaku idikategorikan idalam iPasal i284 iayat i. iKUHP i iorang iyang isudah iberkeluarga ibaik ilaki-laki iselama-lamaya iSembilan ibulan: isedangkan ikorban iorang iyang ibelum Laki-laki iyang iberisteri, iberbuat iberkeluarga ibaik ilaki-laki imaupun izinah, isedang idiketahuinya ibahwa iPasal i27 iKitab iUndang-Undang ipenyelesaian ikasus iperzinahan isecara iHukum iPerdata iberlaku ipadanya Perempuan iyang ibersuami, iberbuat iSedangkan iadalah ilaki-laki idan iperempuan iyang Laki-laki iyang iturut imelakukan iperzinahan, isedangkan ikorban iadalah ikeluarga iyang imerasa idirugikan iyaitu idiketahuinya, ibahwa ikawanya isuami iatau iistri idari ipasangan iresmi iitu ibersuami. Perempuan iyang itiada ibersuami iyang iturut imelakukan iperbuatan https://jurnal. id/index. php/Jph Penutup i JPH: Jurnal Panah Hukum E-ISSN: 2828-9447 Universitas Nias Raya Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2023 Berdasarkan ipenelitian idan ipembahasan, imaka iyang imelanggar ihukum iadat iitu ipenyelesaian ikasus iperzinahan isecara ihukum iadat iNias idi iDesa iOlanori Supaya iLembaga iAdat iDesa i(LAD) iKecamatan iSiduaAoori iKabupaten iNias iSelatan idapat idilaksanakan idengan imenyelesaikan iperkara iserupa. iketentuan ijika ipara ipihak ibaik ipihak ibersedia iuntuk imenyelesaikan iperkara iPenyelesaian ikasus iperzinahan isecara ihukum iadat iNias idi iDesa iOlanori idalah idilakukan isecara imusyawarah imufakat i. imelalui imediasi ipara ipihak iyang idilakukan ioleh itokoh i. erangkat idengan imelakukan iperundingan ipada imasalah iyang iterjadi. iApabila itelah ipelaku iperzinahan idikenakan isanksi iMengacu ihal itersbut ikepada ipelaku iperzinahan idikenakan isejumlah iRp. 000 i. ima ijuta irupia. , i1 i. iekor ibabi isebesar imencegah iterjadinya ikeributan. Berdasarkan isimpulan itersebut, imaka isaran isaya isebagai ipenulis iadalah isebagai iberikut: Ketentuan idibuat isecara itertulis idalam ibentuk https://jurnal. id/index. php/Jph Daftar iPustaka Arifin, iSyamsul. iMetode iPenulisan iKarya iIlmiah. iMedan: iKelompok iStusi iHukum iDan iMasyarakat, iFakultas iHukum iUniversitas iSumatera iUtara. Cholid iNarbuko iAbu iAhmadani. iMetodologi iPenelitian. iJakarta: iPT. iBumi iAksara. S, iKansil, iDrs. Pengantar iIlmu iHukum idan iPengantar iHukum iIndonesia. iJakarta:Balai iPustaka