Jl. Beringin Entrop. Kota Jayapura, papua Vol. No. September 2025, pp. e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598. DOI : https://doi. org/10. 55049/2y7eb989 A Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Usaha sebagai Upaya Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat di Koya Barat Agus Sunaryo*. Najarudin Toatubun**. Stevanus Thane**. Sian Linda Lerebulan***. Muhamad Ohorela***. Benyamin Buntu***. Munawir Lobubun***. Yohan Robert Pondayar****. Daniel Try Stovel Sihite****. Merlina Salomi Iryani Melmambessy ****. Isak Wondiwoi****, dan Sarminanto** *Dosen Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura **Dosen Program Studi Magister Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ***Dosen Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ****Dosen Program Studi Sosiologi. STISIP Silas Papare Jayapura Alamat Email : agusunaryo093@gmail. com, najarudintoatubun160@gmail. com, stevthane69@gmail. com, sian. linda@yahoo. muhamadohorela@gmail. com, benbenjo540@gmail. com, munawirlobubun@gmail. com, pondayaryohan@gmail. ARTICLE INFO Riwayat Artikel: Diterima 1 September 2025 Disetujui 30 September 2025 Keywords: Manajemen Usaha. Kewirausahaan. UMKM. ABSTRAK Abstract : One of the components of the Tridharma of Higher Education is community service activities. Every lecturer is required to carry out community service. This service is carried out to improve students' entrepreneurial skills through systematic, applicable training and mentoring, and based on the development of practical skills, so that they can manage and develop their businesses more effectively. The results of this activity, namely Student Mentoring to Improve Business Skills through Entrepreneurship Training, show significant achievements in improving students' business The application of digital technology in business is one of the important results of this activity. Students who took part in digital marketing and ecommerce training succeeded in utilizing digital platforms to market their products more effectively. The mentoring provided to students during this program also had a positive impact on their business management. With direct guidance from mentors, students can overcome various obstacles they face in running a business, ranging from marketing problems, financial management, to strategic decision making. Abstrak : Salah satu komponen dalam Tridharma Perguruan Tinggi adalah kegiatan pengabdian masyarakat. Setiap dosen wajib untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan pendampingan yang sistematis, aplikatif, dan berbasis pada pengembangan keterampilan praktis, sehingga mereka dapat mengelola dan mengembangkan usaha dengan lebih efektif. Hasil dari kegiatan ini yakiniPendampingan Mahasiswa untuk Meningkatkan Keterampilan Bisnis melalui Pelatihan Kewirausahaan menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan bisnis mahasiswa. Penerapan teknologi digital dalam bisnis menjadi salah satu hasil penting dari kegiatan ini. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan digital marketing dan e-commerce berhasil memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka secara lebih efektif. Pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa selama program ini juga memberikan dampak positif pada pengelolaan usaha mereka. Dengan bimbingan langsung dari mentor, mahasiswa dapat mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari masalah pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pengambilan keputusan Open access article under the CC BY-SA license. Pendahuluan Perkembangan ekonomi yang semakin pesat serta kemajuan teknologi yang terus berkembang menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan kewirausahaan yang memadai. Persaingan usaha yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan cara-cara tradisional, tetapi juga URL Jurnal: https://cendisia. stie-portnumbay. id/index. php/cnd/ A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Tanpa kemampuan kewirausahaan yang kuat, masyarakat akan sulit bertahan dan bersaing dalam dunia usaha yang dinamis. Kewirausahaan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas membuka usaha semata, melainkan juga sebagai proses kreatif dan inovatif dalam menciptakan nilai tambah. Melalui kewirausahaan, masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan produk atau jasa yang bernilai ekonomi. Proses ini mendorong munculnya ideide baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan individu, kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Usaha-usaha kecil dan menengah yang berkembang mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Dengan demikian, kewirausahaan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Kewirausahaan juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru. Usaha yang dijalankan masyarakat tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Hal ini sangat relevan dalam upaya mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut. Kuratko . menyatakan bahwa kewirausahaan merupakan proses dinamis yang melibatkan inovasi, pengambilan risiko, serta kemampuan mengelola peluang secara kreatif untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial. Pandangan ini menegaskan bahwa kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kemampuan individu dan kelompok masyarakat dalam menciptakan solusi ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu. Hisrich. Peters, dan Shepherd . menjelaskan bahwa keberhasilan kewirausahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajerial, termasuk perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi. Tanpa penguasaan manajemen usaha yang memadai, pelaku usaha akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kewirausahaan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui program pelatihan dan pendampingan yang tepat sasaran. Upaya ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan yang diperlukan agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Masyarakat di Koya Barat memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan beragam. Potensi tersebut terlihat dari berkembangnya usaha kecil, perdagangan, serta usaha berbasis sumber daya lokal yang tersedia di wilayah tersebut. Keberadaan sumber daya alam dan potensi lokal menjadi peluang yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi. Namun demikian, potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat Koya Barat belum dimanfaatkan secara Banyak usaha yang masih dijalankan dalam skala kecil dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat kendala dalam pengelolaan usaha yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha secara profesional. Sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pengalaman pribadi tanpa didukung oleh pemahaman manajemen usaha yang memadai, sehingga usaha yang dijalankan sulit berkembang. Banyak pelaku usaha yang menjalankan usahanya tanpa perencanaan yang matang. Perencanaan usaha yang tidak jelas berdampak pada ketidakpastian arah pengembangan usaha, termasuk dalam menentukan target pasar, strategi pemasaran, dan pengelolaan modal. Akibatnya, usaha cenderung berjalan apa adanya dan sulit bersaing. Permasalahan lain yang sering ditemui adalah ketidakteraturan dalam pencatatan keuangan usaha. Pelaku usaha umumnya belum memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan usaha secara pasti. Hal ini berpengaruh pada pengambilan keputusan usaha yang kurang tepat. Selain itu, masyarakat sering mengalami kesulitan dalam menentukan harga jual produk. Penentuan harga biasanya dilakukan tanpa perhitungan biaya produksi dan keuntungan yang jelas. Kondisi ini menyebabkan usaha tidak memperoleh keuntungan maksimal dan berisiko mengalami kerugian. Keterbatasan akses pasar juga menjadi tantangan bagi masyarakat Koya Barat. Sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pasar lokal dengan jangkauan yang terbatas. Akibatnya, produk yang dihasilkan sulit dikenal secara luas dan daya saing usaha menjadi rendah. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan usaha. Namun, pemanfaatan teknologi digital oleh masyarakat Koya Barat masih tergolong Media sosial dan platform digital belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap manajemen usaha dan teknologi digital menyebabkan usaha yang dijalankan sulit berkembang dan rentan terhadap kegagalan. Tanpa strategi yang tepat, pelaku usaha akan kesulitan menghadapi persaingan pasar dan perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat. Agus. Najarudin. Stevanus. Dkk. Vol. No. September 2025:17-23 Agus. Najarudin. Stevanus. Dkk e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Pelatihan dan pendampingan manajemen usaha menjadi sangat penting untuk membantu masyarakat memahami konsep dasar kewirausahaan. Melalui pelatihan yang aplikatif, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha seharihari. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan juga berperan penting dalam memastikan keberhasilan program pelatihan. Dengan adanya pendampingan, masyarakat dapat memperoleh bimbingan langsung dalam mengatasi berbagai permasalahan usaha yang dihadapi, sehingga mampu meningkatkan kinerja usahanya. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan keterampilan manajerial, mengelola usaha dengan lebih baik, serta mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Peningkatan kemampuan ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan pendapat Kasmir . yang menyatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu berinovasi dan meningkatkan daya saing usaha. Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan dan pelatihan manajemen usaha sebagai upaya peningkatan kewirausahaan masyarakat di Koya Barat, sehingga potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan. Perumusan Masalah Berdasarkanhasilanalisissituasi yang telah dijabarkan, permasalahan utama yang dihadapi masyarakat dalam pengelolaan usaha antara lain kurangnya keterampilan manajemen usaha, khususnya dalam aspek perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, dan pemasaran. Banyak pelaku usaha masyarakat yang masih menjalankan usahanya secara sederhana dan tradisional tanpa perencanaan yang matang, pencatatan keuangan yang teratur, serta strategi pemasaran yang jelas. Kondisi ini menyebabkan usaha sulit berkembang dan tidak memiliki arah pengembangan yang berkelanjutan. Permasalahan berikutnya adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap pendampingan dan mentoring usaha yang berkelanjutan. Sebagian besar pelaku usaha belum mendapatkan bimbingan langsung dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang kewirausahaan atau manajemen usaha. Tanpa adanya pendampingan yang memadai, masyarakat sering mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan penting terkait pengelolaan usaha, seperti penentuan strategi pemasaran, pengelolaan modal dan keuangan, serta pengembangan produk agar sesuai Selain itu, rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha dan pemasaran produk juga menjadi permasalahan yang signifikan. Banyak pelaku usaha masyarakat yang belum memanfaatkan media digital, seperti media sosial, marketplace, atau platform pemasaran online lainnya, sebagai sarana promosi dan penjualan produk. Padahal, pemanfaatan teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Pemecahan Masalah Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menawarkan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pelatihan manajemen usaha yang mengombinasikan teori dan praktik. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dasar kewirausahaan dan manajemen usaha, namun lebih menekankan pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh Materi pelatihan meliputi perencanaan usaha, manajemen operasional, pengelolaan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan studi kasus dan simulasi usaha yang memungkinkan masyarakat memahami tantangan nyata dalam menjalankan usaha. Selain pelatihan, solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dan mentoring usaha secara langsung dan berkelanjutan. Kegiatan pendampingan ini melibatkan tim pengabdian dan mentor yang memiliki pengalaman di bidang kewirausahaan untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat. Setiap peserta atau kelompok usaha akan didampingi secara intensif dalam merencanakan, menjalankan, dan mengembangkan usaha mereka. Pendampingan mencakup berbagai aspek usaha, seperti pengembangan ide dan produk, penentuan strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta pengambilan keputusan usaha yang Melalui pendampingan ini, masyarakat diharapkan mampu mengatasi kendala usaha yang dihadapi dan meningkatkan kinerja usahanya. Solusi lainnya adalah pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran dan pengembangan Untuk mengatasi rendahnya pemanfaatan teknologi, program ini memberikan pelatihan mengenai penggunaan media digital dalam kegiatan usaha. Masyarakat akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan media sosial, marketplace, dan platform digital lainnya sebagai sarana promosi dan penjualan produk. Pelatihan ini juga mencakup pembuatan konten promosi sederhana, pengelolaan akun usaha digital, serta strategi pemasaran online yang efektif. Dengan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan usaha masyarakat dapat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan daya saing yang lebih tinggi. Pendampingan dan PelatihanA( Agus. Najarudin. Stevanus. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Tujuan Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kewirausahaan masyarakat di Koya Barat melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan manajemen usaha yang terencana, sistematis, dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen usaha secara efektif sehingga dapat mengelola serta mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Manfaat Manfaat yang diharapkandari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain : Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Usaha. Masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha, yang dapat diterapkan baik pada usaha yang baru dirintis maupun usaha yang telah berjalan. Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Digital. Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital, khususnya media sosial dan platform pemasaran online, sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha secara lebih efektif. Pendampingan dan Bimbingan Usaha. Masyarakat mendapatkan pendampingan langsung dari tim pengabdian dalam menghadapi permasalahan usaha, sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam pengelolaan usaha. Dampak Kegiatan yang diharapkan Meningkatnya Kemampuan Manajemen Usaha Masyarakat. Peserta kegiatan diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usaha, khususnya dalam aspek perencanaan, keuangan, dan Pengembangan Usaha Secara Berkelanjutan. Usaha masyarakat diharapkan mengalami perkembangan yang lebih terarah dan berkelanjutan dengan penerapan manajemen usaha yang lebih profesional. Terciptanya Peluang Usaha dan Lapangan Kerja Baru. Berkembangnya usaha masyarakat diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di Koya Barat. Target Luaran : Meningkatnya Kemandirian Masyarakat dalam Berwirausaha. Masyarakat diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen usaha yang telah diperoleh selama kegiatan pendampingan dan pelatihan. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kewirausahaan Masyarakat. Masyarakat peserta kegiatan diharapkan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep kewirausahaan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran, khususnya berbasis digital. Target luaran yang terukur ini menjadi acuan dalam menilai keberhasilan program AuPendampingan dan Pelatihan Manajemen Usaha dalam Meningkatkan Kewirausahaan Masyarakat di Koya Barat. Ay Dengan tercapainya target tersebut, diharapkan program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kewirausahaan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Solusi Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk menjawab permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat Koya Barat dalam mengelola usaha, yaitu keterbatasan pengetahuan manajemen usaha, minimnya pendampingan berkelanjutan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, solusi yang diberikan meliputi pendekatan edukatif, aplikatif, dan Adapun solusi ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang yang ada yaitu dengan : Pelatihan Manajemen Usaha Terstruktur. Pelatihan manajemen usaha diberikan secara terstruktur dan sistematis dengan mengombinasikan teori dasar dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi : Konsep dasar kewirausahaan dan pengembangan mental wirausaha . Perencanaan usaha dan analisis peluang pasar . Manajemen operasional usaha . Manajemen keuangan sederhana, termasuk pencatatan pemasukan dan pengeluaran . Strategi penentuan harga dan pengendalian biaya Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen usaha dalam kegiatan bisnis sehari-hari sehingga usaha yang dijalankan dapat lebih terarah dan berkelanjutan. Agus. Najarudin. Stevanus. Dkk. Vol. No. September 2025:17-23 Agus. Najarudin. Stevanus. Dkk e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Pendampingan dan Mentoring kewirausahaan Selain pelatihan, kegiatan ini dilengkapi dengan pendampingan dan mentoring yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan. Pendampingan difokuskan pada : Identifikasi permasalahan usaha yang dihadapi peserta . Pemberian solusi praktis sesuai dengan kondisi usaha masing-masing . Evaluasi perkembangan usaha secara berkala . Pemberian motivasi dan penguatan mental kewirausahaan Melalui pendampingan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan bimbingan dalam penerapan ilmu yang telah diperoleh, sehingga mampu mengatasi kendala usaha secara mandiri. Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengembangan Usaha Seiring dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan media digital menjadi salah satu factor penting dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan juga mencakup pelatihan pemanfaatan teknologi digital, antara lain : Penggunaan media social sebagai sarana promosi usaha . Pengenalan platform marketplace dan e-commerce . Pembuatan konten promosi sederhana dan menarik . Strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien Pelatihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, serta meningkatkan omzet usaha. Metode Kegiatan Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang secara bertahap dan partisipatif agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara optimal. Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi : Survei awal dan identifikasi kebutuhan masyarakat Koya Barat . Koordinasi dengan aparat setempat dan tokoh masyarakat . Penyusunan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan peserta . Penentuan jadwal dan lokasi kegiatan Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sasaran. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan terdiri dari beberapa kegiatan utama, yaitu: Pelatihan Interaktif. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka dengan metode ceramah, diskusi, dan studi kasus. Peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman usaha dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi. Praktik dan Simulasi. Peserta dilibatkan secara langsung dalam praktik penyusunan rencana usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta simulasi pemasaran produk. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta. Pendampingan Usaha. Pendampingan dilakukan secara individu maupun kelompok. Tim pengabdian memberikan bimbingan langsung terkait pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta pemecahan masalah usaha yang dihadapi peserta. Tahap Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan dan capaian program. Evaluasi meliputi : Penilaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta . Monitoring perkembangan usaha peserta setelah pelatihan . Umpan balik dari peserta terkait pelaksanaan kegiatan Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan program pengabdian di masa Hasil Kegiatan Hasil pelaksanaan kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Usaha sebagai Upaya Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat di Koya Barat menunjukkan capaian yang sangat positif dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat. Salah satu hasil utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar kewirausahaan dan manajemen usaha. Peserta pelatihan tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kondisi usaha yang mereka jalani. Materi mengenai perencanaan usaha, pengelolaan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran memberikan wawasan baru bagi masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih terarah dan sistematis. Pendampingan dan PelatihanA( Agus. Najarudin. Stevanus. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Melalui proses pelatihan yang bersifat partisipatif dan aplikatif, masyarakat Koya Barat mulai menyadari pentingnya perencanaan usaha sebagai dasar pengembangan bisnis. Peserta mampu menyusun rencana usaha sederhana yang mencakup tujuan usaha, target pasar, serta strategi pengembangan Pemahaman ini menjadi bekal penting dalam membantu masyarakat menentukan arah usaha dan mengurangi risiko kegagalan usaha Dalam aspek pengelolaan keuangan, kegiatan ini memberikan dampak yang Peserta yang sebelumnya belum melakukan pencatatan keuangan secara teratur mulai memahami pentingnya pencatatan arus kas usaha dan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Dengan adanya pencatatan keuangan yang lebih tertata, masyarakat menjadi lebih mudah dalam mengevaluasi kondisi usaha, menentukan harga jual produk, serta merencanakan pengembangan usaha di masa mendatang. Penerapan prinsip-prinsip manajemen usaha mulai terlihat secara nyata dalam aktivitas bisnis Setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola biaya usaha, menentukan harga produk secara lebih rasional, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan. Perubahan ini berdampak positif terhadap keberlangsungan usaha, karena masyarakat menjadi lebih efisien dalam mengelola sumber daya yang dimiliki dan lebih responsif terhadap kebutuhan Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran usaha menjadi salah satu capaian penting dari kegiatan pengabdian ini. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan secara langsung mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan. Melalui pelatihan pemasaran digital, peserta dibekali keterampilan dalam membuat konten promosi sederhana, mengambil foto produk yang menarik, serta menyusun pesan pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen. Hal ini membantu meningkatkan daya tarik produk dan memperluas jangkauan pasar. Selain media sosial, beberapa peserta juga mulai memanfaatkan platform marketplace untuk memasarkan produk secara online. Pemanfaatan marketplace memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Koya Barat, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas. Langkah ini menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing usaha masyarakat di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Pendampingan usaha yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan kegiatan ini. Melalui bimbingan dari tim pengabdian, masyarakat memperoleh arahan yang jelas dalam mengatasi permasalahan usaha pada aspek produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan secara lebih tepat dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha. Selain itu, proses pendampingan mendorong munculnya inovasi dan kreativitas, seperti diversifikasi produk, perbaikan kemasan, serta peningkatan kualitas layanan, yang mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat menuju pengembangan usaha yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat Koya Barat. Perkembangan usaha masyarakat berkontribusi pada peningkatan omzet dan pendapatan keluarga, serta membuka peluang kerja baru melalui keterlibatan tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Secara sosial, kegiatan ini juga memperkuat semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi masyarakat, mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan potensi lokal, saling berbagi pengalaman, serta mempererat jejaring dan kerja sama antar pelaku usaha di Koya Barat. Secara keseluruhan, kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Usaha sebagai Upaya Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat di Koya Barat tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pengembangan usaha, peningkatan pendapatan, serta penguatan ekonomi lokal. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang dikombinasikan dengan pendampingan berkelanjutan merupakan strategi yang efektif dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan kewirausahaan yang Agus. Najarudin. Stevanus. Dkk. Vol. No. September 2025:17-23 Agus. Najarudin. Stevanus. Dkk e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul AuPendampingan dan Pelatihan Manajemen Usaha dalam Meningkatkan Kewirausahaan Masyarakat di Koya BaratAy telah dilaksanakan secara sistematis dan terencana melalui rangkaian kegiatan pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital. Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam hal keterbatasan pengetahuan manajemen usaha, rendahnya akses terhadap pendampingan kewirausahaan, serta minimnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih terstruktur dan profesional. Masyarakat peserta kegiatan menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar kewirausahaan, perencanaan usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan memberikan dampak positif dalam membantu masyarakat mengatasi permasalahan usaha yang dihadapi serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan usaha. Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran usaha juga mengalami peningkatan yang signifikan. Masyarakat mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan produk, sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat semangat kewirausahaan di Koya Barat. Ke depannya, diharapkan program pendampingan dan pelatihan manajemen usaha ini dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara lebih luas agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Pendampingan kewirausahaan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong masyarakat agar terus berinovasi, meningkatkan daya saing usaha, serta berkontribusi dalam penguatan perekonomian lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara Daftar Pustaka