scidac plus Berkala Ilmiah Pendidikan Volume 4 Nomor 2. Juli 2024 IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMEBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 1 PUNGGUR Dwi Khofifah Lailatul Nikmah*. Adi Wijaya. Rina Mida Hayati Universitas MaAoarif Lampung. Indonesia khofifahdwi543@gmail. Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri 1 Punggur. Sikap moderasi saangat penting di terapkan didalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, harmoni, damai, serta keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bernegara maupun kehidupan beragama. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membentuk moderasi beragama salah satunya mengaplikasikan melalui pendidikan yakni mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di sekolah. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualittif. Data diperoleh dengan teknik wawancara, obsevasi, dan dokumentasi. Data data yang diambil yaitu wawancara dengan kepala sekolah, guru agama, serta perwakilan dari peserta didik yang nantinya akan dijadikan sebagai objek penelitian. Kemudian didukung dengan data hasil dari observasi dan dokumentasi yang telah peneliti lakukan di SMA Negeri 1 Punggur. Dengan Hasil pada penelitian ini yaitu perencanaan, penerapan, dan evaluasi moderasi beragama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Punggur adalah merumuskan program kegiatan moderasi beragama sesuai kurikulum yang berlaku, dan menyusun RPP, silabus, prota, promes dan menyiapkan media pembelajaran kemudian untuk penerapan moderasi beragamanya berupa kegiatan berjamaah, penanaman nilai-nilai moderasi pada materi PAI, pelaksanaan pembelajaran dengan metode kerja kelompok dan diskusi. Hasil penerapan moderasi beragama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu pemahaman tentang moderasi beragama, sikap toleransi terhadap penganut agama lain dan sikap taat dalam menjalankan agama masing-masing. Kata Kunci: Implementasi. Moderasi Beragama. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Abstract This research explains how religious moderation is implemented in PAI learning at SMA Negeri 1 Punggur. It is very important to apply an attitude of moderation in everyday life to create a harmonious religious life, harmony, peace and balance, both in personal, family, community, state and religious life. One of the efforts made to establish religious moderation is through education, namely implementing the values of religious moderation in PAI learning in schools. In this research, a qualitative descriptive approach was used. Data was obtained using interview, observation and documentation techniques. The data taken are interviews with school principals, religious teachers, and representatives of students who will later be used as research Then it is supported by data resulting from observations and documentation that researchers have carried out at SMA Negeri 1 Punggur. With the results of this research, namely planning, implementing and evaluating religious moderation in Islamic Religious Education subjects at SMA Negeri 1 Punggur, namely Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License A2024 Dwi Khofifah Lailatul Nikmah. Adi Wijaya. Rina Mida Hayati formulating a program of religious moderation activities according to the applicable curriculum, and compiling RPP, syllabus, prota, promissory notes and preparing learning media then to implement religious moderation in the form of congregational activities, instilling moderation values in PAI material, implementing learning using group work and discussion methods. The results of implementing religious moderation in Islamic Religious Education subjects are an understanding of religious moderation, an attitude of tolerance towards adherents of other religions and an attitude of obedience in practicing one's Keywords: Implementation. Religious Moderation. Learning Islamic Religious Education PENDAHULUAN Indonesia adalah negara yang berbeda dari negara lain di dunia dalam hal keragaman bangsa, ras, budaya, bahasa, dan kepercayaan. Di Indonesia. Islam adalah salah satu dari beberapa agama yang diterima oleh mayoritas dan diakui oleh negara (Mumtahanah, 2. Dapat kita lihat di satu sisi kemajemukan agama di Indonesia menjadikannya sebagai ibukota kekayaan budaya dan dapat menjadi sumber inspiransi yang sangat kaya bagi proses demokrasi negara (Alawi & Maarif, 2. Indonesia sendiri terdapat ratusan suku bangsa, bahasa dan aksara daerah, serta kepercayaan lokal. Dengan keragaman yang ada tidak diragukan lagi membawa hambatan tersendiri, terutama dalam hal mencapai persatuan, keamanan dan keadilan (Harismawan dkk. , 2. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam merawat moderasi beragama sebagai salah satu strategi penguatan. Salah satu penguatan moderasi beragama adalah dengan dijadikan suatu progam nasional yang termuat dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Keberagaman penganut sebuah agama ini, menjadikan orang-orang beragama secara umum dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, ekslusif, inklusif, dan moderat (Handayani, 2. Pandangan umum, dalam sikap ekslusif dan inklusif merupakan sikap-sikap yang dianggap kurang mendukung terhadap kerukunan antar umat beragama, hal ini terjadi karena adanya sikap sentiment terhadap eksistensi agama lain, dan juga rentan dalam menjadi bahan bakar yang akan memperparah keadaan atau memicu konflik sosial Melihat banyaknya sikap intoleran, radikal, serta fanatisme yang terjadi akhir-akhir ini maka moderasi beragama sangat diperlukan sebagai jalan keluar dalam menciptakan kehidupan keagamaan yang cinta damai dan minim kekerasan. Modera beragama selalu membahas terkait dengan cara pandang, sikap dan perilaku yang tidak berlebihan dalam beragama. Selain kepada masyarakat moderasi harus ditanamkan kepada para generasi muda agar tercipta penerus bangsa yang mampu bersikap moderat dalam Oleh karena itu implementasi moderasi beragama harus diterapkan dimanapun salah satunya melalui lembaga pendidikan (Nasution, 2. Moderasi beragama bisa disosialisasikan melalui berbagai aspek, salah satunya aspek pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu bagian yang penting dan integral demi mewujudkan cita-cita moderat yang diusung pemerintah Indonesia. Pendidikan merupakan tempat terbentuknya kepribadian serta proses pendewasaan bagi seorang murid. Penguatan moderasi ini juga sebaiknya dikenalkan sejak dini kepada murid agar tidak mudah terpengaruh akan radikalnya pemikiran beragama dan menutup diri dari agama Melihat kondisi lapangan dibeberapa sekolah umum banyak dari pihak peserta didik maupun tenaga pengajar yang berbeda keyakinan agamanya. Hal tersebut dapat menjadi salah satu pemicu konflik antar umat beragama, tak terkecuali di lingkunga SMA. SMA dinilai menjadi wadah bagi pengembangan sumber daya manusia dalam hal tindakan, pemikiran, kepribadian. Hal itu menjadikan keberadaan SMA menjadi penting sekaligus berperan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dalam bermoderasi beragama (Nurhidin. Sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk menumbuhkan moderasi beragama didalam diri peserta didik, dengan memberikan pemahaman bahwa agama itu membawa risalah cinta bukan benci. Dalam beberapa tahun terakhir dapat dilihat dari televisi maupun media sosial, kecenderungan sikap intoleran kian semakin meningkat. Contoh kasusnya adalah pembakaran rumah ibadah, tawuran antar pelajar dan semua bentuk tindakan kekerasan yang kerap menjadi suatu hal yang lumrah. Pemahaman yang dangkal dan sempit dalam pengetahuan terutama pengetahuan agama, akan membentuk karakter peserta didik yang keras dan sulit untuk menerima perbedaan yang ada disekitarnya (Ridho, 2. Pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah diharapkan mampu untuk mengurangi pemahaman dan perilaku peserta didik yang yang mengarah pada faham radikal dan sebagainya. Tujuan utama dari proses pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Wawasan pluralis-multikultural dalam pendidikan agama Islam merupakan dasar bagi peserta didik untuk agar mampu menghargai perbedaan, menghormati secara tulus, komunikatif, terbuka dan tidak saling curiga, di samping dalam kerangka meningkatkan iman dan takwa (Sahlan & Zulfa, 2. SMA Negeri 1 Punggur merupakan lembaga pendidikan formal negeri yang berada di bawah naungan pemerintah Lampung Tengah dan terletak di desa Nunggal Rejo. Mayoritas peserta didik dan gurunya beragama Islam, ada juga beberapa guru dan juga peserta didik yang bergama kristen dan katolik, dan juga hindu. Namun, perbedaan agama, suku, bangsa, etnis, bahasa, budaya, kelas sosial, kemampuan dan umur dari peserta didik di dalamnya pasti sangat beragam, akan tetapi kenyataan ini tidaklah menjadi sebuah problem untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis, humanis, dan Adanya perbedaan tidaklah menjadi sebuah penghalang untuk saling berinteraksi dengan baik namun hal tersebut merupakan sebuah rahmat untuk dapat saling memenuhi kekurangan antara satu dengan lainya. Mata pelajaran PAI diajar oleh 2 guru, agama kristen dan katolik satu guru, dan agama hindu budha satu guru Ketika pembelajaran PAI dan Budi Pekerti guru membolehkan peserta didik non muslim untuk tidak mengikuti pelajaran. Dan untuk agama kristen, katolik, hindu dan budha memiliki jam mata pelajaran sendiri pada hari jumAoat yang terletak di perpustakaan untuk menerima pelajaran agama sesuai agama yang dianutnya. Sikap moderasi ditanamkan melalui materi-materi pendidikan agama islam (PAI) yang dikaitan dengan sikap moderasi beragama, serta pembiasaan shalat dzuhur berjamaAoah, sholat dhuha berjamAoah di masjid sekolah. Peserta didik SMA Negeri 1 Punggur juga diajarkan bagaimana berperilaku baik dengan guru atau dengan teman sebaya, saling toleransi satu sama lain. Hal ini mampu menjadikan peserta didik untuk dapat berinteraksi dengan teman yang berbeda agama dengan baik. Upaya implementasi sikap moderat pada pendidikan agama islam dalam rangka penerapan sikap modesi beragama di SMA Negeri 1 Punggur tenyata masih terdapat permasalahan terkait dengan moderasi beragama yang terdapat disekolah yaitu peserta didik masih banyak memiliki sikap intoleran sikap yang kurang moderat, seperti adanya siswa yang melakukan ejekan kepada siswa yang beragama budha, memilih teman yang seagama atau keyakinan, dan adanya keyakinan yang bersifat fanatik (Nurmalasari, 2. dengan jumalah non muslim yang minoritas maka hal tersebut sering terjadi di kalangan peserta didik dimana masa-masa berkembangnya dimana rasa keingintahuan yang besar, dengan implementasi moderasi beragama disekolah maka menciptakan lingkungan yang damai, toleran dan harmonis dan menciptakan generasi cinta damai dan tidak menganggap dirinya yang paling benar. Pada penelitian terdahulu ada beberapa penelitian yang sudah melakukan penelitian mengenai implementasi moderasi beragama di SMA Negeri 1 Punggur. Pengkajian terhadap hasil penelitian orang lain yang relevan lebih berfungsi sebagai pembanding dari kesimpuloan berfikir peneliti (Iswati & Trisliatanto, 2. Adapun penelitian terdahuluyang membahas tentang implementasi moderasi beragama adalah sebagai Penelitian oleh Rudi Ahmad Suryadi dari STAI Al-Azhary. Cianjur dengan judul AuImplementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Agama IslamAy. Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 20 No. Tahun 2022. Persamaan dari penelitian ini terletak pada implementasi moderasi beragama pendidikan PAI. Sedangkan perbedaanya adalah penelitian tersebut membahas tentang strategi penguatan pada pendidikan PAI sedangkan pada penelitian ini membahas tentang penerapan sikap moderasi melalui pembelajaran PAI (Suryadi, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Habsi Alawi pada tahun 2021 dengan judul AuImplementasi Nilai Islam Moderat Melalui Pendidikan Berbasis MultikulturalAy,. Persamaan dari penelitian ini sama-sama mengimplementasikan nilai moderasi beragama di sekolah sedangkan perbedaannya adalah penelitian tersebut membahas implementasi moderasi di semua jenjang pendidikan sedangkan pada penelitian ini fokus pada jenjang SMA. (Alawi & Maarif, 2. METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian DeskriptifKualitatif. Menurut Mantra dalam buku Moleong mengemukakan bahwa metode kualitatif sebagai suatu prosedur penelitian yang nantinya dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang yang akan diamati (Suryadi, 2. Metode kualitatif ini berusaha untuk mengungkapkan berbagai keunikan yang terdapat di dalam diri individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari secara rinci yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah (Sugiyono, 2. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman tentang Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Gama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 1 Punggur yang dijadikan tempat Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive, teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti akan menjelajahi objek atau situasi sosial yang diteliti (Situmorang dkk. , 2. Orang yang dianggap paling berkuasa disini adalah kepala sekolah. Adapun beberapa subjek penelitian yang menjadi informan bagi peneliti antara lain: kepala sekolah sebagai subjek yang pertama, yang kedua guru agama, dan yang terakhir dari peserta didik. Pengumpulan data dari metode obeservasi disekolah, wawancara dengan kepala sekolah, guru agama, serta peserta didik, dan dokumentasi berupa foto ataupun data sekolah yang diperlukan oleh peneliti pada penelitian ini. Setelah data terkumpul maka penulis akan melakukan analisis data yaitu, sebuah reduksi data, penyajian sebuah data, validasi data dan kesimpula. Memilih informan, merekam informasi data dengan cara tertentu, memilih dokumen yang dibutuhkan, dan membuat proposisi merupakan langkah-langkah dalam proses reduksi data (Yusuf, 2. Metode reduksi data ini memerlukan penyaringan data mentah yang dikumpulkan dari catatan lapangan untuk menyederhanakan dan mengubahnya. Visualisasi data penyajian data bersifat deskriptif, yaitu menyatukan dan menggabungkan informasi yang memungkinkan penyimpulan atau penyederhanaan informasi yang rumit dalam gaya yang disederhanakan, dipilih, dan mudah dipahami. Data disajikan dalam teks naratif dengan jaringan terkait sehingga semua informasi yang dikumpulkan dapat dilihat dan dipahami. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Moderasi Beragama dalam Pemlelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Punggur Implementasi atau to Implement berarti to provide the means for carrying out . enyediakan sarana untuk melakukan sesuat. , to givepractical effect to . enimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuat. (Handayani, 2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah AupelaksanaanAy mengacu pada proses mewujudkan sesuatu menjadi tindakan. Yang dimaksud dengan "pelaksanaan" adalah suatu proses yang di laksanakan demi menggapai tujuan yang telah di rencanakan. Akibatnya, implementasi dapat diartikan secara luas mencakup implementasi sistem dan kebijakan. Secara teori, tahapan implementasi dibagi menjadi tiga kategori: Perencanaan, diartikan proses yang menentukan suatu hal yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah di rencanakan. Pelaksanaan, diartikan sesuatu yang telah dilakukan dengan sengaja dan teliti disiapkan, dan yang biasanya dilakukan setelah rencana tersebut dianggap Evaluasi adalah metode untuk menentukan atau mengukur hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan (Nurhidin, 2. Secara sederhana, evaluasi adalah tahap di mana jumlah tujuan yang telah dicapai dengan melakukan tindakan tertentu dinilai atau diukur. Moderasi Beragama, kata moderasi berasal dari bahasa latin moderation yang berarti kesedang-an . idak kelebihan dan tidak kekurangan. Kamus besar bahasa indonesia (KBBI) menyediakan dua pengertian kata moderasi yaitu : 1. Pengurangan kekerasan, dan 2. Penghindaran ke-ekstreman. Jika dikataka. Auorang itu bersikap moderatAy, kalimat itu berarti bahwa orang itu bersikap wajar, biasabiasa saja, dan tidak ekstrem (Saifuddin & Lukman Hakim, 2. Moderasi Islam atau sering juga disebut dengan Islam moderat merupakan terjemah dari kata wasathiyyah al-Islamiyah. Kata wasata pada mulanya semakna Tawazun. IAotial. TaAoadul atau al-Istiqomah yang artinya seimbang, moderat, mengambil posisi tengah, tidak ekstrem baik kanan maupun kiri (Suharto, 2. Moderasi beragama ialah bukan masalah perorangan namun masalah perkelompok, masyarakat, dan juga negara. Cara pandang dan sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat multikultural seperti indonesia, karena hanya dengan cara itulah keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleran dan keadilan dapat terwujud. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan, moderasi beragama adalah cara pandang dan cara kita bersikap tegas dalam menghargai dan menyikapi perbedaan ras, suku, budaya, adat istiadat, dan juga etis agar dapat menjaga kesatuan antar umat beragama serta memelihara kesatuan (NKRI). Dalam moderasi beragama terdapat 4 indikator yaitu toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, dan akomodatif terhadap budaya Akibat kesalahpahaman dalam memahami agama ini akan terbentuk sikap dan ekspresi yang cenderung ekstrim, ingin melakukan perubahan total dalam kehidupan politik dan masyarakat dengan menggunakan cara kekerasan baik fisik maupun nonfisik. Faktor lain yang menyebabkan terbentuknya sikap kekerasan adalah pemahaman mengenai keagamaan dengan prinsip revivalisme yaitu ingin mendirikan negara Islam . hilafah, imamah, daulah islamiyah,) dan sebagaimanya (Suryadi, 2. Sesorang yang memiliki sikap moderat cenderung bersikap ramah terhadap budaya dan tradisi lokal dalam sikap keagamaannya, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip dasar agama. SMA Negeri 1 Punggur adalah adalah lembaga penddikan yang berafilisasi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menunjukkan bahwa itu sekolah umum, seperti kebanyakan sekolah umum lainnya, bukan sekolah agama maupun madrasah. Dilihat dari tujuan dalam pendidikan nasional adalah meliputi pembentukan perilaku atau sikap keagamaan bagi siswa, dengan begitu dapat menjadikan siswa memiliki sikap secara demokratis serta mampu menjaga kerukunan masyarakat, dengan demikian hal tersebut senada dengan nilai-nilai yang tercantum didalamnya. Maka dari hasil tersebut dapat terwujud moderasi beragama dalam pembelajaran dan khususnya dalam pembelajaran PAI. Di SMAN 1 Punggur, pencapaian moderasi beragama dalam pelaksanaan pembelajaran PAI sesuai konsep moderasi beragama tersebut diatas, upaya membangun sikap moderat peserta didik yaitu memiliki sikap religius merupakan tujuan yang sangat signifikan dalam mencapai moderasi beragama adalah guru pendidikan Agama Islam (PAI), yang memiliki kewajiban besar tidak hanya untuk mengajar dan menjelaskan ajaran, tetapi juga untuk menanamkan prinsip-prinsip tentang moderasi AuSetiap guru memiliki kewajiban yang sama dalam menanamkan sikap moderasi beragama dalam lingkungan sekolah baik dalam pembelajaran maupun sikap di lingkungan sekolahAy, kata pak Didi Nuryadi. Pd, selaku kepala sekolah SMAN 1 Punggur. Ini terkait erat dengan kontruksi sikap, yang mencangkup moderasi siswa, dengan maksud agar setiap siswa dapat melakukannya tidak hanya di dalam tetapi juga diluar proses pembelajaran (Didi Nuryadi, 2. Guru merupakan suri tauladan yang baik dengan menginternalisasikan ilmunya, dalam lingkungan pendidikan, guru PAI sangat berperan penting akan sikap dan sifat dan sikap siswanya apalagi dalam urusan agama (Wijaya & Ramadhon, 2. Pada pembelajaran PAI ada namanya moderasi beragama yang mana guru harus menanamkan sikap moderat yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar di kelas sehingga dari usaha tersebut menjadi kesatuan tentang bagaimana implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI . SMAN 1 Punggur (Nurhayati, 2. Berikut ini adalah upaya yang dilakukan dalam mengimplementasikan moderasi beragama dalam mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti dilakukan dengan tiga tahapan yaitu: Perencanaan Penerapan Moderasi Beragama dalam Pemlajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 1 Punggur Perencanaan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu proses. Perencanaan adalah tahap awal dalam menyusun rencana dan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Perencanaan disebut juga dengan petunjuk atau pedoman dalam mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. (Ninik Afriani, 2. Dalam mencentak generasi yang handal tentu tidak lepas dari dotrin, proses doktrin ini dilakukan di SMA Negeri 1 Punggur secara berkesinambungan. Pada awal masuk nya siswa diberikan materi-materi bagaimana bermasyarakat dilingkungan sekolah, seperti halnya orientasi pengenalan lingkungan sekolah, bertujuan untuk pembiasaan siswa dengan lingkungan sekolah yang baru. Seperti salah satunya adalah penyampaian visi dan misi di sekolah. Dalam tahap penyampaian visi dan misi yang menyakut tentang sikap moderasi beragama seperti sikap berakhlak mulia yaitu saling menghargai kepada sesama teman, dan berakhlak baik kepada guru. Selanjutnya mempunyai daya saing yaitu sekolah sebagai lahan pembelajaran bisa menampung sikap semangat siswa dalam mengembangkan potensi-potensi siswa sesuai dengan yang diharapkan pada visi-misi sekolah. Sikap daya saing bertujuan untuk menumbuhkan semangat siswa dalam pembelajaran maupun dalam suatu kompetisi di sekolah maupun di luar sekolah. Adapun pada tahap perencanaan penerapan moderasi beragama pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Punggur sebagaimana yang telah disampaikan oleh ibu Nurhayati selaku guru PAI menyampaikan bahwa perencanaan yang dilakukan sekolah mengingat bahwa sekolah kami adalah sekolah umum yang memiliki siswa dengan berbagai macam suku dan agama yaitu dengan membuat tata tertib terkait dengan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Selain fokus pada perencanaan penerapan moderasi beragama di sekolah secara umum, perencanaan moderasi beragama dikelas secara khusus juga tidak kalah penting. Sesuai dengan rumusan masalah penelitian ini, fokus penelitian adalah pada implementasi moderasi beragama pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Punggur Perencanaan pelaksanaan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mengingat dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam mencangkup materi Akidah Akhlak. Fiqih. Alquran Hadis, dan Sejarah Islam yang disatukan dalam buku pembelajaran PAI yang mana banyak mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama. Untuk pelaksanaan pembelajaran yang terarah maka perencanaan yang dilakukan yaitu menyiapkan RPP, silabus, program tahunan, program semester dan juga bahan ajar ataupun media pembelajaran Pelaksanaan Moderasi Beragama pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri Punggur Keseimbangan adalah perpaduan antara cara pandang tidak berlebih-lebihan, tidak keterlaluan, dan tidak ekstremis. Adapun tahapan pelaksanaan implementasi moderasi beragama yaitu keterlibatan siswa seperti melakukan kegiatan berjamaah, diamana siswa harus menghargai otoritas perkumpulan, saling terbuka, dan tdak merasa paling bombastis dan tanpa mengakui status, derajat, atau golongan siswa. Sholat berjamaah wajib dilakukan oleh siswa yang beragama islam dimana pada waktu inilah pemebelajaran untuk taat menghargai pemimpin atau imam. Sikap saling menghargai wajib dimliki oleh setiap siswa, agar tidak timbul atau terjadi kegaduhan dilingkungan sekolah. Bersadarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan bersama dengan ibu Nurhayati selaku guru pendidikan agama Islam, beberapa bentuk pelaksanaan moderasi beragama pada kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu sebagai berikut: Kerja kelompok Salah satu implementasi moderasi beragama yang diajarkan pada mata pelajaran pendidikan agama islam yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran kerja kelompok. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh guru PAI bahwasannya salah satu penerapan moderasi beragama pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yaitu dengan membentuk tugas kelompok belajar dengan tidak membeda-bedakan temannya. Dalam kegiatan kerja kelompok secara tidak langsung adalah bentuk dari penerapan moderasi beragama diamana tidak membeda-bedakan. Hal ini dikarenakan siswa diajarkan untuk saling kerja sama dalam tim tanpa melihat perbedaan yang ada antar sesama anggota kelompok. Mereka akan terfokus pada tugas yang telah diberikan oleh gurunya, untuk itu mereka akan melakukan interaksi dan saling beraksi ide atau gagasan. Diskusi Selain metode kerja kelompok, metode diskusi yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam. Menurut beliau, melalui metode diskusi ini siswa memiliki kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap suatu tema yang sudah Siswa diajarkan untuk berfikir kritis terhadap tanggapan dari teman-temannya. Salah satu bentuk moderasi beragama yang diajarkan dalam metode diskusi adalah sikap toleransi dan saling menghormati terhadap pendapat orang lain. Siswa dapat menyadari bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda dan kita tidak bisa memaksa orang lain untuk sama pendapatnya dengan kita. Selain dari beberapa poin pelaksanaan moderasi beragama diatas, pada hakikatnya dalam materi pembelajaran PAI itu sendiri juga sudah banyak mengandung pembelajaran terkait dengan moderasi beragama seperti dalam bab 6 yang mengajarkan tentang menguatkan kerukunan melalui toleransi dan memelihara kehidupan manusia. Bentuk pelaksanaan moderassi beragama pada mata pelajaran PAI diantaranya melalui kegiatan sholat dhuha berjamaah, melalui metode pembelajaran seperti kerja kelompok dan diskusi. Selain itu, dalam materi pembelajaran pendidikan agama Islam juga mengajarkan berbagai sikap moderasi beragama seperti toleransi, tolong menolong, dan musyawarah. Evaluasi Implementasi Moderasi Beragama pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Punggur Menurut Kirkrip perubahan sikap, perbaikan pengetahuan, dan peningkatan keterampilan dapat dilihat dari evaluasi hasil belajar siswa setelah selesai mengikuti program (Sholikah, 2. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai dalam mengamalkan nilai-nilai PAI dan mendorong moderasi dalam kehidupan beragama siswa dalam kaitannya dengan pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Punggur. Dalam hal ini maka yang menjadi hasil penelitian ini adalah evaluasi behavior, dimana peneliti menekankan perubahan perilaku penerapan moderasi beragama dalam membentuk sikap beragama di SMA Negeri 1 Punggur. Proses evaluasi yang dilakukan bisa menggunakan melalui proses screening sebagai tahap untuk mengetahui sampai mana pemahaman siswa tentang moderasi beragama, apakah terdapat paham dan tindakan yang mengarah kepada sikap intoleran. Selanjutnya tutorial, monitoring yang dilakukan tutor sangat efektif dalam mendeteksi hal-hal yang mengarah pada paham dan tindakan kekerasan ataupun menyimpang. Dari pelaksanaan evaluasi sikap moderasi beragama maka diperolehlah hasil yang sangat memuaskan. Dari hasil wawancara dengan ibu Nurhayati hasil dari penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekeri menunjukkan bahwa siswa telah mempraktikkan sikap moderat yang bertumpu dari pemahaman terhadap agama secara subtantif, dan siswa juga bersikap patuh terhadap guru dan bersikap toleran terhadap agama lain. Semual hal ini tercermin dari sikap siswa ketika peneliti melaksanakan observasi dan juga dari hasil wawancara baik itu dengan kepla sekolah, guru, maupun dengan siswa. Keberhasilan implementasi moderasi beragama di sekolah tidak lepas dari semua pihak yang ada di lingkungan PEMBAHASAN Moderasi beragam dapat dipahami sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku yang tidak berlebilebihan, bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama. Moderasi telah menjadi aspek yang menonjol dalam sejarah peradaban dan tradisi semua agama di Indonesia maupun dunia. Masing-masing agama memiliki kecenderungan ajaran yang mengacu pada satu titik yang memiliki makna yang sama, yaitu memilih jalan tengan diantara dua kutub ekstrim dan tidak berlebih-lebihan merupakan sikap beragama paling ideal. Adapun moderasi dalam agama islam lebih dikenal dengan istilah wasathiyyah. Wasathiyyah adalah keseimbangan dalam segala persoalan duniawi dan ukhrawi, yang harus selalu disertai upaya penyesuaian diri dengan kondisi yanng dihadapi berdasarkan petunjuk agama dan kondisi objektif yang sedang dialami (Rusmayani, 2. Moderasi beragama merupakan sikap sedang tidak berlebih-lebihan sehingga tidak terjadi konflik. Moderasi beragama sebagai penengah diantara dua dengan sikap yang adil. Moderasi beragama adalah sebuah sikap yang sangat terpuji yang menjaga seseorang dengan ajaran-ajaran yang tidak berlebih-lebihan, karena yang berlebihan itu sesuatu yang tidak baik. Suatu perbedaan yang tidak menghalangi untuk terjalin kerja sama antar individu dengan asas manusia dengan meyakini agama Islam agama yang paling benar bukan berarti dapat merendahkan antar agama. Moderasi beragam yaitu sebagai komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaaya lokal. Moderasi beragama dipahami dengan cara pandang, sikap, dan perilaku yang tidak berlebih-lebihan, bertindak adil, dan tidak ektrem dalam beragama. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang memahami makna moderasi beragama tidaklah Siswa yang berasal dari berbagai jenis latar belakang, suku, budaya dan agama disatukan dibawah naungan sekolah yang sama. Penerapan moderasi beragama disekolah sangatlah penting untuk mengajarkan kepada siswa bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling membenci dan bermusuhan. Sebagai bangsa yang hidup dalam multikultural, sikap toleransi dan saling menghormati adalah satu-satunya jalan agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Guru memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian peserta didik. Guru bukan hanya sekedar mampu berbicara dan mengarahkan siswa untuk memahami pelajaran yang diajarkannya, tetapi peran guru jauh lebih besar dari itu. Guru adalah role model yang akan menjadi contoh bagi siswanya dalam bersikap terhadap berbagai keadaan. Seperti halnya temuan peneliti ketika melakukan penelitian di SMA Negeri 1 Punggur Guru yang mengajar di sekolah ini juga terdiri dari beberapa agama seperti Islam, kristen dan Budha. Mayoritas gurunya beragama Islam tapi tidak ada perbedaan perlakuan terhadap guru yang non-Islam baik itu dari kepala sekolah maupun antar sesama guru. Begitu juga dengan siswa yang non-Islam diperlakukan sama seperti siswa yang beragama Islam lainnya. Adapun temuan yang peneliti temukan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Pemahaman tentang Moderasi Beragama Pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama dapat dilihat dari sikap yang tidak mengejek ajaran agama yang berbeda dengannya. Secara teori peserta didik mungkin belum mengetahui tentang makna dari moderasi beragama, namun pada hakikatnya dalam materi pembelajaran mereka sudah mempelajari sikap yang merupakan bagian dari moderasi beragama seperti toleransi, tolong menolong, bekerja sama dan bermusyawarah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, dalam praktik keseharian peserta didik SMA Negeri 1 Punggur di sekolah juga tidak ada kasus terkait mengejek dan mengolokolok agama orang lain. Mereka saling bersosialisasi dengan rukun. Sikap Toleransi dan Saling Menghormati Terhadap Penganut Agama Lain Sikap toleransi yang ditunjukkan oleh pendidik dan peserta didik SMA Negeri 1 Punggur adalah dengan tidak membeda-bedakan perlakuan teman yang berbeda agama dengannya dan menghormati guru tanpa melihat agama yang dianutnya, semua diperlakukan sama tanpa melihat perbedaan agama ataupun suku yang ada. Seluruh penduduk sekolah saling menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan yang dianut saudarannya, pendidik yang beragama muslim memperlakukan semua siswanya dengan perlakuan yang sama tanpa membedakan agama maupun sukunya, pendidik juga menghormati pendidik lain yang berbeda suku dan keyakinan agamanya. Peserta didik diajarkan untuk selalu bersikap santun kepada semua orang, peserta didik juga bisa memahami bahwa perbedaan bukanlah ancaman yang melahirkan permusuhan melainkan perbedaan dapat melahirkan cinta dan kasih bagi semua orang. Sikap Taat Dalam Menjalankan Agama Yang Dianut Di SMA Negeri 1 Punggur siswa diberikan kebebasan untuk menjalankan agamanya masingmasing. Ketika jam pelajaran agama islam siswa yang no muslim dibebaskan untuk tidak mengikuti jam pelajaran, untuk agama non muslim seperti agama kristen, katolik, hindu dan budha memiliki jam mata pelajaran agama nya sendiri pada hari jumAoat tempatnya terletak di perpustakaan. Begitu juga dalam merayakan hari besar keagamaan, siswa yang beragama non muslim tidak diwajibkan mengikuti kegiatan peringatan hari besar islam, seperti kegiatan menyambut bulan ramadhan kemarin siswa yang non muslim memiliki kebebeasan dalam berpakaian dan mereka diberi kebebasan untuk ikut ataupun tidak mengikutinya. Islam di Indonesia dinilai lebih toleran terhadap budaya yang ada. Bahkan banyak budaya yang dijadikan alat untuk berdakwah untuk menyebarkan ajaran agama Islam, namun harus dipahami pula bahwasannya agama lebih tinggi tingkatannyadibandingkan budaya. Budaya yang baik harus sejalan dengan syariat Islam dan bukan berarti yang tidak sejalan dengan Islam tidak baik. Maksudnya ialah Indonesia adalah bukan negara Islam, banyak agama didalamnya sehingga kita mengukur semua budaya dengan ajaran Islam dikhawatirkan akan terjadi konflik dan intoleransi KESIMPULAN Implementasi moderasi beragama di SMA Negeri 1 Punggur telah diterapkan, hal ini berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah dilaksanakan sebagai berikut: Perencanaan penerapan moderasi beragama pada pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah dengan merumuskan program moderasi beragama sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan menyusun RPP, silabus , prota, prosem, dan menyiapkan media pembelajaran Penerapan moderasi beragama pada pembelajaran Pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Punggur ialah melalui penanaman nilai-nilai moderasi pada materi PAI, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dan diskusi. Evaluasi implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran pendidikan agama islam, evaluasi yang dilakukan bisa menggunakan melalui proses screening sebagai tahap untuk mengetahui sampai mana pemahaman siswa tentang moderasi beragama, apakah terdapat paham dan tindakan yang mengarah kepada sikap intoleran. Selanjutnya tutorial, monitoring yang dilakukan tutor sangat efektif dalam mendeteksi hal-hal yang mengarah pada paham dan tindakan kekerasan ataupun menyimpang. Hasil dari implementasi moderasi beragama dam pembelajaran agama islam dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Punggur adalah pemahaman tentang moderasi beragama, sikap toleransi terhadap penganut agama lain dan sikap taat dalam menjalankan agama masing-masing. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan trimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing penulis. Penulis ucapkan trimaksih banyak kepada kedua orang tua. Penulis ucapkan trimakasih banyak kepada Bapak Adi Wijaya. Pd, dan Ibu Rina Mida Hayati. Pd yang telah membimbing penulis. Bapak Ikhwan Aziz Q. Pd. I selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, seluruh bapak ibu dosen PAI, segenap pihak yang telah membantu penulis baik teman-teman, keluarga, dan teruntuk penulis sendiri. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi pembaca. DAFTAR PUSTAKA