Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Raudah*. Martin Kustati. Gusmirawati Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Padang. Indonesia *Coresponding Author: dahrau962@gmail. Dikirim: 29-10-2025. Direvisi: 08-11-2025. Diterima: 11-11-2025 Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hafalan santri melalui pendampingan penerapan metode Yadain. Metode Yadain dipilih karena memiliki keunggulan dalam membantu proses menghafal al-QurAoan melalui keterpaduan antara gerakan tangan, pengucapan, dan pengulangan ayat. Pendekatan ini memanfaatkan koordinasi motorik dan sensorik, sehingga mempermudah santri dalam mengingat urutan ayat serta menjaga konsistensi hafalan. Penerapan metode Yadain dianggap penting karena mampu mengatasi kejenuhan dalam proses tahfizh yang sering bersifat monoton, serta mendorong keterlibatan aktif santri dalam proses menghafal. Pelatihan ini menggunakan metode service learning melalui tahapan perencanaan, pelatihan, refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan santri dalam menghafal dan menjaga konsistensi hafalan, serta munculnya motivasi baru dalam belajar al-QurAoan. Dengan demikian service learning dalam bentuk pendampingan penerapan metode yadain dalam meningkatkan hafalan santri menjadi sarana efektif dalam mengintegrasikan teori pembelajaran dengan praktik nyata di lapangan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu hafalan dan motivasi belajar santri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi model pelatihan tahfizh yang efektif dan berkelanjutan di lingkungan rumah tahfizh. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat. Metode Yadain. Pendampingan Santri Abstract: This community service activity aims to improve the quality of studentsAo memorization through mentoring in the application of the Yadain method. The Yadain method was chosen because it offers advantages in facilitating the process of memorizing the QurAoan through the integration of hand movements, pronunciation, and verse repetition. This approach utilizes motor and sensory coordination, making it easier for students to recall verses and maintain consistency in their memorization. The application of the Yadain method is considered important because it can reduce monotony in the tahfizh process and encourage active student involvement in memorization. This program adopts a service-learning approach consisting of four stages: planning, training, reflection, and evaluation. The results of the activity showed an improvement in studentsAo ability to memorize and maintain consistency, as well as the emergence of new motivation in learning the QurAoan. Thus, service learning in the form of mentoring the application of the Yadain method has proven to be an effective means of integrating theoretical learning with real practice in the field, while contributing positively to the enhancement of memorization quality and learning motivation. This activity is also expected to serve as an effective and sustainable tahfizh training model within the tahfizh house environment. Keywords: Community Service. Yadain Method. Santri Mentoring PENDAHULUAN Kitab al-QurAoan merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril sebagai pedoman serta petunjuk hidup bagi umat manusia agar meraih keselamatan di dunia dan di akhirat. Al-QurAoan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri diturunkan untuk seluruh umat manusia (Rahmatal lil Aoalamii. disepanjang zaman (Hasanah & Hamamy, 2. Al-QurAoan adalah kitab suci yang sudah dijamin keautentikannya tetap terpelihara sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga saat ini dan akan terus terjaga hingga akhir zaman (Hamid, 2. Umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara al-QurAoan, karena sesuai dengan sunnatullah, pemeliharaan tersebut memiliki batas tertentu. Tanpa kepedulian dari umat Islam sendiri, tidak menutup kemungkinan bahwa keaslian al-QurAoan dapat terancam oleh musuh-musuh Islam. Salah satu bentuk nyata dalam menjaga keaslian dan keutuhan al-QurAoan adalah dijaga dan dilestarikan melalui kegiatan menghafalkannya (Suhanda, 2. Salah satu cara untuk menjaga keaslian al-QurAoan adalah dengan menghafal alQurAoan, menghafal al-QurAoan juga merupakan aktivitas yang sangat mulia dan diridhoi Allah. Seseorang yang akan menghafal al-QurAoan haruslah terbiasa membaca alQurAoan dengan teliti dan fasih dalam bacaannya. Karena jika penghafal al-QurAoan tidak fasih dalam membaca al-QurAoan maka sudah tentu dia akan mengalami kesulitankesulitan dalam proses menghafal (Afifah et al. , 2. Seseorang yang sudah lancar membaca al-QurAoan pasti sudah tidak asing lagi dengan keberadaan ayat-ayat al-QurAoan, sehingga tidak membutuhkan pengenalan ayat dan tidak membaca terlalu lama sebelum di hafal. Akan tetapi, bacaan bukan hanya lancar saja, melainkan harus baik, benar, fasih, serta benar-benar menguasaidan memahami ilmu tajwid. Karena hal tersebut sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan terhadap materi yang dihafalkannya. Jika bacaan salah maka hasil yang dihafalkannya akan salah, sehingga untuk memperbaikinya dibutuhkan ketelitian yang akan membutuhkan waktu relatif lama dan kesalahan dari kebanyakan mereka yang bertekad dan berencana untuk menghafal adalah menghafal dengan hafalan yang keliru. Sehingga sebelum menghafal seseorang harus memperbaiki ucapan dan bacaan al-QurAoan dengan benar, yaitu membaca al-QurAoan sesuai dengan tajwid dan, faahahnya (Aminullah et al. , 2. Al-QurAoan diturunkan sebagai pedoman hidup, bukan hanya bagi umat manusia pada masa turunnya, tetapi juga bagi seluruh manusia hingga akhir zaman. (Aisa & Ramadhan, 2. Oleh sebab itu, keaslian dan kemurniannya harus senantiasa dijaga agar umat Islam tidak kehilangan arah petunjuk. Upaya menjaga tersebut diwujudkan dengan membumikan al-QurAoan, yaitu mengimplementasikan nilai-nilai al-QurAoan secara nyata dan terencana dalam kehidupan masyarakat sehingga ajarannya tetap hidup dan (Oktapiani, 2. Secara etimologi, menghafal merupakan bahasa Indonesia yang berarti menerima, mengingat, menyimpan dan memproduksi kembali tanggapantanggapan yang diperoleh melalui pengamatan. Menghafal dalam bahasa Arab berasal dari kata hafizha-yahfazhu-hifzhan (Irsyad & Qomariah, 2. Kegiatan menghafal Al-QurAoan, yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tahfidz alQurAoan atau hifz al-QurAoan, merupakan proses menjaga dan menanamkan ayat-ayat Al-QurAoan dalam ingatan yang dimana pada kalimat tersebut terdapat dua akar kata yang saling berhubungan (Patettengi, 2. Makna menghafal tentu mempunyai banyak perspektif yang berbeda, seperti yang diungkapkan oleh beberapa ahli di Baharuddin mengungkapkan bahwa menghafal adalah asosiasi ke dalam jiwa (Aji et al. , 2. Syaiful Bahri Djaramah mengatakan bahwa menghafal adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan . , menyimpan . , dan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri menimbulkan kembali . hal-hal yang telah lampau (Nurhikmah, 2. Sedangkan menurut Abdul Aziz Abdul Rauf (Sutisna, 2. definisi menghafal adalah proses mengulang sesuatu baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering di ulang, pasti menjadi hafal. Kegiatan menghafal al-QurAoan dapat dilakukan oleh siapa saja, mulai dari anakanak hingga orang lanjut usia, tanpa memandang asal daerah, baik dari perkotaan maupun pedesaan (Patettengi, 2. Dalam proses menghafal al-QurAoan, penerapan metode yang tepat sangat berperan penting untuk mencapai keberhasilan dalam Fungsi dari metode ialah sebagai alat untuk dapat mencapai sebuah tujuan (Bararah, 2. Jika metode dikaitkan dengan proses menghafal al-Qur'an, bisa disimpulkan bahwa metode menghafal al-Qur'an merupakan langkah yang harus bisa dilakukan untuk dapat menghafal al-Qur'an dengan baik. Salah satu metode yang saat ini berkembang dan banyak diterapkan dalam proses menghafal al-QurAoan adalah metode Yadain. Istilah Yadain secara bahasa berarti Audua tanganAy, yang menjadi dasar penamaan metode ini sesuai dengan filosofi yang diusung oleh pencetusnya. Ustadz Yadi Iryadi (Yamin & Astutik, 2. Metode yadain merupakan metode yang dilakukan dengan menggunakan pergerakan jari dari kedua tangan diiringi dengan pelafadzan hafalan al-QurAoan dengan mengupayakan keseimbangan dan keselarasan antara otak dan juga kedua tangan. Apabila metode ini diterapkan dengan baik, maka dapat mengoptimalkan peningkatan daya pikir serta ketangkasan otak, sebab dalam proses menghafal maupun saat pengujian ayat secara acak, hafalan dapat dilafalkan dengan tepat (Diyana et al. , 2. Hal yang melatarbelakangi adanya metode ini adalah Keterbatasan dalam metode konvensional atau tradisional yang mengakibatkan proses menghafal sering lambat, menurunnya motivasi santri dan hasil yang belum maksimal. Keinginan akselerasi hafalan . enghafal cepa. dan target yang ambisius. Kondisi ini memerlukan metode menghafal yang efisien dan efektif untuk mencapai target tersebut (Mukhtar, 2. Diperlukan metode yang menarik serta mudah diterapkan oleh berbagai kelompok usia (Yamin & Astutik, 2. Penerapan metode Yadain memberikan pengalaman menghafal al-QurAoan yang lebih interaktif, dengan melibatkan koordinasi antara gerakan tangan, indra penglihatan, pendengaran, serta pengucapan ayat. Melalui perpaduan gerak dan visualisasi, metode ini membantu santri dalam meningkatkan fokus, memperkuat daya ingat, serta meminimalkan rasa jenuh selama proses menghafal (Swasono, 2. Dengan kata lain, metode Yadain tidak hanya membantu memperlancar proses menghafal, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan Bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program keagamaan, salah satu bentuk pelaksanaannya ialah kegiatan menghafal al-QurAoan secara efektif dan menyenangkan di Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hafalan para santri melalui penerapan metode Yadain. Adapun bentuk pelaksanaannya meliputi kegiatan menghafal alQurAoan dengan melibatkan koordinasi motorik dan sensorik, serta pemberian motivasi kepada santri dalam proses menghafal Al-QurAoan. Pendekatan ini sejalan dengan hasil penelitian oleh (Samsuri, 2. yang menunjukkan bahwa penerapan metode Yadain di Pesantren Tahfidz Alam QurAoan Ponorogo efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan. Penelitian tersebut menekankan pentingnya dukungan motivasi, @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri suasana yang kondusif, serta koordinasi motorik dan sensorik dalam proses hafalan, yang sejalan dengan praktik yang diterapkan di Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hafalan santri melalui penerapan metode Yadain yang mengintegrasikan gerakan tangan, pengucapan, dan penglihatan secara terpadu. Melalui penerapan metode ini, kegiatan difokuskan untuk mengasah konsentrasi dan daya ingat santri dalam menghafal ayatayat al-QurAoan, menumbuhkan kedisiplinan serta motivasi spiritual dalam menjaga hafalan, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan selama bulan Ramadhan, sehingga hasil hafalan santri dapat meningkat secara optimal. Keunikan kegiatan pengabdian ini terletak pada penerapan metode Yadain yang dikombinasikan dengan pendekatan pembelajaran aktif dan berbasis pengalaman, di mana santri tidak hanya menghafal secara mekanis, tetapi juga memahami makna ayat yang dihafal melalui aktivitas reflektif dan kolaboratif. Pendekatan ini membedakan kegiatan ini dari program tahfidz lainnya yang umumnya hanya berfokus pada aspek pengulangan hafalan. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Perencanaan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam program keagamaan, khususnya menghafal al-QurAoan, disusun secara sistematis dengan mempertimbangkan kebutuhan santri serta tujuan untuk meningkatkan kualitas hafalan melalui penerapan metode yang tepat dan efektif. Tempat yang dijadikan untuk pelaksanaan kegiatan ini berada di Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang. Waktu pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari tanggal 16 Maret 2024 sampai 05 April 2024. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan Service Learning (SL), yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pengabdian nyata kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis agar tujuan pendampingan dapat tercapai secara optimal. Service learning adalah metode pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan antara kegiatan pembelajaran dan layanan social Kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan refleksi/evaluasi sebagian bagian dari model service learning (Surur & Usman. Tahap Perencanaan dan Persiapan Tahapan pertama adalah perencanaan, yang meliputi koordinasi dengan pihak Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang untuk menyesuaikan kegiatan pendampingan dengan program tahunan yang telah lama dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Pada tahap ini, penulis berkoordinasi dengan pimpinan dan guru tahfizh untuk memahami sistem pelaksanaan program, kebutuhan santri, serta pembagian jadwal kegiatan harian selama pendampingan berlangsung. Selain itu, dilakukan pula persiapan sarana pendukung seperti pembagian kelompok santri, penentuan materi hafalan sesuai juz masing-masing, dan penyiapan perangkat administrasi pendampingan guna menunjang kelancaran kegiatan, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif, terarah, dan mendukung tercapainya peningkatan kualitas hafalan santri secara maksimal melalui koordinasi yang baik antara guru, pendamping, dan santri. Dalam praktiknya, metode Yadain diterapkan melalui beberapa tahapan, yaitu . Tahap pengenalan ayat, santri membaca dan mendengarkan ayat dengan tartil @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri untuk memahami bacaan . Tahap gerakan tangan . syarat yadai. , santri memadukan gerakan tangan dengan pengucapan ayat sebagai bentuk penguatan memori motorik dan sensorik. Tahap pengulangan dan peneguhan, ayat diulang beberapa kali secara bersama-sama hingga santri mampu melafalkan tanpa melihat mushaf. Tahap murojaAoah . engulangan hafala. , dilakukan secara rutin untuk menjaga konsistensi dan ketepatan hafalan. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan pendampingan, di mana penulis berperan sebagai pendamping dalam program tahfizh yang telah menjadi agenda rutin Rumah Tahfizh. Pada tahap ini, penulis membantu proses penerapan metode Yadain yang sebelumnya telah diperkenalkan ketua daurah Ramadhan, dengan mendampingi santri dalam praktik menghafal, murojaAoah, dan evaluasi hafalan sesuai dengan juz yang sedang mereka pelajari. Tahap Refleksi dan Evaluasi Tahap terakhir yaitu refleksi dan evaluasi, bertujuan menilai efektivitas kegiatan, tingkat keberhasilan hafalan santri, serta mengidentifikasi kendala selama proses Melalui tahapan tersebut, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hafalan santri, tetapi juga menjadi wadah penerapan ilmu dan pengalaman praktis bagi penulis dalam mengembangkan metode pembelajaran alQurAoan yang inovatif dan aplikatif. Kegiatan pendampingan dilakukan secara intensif setiap hari dengan pendekatan personal, agar santri mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, penulis juga berperan dalam memberikan motivasi, mencatat perkembangan hafalan, serta membantu guru dalam memastikan konsistensi penerapan metode Yadain di setiap sesi pembelajaran. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan dalam program pengabdian masyarakat merupakan representasi dari capaian atau output yang diperoleh melalui seluruh rangkaian aktivitas yang telah Capaian tersebut dapat berupa hasil langsung . seperti peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan partisipasi peserta, maupun dampak tidak langsung . , seperti perubahan sikap, motivasi, serta penguatan kapasitas kelembagaan pada institusi sasaran (Gorda et al. , 2. Perencanaan dan Persiapan. Pada tahap perencanaan, kegiatan diawali dengan proses koordinasi antara penulis dan pihak Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang, meliputi pimpinan lembaga serta para guru tahfizh. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan mengenai penyesuaian jadwal kegiatan pendampingan dengan program tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Kesepakatan tersebut penting agar kegiatan pendampingan dapat terintegrasi dengan kegiatan lembaga tanpa mengganggu aktivitas rutin para santri. Dari hasil diskusi bersama pihak lembaga, diperoleh pemahaman mengenai sistem pelaksanaan program tahfizh, kebutuhan santri, serta pembagian jadwal kegiatan harian. Informasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rencana kegiatan pendampingan yang lebih efektif dan terarah. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Secara keseluruhan, tahap perencanaan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan koordinasi dan manajemen awal. Melalui perencanaan yang matang, kegiatan pendampingan hafalan dapat berjalan dengan lebih sistematis dan sesuai kebutuhan santri. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen pendidikan Islam yang menekankan pentingnya tahap perencanaan sebagai fondasi dalam pelaksanaan program pembelajaran agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal (Nasution et al. , 2. Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Kegiatan pendampingan penerapan metode Yadain dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang dilaksanakan selama tiga minggu pada bulan Ramadhan dengan total durasi 21 hari. Program ini diikuti oleh para santri dengan kemampuan hafalan yang beragam, dan difokuskan pada peningkatan kelancaran, ketepatan bacaan, serta penguatan daya ingat melalui penerapan metode Yadain. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan serta pengenalan metode Yadain yang disampaikan langsung oleh ketua daurah Ramadhan. Dalam sesi ini dijelaskan prinsip dasar metode, yaitu menghafal dengan memadukan gerakan tangan, pengucapan, dan pengulangan ayat untuk memperkuat daya ingat sensorik dan Kegiatan ini juga diisi dengan motivasi bagi para santri agar memahami pentingnya menghafal al-QurAoan dengan hati yang ikhlas dan metode yang tepat. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, antusias, dan penuh semangat kebersamaan antara santri, guru, dan mahasiswa pendamping. Gambar 1. Pembukaan Penulis berperan sebagai peserta observasi pada hari pertama, guna memahami secara langsung tahapan pelaksanaan metode tersebut sebelum melakukan Setelah penjelasan, para santri dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, dengan setiap kelompok beranggotakan 10Ae12 orang berdasarkan tingkat hafalan dan juz yang sedang mereka capai. Pembagian ini bertujuan agar proses pendampingan lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing santri. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Memasuki hari kedua dan seterusnya, kegiatan berfokus pada proses menghafal intensif menggunakan metode Yadain. Setiap hari santri menghafal ayat-ayat baru dengan bimbingan pendamping dan melakukan murojaAoah . engulangan hafala. Aktivitas dilakukan secara bertahap agar hafalan tersimpan dengan kuat di memori jangka panjang. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode Yadain memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan konsentrasi dan daya ingat santri. Keterlibatan gerakan tangan terbukti membantu mengoptimalkan hubungan antara fungsi motorik dan sensorik, sehingga hafalan lebih mudah diingat. Pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik dapat memperkuat daya ingat dan mempercepat proses pemahaman karena adanya keterlibatan otot dan indra dalam proses belajar (Resita, 2. Gambar 2. Pendampingan Tahap Kendala dan Evaluasi Kegiatan Setiap hari Jumat, santri libur dari kegiatan menghafal, namun tetap berada di asrama untuk menjaga kedisiplinan dan suasana religius selama bulan Ramadhan. Pada hari tersebut, guru-guru melakukan evaluasi internal terhadap perkembangan hafalan santri, mengidentifikasi kendala, dan memberikan masukan untuk peningkatan kualitas hafalan di minggu berikutnya. Gambar 3. Evaluasi Internal Beberapa kendala yang dihadapi selama kegiatan antara lain perbedaan kemampuan hafalan antar santri, di mana sebagian santri berada pada juz yang berbeda sehingga tingkat kesulitannya tidak sama. Selain itu, faktor kejenuhan dan kelelahan juga menjadi tantangan, mengingat kegiatan menghafal dilakukan setiap hari dalam waktu yang cukup padat selama bulan Ramadhan. Dari sisi guru, kendala yang muncul adalah kondisi sebagian santri yang masih perlu perbaikan dalam bacaan al-QurAoan, terutama dalam hal tajwid dan makhraj huruf. Hal ini membuat proses pendampingan membutuhkan waktu lebih lama, karena guru harus menyeimbangkan antara memperbaiki bacaan dan menambah hafalan baru. Kendala-kendala tersebut kemudian @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri menjadi bahan evaluasi agar metode pendampingan dan jadwal kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan santri di tahap berikutnya. Menurut Arikunto dalam (Arikunto, 2. evaluasi merupakan proses sistematis untuk mengumpulkan dan menafsirkan informasi tentang pelaksanaan suatu program, guna mengetahui tingkat keberhasilannya serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk perbaikan kegiatan di masa mendatang. Adapun fungsi evaluasi ialah setidaknya untuk mengetahui ketercapaian terhadap standar kompetensi yang telah disepakati secara komprehensif. Dalam hal ini akan mampu mengetahui ketercepaian santri dalam belajar dan mengetahui persoalan/problem yang Dengan demikian mampu dilakukan perbaikan secara menyeluruh dalam berbagai bidang yang mengalami kendala. Selain itu juga, dengan melakukan evaluasi, juga dapat mengukur kinerja para guru dilingkungan instansi dalam melakukan tugasnya (May & Muslimah, 2. Berdasarkan teori tersebut, kegiatan evaluasi yang dilakukan guru setiap Jumat berperan penting dalam meningkatkan efektivitas metode pendampingan hafalan. Melalui proses evaluasi rutin, guru dapat meninjau kesesuaian metode Yadain dengan kondisi santri, memperbaiki aspek teknis pembelajaran, serta mengatur ulang jadwal kegiatan agar lebih seimbang dan tidak menimbulkan kejenuhan. Dengan demikian, tahap evaluasi ini menjadi dasar bagi perbaikan strategi pada tahap berikutnya, sehingga kegiatan tahfizh dapat berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan dan kemampuan santri. Penerapan Metode Yadain di Lapangan Berdasarkan hasil observasi dan pendampingan selama kegiatan, ditemukan bahwa penerapan metode Yadain di lapangan tidak sepenuhnya dilakukan sesuai prosedur ideal. Tidak semua santri menggunakan praktik gerakan kedua tangan secara konsisten, khususnya ketika menghafal ayat-ayat yang panjang atau ketika fokus pada pelafalan bacaan. Beberapa santri cenderung hanya menggunakan satu tangan atau bahkan mengandalkan pengulangan verbal tanpa gerakan tangan. Keadaan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya perbedaan gaya belajar santri, tingkat kenyamanan individu dalam melakukan gerakan fisik saat menghafal, serta keterbatasan pemahaman awal mengenai teknik gerakan Yadain yang benar. Selain itu, waktu pelatihan yang relatif singkat dan intensitas kegiatan selama bulan Ramadhan juga berpengaruh terhadap konsistensi penerapan metode tersebut. Meskipun demikian, secara umum penerapan metode Yadain tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hafalan santri, baik dalam hal kelancaran, kecepatan mengingat, maupun motivasi dalam proses tahfizh. Fakta di lapangan ini menunjukkan bahwa metode Yadain dapat disesuaikan secara fleksibel dengan karakteristik masing-masing santri, selama prinsip dasarnya yakni keterpaduan antara gerakan, pengucapan, dan pengulangan tetap dipertahankan. Dampak Metode Yadain Selanjutnya, pada hari ke-20, diadakan tes hafalan . untuk menilai hasil akhir dari penerapan metode Yadain. Penilaian dilakukan berdasarkan kelancaran bacaan, ketepatan pengucapan, dan kemampuan mengingat urutan ayat tanpa bantuan Hasil tes menunjukkan bahwa sebagian besar santri mengalami peningkatan yang signifikan dalam kualitas hafalan, baik dari segi jumlah ayat atau juz yang dikuasai maupun stabilitas hafalan yang sudah dimiliki sebelumnya. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Kegiatan ditutup pada hari ke-21 dengan acara penutupan sekaligus wisuda Pada momen ini dilakukan penyerahan sertifikat hafalan sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan dedikasi santri selama mengikuti program. Dalam acara tersebut juga ditampilkan beberapa santri yang memperdengarkan hafalannya secara langsung sebagai bentuk evaluasi dan motivasi bagi peserta lainnya. Selain itu, pimpinan rumah tahfizh memberikan sambutan dan pesan agar santri terus menjaga hafalan yang telah diperoleh serta meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman alQurAoan di masa mendatang. Gambar 4. Penutupan Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, disertai refleksi bersama antara penulis, guru, dan santri. Hasil refleksi menunjukkan bahwa metode Yadain tidak hanya membantu santri dalam meningkatkan kualitas hafalan, tetapi juga menumbuhkan motivasi, kemandirian, serta rasa cinta terhadap al-QurAoan. Secara keseluruhan, penerapan metode Yadain melalui pendekatan Service Learning terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kemampuan hafalan santri, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mewujudkan pembelajaran al-QurAoan yang inovatif dan Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa metode Yadain dapat diadaptasi secara fleksibel sesuai dengan karakteristik dan kemampuan santri di berbagai Selain meningkatkan hafalan, program ini menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap al-QurAoan. Ke depan, kegiatan pendampingan semacam ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas dengan durasi yang lebih panjang dan dukungan fasilitas yang memadai agar hasilnya lebih optimal serta dapat menjadi model pembelajaran tahfizh yang efektif dan inspiratif. KESIMPULAN Kegiatan pendampingan metode Yadain di Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan hafalan Metode ini membuat proses menghafal menjadi lebih aktif dan menyenangkan melalui perpaduan gerakan tangan, pelafalan, dan pengulangan ayat. Namun, di lapangan penerapan metode belum sepenuhnya ideal karena tidak semua santri konsisten menggunakan gerakan kedua tangan. Kendala yang muncul antara lain @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raudah dkk. Pendampingan Metode Yadain sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri perbedaan kemampuan hafalan, rasa jenuh, serta masih adanya santri yang perlu perbaikan bacaan. Meski demikian, dengan bimbingan guru dan evaluasi rutin, kegiatan ini tetap efektif dan menunjukkan hasil yang signifikan terhadap kualitas hafalan dan motivasi santri. Ke depannya, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan pelatihan lanjutan bagi guru dan santri mengenai penerapan metode Yadain yang lebih sistematis serta penambahan variasi kegiatan murojaAoah yang interaktif. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang atas dukungan terhadap kegiatan ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pimpinan dan seluruh pengurus Rumah Tahfizh Ahlul QurAoan Padang atas kesempatan dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan pendampingan metode Yadain. DAFTAR PUSTAKA