LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti1. Lailatul Fitria2. Suyanti3. Lutfi Miftakhurohmah4 Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Nurul Huda Email: 1indah81@unuha. id, 2lailatul@unuha. id, 3suuyanti@gmail. 4lutfimifta243@gmail. ABSTRACT: The Community Service Program titled Strengthening Speaking and Literacy Skills through Storytelling of the Legend of Lake Toba in Kota Tanah Village was implemented to address the issue of low basic literacy skills among children, particularly in reading comprehension and speaking abilities. Initial observations revealed weaknesses in understanding reading materials and conveying information orally. As a solution, the service team conducted a storytelling program using an interactive approach. The results of the activity showed significant improvement in several aspects. Students who could speak fluently, expressively, with clear intonation, demonstrated deep understanding of the story, and showed high confidence received scores ranging from 90Ae100 . Students who spoke fairly fluently and expressively, understood the story, and showed enthusiasm during the storytelling activity received scores between 80Ae89 . Students who were able to tell stories with proper structure but still showed hesitation or minor errors in vocabulary and pronunciation received scores between 70Ae79 . Students who lacked confidence, often paused while telling stories, and had limited understanding of the story received scores between 60Ae69 . Meanwhile, students who could not tell stories clearly, did not understand the story content, and showed insufficient effort received scores below 60 . ery poo. Keywords: Strengthening. Speaking. Literacy. Storytelling of the Legend of Lake Pendahuluan Mitra dalam program ini adalah SD di Desa Kota Tanah, sebuah wilayah pedesaan yang masih menghadapi tantangan dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada aspek literasi siswa. Berdasarkan pengamatan awal, siswa kelas IV menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelajaran, namun keterampilan membaca kritis dan menyampaikan kembali isi bacaan masih Kondisi di Desa Kota Tanah menunjukkan bahwa keterbatasan pemahaman bacaan berimplikasi langsung pada lemahnya kemampuan komunikasi lisan siswa. Keterbatasan fasilitas belajar serta minimnya media pembelajaran yang menarik turut memperburuk situasi. Rendahnya budaya membaca di lingkungan masyarakat juga menjadi faktor penghambat utama. Sutarno . menegaskan Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 bahwa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia merupakan tantangan serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan fenomena ini nyata terlihat di Desa Kota Tanah, di mana aktivitas membaca belum menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari anak-anak. Meski demikian. Desa Kota Tanah memiliki potensi untuk pengembangan program literasi berbasis budaya lokal. Salah satu pendekatan yang relevan adalah story telling cerita rakyat. Kegiatan bercerita tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan budaya. Nurhayati . menjelaskan bahwa kegiatan story telling merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak sekaligus melestarikan cerita rakyat sebagai warisan budaya. Hasil identifikasi menunjukkan dua persoalan utama yang dihadapi mitra. Pertama, rendahnya minat membaca siswa yang berakibat pada lemahnya keterampilan literasi dasar, terutama pemahaman bacaan. Kedua, kurangnya keberanian siswa dalam bertutur sehingga mereka kesulitan menyampaikan kembali isi bacaan secara lisan. Faktor pendukung keberhasilan program adalah dukungan sekolah yang terbuka terhadap inovasi pembelajaran. Namun, terdapat sejumlah penghambat, seperti terbatasnya media pembelajaran, motivasi belajar siswa yang masih rendah, serta minimnya keterlibatan orang tua dalam mendukung kegiatan membaca di rumah. Rahim . menegaskan bahwa keterampilan membaca anak sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan keluarga, sehingga kurangnya pendampingan di rumah menjadi tantangan tersendiri. 2 Story telling dipilih sebagai solusi utama untuk menjawab permasalahan tersebut. Metode ini dinilai mampu melatih keterampilan literasi sekaligus membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum. Kegiatan bercerita mampu mendorong interaksi komunikasi aktif antara guru dan siswa serta memperkuat daya imajinasi Rendahnya kemampuan literasi dianggap sebagai permasalahan prioritas karena berhubungan langsung dengan capaian akademik siswa dan masa depan 1 Nurhayati. AuStorytelling sebagai Strategi Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 10 . : 123Ae134. https://doi. org/10. 21009/JPUD. 2 Rahim. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 pendidikan mereka. Melalui penguatan keterampilan membaca dan bertutur berbasis story telling, siswa diharapkan tidak hanya terbantu dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga memiliki bekal komunikasi yang lebih baik dalam kehidupan sosial. Metode Metode pelaksanaan program Penguatan Kemampuan Bertutur dan Literasi melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba di SD Negeri 03 Kota Tanah dirancang melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, implementasi, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan dan keberlanjutan. Keempat tahapan ini saling berkesinambungan dan menjadi satu kesatuan yang sistematis untuk menjawab permasalahan rendahnya minat membaca dan kurangnya keberanian siswa dalam bertutur. Tahap Persiapan Tahap persiapan diawali dengan koordinasi awal bersama pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan guru kelas IV, untuk menyepakati bentuk kegiatan, jadwal, serta dukungan sarana prasarana. Pada tahap ini, tim menyusun materi cerita rakyat yang akan digunakan, yaitu Legenda Danau Toba, beserta media pendukung berupa teks bacaan, ilustrasi gambar, dan video singkat. Selain itu, dilakukan pula penyiapan perangkat dokumentasi berupa kamera dan peralatan audio-visual. Persiapan ini penting agar pelaksanaan berjalan lancar dan sesuai Tahap Implementasi Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam empat kali pertemuan. Kegiatan dilakukan dalam kelompok kecil dan kelompok besar dengan pendekatan secara personal agar setiap anak mendapatkan perhatian sesuai kebutuhannya. Beberapa strategi utama yang dilaksanakan pada tahap ini antara lain: Pendampingan berkelompok: setiap anak mendapat kesempatan menyimak Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Penggunaan media kreatif: Pemutaran Video Ilustratif-video singkat ditayangkan guna memperkuat pemahaman siswa terhadap cerita. Pendekatan belajar sambil bermain: setiap sesi dikemas dengan aktivitas menyenangkan seperti menyimak, bercerita, atau menulis berdasarkan cerita dengan cara ini anak merasa belajar sebagai bagian dari aktivitas bermain, bukan sebagai beban. Tahap Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk melihat keaktifan, antusiasme, serta keberanian siswa dalam bertutur. Evaluasi dilaksanakan dengan dua cara: Observasi langsung, yaitu mengamati kemampuan siswa dalam membaca, memahami isi cerita, dan menyampaikan kembali dengan ekspresi yang tepat. Umpan balik guru, yaitu penilaian guru kelas terhadap perkembangan keterampilan bertutur siswa setelah kegiatan. Hasil monitoring dan evaluasi digunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan sekaligus mengidentifikasi tantangan yang perlu diperbaiki bila program serupa dilaksanakan kembali. Tahap Pelaporan dan Keberlanjutan Tahap terakhir berupa penyusunan laporan kegiatan yang memuat rangkaian pelaksanaan, capaian, serta hambatan yang ditemui. Seluruh kegiatan didokumentasikan dalam bentuk catatan tertulis, foto, dan video. Dokumentasi ini diunggah ke kanal publikasi (YouTube dan media sekola. agar dapat diakses secara luas. Sebagai bentuk keberlanjutan, media pembelajaran . eks cerita, ilustrasi, dan vide. diserahkan kepada sekolah agar dapat digunakan kembali, dan guru diharapkan mengintegrasikan metode story telling ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara rutin. Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Hasil dan Diskusi Program penguatan kemampuan bertutur dan literasi melalui kegiatan storytelling cerita rakyat Danau Toba telah dilaksanakan di SD Negeri 03 Kota Tanah pada tanggal 7 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 25 siswa kelas IV dengan pendampingan guru kelas. Secara umum, pelaksanaan berjalan sesuai rencana, ditandai dengan antusiasme siswa saat mendengarkan pembacaan cerita, menyaksikan video ilustratif, serta mencoba menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Tahap Persiapan Sebelum kegiatan dimulai, tim KKN melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta guru kelas untuk menyiapkan materi yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Materi yang dipilih adalah cerita rakyat Danau Toba, karena dekat dengan budaya lokal dan kaya akan pesan moral. Selain itu, tim juga menyiapkan media berupa video ilustratif yang dapat membantu siswa memahami alur cerita. Tahap Implementasi Kegiatan berlangsung dalam empat kali pertemuan sesuai rencana, dengan melibatkan siswa kelas IV SD di Desa Kota Tanah sebagai mitra utama. Tahapan kegiatan meliputi pemberian materi bacaan, pembacaan cerita rakyat, penayangan video ilustratif, serta pelatihan berbicara untuk menceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasa siswa sendiri. Siswa tampak bersemangat, memperhatikan dengan penuh konsentrasi, dan memberikan tanggapan atas isi cerita. Setelah itu, siswa diminta untuk menceritakan kembali kisah Danau Toba dengan bahasa mereka sendiri. Dari beberapa aspek yang dinilai maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Tabel 1. Aspek Penilaian Kegiatan Aspek yang Diamati Keberanian Penguasaan Kelancaran Pemahaman isi cerita Antusiasme Indikator Berani tampil bercerita di depan kelas Menggunakan kata yang bervariasi saat bercerita Bertutur tanpa banyak jeda dan pengulangan Dapat menjelaskan makna cerita Danau Toba Terlibat aktif dalam kegiatan storytelling Jumlah Siswa Persentase Meningkat Baik Cukup baik Keterangan Sangat baik Sangat Sumber: Dokumentasi, 2025 Gambar 1. Kegiatan Peningkatan Kemampuan (Sumber: Dokumentasi, 2. Setelah penerapan storytelling, hampir semua siswa menunjukkan peningkatan kemampuan bertutur. Mereka tampak lebih ekspresif dan memahami isi cerita dengan baik. Dari kegiatan ini, terlihat bahwa semakin banyak siswa yang berani tampil di depan kelas, selain itu kemampuan mereka dalam menyusun alur cerita sederhana juga meningkat, disertai dengan partisipasi aktif hampir seluruh siswa selama kegiatan berlangsung. Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Tahap Monitoring dan Evaluasi Proses dilaksanakan melalui pengamatan langsung dan masukan dari guru kelas. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam beberapa aspek, antara lain: Siswa mampu bertutur dengan lancar, ekspresif, intonasi jelas, memahami isi cerita secara mendalam, dan menunjukkan kepercayaan diri tinggi, mendapat rentang nilai 90-100 sangat baik. Siswa bertutur cukup lancar, ekspresif, mampu memahami isi cerita, dan menunjukkan antusiasme dalam kegiatan storytelling dengan rentang nilai 80-89 baik. Siswa mampu bercerita dengan struktur yang benar, tetapi masih ada keraguan atau kesalahan kecil dalam kosakata dan pengucapan dengan rentang nilai 70-79 cukup. Siswa kurang percaya diri, sering berhenti saat bercerita, dan pemahaman isi cerita masih terbatas dengan nilai 60-69 kurang. Siswa tidak mampu bercerita dengan jelas, tidak memahami isi cerita, dan tidak menunjukkan usaha yang cukup dalam kegiatan rentang nilai C 60 sangat kurang. Guru kelas memberikan umpan balik positif bahwa metode storytelling ini tidak hanya melatih keterampilan bahasa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Tahap Pelaporan Seluruh kegiatan didokumentasikan melalui catatan perkembangan, foto, dan Laporan akhir menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa. Siswa lebih bersemangat mengikuti kegiatan, lebih percaya diri saat membaca, dan lebih tertarik pada bahan bacaan yang Simpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan program penguatan kemampuan bertutur dan literasi melalui kegiatan storytelling cerita rakyat Danau Toba di SD Negeri 03 Kota Tanah, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Peningkatan kemampuan bertutur tercapai dengan baik. Siswa yang awalnya masih ragu dan kurang berani tampil, setelah kegiatan menunjukkan peningkatan keberanian berbicara di depan kelas. Sebagian besar siswa sudah mampu menceritakan kembali isi cerita dengan runtut menggunakan bahasa mereka sendiri. Metode storytelling terbukti efektif. Perpaduan antara pembacaan cerita, pemutaran video ilustratif, dan latihan menceritakan kembali tidak hanya meningkatkan keterampilan bertutur, tetapi juga menumbuhkan minat baca, motivasi, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan positif. Keberanian berbicara meningkat hampir dua kali lipat, kemampuan menyusun alur cerita sederhana meningkat lebih dari sepertiga, serta antusiasme belajar siswa naik hingga mencapai lebih dari 80%. Hal ini menandakan bahwa metode yang digunakan relevan dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Program memberikan dampak non-akademik. Selain keterampilan literasi, kegiatan juga menumbuhkan rasa percaya diri, sikap menghargai teman yang sedang bercerita, serta kecintaan terhadap budaya lokal melalui pengenalan cerita rakyat Danau Toba. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan saran untuk keberlanjutan program: Kegiatan storytelling sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan, baik melalui kegiatan belajar tambahan di sekolah maupun melalui kelompok baca di luar jam pelajaran. Guru dapat mengembangkan metode ini dengan menggunakan variasi cerita rakyat lain agar siswa lebih kaya pengalaman literasi sekaligus semakin mengenal budaya Nusantara. Pihak sekolah diharapkan mendukung program serupa sebagai agenda rutin, sehingga kemampuan literasi dan karakter siswa dapat terus berkembang secara Penguatan Kemampuan Bertutur Dan Literasi Melalui Story Telling Cerita Rakyat Danau Toba Di Desa Kota Tanah Indah Sulmayanti. Lailatul Fitria. Suyanti. Lutfi Miftakhurohmah LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume IX Nomor 1 Mei 2026 Daftar Pustaka