JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1799 - 1809 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Yunanda Rindi Oktaviani1A. Rahyu Setiani2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Bhinneka PGRI. Indonesia1 Magister Pendidikan Matematika. Universitas Bhinneka PGRI. Indonesia2 E-mail: yunandaoktaviani2@gmail. com1, rahyusetiani@gmail. Abstrak Latar belakang didasarkan kurangnya optimalisasi penggunaan media pembelajaran berbasis digital tentang nilai-nilai Pancasila dengan kecenderungan menggunakan media buku cetak dengan metode ceramah. Kebaruan media media interaktif Wordwall yang dikembangkan dengan menggabungkan fitur visual dalam kartu gambar, audio, dan praktikum Discovery Learning. Tujuan penelitian ini mendekripsikan proses pengembangan, kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media pembelajaran interaktif wordwall materi nilai-nilai Pancasila. Pendekatan penelitian yaitu Research and Development (R&D) dengan metode ADDIE . nalyze, design, develop, implement dan evaluat. Hasil penelitian menunjukan media pembelajaran interaktif wordwall memperoleh rata-rata kevalidan media sebesar 90,4% dan materi sebesar 95,3% dengan kriteria Ausangat validAy. Uji kepraktisan kelompok kecil mendapatkan presentase sebesar 96,6% dan kelompok besar sebesar 98% kriteria Ausangat praktisAy. Uji keefektifan kelompok kecil nilai N-Gain sebesar 0,71 dan kelompok besar sebesar 0,74 dengan kategori AutinggiAy. Respon peserta didik kelompok kecil mendapatkan presentase sebesar 86,9% dan kelompok besar sebesar 88,5% dengan kriteria Ausangat baikAy. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran interaktif wordwall dapat menyampaikan materi nilai-nilai Pancasila dengan optimal. Kata Kunci: Discovery learning. Media pembelajaran interaktif. Nilai Pancasila. Wordwall. Abstract The background is based on the lack of optimization in the use of digital-based learning media about Pancasila values, with a tendency to use printed books and lecture methods. The novelty of the interactive Wordwall media was developed by combining visual features in picture cards, audio, and Discovery Learning The purpose of this study is to describe the development process, validity, practicality, and effectiveness of Wordwall interactive learning media for Pancasila values material. The research approach is Research and Development (R&D) using the ADDIE method . nalyze, design, develop, implement, and The results showed that the interactive Wordwall learning media obtained an average media validity 4% and material validity of 95. 3% with a Auhighly validAy criterion. The practicality test for the small group obtained a percentage of 96. 6% and the large group obtained 98% with a Auhighly practicalAy criterion. The small group effectiveness test showed an N-Gain value of 0. 71 and the large group showed 0. 74 with a AuhighAy category. The response of the small group of students obtained a percentage of 86. 9% and the large group obtained 88. 5% with a Auvery goodAy criterion. The results showed that interactive Wordwall learning media can deliver Pancasila values optimally. Keywords: Discovery learning. Interactive learning media. Pancasila Values. Wordwall. Copyright . 2025 Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani A Corresponding author : Email : yunandaoktaviani2@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik. Interaksi memerlukan berbagai perangkat pembelajaran untuk mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran. Kemajuan teknologi telah membuka banyak pintu untuk interaksi antara guru dan peserta didik. Keharusan mampu memanfaatkan teknologi yang melimpah ini untuk kepentingan bersama, khususnya dalam dunia pendidikan (Latifa dan Dewi, 2. Perkembangan teknologi berpengaruh terhadap media pembelajaran yang semula konvensional menjadi digital. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang cepat, ada berbagai kemudahan baru untuk belajar (Tarigan et al. , 2. Perkembangan teknologi berpengaruh terhadap media pembelajaran yang semula konvensional menjadi digital. Media sangat penting karena dapat menarik perhatian dan minat peserta didik dan meningkatkan pemahaman mereka tentang topik dengan cara yang lebih menyenangkan dalam proses pembelajaran (Pradani, 2. Berdasarkan observasi awal pada kelas 1 SDN 2 Ngrance, ditemukan permasalahan akan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran berbentuk digital pada materi nilai-nilai Pancasila. permasalahan dalam pembelajaran PPKn materi nilai-nilai Pancasila. Guru belum mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas. Kecenderungan penggunaan media cetak yaitu buku panduan dengan metode ceramah kurang dapat menstimulus peserta didik untuk mengenal dan belajar akan nilai-nilai pancasila. Banyak peserta didik yang tidak memperhatikan penjelasan guru dengan melakukan aktivitas lain seperti bermain dengan teman sebangku, mengobrol dengan teman atau bahkan terkadang terlihat mengantuk saat pembelajaran berlangsung. Peserta didik kelas 1 yang pada umumnya merupakan anak-anak yang menyukai adanya media berbentuk digital dengan isi mudah dipahami dengan didukung tampilan menarik. Tidak jarang yang menyukai belajar dengan permainan sederhana. Perlu adanya penyesuaian media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Salah satu media pembelajaran digital yaitu media Wordwall. Wordwall Media adalah sarana penyalur untuk menyampaikan materi pembelajaran melalui web aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat permainan dengan banyak kuis yang menyenangkan (Sari et. , 2. Platform Wordwall dapat menjadi salah satu sarana membuat media pembelajaran yang interaktif. Media pembelajaran interaktif Wordwall ini berfungsi sebagai sumber belajar mandiri bagi peserta didik sekolah dasar. Pengembangan media pembelajaran interaktif menjadi solusi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. Dalam penggunaanya, media interaktif Wordwall dapat digunakan pada model pembelajaran Discovery Learning. Fitur template Wordwall dapat menunjang dalam penerapan model ini. Peserta didik yang aktif menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka memperoleh hasil yang akan berkelanjutan dan tahan lama dalam ingatan jangka panjang peserta didik (Kusumadewi et al. Pemilihan model pembelajaran Discovery Learning dalam pengunaan media bertujuan melibatkan peserta didik secara langsung dalam aktivitas belajar untuk menemukan ide yang menjadi tujuan Penelitian ini didukung penelitian terdahulu oleh Tazkiya Munandar et al. yang menyatakan terdapat pningkatan hasil belajar peserta didik sebagai pengguna media aplikasi Wordwall dalam pembelajaran IPS. Lubis dan Nuriadin . dalam penelitiannya memaparkan hasil bahwa Wordwall merupakan aplikasi terbaharukan yang efektif digunakan dalam pembelajaran dan mampu memaksimalkan perolehan hasil belajar. Nurul et al. menyatakan bahwa media ini dapat digunakan sebagai media interaktif berbasis permainan. Penelitian terdahulu dalam penggunaan media aplikasi Wordwall hanya terpaku pada template aplikasi dan tidak menggunakan model pembelajaran. Berdasarkan penelitian terdahulu, belum ditemukan penggunaan media ini pada model pembelajaran dan hanya terpaku pada platform Wordwall itu Kebaharuan penelitian ini terletak pada penambahan katu gambar sebagai pendamping media dan praktik media dengan menggunakan model Discovery Learning. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. METODE Model penelitian penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan metode tahapan ADDIE: analyze, design, develop, implement dan evaluate. Kevalidan media didapatkan melalui validasi ahli. Ada 2 tahap uji coba lapangan, yaitu Uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh sebagian peserta didik dan uji coba kelompok besar yang dilakukan seluruh peserta didik kelas 1. Pemilihan kelas dan sekolah dilakukan pada kelas 1 dengan ketentuan tingkat kemampuan peserta didik di sekolah tersebut setara. Sebelum melakukan uji coba, permohonan izin penelitian telah diajukan kepada sekolah uji coba kecil dan besar. Permohonan ijin untuk memperoleh persetujuan informat dalam penelitian. Lokasi penelitian di SDN 2 Ngrance dan SDN I Gombang. Subjek uji coba kelompok kecil sebanyak 9 peserta didik kelas 1 SDN I Gombang dan kelompok besar sebanyak 12 peserta didik SDN 2 Ngrance. Kepraktisan media diperoleh dari uji coba lapangan melalui observasi pelaksanaan dan respon peserta didik. Keefektifan media diperoleh dari peningkatan nilai dalam pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi, metode angket . atau kuesioner, dan tes . re-test dan post-tes. Sebelum angket digunakan, angket terlebih dahulu di validasikan kepada dosen validator. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Analisis data digunakan menggambarkan kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media pembelajaran interaktif wordwall materi nilai-nilai pancasila pada model pembelajaran discovery learning. Analisis data dilakukan dengan mengkonversi skor yang diperoleh berupa data kualitatif menjadi data kuantitatif dengan menggunakan aturan skala likert seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Pedoman Penskoran Skor Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Sumber: Dewi. Sunarsi dan Akbar . Perhitungan perskoran untuk pengkategorian kevalidan dan kepraktisan media yang dikembangkan menggunakan persamaan 1: Presentase = ycAycnycoycaycn yayceycyceycoycycycEaycaycu x 100% ycAycnycoycaycn ycAycaycoycycnycoycayco Tabel 2 merupakan aturan pengkategorian terhadap hasil penilaian dari kevalidan dan kepraktisan media pembelajaran interaktif wordwall. Presentase (%) 81% - 100% 61%-80% 41%-60% 21%-40% 0%-20% Tabel 2. Kategorisasi terhadap Hasil Penilaian Kevalidan Kepraktisan Berdasarkan Kepraktisan Berdasarkan Respon Observasi Peserta Didik Sangat valid Sangat Praktis Sangat baik Valid Praktis Baik Cukup valid Cukup praktis Cukup baik Kurang Valid Kurang praktis Kurang baik Sangat kurang Sangat tidak praktis Sangat tidak baik Sumber: Nafeesa dan Mulyani . Juliani et al. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Untuk menentukan keefektifan melalui peningkatan nilai pretest dan posttest, analisis N-Gain kemudian digunakan dengan persamaan 2 : ycEycuycycycyceycycOeycAycnycoycaycn ycEycyceycyceycyc ycA Oe yaycaycnycu = ycAycnycoycaycn ycnyccyceycaycoOe ycuycnycoycaycn ycyycyceycyceycyc Berdasarkan rumus diatas, untuk memperoleh peningkatan nilai pretest dan posttest secara keseluruhan maka peneliti menggunakan mean nilai posttest dan mean nilai pretest. Sehingga analisis N-Gain untuk kefektifan peserta keseluruhan peserta didik menggunakan persamaan 3: ycA Oe yaycaycnycu = ycAyceycaycu ycAycnycoycaycn ycEycuycycycyceycycOeycAyceycaycu ycAycnycoycaycn ycEycyceycyceycyc ycAycnycoycaycn ycnyccyceycaycoOeycAyceycaycu ycuycnycoycaycn ycyycyceycyceycyc Tabel 3 mengkategorikan keefektifan berdasarkan hasil perhitungan N-Gain. Tabel 3 Kategori N-Gain Presentase (%) Kriteria -1,00 O g O 0,00 Terjadi penurunan 0,00 Tidak terjadi pengingkatan 0,0 < g < 0,30 Rendah 0,30 < g < 0,70 Sedang 0,70 < g < 1,00 Tinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Produk media pembelajaran interaktif Wordwall telah dikembangkan berdasarkan tahapan ADDIE. Dalam tahap analisis, ditemukan permasalahan selama observasi awal yang dilakukan pada peserta didik kelas 1 SDN 2 Ngrance. Guru belum mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dan cenderung menggunakan media buku cetak dalam menyampaikan materi. Pembelajaran materi nilai-nilai Pancasila kurang melibatkan penggunaan media pembelajaran. Kurang optimalmnya penggunaan media pembelajaran ini menimbulkan peserta didik tidak memperhatikan penjelasan guru dan melakukan beberapa aktivitas diluar pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa guru dan peserta didik memerlukan sumber pembelajaran yang paling interaktif dan efektif. Dengan menggunakan model Discovery Learning, media Wordwall materi nilai-nilai Pancasila dipilih sebagai media pembelajaran interaktif dalam penelitian ini. Pemilihan media ini disesuaikan dengan karakteristik peserta didik kelas 1 yang membutuhken media dengan bentuk visual dan menumbuhkan rasa ingin tau. Media pembelajaran interaktif Wordwall memiliki berbagai macam bentuk template yang dapat berubah, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Materi dan soal dalam Wordwall dapat diubah bentuknya sesuai dengan template tanpa merubah Pada tahap perencanaan, media interaktif Wordwall dibuat menggunakan template pada aplikasi Wordwall yang dimodifikasi dengan disesuaikan dengan capaian dan tujuan pembelajaran. Template yang dipilih desesuaikan dengan materi dan karakteristik peserta didik. Media pembelajaran interaktif Wordwall dilengkapi dengan materi singkat, gambar dalam kartu dan audio. Materi dalam Wordwall berisikan materi tentang nilai-nilai Pancasila dan pengenalan akan Indonesia. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Gambar 2. Kartu Gambar Gambar 2 menyajikan kartu yang berisi gambar dan materi singkat digunakan untuk memberikan visual kepada peserta didik. Gambar materi didesain menggunakan Canva. Desain kartu gambar dipilih menggunakan warna-warna cerah dengan menambahkan komponen berupa kartun peserta didik. Kartu gambar dibuat dalam bentuk cetak sehingga memudahkan peserta didik melihat isi dari kartu. Setelah mendesain kartu soal, maka dilanjutkan dengan mendesain tampilan pada Wordwall. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Gambar 3. Tampilan pada Wordwall Gambar 3 menyajikan tampilan pada Wordwall yang berisi empat komponen yaitu materi singkat, gambar kartu soal . etak dan digita. , kolom jawaban dan susunan huruf pilihan jawaban. Penyajian kuis pada Wordwall menggunakna sistem acak. Setiap peserta didik dapat menyelesaikan kuis dengan mandiri. Penyelesaian setiap kuis dilakukan dengan menyusun huruf sehingga membentuk kata yang menjawab pertanyaan kuis. Setiap kuis disesuaikan dengan materi yang dibahas dalam kartu gambar. Audio yang diberikan di dalam Wordwall melisankan penjeleasan materi dan pertanyaan. Produk media pembelajaran interaktif Wordwall telah dirancang dan dibuat pada tahap desain. Media pembelajaran interaktif Wordwall dibuat dengan bentuk digital dengan kelengkapan kartu gambar berbentuk cetak sebanyak 20 buah. Media pembelajaran interaktif Wordwall dapat diakses dengan laptop atau komputer. Setelah produk selesai dibuat, media akan divalidasikan kepada ahli media dan ahli materi pada tahap pengembangan. Validasi yang dilakukan oleh ahli media dan materi digunakan untuk menilai produk media pembelajaran interaktif Wordwall. Rekap hasil validasi ahli disajikan pada Tabel 4. Validasi Ahli Media Ahli Materi Tabel 4 Rekap Data Validasi Ahli Media dan Materi Jumlah Skor Maksimal Skor Presentase 90,4% 95,3% Kriteria Sangat valid Sangat valid Berdasarkan Tabel 4, tingkat kevalidan media pembelajaran interaktif Wordwall mendapatkan presentase sebesar 90,4% dan kevalidan materi sebesar 95,3%, sehingga mendapatkan kriteria Ausangat validAy sebagai media interaktif. Berdasarkan hasil uji validasi, peneliti melanjutkan ke tahap implementasi atau uji Uji coba mecangkup observasi terhadap implementasi produk berdasarkan modul ajar, uji efektifitas dan Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. respon peserta didik. Uji coba dilakukan pada kelompok kecil yang kemudian dilanjutkan dengan uji besar. Hasil sebelumnya sebagai dasar untuk dilanjutkan pengujian kelompok besar. Kepraktisan media pembelajaran dilihat berdasarkan observasi pembelajaran dan respon peserta didik. Observasi dilakukan sebanyak 2 pertemuan dengan 1 observer. Penilaian terhadap implementasi media pembelajaran interaktif Wordwall dengan acuan modul ajar. Rekap hasil observasi pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar disajikan pada Tabel 5. Uji coba Kelompok Kecil Kelompok Besar Tabel 5 Rekap Hasil Observasi Implementasi Produk Jumlah Skor Rata-rata Presentase 96,6% Kriteria Sangat praktis Sangat praktis Berdasarkan Tabel 5, tingkat kepraktisan media pembelajaran interaktif Wordwall pada uji coba kelompok kecil mendapatkan presentase sebesar 96,6% dan uji kelompok besar sebesar 98%, sehingga mendapatkan kriteria Ausangat praktisAy sebagai media pembelajaran pada peserta didik kelas 1. Kepraktisan berdasarkan respon peserta didik diperoleh dari angket respon yang diberikian setelah implementasi produk. Rekap hasil respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar disajikan pada Tabel 6. Tabel 6 Rekap Hasil Respon Peserta Didik terhadap Implementasi Produk Uji coba Jumlah Skor Maksimal Skor Presentase Kriteria Kelompok Kecil 86,9% Sangat baik Kelompok Besar 88,5% Sangat baik Berdasarkan Tabel 6, respon peserta didik uji kelompok kecil memperoleh presentase sebesar 86,9% dan kelompok besar memperoleh presentase 88,5% sehingga berkategori AuSangat baikAy. Ini menunjukkan bahwa Wordwall, media interaktif, dapat digunakan untuk mengajar Pendidikan Pancasila. Uji kepraktisan diikuti dengan uji keefektifan. Untuk menghitung tingkat efektivitas, peneliti menggunakan N-Gain. Dalam uji keefektifan ini, kelompok kecil dan kelompok besar diuji dengan soal pretest dan posttest. Hasil untuk uji keefektifan disajikan pada Tabel 7. Tabel 7 Rekap Hasil Uji Keefektifan Kelompok Kecil dan Besar Uji coba Nilai N-Gain Kategori Kelompok Kecil 0,71 Tinggi Kelompok Besar 0,74 Tinggi Berdasarkan perhitungan N-Gain pada Tabel 7. Nilai N-Gain kelompok kecil sebesar 0,71 dan kelompok besar sebesar 0,74 yang diperoleh adalah 0,74. Hal tersebut membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif Wordwall termasuk pada kategori AuTinggiAy. Media pembelajaran interaktif Wordwall materi nilai-nilai Pancasila telah dibuat dan dikembangkan, sehingga media ini dapat diimplementasikan pada peserta didik. Media ini dibuat menggunakan tahapan ADDIE yaitu Analyze. Design. Develop. Implement dan Evaluate (Branch, 2. Tahap Analyze ini melibatkan analisis masalah dan analisis kebutuhan, tahap Design meliputi pendesainan kartu gambar dan tampilan Wordwall. Pada tahap pengembangan, validasi dilakukan dengan ahli materi dan media. implementasi melakukan uji coba dalam skala kecil dan besar. dan evaluasi menilai setiap tahapan pengembangan media pembelajaran. Tahap analisis dilakukan peneliti dipergunakan untuk menganalisis masalah yang dialami, sehingga dapat menganalisis kebutuhan yang dipergunakan untuk mengatasi masalah yang dialami. Peserta didik kelas Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. 1 cenderung membutuhkan media pembelajaran yang optimal dan menarik dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini berbanding terbalik dengan peserta didik kelas 1 membutuhkan media pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk membuat peserta didik tertarik dalam belajar. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan keinginan dan minat peserta didik untuk belajar. Akibatnya, guru akan membuat peserta didik tertarik dengan materi yang mereka pelajari (Nurul et al. , 2. Kurang optimalnya media pembelajaran ini menimbulkan peserta didik tidak memperhatikan penjelasan guru dan melakukan beberapa aktivitas diluar pembelajaran sehingga pembelajaran tidak efektif dan efesien. Guna mengoptimalkan media pembelajaran, maka media pembelajaran interaktif Wordwall nilai-nilai Pancasila dipadukan model pembelajaran discovery learning dibuat untuk membantu guru dan peserta didik untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran. Media pembelajaran interaktif Wordwall berbentuk digital yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik kelas 1 yaitu membutuhken media dengan bentuk visual dan menumbuhkan rasa ingin tau. Media pembelajaran digital dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk mengikuti perkembangan teknologi dan menarik perhatian dan minat belajar peserta didik (Widoyoningrum et al. , 2. Media pembelajaran interaktif Wordwall nilai-nilai Pancasila merupakan media digital yang dikombinasikan dengan media cetak, sehingga memberikan pengalaman belajar baru. Media pembelajaran interaktif Wordwall dilengkapi dengan materi singkat, gambar dalam kartu dan audio. Penambahan gambar untuk merangsang peserta didik dalam mempelajari materi. Penambahan audio dimungkinkan untuk peserta didik dengan kemampuan rendah dapat tetap mengikuti pembelajaran. Kartu gambar merupakan kartu yang berisikan gambar dan tulisan untuk menstimulasi peserta didik dalam memahami maksud materi dan kuis dalam Wordwall. Desain kartu gambar dibuat minimalis dengan pemilihan warna yang cerah yaitu biru. Warna-warna ini dipilih karena dianggap lebih menarik dan menonjol. Pemilihan warna ini disesuikan dengan warna yang dianggap menarik oleh anak usia peserta didik. Anak-anak di usia ini memiliki kecenderungan untuk memilih warna-warna terang, seperti merah, kuning, dan biru muda, karena warna tersebut lebih menggugah rasa senang dan menarik secara visual (Mourin et al. , 2. Setiap kartu gambar dilengkapi 1 gambar yangberkaitan dengan materi yang akan dibahas. Misalnya, jika akan membahas materi tentang simbol negara yaitu sang saka merah putih, maka gambar yang dimuat dalam kartu gambar adalah gambar bendera merah. Setiap kartu dirancang untuk 1 pembahasan materi. Kartu gambar dibuat sebanyak 20 kartu, hal ini disesuaikan dengan banyaknya materi yang akan diberikan kepada peserta Kartu gambar ini nantinya akan dicetak untuk memudahkan penggunaan oleh peserta didik. Meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep melalui representasi visual sangat penting (Rahman & Setiani, 2. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah membuat media interaktif dengan bantuan platform Wordwall. Platform Wordwall menyediakan berbagai jenis template permainan, seperti kuis, anagram, roda keberuntungan, dan pencocokan (Haliza et al. , 2. Desain media interaktif Wordwall memanfaatkan template yang telah disediakan yang kemduian Template dimodifikasi dengan menambahkkan kartu gambar, materi singkat yang disatukan dengan kuis dan audio yang melisankan materi berikut dengan kuis. Materi dan kuis dalam media Wordwall dibagi menjadi 20 materi. Template yang digunakan berfokus pada peserta didik dapat Menyusun atau merangkai huruf menjadi kata yang yang menjadi jawaban kuis. Desain Wordwall dibuat tidak berlebihan namun sesuai dengan peserta didik kelas 1. Media yang dikembangkan telah memperoleh kategori Ausangat validAy. Kevalidan media pembelajaran interaktif Wordwall materi nilai-nilai Pancasila dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Validasi ahli media mencangkup aspek fungsi media pembelajaran, kualitas teknis dan desain tampilan (Levie dan Lentz serta Walker dan Hess seperti yang dikutip dalam Wulan dkk. , 2. Berdasarkan hasil validasi ahli media I dan II, media pembelajaran interaktif Wordwall dalam fungsi atensi, kognitif dan kompensatoris mendapatkan skor mendekati maksimal. Media pembelajaran interaktif Wordwall dalam funsgi afektif mendaptakan nilai Hal ini menunjukan media ini memenuhi aspek fungsi media pembelajaran. Ditinjau dari aspek Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. kualitas teknik, keterbacaan maksud penggunaan, keterbacaan maksud proses penyelesaian media dan kualitas gambar mendapatkan nilai maksimal. Keterbacaan gambar, kemudahan penggunaan media, kualitas pengolahan dan kualitas materi mendapatkan skor mendekati maksimal. Ditinjau dari aspek desain tampilan, ketersedian petunjuk penyelsaian mendapatkan nilai maksimal. Validasi materi mencangkup kualitas isi dan kualitas instruksional (Walker dan Hess seperti yang dikutip dalam Wulan dkk. , 2. Materi pada media pembelajaran interaktif Wordwall ditinjau dari aspek kualitas instruksional hampir seluruh indikatornya mendapatkan nilai maksimal. Indikator penyampaian isi materi, materi yang disajikan memberikan bantuan untuk belajar. Materi yang disajikan meningkatkan kualitas motivasi, soal dalam tes memiliki kualitas. Materi yang disajikan memberi dampak mendapatkan nilai maksimal yaitu skor 4. Materi yang diberikan kepada peserta didik kelas 1 melalui media pembelajaran interaktif Wordwall sudah sesuai dengan kaidah pengetahuan, kaidah kurikulum Merdeka dan sesuai dengan cara penyampaian materi untuk kelas 1. Peserta didik memperhatikan media pembelajaran interaktif Wordwall saat digunakan. Sebagian besar peserta didik menunjukkan perubahan dalam semangat mereka untuk belajar. Peserta didik mampu membaca materi dan soal serta menyusun semua kata jawaban kuis dari huruf-huruf acak yang disediakan. Peserta didik terlihat sangat menyukai kuis berbentuk menyusun kata dari huruf acak dengan petunjuk kartu gambar. Peserta didik mendapatkan materi lebih kompleks dari membaca materi pada Wordwall dan mendengar melalui audio yang diputar. Rasa tertarik yang distimulus dengan bentuk kuis yang menyusun kata dari huruf acak, mampu mengalihkan kegiatan peserta didik diluar pembelajaran. Penggunaan audio menunjang rasa tertarik dan penasaran untuk mempelajari materi. Seluruh peserta didiki antusias dalam untuk menemukan jawaban yang benar degan bantuan kartu gambar dan audio pada platform Wordwall. Peserta didik tertarik menyelesaikan kuis, namun tidak seluruh peserta didik memiliki keberanian untuk mempresentasikan yang telah dikerjakan. Agar pembelajaran dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik, media pembelajaran yang mendukung kegiatan harus dapat dilihat, didengar, dan dibaca oleh peserta didik. Dengan demikian, tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Widoyoningrum et al. , 2023, hal. Media pendidikan yang digunakan akan mengikuti dinamika zaman. Media interaktif berbasis digital dan cetak yang dipadukan dapat membantu peserta didik memahami materi Pendidikan Pancasila. Media interaktif juga dapat meningkatkan motivasi belajar (Purnamasari et al. , 2. Selama uji keefektifan, media pembelajaran interaktif Wordwall memiliki tingkat efektif yang tinggi melalui penilaian N-Gain. Artinya media yang dikembangkan sangat efektif untuk pembelajaran. Dengan menyajikan materi dalam bentuk yang lebih menarik misalnya menggunakan game, simulasi, atau video motivasi peserta didikuntuk belajar meningkat, karena mereka merasa lebih tertantang dan menikmati proses pembelajaran (Sawitri et al. , 2024, hal. Media pembelajaran pembelajaran interaktif Wordwall praktis dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila materi nilai-nilai Pancasila. Kebutuhan peserta didik akan media pembelajaran yang interaktif, menarik dan menunjang belajarnya. Hasil menunjukkan bahwa media interaktif Wordwall, adalah salah satu alat yang dapat menyelesaikan masalah di kelas 1 SDN 2 Ngrance. Perubahan dalam semangat peserta didik untuk belajar dan mengikuti pelajaran terlihat selama proses uji coba kelompok besar. Hasil pre-test dan posttest menunjukan perbedaan perolehan hasil belajar peserta didik. Hasil sesudah praktik media memiliki rata-rata lebih tinggi dari rata-rata sebelum menggunakan media. Hal ini menguatkan penelitian yang dilakukan Tazkiya Munandar et al. dan Lubis dan Nuriadin . yang menyatakan bahwa Wordwall dapat meningkatkan hasil belajar. Dampak penellitian ini terlihat dari peserta didik jauh lebih antusias dalam belajar menggunakan media ini dengan dipadukan kartu gambar dan audio, sehingga memungkinkan pemahaman lebih mendalam. Penelitian ini terbatas pada penggunaan media yang hanya ditujukan untuk peserta didik kelas satu, dan tidak ada penelitian khusus yang melihat bagaimana media ini mempengaruhi hasil belajar peserta didik dalam materi nilai-nilai pancasila di kelas 1. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Media Interaktif Wordwall Nilai-Nilai Pancasila pada Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Yunanda Rindi Oktaviani. Rahyu Setiani DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. KESIMPULAN Media interaktif Wordwall telah dikembangkan sesuai dengan tahapan ADDIE dengan kategori sangat vaid, sangat praktis dan efektif untuk peserta didik kelas 1 dalam materi nilai-nilai pancasila. Media yang dikembangkan memiliki kebaharuan yang terletak pada penambahan komponen kartu gambar dan audio serta penerapannya yang dilakuakn dengan model pembelajaran discovery learning. Permasalahan akan media yang kurang optimal dapar teratasi dengan memanfaatkan media berbasis digital dengan memperhatikan karakteristik peserta didik dan sarana prasarana. Saran bagi guru ditekankan pada perlunya penggunaan media dengan inovas yang memanfaatkan teknologi untuk dapat membantu proses pembelajaran, sehingga materi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami. DAFTAR PUSTAKA