AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL: MEMBANGUN GENERASI MUSLIM YANG MELEK TEKNOLOGI Faizah Nurrahma UIN Sunan Ampel Surabaya 06040121103@student. Muhammad Fahmi UIN Sunan Ampel Surabaya muhammadfahmi@uinsa. Fathur Rohman UIN Sunan Ampel Surabaya fathurrohman@uinsa. Abstrak: Artikel ini membahas transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital, yang berfokus pada upaya membangun generasi muslim yang melek teknologi. Transformasi ini melibatkan penggunaan media digital, aplikasi pembelajaran daring, serta platform media sosial sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai Islam secara lebih interaktif dan mudah diakses. Artikel ini bertujuan untuk membentuk individu yang kritis dalam menyikapi berbagai informasi di dunia maya, sehingga dapat membentengi diri dari konten yang negatif. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. , dimana penelitian ini ingin mengeksplorasi dan memahami mengenai transformasi pendidikan dari tradisional hingga modern saat ini. Hasil penelitian menunjukkan fenomena terkini masih banyak generasi muda yang hanya dapat membaca dan menggunakan teknologi, namun tidak dapat melek secara teknologi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pendidik, lembaga pendidikan, dan teknologi menjadi penting untuk menghasilkan model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era digital. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam. Teknologi. Digital. Generasi Muslim Halaman 210 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Membangun Generasi Muslim Yang Melek Teknologi Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman PENDAHULUAN Pendidikan agama islam dapat dikatakan sebagai elemen penting dalam kehidupan muslim di seluruh dunia. Di era digital saat ini, digitalisasi dalam pendidikan agama Islam memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pembelajaran. Namun, penerapan transformasi digital dalam pendidikan agama Islam menghadapi berbagai tantangan, termasuk biaya, keterampilan teknis serta hambatan sosial dan budaya. 1 Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat guna mengimplementasikan perubahan digital dan meningkatkan pemahaman serta kemampuan digital di kalangan pengelola pendidikan agama Islam. Transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan Islam memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pendidikan Islam. Beberapa peluang tersebut mencakup penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, pengelolaan data, serta pengembangan kurikulum. Misalnya, penerapan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu mengatasi tantangan aksebilitas dan memberikan kesempatan belajar bagi siswa yang tidak bisa hadir secara langsung di kelas atau penerapan teknologi dalam pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami materi yang diajarkan dengan adanya media pembelajaran seperti wordwall, kahoot, quizziz, maupun bahan ajar yang berbasis QR Code. Dengan adanya teknologi tersebut dalam pendidikan agama islam dapat meningkatkan efisiensi didalam proses pembelajaran. Adapun makna efisien didalam proses pembelajaran adalah meningkatkan kualitas dalam belajar dan menguasai materi pelajaran, dapat mempersingkat waktu yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru yang dapat diartikan guru tersebut mampu memperhatikan siswa secara menyeluruh tanpa mengurangi esensi dari proses belajar mengajar serta dapat mengurangi biaya tanpa mempengaruhi kualitas belajar. 3 Inilah yang selama ini dianggap sebagai teknologi dalam pendidikan, dimana alat yang dipakai untuk mengatasi kebutuhan dan mendukung strategi belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi telah memainkan peran besar dalam kemajuan pendidikan Islam, mengubah cara pengajaran, akses ke sumber daya agama, dan cara komunitas muslim berinteraksi satu sama lain. Meningkatkan akses ke sumber ilmu agama adalah salah satu manfaat utama Miftahur Rohman. Nabilla, and Imelda Ade Frimayanti. AuImplementasi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Sosio-Kultural Di Madrasah Aliyah,Ay Jurnal Keislaman 07, no. : 10Ae 2 Asmuni Zain and Zainul Mustain. AuPenguatan Nilai-Nilai Spiritual Dan Moralitas Di Era Digital Melalui Pendidikan Agama Islam,Ay JEMARI : Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah 6, no. 94Ae103. Ellington Henry Percival Fred. Teknologi Pendidikan, ed. Sudjarwo S (Jakarta: Penerbit Erlangga. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 211 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman teknologi dalam pendidikan Islam. 4 Siswa sekarang dapat dengan mudah mengakses teks suci, tafsir, hadis, dan karya yang berkaitan dengan agama Islam dari berbagai belahan dunia melalui internet. Hal ini akan membuat pendidikan islam yang dilengkapi dengan teknologi lebih inklusif dan dapat mengatasi tantangan geografis yang sebelumnya membatasi akses ke pendidikan agama. Pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang atau instansi pendidikan yang memberikan materi mengenai agama Islam kepada orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang agama Islam baik dari segi materi akademis maupun dari segi praktik yang dapat dilakukan sehari-hari. 6 Seperti yang dinyatakan dalam firman Allah dalam Al-QurAoan Surah Ali Imran 190 yang berbunyi, a AE I OA s AacN a a eEOA a aAOaE eaEeA a aA aaeEA a A aO ea eA ca a aE aeCA a A aO ea aaEA EacOe aE aOEIA e a A acIA AuSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda . ebesaran Alla. bagi orang yang berakalAy Mengingat betapa pentingnya pendidikan agama Islam di sekolah atau madrasah, mata pelajaran ini harus "memiliki taring" untuk menghasilkan generasi yang unik. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan inovasi dalam pembelajaran, seperti penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan agama Islam. Dengan model ini, diharapkan mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat diubah menjadi pelajaran yang relevan dan selaras dengan perkembangan zaman, dan membangun generasi yang melek teknologi. Adapun penelitian yang membahas mengenai transformasi pendidikan agama islam yang telah penulis temukan yaitu transformasi pendidikan agama islam:strategi dan adaptasi pada era revolusi industry 4. 08,transformasi pendidikan agama islam dalam membangun nilai karakter peserta didik yang humanis religious9, transformasi pendidikan agama islam: memperkuat nilainilai spiritual, etika, dan pemahaman keislaman dalam konteks modern10, dan 4 Abdul Manan. AuPendidikan Islam Dan Perkembangan Teknologi : Menggagas Harmoni Dalam Era Digital,Ay Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 5, no. : 56Ae73. 5 Syamsul Bahri. AuKonsep Pembelajaran PAI Di Era Society 5. 0,Ay Edupedia 6, no. : 134. 6 Abdul Azis and Syaiful Rizal. AuPengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Ekologis Di Sekolah Dasar (SD) Plus Al-Qodiri Jember,Ay Jurnal Keislaman 07, no. : 9Ae15. Ahmad Muharikil Haq and Muyasaroh Muyasaroh. AuPengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital Dalam Buku Karya Ike Kurniati,Ay Tamaddun 24, no. : 039. 8 Lukman Hakim. AuTransformasi Pendidikan Agama Islam : Strategi Dan Adaptasi Pada Era Revolusi Industri 4 . 0,Ay Jurnal Education and Development 9, no. : 760Ae766. 9 Iswati. AuTransformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Nilai Karakter Peserta Didik Yang Humanis Religius,Ay Jurnal Pendidikan Islam Al IAotibar 3, no. : 41Ae55. 10 Dewi Shara Dalimunthe. AuTransformasi Pendidikan Agama Islam: Memperkuat Nilai-Nilai Spiritual. Etika. Dan Pemahaman Keislaman Dalam Konteks Modern,Ay Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. : 75Ae96. Halaman 212 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Membangun Generasi Muslim Yang Melek Teknologi Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman transformasi pendidikan agama islam di era digital: implementasi literasi digital dalam pembelajaran di wilayah banyumas. Dari beberapa penelitian tersebut belum ada yang fokus membahas perihal bagaimana transformasi pendidikan agama islam dapat membangun generasi muslim yang melek teknologi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk individu yang kritis dalam menyikapi berbagai informasi di dunia maya, sehingga dapat membentengi diri dari konten yang Hal inilah yang dimaksud dengan membangun generasi yang melek TRANSFORMASI METODE PENGAJARAN PAI MELALUI TEKNOLOGI Pembelajaran Pendidikan Agama Islam telah mengalami perkembangan yang signifikan dari masa ke masa. Proses pembelajaran telah mengalami evolusi dari pendekatan tradisional didominasi oleh pendekatan lisan dan pengajaran langsung ke arah penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Perubahan ini mencerminkan adaptasi terhadap perubahan zaman dan tuntutan perkembangan dalam pendidikan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam awalnya cenderung bersifat lisan, dengan guru memberikan pelajaran melalui ceramah atau pengajaran langsung di kelas. Strategi belajar mengajar yang bersifat tradisional dirasa sudah perlu diganti dengan jenis yang baru dan lebih proporsional. Proses kegiatan belajar mengajar yang monoton yaitu proses belajar yang hanya menganggap bahwa siswa dianggap sebagai sebuah botol kosong yang perlu diisi dan hanya sebagai pendengar setia sang guru, tentu saja akan membuat siswa dikelas cenderung malas dalam mengikuti pelajaran, mengantuk, dan tidak menutup kemungkinan siswa akan tertidur. Hal ini tentu akan mempengaruhi hasil prestasi belajar siswa sehingga pengajaran tidak akan berhasil secara maksimal. Salah satu metode tradisional yang dimaksud ialah metode ceramah yang memungkinkan siswa untuk menerapkan ajaran agama dalam situasi kehidupan sehari-hari, memperdalam pemahaman mereka akan ajaran Islam. Sedangkan metode yang modern ialah metode pembelajaran berbasis teknologi, seperti menggunakan bahan ajar berbasis QR Code. QR Code merupakan Kode matriks ini dapat dibaca oleh mesin dan terdiri dari kotak-kotak hitam dan putih. QR Code dapat menyimpan informasi dalam bentul URL (Uniform Resource Locato. , informasi kontak, tautan ke video atau foto, media pembelajaran serta 11 Muhamad Slamet Yahya. AuTransformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Implementasi Literasi Digital Dalam Pembelajaran Di Wilayah Banyumas,Ay EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 4, no. : 609Ae616. Dafid Fajar Hidayat. AuDesain Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan. Agama, dan Kebudayaan 8, no. : 141Ae156. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 213 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman informasi komunikasi. 13 Integrasi QR (Quick Respons. Code di ruang kelas telah diidentifikasi sebagai alat penting dalam mempromosikan pembelajaran aktif serta pembelajaran terdistribusi. Beragam strategi belajar mengajar dengan menggunakan bahan ajar mulai bermunculan dengan inovasi-inovasi baru sesuai dengan kepribadian dan tipe belajar siswa. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Pengelolaan data yang baik juga memungkinkan pengambil keputusan dalam pendidikan untuk membuat keputusan yang lebih tepat berdarkan informasi yang tersedia. Pemanfaatan teknologi dan data ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan kurikulum yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berfokus pada penggunaan teknologi dapat menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan mempertahankan esensi dan kedalaman ajaran agama menjadi tantangan. Dengan demikian, perkembangan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan perpaduan antara inovasi dan tradisi yang kuat, yang memungkinkan akses dan pemahaman yang lebih dalam terhadap ajaran agama. INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Saat ini, teknologi komunikasi dan informasi berkembang dengan cepat. Teknologi sangat membantu dalam dunia pendidikan, terutama dalam pendidikan Islam. Teknologi pendidikan mencakup alat dan teknik untuk meningkatkan proses belajar mengajar serta pengembangan, evaluasi, dan penerapan sistem. 16 Di institusi pendidikan Islam, integrasi teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu dan meningkatkan kualitas pendidikan. Adanya integrasi teknologi menyebabkan masyarakat lebih cepat memiliki literasi digital. Karena teknologi sangat penting, kemajuan pendidikan, terutama pendidikan Islam, dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi sebaik Yetty Auliaty. Vina Iasha, and Yulia Elfrida Yanty Siregar. AuDevelopment of QR Code-Based Learning Multimedia to Improve Literature of Elementary School Students,Ay International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 8, no. : 359Ae369, http://ijmmu. comhttp//dx. org/10. 18415/ijmmu. 14 Bella Safira Salsabila and Nugroho Edi Kartijono. AuThe Development of E-Leaflet Teaching Materials Using QR-Code in Human Excretory System Material,Ay Journal of Biology Education 12, 2 . : 240Ae247. 15 Miftahul Jannah et al. AuTransformasi Digital Dalam Manajemen Pendidikan Islam: Peluang Dan Tantangan,Ay Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam 5, no. : 131Ae140, https://doi. org/10. 30739/jmpid. 16 Burhanuddin Hartono. Maragustam Siregar, and Sriharini Sriharini. AuKonsep Integrasi Pendidikan Islam Dan Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 11, no. : 377Ae398. Halaman 214 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Membangun Generasi Muslim Yang Melek Teknologi Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman 17 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan teknologi, salah satunya adalah adaptasi ke lingkungan dengan memeriksa kondisi dan keadaan saat ini sehingga apa yang dilakukan. Beberapa bukti bahwa teknologi membantu kemajuan pendidikan termasuk membantu guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik untuk kegiatan belajar mengajar, meningkatkan kemampuan berpikir pada tingkat yang lebih tinggi, melatih anak untuk menciptakan ide dengan bantuan teknologi, mengembangkan kemampuan terutama dalam aspek keterampilan, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, dan membantu memahami konsep dengan lebih baik. Dengan menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan Islam, akan menjadi lebih fleksibel dan siswa dan siswa akan memiliki akses ke berbagai sumber informasi. Selanjutnya, ia dapat membantu dalam menguasai berbagai ilmu dan budaya bersaing di era pendidikan yang akan datang yang lebih menantang. Ini dapat membantu guru kelas dalam mengubah metode pembelajaran agar tidak membosankan. Karena banyak pendidik masih menggunakan ceramah sebagai cara terbaik untuk mengajar, termasuk pendidikan Islam. Dengan demikian, siswa akan merasa bosan dan kondisi kelas akan menjadi tidak menyenangkan. 19 Teknologi telah menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi pendidikan di era digital. Perkembangan teknologi yang terus berkembang memungkinkan metode pembelajaran konvensional menjadi lebih interaktif, personal, dan efisien. Cara siswa berinteraksi dengan materi pembelajaran dan mengakses informasi telah berubah karena teknologi. Misalnya, siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja melalui platform e-learning seperti Moodle dan Coursera, yang menghilangkan batasan waktu dan lokasi. Selain itu, teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) membuat pengalaman belajar lebih realistis dan mendalam. AR dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep abstrak dalam 3D, sementara VR memungkinkan siswa "mengunjungi" lokasi yang sulit dijangkau secara fisik. Ada berbagai model dan pendekatan yang dapat digunakan untuk memasukkan teknologi ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Pendekatan 17 Ais IstiAoana. AuIntegrasi Teknologi Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam,Ay Indonesian Research Journal on Education : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. : 302 Ae 310. Kurnia Fitri Andani and Fadriati. AuIntegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Mata Pelajaran,Ay QALAM: Jurnal Ilmu Kependidikan 12, no. : 11Ae18. 19 Unik Hanifah Salsabila et al. AuIntegrasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Bidang Pendidikan Islam,Ay Jurnal Pendidikan 11, no. : 172Ae177. 20 Haris Budiman. AuPeran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan,Ay AlTadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. : 31. 21 Suci Hartati. Muhammad Feri Fernadi, and Esen Pramudya Utama. AuIntegrasi Teknologi Baru Dalam Meningkatkan Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. : 159Ae178. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 215 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman berbasis kurikulum adalah salah satu yang paling menonjol. Teknologi ini meningkatkan pelajaran, memungkinkan diskusi interaktif, dan memberikan sumber belajar tambahan. Misalnya, aplikasi seperti Quran Explorer memungkinkan siswa menggunakan fitur seperti tafsir, terjemahan, dan audio untuk mempelajari Al-Quran. Platform seperti Google Classroom juga dapat digunakan untuk mengelola tugas dan komunikasi antara guru dan siswa, yang menghasilkan lingkungan belajar yang lebih terorganisir dan efektif. Metode Blended Learning atau hybrid salah satu metode modern yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan online. Dalam pendidikan Islam, ini dapat berarti memadukan materi digital yang dapat diakses secara online dengan ceramah di kelas. 23 Misalnya, ceramah tentang sejarah Islam dapat didukung dengan video dokumenter yang dapat diakses siswa di rumah. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran campuran dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar mereka. Selain itu, model ini memungkinkan fleksibilitas dalam hal waktu dan tempat belajar, yang sangat bermanfaat bagi siswa yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Dari penjelasan diatas, bagi tenaga pengajar harus siap memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Untuk memastikan bahwa guru dapat memanfaatkan teknologi secara optimal, pelatihan dan pengembangan profesional yang memadai sangat penting. Untuk memastikan bahwa proses pembelajaran sejalan dengan perkembangan zaman, integrasi teknologi dalam pendidikan Islam merupakan langkah penting. Teknologi dapat meningkatkan pendidikan dan memperkaya pengalaman belajar siswa. KEMAMPUAN LITERASI TEKNOLOGI GENERASI MUSLIM Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis. itu juga berarti memahami politik, teknologi, berpikir kritis, dan memperhatikan lingkungan Dalam buku Literacy: Profile of AmericaAos Young Adult. Kirsch dan Jungeblut mendefinisikan literasi sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi untuk memperoleh pengetahuan sehingga bermanfaat bagi Hal ini dapat membantu seseorang menjadi literat, yang sangat penting bagi bangsa untuk bangkit dari keterpurukan, bersaing, dan bersaing dengan negara lain. Dalimunthe. AuTransformasi Pendidikan Agama Islam: Memperkuat Nilai-Nilai Spiritual. Etika. Dan Pemahaman Keislaman Dalam Konteks Modern. Ay 23 Zahroh and Irfan Mawardi. AuPeningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Melalui Penerapan Metode Diskusi Jenis Buzz Group. Ay 24 Zaelani. Juanidi and Muhsinin. AuTransformasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Perkembangan Terkini Dan Tantangan Di Era Digita. Ay Putri Oviolanda Irianto and Lifia Yola Febrianti. AuPentingnya Penguasaan Literasi Bagi Generasi Muda Dalam Menghadapi Mea,Ay Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula . : 640Ae647, http://jurnal. id/index. php/ELIC/article/view/1282. Halaman 216 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Membangun Generasi Muslim Yang Melek Teknologi Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman Kesadaran berliterasi sangat penting untuk keberhasilan dalam menangani berbagai masalah. Literasi tidak hanya memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga memungkinkan mereka untuk mencatat beberapa momen penting dalam hidup mereka, yang dapat digunakan sebagai referensi di masa mendatang. Literasi juga merupakan refleksi penguasaan budaya dan apresiasinya. Dalam masyarakat yang berbudaya, nilai-nilai positif diterapkan untuk mencapai kesuksesan. Generasi muslim harus inovatif, melek digital, mahir belajar, dan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan bekerja. Generasi muslim memiliki banyak harapan dan predikat. Sebagian besar orang menganggap generasi muda sebagai penggerak perubahan atau pemimpin tingkat pembangunan. Bangsa dan negara bergantung pada mereka. Salah satu elemen penting dalam pembangunan adalah generasi muda, apalagi generasi muslim. Ini karena generasi muda adalah sumber daya manusia yang potensial yang dapat mendukung keberhasilan pembangunan. Generasi muda yang dimaksud adalah generasi yang memiliki pengetahuan baru, inovatif, dan kreatif yang dapat digunakan untuk membangun bangsa. Menurut Safrin, peran generasi muda sangat dibutuhkan karena mereka adalah tonggak Pemuda sangat penting karena semangat juangnya yang tinggi, ideidenya, dan inovasi mereka. Pemuda harus memiliki kemampuan untuk memainkan peran mereka sebagai penerus bangsa, termasuk dalam ekonomi. Generasi muda perlu cakap dalam belajar, inovatif, melek teknologi, dan memiliki kecakapan hidup dan karier. Adanya sekian harapan dan berbagai predikat yang melekat pada diri generasi muda. Generasi muda dianggap agent of change atau menjadi pemegang tingkat estafet pembangunan. Keberhasilan bangsa dan negara berada di pundak mereka. Berdasarkan uraian tersebut, untuk menjadi generasi yang literat, generasi muda apalagi generasi muslim harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan Dengan menjadi generasi yang literat, generasi muda dan generasi muslim siap menghadapi tantangan zaman. Mereka siap melalui pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh sebagai hasil dari pemenuhan kebutuhan mereka sebagai remaja. 26 Ika Nur Fadillah and Khurotu Dini. AuDigital Storytelling Sebagai Strategi Baru Meningkatkan Minat Literasi Generasi Muda,Ay Journal of Education Science 7, no. : 81Ae98, http://jurnal. id/index. php/jes/article/view/1566. Irianto and Febrianti. AuPentingnya Penguasaan Literasi Bagi Generasi Muda Dalam Menghadapi Mea. Ay 28 Fadillah and Dini. AuDigital Storytelling Sebagai Strategi Baru Meningkatkan Minat Literasi Generasi Muda. Ay 29 Sri Haryanto. AuRelevansi Dimensi Spiritual Terhadap Pendidikan Karakter,Ay Jurnal Keislaman 7, no. : 57Ae65. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 217 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman TANTANGAN DIGITAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Penggunaan media digital tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Dalam komunitas, individu saling memengaruhi, termasuk dalam konteks pendidikan. Jika di suatu lingkungan pendidikan terdapat kesadaran akan pentingnya literasi digital, maka penguatannya akan menjadi lebih mudah. Namun, kenyataannya, penguatan literasi digital menjadi tantangan tersendiri, mengingat banyak individu yang belum memahami esensi dan kegunaan literasi Tantangan ini semakin sulit karena banyak masalah baru muncul. Yang pertama adalah banyaknya hoaks, atau berita palsu, dan sebagian besar orang sekarang berselancar di internet. Sebelum menggunakan internet, perlu diingat bahwa tidak semua informasi yang kita temui di internet akurat. Ada banyak hoaks atau informasi palsu yang beredar. Ini terjadi karena informasi tersebar dengan cepat di internet. Sekarang, istilah "hoax" dalam bahasa Inggris sering digunakan di banyak media. Hoaks adalah kumpulan informasi palsu yang sengaja dianggap benar. Hoaks saat ini biasanya merupakan berita bohong yang disebarluaskan di internet, biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Kurikulum Pendidikan Agama Islam menghadapi tantangan yang sama seperti pengembangan kurikulum untuk meningkatkan literasi digital. Hal ini disebabkan oleh masih adanya keraguan dan kebutuhan untuk ketelitian dari guru dan siswa saat mengakses sumber keagamaan dan materi agama secara Selain itu, masalah teknis muncul. Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran generasi abad ke-21, pendidik harus meningkatkan keterampilan digital mereka. Dengan menguasai teknologi informasi dan komunikasi, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efisien dengan menggunakan Kerangka Desain Pembelajaran Abad ke-21. Guru dengan keterampilan digital yang kuat akan mampu membimbing dan mengembangkan kemampuan literasi digital siswa mereka. Masa depan pendidikan di era digital tampaknya sangat menjanjikan, meskipun ada banyak hambatan. Diharapkan kemajuan teknologi digital seperti big data, machine learning, dan metaverse akan terus mengubah pendidikan, menjadikannya lebih unik, efektif, dan menarik. 33 Selain itu, era digital telah mengubah dunia pendidikan, membuat pembelajaran lebih mudah, menarik, dan efisien. Institusi pendidikan harus berkonsentrasi pada peningkatan sumber daya manusia, kualitas layanan, dan manajemen keuangan untuk memastikan 30 Haryanto. AuRelevansi Dimensi Spiritual Terhadap Pendidikan Karakter. Ay Ade Alfi. Amara Febriasari, and Jihan Azka. AuTransformasi Pendidikan Agama Islam Melalui Teknologi,Ay Jurnal Religion: Jurnal Agama. Sosial, dan Budaya 1, no. : 282. 32 Nani Pratiwi and Nola Pritanova. AuPengaruh Literasi Digital Terhadap Psikologis Anak Dan Remaja,Ay Semantik 6, no. : 11. 33 Mohammad Givi Efgivia. AuPemanfaatan Big Data Dalam Penelitian Teknologi Pendidikan,Ay Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan 5, no. : 107Ae119. Halaman 218 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Membangun Generasi Muslim Yang Melek Teknologi Faizah Nurrahma. Muhammad Fahmi, dan Fathur Rohman keberlanjutan mereka. Masa depan yang cerah untuk pendidikan di era digital dijamin oleh perkembangan teknologi digital yang berkelanjutan dan komitmen lembaga pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini, meskipun masih ada beberapa masalah yang harus diatasi. Kurangnya sumber daya manusia yang memadai dalam hal kompetensi di dunia pendidikan, termasuk guru, dosen, dan tenaga pendidikan lainnya, adalah tantangan yang dihadapi guru pendidikan agama Islam saat memasuki era digital seperti banyak pendidik masih mengalami kesulitan untuk memahami teknologi. Guru pendidikan agama Islam harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan datang, terutama dengan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan oleh perubahan di negara-negara lainnya, yang tentunya akan memengaruhi Indonesia. Oleh karena itu, guru pendidikan agama Islam harus memiliki kemampuan untuk menangani kesulitan yang akan muncul di era digital ini. KESIMPULAN Transformasi digital dalam pendidikan agama islam memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas penggunaan teknologi memungkinkan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber ilmu agama, memperluas metode pengajaran, serta memperkaya kurikulum. Dalam proses transformasi ini, teknologi seperti platform e-learning, augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan penggunaan kode QR (Quick Respons. telah mempermudah akses dan meningkatkan interaktivitas dalam pendidikan agama islam. Meskipun begitu, terdapat beberapa tandatang dalam hal kesiapan tenaga pengajar, kesenjangan digital dan upaya menjaga esensi ajaran agama dalam penggunaan teknologi. Dalam hal ini generasi muda berperan penting sebagai agen perubahan yang harus melek teknologi yakni cerdas dalam menyaring informasi digital dan memahami dampak teknologi dalam kehidupan. Oleh karena itu, literasi teknologi dan pendidikan agama islam yang terpadu menjadi kunci untuk membentuk generasi yang tidak hanya melek secara teknologi dan digital. tetapi membentuk generasi muslim yang berkarakter dan bermartabat sesuai dengan nilai-nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA