Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Pergeseran Kekuasaan Keluarga Politik di Pilgub Banten 2024: Partai Golkar dan PKS Imron Wasi1. Cindi Aulia2 1Dosen Ilmu Pemerintahan. Universitas Pamulang. Kota Serang, 2Mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Universitas Pamulang Kota Serang Korespondensi Email: dosen03237@unpam. Abstract This study discusses the shift in political power from one political elite to another at the local level within the scope of kinship politics. In the 2024 Banten Gubernatorial Election, the two candidates met. Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi and Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah. Airin Rachmi Diany represents the Tubagus Chasan Sochib political family which has dominated political power in Banten, especially since Banten first became a province. This political family has a deep-rooted political entity such as the Golkar Party. As a result, the Golkar Party has never been absent in controlling the executive power of Banten through its cadres who come from the Tubagus Chasan Sochib political family. Meanwhile. Achmad Dimyati Natakusumah has a political territory in Pandeglang Regency, which until now is still in the arena of kinship politics. The research method used is library research such as journals, books, research reports, and relevant research reports (Zed 2. This study also uses a theoretical approach to answer the research questions, including the theory of power elites (Mills 1. The result is a shift in political elites from the Tubagus Chasan Sochib political family . to other political elites such as Achmad Dimyati Natakusumah, because the Tubagus Chasan Sochib political family . failed to use control restrictions by parochializing power or party contracting. This is because the construction of a large coalition was actually built by the candidate pair Andra Soni-Dimyati Natakusumah. In fact, in previous gubernatorial elections, the Tubagus Chasan Sochib political family was always supported by political parties with large coalitions, including the Gerindra Party. Then. Andra Soni-Dimyati Natakusumah . managed to take advantage of this weakness by opening boundaries by inviting the presence of national elites in the 2024 Banten gubernatorial election, and the development of opinions created by Andra Soni-Dimyati Natakusumah which succeeded in influencing voter preferences, especially regarding 'Banten Anti-Corruption'. Keywords: Power. Elite, 2024 Banten Gubernatorial Election. Political Parties. Parochialism. Coalition. Abstrak (Indonesi. Penelitian ini membahas pergeseran kekuasaan politik dari satu elite politik terhadap elite politik lainnya di tingkat lokal yang berada dalam ruang lingkup politik Pada Pilgub Banten 2024 mempertemukan kedua kandidat antara Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dan Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah. Airin Rachmi Diany merepresentasikan keluarga politik Tubagus Chasan Sochib yang sudah mendominasi kekuasan politik di Banten, terutama dimulai saat Banten pertama kali menjadi provinsi dan Dimyati Natakusumah yang menguasai teritorial politik di Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Pandeglang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pergeseran kekuasaan dari satu keluarga politik ke keluarga politik lainnya. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis kepustakaan . ibrary researc. seperti jurnal, buku, laporan penelitian, maupun reportase penelitian yang relevan (Zed 2. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan teoritis untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, mencakup teori elite kekuasaan (Mills 1. Hasilnya, pergeseran elite politik dari keluarga politik Tubagus Chasan Sochib . terhadap elite politik lainnya seperti Achmad Dimyati Natakusumah, karena keluarga politik Tubagus Chasan Sochib . tidak berhasil menggunakan pembatasan kontrol dengan melakukan parokialisasi kekuasaan maupun pemborongan partai. Sebab, pembangunan koalisi besar justru dibangun oleh pasangan calon Andra Soni-Dimyati Natakusumah. Padahal, pada Pilgub sebelum-sebelumnya, keluarga politik Tubagus Chasan Sochib selalu didukung oleh partai politik dengan koalisi besar, termasuk Partai Gerindra. Kemudian. Andra Soni-Dimyati Natakusumah . berhasil memanfaatkan kelemahan tersebut dengan melakukan pembukaan batas dengan mengundang kehadiran elite nasional pada Pilgub Banten 2024, dan pembangunan opini yang diciptakan oleh Andra SoniDimyati Natakusumah yang berhasil memengaruhi preferensi pemilih, terutama terkait AoBanten AntikorupsiAo. Kata kunci: Kekuasaan. Elite. Pilgub Banten 2024. Partai Politik. Parokialisasi. Koalisi. Pendahuluan Saat ini, kontestasi elektoral yang telah bergulir secara serentak di Indonesia ialah hasil atas kemunculan reformasi yang pernah ada pada kurun waktu 1998. Akibatnya, terlahir sebuah sistem politik yang lebih demokratis, yang semula dalam bentuk sistem politik yang sentralistik di tingkat kekuasaan pemerintah pusat yang dipimpin oleh Soeharto. Dengan demikian, runtuhnya kekuasaan Soeharto dari tampuk kursi ekskutif membuat transisi pemerintahan yang dipimpin oleh Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie menciptakan konfigurasi ekonomi dan politik, terutama dalam konteks politik Habibie berupaya untuk menciptakan pemilihan secara fair dan demokratis melalui formulasi keputusan politik, salah satunya ialah merevisi paket undang-undang politik saat ia memimpin dari 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Secara umum, revisi atas paket undang-undang politik yang telah direvisi ini terdiri atas UU Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik. UU No 3/1999 tentang Pemilu, serta UU No 4/1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. DPR, dan DPRD (Parandaru 2. Oleh karena itu, revisi atas paket undang-undang politik ini mengubah mekanisme politik, salah satunya jabatan-jabatan tersebut bisa diraih berdasarkan pilihan publik. Karena itu, pada kurun waktu 2004 untuk pertama kalinya setelah rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto mundur dari jabatannya, kontestasi elektoral Pemilihan Presiden dilakukan secara fair dan demokratis dipilih oleh Bahkan, komitmen transisi pemerintahan ini juga terlihat karena adanya regulasi yang mengatur pemerintahan daerah sekaligus membuka kans daerah untuk menciptakan regenerasi kepemimpinan politik di tingkat lokal. Dalam bahasa lain, secara kentara hal ini telah diatur melalui kebijakan Undang-Undang Nomor 32 Tahun Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 2004 tentang Pemerintah Daerah yang memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengelola jalannya roda pemerintahan di tingkat lokal ini karena otonomi yang diberikan apabila merujuk pada regulasi tersebut (Wasi dan Permana 2. Atas dasar tersebut, untuk pertama kalinya pada tahun 2006 Ae Banten sebagai salah satu wilayah yang secara geografis dekat dengan Jakarta sebagai episentrum politik nasional telah melakukan pemilihan kepala daerah langsung yang sebelumnya pada tahun 2001 dipilih oleh anggota DPRD Banten. Sebagai provinsi yang relatif muda di Pulau Jawa yang berdiri sejak tahun 2000. Banten menjadi wilayah yang strategis dan menjadi teritorial politik yang akan diraih oleh para aktor politik yang pernah berkuasa saat kepemimpinan Soeharto dan para kandidat. Pada Pilgub Banten 2001 yang dipilih oleh DPRD Banten telah diikuti oleh ketiga pasangan calon, seperti Djoko MunandarRatu Atut Chosiyah. Ace Suhaedi-Mamah Chaerudin, dan Herman Haeruman-Ade Sudirman. Kultur politik Banten tentu berkelindan terhadap kekuatan politik antarelite informal yang mendominasi seperti kiai dan jawara. Dalam konteks ini, terutama pada Pilgub Banten 2001, keterlibatan para jawara yang tergabung dalam organisasi Satuan Karya (Satka. juga tidak bisa disangkal, karena dipimpin oleh Tubagus Chasan Sochib. Di samping itu, rezim Orde Baru juga membentuk Satuan Karya untuk mengakomodir para ulama atau kiai di Banten. Akibatnya, kedua entitas sosial ini memiliki pengaruhnya dalam politik praktis. Koalisi yang tercipta antara Djoko Munandar-Ratu Atut Chosiyah tidak bisa dinafikan dalam pembentukan koalisi yang melibatkan pengaruh elektoral kiai-jawara. Sebab. Djoko Munandar merupakan Ketua Umum DPW p Banten. Tak ayal, bagi kandidat Djoko Munandar-Ratu Atut Chosiyah sangat mudah meraih kemenangan, terlebih didukung oleh para jawara yang melakukan berbagai strategi, sebagaimana ada relasi politik kekerabatan . yah-ana. antara Tubagus Chasan Sochib sebagai pemimpin Satkar dan Ratu Atut Chosiyah sebagai calon wakil gubernur. Strategi politik tersebut, antara lain, memenangkan pertarungan di internal Golkar, jawara berhasil mengacaukan koalisi p dengan PDIP, jawara melakukan intimidasi dengan mengerahkan kekuatan massa atas nama tenaga pengamanan, jawara melakukan politik uang, dan penguasaan opini (Hamid 2. Kemenangan yang telah diraih oleh keluarga politik Tubagus Chasan Sochib melalui putrinya. Ratu Atut Chosiyah semakin meneguhkan kekuatan politik yang Oleh karena itu, secara reguler keluarga politik Tubagus Chasan Sochib selalu merepresentasikan keluarga politiknya di Pilgub Banten, termasuk kemenangan yang telah diperoleh Ratu Atut Chosiyah sebagai wakil gubernur . , pejabat gubernur . dan gubernur . (Arifin 2. dan pada Pilgub Banten 2017-2022 ada figur Andika Hazrumy sebagai wakil gubernur yang secara integral putra dari Ratu Atut Chosiyah. Sebelumnya, ia pernah menjadi politikus di Senayan sebagai anggota DPD . dan anggota DPR . (Wasi 2. Bahkan, dalam Pilgub Banten 2024 representasi politik dari keluarga politik Tubagus Chasan Sochib turut menjadi kontestan yang diwakili oleh kandidat Airin Rachmi Diany. Airin dikenal Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 sebagai menantu dari Chasan Sochib karena Airin sebagai istri dari Tubagus Chaeri Wardana Ae putra dari Tubagus Chasan Sochib. Karakteristik politik Banten yang dinamis membuat persaingan politik di Pilgub Banten semakin kompetitif, terlebih pada Pilgub Banten 2024 Ae Airin mendapuk Ade Sumardi sebagai calon wakil gubernur. Ade Sumardi dikenal sebagai mantan Wakil Bupati Lebak yang saat ini masih menjadi Ketua DPD PDI-Perjuangan Banten. Airin yang merepresentasikan keluarga politik Tubagus Chasan Sochib sekaligus kader Partai Golkar pada mulanya hanya didukung oleh PDI-Perjuangan. Sebab. Partai Golkar telah mendukung kandidat Andra Soni-Dimyati Natakusumah yang pada akhirnya menimbulkan gejolak di internal partai berlambang pohon beringin tersebut (Harbowo 2. Karena itu. Partai Golkar merevisi dukungan politiknya terhadap Andra-Dimyati, dan mendukung Airin-Ade (Joniansyah 2. Sikap dukungan Partai Golkar ini tentu sangat realistis, karena Golkar selalu memiliki tali-temali yang kohesi dengan keluarga politik Tubagus Chasan Sochib, dan Partai Golkar selalu berada di posisi teratas, baik dari Pilgub maupun Pileg di Banten. Meski begitu, pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi harus menerima keunggulan dari kandidat Andra Soni-Dimyati Natakusumah yang didukung oleh koalisi besar yang telah meraih kursi relatif dominan di DPRD Banten, seperti Partai Gerindra. Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai Demokrat. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai Nasdem. Partai Amanat Nasional. Partai Persatuan Pembangunan . PSI, dan Partai Garuda. Sedangkan. Airin-Ade hanya didukung oleh Partai Golkar dan PDI-Perjuangan. Kekuatan politik yang tidak seimbang antarkandidat ini mengisolasi kekuatan politik keluarga Tubagus Chaeri Wardana, terlebih Andra Soni sebagai kader Partai Gerindra, partai politik yang kini ketua umumnya Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia yang sekaligus kemenangan Andra Soni di Banten ini semakin mengukuhkan dukungan politik bagi kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terutama karena teritorial Banten juga sangat strategis untuk mendukung keputusan-keputusan apa pun yang diambil di Jakarta oleh Prabowo-Gibran, termasuk juga di Banten ada sebagian proyek strategis nasional (Permana 2. Sementara itu. Andra Soni berhasil mendapuk Dimyati Natakusumah sebagai pendampingnya di Pilgub Banten 2024. Sebelumnya. Dimyati dikenal sebagai politikus yang pernah memimpin Kabupaten Pandeglang sebagai Bupati selama dua periode dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah itu, kekuasaan politiknya diteruskan oleh istrinya Ae Irna Narulita selama dua periode. Kini, kekuasan politik di daerah tersebut masih dikuasai oleh keluarga politik Dimyati Natakusumah, yaitu Dewi Setiani. Dewi Setiani yang merupakan adik kandung dari Dimyati Natakusumah (Nazmudin Merujuk pada awal pembahasan tersebut, baik yang melekat pada figur Airin Rachmi Diany maupun Dimyati Natakusumah terlihat ada gejala yang mengarah ke politik kekerabatan atau dinasti politik. Politik dinasti terjadi apabila seorang politisi mempunyai hubungan keluarga dengan politisi sebelumnya (Purwaningsih 2. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Hasilnya, persaingan politik di Pilgub Banten 2024 ini merupakan kompetisi elektoral antardinasti politik. Dengan demikian, penelitian ini akan berfokus pada pergeseran kekuasan yang bergulir di tingkat elite lokal atas kemenangan yang telah diraih oleh Andra-Dimyati pada Pilkada 2024. Dalam bahasa lain, ada pergeseran elite kekuasaan dari keluargan politik Tubagus Chasan Sochib ke Dimyati Natakusumah pada pergelaran Pilgub Banten Hal ini sangat menarik untuk dikaji, karena para sarjana sejauh ini fokus terhadap perilaku politik jawara (Abrori 2. , kiai dan jawara di Banten (Hamid 2. , bisnis dan politik di Banten (Klinken and Nordholt 2. , jawara menguasai politik lokal di Banten (Romli 2. , perkembangan oligarki di Banten (Arifin 2. revivalisme kekuatan familisme dalam demokrasi: dinasti politik di aras lokal (DJati 2. , politik kekerabatan dan kualitas kandidat di Sulawesi Selatan (Purwaningsih 2. , sedangkan yang membahas pergeseran kekuasaan dari satu elite politik terhadap elite politik lainnya masih terbatas, dan sementara ini hanya fokus di Sulawesi Selatan, sebagaimana yang telah diteliti oleh (Meliala dan Permana 2. Dalam konteks teritorial Banten, masih sangat terbatas para sarjana yang melakukan penelitian terhadap transisi kekuasaan antarkeluarga politik. Secara keseluruhan, berdasarkan penelitian terdahulu menunjukkan sebagian besar hanya berfokus terhadap aktor jawara, kiai, dan relasi politik dengan bisnis. Sedangkan, penelitian ini berfokus pada pergeseran kekuasaan politik di antara keluarga politik yang memiliki basis teritorial politik. Dalam hal ini, untuk menjawab pertanyaan penelitian yang ditampilkan pada penelitian ini tentang bagaimana dan mengapa bisa terjadi pergeseran kekuasaan dari satu keluarga elite politik tertentu ke keluarga elite politik lainnya di Pilgub Banten pada 2024, penulis akan menggunakan metode penelitian yang relevan. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis kepustakaan . ibrary researc. Penulis menggunakan instrumen analisis untuk mengetahui pertanyaan penelitian tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh melalui data sekunder yang memiliki relevansi terhadap kepustakaan maupun literatur seperti jurnal, buku, laporan penelitian, maupun reportase penelitian yang relevan (Zed Penelitian ini juga menggunakan pendekatan teoritis untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, mencakup teori elite kekuasaan (Mills 1. Dalam hal ini, proses akumulasi data sekunder diperoleh berdasarkan preferensi yang penulis lakukan dengan mencari dan membaca literatur yang berkelindan terhadap dinamika politik di tingkat lokal. Setelah itu, memverifikasi tingkat relevansi terhadap penelitian yang dilakukan, termasuk data-data mutakhir. Oleh karena itu, analisis yang dilakukan tentu saja melibatkan proses data yang sudah terverifikasi secara jelas, termasuk teori. Sehingga, bisa memunculkan analisis yang komprehensif terhadap penelitian ini. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Hasil dan Diskusi Meminjam istilah Mills . , elite merupakan individu-individu yang menduduki posisi komando pada tampuk kekuasaan. Dalam hal ini, ia menjelaskan ketiga entitas kelembagaan tersebut yang masuk dalam kategori struktur politik komando yang mencakup institusi ekonomi, militer, dan politik. Meski begitu, tulisan ini hanya akan fokus pada elite komando yang berada di lembaga politik di tingkat lokal yang menjadi fokus penelitian. Pada saat yang sama, elite kekuasaan akan cenderung menggunakan kekuatan politik yang dimilikinya untuk memperoleh legitimasi dari masyarakat melalui ragam mekanisme yang diterapkan. Sehingga, menciptakan dukungan sekaligus meneguhkan dominasi kekuasaannya. Kendati demikian, dalam ruang lingkup politik lokal, pada umumnya, akan mudah ditemukan orang kuat lokal yang memiliki kekuatan superior, sebagaimana yang telah disebut oleh Migdal terkait dengan local strongmen (Migdal 1. dan Sidel yang bicara tentang local bossism (Sidel Bandiyah, 2008. Masaaki. , & Hamid, 2. Dengan kata lain, praktik otonomi politik yang diberikan kepada daerah-daerah ini sekaligus menampilkan preseden akan kemunculan elite-elite lokal di daerah, yang memiliki kekuatan besar untuk mengkapitalisasi kekuatan ekonomi-politik. Tak ayal, setelah desentralisasi politik dibuka secara demokratis, sangat mudah menemukan para kepala daerah atau politikus yang terafiliasi dengan politikus lainnya. Sehingga, mengakibatkan struktur kesempatan politik bagi masyarakat semakin eksklusif. Karena itu, yang terpilih sebagai kepala daerah dan politikus cenderung yang berasal dari keluarga politik yang secara finansial memiliki modal yang tidak sedikit, terlebih praktik politik di Indonesia yang tercermin memunculkan praktik politik uang atau sangat Hal tersebut karena permisifnya pemilih terhadap praktik politik uang tersebut dan modal politik yang dimiliki oleh kandidat. Praktik politik uang muncul karena masyarakat belum mengalami kesejahteraan secara finasial. Dengan demikian, fenomena ini akhirnya menciptakan ketergantungan terhadap kandidat yang memiliki modal politik besar. Sedangkan, bagi kandidat yang tidak memiliki akses dan sumber daya finansial tentu akan mengalami kesukaran untuk menciptakan daya tawar politik terhadap pemilih. Akibatnya, kesempatan dan kesetaraan politik bagi masyarakat semakin mengalami erosi mendalam. Oleh karena itu, pada Pilgub Banten 2024 terlihat hanya para politikus yang sudah memiliki jabatan sebelumnya di pemerintahan maupun memimpin sebuah partai politik, termasuk ada figur Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dan Andra Soni-Dimyati Natakusumah. Kedua kandidat tersebut, terutama Airin dan Dimyati secara representasi politik tidak bisa disangkal bahwa keduanya bagian integral dari keluarga politik yang mendominasi di arena politik Banten. Airin yang mencoba mempertahankan status qou kekuasaan keluarga politik Tubagus Chasan Sochib di Pilgub Banten, karena sebelumnya Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 pada Pilgub Banten 2017-2022 ada figur Andika Hazrumy yang menjabat wakil gubernur Banten yang mendampingi Wahidin Halim. Konfigurasi Koalisi Partai Politik di Pilgub Banten 2024 Pemilihan Gubernur Banten 2024 menjadi babak kedua bagi persaingan politik antara keluarga politik Dimyati Natakusumah dan keluarga politik Tubagus Chasan Sochib. Pasalnya, keluarga politik tersebut pernah berlaga pada Pilgub Banten 2011. Pada Pilgub Banten 2011, putri Tubagus Chasan Ae Ratu Atut Chosiyah melenggang bersama Rano Karno dalam arena politik untuk meraih tampuk kekuasaan. Namun demikian. Atut-Rano harus vis a vis dengan para kandidat lainnya, seperti pasangan calon Jazuli Juwaini-Makmun Muzakk, dan Wahidin Halim- Irna Narulita. Irna Narulita dikenal sebagai istri dari Achmad Dimyati Natakusumah. Dengan demikian, pada pergeleran politik Pilgub Banten 2011 mempertemukan kedua keluarga politik. Di satu sisi, pada Pilgub Banten 2011 pasangan calon Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno didukung oleh Partai Golkar. PDI-P. Gerindra. Hanura. PKPB. PPD. PKB. PAN. PBB. PPNU, dan PDS. Sedangkan. Wahidin Halim-Irna Narulita hanya diusung oleh Partai Demokrat, dan pasangan calon Jazuli Juwaini-Makmun Muzakk diusung oleh PKS, p. PBR, dan PKNU. Berdasarkan kontestasi tersebut, kandidat Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno berhasil memenangkan kompetisi di Pilgub Banten 2011 dan mengalahkan kompetitornya, termasuk yang berasal dari keluarga politik Dimyati Natakusumah. Meski demikian, dukungan yang hanya sekadar diterima oleh kandidat Wahidin HalimIrna Narulita berasal dari satu partai politik seperti Partai Demokrat, tapi relatif mengimbangi kekuatan politik dari pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, sebagaimana yang terekam pada hasil raihan suara, di mana Ratu Atut Chosiyah- Rano Karno berhasil mendulang suara sebesar 2. 035 suara, sedangkan Wahidin HalimIrna Narulita memperoleh raihan suara sebesar 1. 957 suara dan Jazuli JuwainiMakmun Muzakk hanya berhasil meraih 491. 432 suara. Atas dasar ini, keluarga politik Dimyati Natakusumah dan Ratu Atut Chosiyah kembali bertemu pada Pilgub Banten 2024. Namun, perbedaan yang mendasar di antara keduanya ialah pada Pilgub Banten 2024 representasi politik dari Ratu Atut Chosiyah atau Tubagus Chaeri Wardana ialah Airin Rachmi Diany yang merupakan menantu dari Tubagus Chasan Sochib karena istri dari Tubagus Chaeri Wardana. Padahal, keluarga politik ini masih memiliki figur potensial seperti Andika Hazrumy untuk bisa melenggang menjadi gubernur, karena ia juga sebagai petahana yang memimpin wakil gubernur bersama Wahidin Halim pada periode 2017-2022. Namun, keluarga politik justru tidak memberikan dukungan terhadap putra dari Ratu Atut tersebut, melainkan mendukung Airin maju sebagai kandidat gubernur. Alhasil, jauh sebelum proses politik bergulir Ae sosialisasi mengenai Airin sangat masif dan bisa ditemukan di perkotaan maupun pelosok pedesaan. Dalam bahasa lain. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 dukungan yang tidak diberikan terhadap Andika Hazrumy tampaknya bukan menjadi persoalan, karena kekuatan politik dan jaringan yang sudah terkoneksi membuat keluarga politik ini semakin kuat. Sebagaimana yang telah dikemukakan dalam penelitian (Arifin 2. yang membahas perkembangan oligarki di Banten, terutama yang merujuk pada pembahasan keluarga politik Ratu Atut Chosiyah. Hasilnya, tingkat popularitas Airin semakin tidak tergoyahkan bahkan dinilai akan menjadi komptitor terkuat yang akan dihadapi oleh lawan-lawan politiknya. Sebagaimana yang terekam pada hasil survei yang telah dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan tingkat popularitas dan elektabilitas Airin tinggi. Tercatat sebesar 77,3 persen. Sedangkan. Andra Soni hanya 10 persen (Khoirunnisa. Meski begitu, pasangan calon Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah didukung oleh kekuatan partai politik yang relatif besar, karena didukung oleh sepuluh partai politik, di antaranya. Partai Gerindra. Partai Demokrat. PAN. PSI. Partai Nasdem. PKS. PKB, p. Partai Garuda, dan Partai Prima. Koalisi politik ini relatif besar jika merujuk pada dukungan partai politik terhadap pasangan calon Airin Rachmi DianyAde Sumardi yang hanya didukung oleh kedua partai politik, yaitu Partai Golkar dan PDI-Perjuangan. Dukungan penuh yang diterima Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah ini separuhnya berasal dari partai politik yang telah berhasil mendulang perolehan suara relatif baik, terutama pada hasil Pileg Banten 2024. Bahkan, tercatat sebanyak meraih 4. 449 suara atau 67,3 persen dari total suara Raihan tersebut mengecualikan Partai Prima yang tidak menjadi peserta Pemilu 2024 (Brahmantya Priambada 2. Dinamika politik Banten yang dinamis membuat persaingan politik semakin kompetitif, karena perubahan konfigurasi politik, termasuk di Pilgub Banten 2024. Semula, pada Pilgub Banten 2017 justru Partai Gerindra turut mendukung keluarga politik putra Ratu Atut Chosiyah. Andika Hazrumy bersama sejumlah partai politik lainnya seperti Partai Demokrat. PKB. Hanura. PKS. PAN, dan Gerindra. Sementara itu, pada Pilgub Banten 2024 partai politik tersebut mengalihkan dukungannya terhadap pasangan calon Andra Soni-Dimyati Natakusumah. Hal inilah yang membuat semakin dinamisnya persaingan politik di tingkat politik lokal seperti Banten. Koalisi politik yang mendukung Andra Soni-Dimyati Natakusumah ini juga sebagian besar mendominasi wilayah di seluruh kabupaten/kota di Banten. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Bagan 1 Basis Utama Dukungan Koalisi Banten Maju/Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah Lebak. Cilegon. Pandeglang. Kota Tangerang Kabupaten Serang. Tangerang. Kota Serang. Kota Tangerang Selatan Sumber: (Brahmantya Priambada 2. Kekuatan figur atau tokoh menjadi daya kekuatan yang dimiliki oleh Partai Gerindra, terlebih saat proses elektoral bergulir, ketua umum partai berlambang Kepala Garuda tersebut selalu menjadi kontestan sekaligus bisa menghadirkan efek elektoral terhadap Partai Gerindra. Hal ini terekam pada capaian Partai Gerindra di Banten, terutama pada Pileg DPRD Banten sejak 2014 sampai 2024 Partai Gerindra selalu berada di papan atas. Pada Pileg DPRD Banten 2014, misalnyai, raihan kursi Partai Gerindra sebanyak 10 yang menempatkan partai ini berada di peringkat ketiga, kemudian pada Pileg 2019 partai ini berhasil memimpin di puncak dengan raihan kursi sebanyak 16 Namun, pada Pileg 2024 Partai Gerindra kehilangan dua kursi, yang harus mengalami reposisi ke posisi kedua. Kemudian, kemenangan yang diterima oleh pasangan calon Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah tampaknya karena Partai Gerindra berhasil membangun kongsi politik dengan PKS dan Dimyati Natakusumah. Partai Keadilan Sejahtera, misalnya, berhasil meraih 773. 102 suara sekaligus solid di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dengan menjadi partai pemenang di dua kawasan urban (Brahmantya Priambada 2. Dengan demikian, dalam perspektif penulis tampaknya ada rasionalisasi atas terpilihnya atau didapuknya Dimyati Natakusumah sebagai calon wakil gubernur dari Andra Soni. Pertama, karena PKS berhasil memenangkan kompetisi di kedua wilayah urban seperti Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dan yang kedua faktor yang determinan ialah kuasa politik yang dimiliki oleh Dimyati Natakusumah di teritorial politik Pandeglang. Ketiga, karena untuk mengimbangi kekuatan Airin Rachmi Diany yang sudah memilih Ade Sumardi sebagai pendampingnya di Pilgub Banten 2024. Keduanya, baik Dimyati Natakusumah maupun Ade Sumardi berasal dari wilayah Banten Selatan, yaitu Pandeglang dan Lebak. Selain itu, keduanya pernah memimpin kabupatennya masing-masing. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Artinya, di satu sisi Partai Gerindra dan Andra Soni berupaya mencari figur yang relatif bisa mengisolasi dukungan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi. Sebab, figur Airin sangat kentara sekali di wilayah urban seperti Kota Tangerang Selatan, terlebih ia pernah memimpin wilayah ini dan secara popularitas akseptabilitas publik relatif baik serta juga ada putra dari Ratu Tatu Chasanah. Pilar Saga Ichsan yang sedang memimpin wilayah Kota Tangerang Selatan tersebut. Ratu Tatu merupakan ibu dari Pilar Saga Ichsan sekaligus masih memiliki ikatan kekerabatan dengan Tubagus Chasan Sochib, yakni sebagai putri dan cucu. Dengan kata lain. Partai Golkar relatif memiliki posisi yang baik di wilayah Kota Tangerang Selatan, sebagaimana yang terekam pada hasil Pileg Kota Tangsel 2024 partai berlambang pohon beringin ini berhasil memperoleh 163. 354 suara dan raihan suara ini mengalami kenaikan pada Pileg 2019 yang hanya mendulang sebesar 124. 467 suara. Meski begitu, kenaikan raihan suara terhadap Partai Golkar juga diikuti oleh kenaikan suara yang diterima oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebab. PKS berhasil 075 suara pada Pileg Kota Tangsel 2024. Dukungan politik yang diberikan pemilih terhadap partai ini juga mengalami peningkatan suara, yang sebelumnya, terutama pada Pileg 2019 hanya berhasil meraih 92. 898 suara. Bagan 2. Raihan Kursi Partai Politik di Kota Tangerang Selatan pada Pileg 2014. Pileg 2019, dan Pileg 2024 Pileg 2014 Pileg 2019 Pileg 2024 Sumber: KPUD Kota Tangerang Selatan dan DPRD Kota Tangerang Selatan. Diolah Litbang Kompas/YOG (YOGA PRASETYO 2. Merujuk pada data tersebut, terlihat bahwa mesin partai politik relatif berjalan, terlebih dukungan partai politik yang telah mendukung pasangan nomor urut 2 tersebut. Kehadiran partai politik di arena politik semakin meneguhkan kekuatan politik AndraDimyati di tengah tertatih-tatihnya melewati popularitas, elektabilitas, dan akseptabilitas publik. Kekuatan kongsi politik ini relatif berjalan karena secara riil entitas politik yang pada saat sama mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Secara faktual, dukungan politik yang diberikan oleh partai politik terhadap pasangan nomor urut 2. Andara Soni-Achmad Dimyati Natakusumah menambah persaingan politik semakin kompetitif. Secara akumulasi raihan suara yang diterima partai politik pendukung Andra-Dimyati relatif menguasai komposisi di DPRD Banten. Sebab, dari total 100 kursi yang tersedia, sebagian besar atau sebanyak 72 kursi dari total 100 kursi mendukung. Sementara itu, bagi Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi hanya berhasil mengonversi raihan suara yang telah diterima kedua partai politik, seperti Partai Golkar dan PDI-Perjuangan yakni sebanyak 28 kursi dari total 100 kursi yang tersedia. Bagan 3. Perolehan Kursi Partai Politik di Pileg DPRD Banten 2014, 2019, dan 2024. Hasil Pileg 2014-2019 Hasil Pileg 2019-2024 Hasil Pileg 2024-2029 Sumber: (Brahmantya Priambada 2. Diolah penulis, 2025. Komposisi raihan kursi yang diterima oleh partai politik yang merepresentasikan anggota dan kadernya di parlemen relatif berbeda saat proses elektoral tersebut digelar. Pada saat yang sama, ketiga partai politik selalu bersaing untuk meraih posisi puncak, seperti Partai Gerindra. Partai Golkar, dan PDI-Perjuangan. Partai Gerindra pernah berada di posisi teratas pada Pileg 2019 dengan raihan kursi sebesar 16 kursi. Sedangkan. Partai Golkar hanya 11 kursi dan PDI-Perjuangan 13 kursi. Sementara itu, pada Pileg 2024 ketiga partai politik tersebut memperoleh kursi yang relatif sama yaitu sebesar 14 Kendati demikian, bagi Partai Gerindra ini mengalami penurunan raihan kursi, sedangkan bagi Partai Golkar . dan PDI-Perjuangan . mengalami Padahal, ketua umum Partai Gerindra menjadi kandidat calon presiden pada Pemilu 2024. Secara faktual, tampaknya tidak ada efek ekor jas atas berlaganya Prabowo Subianto menjadi calon presiden terhadap raihan kursi di DPRD Banten. Dalam bahasa lain, tidak ada garis equivalen yang sama antara majunya Prabowo Subianto dan perolehan suara di parlemen Banten. Sebab, pada Pileg 2019-2024 Partai Gerindra hanya berhasil memperoleh 16 kursi. Sedangkan, pada Pileg 2024-2029 hanya 14 kursi. Dalam hal ini. Pilgub Banten telah dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2. Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah dengan raihan suara sebanyak 3. Sementara itu. Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi hanya memperoleh 2. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 suara (RifaAoi 2. Kemenangan yang diraih oleh pasangan nomor urut 2. Andra SoniAchmad Dimyati Natakusumah mengonfirmasi bahwa telah terjadi pergeseran antarelite kekuasaan. Kekalahan yang diterima oleh Airin-Ade karena dukungan partai politik yang tidak besar, aksesibilitas politik yang relatif terbatas karena ada pengaruh elite nasional, reorientasi dukungan partai politik, pembangunan opini publik yang cenderung tidak maksimal. Beralihnya dukungan partai politik dari keluarga Tubagus Chasan Sochib dalam Pilgub Banten 2024 tidak bisa dinafikan ada pengaruh kekuasaan politik yang mencoba mengintegrasikan kekuatan politik antara nasional dan daerah, terlebih secara geografis Banten sangat dekat dengan Jakarta sebagai pusat politik Erosi Legitimasi Kekuasaan dan Dukungan Elite Nasional Keluarga politik Ratu Atut Chosiyah pada Pilgub Banten 2024 tidak mampu mempertahankan status qou kekuasaanya. Hal tersebut tampaknya terjadi karena telah ada kesadaran secara personal dari para pemilih yang secara simultan tampak dipersonifikasi oleh kompetitor Airin-Ade, yaitu Andra Soni-Dimyati Natakusumah yang secara gradual membangun opini publik sekaligus menciptakan narasi Banten antikorupsi yang secara simultan disampaikan di ruang-ruang publik, termasuk saat proses tahapan Pilgub Banten 2024. Hal ini merujuk pada kasus yang sudah pernah menimpa keluarga politik Ratu Atut Chosiyah, termasuk Tubagus Chaeri Wardana atau suami dari kandidat yang sedang berlaga Airin Rachmi Diany (Kompas. Pembangunan narasi politik ini tentu untuk mendelegitimasi popularitas Airin, karena popularitas dan elektabilitas Airin relatif lebih unggul. Sehingga, strategi politik tersebut digunakan untuk memengaruhi preferensi publik pada Pilgub Banten 2024, terlebih kekuasaan di tingkat gubernur selalu merepresentasikan keluarga politik Tubagus Chasan Sochib, terutama dimulai saat Banten menjadi provinsi. Jadi, pemilih atau masyarakat pada umumnya relatif mengalami kejenuhan atas kondisi politik di Banten yang secara reguler selalu didominasi oleh keluarga politik atau lebih populer disebut sebagai dinasti politik. Namun demikian, alih-alih masyarakat jenuh terhadap praktik politik tersebut, justru pilihan politiknya hanya sekadar bergeser dari satu elite politik ke elite politik lainnya. Selain itu, keluarga politik Tubagus Chasan Sochib yang relatif sudah mendominasi di Banten sejak reformasi ini cenderung memiliki tantangan-tantangan dalam rangka mempertahankan kekuasaannya. Hal yang paling kentara ialah mencakup semakin melemahnya jejaring politik . okal dan nasiona. , melemahnya kapasitas finansial, suksesor yang lemah dan perpecahan di dalam keluarga poolitik, munculnya rival-rival yang lebih kuat, serta tak jarang disebabkan oleh pergeseran opini di kalangan pemilih (Aspinall and AsAoad 2016. Kongkirati 2016. Rosuelo 2016. Savirani 2. Dalam hal ini, literatur yang disampaikan oleh para sarjana tersebut bisa digunakan untuk melihat faktor determinan yang menyebabkan kekalahan bagi Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 keluarga politik Tubagus Chasan Sochib. Pertama, keluarga politik Tubagus Chasan Sochib secara faktual mengalami erosi dukungan dari para elite nasional dalam rangka mempertahankan kekuasaanya yang selama ini didominasi oleh keluarga politiknya. Kelemahan ini tampak setelah muncul regenerasi kepemimpinan dari internal keluarga politik tersebut, yang semula dari Tubagus Chasan Sochib telah bergeser ke putrinya Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana. Akibatnya, jejaring atau koneksi politik yang dimiliki oleh keluarga politik tersebut mengalami penurunan, terlebih yang saat ini masih berada di ruang lingkup keluarga politik ini sementara hanya Partai Golkar. Namun, pada saat menentukan kandidat yang akan diusung oleh Partai Golkar pada Pilgub Banten 2024, partai berlambang pohon beringin ini di awal justru mendukung pasangan Andra SoniAchmad Dimyati Natakusumah. Padahal. Airin Rachmi Diany merupakan kader Partai Golkar, sekaligus istri dari Tubagus Chaeri Wardana, putra dari Tubagus Chasan Sochib. Pada saat yang sama, melemahnya koneksi politik di tingat nasional ini secara eksplisit tampak terlihat, terutama kompetitor yang akan dihadapinya adalah kader Partai Gerindra. Andra Soni. Oleh karena itu, koneksi politik semakin tertutup dan tidak bisa diakses secara inklusif. Sehingga, mengakibatkan tidak maksimalnya dukungan politik yang diberikan oleh keluarga politik terhadap kandidat Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi. Faktor determinan yang kedua ialah munculnya rival politik baru yang menjadi antitesis atas keluarga politik Tubagus Chasan Sochib yang kini dipimpin oleh Tubagus Chaeri Wardana dan Ratu Atut Chosiyah. Kompetitor ini merupakan kader Partai Gerindra dan PKS. Di satu sisi. Andra Soni sebagai kader Partai Gerindra tentu memiliki akses yang terbuka dari aspek koneksi terhadap elite nasional atau dalam bahasa lain pasangan Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah berhasil melakukan nasionalisasi pengaruh dengan melakukan boundary opening melalui klaim relasi politik dengan Prabowo Subianto sebagai ketua umum Partai Gerindra sekaligus sebagai Presiden Indonesia 2024-2029 yang secara ekstensif direspons oleh elite nasional. Tak ayal, jika Presiden Prabowo Subianto melakukan endorsement terhadap Andra Soni pada Pilgub Banten 2024 (Tempo. Akibatnya, dukungan elite nasional ini memberikan efek elektoral terhadap pasangan AndraDimyati. Dukungan elite nasional yang diterima kandidat Andra Soni-Dimyati Natakusumah karena petahana tidak melakukan mekanisme pembatasan kontrol untuk mencegah resistensi politik terhadap kandidat Airin-Ade pada Pilgub Banten 2024. Pada umumnya, petahana atau keluarga politik lazimnya akan berupaya mempertahankan kekuasaan politiknya secara maksimal, salah satu mekanisme yang sering dilakukan ialah pembatasan kontrol untuk mencegah berbagai tekanan politik, termasuk membatasi ruang politik kandidat lainnya agar tidak memperoleh dukungan dari sekutu dan sumber daya nasional (Gibson 2. Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara parokialisasi kekuasaan, patronase, dan pemborongan partai. Dalam konteks ini, pasangan calon Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi tidak berhasil mengakumulasi dukungan partai politik pada Pilgub Banten Padahal, sebelumnya, pada Pilgub 2011 maupun Pilgub 2017 Ae keluarga politik Tubagus Chasan Sochib selalu memperoleh dukungan partai politik yang maksimal atau membangun kongsi politik besar. Namun, hal ini tidak terjadi pada Pilgub Banten 2024. Sebaliknya, keberhasilan pasangan calon Andra Soni-Dimyati Natakusumah ialah berhasil mengundang elite nasional untuk turut memberikan dukungan pada arena politik lokal seperti Pilgub Banten ini. Dengan kata lain, pasangan calon Andra SoniDimyati Natakusumah berhasil menggunakan strategi skala pembukaan batas . oundary openin. untuk mendulang dukungan dari elite nasional. Dan yang terakhir ialah munculnya narasi politik atau pembangunan opini yang diciptakan oleh kedua kandidat. Narasi politik AoBanten AntikorupsiAo dinilai efektif untuk mendelegitimasi popularitas dan elektabilitas dari pasangan calon Airin-Ade pada Pilgub Banten 2024. Bahkan, narasi politik ini menjadi instrumen utama bagi pasangan calon Andra Soni-Dimyati Natakusumah karena masuk dalam visi utamanya, yaitu AoBanten Maju. Adil Merat, dan Tidak KorupsiAo (CNN Indonesia 2. Dengan demikian, beralihnya kekuasaan dari keluarga politik Tubagus Chasan Sochib, yang kini dipimpin Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana terhadap keluarga politik Dimyati Natakusumah membuat dinamika politik di Banten semakin dinamis, di tengah dominannya kekuasaan yang dipegang oleh keluarga politik. Meski begitu, kekalahan ini sekadar perpindahan sekaligus hanya pergeseran kekuasaan politik saja, dari satu elite politik terhadap elite politik lainnya. Dengan kata lain, regenerasi kepemimpinan di tingkat lokal melalui mekanisme seperti Pilgub ini tidak serta-merta mengalienasi elite politik sepenuhnya, melainkan hanya bergeser saja piramida kekuasaannya atau disebut juga sebagai pertukaran elite secara reguler (Schumpeter 1. Kesimpulan Merujuk pada uraian di atas, terlihat bahwa pergeseran kekuasaan dari satu elite politik terhadap elite politik lainnya pada Pilgub Banten 2024 yang mempertemukan pasangan calon Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dan Andra Soni-Dimyati Natakusumah, disebabkan oleh berbagai faktor determinan, di antaranya, reorientasi dukungan yang diberikan partai politik terhadap elite politik. Sebelumnya, keluarga politik Tubagus Chasan Sochib selalu memperoleh dukungan maksimal dari partai politik terhadap kandidat politik yang berasal dari internal keluarga, baik terhadap Ratu Atut Chosiyah . maupun Andika Hazrumy . Meski begitu, pada Pilgub Banten 2024 keluarga politik ini tidak berhasil menggunakan starategi politik penutupan kontrol terhadap resistensi politik yang ada dalam arena politik. Imbasnya, kelemahan ini digunakan oleh pasangan calon Andra Soni-Dimyati Natakusumah . untuk melakukan pembukaan batas dengan Journal of Citizenship Volume 4. Issue 2. November 2025 E-ISSN 2829-6028 menciptakan nasionalisasi pengaruh agar bisa mengundang kehadiran elite nasional dalam arena politik lokal. Keberadaan elite nasional pada arena politik lokal, seperti Pilgub Banten 2024 membuat arena politik semakin tidak seimbang karena adanya kekuatan politik baru yang sekaligus meneguhkan dukungan politik terhadap oposisi yang bisa melawan hegemoni keluarga politik petahana. Kemudian, didapuknya calon wakil gubernur Ae baik Ade Sumardi oleh Airin Rachmi Diany, maupun Achmad Dimyati Natakusumah oleh Andra Soni tidak bisa disangala bahwa kedua elite politik tersebut memiliki pengaruh dan kuasa politik. Sebab, baik Ade maupun Dimyati pernah memimpin daerah. Ade Sumardi, misalnya, pernah memimpin sebagai wakil bupati Kabupaten Lebak sekaligus Ketua DPD PDIPerjuangan Banten dan Dimyati Natakusumah memimpin Kabupaten Pandeglang sebagai bupati sekaligus politikus di parlemen. Jakarta, yang kini berada di Partai Keadilan Sejahtera. Dalam bahasa lain, didapuknya kedua elite politik tersebut karena untuk mencari dukungan pemilih di wilayah Banten Selatan yang mencakup Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang secara kuantitas pemilih relatif banyak, termasuk terpilihnya Dimyati Natakusumah sebagai calon wakil gubernur dari Andra Soni karena ia sebagai kader PKS. Pada saat yang sama. PKS berhasil memperoleh raihan kursi yang relatif meningkat dari Pileg Banten 2024 dan relatif bisa bersaing dengan Partai Golkar di wilayah Kota Tangerang Selatan, yang secara basis politik tampak dikuasai oleh Airin Rachmi Diany, karena Partai Golkar dan Airin pernah memimpin wilayah ini, termasuk ada Pilar Saga Ichsan yang masih memimpin sebagai wakil wali kota sebagai putra dari Ratu Tatu Chasanah. Bupati Kabupaten Serang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Banten yang juga putri dari Tubagus Chasan Sochib. Dengan demikian, kekalahan politik ini tidak secara otomatis mengalienasi keluarga politik Tubagus Chasan Sochib dari panggung politik lokal, melainkan memunculkan keluarga politik baru yang bergeser dari tingkat kabupaten ke tingkat provinsi, yakni Dimyati Natakusumah. Dalam perspektif penulis, keluarga politik tercatat menjadi keluarga politik yang selalu ikut kompetisi saat Pilgub Banten, di antara keluarga politik lainnya yang ada di Banten. Artinya, secara kekuatan politik, keluarga politik Dimyati Natakusumah memiliki kekuatan yang relatif besar, sehingga, bisa berlaga di Pilgub Banten, baik pada Pilgub Banten 2011 maupun Pilgub Banten 2024 . Ucapan Terimakasih Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Universitas Pamulang yang telah memberikan dukungan kepada para penulis untuk melakukan penelitian terhadap dinamika politik yang berkelindan pada proses elektoral 2024 di Banten. Referensi