JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia https://journals. iai-alzaytun. id/index. php/jis E-ISSN: 2988-0947 Vol. 1 No. : 485-493 DOI: https://doi. org/10. 61341/jis/v1i4. MANAJEMEN STRATEGI PADA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PANTI ASUHAN NGAWI AL-MUNAWWARAH Umdah Izzatil Islam1A. Sobirin2. Anjar Sulistyani3 1,2,3 Manajemen Dakwah. Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) E-mail: umdahizzatilislam@gmail. com1A, sobirin@iaialzaytun. id2, anjar@iai-alzaytun. Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang Manajemen Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah. Adapun fokus penelitian yang pertama yakni berupa hasil analisis strenght, weakness, opportunities dan threat (SWOT) pada panti, kedua yaitu manajemen strategi pengembangan sumber daya manusia pada panti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hasil analisis SWOT dan manajemen strategi pengembangan sumber daya manusia di panti. Dengan analisis SWOT maka pengurus dapat berupaya dan antisipasi dalam menyikapi berbagai faktor internal dan faktor eksternal untuk menentukan manajemen strategi pengembangan SDM di Panti Asuhan Ngawi AlMunawwarah. Hasil penelitian menunjuk bahwa pengembangan SDM panti sangat tersistem dan terjadwal dengan baik sehingga mendapatkan perhatian oleh pihak pemerintah. Dalam hasil analisis SWOT dijelaskan bahwa banyak kegiatan pengembangan SDM yang telah berjalan atau terealisasikan serta pihak panti telah mengetahui faktor internal dan faktor eksternal lembaga untuk mencapai tujuan bersama. Adapun strategi pengembangan SDM yang digunakan dalam membimbing atau membina anak asuh diterapkan sesuai keadaan sehingga beragam pula strategi yang digunakan oleh panti asuhan. Adapun dalam pengembangan dasar menggunakan metode training, sekolah dan kursus. Dalam penyampaian materi menggunakan metode cerita sebagai kegiatan prioritas, metode diskusi untuk menyelenggarakan event panti, metode hukum dan ganjar untuk dapat mendidik karakter anak asuh Kata Kunci: Manajemen. Strategi. Panti Asuhan. Sumber Daya Manusia Abstract This thesis examines the Strategic Management of Human Resource Development at the Ngawi AlMunawwarah Orphanage. The first main problem of this research is the results of the analysis of strength, weakness, opportunities and threats (SWOT) in the second institution, namely the management of human resource development strategies in institutions. The purpose of this study is to explain the results of the SWOT analysis and explain the strategic management of human resource development at the Orphanage so that it can continue to develop management strategy for the development of foster children, and efforts to address various supporting and inhibiting factors for human resource development. The results of the study show that the development of human resources for orphanages is very systematic and well-scheduled so that they get the attention of the government. In the results of the SWOT analysis it was explained that many HRD activities had been carried out or realized and the orphanage had known the internal and external factors of the institution to achieve common goals. The HRM strategy used in guiding or fostering foster children is applied according to circumstances so that various strategies are used by orphanages. As for the basic development using training methods, schools and courses. In delivering material using the story method are priority activities, discussion methods for organizing orphanage events, legal and reward methods to be able to educate the character of foster Kata Kunci: Management. Strategy. Orphanage. Human Resources 485 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 PENDAHULUAN Informasi . Indonesia memperkirakan anak kehilangan orangtua hampir 12. 000 jiwa dengan dampak kematian yang sangat darurat seperti. mempengaruhi ekonomi, tatanan keluarga, putus sekolah, memicu kriminal, pekerja anak naik, dan penurunan taraf (UNICEF, 2. Pada dasarnya setiap manusia agar mudah di masa depan dituntut untuk memiliki kualitas yang tinggi. Anak yang ditinggalkan oleh orang tua akan hidup terlantar jika masyarakat tidak terlibat untuk peduli terhadap layanan-layanan sosial baik berupa tenaga, pikiran dan material. Adanya lembaga sosial seperti panti asuhan yakni sebagai solusi bagi anak yatim, yatim piatu dan dhuafa untuk menjamin kehidupannya. Dalam panti asuhan tersebut memberikan peran keluarga bagi anak yatim dan dhuafa baik dalam tanggung jawab membimbing dan mengarahkan serta membantu memenuhi kebutuhan baik kebutuhan material dan spiritual (Wahidah, 2. Panti asuhan anak yatim dan dhuafa adalah wadah atau tempat anak yatim dan dhuafa untuk mendapatkan hak dan kewajiban yang sama seperti anak pada umumnya khususnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak untuk mampu bersaing di masa depan Dalam panti asuhan, anak yatim dan dhuafa diberikan tanggung jawab serta fasilitas pendidikan untuk dapat membentuk dan mengembangkan sumber daya manusia. Hal yang sangat terkait dengan pendidikan yakni peningkatan sumber daya manusia untuk memperoleh kualitas dan potensi dalam diri manusia tersebut (Wijoyo et al, 2. Dalam arti luas, pengembangan sumber daya manusia adalah suatu upaya pemupukan pengetahuan, pengalaman, keahlian, produktivitas, kepuasan karyawan untuk peningkatan kinerja. Serta dalam pemupukan tersebut dengan kegiatan terencana dan sistematis yang dirancang perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan kewajiban karyawan dalam mencapai tujuan Pengembangan sumber daya manusia adalah sistem manajemen yang saling terkait atau berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan. Produktivitas kerja adalah pengukur pencapaian keberhasilan suatu organisasi (Putra & Sobandi, 2. Pada setiap panti asuhan di Indonesia memiliki berbagai manajemen strategi pendidikan untuk pembelajaran anak yatim dan dhuafa serta berbagai pembelajaran yang dapat menunjang kualitas anak yatim dan dhuafa baik dari pengajaran dengan penyampaian materi serta penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan banyak atau beragam strategi pendidikan sumber daya manusia untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia di panti asuhan, maka harus dapat memahami strategi yang mampu menambah kualitas sumber daya manusia di panti asuhan. Menurut David . manajemen strategi adalah ilmu perumusan pelaksanaan dan evaluasi keputusan lintas fungsi untuk mencapai tujuannya organisasi. Wheelan dan Hunger menjelaskasn bahwa manajemen strategik adalah suatu kesatuan rangkaian keputusan dan tindakan yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka Panjang (Taufiqurokhman, 2. Matriks SWOT salah satu alat untuk mengukur serta evaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman suatu organisasi. Dengan adanya matriks SWOT dapat mengetahui 486 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 manajemen strategi pengembangan SDM dan mengetahui peluang serta ancaman sehingga dapat merencanakan dan evaluasi serta dapat mengimplementasi strategi guna mencapai tujuan lembaga secara benar, cepat dan optimal. Analisis SWOT adalah suatu metode perencanaan strategis untuk mengevaluasi dengan cara mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman suatu organisasi. SWOT adalah singkatan dari . kekuatan, . kelemahan, . peluang, . Dalam melakukan analisis harus mengidentifikasi objek yang akan dianalisis. Adapun kekuatan dan kelemahan ditentukan oleh faktor internal organisasi sedangkan peluang dan ancaman diidentifikasi dari faktor eksternal organisasi. Analisa ini dapat membantu proses pengambilan keputusan. Karena proses pengambilan keputusan berkaitan degan visi misi organisasi untuk menentukan tujuan suatu organisasi. Analisis SWOT sebagai alat efektif untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi organisasi dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan organisasi (Istiqomah & Andriyanto, 2. Begitupun dengan Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah yang terletak di Dsn. Gemarang Barat. RT. 03/RW. Ds. Watualang. Kec/Kab. Ngawi yang memiliki beberapa cabang panti asuhan anak yatim dan dhuafa dan memiliki strategi pembelajaran yang beragam sama halnya dengan panti asuhan pada umumnya. Lembaga panti asuhan ini didirikan dengan maksud dan tujuan yang sama dengan lembaga panti asuhan lainnya. Salah satunya yakni memelihara, melindungi, menyantuni, dan memberdaya gunakan anak yatim dan dhuafa. Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah adalah pusat percontohan panti asuhan yang dinaungi oleh LAZ Persada Jatim yang lain. Lebih lanjut lagi, pengasuh Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah juga memiliki banyak pengalaman untuk menghadapi anak yatim dan dhuafa yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Dengan demikian peneliti menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui manajemen strategi pengembangan SDM serta dapat menjadi evaluasi bagi lembaga dengan cara mengetahui hal internal maupun eksternal lembaga yang menguntungkan dan merugikan lembaga. METODE Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Kualitatif adalah suatu metode penelitian untuk meneliti keadaan objek alamiah, peneliti sebagai instrumen kunci. Pendekatan kualitatif deskriptif yakni menganalisa dan menyajikan data fakta secara terstruktur agar mudah difahami (Chusniati, 2. Adapun jenis penelitian yakni penelitian lapangan menggunakan sempel dari pimpinan Yayasan, devisi SDM, pengasuh dan perwakilan anak asuh. Menurut Sudiyono, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi (Reventiary & Pradana, 2. Sumber data primer diperoleh dari narasumber pihak terkait dan sedangkan sumber data sekunder dari lembaga, majalah, buku dan lain sebagainya. Prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data penelitian. Adapun wawancara bisa disebut . yakni suatu proses interaksi antara pewawancara dan sumber informasi melalui komunikasi langsung (Iryana & Kawasati, 2. Menurut Zainal Arifin dalam buku Kristanto . , observasi 487 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 adalah salah satu teknik pengumpulan data yang didahului oleh pengamatan kemudian pencatatan yang bersifat sistematis, objektif, logis dan rasional serta teknik ini, dapat mengetahui tingkah laku nonverbal. Dokumentasi adalah informasi diperoleh secara fakta dan tersimpan dengan berbagai bentuk seperti surat, foto, hasil rapat, catatan harian, cenderamata, jurnal dan lainnya (Iryana & Kawasati, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Strategi Pengembangan SDM pada Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah Menurut Takdir . strategi organisasi dalam mencapai suatu tujuan menggunakan beberapa strategi yakni. strategi agresif, konservatif, defensif, kompetitif, inovatif, diversifikasi dan preventif. Setelah tinjauan peneliti strategi organisasi yang berjalan sesuai dengan strategi organisasi akan tetapi ada satu organisasi yang belum dapat terealisasikan yakni strategi inovatif yang terangkum di bawah ini. Adapun strategi organisasi yang terealisasikan oleh Panti Asuhan Ngawi AlMunawwarah menyesuaikan keadaan. Strategi agresif terealisasi menyesesuai keadaan dengan saling terlibat untuk memperoleh solusi cepat dalam pelayanan kebutuhan donatur. Strategi konservatif yakni saling berdiskusi antara pengurus, pengajar dan SDM dalam menghadapi suatu masalah. Strategi defensif yang terealisasikan pada panti yakni Dengan adanya event yang diadakan pihak panti yang melibatkan program kegiatan pengembangan anak asuh untuk mengetahui perkembangan SDM dan menjadikan event suatu ajang memotivasi SDM lain. Strategi kompetitif dengan keunggulan panti yang sangat membantu anak asuh dan dapat mengayomi secara menyeluruh se-kabupaten Ngawi dengan program wali yatim. Hal demikian adalah keunggulan yang belum dimiliki yayasan lain dengan mendapat dukungan oleh Bupati Ngawi. Strategi diversifikasi yakni harus siap sedia akan kebutuhan donatur. Donatur sebagai penunjang keseharian mereka selayaknya orang tua yang memiliki tanggung jawab ikut andil mengurus anak asuh. Dengan demikian anak asuh juga dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Strategi preventif yakni evaluasi pengurus dilakukan untuk mengetahui solusi bersama terhadap permasalahan kegiatan dan pembinaan SDM adalah untuk memberikan motivasi agar lebih bersemangat untuk selalu menjadikan lebih baik. Dalam pengembangan SDM agar dapat teralisasikan maka kebutuhan dasar manusia atau SDM harus terpenuhi. Menurut Dr Soekidjo Notoadmojo dalam Wahidah . kebutuhan dasar manusia dalam memudahkan pengembangan SDM yakni. psikologi, sosial, rasa aman, penghargaan dan pengembangan diri. Sesuai data yang dimiliki peneliti adapun kebutuhan dasar manusia atau SDM pada Panti Asuhan Ngawi AlMunawwarah terpenuhi dalam segi kebutuhan psikologi, sosial, rasa aman, penghargaan dan pengembangan diri. Adapun penjelasan terangkum dibawah ini. Kebutuhan manusia dalam pengembangan SDM yang terealisasikan oleh Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah sebagai berikut. Kebutuhan psikologis didapat dari seluruh pihak panti asuhan. Donatur sebagai penyedia atau pendonasi dana bagi Yayasan. Pengurus sebagai penyalur dana donatur yang berupa 488 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 kebutuhan pokok dan sehari-hari anak asuh. Kebutuhan sosial didapat dari pemenuhan kebutuhan dari pihak Yayasan terkait akan tetapi lebih besar peran pengasuh dalam hal kebutuhan sosial seperti: silah keluarga anak asuh untuk meningkatkan rasa kepedulian, memerintahkan dengan kata halus atau minta tolong untuk menunjukkan sifat dihargai, diberikan nasihat dan arahan agar dapat merasakan kesabaran, kepedulian, kasih sayang para pengasuh. Kebutuhan rasa aman didapat dari pihak yayasan selaku pengurus yakni membuat peraturan dengan tujuan melindungi anak asuh dan pengasuh memberikan kesepakatan kepada anak asuh untuk menentukan hukuman sesuai kesepakatan. Kebutuhan penghargaan didapat dari pihak panti. Publikasi penghargaan kepada khalayak umum menjadikan motivasi untuk anak asuh dan menambah semangat anak asuh yang lain. Adapun penghargaan dari pengasuh beragam seperti memberikan uang saku tambahan, memuji, dan mengajak berenang. Kebutuhan pengembangan diri dibagi menjadi dua macam yakni program kegiatan prioritas dan program kegiatan panti. Kegiatan prioritas meliputi. Dinniyah. Muhadhoroh dan QiraAoah. Kegiatan panti meliputi. panti pilar . , panti Raden Saleh . Panti Perkutut . Panti Geneng . Menurut Imamah . cara pengembangan dasar ada 4 yakni. training, sekolah, magang dan kursus. Data yang diperoleh peneliti pada Panti Asuhan Ngawi AlMunawwarah mengenai cara pengembangan dasar yang telah direalisasikan yakni. sekolah dan kursus. Magang terdapat pada program sekolah. Adapun metode penyampaian pengembangan SDM menurut Imamah . yakni menggunakan metode cerita atau ceramah, metode diskusi dan metode hukum dan ganjar. Peneliti menemukan data dari hasil penelitian serta mengkaji bahwa Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah menggunakan metode yang sama dengan metode penyampaian pengembangan SDM menurut Imamah . Adapun penjelasan terinci dibawah ini. Metode dasar dan metode pengembangan SDM pada Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah sebagai berikut. cara pengembangan dasar menggunakan metode training, sekolah dan kursus. Adapun metode penyampaian menggunakan metode cerita dan ceramah untuk program kegiatan prioritas dan rutinan. Metode diskusi untuk event resmi yang melibatkan tim redaksi yayasan. Terakhir menggunakan metode hukum dan ganjar yakni untuk membimbing karakter dan sifat anak asuh dalam mematuhi aturan. Hasil Analisis SWOT pada Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah Dengan adanya matriks SWOT dapat menganalisis lebih dalam mengenai faktor internal dan faktor eksternal untuk dapat menentukan peluang dan mengetahui ancaman Hal tersebut juga dapat mengevaluasi strategi sebelumnya dan dapat menentukan strategi baru dalam perusahaan. Analisis SWOT sebagai alat efektif untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi organisasi dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan organisasi (Istiqomah & Andriyanto, 2. Yayasan Ngawi Al- Munawwarah termasuk lembaga nirlaba yang membutuhkan analisis SWOT untuk mengevaluasi strategi lama dan mengetahui strategi baru yang dapat lebih cepat mencapai 489 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 tujuan yayasan tersebut. Adapun gambaran dan penjelasan matriks SWOT Yayasan Ngawi Al-Munawwarah seperti tercantum pada Tabel 1 di bawah ini. Tabel 1 Matriks SWOT Yayasan Ngawi Al-Munawwarah Matriks SWOT Strenghts (S) Kekuatan Skill Karakter Support dan motivasi Program sosisal Opportunities (O) Peluang Lembaga serupa Masyarakat Lembaga Lembaga politik Strategi SO Kolaborasi dan bersaing skill dengan Lembaga serupa. Publikasi citra baik Yayasan di mata Membantu publikasikan lembaga Membantu publikasi citra baik politik Strategi ST Memanfatkan skill untuk pemenuhan sarana prasarana Memanfaatkan support lembaga pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan dan Threat (T) Ancaman Pemenuhan sarana Pemenuhan Pemberdayaan Weakness (W) Kelemahan Mendidik karakter Pendidikan ABK Program Aturan Sarana prasarana Strategi WO Mengadakan study Berkolaborasi dengan Lembaga SLB Berkolaborasi dengan supportlLembaga politik agar sarana prasarana Strategi WT Memperkuat program pemberdayan agar mampu bersaing. Memberikan konten emosional yang melibatkan ABK Menyewakan sarana prasarana yang ada untuk pemenuhan Strategi SO Strategi SO yakni Menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Matriks SWOT Yayasan Ngawi Al-Munawwarah diatas memperoleh evaluasi strategi yakni sebagai berikut: Kolaborasi dan bersaing skill dengan Lembaga serupa. Dalam pengembangan anak asuh seperti Qiraah. Diniyyah. Hadrah agar lebih berkembang harus ada kolaborasi lembaga atau persaingan seperti dilombakan di luar lingkup yayasan. Dengan demikian dapat menyebar luaskan Yayasan Ngawi Al-Munawwarah dan hal tersebut dapat menambah citra baik bagi yayasan. Publikasi citra baik Yayasan di mata masyarakat. Dengan adanya publikasi citra baik yayasan kepada masyarakat maka akan lebih dikenal khalayak luas. Dengan adanya berbagi sembako kepada masyarakat dhuafa sekitar maka yayasan lebih dikenal dan 490 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 dapat lebih mengayomi masyarakat dhuafa disekelilingnya. Bahkan dengan adanya bantuan anak asuh seperti ronda malam bagi warga sangat menambah citra baik yayasan di mata khalayak umum. adapula masyarakat yang membutuhkan keterampilan Hadrah anak asuh agar bisa tampil, hal tersebut dapat menambah sifat saling peduli sesama dan tentunya akan ada timbal balik pada Lembaga. Membantu Publikasikan Lembaga Pendidikan dan publikasi citra baik politik. Pendidikan anak asuh dan sarana prasarana anak asuh diperoleh dari lembaga luar. Hal tersebut sangat membantu yayasan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh. Dengan demikian yayasan juga dapat saling menguntungkan lembaga Pendidikan dan lembaga politik yang ikut serta membantu mengayomi dan men-support anak asuh dengan cara publikasi. Pada era digital saat ini publikasi kebaikan akan menambah citra baik yang pasti sangat menguntungkan bagi pihak terkait. Strategi ST Strategi ST yakni menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan menghindari ancaman. Matriks SWOT Yayasan Ngawi Al-Munawwarah di atas memperoleh evaluasi strategi yakni sebagai berikut: Memanfatkan skil untuk pemenuhan sarana prasarana. Banyak sekali skill anak asuh yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan yayasan. Seperti halnya pelatihan menjahit dapat memperoleh suatu karya dan karya tersebut dapat dijadikan usaha yayasan, pelatihan memasak anak asuh dapat dikembangkan dan berkolaborasi dengan UMKM dengan menciptakan daya saing usaha. Dengan memberikan apa yang dibutuhkan donatur maka para donatur dapat membantu pihak yayasan dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana. Memanfaatkan support Lembaga pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan dan Dalam ruang lingkup pemerintahan banyak sekali yang dapat diberikan seperti support dan bantuan. Menjalin hal baik dengan oranag pemerintah memudahkan pihak yayasan dalam pemenuhan kebutuhan dan lain sebagainya. Adanya publikasi berkala yayasan dapat memnbuat citra baik bagi pihak terkait. Strategi WO Strategi WO yakni mengatasi kelemahan perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang ada. Matriks SWOT Yayasan Ngawi Al-Munawwarah di atas memperoleh evaluasi strategi yakni sebagai berikut: Mengadakan Study Banding. Mengadakan kegiatan Study Banding pada yayasan yang lebih tersistem untuk belajar lebih dalam atau berdiskusi dalam menghadapi beragam karakter anak asuh dan pemberdayaan pengembangan anak asuh. Dengan adanya pertukaran pikiran atau diskusi tersebut maka akan ada solusi dan pembelajaran baru. Berkolaborasi dengan Lembaga SLB. Ada beberapa anak asuh yang memiliki kebutuhan khusus atau disebut ABK juga membutuhkan pendidikan, pengajaran dan pengembangan skill. Dengan berkolaborasi dengan lembaga semacam SLB atau Yayasan khusus pemberdayaan ABK maka meringankan pengasuh dalam mendidik anak tersebut. ABK juga memiliki hak yang serupa dengan anak asuh pada umumnya yakni memperoleh pendidikan dan dapat menyongsong kehidupan yang akan datang. 491 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 Berkolaborasi dengan Masyarakat berkompeten. Dengan berkolaborasi pada masyarakat berkompeten maka anak asuh dapat diberdayakan sesuai keinginan dan Seperti halnya berkolaborasi dengan wirausaha maka anak asuh tersebut bisa magang dan belajar. Dengan bantuan Yayasan maka anak asuh lebih memiliki kemampuan berusaha atau wirausaha dengan demikian anak asuh dapat Strategi WT Strategi WT yakni menekan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk mencegah Matriks SWOT Yayasan Ngawi Al-Munawwarah di atas memperoleh evaluasi strategi yakni sebagai berikut: Memperkuat program pemberdayaan agar mampu bersaing. Anak asuh sebagai objek utama pada yayasan sehingga kemampuan anak asuh harus bermanfaat dan jika dengan kemampuan tersebut bisa mengharumkan nama yayasan maka terciptalah satu citra baik pada yayasan dan anak asuh patut dibanggakan. Dengan adanya persaingan maka jiwa belajar akan senantiasa berkobar. Persaingan juga dapat memotivasi seseorang untuk selalu berlomba lomba dalam kebaikan. Memberikan konten emosional yang melibatkan ABK. Anak asuh ABK juga pantas diunggulkan dengan karyanya. Dengan membuat konten haru pada ABK bisa membuat sesorang terketuk untuk selalu bersyukur dan berbuat baik. Konten apapun jika bertujuan baik dan bermanfaat serta dapat mempengaruhi kepada kebaikan maka hal tersebut adalah konten dakwah. Menyewakan sarana prasarana yang ada untuk pemenuhan kebutuhan. Dengan adanya sarana prasarana yang bagus dan bermanfaat, dapat dijadikan manfaat bagi yang lainnya jika diambil sisi kebermanfaatannya. Seperti jika ada masyarakat membutuhkan tempat menjamu tamu dapat meminjam atau menyewa tempat atau sarana pra sarana Yayasan guna untuk dimanfaatkan kegunaanya. Hal itu tidak akan sia-sia. Dengan demikian hal tersebut saling membantu dan saling menguntungkan. Banyak pemecahan solusi yang diperoleh peneliti pada Panti Asuhan Ngawi AlMunawwarah dengan menggunakan metode analisis SWOT sebagai evaluasi organisasi lembaga untuk memperkecil masalah dalam ruang lingkup internal dan eksternal lembaga. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang penulis jelaskan pada bab sebelumnya, penulis membuat simpulan dalam penelitian Manajemen Strategi pada Pengembangan Sumber Daya Manusia di Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah sebagai berikut: Pada hasil analisis SWOT telah ditemukan beragam kegiatan atau program yang dapat meminimalisir masalah internal dan eksternal Yayasan dan dapat merealisasikan tujuan Pihak lembaga juga sudah melakukan evaluasi berkala untuk memajukan Banyak kegiatan atau program yang ditemukan oleh peneliti dalam analisis SWOT yang telah berjalan atau sedang proses realisasi dari hasil evaluasi pihak yayasan. Strategi SDM Panti Asuhan Ngawi Al-Munawawarah menggunakan berbagai strategi organisasi yakni. strategi agresif, konservatif, defensif, 492 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Umdah Izzatil Islam. Sobirin. Anjar Sulistyani Vol. No. : 485-493 kompetitif, diversifikasi dan preventif. Strategi inovatif belum terealisasikan. Adapun metode dan pengembangan anak asuh menggunakan pengembangan dasar yakni training, sekolah dan kursus. Dalam metode penyampaian program pengembangan menggunakan metode cerita atau ceramah, diskusi dan metode hukum dan ganjar untuk mengembangakan karakter anak asuh DAFTAR RUJUKAN Chusniati. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Yayasan Dana Sosial Mustahiq Surabaya. Skripsi UIN Sunan Ampel Surabaya, http://digilib. id/16770/ Iryana & Kawasati. Risky. Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif di STAIN Sorong. Jurnal Metode Penelitian, 20. https://osf. io/cy9de/download/?format=pdf Istiqomah & Andriyanto. Irsad. Analisis SWOT Dalam Pengembangan Bisnis (Studi Pada Sentra Jenang Di Desa Kaliputu Kudu. BISNIS : Jurnal Bisnis Dan Manajemen Islam,5. https://doi. org/10. 21043/bisnis. Putra. Y D, & Sobandi. Pengembangan Sumber Daya Manusia Sebagai Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran. Reventiary. Avian & Pradana. Mahir. Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Merek Customade (Studi di Merek Dagang Customade Indonesi. Jurnal Manajemen https://jurnalfe. id/index. php/manajemen/article/download/196/190/ Taufiqurokhman. Manajemen Strategik. Ed. by Ipank. Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama UNICEF. COVID-19 Krisis Global Terbesar yang Dialami Anak dalam 75 Tahun Sejarah Kami. https://w. org/indonesia/id/press-releases/covid-19-krisisglobal-terbesar-yang-dialami-anak-dalam-75-tahun-sejarah-kami-unicef Wahidah. Nihayatul. Strategi Pengembangan Panti Asuhan Yatim Piatu Ar-Rodiyah. Tembalang Semarang Jawa Tengah (Tinjauan Analisis Swot Kualitati. Skripsi: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. https://w. com/search?q=Strategi pengembangan panti asuhan yatim piatu ar-rodiyah, tembalangsemarang jawa tengah . injauan analisis swot kualitati. skripsi, nihayatul wahidah. &oq=strat e&aqs=chrome. Wijoyo. Suryanti. Anita R Rakhmaatullah, et al. Dampak Pandemi Terhadap Kehidupan Manusia Ditinjau Dari Berbagai Aspek. Penerbit Insan Cendekia Mandiri (Sumatra Barat: Insan Cendikia Mandiri, 493 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES