JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali melalui Kepuasan Wisatawan Ratih Nur Cahyati1*. Henny Welsa1. Muinah Fadhilah1 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Indonesia *Corresponding author email: ratihncahya@gmail. Article Info Article history: Received July 12, 2025 Approved August 08, 2025 Keywords: Interest in Returning. Quality Tourist Experience. Destination Image. Visitor Satisfaction ABSTRACT This study aims to determine the quality of tourist experiences and destination image on the intention to revisit through tourist satisfaction as an intervening variable. The population of this study is all tourists who have visited the Kartini Museum in Rembang, with a sample collection technique using purposive sampling. The number of samples used was 140 respondents. Data analysis was conducted using the partial least squares (PLS) SEM method based on variance, utilizing the SmartPLS software version 3. The results of the study indicate that tourist experience quality partially has a positive effect on the intention to revisit, destination image partially has a positive effect on the intention to revisit, tourist experience quality partially has a positive effect on visitor satisfaction, destination image partially has a positive effect on visitor satisfaction, and visitor satisfaction partially has a positive effect on the intention to revisit. Visitor satisfaction was found to mediate the relationship between tourist experience quality and the intention to revisit, while tourist satisfaction was found to mediate the relationship between destination image and the intention to revisit. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pengalaman wisatawan dan citra destinasi terhadap minat berkunjung Kembali melalui kepuasan wisatawan sebagai variabel intervening. Populasi penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah mengunjungi Museum Kartini Rembang, dengan Teknik pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sample yang digunakan sebanyak 140 responden. Pengolahan data menggunakan metode partial least square (PLS) SEM berbasis varian menggunakan perangkat lunak smartpls versi 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pengalaman wisatwan secara parsial berpengaruh positif terhadap minat berkunjung kembali, citra destinasi secara parsial berpengaruh positif terhadap minat berkunjung Kembali, kualitas pengalaman wisatawan secara parsial berpengaruh positif terhadap kepuasan pengunjung, citra destinasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kepuasan pengunjung, dan kepuasan pengunjung secara persial berpengaruh positif terhadap minat berkunjung kembali. Kepuasan pengunjung terbukti memediasi antara kualitas pengalaman wisatawan terhadap minat berkunjung kembali serta kepuasan wisatawan terbukti memediasi antara citra destinasi terhadap minat berkunjung kembali. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Cahyati. Welsa. , & Fadhilah. Kualitas Pengalaman Wisatawan dan Citra Destinasi Terhadap Minat Berkunjung Kembali Melalui Kepuasan Wisatawan Sebagai Variabel Intervening Museum Kartini Rembang. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1486Ae1505. https://doi. org/10. 55681/jige. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1486 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . PENDAHULUAN Indonesia memiliki kekayaan suku bangsa dan budaya yang mendukung potensi besar sektor pariwisata. Keanekaragaman alam, budaya, kuliner, dan sejarah menjadi daya tarik utama, menjadikan pariwisata sarana hiburan dan pelepas stres dari rutinitas (Sulistyanda, 2022. Susanto & Nursamsu, 2. Sebagai sumber devisa, pariwisata berkontribusi langsung terhadap ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, serta secara tidak langsung mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti akomodasi dan transportasi (Sri Fitriya, 2. Selain itu, pariwisata mencakup kegiatan perjalanan untuk rekreasi, budaya, atau bisnis yang menciptakan pengalaman berkesan dan memengaruhi niat wisatawan (Rasoolimanesh, 2. Agar pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan dengan lancar, seluruh pihak terkait perlu berpartisipasi dalam proses pengemasan. Untuk menghasilkan daya tarik utama di sebuah tujuan wisata, hal tersebut bertujuan untuk menciptakan citra yang kokoh. Para wisatawan akan mengevaluasi dan menilai destinasi tersebut sebelum membuat keputusan untuk berkunjung, sehingga citra suatu destinasi memiliki dampak yang besar terhadap tingkat kunjungan wisatawan (Sulistyafani. , 2. Citra destinasi sendiri merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan untuk mengunjungi sebuah tempat. Sebuah citra yang positif dapat menarik lebih banyak pengunjung dan mendorong mereka untuk berkunjung Kembali (Lestari. , 2. Citra destinasi adalah sekumpulan persepsi dan penilaian terhadap suatu tempat wisata, yang dibentuk dari informasi yang diterima dan diproses dari berbagai sumber. Hal ini dapat memengaruhi minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut kembali (Lestari. , 2. Di Rembang terdapat Museum kartini, sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Rembang yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan warisan Sejarah dan perjuangan Wanita Indonesia khususnya yang kita semua mengenalnya R. Kartini. Pak Idom yang merupakan penjaga Museum Kartini menjelaskan bahwasanya target pengunjung adalah anak-anak Banyak orang datang, terutama anak-anak sekolah dan wisatawan lokal dan asing, pada bulan April atau menjelang peringatan Hari Kartini. Selain itu, masyarakat yang datang pada akhir pekan sebagian besar terdiri dari keluarga yang memang sengaja mengajak anakanaknya ke museum. Museum Kartini telah menggunakan berbagai pendekatan untuk memastikan wisatawan berkunjung kembali, termasuk petugas yang ramah dan sigap. Selain itu. Museum Kartini telah berusaha untuk mempertahankan kualitas produknya dengan memperhatikan cara mengemas barang-barang sejarah dan mengatur ruang yang nyaman bagi Museum Kartini juga telah berusaha untuk mempromosikan. Jumlah pengunjung wisatawan Museum Kartini hingga saat ini belum memenuhi target yang ditetapkan yaitu 66. 000 pengunjung seperti tahun sebelum pandemik, meskipun telah memasuki periode pasca-pandemi Covid-19. Pandemi yang lalu memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, dan meskipun sudah ada pemulihan, jumlah pengunjung masih belum mencapai angka yang diharapkan seperti sebelum pandemi. Diharapkan pengunjung memiliki keinginan untuk kembali mengunjungi Museum Kartini Rembang, karena kesan positif saat kunjungan pertama sangat memengaruhi niat berkunjung ulang, yang berkaitan langsung dengan tingkat kepuasan wisatawan (Lestari et , 2. Kepuasan ini dipengaruhi oleh motivasi, pengalaman, persepsi, dan sikap (Sri Fitriya, 2023. Rohmah Nurazizah & Marhanah, 2. , serta terbentuk melalui pengalaman berwujud maupun tidak berwujud yang dirasakan pengunjung (Preko et al. , 2. Selain itu. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1487 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . kepuasan berperan sebagai mediator dalam membentuk niat kembali atau merekomendasikan destinasi (Rasoolimanesh et al. , 2. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam mengenai pengaruh kualitas pengalaman terhadap minat berkunjung ulang (Dwie Sulistyono, 2024. Febriana Nugraheni & Made Bayu Dirgantara, 2023. Noerhanifati et al. , 2020. Arum Sari & Najmudin, 2021. Martalia Diana, 2. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara kualitas pengalaman dan persepsi destinasi terhadap minat kunjungan ulang dengan kepuasan sebagai variabel intervening, dengan fokus pada Museum Kartini. Penelitian ini menjadi kontribusi awal yang membuka wawasan baru terhadap destinasi sejarah tersebut melalui judul: AuKualitas Pengalaman Wisatawan dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali melalui Kepuasan Wisatawan sebagai Variabel Intervening (Studi: Museum Kartin. METODE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pengalaman dan citra destinasi terhadap minat berkunjung kembali, dengan kepuasan wisatawan sebagai variabel Obyek penelitian adalah Museum Kartini Rembang dengan responden wisatawan yang pernah berkunjung, khususnya yang berusia minimal 17 tahun dan telah mengunjungi museum minimal dua kali. Sampel berjumlah 140 orang dipilih melalui metode purposive sampling, sesuai pedoman Hair . yang menyarankan minimal 10 responden per indikator dari total 14 Tiga jenis variabel digunakan dalam penelitian ini: variabel bebas . ualitas pengalaman dan citra destinas. , variabel intervening . epuasan pengunjun. , dan variabel terikat . inat berkunjung kembal. Kualitas pengalaman mencakup lima dimensi: sense, feel, act, think, dan relate, sedangkan citra destinasi terdiri dari citra kognitif, afektif, aksesibilitas, atraksi, dan pengalaman wisata. Semua indikator dirumuskan dalam definisi operasional yang mencerminkan bagaimana persepsi wisatawan memengaruhi kepuasan dan niat kunjungan Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring (Google For. yang menggunakan skala Likert, serta didukung oleh observasi dan studi kepustakaan. Data primer diperoleh langsung dari responden, sementara data sekunder berasal dari laporan BPS, jurnal, dan dokumen relevan lainnya. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SmartPLS, dengan kriteria nilai korelasi >0,7 dan CronbachAos Alpha Ou0,7. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, termasuk analisis deskriptif untuk melihat pola dan kecenderungan jawaban responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Data Penelitian Karakteristik data responden yang diambil dari Museum Kartini Rembang berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, asal daerah, pengeluaran wisata/tahun, frekuensi kunjungan dan sumber informasi sebagai berikut: Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Hasil klasifikasi responden berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini disajikan sebagai Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1488 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Tabel 1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelami Laki-Laki Perempuan Jumlah Nilai (%) Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini adalah laki-laki sebanyak 55 orang . ,7%), sedangkan perempuan berjumlah 85 orang . ,3%). Total responden adalah 140 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kunjungan wisatawan Museum Kartini Rembang adalah Perempuan. Responden Berdasarkan Usia Hasil klasifikasi responden berdasarkan usia dalam penelitian ini disajikan sebagai Tabel 2 Responden Berdasarkan Usia Usia . < 17-19 tahun 20Ae30 tahun 31Ae40 tahun 41Ae50 tahun > 50 tahun Jumlah Nilai (%) Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden berada dalam rentang usia 20Ae30 tahun sebanyak 80 orang . %). Kelompok usia 31Ae40 tahun mencakup 31 orang . %), diikuti oleh usia kurang dari 17Ae19 tahun sebanyak 26 orang . %). Sementara itu, responden dengan usia 41Ae50 tahun berjumlah 8 orang . %), dan tidak ada responden yang berusia di atas 50 tahun. Total responden adalah 140 orang . %). Responden Berdasarkan Pendidikan Hasil klasifikasi responden berdasarkan pendidikan dalam penelitian ini disajikan sebagai Tabel 3 Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Jumlah Nilai (%) SMA Lainnya Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1489 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki tingkat pendidikan S1 sebanyak 56 orang . ,3%). Kelompok berikutnya adalah lulusan SMA sebanyak 52 orang . ,2%), diikuti oleh lulusan D4 sebanyak 3 orang . ,1%). Sementara itu, responden dengan pendidikan D3 berjumlah 11 orang . ,1%). S2 sebanyak 3 orang . ,1%), dan S3 sebanyak 1 orang . ,6%). Selain itu, terdapat 5 orang responden . ,6%) dengan kategori pendidikan Total responden adalah 140 orang . %). Responden Berdasarkan Pekerjaan Hasil klasifikasi responden berdasarkan pekerjaan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut: Tabel 4. Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Nilai (%) Pelajar/Mahasiswa Swasta PNS Wiraswasta Lainnya Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa sebanyak 42 orang . ,6%). Kelompok berikutnya adalah responden yang bekerja di sektor swasta sebanyak 36 orang . ,4%), diikuti oleh wiraswasta sebanyak 26 orang . ,3%). Sementara itu, terdapat 15 responden . ,3%) yang berprofesi sebagai PNS, serta 21 responden . ,4%) dengan kategori pekerjaan lainnya. Total keseluruhan responden adalah 140 orang . %). Responden Berdasarkan Asal Daerah Hasil klasifikasi responden berdasarkan asal daerah dalam penelitian ini disajikan sebagai Tabel 5 Responden Berdasarkan Asal Daerah Asal Daerah Lokal Luar Daerah Mancanegara Jumlah (Kabupaten/Kota 77 Nilai (%) Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini berasal dari daerah lokal . abupaten/kota setempa. sebanyak 77 orang . %). Responden yang berasal dari luar daerah berjumlah 59 orang . %), sedangkan wisatawan mancanegara hanya 4 orang . %). Total keseluruhan responden adalah 140 orang . %). Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1490 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Responden Berdasarkan Pengeluaran Wisata/Tahun Hasil klasifikasi responden berdasarkan pengeluaran wisata/tahun dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut: Tabel 6 Responden Berdasarkan Pengeluaran Wisata/Tahun Pengeluaran Wisata/Tahun < Rp500 ribu < Rp1 juta Rp1-3 juta Rp3-5 juta Rp5-10 juta > Rp10 juta Jumlah Nilai (%) Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki pengeluaran wisata tahunan sebesar Rp1Ae3 juta sebanyak 49 orang . ,2%). Kelompok berikutnya adalah responden dengan pengeluaran kurang dari Rp1 juta, yaitu 27 orang . ,3%), dan disusul oleh responden dengan pengeluaran Rp3Ae5 juta sebanyak 27 orang . ,2%). Sementara itu, terdapat 23 responden . ,4%) yang memiliki pengeluaran kurang dari Rp500 ribu per tahun untuk wisata. Selain itu, sebanyak 9 responden . ,6%) mengeluarkan Rp5Ae10 juta, dan hanya 5 responden . ,4%) yang memiliki pengeluaran lebih dari Rp10 juta per tahun. Total keseluruhan responden dalam penelitian ini adalah 140 orang . %). Responden Berdasarkan Frekuensi Kunjungan Hasil klasifikasi responden berdasarkan frekuensi kunjungan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut: Tabel 7 Responden Berdasarkan Frekuensi Kunjungan Frekuensi Kunjungan 2 kali 3 kali Lebih dari 3 kali Jumlah Nilai (%) Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini telah mengunjungi destinasi wisata sebanyak 2 kali, yaitu sebanyak 60 orang . ,9%). Selanjutnya, responden yang melakukan kunjungan sebanyak 3 kali berjumlah 41 orang . ,3%). Sementara itu, sebanyak 39 responden . ,8%) telah melakukan kunjungan lebih dari 3 kali. Total keseluruhan responden dalam penelitian ini adalah 140 orang . %). Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1491 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Responden Berdasarkan Sumber Informasi Hasil klasifikasi responden berdasarkan sumber informasi dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut: Tabel 8 Responden Berdasarkan Sumber Informasi Sumber Informasi Jumlah Nilai (%) Media Sosial Rekomendasi Teman/Keluarga Iklan/Poster Lainnya Jumlah Seluruhnya Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, mayoritas responden dalam penelitian ini memperoleh informasi mengenai destinasi wisata melalui rekomendasi teman atau keluarga sebanyak 61 orang . ,6%). Kelompok berikutnya adalah responden yang mendapatkan informasi melalui media sosial sebanyak 51 orang . ,4%), diikuti oleh 18 responden . ,9%) yang mengetahui destinasi wisata ini melalui iklan atau poster. Sementara itu, sebanyak 10 responden . ,1%) memperoleh informasi dari sumber lainnya. Total keseluruhan responden adalah 140 orang . %). Analisis Deskriptif Analisis deskriptif yang digunakan meliputi deskripsi kumulatif dan deskripsi parsial sebagai Deskripsi Komulatif Minat Berkunjung Kembali (Y) Hasil dari deskripsi komulatif menunjukkan distribusi minat berkunjung kembali dari responden sebagai berikut: Tabel 9 Deskripsi Komulatif Minat Berkunjung Kembali Kategori Skore Jumlah Nilai (%) Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Netral (N) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Jumlah Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, hasil penyebaran kuesioner pada 140 responden, dapat dideskripsikan bahwa yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak 0 atau 0%. Tidak Setuju sebanyak 18 atau 2%. Netral sebanyak 123 atau 13%. Setuju sebanyak 406 atau 41%, dan yang menjawab Sangat Setuju sebanyak 433 atau 44%. Jumlah kumulatif adalah 980 dengan persentase 100%. Artinya, pada variabel minat berkunjung kembali, mayoritas responden menjawab Sangat Setuju. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1492 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Kualitas Pengalaman Wisatawan (X. Hasil dari deskripsi komulatif menunjukkan distribusi kualitas pengalaman wisatawan dari responden sebagai berikut: Tabel 10 Deskripsi Komulatif Kualitas Pengalaman Wisatawan Kategori Skore Jumlah Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tidak Setuju (TS) Netral (N) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Jumlah Sumber: Data Primer Diolah 2025 Nilai (%) Berdasarkan tabel di atas, hasil penyebaran kuesioner pada 140 responden, dapat dideskripsikan bahwa yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak 1 atau 0%. Tidak Setuju sebanyak 66 atau 2%. Netral sebanyak 388 atau 14%. Setuju sebanyak 1228 atau 44%, dan yang menjawab Sangat Setuju sebanyak 1117 atau 40%. Jumlah kumulatif adalah 2800 dengan persentase 100%. Artinya, pada variabel pengalaman wisatawan, mayoritas responden menjawab Setuju. Citra Destinasi (X. Hasil dari deskripsi komulatif menunjukkan distribusi citra destinasi dari responden sebagai berikut: Tabel 11 Deskripsi Komulatif Citra Destinasi Kategori Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Jumlah Skore (STS) (TS) (N) (S) (SS) Jumlah Sumber: Data Primer Diolah 2025 Nilai (%) Berdasarkan tabel di atas, hasil penyebaran kuesioner pada 140 responden, dapat dideskripsikan bahwa yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak 11 atau 1%. Tidak Setuju sebanyak 57 atau 2%. Netral sebanyak 359 atau 13%. Setuju sebanyak 1161 atau 41%, dan yang menjawab Sangat Setuju sebanyak 1212 atau 43%. Jumlah kumulatif adalah 2800 dengan persentase 100%. Artinya, pada variabel citra destinasi, mayoritas responden menjawab Sangat Setuju. Kepuasan Pengunjung (Z) Hasil dari deskripsi komulatif menunjukkan distribusi kepuasan pengunjung dari responden sebagai berikut: Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1493 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Tabel 12 Deskripsi Komulatif Kepuasan Pengunjung Kategori Skore Jumlah Nilai (%) Sangat Tidak Setuju (STS) 10 Tidak Setuju (TS) Netral (N) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Jumlah Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, hasil penyebaran kuesioner pada 140 responden, dapat dideskripsikan bahwa yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak 10 atau 1%. Tidak Setuju sebanyak 46 atau 2%. Netral sebanyak 282 atau 14%. Setuju sebanyak 873 atau 45%, dan yang menjawab Sangat Setuju sebanyak 749 atau 38%. Jumlah kumulatif adalah 1960 dengan persentase 100%. Artinya, pada variabel kepuasan pengunjung, mayoritas responden menjawab Setuju. Deskripsi Parsial Analisis ini menunjukkan data yang diperoleh dari responden terkait pernyataan-pernyataan yang telah diberikan dan mengkategorikannya ke dalam variabel penelitian sebagai berikut: Tabel 13 Deskripsi Parsial Minat Berkunjung Kembali Butir Ae Butir Kuesioner STS Nilai Rata Rata Rencana Mengunjungi Kembali Setelah Mengunjungi Museum Kartini, saya merasa tertarik untuk Kembali berkunjung. 0,00 0,71 12,86 45,00 41,43 4,27 Saya berencana mengajak teman atau keluarga saya untuk mengunjungi Museum Kartini lagi. 0,00 1,43 6,43 36,43 55,71 4,46 Minat Referensi Kunjungan Sayamenceritakan pengalaman saya di Museum Kartini kepada orang lain. 0,00 2,14 16,43 39,29 42,14 4,21 Museum Kartini adalah tempat saya percayai untuk merekomendasikan kepada orang lain yang ingin belajar tentang Sejarah. 0,00 1,43 12,14 44,29 42,14 4,27 Saya membicarakan Museum Kartini sebagai tujuan wisata yang menarik. 0,00 3,57 13,57 40,71 42,14 4,21 Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1494 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Minat Preferensi Kunjungan Jika saya mencari pengalaman edukatif. Museum Kartini adalah pilihan utama saya. 0,00 2,14 14,29 44,29 39,29 4,21 Museum Kartini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan destinasi wisata 0,00 1,43 12,14 40,00 46,43 4,31 Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan tabel di atas, pendapat responden terhadap variabel Minat Berkunjung Kembali (Y) dapat dijelaskan sebagai berikut: Rencana Mengunjungi Ulang Kembali Pada pernyataan "Setelah mengunjungi Museum Kartini, saya merasa tertarik untuk kembali berkunjung", 1 responden atau 0,71% menyatakan tidak setuju (TS), 18 responden atau 12,86% memilih netral (N), 63 responden atau 45,00% setuju (S), dan 58 responden atau 41,43% sangat setuju (SS). Pada pernyataan "Saya berencana mengajak teman atau keluarga saya untuk mengunjungi Museum Kartini lagi", 2 responden atau 1,43% tidak setuju (TS), 9 responden atau 6,43% netral (N), 51 responden atau 36,43% setuju (S), dan 78 responden atau 55,71% sangat setuju (SS). Minat Referensi Kunjungan Pada pernyataan "Saya menceritakan pengalaman saya di Museum Kartini kepada orang lain", 3 responden atau 2,14% menyatakan tidak setuju (TS), 23 responden atau 16,43% memilih netral (N), 55 responden atau 39,29% setuju (S), dan 59 responden atau 42,14% sangat setuju (SS). Pada pernyataan "Museum Kartini adalah tempat yang saya percayai untuk direkomendasikan kepada orang lain yang ingin belajar tentang sejarah", 2 responden atau 1,43% tidak setuju (TS), 17 responden atau 12,14% netral (N), 62 responden atau 44,29% setuju (S), dan 59 responden atau 42,14% sangat setuju (SS). Pada pernyataan "Saya membicarakan Museum Kartini sebagai tujuan wisata yang menarik", 5 responden atau 3,57% tidak setuju (TS), 19 responden atau 13,57% netral (N), 57 responden atau 40,71% setuju (S), dan 59 responden atau 42,14% sangat setuju (SS). Minat Preferensi Kunjungan Pada pernyataan "Jika saya mencari pengalaman edukatif. Museum Kartini adalah pilihan utama saya", 3 responden atau 2,14% tidak setuju (TS), 20 responden atau 14,29% memilih netral (N), 62 responden atau 44,29% setuju (S), dan 55 responden atau 39,29% sangat setuju (SS). Pada pernyataan "Museum Kartini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya", 2 responden atau 1,43% tidak setuju (TS), 17 responden atau 12,14% netral (N), 56 responden atau 40,00% setuju (S), dan 65 responden atau 46,43% sangat setuju (SS). Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1495 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Tabel 14 Pengalaman Wisatawan Butir Ae Butir Kuesioner STS F % F % Nilai RataRata Sense (Pengalaman Inder. Tampilan visual di Museum Kartini sangat menarik. 0,00 1,43 13,57 47,86 37,14 4,21 Dekorasi di dalam Museum membuat saya merasa lebih terhubung dengan Sejarah Kartini. 0,71 1,43 10,00 49,29 38,57 4,23 Suara pemandu atau audio penjelasan di Museum Kartini jelas. 0,00 4,29 12,86 39,29 43,57 4,22 Sentuhan tekstur kayu pada vitrin menambah kesan 0,00 1,43 23,57 40,00 35,00 4,09 Aroma di Museum Kartini menambah kenyamanan saya selama berkunjung 0,00 3,57 23,57 35,71 37,14 4,07 Area interaktif di Museum Kartini sangat nyaman untuk digunakan 0,00 2,86 20,71 44,29 32,14 4,06 Kebersihan di Museum Kartini sangat di jaga dengan baik. Feel (Pengalaman Afekti. 0,00 2,14 14,29 45,00 38,57 Saya merasa terinspirasi selama berkunjung di Museum Kartini. 0,00 0,71 14,29 43,57 41,43 4,25 Museum Kartini menciptakan suasana yang 0,00 2,86 14,29 47,86 35,00 4,13 Pengalaman saya di Museum Kartini tidak 0,00 1,43 14,29 49,29 35,00 4,18 4,20 Act (Pengalaman Fisik dan Gaya Hidup Pengalaman mengunjungi Museum ini membuat saya merasa lebih menghargai Sejarah Kartini. 0,00 1,43 14,29 50,00 34,29 4,16 Saya merasa terhubung 0 0,00 dengan Sejarah yang ditampilkan melalui pengamatan langsung di Museum Kartini. Think (Pengalaman Kognitif Kreati. 3,57 12,14 38,57 45,71 4,27 MuseumKartini 2,86 14,29 45,71 37,14 0,00 Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1496 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . memberikan wawasan yang mendalam mengenai Sejarah Kartini yang saya pelajari selama berkunjung. 4,17 Museum Kartini menyajikan Pengalaman yang memberikan pemahaman mendalam tentang perjuangan R. Kartini terhadap pemberdayaan Perempuan. 0,00 1,43 12,14 39,29 47,14 4,30 Berbagai pameran di Museum Kartini menginspirasi pemikiran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Sejarah dengan kehidupan saya saat 0,00 2,86 11,43 41,43 44,29 4,27 Saya merasa memperoleh pengetahuan baru tentang Sejarah yang diajarkan di Museum Kartini. 0,00 2,14 7,14 42,86 47,86 4,37 Museum Kartini memberikan kesempatan bagi saya untuk memperdalam pemahaman saya tentang Sejarah perjuangan Kartini 0,00 2,86 11,43 41,43 44,29 4,27 Pameran di Museum Kartini membantu saya untuk lebih memahami peran Perempuan dalam emansipasi Wanita. 0,00 1,43 10,71 43,57 44,29 4,30 Kunjungan saya ke Museum membuat saya merasa lebih terhubung dengan warisan Sejarah Kartini. 0,00 1,43 12,14 46,43 40,00 4,25 Museum Kartini membuat saya bisa lebih menghargai kiprah perjuangan emansipasi Wanita. 0,00 2,86 10,00 42,14 45,00 4,29 Relate (Pengalaman Identitas Sosia. Sumber: Data Primer Diolah 2025 Berdasarkan hasil analisis deskriptif, persepsi responden terhadap variabel Kualitas Pengalaman Wisatawan (X. secara umum menunjukkan penilaian positif, yang mencakup lima dimensi utama: Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1497 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Sense (Pengalaman Inder. Mayoritas responden setuju bahwa tampilan visual dan dekorasi museum menarik serta mendukung keterhubungan dengan sejarah Kartini. Audio dan kebersihan juga dinilai baik, meski sebagian kecil menyatakan ketidaknyamanan pada area interaktif dan aroma museum. Feel (Pengalaman Afekti. Sebagian besar pengunjung merasa terinspirasi, menikmati suasana museum, dan menganggap pengalaman mereka tak terlupakan. Ini mencerminkan adanya keterlibatan emosional yang positif selama kunjungan. Act (Pengalaman Fisik dan Gaya Hidu. Responden menunjukkan penghargaan tinggi terhadap sejarah Kartini dan merasa terhubung melalui pengamatan langsung terhadap koleksi museum. Think (Pengalaman Kognitif Kreati. Mayoritas responden menyatakan bahwa kunjungan ke Museum Kartini memperkaya wawasan sejarah dan memberi pemahaman yang mendalam tentang perjuangan Kartini serta nilai-nilai emansipasi perempuan. Relate (Pengalaman Identitas Sosia. Sebagian besar responden merasa kunjungan mereka memperkuat pemahaman akan sejarah perjuangan Kartini dan peran perempuan, serta mendorong rasa keterhubungan terhadap warisan sejarah tersebut. Secara keseluruhan, kualitas pengalaman wisatawan di Museum Kartini dinilai baik dan mencerminkan keberhasilan museum dalam memberikan pengalaman yang bermakna, meskipun ada aspek-aspek kecil yang masih dapat ditingkatkan, seperti kenyamanan area interaktif dan kejelasan suara di beberapa bagian. Tabel 15. Citra Destinasi Butir Ae Butir Kuesioner STS Cognitive Destination Image (Citra Kogniti. Museum Kartini dikenal 1 0,71 sebagai tempat yang penting untuk mempelajari Sejarah perjuangan Kartini. Nilai RataRata 0,71 7,86 44,29 46,43 4,35 Saya mengetahui bahwa Museum Kartini memiliki koleksi yang kaya tentang sejarah kehidupan Kartini. 0,00 2,14 9,29 51,43 37,14 4,30 Informasi yang saya peroleh tentang Museum Kartini cukup 0,71 2,14 8,57 32,86 55,71 4,37 Museum Kartini menyajikan informasi yang lengkap mengenai kehidupan sejarah Kartini. 1,43 2,14 20,00 38,57 37,86 4,15 Museum Kartini memiliki reputasi sebagai tempat pendidikan sejarah yang 0,00 2,14 18,57 45,71 33,57 4,11 Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1498 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Museum Kartini memberikan informasi yang objektif tentang sejarah R. Kartini. 0,00 Affective Destination Image (Citra Afekti. Kunjungan saya ke Museum 0 0,00 Kartini memberikan saya pengalaman yang 2,14 11,43 44,29 42,14 4,27 1,43 15,00 41,43 42,14 4,23 Saya merasa terkesan dengan koleksi yang ada di museum Kartini. 0,00 0,00 11,43 45,71 42,86 4,31 Kunjungan ke Museum Kartini membuat saya merasa bangga dengan perjuangan R. Kartini. 0,71 0,71 7,86 43,57 47,14 4,35 Saya merasa tersentuh oleh cerita yang disajikan di Museum Kartini. 0,00 2,86 12,14 40,71 44,29 4,27 Museum Kartini menimbulkan rasa kagum terhadap perjuangan Kartini. 0,71 2,86 12,86 37,14 46,43 4,29 Aksesibilitas Museum Kartini mudah dijangkau menggunakan transportasi umum atau 0,00 2,86 14,29 40,71 42,14 4,22 Lokasi Museum Kartini 0,71 3,57 12,86 41,43 41,43 4,17 Lokasi Museum Kartini mudah 0,71 2,86 17,14 35,71 43,57 4,16 Tanda atau petunjuk arah menuju Museum Kartini jelas 0,00 2,86 15,00 37,86 44,29 4,23 Jalan menuju Museum Kartini dalam kondisi baik. 0,71 2,86 18,57 40,71 37,14 4,10 0,00 2,86 15,00 37,86 44,29 4,23 Keberagaman Atraksi Wisata MuseumKartini menawarkan berbagai pameran yang menarik untuk dilihat. Saya menikmati program edukasi yang disediakan di Museum Kartini. 0,00 1,43 12,86 48,57 37,14 4,21 Museum Kartini memiliki ruang pamer yang menampilkan kisah hidup R. Kartini melalui foto dan suratsuratnya 0,71 0,00 12,86 45,00 41,43 4,34 Museum Kartini memiliki koleksi benda-benda peninggalan R. Kartini. 0,71 1,43 5,71 36,43 55,71 4,46 Sumber: Data Primer Diolah 2025 Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1499 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Analisis Inferensial Uji validitas konvergen dilakukan untuk menilai sejauh mana indikator mencerminkan konstruk yang dimaksud. Berdasarkan output SmartPLS, seluruh indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,7, yang menandakan bahwa setiap item instrumen menunjukkan validitas konvergen yang baik. Misalnya, indikator pada variabel Minat Berkunjung Kembali memiliki nilai loading faktor antara 0,798 hingga 0,813. Demikian pula, variabel Kualitas Pengalaman Wisatawan . ,787Ae0,. Citra Destinasi . ,840Ae0,. , dan Kepuasan Pengunjung . ,954Ae 0,. menunjukkan hasil serupa. Hasil ini memperkuat keabsahan konstruk yang digunakan. Validitas diskriminan diukur dengan teknik cross loading, yang membandingkan korelasi antar indikator dengan konstruk lain. Hasil menunjukkan bahwa korelasi setiap indikator terhadap konstruk induknya lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi terhadap konstruk lain. Hal ini mengonfirmasi bahwa tidak terjadi tumpang tindih antar konstruk, sehingga model dinyatakan memiliki validitas diskriminan yang memadai. Dari sisi reliabilitas, hasil pengujian menunjukkan bahwa semua variabel memenuhi kriteria reliabilitas konstruk, baik berdasarkan nilai CronbachAos Alpha maupun Composite Reliability, yang masing-masing berada di atas 0,7. Composite Reliability menunjukkan nilai antara 0,848 hingga 0,956, dengan nilai AVE (Average Variance Extracte. juga melebihi 0,50 untuk seluruh variabel. Dengan demikian, konstruk dalam model penelitian dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk pengujian lebih lanjut. Pengujian model fit dilakukan melalui sejumlah indeks, seperti SRMR. NFI, dan RMS Theta. SRMR menunjukkan nilai 0,069, lebih kecil dari ambang batas 0,10, sehingga model dinyatakan fit. Meskipun nilai RMS Theta sebesar 0,231 melebihi batas 0,12, secara umum model ini dianggap cukup memadai untuk dianalisis lebih lanjut, mengingat sebagian besar kriteria model fit terpenuhi. Model ini juga menunjukkan nilai NFI sebesar 0,762 yang mendekati nilai ideal 1, serta nilai d_ULS dan d_G yang masingmasing lebih kecil dari nilai pada interval kepercayaannya. Uji hipotesis menggunakan metode bootstrapping menunjukkan bahwa kelima hipotesis dalam penelitian ini terbukti signifikan. Hipotesis pertama (H. menunjukkan bahwa Kualitas Pengalaman Wisatawan berpengaruh signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali, dengan nilai koefisien 0,228 dan p-value 0,004. Hipotesis kedua (H. menyatakan bahwa Citra Destinasi berpengaruh signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali, dengan koefisien 0,480 dan p-value 0,000. Hipotesis ketiga (H. dan keempat (H. menunjukkan bahwa Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengunjung. Terakhir, hipotesis kelima (H. membuktikan bahwa Kepuasan Pengunjung berpengaruh signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali, dengan nilai koefisien 0,228 dan p-value 0,004. Analisis mediasi menunjukkan bahwa variabel Kepuasan Pengunjung mampu memediasi hubungan antara Kualitas Pengalaman dan Minat Berkunjung Kembali, dengan efek tidak langsung sebesar 0,130. Demikian pula. Kepuasan juga memediasi hubungan antara Citra Destinasi dan Minat Berkunjung Kembali dengan efek tidak langsung sebesar 0,076. Dalam kedua hubungan tersebut, nilai total effect menunjukkan signifikansi, yang memperkuat posisi Kepuasan sebagai variabel intervening yang penting dalam model. Secara keseluruhan, hasil analisis inferensial ini memberikan landasan empiris yang kuat bahwa baik kualitas pengalaman maupun citra destinasi memengaruhi minat wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang, dengan kepuasan sebagai elemen mediasi yang krusial. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan destinasi harus fokus tidak hanya pada pengalaman dan persepsi awal, tetapi juga memastikan tingkat kepuasan tinggi sebagai fondasi loyalitas wisatawan. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1500 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pengaruh kualitas pengalaman wisatawan terhadap minat berkunjung Kembali (H. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa Kualitas Pengalaman Wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung Kembali dengan nilai estimasi koefisien jalur sebesar 0,228, t-statistik sebesar 2,085, yang melebihi nilai kritis 1,96 untuk tingkat signifikansi 5%. P-value yang diperoleh adalah 0,004, lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H1 dinyatakan terbukti signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman wisatawan berperan penting dalam membentuk minat kunjung ulang ke Museum Kartini Rembang. Hal ini diperkuat oleh temuan deskriptif, di mana 55,71% responden sangat setuju berencana mengajak orang lain kembali mengunjungi museum, dan 47,86% sangat setuju merasa mendapatkan pengalaman sejarah baru. Namun, kenyamanan area interaktif masih menjadi catatan, karena 4 responden menyatakan tidak setuju, dengan rata-rata skor terendah sebesar 4,06%. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sulistyono. Sanaji. , & Artanti. serta didukung oleh studi sebelumnya (Dwie Sulistyono, 2024. Febriana Nugraheni & Made Bayu Dirgantara, 2023. Noerhanifati et al. , 2. yang menyatakan bahwa kualitas pengalaman berpengaruh signifikan terhadap niat kunjung ulang. Di sisi lain, hasil ini berbeda dengan penelitian yang menyatakan tidak ada pengaruh antara kualitas pengalaman dan minat berkunjung kembali (Arum Sari & Najmudin, 2021. Martalia Diana, 2. Temuan ini juga konsisten dengan Expectancy Disconfirmation Theory, yang menjelaskan bahwa kepuasan timbul saat pengalaman nyata sesuai atau melebihi harapan, sehingga mendorong kunjungan ulang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas pengalaman yang dirasakan oleh wisatawan, semakin tinggi pula keinginan wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang. Ini membuktikan bahwa kualitas pengalaman tidak hanya memengaruhi kepuasan sesaat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap keputusan wisatawan di masa mendatang. Pengaruh citra destinasi terhadap minat berkunjung Kembali Berdasarkan hasil pengujian, citra destinasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali, dengan nilai estimasi koefisien 0,480, t-statistik 5,040 (> 1,. , dan p-value 0,000 (< 0,. , sehingga hipotesis H2 dinyatakan diterima. Temuan ini diperkuat oleh data deskriptif yang menunjukkan 55,71% responden sangat setuju bahwa Museum Kartini memiliki koleksi peninggalan R. Kartini, dan persentase yang sama berencana mengajak orang lain untuk kembali berkunjung. Artinya, semakin positif citra destinasiAibaik dari aspek budaya, sejarah, maupun kenyamananAisemakin tinggi pula minat untuk kunjungan ulang. Meski begitu, masih ada kelemahan seperti kondisi akses jalan yang belum optimal dan persepsi museum sebagai destinasi edukatif utama yang belum maksimal. Hal ini mendukung teori Expectancy Disconfirmation, di mana citra destinasi membentuk ekspektasi awal, dan ketika kenyataan melampaui ekspektasi, maka akan muncul kepuasan yang mendorong niat kunjung ulang. Hasil ini sejalan dengan penelitian Sulistyafani et al. Siti Malikhah . , dan Noerhanifati et al. , serta diperkuat oleh studi Aldian Widipurnomo & Budi Santosa . Armianti et al. , dan Lestari et al. yang menyatakan bahwa citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1501 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Pengaruh kualitas pengalaman wisatawan terhadap kepuasan pengunjung Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa Kualitas Pengalaman Wisatawan berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Pengunjung, dengan nilai estimasi koefisien jalur besar 0,572, t-statistik sebesar 5,104, yang melebihi nilai kritis 1,96 untuk tingkat signifikansi P-value yang diperoleh adalah 0,000, lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H3 dinyatakan terbukti signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap Museum Kartini dipengaruhi oleh kualitas pengalaman selama kunjungan. Meskipun sebagian besar responden . ,43%) sangat setuju bahwa pameran disajikan secara menarik dan 47,86% merasa mendapatkan pengetahuan sejarah baru, masih terdapat kekurangan pada aspek kecepatan transaksiAisebanyak 5 responden tidak setuju bahwa proses pembelian tiket berjalan cepat, dengan skor rata-rata hanya 4,06. Hal ini mengindikasikan bahwa kecepatan layanan masih perlu ditingkatkan. Ketika pengunjung memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan sesuai harapan, hal tersebut meningkatkan kepuasan secara langsung. Temuan ini mendukung penelitian Naufalil Asyam Irsyadi . dan Ronaldo Sae et al. , yang menyatakan bahwa kualitas pengalaman berpengaruh terhadap kepuasan. Dukungan juga datang dari studi Desmi Ristia & Marlien . Pujiastuti . , dan Pujiastuti et al. Secara teoritis, hal ini sejalan dengan Expectancy Disconfirmation Theory (EDT) yang menjelaskan bahwa kepuasan terbentuk dari perbandingan antara harapan awal dan pengalaman nyata yang dirasakan. Maka, kualitas pengalaman menjadi elemen penting dalam menentukan tingkat kepuasan pengunjung. Pengaruh citra destinasi terhadap kepuasan pengunjung Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa citra destinasi berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Pengunjung, dengan nilai estimasi koefisien jalur besa 0,336, dengan t-statistik sebesar 2,649, yang melebihi nilai kritis 1,96 untuk tingkat signifikansi 5%. Pvalue yang diperoleh adalah 0,001, lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H4 dinyatakan terbukti signifikan. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa citra destinasi berperan penting dalam membentuk kepuasan pengunjung Museum Kartini. Sebanyak 55,71% responden sangat setuju bahwa museum memiliki koleksi peninggalan R. Kartini, dan 46,43% sangat setuju bahwa pameran disajikan dengan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa citra positif museum turut memperkuat kepuasan pengunjung. Namun, masih ada kelemahan, seperti kondisi akses jalan yang dinilai kurang baik oleh beberapa responden, dengan skor rata-rata hanya 4,10 dan 4 responden menyatakan tidak setuju. Temuan ini mendukung penelitian Wulandani . Sabrina Sungjaya1 . Caroline . Idroes . , serta Kurniawan & Mustika Ayu . , yang menyatakan bahwa citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan. Secara teoritis, hal ini selaras dengan Expectancy Disconfirmation Theory, yang menyebut citra destinasi membentuk ekspektasi awal wisatawan. Ketika pengalaman aktual sesuai atau melampaui ekspektasi tersebut, maka tercipta kepuasan. Dengan demikian, citra destinasi tidak hanya membentuk persepsi awal, tetapi juga berkontribusi dalam penilaian keseluruhan terhadap pengalaman kunjungan. Pengaruh kepuasan pengunjung terhadap minat berkunjung Kembali Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa Kepuasan Pengunjung berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali, dengan nilai estimasi koefisien jalur besa 0,228, dengan t-statistik sebesar 2,900, yang melebihi nilai kritis 1,96 untuk tingkat signifikansi 5%. Pvalue yang diperoleh adalah 0,004, lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, hipotesis H5 Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1502 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . dinyatakan terbukti signifikan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa proses transaksi di Museum Kartini masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal kecepatan pembelian tiket, dengan skor rata-rata terendah 4,06 dan 5 responden menyatakan tidak setuju. Meskipun demikian, sebagian besar pengunjung merasa puas, terbukti dari 46,43% responden yang sangat setuju bahwa pameran disajikan dengan menarik. Kepuasan ini berkontribusi langsung terhadap minat kunjungan ulang, seperti ditunjukkan oleh 55,71% responden yang menyatakan niat mengajak teman atau keluarga kembali ke museum. Hal ini menguatkan konsep Expectancy Disconfirmation Theory, yang menyatakan bahwa kepuasan muncul saat pengalaman aktual sesuai atau melebihi harapan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Fitriya . Malikhah et al. Darojat . Miftahul Jannah . Sulistyanda et al. , dan Rahmat Fajrin et al. , yang menyimpulkan bahwa kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung Artinya, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung, semakin besar pula kemungkinan mereka kembali mengunjungi destinasi tersebut. Pengaruh pengalaman wisatawan terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung terbukti mampu memediasi hubungan antara kualitas pengalaman wisatawan terhadap minat berkunjung kembali. Hubungan ini terkonfirmasi dengan efek langsung yang signifikan sebesar 0,228 (P-Value 0,. dan efek tidak langsung sebesar 0,130 (P-Value 0,. , sehingga total efek mencapai 0,358 (PValue 0,. Dengan demikian, kepuasan pengunjung terbukti mampu mediasi sebagai variabel intervening dalam hubungan kualitas pengalaman wisatawan terhadap minat berkunjung Pengaruh citra destinasi tawan terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung juga mampu memediasi hubungan antara citra destinasi terhadap minat berkunjung kembali. Hubungan ini ditunjukkan dengan efek langsung yang signifikan sebesar 0,480 (P-Value 0,. dan efek tidak langsung sebesar 0,076 (P-Value 0,. , dengan total efek sebesar 0,557 (P-Value 0,. Dengan demikian, kepuasan pengunjung terbukti mampu mediasi sebagai variabel intervening dalam hubungan citra destinasi terhadap minat berkunjung kembali. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis SmartPLS, disimpulkan bahwa kualitas pengalaman wisatawan dan citra destinasi berpengaruh positif terhadap minat berkunjung kembali, dengan masing-masing nilai estimasi 0,228 dan 0,480 serta p-value < 0,05, membuktikan hipotesis H1 dan H2. Kualitas pengalaman juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung . stimasi 0,. , begitu pula citra destinasi . stimasi 0,. , sehingga hipotesis H3 dan H4 Selanjutnya, kepuasan pengunjung berpengaruh positif terhadap minat berkunjung kembali . stimasi 0,. , mendukung hipotesis H5. Kepuasan terbukti menjadi variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas pengalaman maupun citra destinasi terhadap minat kunjungan Faktor dominan dalam penelitian ini adalah kualitas pengalaman terhadap kepuasan pengunjung, diikuti citra destinasi terhadap minat berkunjung kembali. Pengaruh Kualitas Pengalaman dan Citra Destinasi terhadap Minat Berkunjung Kembali A - 1503 Cahyati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . DAFTAR PUSTAKA