Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MITRAINDO PERKASA DI JAKARTA SELATAN 1*Gita Sartika, 2Tubagus Guruh Ramadhan STIE Miftahul Huda Subang. Jawa Barat. Indonesia Universitas Darma Persada. Jakarta. Indonesia gitaadjoe2@gmail. com, guruhramadhan80@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Mitraindo Perkasa di Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 responden dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan pengujian regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,174 > 1,. dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,3%. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,854 > 1,. dengan kontribusi pengaruh sebesar 40,4%. Kompensasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel atau . ,905 > 2,. dan diperoleh persamaan regresi Y = 6,648 0,434X1 0,406X2 serta memiliki kontribusi pengaruh sebesar 57,1%. Kata Kunci: Kompensasi. Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan. Abstract This study aims to determine the effect of compensation and work environment on employee performance at PT Mitraindo Perkasa in South Jakarta. The method used is explanatory research with a saturated sampling technique, where all members of the population are considered as the sample, resulting in 93 respondents for this study. The data analysis technique uses statistical analysis, including regression, correlation, determination, and hypothesis testing. The results of this study show that compensation has a positive and significant effect on employee performance, as proven by the hypothesis test where t-value > t-table or . 174 > 1. , with a contribution of 42. The work environment also has a positive and significant effect on employee performance, as proven by the hypothesis test where t-value > t-table or . 854 > 1. , with a contribution of 40. Compensation and the work environment simultaneously have a positive and significant effect on employee performance, as evidenced by the hypothesis test where F-value > F-table or . 905 > 2. and the regression equation obtained is Y = 6. 434X1 0. 406X2, with a total contribution of 57. Keywords: Compensation. Work Environment. Employee Performance. PENDAHULUAN Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Kesiapan dan pengelolaan sumber daya yang tepat akan memiliki nilai yang lebih ketika kondisi sangat membutuhkan. Terlebih melihat kenyataan sekarang ini dengan telah diberlakukannya perdagangan bebas semua pelaku bisnis tidak terkecuali PT Mitraindo Perkasa. terus memperkuat pangsa pasar dalam negeri sebagai salah satu langkah menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal itu karena kuatnya pertumbuhan sektor bisnis retail didalam negeri dan besarnya potensi pertumbuhan pasar dimasa yang akan datang. PT Mitraindo Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pemasaran property baik itu perumahan maupun ruko. Dalam menjalankan aktivitas kegiatannya perusahaan dituntut memberikan sumbangsih yang nyata pada owner, dengan demikian artinya perusahaan harus selalu survive dan handal sumber daya manusianya, oleh karena itu kinerja harus senantiasa diperhatikan. Kinerja dapat dinilai dari semangat kerja karyawannya. Salah satu pendorong optimalnya kinerja adalah pemberian kompensasi yang sesuai dari kinerja yang dihasilkan dalam menyelesaikan tugas karyawan tersebut. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari kekompensasian sering menjadi kendala dalam sebuah organisasi, rendahnya kekompensasian menjadi persoalan yang berulang-ulang terjadi, dan jelas hal tersebut jika dibiarkan akan menjadi persoalan yang rumit yang akan memiliki dampak pada integritas dan kinerja secara organisasi secara keseluruhan. Dari hasil prariset yang penulis lakukan, berikut ini ketimpangan yang terjadi dimana disaat perusahaan sedang menggalakkan program kinerja yang berdayaguna namun justru pada perusahaan ini kompensasi kerja menunjukkan trend yang kurang baik, kinerja yang optimal yang dapat memenuhi akseptasi perusahaan belum dijalankan sebagaimana mestinya, misalnya datang terlambat, sering meninggalkan pekerjaan sebelum pada waktunya dan lain-lain. Sumber daya manusia juga memiliki posisi sangat strategis dalam organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk pencapaian Untuk itulah maka eksistensi sumber daya manusia dalam organisasi sangat Guna mencapai kondisi yang lebih baik, maka dituntut adanya Manajemen terhadap sumber daya manusia secara memadai sehingga terciptalah sumber daya manusia yang berkualitas, loyal dan berprestasi. Manajemen sumber daya manusia merupakan usaha untuk mengerahkan dan mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi agar mampu berpikir dan bertindak sebagaimana yang diinginkan oleh organisasi. Dorongan karyawan dalam menjalankan kewajibannya menjadi pertaruhan yang juga sangat penting dalam sebuah organisasi. Dorongan atau keinginan dalam diri pribadi karyawan menggambarkan adanya kemauan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Apabila seseorang terlingkungan kerja, ia akan berusaha berbuat sekuat tenaga untuk mewujudkan apa yang diinginkannya. Namun belum tentu upaya yang keras itu akan menghasilkan kinerja yang diharapkan, apabila tidak disalurkan dalam arahan seorang pimpinan untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, upaya tersebut di atas diarahkan dan lebih konsisten dengan tujuan ke dalam sasaran organisasi. Organisasi juga dituntut mampu mengidentifikasikan kemauan para anggotanya yang menimbulkan kepuasan kerja melalui berbagai cara dengan memenuhi kebutuhan anggota organisasi, baik yang bersifat motivator sebagai faktor intrinsik maupun hygiene sebagai faktor ekstrinsik. Copyright A 2025 pada penulis Gita Sartika, et al. Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan. Hal: 556-566 DOI: https://10. 40/jpb. Kompensasi merupakan bagian dari kebijakan perusahaan dengan semua bentuk pembayaran yang dimaksudkan sebagai penghargaan balas jasa atas kinerja karyawan yang ditunjukkan oleh karyawan. Sebagai kunci pokok, sumber daya manusia dapat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan. Oleh karena itu berhasil tidaknya suatu organisasi atau institusi akan ditentukan oleh faktor manusianya atau karyawannya dalam mencapai tujuannya. Seorang karyawan yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. Semua karyawan disini adalah tenaga kerja yang bekerja dan menerima upah di dalam hubungan kerja dengan perusahaan dengan sumber daya manusia sebagai aset utama maka semua insan bank berusaha memiliki tanggung jawab dalam pencapaian pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan. Kinerja karyawan dapat ditingkatkan melalui pemberian kompensasi yang sehingga karyawan memiliki kinerja yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan. Kompensasi merupakan cara perusahaan dalam membantu karyawan yang bekerja di perusahaan demi meningkatkan standar hidup karyawan dan kebutuhankebutuhan setiap hari yang stiap tahunnya meningkat. Dengan adanya kompensasi yang di berikan perusahaan diharapkan kinerja dan kepuasan kerja karyawan Lingkungan kerja bagi suatu perusahaan juga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawannya. Bekerja di lingkungan yang nyaman seperti teman kerja yang siap untuk membantu dan berinteraksi satu sama lain saat bekerja bahkan pimpinan perusahaan memperlakukan semua karyawan sama sehingga dapat menghasilkan peningkatan kinerja karyawan serta kinerja seluruh Dengan demikian hubungan baik antara kondisi lingkungan dengan kondisi karyawan mencerminkan pengendalian yang menciptakan antusiasme untuk bersatu dalam organisasi dalam mencapai tujuan. Tujuan penetapan indikator kinerja utama di perusahaan diantaranya untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik. untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja dan melakukan evaluasi dari setiap indikator yang menjadi tolok ukur kinerjanya. Peningkatan kinerja disamping harus timbul upaya dalam diri karyawan juga disisi lain harus ada suatu manajemen yang baik. Manajemen tersebut harus merupakan suatu siklus tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Hasil evaluasi kinerja menjadi feedback bagi tahapan perencanaan Kompensasi adalah suatu bentuk pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memberikan imbalan atas prestasi kerja karyawan. Tujuannya agar kompensasi yang dibayarkan sebanding dengan peningkatan kinerja karyawan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan laba perusahaan dan menjaga kontinuitasnya. Menurut Hasibuan . , kompensasi mencakup segala bentuk pendapatan, baik dalam bentuk uang, barang, langsung maupun tidak langsung, yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada Kompensasi tidak hanya menjadi alat untuk memotivasi karyawan. Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 tetapi juga sebagai cara untuk menciptakan hubungan saling menguntungkan antara karyawan dan perusahaan. Lingkungan kerja, di sisi lain, mencakup seluruh sarana dan prasarana yang ada di sekitar karyawan saat melaksanakan pekerjaan. Lingkungan kerja ini mempengaruhi efisiensi dan kenyamanan dalam bekerja. Desain lingkungan kerja yang baik bertujuan untuk menciptakan hubungan yang kuat antara pekerja dan lingkungan tempat mereka bekerja, baik dalam aspek fisik, alat, maupun metode Sedarmayanti . mengungkapkan bahwa lingkungan kerja terdiri dari berbagai elemen, seperti alat dan bahan kerja, kondisi sekitar tempat bekerja, serta pengaturan kerja baik untuk individu maupun kelompok. Lingkungan kerja yang kondusif dapat meningkatkan produktivitas dan motivasi karyawan dalam menjalankan tugas mereka. Kinerja karyawan, menurut Mangkunegara . , merupakan hasil yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan. Kinerja ini mencerminkan seberapa efektif dan efisien seorang karyawan dalam memenuhi tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan. Kinerja yang baik sangat bergantung pada faktor-faktor seperti kompensasi yang diterima, lingkungan kerja yang kondusif, serta kemampuan individu dalam bekerja. Sehingga, untuk mencapai kinerja yang optimal, perusahaan harus mampu mengelola kedua faktor tersebut dengan baik METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PT Mitraindo Perkasa yang berlokasi di Jakarta Selatan dengan melibatkan populasi sebanyak 93 responden. Populasi tersebut juga menjadi sampel dalam penelitian ini, sehingga jumlah responden yang terlibat tetap 93 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif, di mana tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk melihat pengaruh secara parsial, tetapi juga secara simultan, yaitu bagaimana pengaruh keseluruhan variabel bebas terhadap variabel terikat yang ada. Untuk menganalisis data yang diperoleh, digunakan beberapa metode analisis yang terdiri dari uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Uji instrumen digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Sementara itu, uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi asumsi-asumsi dasar dalam analisis regresi, seperti normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan Setelah itu, analisis regresi dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar proporsi variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas, dan uji hipotesis dilakukan untuk menguji apakah ada pengaruh signifikan antara variabel-variabel yang diteliti. Metode-metode ini digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas dan objektif mengenai pengaruh variabel yang diteliti dalam konteks PT Mitraindo Perkasa di Jakarta Selatan. Semua langkah analisis tersebut dilakukan dengan tujuan agar penelitian ini menghasilkan temuan yang valid dan dapat diandalkan. Copyright A 2025 pada penulis Gita Sartika, et al. Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan. Hal: 556-566 DOI: https://10. 40/jpb. HASIL PENELITIAN Analisis Deskriptif Pada pengujian ini digunakan untuk mengetahui skor minimum dan maksimum, mean score dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Adapun hasilnya sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Analisis Descriptive Statistics Kompensasi (X. Lingkungan Kerja (X. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Kinerja Karyawan (Y) Mean Std. Deviation Valid N . Kompensasi diperoleh varians minimum sebesar 27 dan varians maximum 48 dengan mean score sebesar 3,754 dengan standar deviasi 4,340. Lingkungan kerja diperoleh varians minimum sebesar 26 dan varians maximum 46 dengan mean score sebesar 3,689 dengan standar deviasi 4,368. Kinerja karyawan diperoleh varians minimum sebesar 28 dan varians maximum 48 dengan mean score sebesar 3,791 dengan standar deviasi 4,120. Analisis Kuantitatif. Pada analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun hasil pengujian sebagai Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan variabel dependen jika variabel independen mengalami perubahan. Adapun hasil pengujiannya sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Kompensasi (X. Lingkungan Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi Y = 6,648 0,434X1 0,406X2. Dari persamaan tersebut dijelaskan sebagai berikut: Konstanta sebesar 6,648 diartikan jika kompensasi dan lingkungan kerja tidak ada atau nol, maka nilai kinerja karyawan sebesar 6,648 poin. Koefisien regresi kompensasi sebesar 0,434, angka ini positif artinya setiap Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 ada peningkatan kompensasi sebesar 0,434 maka kinerja karyawan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,434 poin. Koefisien regresi lingkungan kerja sebesar 0,406, angka ini positif artinya setiap ada peningkatan lingkungan kerja sebesar 0,406 maka kinerja karyawan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,406 poin. Analisis Koefisien Korelasi Analisis koefisien korelasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Correlationsb Kompensasi Kinerja (X. Karyawan (Y) Kompensasi (X. Pearson Correlation Kinerja Karyawan (Y) Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=93 Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,651 artinya kompensasi memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Tabel 4. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Correlationsb Lingkungan Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Pearson Correlation Sig. -taile. Kinerja Karyawan Pearson (Y) Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=93 Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,636 artinya lingkungan kerja memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Tabel 5. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Kompensasi dan Lingkungan Kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Copyright A 2025 pada penulis Gita Sartika, et al. Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan. Hal: 556-566 DOI: https://10. 40/jpb. Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja (X. Kompensasi (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,756 artinya kompensasi dan lingkungan kerja secara simultan memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Analisis Koefisien Determinasi Analisis koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui besarnya persentase pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Kompensasi (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,423 artinya kompensasi memiliki kontribusi pengaruh sebesar 42,3% terhadap kinerja karyawan. Tabel 7. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,404 artinya lingkungan kerja memiliki kontribusi pengaruh sebesar 40,4% terhadap kinerja karyawan. Tabel 8. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Kompensasi dan Lingkungan Kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja (X. Kompensasi (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,571 artinya kompensasi dan lingkungan kerja secara simultan memiliki kontribusi pengaruh sebesar 57,1% terhadap kinerja karyawan, sedangkan sisanya sebesar 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Hipotesis Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Uji hipotesis Parsial (Uji . Pengujian hipotesis dengan uji t digunakan untuk mengetahui hipotesis parsial mana yang diterima. Hipotesis pertama: Terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Hipotesis kedua: Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan. Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Kompensasi (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,174 > 1,. , dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap kinerja karyawan diterima. Tabel 10. Hasil Uji Hipotesis Lingkungan kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Lingkungan Kerja (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,854 > 1,. , dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan diterima. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Pengujian hipotesis dengan uji F digunakan untuk mengetahui hipotesis simultan yang mana yang diterima. Hipotesis ketiga Terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Tabel 11. Hasil Uji Hipotesis Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Sig. Copyright A 2025 pada penulis Gita Sartika, et al. Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan. Hal: 556-566 DOI: https://10. 40/jpb. Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja (X. Kompensasi (X. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,905 > 2,. , dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan diterima. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,651 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,3%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,174 > 1,. Dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara kompensasi terhadap kinerja karyawan Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,636 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 40,4%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,854 > 1,. Dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 6,648 0,434X1 0,406X2, nilai korelasi sebesar 0,756 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 57,1% sedangkan sisanya sebesar 42,9% dipengaruhi faktor lain. Pengujian hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,905 > 2,. Dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,3%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel, yakni 8,174 > 1,986, yang mengindikasikan bahwa kompensasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja. Selain itu, lingkungan kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 40,4%. Uji hipotesis yang dilakukan menghasilkan nilai t hitung 7,854, yang juga lebih besar dari t tabel, yakni 1,986, memperkuat argumen bahwa lingkungan kerja yang baik Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 dapat mendukung kinerja yang lebih baik. Secara keseluruhan, kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi gabungan sebesar 57,1%, sementara sisanya, yaitu 42,9%, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak teridentifikasi dalam penelitian ini. Uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung 59,905 lebih besar dari F tabel 2,710, yang menegaskan bahwa kedua faktor ini secara bersama-sama memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penulis memberikan beberapa saran untuk Pertama, perusahaan disarankan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kerja guna menciptakan kenyamanan bagi karyawan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja mereka. Kedua, penting bagi perusahaan untuk memberikan semangat dan apresiasi yang layak kepada karyawan, agar mereka tetap termotivasi dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Terakhir, untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, perusahaan harus lebih memaksimalkan pemberdayaan karyawan dengan menegakkan peraturan yang jelas dan memberikan kompensasi yang lebih intensif. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja yang lebih optimal di masa depan DAFTAR PUSTAKA