PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1, 2026 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Literasi Keuangan. Lifestyle Hedonis dan Sikap Keuangan Pribadi terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa pengguna Shopee Paylater Sabrina Afri Aryana 1*. Linda Ayu Oktoriza 2. Diana Puspitasari 3. Vicky Oktavia 4 211202207747@mhs. id 1*, lindaayu. okt@dsn. id 2, dianapuspitasari718@dsn. id 3, vicky. oktavia@dsn. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Indonesia 1*, 2, 3, 4 Abstrak Teknologi digital yang terus berkembang telah mempengaruhi perilaku konsumsi masyarakat yang didukung dengan salah satu layanan yaitu Shopee Paylater yang memudahkan pengguna dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, lifestyle hedonis, dan sikap keuangan pribadi terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee Paylater di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner sebanyak 190 responden menggunakan teknik pusposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan software SmartPLS versi 4. Hasil menunjukan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee Paylater. Lifestyle hedonis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee Paylater. Hasil penelitian ini menegaskan relevansi Theory of Planned Behavior (TPB) pentingnya faktor kognitif dan psikologis dalam pengambilan keputusan finansial yang dipengaruhi oleh sikap dan pemahaman individu terhadap keuangan, serta dorongan gaya hidup hedonis. Temuan ini juga dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi dan penyedia layanan Paylater dalam meningkatkan edukasi keuangan agar mahasiswa lebih bijak dalam pengambilan keputusan Kata Kunci: Literasi Keuangan. Lifestyle Hedonis. Sikap Keuangan Pribadi. Perilaku Keuangan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital di Indonesia telah menciptakan transformasi besar dalam sistem keuangan dan perilaku konsumsi masyarakat. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia . , tingkat penetrasi internet di negara ini diproyeksi mencapai 80,55%, hal ini menunjukan meluasnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk operasional keuangan. Salah satu wujud transformasi tersebut adalah fintech . inancial technolog. yang terus tumbuh di Indonesia. Indonesia menjadi salah satu pasar fintech yang paling progresif di ASEAN (Riofita, 2. Keberadaan fintech berkembang seiring kemajuan teknologi yang menghadirkan inovasi untuk mempermudah aktivitas manusia, fintech berperan sebagai layanan transaksi yang memberikan kemudahan dalam proses pembayaran (Riofita, 2. Di tengah masyarakat, layanan Buy Now. Pay Later (BNLP) atau yang sering disebut PayLater menjadi salah satu inovasi fintech yang berkembang dengan sangat cepat. Pelanggan dapat membeli produk atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya nanti menggunakan layanan ini. Per Agustus 2025, terdapat 29,33 juta pelanggan aktif layanan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1024 BNLP di Indonesia, dan utang masyarakat mencapai Rp24,33 triliun, menurut statistik Otoritas Jasa Keuangan . Angka ini menunjukan pertumbuhan tahunan yang tinggi serta peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Dari berbagai penyedia layanan BNLP. Shopee PayLater menjadi yang paling populer di Indonesia dibandingkan layanan PayLater lainnya seperti GoPay Later. Traveloka PayLater. Kredito PayLater Applications dan Akulaku PayLater (GoodStats, 2. Shopee PayLater atau yang biasa dikenal SPayLater menjadi daya tarik tersendiri karena pembayaran tanpa kartu kredit, batas kredit yang mudah diakses, dan insentif seperti pengiriman gratis dan potongan harga yang mendukung fleksibilitas berbelanja bagi pengguna e-commerce (Shopee, 2. Kemudahan ini membuat PayLater banyak digunakan oleh kelompok usia 18-25 tahun yaitu mahasiswa dan pekerja muda setelah didominasi kelompok usia 26-35 tahun pada urutan pertama (Databoks, 2. Meskipun layanan BNLP menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, kurangnya pemahaman konsumen terhadap ketentuan pembayaran dapat meningkatkan risiko pengeluaran berlebihan, peningkatan utang, serta tekanan finansial, terutama di kalangan pengguna muda (S. Kumar & Nayak, 2. Kondisi tersebut sejalan dengan fenomena keterlambatan pembayaran di kalangan mahasiswa yang belum memiliki kemampuan pengelolaan yang matang (BBC News Indonesia, 2. PayLater memicu pembelian impulsif dan kesulitan keuangan pada mahasiswa, dengan 32% terlambat bayar dan menghadapi denda serta bunga (Harfian et al. , 2. Kondisi ini menggambarkan adanya masalah perilaku keuangan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Perilaku keuangan berkaitan dengan aktivitas individu mengenai pengelolaan, alokasi dan pemanfaatan sumber daya keuangannya (Devi et al. , 2. Fenomena perilaku keuangan mahasiswa pengguna PayLater juga didorong oleh meningkatnya gaya hidup hedonis (Hariyani, 2. Mahasiswa sering kali menggunakan PayLater untuk memenuhi gaya hidup modern, seperti mengikuti tren busana (OOTD) (Raihanah, 2. Pahadal sebagian besar mahasiswa memiliki pendapatan terbatas yang bersumber dari uang bulanan orang tua atau pekerjaan paruh waktu. Menurut Infokuliah. rata-rata pengeluaran mahasiswa di Semarang berkisar mulai Rp1,350,000 hingga Rp4,200,000 juta perbulan alokasi dana tersebut digunakan untuk kebutuhan akademik dan kehidupan sehari-hari, hingga kebutuhan sosial. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa berisiko menghadapi masalah pada keuangan pribadi. Literasi keuangan merupakan penentu signifikan perilaku keuangan mahasiswa. Agar setiap orang dapat mengelola keuangan dan menetapkan prioritas secara efisien, literasi keuangan merupakan kemampuan yang penting. (Angelista et al. , 2. Orang yang kurang memiliki literasi keuangan cenderung menanggung beban utang yang besar dan sedikit tabungan, yang meningkatkan risiko mereka mengalami kesulitan keuangan. (Das & Maji, 2. Data Survei Literasi dan Inklusi Keuangan (SLINK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK, 2. , masyarakat Indonesia menunjukan tingkat literasi keuangan sebesar 66,46%, meningkat dari tahun sebelumnya. Namun, peningkatan literasi keuangan belum sepenuhnya tercermin pada keuangan yang sehat, terutama pada mahasiswa pengguna PayLater. Bahaya bunga, denda keterlambatan, dan dampak jangka panjang penggunaan PayLater, yang berlebihan terhadap kondisi keuangan seseorang sering kali tidak dipahami oleh mahasiswa dengan literasi keuangan yang rendah. Selain literasi keuangan, lifestyle hedonis juga memengaruhi perilaku keuangan Hedonisme mencerminkan orientasi terhadap kesenangan dan pemenuhan keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan kondisi finansial jangka panjang (Ardiansyah & Sulton, 2. Mahasiswa dengan gaya hidup hedonis sering kali menggunakan PayLater untuk memenuhi keinginan daripada kebutuhan, karena mereka kurang mampu mengendalikan pengeluaran yang pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan finansial (CNBC, 2. Akibatnya mereka akan kesulitan menabung, investasi atau memenuhi kebutuhan akademik lainnya. Kondisi ini sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau kebiasaan sehari-hari. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1025 Sikap keuangan pribadi menjadi faktor lain yang mempengaruhinya. Menurut Rohmanto & Susanti . , sikap keuangan pribadi adalah opini atau keyakinan seseorang dalam mengelola keuangannya. Mahasiswa yang mengembangkan sikap keuangan yang baik akan mampu mengelola dan mengawasi pengeluaran mereka. Mahasiswa yang mampu mengelola keuangannya dengan bijak menunjukan sikap keuangan positif dan cenderung menghindari perilaku yang konsumtif akibat kebutuhan serta keinginan yang tak terbatas (Angelista et al. , 2. Sebaliknya, sikap keuangan yang negatif dapat memperburuk dan meningkatkan risiko gagal bayar pada layanan PayLater. Dengan demikian, literasi keuangan, lifestyle hedonis, dan sikap keuangan pribadi secara bersamasama berpotensi memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa pengguna PayLater. Hasil kajian terdahulu menunjukan temuan beragam. Berdasarkan penelitian Ardiansyah & Sulton . mengindikasikan adanya pengaruh positif dan signifikan literasi keuangan terhadap perilaku keuangan. Sedangkan Putri & Susanti . menyatakan literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Temuan lain terkait lifestyle hedonis menunjukan hasil yang berbeda pula. Temuan dari Awaludin & Widiastuti . , menyatakan lifestyle hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Sedangkan penelitian Ardiansyah & Sulton . menjelaskan bahwa lifestyle hedonis tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Di mana penelitian yang dilakukan Angelista et al. , menyatakan bahwa sikap keuangan pribadi berpengaruh positif dan terhadap perilaku keuangan. Berbeda dengan penelitian S. Wahyuni et al. menjelaskan bahwa sikap keuangan pribadi tidak berpengaruh terhadap perilaku Perbedaan hasil penelitian ini menunjukan adanya inkonsistensi hasil penelitian sebelumnya terkait literasi keuangan, lifestyle hedonis dan sikap keuangan pribadi terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater masih memerlukan pembuktian empiris lebih lanjut. Berdasarkan fenomena empiris, data aktual, dan reasearch gap yang ada, penelitian ini memiliki urgensi untuk dilakukan guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana literasi keuangan, lifestyle hedonis, dan sikap keuangan pribadi memengaruhi perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Kota Semarang. Studi ini juga memiliki kebaruan karena secara spesifik mengkaji perilaku keuangan mahasiswa pengguna PayLater di era digital yang masih jarang diteliti di Universitas Dian Nuswantoro Kota Semarang. Hasil studi ini diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan penelitian tentang pengelolaan keuangan pribadi dan membantu mahasiswa dalam menerapkan kebiasaan keuangan yang lebih hati-hati dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) oleh Icek Ajzen sebagai pengembangan dari Teori Tindakan Beralasan (TRA). TPB menyatakan bahwa perilaku aktual merupakan hasil gabungan dari niat berperilaku serta keyakinan individu mengenai kemampuan diri untuk mengendalikan tindakan tersebut (Ajzen, 1. Teori ini menyatakan bahwa tiga komponen utama kontrol perilaku yang dirasakan, norma subjektif dan sikap terhadap perilaku membentuk niat yang kemudian memengaruhi perilaku individu (Ajzen, 1. Perilaku keuangan didasarkan pada Teori Perilaku Terencana (TPB) dengan tindakan rasional berdasarkan pada asumsi bahwa manusia bertindak logis, mempertimbangkan semua infomasi yang tersedia, secara langsung dan tidak langsung serta dampak dari tindakan yang mereka lakukan. Literasi keuangan berhubungan dengan perceived behavior control, sebab pengetahuan dan kemampuan finansial meningkatkan keyakinan individu dalam mengelola pengeluaran dan memahami kredit digital akan mendorong perilaku keuangan yang baik. Lifestyle hedonis diasumsikan dengan subjective norms yang memiliki pola konsumsi berlebihan biasanya dipengaruhi oleh tekanan sosial menyebabkan mahasiswa terdorong untuk menggunakan PayLater. Serta sikap keuangan pribadi sejalan dengan konstruk attitude toward the behavior pada TPB sikap seseorang terhadap pengelolaan keuangan terbentuk dari keyakinan individu mengenai pentingnya Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1026 mengelola keuangan yang baik, evaluasi terhadap konsekuensi dari perilaku keuangan yang dilakukan, serta penilaian subjektif mengenai manfaat atau risiko dari setiap keputusan finansial. Secara keseluruhan Theory of Planned Behavior memberikan kerangka komprehensif untuk memahami bagaimana faktor kognitif, faktor afektif, faktor sosial dan persepsi kontrol diri berinteraksi dalam membentuk niat serta perilaku keuangan individu. Dengan demikian Theory of Planned Behavior sebagai landasan teori dalam penelitian ini, dikarenakan mampu menjelaskan perilaku yang melibatkan proses kognitif dan rasional, seperti pengambilan keputusan keuangan. Faktor psikologis, sosial dan kontrol diri dapat diintegrasikan dengan variabel lain seperti literasi keuangan, lifestyle hedonis dan sikap keuangan pribadi. Menurut Devi et al. mendefinisikan perilaku keuangan sebagai penerapan ilmu psikologi dalam bidang keuangan. Selanjutnya Rai et al. , menegaskan bahwa perilaku keuangan merupakan kategori pengambilan keputusan dan tindakan yang berkaitan dengan bagaimana individu mengelola keuangan pribadinya. Perilaku keuangan mengacu pada sikap dan tindakan individu dalam mengambil keputusan yang bijaksana untuk mencegah kesulitan di masa mendatang (Agustina et al. , 2. Secara keseluruhan, perilaku keuangan mencerminkan interaksi antara elemen psikologis, praktis, dan preventif yang penting untuk membangun kesejahteraan finansial yang Menurut Suyanto . indikator perilaku keuangan meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, membuat anggaran pengeluaran, mencatat pengeluaran secara teratur, mengalokasikan dana sesuai kebutuhan, dan menabung. Menurut Kanth et al. , literasi keuangan adalah sumber daya fundamental yang berperan dalam peningkatan kesejahteraan finansial individu. Sadeeq . , mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam membuat keputusan keuangan yang bijak guna mendorong kesejahteraan finansial jangka panjang serta menyesuaikan diri dengan perubahan konsisi keuangan yang terus berkembang. Selaras dengan hal tersebut Wahyuni & Setiawati . mengemukakan bahwa literasi keuangan mencakup pemahaman mengenai konsep keuangan serta kemampuan dalam menerapkannya untuk kualitas hidup seseorang. Sehingga dari penjabaran diatas bahwa literasi keuangan membantu individu memahami cara mengatur, merencanakan, dan menggunakan uang dengan bijak sehingga menghindari risiko finansial, seperti utang berlebihan atau kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Dengan membuat keputusan finansial yang tepat, seperti berinvestasi, menabung dan menjaga pengeluaran dalam batas yang wajar dapat lakukan oleh individu yang memiliki pemahaman keuangan yang kuat. Menurut Anjarwati et al. , literasi keuangan dapat diukur melalui indikator pengetahuan keuangan pribadi secara keseluruhan, tabungan dan pinjaman, asuransi, dan investasi. Lifestyle hedonis merupakan pandangan hidup yang mengutamakan pencapaian kenikmatan dan kesenangan sebagai tujuan utama kehidupan (Apriyanti et al. , 2. Selain itu, menurut Awaludin & Widiastuti . , lifestyle hedonis merupakan pola hidup yang berorientasi pada kesenangan, ditunjukan dengan kebiasaan menghabiskan waktu untuk hiburan, membeli barang tanpa kebutuhan yang jelas, dan selalu berusaha mendapatkan perhatian dari orang lain. Menurut Hadi et al. lifestyle hedonis memiliki artian bahwa individu yang fokus mencari kesenangan secara berlebihan tanpa memikirkan dampaknya di masa depan. Berdasarkan kajian tersebut, lifestyle hedonis sering dikaitkan dengan budaya konsumerisme modern, di mana media sosial dan iklan memperkuat dorongan untuk kesenangan instan. Meskipun dapat memberikan kepuasan jangka pendek, penelitian menunjukan risiko seperti utang, kecanduan, atau isolasi sosial. Menurut Rohmanto & Susanti . Indikator dari lifestyle hedonis adalah adalah kegiatan . , minat . , serta pendapat . Menurut Kumaidah et al. , sikap keuangan pribadi adalah bagaimana seseorang menerapkan prinsip keuangan dalam mengelola sumber daya dan mengambil keputusan secara tepat untuk mempertahankan nilai. Wahyuni et al. mendefinisikan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1027 sikap keuangan pribadi sebagai cara pandang, persepsi, dan penilaian terhadap kondisi atau keadaan keuangannya. Sikap keuangan pribadi juga berkaitan dengan kendala yang dialami mahasiswa, sikap ini bisa dipahami sebagai pandangan yang meliputi aspek kepercayaan diri, pengembangan diri, dan rasa aman dalam mengelola keuangan (Wahyuni et al. Pada intinya, sikap keuangan pribadi mengintegrasikan unsur praktis, intelektual, dan emosional, yang krusial untuk meningkatkan ketahanan finansial dan kualitas hidup. Menurut Ristati et al. Indikator dari sikap keuangan pribadi adalah orientasi keuangan pribadi, keamanan finansial, dan menilai keuangan pribadi. Pengaruh Literasi keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Shi et al. , berpendapat bahwa literasi keuangan merupakan pengetahuan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan keuangan yang bijak dan efektif. Pengetahuan ini membantu individu menentukan pilihan keuangan yang sesuai serta memanfaatkan berbagai peluang finansial yang ada. Dengan ini, pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan muncul karena individu dengan pemahaman yang baik tentang keuangan cenderung lebih termotivasi untuk mengendalikan diri, sehingga dapat mengatur penggunaan dana secara efektif dan menghasilkan sikap positif dalam perilaku keuangan (Suyanto, 2. Individu dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung lebih mampu menghadapi kompleksitas sistem keuangan, memahami berbagai peluang finansial, serta merancang perencanaan yang lebih efektif untuk mencapai keamanan finansial di masa depan (Rai et al. , 2. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh (Ardiansyah & Sulton, 2. , menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Dengan demikian, hal ini dapat diuji melalui hipotesis: H1: Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater Pengaruh Lifestyle Hedonis Terhadap Perilaku Keuangan Kemampuan untuk menikmati kehidupan tanpa batasan, khususnya dalam lingkungan perkuliahan, menjadi faktor utama yang memperkuat lifestyle hedonis di kalangan mahasiswa (Ardiansyah & Sulton, 2. Individu yang memiliki fleksibilitas dalam pengambilan keputusan keuangan cenderung tidak sebatas memenuhi kebutuhan dasar, namun juga memenuhi keinginan pribadinya (Kanth et al. , 2. Menurut Mashilo et al. menunjukan bahwa dorongan hedonis dapat meningkatkan kecenderungan belanja impulsif pada konsumen. Faktor hedonis terbukti membentuk perilaku individu melalui pola penggunaan media sosialnya dan persepsi terhadap kenikmatan dan kegunaannya (Habib & Almamy, 2. Untuk menghindari lifestyle hedonis yang berlebihan, mahasiswa perlu mengelola keuangan dengan baik. Beberapa penelitan menyatakan bahwa lifestyle hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa, pernyataan ini didukung oleh penelitian (Awaludin & Widiastuti. Hal ini dapat diuji menjadi hipotesis: H2: Lifestyle hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater Pengaruh Sikap Keuangan Pribadi Terhadap Perilaku Keuangan Sikap keuangan yang positif, seperti kebiasaan menabung, kesiapan menghadapi masa pensiun, serta rendahnya kecemasan terhadap kondisi finansial, menunjukan adanya tingkat pemahaman keuangan yang lebih tinggi (Rai et al. , 2. Individu yang mampu membayar tagihan tepat waktu, mengelola pinjaman dengan baik, serta membelanjakan uang sesuai anggarannya umumnya menunjukan sikap positif dalam penggunaan layanan PayLater (P. Kumar et al. , 2. Individu yang memiliki pemahaman keuangan yang memadai biasanya lebih condong untuk menunjukan sikap keuangan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1028 yang positif dan pada akhirnya mendorong terbentuknya perilaku keuangan yang lebih baik (Jamali et al. , 2. Hal ini akan membantu dalam menghindari masalah seperti hutang dan kebiasaan menghamburkan uang. Maka sikap keuangan pribadi menjadi elemen krusial yang mempengaruhi cara individu mengelola dan memanfaatkan keuanganya secara efektif. Penelitian yang dilakukan Angelista et al. , menyatakan bahwa sikap keuangan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Hal ini dapat diuji menjadi hipotesis: H3: Sikap keuangan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater Kerangka Penelitian Gambar 1. Kerangka Berpikir Sumber: Olahan Data penulis . Metode Analisis Penelitian ini dilakukan pada tahun 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, pendekatan kuantitatif adalah bentuk metode penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data berbentuk angka untuk mengukur variabel serta menguji hubungan antar variabel secara objektif dan terukur, biasanya menggunakan statistik. Penelitian ini menggunakan data primer, yaitu data yang dikumpulkan secara langsung dari partisipan melalui kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro yang menggunakan layanan Shopee Paylater, yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen sebanyak 1939 orang dan Program Studi Akuntansi sebanyak 552 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling melalui pendekatan pusposive sampling, yakni pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yaitu mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah menempuh mata kuliah Manajemen Keuangan dan menggunakan Shopee PayLater. Menurut Hair et al. , ukuran sampel yang ideal berada pada kisaran 100 hingga 200 responden dan dapat disesuaikan dengan jumlah indikator dalam kuesioner. Jumlah sampel biasanya dihitung menggunakan rumus 5-10 dikali jumlah indikator yang Dalam penelitian ini terdapat 15 indikator pertanyaan, maka perhitunganya adalah . Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah sampel minimum yang diperlukan adalah minimal 150 responden. Dengan mempertimbangkan kondisi penelitian, peneliti memutuskan untuk menggunakan 190 responden, karena jumlah tersebut dinilai mampu mewakili populasi dan sesuai dengan pedoman yang dikemukakan oleh (Hair et , 2. Penelitian ini menggunakan analisis data Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Pemilihan metode ini didasarkan pada model penelitian Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1029 yang melibatkan beberapa variabel independen . iterasi keuangan, lifestyle hedonis, sikap keuangan pribad. dan satu variabel dependen . erilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLate. SmartPLS dipilih karena mampu menganalisis hubungan antar variabel dengan jumlah sampel terbatas dan lebih fleksibel. Analisis PLS dilakukan melalui dua tahapan: . Evaluasi model pengukuran . uter mode. untuk melalui uji validitas konvergen (Outer Loadings dan AVE), validitas diskriminan (Fornell-Larcker Criterion. Cross Loadings dan Heterotrait-monotrait ratio (HTMT), dan uji reliabilitas (CronbachAos Alpha dan Composite Reliabilit. Evaluasi model struktural . nner mode. untuk melihat kekuatan hubungan antar variabel melalui nilai R-square. F-Square dan nilai P-value. Metode ini memberikan hasil yang valid dan andal dalam menguji pengaruh literasi keuangan, lifestyle hedonis dan sikap keuangan pribadi terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Outer Model Hair et al. menjelaskan bahwa outer model mengambarkan hubungan langsung antara variabel laten dengan indikator-indikator yang mengukurnya. Outer model digunakan untuk menilai validitas konvergen, validitas diskrimanan serta reliabilitas. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4, yang menerapkan metode Partial Least Squares (PLS) dan Structural Equation Modeling (SEM), diperoleh gambaran mengenai hubungan antar variabel laten dalam penelitian ini. Gambar berikut menunjukan besarnya pengaruh variabel Literasi keuangan. Lifestyle Hedonis, dan Sikap Keuangan Pribadi terhadap Perilaku Keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Gambar 2. Hasil Uji Outer Model Sumber: Olah Data SmartPLS 4. Convergent Validity Suatu indikator dapat diterima apabila memiliki nilai outer loadings Ou 0,70 dianggap valid (Hair et al. , 2. Sesuai dengan Tabel 1, variabel Literasi Keuangan. Lifestyle Hedonis. Sikap Keuangan Pribadi dan Perilaku Keuangan telah memenuhi syarat dan dinyatakan valid karena nilainya Ou 0,70. Temuan ini mengindikasikan bahwa indikator yang digunakan memiliki korelasi yang kuat dengan konstruknya masing-masing, sehingga memperkuat validitas model pengukuran. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1030 Tabel 1. Hasil Perhitungan Nilai Outer Loadings Literasi Keuangan X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X3. X3. X3. Lifestyle Hedonis Sikap Pribadi Keuangan Perilaku Keuangan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Olah Data Primer . Tabel 2. Hasil Perhitungan Nilai Avarage Variance Extracted (AVE) Average variance extracted (AVE) Keterangan Valid Valid Valid Valid Literasi Keuangan Lifestyle Hedonis Sikap Keuangan Pribadi Perilaku Keuangan Sumber: Olah Data Primer . Hair et al. , menyatakan bahwa suatu variabel dianggap valid jika nilai Avarage Variance Extracted (AVE) Ou 0,50. Dapat dilihat dari Tabel 2, nilai AVE variabel Literasi Keuangan adalah 0,674. Lifestyle Hedonis 0,732. Sikap Keuangan Pribadi 0,716 dan Perilaku Keuangan 0,617. Maka keempat variabel tersebut dapat dikategorikan valid karena nilainya diatas 0,50. Discriminant Validity Tabel 3. Hasil Perhitungan Nilai Fornell-Larcker Criterion Lifestyle Hedonis Literasi Keuangan Perilaku Keuangan Sikap Keuangan Pribadi Lifestyle Hedonis Literasi Keuangan Perilaku Keuangan Sikap Keuangan Pribadi Keterangan Valid Valid Valid Valid Sumber: Olah Data Primer . Berdasarkan kriteria Fornell-Larcker Criterion (Hair et al. , 2. , data dianggap valid jika nilai OoAVE melebihi nilai korelasi dalam baris yang sama. Validitas diskriminan pada tingkat variabel dianggap memadai, seperti yang terlihat pada Tabel 3, karena OoAVE setiap variabel melebihi korelasinya dengan variabel lain. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1031 Tabel 4. Hasil Perhitungan Nilai Cross Loadings Literasi Keuangan Lifestyle Hedonis Sikap Keuangan Pribadi Perilaku Keuangan Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X3. X3. X3. Sumber: Olah Data Primer . Ghozali & Kusumadewi . mengatakan suatu indikator dianggap valid jika nilai cross loadings diatas 0,70 dan konstruknya melebihi nilai korelasinya dengan konstruk lain. Tabel 4 menunjukan variabel Literasi Keuangan. Lifestyle Hedonis. Sikap Keuangan Pribadi dan Perilaku Keuangan beserta nilai cross loadings nya masing-masing. Model pengukuran dianggap sah dan mampu membedakan antar konstruk secara efektif karena korelasi yang kuat antara setiap indikator masing-masing dibandingkan dengan konstruk lain. Tabel 5. Hasil Perhitungan Nilai Heterotrait-monotrait ratio (HTMT) Lifestyle Hedonis Lifestyle Hedonis Literasi Keuangan Perilaku Keuangan Sikap Keuangan Pribadi Literasi Keuangan Perilaku Keuangan Sikap Keuangan Pribadi Sumber: Olah Data Primer . Heterotrait-monotrait ratio (HTMT) lebih sensitif dan akurat dalam menilai validitas diskriminan dengan kriteria yaitu nilainya harus O 0,90 maka validitas diskriminan diterima (Hair et al. , 2. Maka temuan pada Tabel 5 menunjukan nilai masing-masing variabel O 0,90 maka dapat dinyatakan varibel diterima. Uji Reliabilitas Tabel 6. Hasil Perhitungan Nilai CronbachAos alpha Cronbach's alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Literasi Keuangan Lifestyle Hedonis Sikap Keuangan Pribadi Perilaku Keuangan Sumber: Olah Data Primer . Uji reliabilitas dilakukan melalui perhitungan CronbachAos Alpha di mana suatu Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1032 variabel dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai Ou 0,70 (Hair et al. , 2. Berdasarkan hasil yang disajikan pada Tabel 6, seluruh konstruk dalam penelitian ini dinyatakan reliabel karena memiliki nilai di atas 0,70, sehingga semua variabel memiliki realibilitas yang baik. Tabel 7. Hasil Perhitungan Nilai Composite Reliability Composite reliability . Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Literasi Keuangan Lifestyle Hedonis Sikap Keuangan Pribadi Perilaku Keuangan Sumber: Olah Data Primer . Reliabilitas diuji menggunakan perhitungan composite reliability, di mana suatu variabel dianggap reliabel jika memiliki nilai Ou 0,70 (Hair et al. , 2. Semua konstruk penelitian dianggap reliabel berdasarkan temuan yang ditunjukan pada Tabel 7, karena nilai reliabilitas kompositnya diatas 0,70. Menunjukan konsistensi internal yang kuat dalam pengukuran variabel. Analisis Inner Model Model struktural merupakan salah satu komponen dalam PLS-SEM yang berfungsi untuk menjelaskan hubungan antar konstruk laten. Model ini menggambarkan arah serta kekuatan pengaruh satu konstruk terhadap konstruk lainnya, sehingga digunakan untuk menguji hipotesis terkait hubungan kausal yang diajukan dalam penelitian. Inner model berisi nilai R-Square. Effect size dan Path Coefficient. Uji Koefisien Determinasi Tabel 8. Hasil Perhitungan Nilai R-square Perilaku Keuangan R-square R-square Sumber: Olah Data Primer . Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur sejauh mana variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen dalam suatu model penelitian. Kriteria R-square menurut (Ghozali & Kusumadewi, 2. dikatakan kuat jika R2 Ou 0,75, moderat jika R2 Ou 0,50, lemah R2 Ou 0,25. Analisis SmartPLS menunjukan korelasi moderat antar variabel independent, sebagaimana ditunjukan hasil R-square sebesar 0,525 menunjukan bahwa 52,5% variasi pada variabel ini dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model, sementara sisanya 47,5% dipengaruhi oleh faktor diluar model, sehingga hubungan antara variabel independen termasuk kategori moderat atau sedang. Uji Effect size Tabel 9. Hasil Perhitungan Nilai F-square Lifestyle Hedonis Literasi Keuangan Perilaku Keuangan Literasi Keuangan Lifestyle Hedonis Sikap Keuangan Pribadi Sumber: Olah Data Primer . Syarat kriteria yang dikemukakan Hair et al. menyatakan bahwa ukuran effect size dianggap rendah jika nilai f2 O 0,02, sedang jika nilai f2 O 0,15 dan tinggi jika O 0,35. Maka dapat dilihat bahwa Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan menunjukan nilai f2 sebesar 0,104 yang menandakan bahwa Literasi Keuangan memiliki dampak yang sedang terhadap Perilaku Keuangan. Adapun Lifestyle Hedonis terhadap Perilaku Keuangan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1033 menunjukan nilai f2 sebesar 0,017 yang menandakan bahwa Lifestyle Hedonis memiliki dampak rendah pada Perilaku Keuangan. Serta Sikap Keuangan Pribadi terhadap Perilaku Keuangan menunjukan nilai f2 sebesar 0,248 yang menunjukan bahwa Sikap Keuangan Pribadi memiliki dampak tinggi terhadap Perilaku Keuangan. Uji Signifikansi dan Hipotesis Tabel 10. Hasil Uji Path Coefficient Literasi Keuangan i Perilaku Keuangan Lifestyle Hedonis i Perilaku Keuangan Sikap Keuangan Pribadi i Perilaku Keuangan Original sample (O) Sample mean (M) Standard (STDEV) (|O/STDEV|) P values Sumber: Olah Data Primer . Merujuk pada hasil yang tersaji dalam Tabel 10, dapat diperoleh Kesimpulan sebagai berikut: n Hasil nilai t-statistic 3,011 > 1,645 dan nilai p-value 0,001 < 0,05, hasil ini menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan, maka dinyatakan Hipotesis 1 diterima. n Hasil nilai t-statistic 1,663 > 1,645 dan nilai p-value 0,048 < 0,05, hasil ini menunjukan adanya pengaruh negatif dan signifikan antara Lifestyle Hedonis terhadap Perilaku Keuangan, maka dinyatakan Hipotesis 2 ditolak. n Hasil nilai t-statistic 4,882 > 1,645 dan nilai p-value 0,000 < 0,05, hasil ini menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Sikap Keuangan Pribadi terhadap Perilaku Keuangan, maka dinyatakan Hipotesis 3 diterima. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Hasil pengujian menyatakan bahwa Literasi Keuangan (X. memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Perilaku Keuangan (Y) di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro yang menggunakan Shopee PayLater. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa jawaban responden paling banyak untuk variabel Literasi Keuangan yaitu menjawab setuju. Indikator pertanyaan yang paling banyak menjawab setuju adalah pada indikator pertanyaan pertama mengenai pengetahuan keuangan Hal ini artinya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro telah memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai konsep dasar keuangan, seperti tabungan, pinjaman, asuransi, dan investasi. Hasil ini secara teoritis menguatkan Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukakan oleh (Ajzen, 1. Dalam konteks TPB literasi keuangan dapat memprediksi perilaku keuangan melalui interaksi dengan sikap, norma sosial dan kontrol perilaku. Mahasiswa yang memiliki literasi keuangan tinggi cenderung memiliki sikap positif terhadap perilaku keuangan, terpengaruh oleh norma sosial yang mendukung perilaku finansial yang baik, serta merasa mampu mengontrol keputusan keuangan mereka (Kalis et al. , 2. Dengan demikian, literasi keuangan tidak hanya meningkatkan kemampuan pengelolaan finansial, tetapi juga memperkuat kontrol individu terhadap perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab. Sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh (Ardiansyah & Sulton, 2. yang mengemukakan literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1034 Pengaruh Lifestyle Hedonis Terhadap Perilaku Keuangan Temuan penelitian yang dilakukan menunjukan, bahwa Lifestyle Hedonis (X. menunjukan pengaruh negatif dan signifikan terhadap Perilaku Keuangan (Y) mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro yang menggunakan Shopee PayLater. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa jawaban responden paling banyak untuk variabel Lifestyle Hedonis manjawab tidak setuju. Indikator pertanyaan yang paling banyak menjawab tidak setuju adalah pada indikator pertanyaan pertama yaitu mahasiswa sering mengabiskan waktu untuk kesenangan pribadi. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa secara umum tidak memiliki kecenderungan gaya hidup hedonis yang Theory Theory of Planned Behavior (TPB) oleh (Ajzen, 1. , yang menekankan intensi perilaku, berkaitan dengan lifestyle hedonis. Perilaku yang beorientasi pada kesenangan muncul dari sikap positif terhadap kesenangan dan kenikmatan diperkuat oleh pengaruh sosial . ubjective nor. seperti tekanan teman lingkungan dan perkembangan zaman, serta kontrol perilaku yang mencerminkan sejauh mana individu merasa mampu atau memiliki sumber daya untuk mengendalikan perilaku tersebut (Hafsyah, 2. Meskipun faktor-faktor ini dapat memengaruhi perilaku, temuan penelitian menunjukan bahwa dalam konteks mahasiswa pengguna Shopee PayLater, orientasi pada kesenangan jangka pendek tidak cukup membentuk perilaku keuangan yang nyata. Hasil penemuan ini sejalan dengan (Nirmala et al. , 2. yang menyatakan bahwa lifestyle hedonis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Pengaruh Sikap Keuangan Pribadi Terhadap Perilaku Keuangan Hasil pengujian menunjukan bahwa Sikap Keuangan Pribadi (X. memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Perilaku Keuangan (Y) mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro yang menggunakan Shopee PayLater. Pada hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa jawaban responden paling banyak untuk variabel Sikap Keuangan Pribadi yaitu menjawab sangat setuju. Indikator pertanyaan paling banyak menjawab sangat setuju adalah pada indikator pertanyaan ke lima yaitu menabung untuk jangka panjang. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran dan komitmen yang kuat dalam mengelola keuangan secara bijaksana. Berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) oleh (Ajzen, 1. , sikap dipengaruhi oleh niat, tetapi juga oleh keyakinan seseorang tentang konsekuensi tindakannya keyakinan perilaku yang membentuk attitude toward the behavior. Dalam konteks sikap keuangan pribadi, mahasiswa yang memiliki pemahaman dan keyakinan positif tentang manfaat mengatur finansial secara optimal akan lebih termotivasi dalam membuat keputusan keuangan yang logis. Keyakinan ini mencakup penilaian terhadap pentingnya menabung, membatasi pengeluaran yang tidak perlu, serta menjaga keamanan dana Dengan demikian, sikap keuangan yang positif mendorong terbentuknya niat kuat untuk bertindak secara bijaksana dalam pengelolaan keuangan yang pada akhirnya tercermin melalui perilaku keuangan yang lebih terencana dan stabil. Penemuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Angelista et al. yang menyatakan bahwa sikap keuangan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Simpulan dan Saran Studi ini mengkaji pengaruh literasi keuangan, lifestyle hedonis dan sikap keuangan pribadi terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee PayLater. Berdasarkan hasil analisis PLS, diperoleh beberapa temuan penting. Pertama, sikap keuangan pribadi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee Paylater di mana variabel ini memiliki pengaruh paling tinggi di antara variabel lainnya, dibuktikan dengan nilai tertinggi hasil kuesioner dari mahasiswa yaitu pada Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9. | 1035 indikator kedua bahwa mahasiswa merasa lebih tenang apabila memiliki dana cadangan untuk keamanan finansial. Kedua, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee Paylater,dibuktikan dengan nilai tertinggi hasil kuesioner dari mahasiswa yaitu pada indikator keempat bahwa mahasiswa telah memahami investasi beserta keuntungan dan risiko yang mereka buat. Ketiga, lifestyle hedonis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa pengguna Shopee Paylater, dibuktikan dengan nilai tertinggi hasil kuesioner dari mahasiswa yaitu pada indikator ketiga bahwa mahasiswa beropini apabila seseorang memiliki brand mewah dapat meningkatkan status sosial seseorang. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, khususnya dalam metode penyebaran kuesioner dilakukan secara daring, yang berpotensi terjadinya ketidaktelitian partisipan dalam mengisi jawaban. Selain itu, objek penelitian yang terbatas pada satu fakultas dapat mempengaruhi generalisasi hasil. Agar mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku keuangan mahasiswa saat ini, peneliti mendatang disarankan untuk memperluas jangkauan partisipan dengan memperbesar cakupan objek penelitian serta menambahkan variabel tambahan yang relevan seperti pendapatan, lingkungan teman, dan kontrol diri. Referensi