Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. September 2024, pp. Dampak Penggunaan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Akurasi Laporan Keuangan pada Perusahaan Jasa di Indonesia Loso Judijanto IPOSS Jakarta Info Artikel ABSTRAK Article history: Studi ini menyelidiki dampak penggunaan teknologi informasi (TI) terhadap keakuratan laporan keuangan pada perusahaan jasa di Indonesia. Dengan memanfaatkan pendekatan penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dari 50 perusahaan jasa melalui kuesioner terstruktur, dengan tanggapan diukur pada skala Likert . Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara penggunaan TI dan akurasi laporan Analisis korelasi mengungkapkan hubungan yang kuat, sedangkan analisis regresi menegaskan bahwa penggunaan TI merupakan prediktor signifikan dari akurasi laporan keuangan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya adopsi TI dalam meningkatkan akurasi pelaporan keuangan, menunjukkan bahwa perusahaan jasa yang berinvestasi dalam sistem TI dapat secara signifikan meningkatkan keandalan dan transparansi data keuangan Implikasi praktis termasuk perlunya perusahaan jasa untuk meningkatkan integrasi TI dan pelatihan karyawan untuk memanfaatkan manfaat TI dalam manajemen keuangan sepenuhnya. Received September, 2024 Revised September, 2024 Accepted September, 2024 Kata Kunci: Teknologi Informasi. Akurasi Laporan Keuangan. Perusahaan Jasa. Adopsi TI. Manajemen Keuangan Keywords: Information Technology. Financial Statement Accuracy. Service Companies. Adoption. Financial Management ABSTRACT This study investigates the impact of information technology (IT) use on the accuracy of financial statements in service companies in Indonesia. Utilizing a quantitative research approach, data were collected from 50 service companies through a structured questionnaire, with responses measured on a Likert scale . The data were analyzed using SPSS version 26. Results indicate a significant positive relationship between IT use and financial statement accuracy. The correlation analysis revealed a strong association, while regression analysis confirmed that IT use is a significant predictor of financial statement accuracy. The findings underscore the importance of IT adoption in improving financial reporting accuracy, suggesting that service companies that invest in IT systems can significantly enhance the reliability and transparency of their financial data. Practical implications include the need for service companies to increase IT integration and employee training to capitalize on the benefits of IT in financial management fully. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Integrasi teknologi informasi (TI) dalam pelaporan keuangan menawarkan solusi yang dapat diandalkan bagi perusahaan jasa untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi laporan keuangan mereka, terutama mengingat kompleksitas pengakuan pendapatan dan alokasi biaya. Alat-alat TI seperti perangkat lunak akuntansi dan teknologi AI membantu mengurangi kesalahan manual, dengan 60% organisasi melaporkan peningkatan melalui validasi data otomatis (Kipilimba, 2. Aplikasi seperti Accurate mengotomatiskan entri transaksi dan deteksi kesalahan, sehingga meningkatkan keandalan keuangan (Aropah & Setyanto, 2024. Gusman et al. , 2. AI lebih lanjut membantu deteksi penipuan dan mempercepat pelaporan dengan menangani tugas-tugas rutin dan menganalisis kumpulan data yang besar (Antwi et al. , 2. Pelaporan real-time memberdayakan organisasi untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar, mendukung pengambilan keputusan strategis (Kipilimba, 2. Implementasi yang sukses membutuhkan penyelarasan sistem TI dengan tujuan organisasi dan menyediakan pelatihan pengguna yang tepat, meskipun tantangan seperti kompleksitas sistem dan kepuasan pengguna tetap ada (Alfartoosi et al. , 2024. Kipilimba, 2. Sistem teknologi informasi (TI), seperti ERP, perangkat lunak manajemen keuangan, dan alat analisis data, secara signifikan meningkatkan efisiensi dan akurasi manajemen keuangan di perusahaan jasa. Implementasi FIS mempercepat pencatatan transaksi dan pemantauan kas, serta mendukung pengambilan keputusan tepat waktu dengan pelaporan real-time (Wakum et al. , 2. Penggunaan SIKSDA di Sidoarjo menyederhanakan proses keuangan dan mengurangi risiko kecurangan melalui teknologi tanpa kertas (Nurlaila & Hariyanto, 2. Integrasi TI juga mengurangi kesalahan manual dan meningkatkan koordinasi antar-departemen (Kipilimba, 2. , meskipun tantangan terkait integrasi sistem dan kepuasan pengguna masih ada (Kipilimba, 2. Keberhasilan TI bergantung pada perangkat keras dan perangkat lunak yang memadai (Darwis et , 2. , sementara perangkat lunak akuntansi harus diadopsi sesuai dengan tujuan organisasi dan pelatihan pengguna yang tepat untuk memaksimalkan manfaatnya (Alfartoosi et al. , 2. Adopsi teknologi informasi oleh perusahaan jasa di Indonesia telah menjadi pendorong penting dalam meningkatkan keakuratan pelaporan keuangan, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital yang pesat. Faktor seperti adopsi fintech, kesiapan digital, dan inisiatif pemerintah turut berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan dan daya saing. Di sektor UMKM, adopsi tekfin secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan dengan menyederhanakan operasi dan meningkatkan akurasi (Antoni et al. , 2. , sementara di sektor perbankan, tekfin membantu mengoptimalkan sistem keuangan dan mendukung pelaporan yang lebih akurat (Fahmi et al. , 2. Pembukuan digital juga menjadi inovasi penting bagi UMKM, memfasilitasi pencatatan transaksi yang lebih sistematis dan akurat, dengan kesiapan digital berperan besar dalam keberhasilan adopsi ini (Amara et al. , 2024. Antoni et al. , 2. Selain itu, inisiatif transformasi digital pemerintah, seperti platform e-government dan infrastruktur digital nasional, mendukung efisiensi dan transparansi yang diperlukan untuk pelaporan keuangan yang akurat (S. Gusman, 2. Peningkatan adopsi digital juga berkorelasi dengan peningkatan literasi keuangan di kalangan UMK, memperkuat kemampuan mereka dalam pengambilan keputusan keuangan yang tepat (Affandi et al. , 2. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Namun, meskipun banyak yang telah ditulis tentang peran TI dalam meningkatkan efisiensi operasional, ada pemahaman yang terbatas tentang bagaimana TI secara khusus berdampak pada keakuratan laporan keuangan di sektor jasa. Kesenjangan dalam literatur ini memberikan peluang untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan TI dan akurasi laporan keuangan di perusahaan jasa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini dengan menguji dampak penggunaan teknologi informasi terhadap keakuratan laporan keuangan pada perusahaan jasa di Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pentingnya Keakuratan Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah alat vital dalam pengambilan keputusan, memberikan wawasan tentang kesehatan keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan, terutama bagi para pemangku kepentingan seperti investor, kreditor, dan regulator (Reed, 2. Di sektor jasa, dengan aset tak berwujud dan transaksi yang kompleks, keakuratan laporan keuangan sangat menantang, sehingga integrasi teknologi menjadi solusi penting. Laporan keuangan membantu menilai kinerja departemen dan memandu keputusan alokasi sumber daya secara efisien (Chandawarkar et al. n et al. , 2. , sementara audit keuangan memastikan transparansi dan integritas, meningkatkan kepercayaan antara perusahaan dan pemangku kepentingan (Voinea et al. , 2. sektor jasa, tantangan dalam pengakuan pendapatan dan pengelolaan transaksi kompleks membuat analisis laporan keuangan semakin krusial dalam lingkungan pasar yang bergejolak (PANCHENKO et al. , 2. Teknologi, melalui kepatuhan pada standar seperti GAAP dan IFRS, mendukung pelaporan yang akurat, meningkatkan transparansi dan keandalan informasi keuangan (Voinea et , 2022. n et al. , 2. 2 Peran Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Akurasi Pelaporan Keuangan Integrasi teknologi informasi (TI) dalam manajemen keuangan telah merevolusi akurasi dan efisiensi pelaporan keuangan dengan mengotomatiskan tugas rutin dan memungkinkan akses data secara real-time. Sistem TI, seperti ERP dan perangkat lunak manajemen keuangan, secara signifikan mengurangi kesalahan manual dan meningkatkan konsistensi data, yang pada akhirnya mempercepat pengambilan keputusan strategis dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan Sebuah studi melaporkan bahwa 60% organisasi mengalami penurunan kesalahan manual berkat validasi data otomatis dan alur kerja yang disederhanakan (Kipilimba, 2. Selain itu, perangkat lunak akuntansi meningkatkan akurasi informasi keuangan dengan menyelaraskan adopsi teknologi dengan tujuan organisasi (Alfartoosi et al. , 2. , sementara sistem informasi akuntansi meningkatkan akurasi dan kecepatan pencatatan transaksi (Wakum et al. , 2. Pelaporan real-time membantu perusahaan merespons perubahan pasar dan mengoptimalkan sumber daya (Kipilimba, 2. , serta mendukung proses audit yang lebih efisien dan kepatuhan terhadap regulasi (Ilmi et al. , 2. Meski integrasi TI membawa banyak manfaat, tantangan seperti kompleksitas sistem dan risiko keamanan data tetap perlu dikelola untuk memastikan integritas laporan keuangan (Alfartoosi et al. , 2024. Ilmi et al. , 2. 3 Studi Empiris tentang Adopsi TI di Perusahaan Jasa Penerapan sistem TI pada perusahaan jasa di Indonesia secara signifikan meningkatkan praktik pelaporan keuangan dengan meningkatkan akurasi data, transparansi pelaporan, dan efisiensi operasional, yang sangat penting untuk menjaga daya saing. Integrasi TI dalam pelaporan keuangan mengurangi kesalahan manual dan merampingkan alur kerja, dengan 60% responden melaporkan penurunan kesalahan berkat validasi data otomatis (Kipilimba, 2. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) menyediakan data yang akurat dan tepat waktu, mengotomatisasi proses bisnis serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan (Siagian, 2. Di Indonesia, perusahaan jasa yang menggunakan perangkat lunak akuntansi berbasis cloud melaporkan peningkatan akurasi pelaporan keuangan dan kepatuhan terhadap standar peraturan (Antoni et al. , 2. Selain itu. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Keuangan (FIS) meningkatkan efisiensi manajemen keuangan dan memungkinkan pelaporan real-time, mendukung pengambilan keputusan yang tepat waktu (Faturohman et al. , 2024. Wakum et al. , 2. Pelatihan juga menjadi faktor penting, dengan perusahaan yang menginvestasikan dalam program pelatihan TI melaporkan peningkatan akurasi pelaporan keuangan (Antoni et al. , 2024. Kipilimba, 2. 4 Kesenjangan dalam Literatur Meskipun terdapat bukti substansial bahwa adopsi TI meningkatkan akurasi pelaporan keuangan, terutama di negara maju, penelitian yang secara khusus berfokus pada perusahaan jasa di negara berkembang seperti Indonesia masih sangat terbatas. Sebagian besar penelitian yang ada telah berkonsentrasi pada perusahaan manufaktur atau perusahaan multinasional besar, sehingga meninggalkan kesenjangan dalam memahami tantangan unik yang dihadapi oleh perusahaan yang berorientasi pada jasa di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan menguji dampak penggunaan TI terhadap keakuratan laporan keuangan pada perusahaan jasa di Indonesia, memberikan data empiris tentang bagaimana adopsi teknologi dapat meningkatkan pelaporan keuangan di sektor ini. 5 Kerangka Teori Landasan teori dari penelitian ini didasarkan pada pandangan berbasis sumber daya perusahaan (RBV), yang menyatakan bahwa sumber daya yang dimiliki perusahaan, termasuk teknologi, dapat menciptakan keunggulan kompetitif (Barney, 1. Sistem TI dipandang sebagai sumber daya berharga yang dapat meningkatkan kapabilitas organisasi, terutama dalam hal meningkatkan akurasi pelaporan keuangan. Dengan memanfaatkan TI sebagai sumber daya strategis, perusahaan jasa tidak hanya dapat meningkatkan operasi internal mereka, tetapi juga mendapatkan keunggulan kompetitif melalui pelaporan keuangan yang lebih akurat, yang pada gilirannya dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih baik dan kinerja keuangan yang lebih kuat. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini mengikuti desain penelitian kuantitatif, yang sesuai untuk menilai hubungan antar variabel secara terstruktur. Tujuan utamanya adalah untuk menguji dampak penggunaan TI terhadap keakuratan laporan keuangan pada perusahaan jasa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan teknologi informasi, sedangkan variabel dependennya adalah keakuratan laporan keuangan. Sebuah survei dilakukan untuk mengumpulkan data dari perusahaan jasa di Indonesia, dengan tujuan untuk mengukur pengaruh TI terhadap keakuratan laporan keuangan. Desain kuantitatif memungkinkan dilakukannya analisis statistik untuk menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara adopsi sistem TI dengan keakuratan laporan keuangan. 2 Populasi dan Sampel Populasi penelitian mencakup perusahaan jasa di Indonesia, yang dipilih karena tantangan unik dalam pelaporan keuangan, terutama terkait pengakuan pendapatan, alokasi biaya, dan aset tidak berwujud. Dengan purposive sampling, 50 perusahaan jasa yang telah mengadopsi sistem TI untuk manajemen keuangan dipilih sebagai sampel. Kriterianya adalah beroperasi di sektor jasa, menggunakan sistem TI seperti ERP setidaknya satu tahun, dan memberikan akses kepada personil terkait pelaporan keuangan. Meski jumlah sampel kecil, yaitu 50 perusahaan, dianggap cukup untuk analisis data yang dapat dikelola dan deteksi hubungan signifikan. 4 Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan selama satu bulan. Kuesioner didistribusikan kepada manajer keuangan atau akuntan dari perusahaan jasa yang dipilih melalui email, dengan pengingat tindak lanjut untuk memastikan tingkat pengembalian yang tinggi. Para responden diberitahu tentang Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A tujuan penelitian dan diyakinkan bahwa jawaban mereka akan tetap dirahasiakan. Untuk meningkatkan keandalan data, kuesioner telah diuji terlebih dahulu dengan sekelompok kecil responden dari perusahaan yang sama sebelum distribusi akhir. Penyesuaian kecil dilakukan untuk memastikan kejelasan dan relevansi pertanyaan. 5 Teknik Analisis Data Data dari kuesioner dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan beberapa teknik statistik. Statistik deskriptif merangkum karakteristik sampel, seperti ukuran perusahaan dan jenis sistem TI. Keandalan kuesioner diuji dengan Cronbach's alpha (Ou 0,. Analisis korelasi Pearson mengeksplorasi hubungan antara penggunaan TI dan keakuratan laporan keuangan, sementara regresi berganda menilai dampak penggunaan TI terhadap keakuratan laporan. Hasilnya diinterpretasikan dengan signifikansi statistik . < 0,. untuk menguji hipotesis utama penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Bagian ini menyajikan statistik deskriptif dari data yang dikumpulkan dari 50 perusahaan jasa yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data tersebut memberikan wawasan tentang karakteristik demografis perusahaan, jenis sistem teknologi informasi (TI) yang digunakan, dan tingkat akurasi laporan keuangan yang dilaporkan oleh responden. Analisis deskriptif berfokus pada ukuran perusahaan, lama beroperasi, jenis sistem TI, dan tanggapan keseluruhan terhadap item skala Likert yang terkait dengan penggunaan TI dan keakuratan laporan keuangan. Tabel 1. Karakteristik Demografis Sampel Characteristics Frequency (N = . Percentage (%) Company Size (Number of Employee. 1-50 employees 51-100 employees 101-200 employees 201 employees Years of Operation Less than 5 years 5-10 years More than 10 years Type of IT Systems Used ERP System Accounting Software Other Financial Management Tools Data menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan relatif kecil, dengan 32% memiliki 150 karyawan dan 24% memiliki 51-100 karyawan, sementara mayoritas telah beroperasi selama lebih dari lima tahun, dengan 40% telah menjalankan bisnis selama lebih dari 10 tahun dan 36% antara 510 tahun, yang mengindikasikan sampel yang stabil dan matang. Dalam hal adopsi sistem TI, 36% perusahaan melaporkan menggunakan sistem ERP, 48% menggunakan perangkat lunak akuntansi, dan 16% menggunakan alat manajemen keuangan lainnya, yang menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan mengandalkan sistem TI yang canggih untuk manajemen keuangan, dengan banyak yang mengadopsi perangkat lunak ERP atau akuntansi. Tabel 2. Statistik Deskriptif untuk Variabel Utama Variables Mean Standard Deviation IT Use Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Financial Statement Accuracy Nilai rata-rata untuk penggunaan TI adalah 4,12 . ada skala Likert 1-. , menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan melaporkan tingkat adopsi TI yang tinggi dalam proses manajemen keuangan mereka, dengan deviasi standar 0,55 yang menunjukkan variasi yang Nilai minimum 3,0 menunjukkan beberapa perusahaan melaporkan penggunaan TI yang moderat, sementara nilai maksimum 5,0 mencerminkan integrasi penuh TI ke dalam operasi Demikian pula, nilai rata-rata untuk akurasi laporan keuangan adalah 4,08, yang menunjukkan persepsi umum tentang akurasi yang tinggi, dengan deviasi standar 0,58 yang menunjukkan variasi yang moderat. Meskipun sebagian besar perusahaan melaporkan akurasi yang tinggi, beberapa perusahaan masih melaporkan tingkat akurasi yang moderat. 2 Analisis Keandalan Reliabilitas kuesioner dinilai dengan menggunakan Cronbach's alpha untuk menentukan konsistensi internal dari item-item yang mengukur penggunaan TI dan akurasi laporan keuangan. Nilai Cronbach's alpha untuk kedua konstruk adalah 0,823, yang mengindikasikan reliabilitas yang Nilai Cronbach's alpha di atas 0,70 umumnya dianggap dapat diterima untuk memastikan bahwa item-item tersebut dapat diandalkan. 3 Analisis Korelasi Analisis korelasi Pearson dilakukan untuk menguji hubungan antara penggunaan TI dan keakuratan laporan keuangan. Hasilnya, yang disajikan pada Tabel 2, menunjukkan korelasi yang positif dan signifikan antara kedua variabel . = 0,655, p < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya tingkat penggunaan TI, akurasi laporan keuangan juga meningkat. Hasil korelasi tersebut mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara penggunaan TI dan keakuratan laporan keuangan pada perusahaan jasa. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa TI memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan akurasi pelaporan keuangan. 4 Analisis Regresi Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan TI terhadap akurasi laporan keuangan pada perusahaan jasa. Dalam analisis ini, penggunaan TI diperlakukan sebagai variabel independen, dan akurasi laporan keuangan sebagai variabel dependen. Model regresi digunakan untuk menilai kekuatan dan signifikansi hubungan antara penggunaan TI dan keakuratan laporan keuangan. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 26, dan hasilnya disajikan di bawah ini. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Standardized Unstandardized Coefficients tSig. Variables Coefficients (B) value valu. (Bet. Constant IT Use RA Adjusted RA F-value Analisis regresi menunjukkan bahwa konstanta . dari model adalah 1,528, yang menunjukkan tingkat dasar akurasi laporan keuangan ketika penggunaan TI adalah nol. Koefisien tidak terstandarisasi (B) untuk penggunaan TI adalah 0,634, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit dalam penggunaan TI meningkatkan akurasi laporan keuangan sebesar 0,634 unit, dengan koefisien terstandarisasi (Bet. yang kuat sebesar 0,724. Dampak positif ini signifikan secara statistik, yang ditunjukkan oleh nilai t-value sebesar 7,452 dan p-value sebesar 0,000. Nilai RA sebesar 0,518 berarti bahwa 51. 8% dari varians dalam akurasi laporan keuangan dijelaskan oleh Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A penggunaan TI, dan RA yang disesuaikan menegaskan kecocokan model. Nilai F sebesar 55,508 . < 0,. semakin mendukung signifikansi model. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang kuat antara penggunaan TI dan akurasi laporan keuangan pada perusahaan jasa, dengan adopsi TI menjelaskan lebih dari setengah variasi dalam akurasi pelaporan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan jasa di Indonesia dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka dengan meningkatkan investasi mereka pada sistem TI yang canggih, konsisten dengan penelitian sebelumnya tentang peran TI dalam meningkatkan akurasi pelaporan keuangan. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris yang kuat yang mendukung dampak positif teknologi informasi terhadap akurasi laporan keuangan pada perusahaan jasa di Indonesia. Korelasi positif yang signifikan dan hasil regresi menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi sistem TI untuk manajemen keuangan melaporkan laporan keuangan yang lebih akurat. Temuan ini konsisten dengan literatur yang ada, yang menyoroti peran TI dalam meningkatkan keandalan dan transparansi pelaporan keuangan. Penggunaan TI dan Akurasi Laporan Keuangan Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh (Ajrina et , 2024. Alfartoosi et al. , 2024. Ilmi et al. , 2024. Kipilimba, 2024. Wakum et al. , 2. , yang menemukan bahwa sistem TI mengurangi kesalahan manual dan meningkatkan konsistensi data Dengan mengotomatiskan proses akuntansi utama seperti entri data, rekonsiliasi, dan pelaporan keuangan, sistem TI meminimalkan kesalahan manusia dan meningkatkan akurasi laporan keuangan secara keseluruhan. Hal ini sangat penting bagi perusahaan jasa, di mana sifat bisnisnya sering kali melibatkan transaksi yang kompleks dan tantangan pengakuan pendapatan. Korelasi yang tinggi antara penggunaan TI dan akurasi laporan keuangan menunjukkan bahwa semakin luas perusahaan mengintegrasikan TI ke dalam manajemen keuangannya, semakin besar akurasi laporan keuangannya. Hal ini sesuai dengan teori resource-based view (RBV) yang menyatakan bahwa TI dapat menjadi sumber daya yang berharga yang dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dengan cara meningkatkan operasi internal seperti pelaporan keuangan. Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya Temuan dari penelitian ini sejalan dengan dan memperluas penelitian sebelumnya tentang peran TI dalam akurasi pelaporan keuangan. Studi oleh (Antoni et al. , 2024. Faturohman et al. , 2024. Wakum et al. , 2. telah menyoroti manfaat TI dalam mengotomatisasi proses keuangan, meningkatkan integrasi data, dan mengurangi kesalahan manual, yang kesemuanya mengarah pada laporan keuangan yang lebih akurat. Studi ini menambah literatur dengan memberikan bukti empiris khusus untuk sektor jasa di Indonesia, sebuah wilayah di mana penelitian mengenai dampak TI terhadap praktik manajemen keuangan masih relatif terbatas. Selain itu, fokus penelitian ini pada perusahaan jasa memberikan wawasan yang penting, karena sebagian besar literatur yang ada berfokus pada perusahaan manufaktur atau perusahaan multinasional besar. Dengan meneliti penggunaan TI pada perusahaan jasa, penelitian ini mengisi kesenjangan dalam literatur dan menyoroti tantangan dan peluang unik yang dihadapi oleh bisnis yang berorientasi pada jasa dalam mengelola pelaporan keuangan mereka. Implikasi Praktis Temuan-temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis yang penting bagi perusahaan jasa di Indonesia. Pertama, penelitian ini menyoroti peran penting TI dalam meningkatkan praktik pelaporan keuangan. Perusahaan yang belum sepenuhnya mengintegrasikan TI ke dalam sistem manajemen keuangan mereka dapat mengambil manfaat dari mengadopsi perangkat lunak keuangan yang canggih dan sistem ERP untuk meningkatkan keakuratan laporan keuangan mereka. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan harus berinvestasi dalam pelatihan karyawan untuk memaksimalkan manfaat adopsi TI. Sebagaimana dicatat dalam literatur (Antoni et al. , 2024. Faturohman et al. , 2024. Wakum et al. , 2. , perusahaan yang memberikan pelatihan Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A yang tepat bagi karyawan dalam menggunakan sistem TI melaporkan tingkat akurasi laporan keuangan yang lebih tinggi. Selain itu, pembuat kebijakan dan regulator di Indonesia mungkin menemukan hasil ini berguna dalam mempromosikan adopsi TI dalam manajemen keuangan, terutama untuk perusahaan jasa kecil dan menengah yang mungkin tertinggal dalam adopsi teknologi. Insentif untuk investasi dan pelatihan TI dapat membantu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan secara keseluruhan di sektor jasa. Keterbatasan dan Penelitian Selanjutnya Meskipun temuan-temuan dari penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, ada beberapa keterbatasan yang harus diakui. Pertama, ukuran sampel relatif kecil (N=. , yang mungkin membatasi generalisasi hasil penelitian ini untuk populasi yang lebih luas dari perusahaan jasa di Indonesia. Penelitian di masa depan dapat mencakup jumlah sampel yang lebih besar dan mengeksplorasi dampak adopsi TI di sektor lain, seperti manufaktur atau ritel. Selain itu, penelitian ini mengandalkan data yang dilaporkan sendiri, yang mungkin dapat menimbulkan bias. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan ukuran yang lebih obyektif untuk mengukur keakuratan laporan keuangan, seperti hasil audit atau tinjauan peraturan. KESIMPULAN Hasil penelitian ini memberikan bukti yang kuat bahwa adopsi teknologi informasi secara signifikan meningkatkan akurasi laporan keuangan pada perusahaan jasa di Indonesia. Korelasi positif yang kuat dan hasil regresi yang signifikan menunjukkan bahwa penggunaan TI merupakan faktor penting dalam mengurangi kesalahan, meningkatkan integrasi data, dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan secara keseluruhan. Perusahaan jasa yang berinvestasi pada sistem TI, seperti ERP dan perangkat lunak akuntansi, tidak hanya dapat meningkatkan keakuratan laporan keuangan mereka, tetapi juga efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap peraturan. Implikasi praktis dari temuan ini jelas: perusahaan jasa harus memprioritaskan adopsi TI dan memberikan pelatihan yang memadai kepada karyawan untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam manajemen keuangan. Para pembuat kebijakan, pada gilirannya, dapat mendukung hal ini dengan menawarkan insentif untuk investasi TI dan mempromosikan standardisasi dalam praktik pelaporan keuangan di seluruh industri. Meskipun penelitian ini berfokus pada perusahaan jasa, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi penerapan yang lebih luas dari temuan ini di berbagai sektor dan menyelidiki faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi akurasi laporan keuangan. Studi ini berkontribusi pada literatur yang berkembang tentang peran TI dalam manajemen keuangan dan memberikan wawasan yang berharga bagi para pemimpin bisnis dan pembuat kebijakan di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA