Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 ANALISIS KARAKTER GEMAR MEMBACA MELALUI GERAKAN LITERASI DI SDN 19 WOJA Hidayat1. Arfika2 12STKIP Yapis Dompu Email : 1hidayatibnuabidin@gmail. com, 2arfika27@gmail. (Naskah Masuk : 29 Desember 2023, diterima untuk diterbitkan : 31 Desember 2. Abstrak: : Peserta didik yang pada dasarnya merupakan penerima pengaruh dari seseorang dan sekolompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Peserta didik sangat dituntut agar memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan. Gemar membaca menjadi salah satu alat ukur dalam meningkatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan pada peserta didik. Membaca juga menjadi gambaran bagi peserta didik dalam mengambil sebuah keputusan mana yang baik dan mana yang buruk. Membaca itu sendiri harus dipahami dan diaplikasikan dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Pada umumnya, masih ditemukan adanya peserta didik yang malas belajar, apalagi membaca buku atau membaca sebuah bacaan dan lebih menyukai bermain game, menonton televisi atau bermain dari pada belajar ataupun membaca. Dari masalah tersebut maka peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul Analisis Karakter Gemar Membaca Melalui Gerakan Literasi di SDN 19 Woja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter gemar membaca pada peserta didik melalui Gerakan literasi Sekolah. Selanjutnya, untuk mengetahui upaya sekolah dan perangkat didalamnya diantaranya Kepala Sekolah dan Guru dalam membentuk karakter gemar membaca pada peserta didik melalui Gerakan Literasi Sekolah. Kemudian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja sebagai pendukung dan penghambat yang mempengaruhi nilai karakter gemar membaca pada peserta Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan data, peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan wali kelas, serta peserta didik selain itu observasi, dalam observasi ini peneliti akan mengambil data bagaimana aktfitas pembelajaran di kelas dan lingkungan sekolah serta di dalam perpustakaan dan studi dokumentasi. Dari data wawancara, observasi dan studi dokumentasi, lalu peneliti menganalisis kembali hasil data tersebut. Hasil penelitian menunjukan karakter gemar membaca pada peserta didik, secara umum karakter gemar membaca ialah sikap dan kecintaannya kepada bacaan dan ilmu pengetahuan dan sebenarnya sudah ada dalam k13 yang bertujuan peserta didik untuk terus menuntut ilmu, sudah di laksanakan dengan baik di dalam proses pembelanjaran sesuai dengan silabus yang akan diajarkan, serta banyak dampak positif apablia peserta didik terus menuntut ilmu dan membaca, hanya saja masih ada dari peserta didik itu sendiri malas untuk membaca sebuah buku atau membaca sebuah bacaan, hal tersebut di karenakan kurangnya kesadaran, kedisiplinan sikap dan kemauan dari peserta didik itu sendiri Kata Kunci: Karakter Gemar Membaca. Gerakan Literasi. Abstract: Research Students are basically recipients of influence from a person or group of people who carry out educational activities. Students are required to have intelligence and knowledge. love of reading is a measuring tool in increasing intelligence and knowledge in students. Reading also provides an illustration for students in making decisions about what is good and what is bad. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 Reading itself must be understood and applied in the school environment and community In general, it is still found that there are students who are lazy about studying, let alone reading books or reading literature and prefer playing games, watching television or playing rather than studying or reading. Based on this problem, researchers will conduct research entitled Analysis of the Character of a Lover of Reading through the Literacy Movement at SDN 19 Woja. This research aims to determine the character of students who like to read through the School Literacy Movement. Furthermore, to find out the efforts of the school and its staff, including the Principal and Teachers, in forming the character of reading in students through the School Literacy Movement. Then to find out what factors are supporting and inhibiting factors that influence the value of the character of reading in students. This research is a type of qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques in this research use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques in this research include data reduction, data presentation and drawing conclusions. To obtain data, researchers conducted interviews with school principals, teachers and homeroom teachers, as well as students. In addition to observations, in this observation researchers will collect data on learning activities in the classroom and school environment as well as in the library and documentation studies. From interview data, observation and documentation studies, the researcher then reanalyzed the results of the data. The results of the research show that the character of students who like to read is that in general the character of those who like to read is their attitude and love for reading and science and in fact it already exists in K13 which aims for students to continue studying, it has been implemented well in the learning process in accordance with syllabus that will be taught, as well as many positive impacts if students continue to study and read, it's just that there are still students themselves who are lazy to read a book or read literature, this is due to a lack of awareness, discipline, attitude and willingness of the participants. educate yourself. Keywords: Characters who love reading, literacy movement. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu kebutuhan bagi manusia. Pendidikan memegang peran yang sangat penting didalam kehidupan yang serba modern ini untuk melangsungkan hidup. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bahwa melalui pendidikan inilah, manusia dapat berperilaku sebagaimana manusia yang memiliki akal dan budi pekerti sehingga memunculkan perilaku kemanusiaan. Pendidikan adalah usaha sadar bagi pengembangan manusia dan masyarakat, berdasarkan pada pemikiran tertentu. Usaha sadar dalam mengembangkan manusia tersebut tersebut dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan yang dilakukan didalam sekolah maupun luar sekolah Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter ini semua komponen pendidikan harus diikut sertakan agar terjadi keselarasan antara karakter dan tujuan pendidikan nasional untuk membangun bangsa yang berkarakter dan bermoral. Pendidikan karakter melibatkan semua pihak baik keluarga . , sekolah dan lingkungan sekolah, serta masyarakat luas. Pembentukan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antarlingkungan pendidikan tersebut tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih Implemetasi gerakan literasi sekolah dalam menanamkan karakter gemar membaca yang di lakukan sekolah pada siswa kelas tinggi ini, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. Salah satu karakter yang perlu dikembangkan adalah karakter gemar membaca. Gemar membaca adalah suatu pola kebiasaan seseorang untuk melakukan aktivitas dari berbagai bacaan dan tidak hanya dari satu sumber saja, yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara luas dan merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu . engertian menurutpara Gemar membaca merupakan salah satu nilai karakter tentang kebiasaan siswa untuk menyukai dengan kegiatan membaca dan saat ini menjadi sorotan. Melihat data yang membuktikan bahwa keterampilan membaca siswa Indonesia masih sangat memprihatinkan serta kesadaran siswa dalam gemar membaca sangatlah rendah. Hal ini terbukti, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN 19 woja, karakter gemar membaca pada siswa sangatlah rendah. Hal ini dapat dilihat dari perpustakaan yang sangat sepi oleh siswa, dan jumlah pinjaman buku yang sedikit. Dalam proses pembelajaran guru pun kurang membimbing dan mengarahkan siswa dalam kegiatan membaca. Selain itu, tidak ada dukungan dari beberapa pihak yang mendorong siswa untuk gemar membaca, seperti tidak adanya kerjasama guru, perpustakaan dan orang tua dalam kegiatan membaca. Guru tidak menggunakan perpustakaan sebagai media dalam pembelajaran, untuk menambah sumber pengetahuan siswa. Guru hanya menggunakan kelas sebagai ruang belajar. Dan tidak adanya dorongan dari orang tua atau bimbingan untuk anak gemar membaca. Sehingga kesadaran siswa dalam gemar membaca sangatlah rendah. Berdasarkan buku panduan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar menurut Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah pada tahap pertama yaitu tahap pembiasaan bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa terhadap bacaan dan terhadap bacaan dan terhadap kegiatan membaca serta meningkatkan kelacaran dan pemahaman membaca siswa. Kegiatan yang dilakukan meliputi menyimak, membaca, berbicara, menulis dan memilih Ketiga tahap pembelajaran bertujuan untuk mempertahankan minat literasi baca tulis pada siswa tingkat sekolah dasar. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Henry Guntur Tarigan, 2008: . Melalui gerakan literasi ini diharapkan untuk meningkatkan karakter siswa gemar membaca yang dapat dilihat dari kesadaran siswa pada saat istirahat dan ada waktu luang, siswa membaca buku di pojok baca atau di perpustakaan dan peminjaman buku setiap Selain itu dengan gerakan literasi ini siswa akan mendapatkan informasi dan pengalaman yang didapatkan dengan membaca. METODE PENELITIAN Adapun jenis penelitian yang dapat dipilih oleh peneliti adalah penelitian Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain seperti kondisi, situasi, peristiwa kegiatan dan lainlain. Jadi penelitian deskriptif merupakan sebuah penelitian yang mana tindakan penelitian hanya sampai pada taraf mendeskripsikan hasil penelitian dan tidak memberikan tindakan lagi. Dalam penelitian deskriptif melakukan analisis hanya Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 sampai pada taraf deskriptif, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan di simpulkan. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang di teliti secara tepat. Sumber Data Adapun Sumber Data Pada penelitian yang dilakukan, membutuhkan sumber data yang dapat memberikan informasi untuk memudahkan pelaksanaan Sumber data dari penelitan adalah sebagai berikut: Kepala Sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Kepala sekolah di SDN 19 Woja merupakan orang yang paling bertanggung jawab sekaligus sebagai panutan dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah guna tercapainya suatu pembelajaran yang literasi. Guru Kelas Selain kepala sekolah, guru juga mempunyai peran yang juga sangat penting dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Guru kelas sebagai pemberi pelayanan dalam proses pelaksanaan literasi. Pada penelitian ini yang akan menjadi sumber data adalah guru kelas Rendah. Sumber data yang dapat diperoleh dari guru wali kelas adalah karakteristik siswa, kondisi siswa, dan juga evaluasi dalam pelaksaan GLS. Pustakawan Selain kepala sekolah dan guru. Pustakawan juga mempunyai peran yang sangat penting dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah. Pustakawan adalah seseorang yang bekerja diperpustakaan dan membantu siswa atau siswi untuk menemukan buku, majalah, dan informasi lain. Pada penelitian ini selain guru, pustakawan juga yang akan menjadi sumber data. Sumber data yang didapat dari pustakawan adalah berapa banyak siswa yang masuk atau mengunjungi perpustakaan setiap harinya untuk melakukan kegiatan membaca. Orang tua Orang tua adalah sebagai salah satu yang berperan dalam kegiatan gemar membaca pada gerakan literasi sekolah khususnya untuk kegitan yang dilaksanakan di rumah, peran orang tua sangatlah penting saat siswa sudah tidak berada di sekolah. Peserta didik Siswa adalah sebagai pelaksana dan juga penghasil produk dalam pelaksaan GLS. Siswa memiliki peran paling penting dalam menjalankan serta menjaga semua hal terkait GLS agar dapat terlaksana dengan baik. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian deskriptif kualitatif adapun Teknik pengumpul data yang digunakan yaitu, wawancara dan dokumentasi. Wawancara Wawancara merupakan instrumen pengumpulan data dalam penelitian yang dimana peneliti saling bertatap muka secara langsung dengan narasumber atau subjek yang diteliti, pada teknik wawancara memungkinkan peneliti dengan narasumber atau sumber informasi melakukan kegiatan Tanya jawab secara interaktif maupun secara sepihak saja misalnya dari peneliti saja (Hamid Darmadi, 2014: . Dokumentasi Dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengumpulan data berupa dokumen. Dokumen biasanya berbentuk tulisan contohnya catatan harian, gambar contohnya foto, atau karya-karya Hasil penelitian dari wawancara akan lebih kredibel atau dapat Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 dipercaya jika didukung oleh dokumen yang berbentuk tulisan, foto-foto atau karya tulis (Sugiyono, 2016: . Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh melalui pihak sekolah berupa arsip, foto-foto selama kegiatan penelitian berlangsung. Teknik Analisis Data Analisis data kualitatif merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Lexy J. Moleong, 2017:. Dalam penelitian ini penyusun menggunakan teknik analisis data kualitatif seperti yang dipaparkan oleh Milles dan Huberman dalam kutipan Sugiono adalah dengan menggunakan kondensasi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Sugiono, 2013:. Kondensasi Data Kondensasi data merupakan proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mengubah catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, dan materi . empirik lainnya. Kondensasi . data berarti mengubah data yang sebelumnya menguap menjadi lebih baik. Letak perbedaan antara Reduksi dengan Kondensasi terletak pada cara penyederhanaan data. Reduksi cenderung memilah kemudian memilih, sedangkan kondensasi menyesuaikan seluruh data yang dijaring tanpa harus memilah . Reduksi Data Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Penyajian Data Setelah data yang diperoleh di reduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay atau penyajian data. Penyajian data merupakan menyajikan sekumpulan informasi yang tersusun dan memberi kemungkinan untuk mengadakan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. dengan ini peneliti dapat memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Penarikan Kesimpulan Pada langkah analisis data yang ketiga ini penulis diharuskan dapat melakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kegiatan ini mencakup pencarian makna serta memberi penjelasan. Verifikasi data dalam penelitian ini dilakukan secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari data hasil wawancara akan dituangkan semua hasil wawancara guru wali kelas, siswa dan orang tua siswa. Wawancara Kepala Sekolah Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada kepala sekolah SDN 19 Woja: Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 AuDalam hal perencanaan saya selaku kepala sekolah SDN 19 Woja menyatakan bahwa proses perencanaan gerakan literasi sekolah merupakan hasil kesepakatan yang diambil melalui rapat dengan melibatkan seluruh komponen yang ada di SDN 19 Woja. Selain itu juga anjuran dinas pendidikan kota Dompu, untuk menyelenggarakan Gerakan Literasi Sekolah atau yang dikenal dengan GLS. Ay(SA/KPS/03. 2023/08. AuSaya membentuk Tim Literasi Sekolah dengan melibakan guru dan wali Dengan demikian dapat menjalankan peran masing-masing demi berlangsungnya kegiatan GLSAy (SA/KPS/03. 2023/08. AuSekolah sesuai aturan mengadakan program literasi disekolah dimulai dengan kegiatan pembiasaan membaca 15 menit sebelum berlangsungnya mata pelajaranAy (SA/KPS/03. 2023/08. AuMengupayakan dan membantu dalam kegiatan-kegiatan perencanaan, pengadaan, pelaksanaan perpustakaanAy (W/KPS/03. 2023/08. Dari hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah SDN 19 Woja bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab, kemampuan, kelebihan untuk mengelola Lembaga yang ia pimpin, salah satunya mengelola dan bertanggung jawab pelaksanaan kegiatan gerakan literasi disekolah. Membentuk, memantau dan memastikan program Gerakan literasi sekolah berjalan sesuai dengan intruksi dengan menyediakan sarana dan prasarana demi menunjang kegiatan Gerakan literasi tersebut. Wawancara Guru Wali Kelas Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada guru wali kelas dari perwakilan beberapa kelas yang ditunjuk oleh sekolah yaitu ibu Siti Roslina S. Pd, beliau mengatakan bahwa: AuTahap pelaksanaan awal Gerakan literasi sekolah (GLS) yaitu sebelum pembelajaran dimulai anak-anak diminta utuk berdoa dulu untuk mengawali Setelah itu pembelajaran dimulai dengan membaca buku non fiksi atau cerita selama 15 menit. Pemantauan Gerakan literasi dilaksanakan oleh guru masing-masing kemudian anak-anak diharapkan untuk menanggapi hasil bacaan tersebut dengan tulisan atau berdiskusi ringan sambal menukar hasil dari bacaan masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal dan jam pelajaran. Ay (SR/GWK/04. 2023/09. AuUntuk beberapa siswa dikelas 1 dan 2 yang masih mengalami keterlambatan atau kesulitan membaca, dengan Kerjasama yang baik antara guru bahasa indonesia, wali kelas dan guru yang ditunjuk untuk mendampingi peserta didik mengadakan kegiatan khusus untuk berlangsungnya kegiatan Gerakan literasi yaitu menggambar dan mewarnai, menggambar dan bercerita. Ay (SR/GWK/04. 2023/09. AuMedia yang digunakan peserta didik dalam kegiatan literasi adalah buku non fiksi, buku cerita atau dongeng yang tersedia dalam perpustakaan atau pojok baca dalam kelasAy (SR/GWK/04. 2023/09. AuSalah satu penghambat yang memiliki pengaruh dalam Gerakan literasi adalah standar koleksi buku diperpustakaan yang memuat kriteria bacaan terbatas Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 bahkan paling sedikit. Sehingga menimbulkan kedisiplinan dalam berliterasi berkurang karena kurangnya buku bacaan yang sesuai dengan minat membuat minat baca siswa berkurang karena merasa tidak tertarik dengan bacaanAy (SR/GWK/04. 2023/09. AuUpaya yang dilakukan sekolah dengan adanya pojok baca disekolah atau dikelas walau dalam keadaan terbatas. Membuat majalah dinding sekolah, aneka gambar dan lukisan literasi, guna memunculkan rasa ketertarikan dan keinginan membaca pada siswaAy (SR/GWK/04. 2023/09. Dari hasil wawancara peneliti dengan guru selaku wali kelas sekaligus mewakili team Gerakan literasi sekolah adalah guru memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan Gerakan literasi sekolah berjalan sesuai dengan arahan kepala sekolah dan terlaksananya program Gerakan literasi baik dari tahap awal yaitu pembiasaan membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar berlangsung, kemudian tahap pelaksanaan sampai pada tahap pengembagan dan tahap Secara umum, selain bertanggung jawab guru memiliki peranan penting dalam mendorong, mendukung dan memantau perkembangan kegiatan Lalu kemudian mengevaluasi karakter membaca tiap siswa melalui program-program Gerakan literasi disekolah. Wawancara Siswa Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa yang secara acak mengunjungi perpustakaan diluar jam Pelajaran atau diwaktu luang, mengatakan AuSebelum pembelajaran dimulai Bapak atau Ibu guru yang akan mengajar selalu memberikan arahan agar selalu membiasakan diri membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Dan diwaktu luang atau jam istirahat saya dan teman-teman kadang menghabiskan waktu untuk membaca buku yang kami sukai baik di perpustakaan atau dipojok baca. Ay (A/S/06. 2023/09. AuDi jam istirahat biasanya ke kantin, dan guru mengarahkan ke perpustakaan untuk membaca dan kami memilih buku cerita yang kami sukaiAy (M/S/06. 2023/09. AuSetelah membaca kami diminta guru untuk menulis kembali apa saja isi atau cerita dari buku bacaan. Atau saling bertukar cerita isi buku dengan teman yang lainnyaAy (S/S/06. 2023/09. AuBeberapa teman ada yang tidak tertarik membaca karena ada beberapa buku yang tidak ada diperpustakaanAy (A/S/06. 2023/09. AuKami sangat menantikan buku buku cerita yang kami sukai karena beberapa buku itu masih buku koleksi lama diperpustakaan. Ay (W/S/06. 2023/09. Dari hasil wawancara peneliti dengan siswa ada beberapa siswa yang mengeluhkan keterbatasan koleksi buku bacaan, siswa masih membutuhkan dorongan dan dukungan dari guru agar terlibat dalam kegiatan Gerakan literasi Wawancara Orang Tua Siswa Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang tua siswa yang menjadi Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 perwakilan, hasil wawancara yang dirangkum adalah sebagai berikut: AuKarena pandemi beberapa tahun terakhir membentuk karakter pada anak yaitu malas membaca karena berkurangnya kegiatan belajar mengajar disekolah. Sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktu didepan televisi atau hp. Tapi sebagai orang tua, kami tetap mengupayakan yang terbaik agar anak tetap mau belajar dan membacaAy (J/OTS/06. 2023/13. AuKadang saya suruh anak membaca lewat hp, saya pantau kadang saya dampingiAy (A/OTS/06. 2023/13. AuSetelah keadaan membaik dan sekolah mulai aktif, saya mendorong dan mendukung anak dengan mengadakan buku bacaan yang ia sukai dirumahAy (S/OTS/06. 2023/13. AuKegiatan membaca lebih membuat anak saya semangat Ketika menceritakan kembali bacaan yang ia baca dan sebagai orang tua saya selalu mendengarkan. Ay (W/OTS/06. 2023/13. Dari hasil wawancara peneliti dengan orang tua siswa, orang tua memiliki kewajiban untuk selalu mendorong, mendukung kegiatan membaca anak. Bentuk Upaya dan dukungan orang tua adalah menyediakan buku bacaan dirumah, meluangkan waktu untuk menemani anak membaca, berdiskusi dengan anak. Orang tua harus selalu memantau kegiatan belajar dan membaca anak diwaktu luang. Pembahasan Kepala sekolah memiliki tanggung jawab dan peran dalam mengembangkan budaya Gerakan literasi disekolah, salah satunya adalah mengajak dan mengarahkan warga sekolah untuk bekerjasama dan dan mengembagkan literasi Gerakan sekolah atau GLS dengan mengadakan, mengarahkan, memantau berjalannya program Gerakan literasi mulai tahap pembiasaan, pelaksanaan, pengembangan dan tahap pembelajaran. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 19 Woja meliputi : Tahap pembiasan Tahap pembiasaan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat terhadap bacaan dan kegiatan dalam diri warga sekolah. Gerakan Literasi Sekolah dapat berjalan dengan baik ketika sekolah tersebut memperhatikan ruang lingkup dimulai dari sarana dan prasarana. Kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dimulai. Salah satu kegiatan di dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kegiatan 15 menit Pembiasaan tersebut merupakan hal yang sangat fundamental bagi pengembangan kemampuan literasi siswa. Tahap pengembangan Kegiatan literasi pada tahapan ini sama dengan kegiatan pada tahap Dalam tahap ini peserta didik ditunjuk didorong untuk menunjukkan keterlibatan pikiran dan emosinya dengan proses membaca melalui kegiatan produktif secara lisan maupun tulisan. Tahap pembelajaran Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan startegi membaca di semua mata pelajaran. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2962-8695 DAFTAR PUSTAKA