JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Volume 1 . , 69-74 http://dx. org/10. 52365/jond. http://jurnal. Research Article Gambaran Pola Asuh Orang Tua yang Bekerja Pada Masa Pandemi COVID-19 di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Baiq Nurul Hidayati1. Rias Pratiwi Safitri2. Fitri Romadonika3. Harlina Putri Rusiana4 1Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram *Corresponding Author : Baiq Nurul Hidayati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram baiqnurulhid16@gmail. Abstract: During the COVID-19 pandemic, parents are required to spend more time accompanying their children's learning, taking part in their children's school work, but also having to stay in their career or work. Parenting is the best way that parents can take in educating children as an embodiment of a sense of responsibility to children. The factors that influence parenting styles are: age, education and socioeconomic level or parent's occupation. This study aims to determine the description of parenting patterns of working parents during the COVID- 19 pandemic in Selebung Village. Keruak District. East Lombok Regency. This study uses a quantitative descriptive method with a cross sectional approach. The population is 2,776 working parents and 97 people are used as The results showed that the type of parenting applied by the respondents was democratic parenting as many as 62 people . 9%), authoritarian 13 people . 4%) and permissive 22 people . 7%). It is hoped that parents can spend time with their children, can build communication with children and parents can provide explanations related to covid-19 and for further researchers it is hoped that they can examine other factors regarding parenting patterns during the covid-19 Keywords: Covid-19 Pandemic. Parenting. Working Parents Pendahuluan Sejak tahun 2019, dunia telah dihebohkan dengan munculnya corona virus disease 19 atau dikenal dengan covid 19 di Kota Wuhan. China. Covid- 19 mulai masuk ke Indonesia sejak awal tahun 2020 dan menyebar secara luas pada maret 2020 dimana menyebabkan berbagai macam kasus yang menyebabkan pemerintah indonesia banyak mengambil kebijakan-kebijakan sebagai salah satu upaya untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19 (Dewi dan Khotimah, 2. Menurut WHO . Corona virus adalah keluarga besar virus yang dimana menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa sampai penyakit yang serius seperti Middle Eas Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan eISSN 2776-3161 A 2021 Penulis. Dibawah lisensi CC BY-SA 4. Ini adalah artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution (CC BY), yang mengizinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi tanpa batas dalam media apa pun, selama penulis dan sumber aslinya disebutkan. Tidak diperlukan izin dari penulis atau penerbit. Hidayati, et. NonComm. Dis. Vol 1. Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Cahyati Nika dan Kusumah Rita, 2. Corona virus yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Corona virus 2 (SARS-COV. , dan menyebabkan penyakit Corona virus Disease-2019 (COVID-. (Cahyati Nika dan Kusumah Rita,2. Covid-19 ini membuat kehidupan manusia lumpuh diberbagai sektor salah satunya di sektor pendidikan dimana pemerintah memutuskan untuk melakukan lockdown wilayah dan pemberhentian segala bentuk. Orang tua yang mana memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak aktivitas diluar rumah termasuk proses belajar disekolah (Dewi dan Khotimah, 2. Pada tanggal 03 Desember 2020 data covid19 dunia dirawat sekitar 18. ,32%), sembuh 45. ,37%), meninggal 854 . ,31%) total 65. 390 kasus. Data covid 19 Indonesia pada tanggal 03 Desember 2020 dirawat sekitar 77,969 . ,98%), sembuh 462. ,91%), meninggal 355 . 11%) total 557. 877 kasus. Data covid-19 pada tanggal 02 Desember 2020 di Nusa Tenggara Barat dirawat 553 . 51%), sembuh 3995 . 6%), meninggal 256 . 33%) total 804 kasus. Data covid 19 di Lombok Timur tanggal 02 Desember 2020 dirawat 27 orang, sembuh 546 orang, meninggal 25 orang dengan jumlah 598 kasus (GERMAS, 2. Perubahan pembelajaran mempengaruhi pola interaksi antara siswa dengan siswa yang lain, siswa dengan guru dan anak dengan orang tua. Sejak kebijakan belajar dari rumah diberlakukan, peran orang tua semakin bertambah dimana orang tua dituntut untuk menerapkan pola asuh yang baik dalam mendampingi anak selama waktu nyaris 24 jam (Dewi dan Khotimah,2. Dalam mengasuh anaknya orang tua dapat dipengaruhi oleh budaya yang ada di lingkungannya dan di samping itu, orang tua juga diwarnai oleh sikap-sikap tertentu dalam memelihara, membimbing, dan mengarahkan anak- anaknya. Sikap tersebutlah yang tercermin dalam pola pengasuhan kepada anaknya yang berbeda-beda, dimana setiap masing- masing orang tua mempunyai pola asuh tertentu dan yang beda pula. Pola asuh orang tua ialah interaksi antara orang tua dengan anak. Selama dalam proses pengasuhan, itulah yang memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak (Ahmad Hariadi dkk,2. Kehadiran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak belajar dari Orang tua harus menjelaskan berbagai mata pelajaran. Hampir tidak ada yang menyangka, wajah pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid-19. Kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di sekolah menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online, dalam skala nasional yang sebenarnya justru lebih sulit. Orang tua dimasa pandemi ini dituntut untuk lebih banyak waktu menemani belajar anak, ikut andil dalam pekerjaan sekolah anak, tapi juga harus tetap bertahan dalam karir atau pekerjaannya karena semasa covid19 ini kebutuhan semakin bertambah dan lapangan pekerjaan semakin sedikit (Nurina. Hasil studi pendahuluan pada 7 orang tua yang bekerja yang memiliki anak usia Sekolah yang mana orang tua mengatakan mengasuh anaknya dengan cara memberikan kebebasan disertai dengan arahan, menyisihkan waktu untuk bersama anaknya, dan meberikan perhatian kepada anaknya, orang tua mengatkan mengasuh anaknya dengan Pola Asuh Orang Tua Masa Pandemi COVID-19 Hidayati, et. NonComm. Dis. Vol 1. cara memberikan kebebasan apa yang anak ingin lakukan dan kerjakan yang tidak disertai dengan arahan dari orang tua, orang tua mengatkatan mengasuh ankanya dengan cara memberikan aturan atau batasan kepada anaknya yang harus ditaati oleh anak itu sediri dan memarahi anak bahkan memukul anaknya bila melakukan kesalahan dan orang tua mengatakan merasa kewalahan membagi waktu antara mengurus anak dengan pekerjaan dimasa pandemi covid-19 yang mana sebelum terjadi covid-19 orang tua menyerahakan kepada guru sekolah dalam hal kegiatan pembelajaran sekolah dan sekarang semua kegiatan pembelajaran atau pekerjaan sekolah dilakukan orang tua dan orang tua diharuskan bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan mengasuh anak. Materials dan Metode 1 Material Pola asuh adalah cara pengasuhan yang digunakan orang tua dalam keluarga untuk beriteraski dengan anaknya dalam suatu lingkungan keluarga. Kegiatan pengasuhan ini terdiri dari cara mendidik, membimbing, mengasuh , melindungi dan pengawasan terhadap anak (Karismatika dan Nur 2. Jenis Pola Asuh orang tua terbagi menjadi pola asuh otoriter, demokrasi dan permisif. Orang tua adalah pendidik dan pengasuh utama bagi anak-anaknya, penerapan pola asuh yang tepat menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter anak (Larasani dkk, 2. 2 Metode Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah desain penelitian deskriptif kuantitatif. Menggunakan pendekatan cross sectional. Menurut nursalam . penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendekripsikan . suatu kejadian yang penting yang terjadi pada masa kini. Penelitian kuantitatif merupakan teknik yang digunakan untuk mengolah data dalam bentuk angka, baik sebagai hasil pengkuran maupun hasil kesepakatan (Notoatmodjo, 2. yang mana kata lain penelitian deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan suatu kondisi yang terjadi dipopulasi saat ini. Desain penelitian ini yang mana menggambarkan pola asuh orang tua yang bekerja pada masa pandemi covid-19 di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Hasil Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden pada penelitian ini berdasarkan usia responden paling banyak berada pada dewasa awal sebanyak 42 orang . ,3%), usia anak terbanyak yaitu 10-12 tahun sebanyak 64 orang . %), pendidikan SMA sebanyak 45 orang . ,4%), sebagian besar pekerjaan sebagai petani yaitu sebanyak 58 orang . ,8%), jenis kelamin perempuan sebanyak 49 orang . ,5%) dan pola asuh yang diterapkan orang tua 62 orang . ,9%) yang menerapkan jenis pola asuh yaitu pola asuh demokratis. Pola Asuh Orang Tua Masa Pandemi COVID-19 Hidayati, et. NonComm. Dis. Vol 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Respoden di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021. Umur Frekuensi . Persentase (%) Remaja Akhir . -25 Tahu. Dewasa Awal . -35 Tahu. Dewasa Akhir . -45 Tahu. Lansia Awal . -55 Tahu. Total Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Anak di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021. Usia Anak Frekuensi . Persentase (%) 6-9 Tahun 10-12 Tahun Total Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Responden di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021. Pedidikan Frekuensi . Persentase (%) SMA SMP Total Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Responden di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021. Pekerjaan Frekuensi . Persentase (%) PNS Petani Wiraswasta Total Tabel 5. Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin responden di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021. Jenis Kelamin Frekuensi . Persentase (%) Laki-Laki Perempuan Total Tabel 6 : Distribusi Frekuensi Jenis Pola Asuh Orang Tua di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021. Pola Asuh Orang Tua Frekuensi . Persentase (%) Demokratis Otoriter Pola Asuh Orang Tua Masa Pandemi COVID-19 Hidayati, et. NonComm. Dis. Vol 1. Permisif Total Pembahasan Hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur, dari 97 responden tercatat bahwa jenis pola asuh yang diterapkan oleh responden atau orang tua yang paling banyak menggunakan pola asuh demokratis yaitu sebanyak 62 orang . ,9%). Menurut Nurhayanti dkk . Faktor yang mempengaruhi pemberian pola asuh orang tua ialah tingkat pendidikan, usia dan jenis kelamin dan sosial ekonomi/pekerjaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniarti dan Andriyani . pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak prasekolah di TK R. A Almardiyah Ranjamandala menunjukkan dari 48 responden diketahui hampir seluruh orang menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebanyak 43 orang . ,6%), sedangkan hanya sebagian kecil yang menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 5 orang . ,4%). Menurut Candra et al. , n. dalam Yuniarti dan Andriyani . menyatakan bahwa pengasuhan orang tua terhadap anaknya dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan perilaku anak itu sendiri. Pola asuh yang tepat bagi anak dan sesuai dengan kebutuhan anak akan memungkinkan dukungan positif diterima oleh anak. Pola perilaku dirasakan oleh anak mau itu positif ataupun negative. Di dalam pola pengasuhan terdapat gaya dalam pengasuhan, disetiap keluarga pasti berbeda beda tergantung dari pandangan orang tua. Menurut Woolfolk (Yuniarti dan Andriyani . terdapat tiga jenis pola pengasuhan orang tua yang secara umum yaitu pola pengasuhan demokratis, otoriter dan permisif. Faktor yang mempengaruhi dalam pengasuhan seseorang yaitu faktor ekternal dan internal. Faktor eksternal adalah lingkungan sosial dan lingkungan fisik serta lingkungan kerja orang tua, sedangkan faktor internal adalah model pola pengasuhan yang pernah didapat sebelumnya, secara lebih lanjut pembahasan factorfaktor yang ikut berpengaruh dalam pola asuh pengasuhan orang tua menurut (Sumarni & Sofiani, 2. adalah: budaya, orang tua mempertahankan konsep tradisional mengenai peran orang tua, sehigga tetap menggunakan cara pola pengasuhan orang tua dulu karena di anggap berhasil mendidik mereka dengan baik, tingkat pendidikan orang tua, orang tua lebih memiliki ilmu pengetahuan lebih banyak dalam mengasuh anak, status social ekonomi, orang tua dari kelas menengah cenderung lebih keras dalam mengasuh anak. Berdasarkan hasil analisis peneliti di dapatkan pola asuh orang tua yang bekerja pada masa pandemi covid-19 di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur mayoritas demokratis didukung oleh karakteristik respoden berupa usia dimana usia ratarata dewasa awal, pendidikan dalam kategori menengah ke atas yaitu SMA dan S1 dan pekerjaan responden yang semua bekerja. sejalan dengan teori sebelumnya bahwa usia, pendidikan dan pekerjaan merupakan faktor lain yang dapat mempengaruhi pemberian pola asuh orang tua selama masa pandemi COVID-19. Pola Asuh Orang Tua Masa Pandemi COVID-19 Hidayati, et. NonComm. Dis. Vol 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Selebung Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur Tahun 2021 didapatkan hasil pola asuh demokratis sebanyak 62 orang . ,9%) yang mana orang tua mengasuh anaknya dengan cara memberikan kebebasan disertai dengan arahan, menyisihkan waktu untuk bersama anaknya, dan meberikan perhatian kepada anaknya, otoriter 13 orang . ,4%) yang mana orang tua mengasuh ankanya dengan cara memberikan aturan atau batasan kepada anaknya yang harus ditaati oleh anak itu sediri dan memarahi anak bahkan memukul anaknya bila melakukan kesalahan dan permisif 22 orang . ,7%) yang mana orang tua mengasuh anaknya dengan cara memberikan kebebasan apa yang anak ingin lakukan dan kerjakan yang tidak disertai dengan arahan dari orang tua Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan dalam artikel ini Kontribusi Penulis Semua penulis berkontribusi sama dalam tulisan ini Kelaikan Etik No surat etika penelitian 18/KEP/STIKES/X/202 Daftar Pustaka