CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 Inovasi dalam Bidang Kurikulum : Program MBKM Pada Mahasiswa PGMI di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Sekar Harum Pratiwi1. Syafruddin Nurdin2. Muhammad Kosim3. Guesa Maiwinda4 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. STAI Madrasah Arabiyah Pesisir Selatan Email : sekarpratiwi95@gmail. com1, syafruddinnurdin@uinib. muhammadkosim@uinib. id3, guesamaiwinda@gmail. Abstrak Salah satu perubahan kurikulum perguruan tinggi yang penting adalah peralihan ke konsep "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" (MBKM), yang merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan, terutama di pendidikan tinggi. kebijakan kampus merdeka, perlu dioptimalkan, agar civitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa, mampu memasifkan publikasi ilmiahnya. Sehingga mengarah pada daya inovasi nasional, yang sampai saat ini, masih dikategorikan belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efek dari MBKM terhadap kelulusan mahasiswa yang lulus programnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. yang bercorak kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian Kata kunci: Inovasi, kurikulum, dan MBKM Abstract One of the important changes in the higher education curriculum is the shift to the concept of "Free Learning Campus Independence" (MBKM), which is a new paradigm in the world of education, especially in higher education. Independent campus policies need to be optimized, so that the academic community, especially lecturers and students, are able to maximize their scientific publications. So that it leads to national innovation power, which until now, is still categorized as not The aim of this research is to find out the effect of MBKM on the graduation of students who pass the program. The method used in this research is field research (Field Researc. with a qualitative pattern using descriptive methods. The descriptive method is research that is intended to collect information regarding the status of an existing symptom, namely the state of the symptom according to what it was at the time the research was conducted. Keywords: Innovation, curriculum and MBKM JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 Pendahuluan Peningkatan kapabilitas SDM ini dapat dilakukan dengan adanya perubahan paradigma dalam pendidikan sehingga dapat melahirkan generasi-generasi baru yang siap menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Hal inilah yang menjadi latar belakang diberlakukannya kebijakan AuMerdeka Belajar dan Kampus MerdekaAy. Kebijakan MBKM ini merupakan kebijakan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Namun untuk mencapai tujuan dari kurikulum MBKM yang lebih maksimal tentu diperlukan sosialisasi yang mendalam terkait dengan penerapan konsep kampus merdeka belajar ini baik kepada para dosen maupun kepada seluruh Masyarakat. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Adapun payung hukum dari kebijakan Merdeka Belajar. Kampus Merdeka dituangkan dalam 5 kebijakan yaitu Permendikbud No. Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Permendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Perubahan Perguruan Tinggi Negeri menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum. Permendikbud No. 5 tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi. Permendikbud No. 6 tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tingi Negeri dan Permendikbud No. tentang Pendirian. Perubahan. Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian. Perubahan dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta (Purike 2. Salah satu kebijakan pemerintah di bidang pendidikan adalah mengganti kurikulum, yang berdampak pada manajemen kurikulum di semua tingkat pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Namun, dalam proses implementasinya, diperlukan waktu adaptasi di masing-masing perguruan tinggi, termasuk penyesuaian terhadap kurikulum yang baru (Uswatiyah et al. Salah satu perubahan kurikulum perguruan tinggi yang penting adalah peralihan ke konsep "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" (MBKM), yang merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan, terutama di pendidikan tinggi. Kebijakan ini diumumkan pada tahun 2020 dan didorong oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang merasa bahwa kebijakan ini sesuai dengan kondisi saat ini (Marwiji. Qomaruzzaman, and Zaqiah 2. MBKM menghadirkan paradigma baru dalam dunia pendidikan, dengan penekanan pada konsep MBKM yang mencakup kemerdekaan dan kemandirian dalam pembelajaran. Dasar atau konsep dasar MBKM mencerminkan pemikiran filsafat Ki Hajar Dewantara mengenai kemerdekaan dan kemandirian (Mukoyimah and Arsyad 2. Konsep MBKM sendiri terdiri dari dua elemen esensial, yaitu "Merdeka Belajar" dan "Kampus Merdeka" (Baehaki 2. Pertama, konsep "Merdeka Belajar" JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 menekankan kebebasan berpikir, terutama pada kalangan pendidik. Pandangan ini dianggap sebagai upaya untuk mengakui perubahan dalam pembelajaran di semua tingkat pendidikan, termasuk sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Kedua, "Kampus Merdeka" adalah perpanjangan dari konsep "Merdeka Belajar," yang berarti melepaskan kendala untuk mencapai kemandirian dalam pendidikan dengan lebih Tentu kebijakan kampus merdeka, perlu dioptimalkan, agar civitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa, mampu memasifkan publikasi Sehingga mengarah pada daya inovasi nasional, yang sampai saat ini, masih dikategorikan belum optimal. Merujuk data yang dipublikasikan oleh World Economic Forum atau WEF . menjelaskan daya saing Indonesia berada di peringkat 50 dari 141 negara, dibawah Singapura. Malaysia serta Thailand, perhitungan WEF menggabungkan data kuantitatif, yang penilaian peringkat daya saing globalnya didasarkan pada 103 indikator yang dikelompokkan dalam 12 pilar. Peran dosen dan mahasiswa dalam memperbaiki daya saing Indonesia tersebut, bisa melalui pengoptimalan penelitian, guna mewujudkan inovasi nasional (Nanggala and Suryadi 2. Namun dalam pelaksanaan program Merdeka belajar kampus Merdeka menurut peneliti masih kurang maksimal dalam memfilter mahasiswa yang lulus program tersebut. Karena ada beberapa mahasiswa yang memiliki kemampuan bagus dalam penerapan keilmuannya, tetapi tidak beruntung lulus program MBKM. Seperti di Universitas yang peneliti teliti, ada beberapa mahasiswa yang bagus mempraktekkan cara mengajar ketika mata kuliah microteaching ataupun praktek pembelajaran lainnya namun tidak lulus di program MBKM. Sedangkan ada mahasiswa yang kurang dalam praktek namun lulus di program MBKM. Oleh karena itu, dalam program MBKM seharusnya bisa dilakukan pengecekkan ulang terkait mahasiswa yang mendaftar. Pelaksanaan program yang harus diselesaikan dalam tempo yang relatiif singkat dan bersamaan mengakibatkan program ini masih abstrak. Untuk mencapai manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem pendidikan MBKM, sosialisai diperlukan untuk mengenalkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka baik untuk mahasiswa, dosen maupun untuk masyarakat. Terdapat tiga hal yang ingin diraih selama belajar mengajar yang terkandung di kurikulum MBKM. Maksud dari ketiga perkara itu yakni Au. memajukan praktik pendidikan ke Tingkat kualitas dan modernitas yang lebih tinggi. kemandirian dan keleluasaan kecerdasan dan kemampuan peserta didik sesuai potensi minat dan kecenderungan masing-masing peserta didik serta. keleluasaan lembaga pendidikan dalam mengeksplorasi kecerdasan dan kemampuan peserta didik sesuai potensi, minat, dan kecenderungannya masing-masing peserta Ay (Mustaghfiroh 2. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 Menurut Nur Syapika dkk (ADILA et al. dalam Pelaksanaan program MBKM Dosen tidak hanya harus mempersiapkan diri, tetapi juga harus proaktif agar penerapan MBKM di Prodi PGMI berhasil. Sebagai contoh: seorang dosen hendaknya membaca buku pedoman terkait program MBKM, berpartisipasi saat penerapan kurikulum terkait MBKM, dan berpartisipasi saat pemilihan kegiatan dan program terkait MBKM. Dari itu perlu adanya penggerakkan yang cepat agar kendala dan hambatan yang di alami dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu. Kemendikbud Ristek telah menentukan 8 . indikator Kinerja Utama (IKU) (Diswantika. Istirahayu, and Taufiq 2. perguruan tinggi sebagai acuan arah pengembangan kurikulum MBKM meliputi . lulusan mendapat pekerjaan yang layak, . mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, . dosen berkegiatan di luar kampus, . prakstisi mengajar di dalam kampus, . hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, . program studi bekerja sama dengan mitra dunia, . kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan . progam studi berstandar internasional. Demi tercapainya kedelapan IKU melalui implementasi MBKM, perguruan tinggi harus memiliki keberanian mengubah pola pikir dari pendekatan kurikulum berbasis konten menjadi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang adaptif dan fleksibel (Suastika et al. Tujuan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah mendorong mahasiswa menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga siap bersaing dalam dunia global (Baharuddin 2021a. Fatmawati 2020. Tohir 2. Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka tempuh berdasarkan keinginan sendiri. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi memberikan hak otonomi kepada Perguruan Tinggi. Pada prinsipnya perubahan paradigma pendidikan agar menjadi lebih otonom dengan kultur pembelajaran Pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin otonom dan fleksibel (Bhakti et al. Implementasi kurikulum MBKM diharapkan dapat mengatasi tantangan perkembangan teknologi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, dengan menggunakan pendekatan pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk fokus pada pencapaian pembelajaran yang sesuai dengan disiplin keilmuan (Sopiansyah et al. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa tujuan utama MBKM adalah meningkatkan kompetensi lulusan, termasuk pengembangan soft skills dan hard skills, sehingga mereka lebih siap dan relevan dengan tuntutan zaman. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 Metode Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. yang bercorak kualitatif dengan menggunakan metode Metode deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Pada penelitian deskriptif kualitatif, peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Dalam penelitian deskriptif kualitatif melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh Penelitian ini dirancang menggunakan metode pendekatan kualitatif, mengingat hasil yang dihasilkan bukanlah angka statistik. Pemilihan pendekatan kualitatif dalam penyusunan penelitian ini dipertimbangkan karena lebih cocok dengan ruang lingkup pembahasan yang akan dikaji. Penggunaan data kualitatif dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang diperoleh dapat disajikan secara alami dan otentik. Dengan kata lain, data yang diperoleh mencerminkan keadaan sesungguhnya dengan kedalaman yang memungkinkan pemahaman menyeluruh dan mendalam sesuai dengan realitas yang sebenarnya. Hasil dan Pembahasan Tantangan ini harus disiapkan dengan baik karena merupakan hak belajar mahasiswa baik di program studi sendiri, di luar program studi, dan pengalaman belajar melalui kegiatan pertukaran mahasiswa, magang. KKNT, bakti sosial dan penelitian (Kholik et al. Mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan Indonesia harus ditantang untuk keluar dari zona nyamannya dan berlatih menghadirkan solusi dari masalah yang ditemui ketika berada di masyarakat serta adanya program MBKM ini juga dapat membantu mewujudkan desa-desa mandiri (Yanuarsari et al. Esensi dalam MBKM program pertukaran pelajar dan general education adalah memfasilitasi mahasiswa untuk bisa mengambil ilmu dari bidang keilmuan lain yang belum pernah dipelajarinya sehingga mahasiswa dapat berpikir secara luwes dan komprehensif (Faiz and Purwati 2. Dengan adanya program pertukaran pelajar juga memberikan bekal dan penanaman karakter untuk mengenal suku, bangsa, budaya, ras dan agama sehingga memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Konsep merdeka belajar sangat relevan dengan masa sekarang karena 0 menggabungkan kemajuan teknologi untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan sosial individu (Meke. Astro, and Daud 2. Oleh karena itu. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 kebijakan merdeka belajar diharapkan dapat menciptakan dunia pendidikan yang bebas beban dan teknologi berperan penting dalam menyelesaikan masalah Implementasi kurikulum MBKM harus menjadi fokus setiap perguruan tinggi dan program studi. Tantangan ini dapat diatasi dengan mengembangkan kurikulum program studi yang mengadaptasi kebijakan MBKM, termasuk perencanaan, proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran (Baharuddin 2021. Kurikulum di program studi harus mempertimbangkan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran (CPL) yang sesuai dengan tantangan masa depan. Kurikulum MBKM harus memberikan pengalaman belajar bermakna bagi mahasiswa, memberikan kebebasan dalam belajar baik yang bersifat akademik maupun nonakademik (Syahril. Hastuti, and Arisanty 2. , serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan di universitas, termasuk pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan Dalam kurikulum MBKM, setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar interdisipliner baik dalam maupun di luar program studi, bahkan di luar Program inovatif dan reformatif yang tidak biasa ini tentu saja dalam pengimlementasiannya akan terdapat kendala ataupun tantangan yang mengirinya. Tantangan dan prospek kedepan penerapan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka yaitu sebagai berikut: Pertama, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebenarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kebijakan ini pada realitanya masih belum sepenuhnya diterima di ekosistem Pendidikan di Indonesia termasuk pendidikan tinggi. Kedua, kurangnya sosialisasi penyesuaian SKS dengan materi atau Mata Kuliah antar instansi. Ini menjadi tantangan besar dalam penerapan MBKM. Ketiga. Sistem pembelajaran yang digunakan saat ini melalui LMS (Learning Management Syste. untuk menunjang kegiatan pembelajaran baik secara daring maupun luring. Keempat. Mekanisme magang. PTN-BH dan mekanisme kolaborasi pada tataran praktisnya muncul beberapa persoalan yaitu problema magang bagi PTN kecil atau PT dengan letak geografis terpencil, terluar, dan tertinggal (Hasanah 2. Aisyah Tiar dkk menjelaskan didalam jurnalnya tentang dampak Merdeka belajar kampus Merdeka (Arsyad and Widuhung 2. kegiatan MBKM berdampak positif terhadap kualitas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hal ini ditunjukkan dari hasil survey dan FGD terhadap mahasiswa yang mengikuti kegiatan MBKM. Kualitas mahasiswa yang dimaksud mencakup peningkatan pengetahuan, pemahaman, pengalaman, kreatifitas, komunikasi, relasi, lebih adaptif, dan mampu menyelesaikan masalah. Pencapaian kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan cakupan yang luas dapat dicapai dengan cara peningkatan mutu/kualitas pendidikan melalui bentuk JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 kegiatan pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori tetapi juga pembelajaran yang sinkron dengan dunia nyata baik dengan industri, sosial/masyarakat, perkembangan teknologi maupun berbagai dinamika perkembangan global, serta dapat mengasah kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi secara mandiri sesuai dengan passiondalam bidangnya masing-masing (BaroAah 2. Menurut Gusdini dkk (Gusdini. Hasibuan, and Basriman 2. Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas lulusan. Hal ini karena dalam program MBKM mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan diberikan kebebasan untuk meningkatkan kompetensi Manfaat MBKM ini telah dirasakan telah dirasakan oleh mahasiswa yang telah mengikuti program MBKM diantaranya peningkatan softskill, kesiapan mahasiswa menghadapi masa pasca kuliah dan peningkatan kompetensi di bidang masing-masing. Program MBKM yang paling dominan di minati oleh mahasiswa adalah pertukaran pelajar dan magang. Hal ini di sebabkan karena informasi 2 kegiatan ini secara umum lebih intensif, sehingga mempengaruhi minat mahasiswa. Namum belum semua mahasiswa telahmempersiapkan diri untuk mengikuti program MBKM. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang lebih intensif dalam melakukan sosialisasi program MBKM yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Pada penelitian ini, peneliti mengambil data yang ada pada Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, mahasiswa sudah mengikuti program Kampus Merdeka sejak Angkatan 1 sampai 7. Seluruh mahasiswa PGMI ikut melakukan pendaftaran kampus Merdeka. Mahasiswa PGMI UM Sumbar setiap angkatan KM rata-rata lulus untuk mengikuti kegiatan KM yang bertugas di beberapa sekolah yang sudah ditetapkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Tingkat kelulusan mahasiswa PGMI di UM Sumatera Barat setelah adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pada prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di UM Sumbar, beberapa mahasiswa yang lolos dari KM Angkatan 1 sampai 7, berikut datanya : Nama Nama SD DLP SDN 09 Pancung Soal SD Negeri 38 Lubuk Buaya SD Negeri 16 Surau Gadang SDN 17 Batipuh Baruah JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 SRY SDN 19 Belakang Tangsi SDN 30 Sungai Lansek VOA SDN 04 Muaro Sako Tabel 1 : Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 1 Nama Nama SD ANI SDN 04 Batang Anai SD IT La Tahzan Pisang Berebus Provinsi Riau SDIT As Salam SD Sabbihisma 3 Batang Anai SD Tahfizh Hamalatul QurAan SDIT BMT Dharmasraya SD Negeri 26 Parak Buruk Tabel 2 : Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 2 Nama Nama SD SDN 23 Tanjung Bonai SDIT Ibnu Abbas Pariaman SD Negeri 29 Purus Tabel 3 : Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 3 Nama Nama SD SDN 27 Limau Asam SD Negeri 03 Binjau SDN 29 Kinali SDN 01 Asam Kumbang JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 SDN 01 Asam Kumbang NPR SDN 27 Limau Asam SDN 27 Limau Asam BWKP SDN 03 Pasaman SDN 01 Asam Kumbang DMP SDN 01 Asam Kumbang SMPN 7 Payakumbuh SD Negeri 03 Sungai Naniang SDN 18 Kampung Lapai AHA SDN 27 Limau Asam YWA SDN 01 Asam Kumbang SDN 26 Gasan Kecil SDN 04 Tanjung MSA SDN 17 Pintu Kayu Ketek Tabel 4 : Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 4 Nama Nama SD SDN 25 Jati Tanah Tinggi Tabel 5: Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 5 Nama Nama SD SDN 03 Kinali SD Negeri 03 Air Amo SDN 03 Kinali SDN 03 Kinali JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 SD Negeri 04 Padang Sago EPN SD Negeri 03 Sungai Aur SD Negeri 22 Duku SD Negeri 03 Sungai Aur SD Negeri 05 Ulakan Tapakis Tabel 6 : Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 6 Nama Nama SD ATM SDN 07 Ikur Koto SDN 07 Ikur Koto SD N 01 Luhak Nan Duo VJY SD Islam Al Hidayah SDN 08 2x11 Enam Lingkung Tabel 7: Data mahasiswa PGMI yang lulus KM angkatan 7 Dari banyaknya mahasiswa yang lolos pada program mbkm, rata-rata mereka bisa menyelesaikan study nya dalam waktu 3,5 tahun. Jadi, dengan adanya program mbkm, bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk lebih cepat menyelesaikan masa Mahasiswa juga lebih bisa cepat merasakan situasi mengajar langsung dilapangan sebelum masa PL yang memang sudah ditetapkan dari universitas. Simpulan Merdeka Belajar Kampus Merderka atau yang lebih dikenal MBKM merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan mereka di lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keilmuan yang dimiliki, mengajarkan para mahasiswa untuk dapat menguasai keilmuan yang sudah mereka pelajari dan diterapkan di tempat mereka ditugaskan. Mahasiswa yang lulus pada program mbkm dari setiap angkatan harus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan dunia kerja. Mahasiswa yang diperbolehkan untuk daftar mengikuti program MBKM adalah mahasiswa yang sudah berada di semester 5. Setelah lulus, mereka langsung tersebar sesuai dengan penempatan dilokasi sesuai dengan yang sudah tertera. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 1 Edisi Bulan Juni 2024 Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada prinsipnya memiliki empat point penting yaitu kemudahan dalam pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditasi, kemudahan untuk menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum dan memberikan hak belajar mahasiswa di luar kampus. Kebijakan MBKM yang di gagas oleh Menteri Nadiem Makarim merupakan kebijakan yang reformatif, inovatif, diluar kebiasaan zona aman iklim pendidikan di Indonesia. Tujuannya agar pendidikan di Indonesia melakukan percepatan dalam peningkatan kualitas pendidikan, mulai dari kualitas lembaga pendidikan sampai kualitas lulusan yang harus memiliki skill yang relevan dengan kebutuhan zaman. Referensi